Tuesday, October 27, 2015

CERITA DEWASA | NANA GADIS PERAWAN YANG PENUH NAPSU DAN GAIRAH

www.ubcpk.net/8

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Nana Gadis Perawan Yang Penuh Napsu Dan Gairah


CERITA DEWASA - Nana Gadis Perawan Yang Penuh Napsu Dan Gairah | Belum lama ini aku kembali bertemu Nana (bukan nama sebenarnya). dia kini sudah berkeluarga dan sejak menikah tinggal di Palembang. Untuk suatu urusan keluarga, ia bersama anaknya yang masih berusia 6 tahun pulang ke Yogya tanpa disertai suaminya. Nana masih seperti dulu, kulitnya yang putih, bibirnya yang merah merekah, rambutnya yang lebat tumbuh terjaga selalu di atas bahu. Meski rambutnya agak kemerahan namun karena kulitnya yang putih bersih, selalu saja menarik dipandang, apalagi kalau berada dalam pelukan dan dielus-elus. Perjumpaan di Yogya ini mengingatkan peristiwa sepuluh tahun lalu ketika ia masih kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di Yogya. Selama kuliah, ia tinggal di rumah bude, kakak ibunya yang juga kakak ibuku. Rumahku dan rumah bude agak jauh dan waktu itu kami jarang ketemu Nana. Aku mengenalnya sejak kanak-kanak. Ia memang gadis yang lincah, terbuka dan tergolong berotak encer. Setahun setelah aku menikah, isteriku melahirkan anak kami yang pertama. Hubungan kami rukun dan saling mencintai. Kami tinggal di rumah sendiri, agak di luar kota. Sewaktu melahirkan, isteriku mengalami pendarahan hebat dan harus dirawat di rumah sakit lebih lama ketimbang anak kami. Sungguh repot harus merawat bayi di rumah. Karena itu, ibu mertua, ibuku sendiri, tante (ibunya Nana) serta Nana dengan suka rela bergiliran membantu kerepotan kami.

**Semua berlalu selamat sampai isteriku diperbolehkan pulang dan langsung bisa merawat dan menyusui anak kami. Hari-hari berikutnya, Nana masih sering datang menengok anak kami yang katanya cantik dan lucu. Bahkan, heran kenapa, bayi kami sangat lekat dengan Nana. Kalau sedang rewel, menangis, meronta-ronta kalau digendong Nana menjadi diam dan tertidur dalam pangkuan atau gendongan Nana. Sepulang kuliah, kalau ada waktu, Nana selalu mampir dan membantu isteriku merawat si kecil. Lama-lama Nana sering tinggal di rumah kami. Isteriku sangat senang atas bantuan Nana. Tampaknya Nana tulus dan ikhlas membantu kami. Apalagi aku harus kerja sepenuh hari dan sering pulang malam. Bertambah besar, bayi kami berkurang nakalnya. Nana mulai tidak banyak mampirke rumah. Isteriku juga semakin sehat dan bisa mengurus seluruh keperluannya.
''Namun suatu malam ketika aku masih asyik menyelesaikan pekerjaan di kantor, Nana tiba-tiba muncul. ''Ada apa Na, malam-malam begini.'' ''Mas Danu, tinggal sendiri di kantor?'' ''Ya, Dari mana kamu?” “Sengaja kemari.'' Nana mendekat ke arahku. Berdiri di samping kursi kerja. Nana terlihat mengenakan rok dan T-shirt warna kesukaannya, pink. Tercium olehku bau parfum khas remaja. ''Ada apa, Nana?'' ''Mas.. aku pengin seperti Mbak Tari.'' ''Pengin? Pengin apanya?'' Nana tidak menjawab tetapi malah melangkah kakinya yang putih mulus hingga berdiri persis di depanku. Dalam sekejap ia sudah duduk di pangkuanku. ''Nana, apa-apaan kamu ini..'' Tanpa menungguku selesai bicara, Nana sudah menyambarkan bibirnya di bibirku dan menyedotnya kuat-kuat. Bibir yang selama ini hanya dapat kupandangi dan bayangkan, kini benar-benar mendarat keras. Kulumanya penuh nafsu dan nafas halusnya menyeruak. Lidahnya dipermainkan cepat dan menari lincah dalam rongga mulutku. Ia mencari lidahku dan menyedotnya kuat-kuat. Aku berusaha melepaskannya namun sandaran kursi menghalangi.

www.ubcpk.net/8

**Lebih dari itu, terus terang ada rasa nikmat setelah berbulan-bulan tidak berhubungan intim dengan isteriku. Nana merenggangkan pagutannya dan katanya, ''Mas, aku selalu ketagihan Mas. Aku suka berhubungan dengan laki-laki, bahkan beberapa dosen telah kuajak beginian. Tidak bercumbu beberapa hari saja rasanya badan panas dingin. Aku belum pernah menemukan laki-laki yang pas.'' Kuangkat tubuh Nana dan kududukkan di atas kertas yang masih berserakan di atas meja kerja. Aku bangkit dari duduk dan melangkah ke arah pintu ruang kerjaku. Aku mengunci dan menutup kelambu ruangan. ''Na.. Kuakui, aku pun kelaparan. Sudah empat bulan tidak bercumbu dengan Tari.'' ''Jadikan aku Mbak Tari, Mas. Ayo,'' kata Nana sambil turun dari meja dan menyongsong langkahku. Ia memelukku kuat-kuat sehingga dadanya yang empuk sepenuhnya menempel di dadaku. Terasa pula penisku yang telah mengeras berbenturan dengan perut bawah pusarnya yang lembut. Nana merapatkan pula perutnya ke arah kemaluanku yang masih terbungkus celana tebal. Nana kembali menyambar leherku dengan kuluman bibirnnya yang merekah bak bibir artis terkenal. Aliran listrik seakan menjalar ke seluruh tubuh. Aku semula ragu menyambut keliaran Nana. Namun ketika kenikmatan tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuh, menjadi mubazir belaka melepas kesempatanini. ''Kamu amat bergairah, Nana..'' bisikku lirih di telinganya. ''Hmm.. iya.. Sayang..'' balasnya lirih sembari mendesah. “Aku sebenarnya menginginkan Mas sejak lama.. ukh..'' serunya sembari menelan ludahnya. ''Ayo, Mas.. teruskan..'' ''Ya Sayang. Apa yang kamu inginkan dari Mas?'' ''Semuanya,'' kata Nana sembari tangannya menjelajah dan mengelus batang kemaluanku. Bibirnya terus menyapu permukaan kulitku di leher, dada dan tengkuk.

**Perlahan kusingkap T-Shirt yang dikenakannya. Kutarik perlahan ke arah atas dan serta merta tangan Nana telah diangkat tanda meminta T-Shirt langsung dibuka saja. Kaos itu kulempar ke atas meja. Kedua jemariku langsung memeluknya kuat-kuat hingga badan Nana lekat ke dadaku. Kedua bukitnya menempel kembali, terasa hangat dan lembut. Jemariku mencari kancing BH yang terletak di punggungnya. Kulepas perlahan, talinya, kuturunkan melalui tangannya. BH itu akhirnya jatuh ke lantai dan kini ujung payudaranya menempel lekat ke arahku. Aku melorot perlahan ke arah dadanya dan kujilati penuh gairah. Permukaan dan tepi putingnya terasa sedikit asin oleh keringat Nana, namun menambah nikmat aroma gadis muda. Tangan Nana mengusap-usap rambutku dan menggiring kepalaku agar mulutku segera menyedot putingnya. ''Sedot kuat-kuat Mas, sedoott..'' bisiknya. Aku memenuhi permintaannya dan Nana tak kuasa menahan kedua kakinya. Ia seakan lemas dan menjatuhkan badan ke lantai berkarpet tebal. Ruang ber-AC itu terasa makin hangat. ''Mas lepas..'' katanya sambil telentang di lantai. Nana meminta aku melepas pakaian. Nana sendiri pun melepas rok dan celana dalamnya. Aku pun berbuat demikian namun masih kusisakan celana dalam. Nana melihat dengan pandangan mata sayu seperti tak sabar menunggu. Segera aku menyusulnya, tiduran di lantai. Kudekap tubuhnya dari arah samping sembari kugosokkan telapak tanganku ke arah putingnya. Nana melenguh sedikit kemudian sedikit memiringkan tubuhnya ke arahku.

www.ubcpk.net/8

**Sengaja ia segera mengarahkan putingnya ke mulutku. ''Mas sedot Mas.. teruskan, enak sekali Mas.. enak..'' Kupenuhi permintaannya sembari kupijat-pijat pantatnya. Tanganku mulai nakal mencari selangkangan Nana. Rambutnya tidak terlalu tebal namun datarannya cukup mantap untuk mendaratkan pesawat ''cocorde'' milikku. Kumainkan jemariku di sana dan Nana tampak sedikit tersentak. ''Ukh.. khmem.. hss.. terus.. terus,'' lenguhnya tak jelas. Sementara sedotan di putingnya kugencarkan, jemari tanganku bagaikan memetik dawai gitar di pusat kenikmatannya. Terasa jemari kanan tengahku telah mencapai gumpalan kecil daging di dinding atas depan vaginanya, ujungnya kuraba-raba lembut berirama. Lidahku memainkan puting sembari sesekali menyedot dan menghembusnya. Jemariku memilin klitoris Nana dengan teknik petik melodi. Nana menggelinjang-gelinjang, melenguh-lenguh penuh nikmat. ''Mas.. Mas.. ampun.. terus, ampun.. terus ukhh..'' Sebentar kemudian Nana lemas. Namun itu tidak berlangsung lama karena Nana kembali bernafsu dan berbalik mengambil inisitif. Tangannya mencari-cari arah kejantananku. Kudekatkan agar gampang dijangkau, dengan serta merta Nana menarik celana dalamku. Bersamaan dengan itu melesat keluar pusaka kesayangan Tari. Akibatnya, memukul ke arah wajah Nana. ''Uh.. Mas.. apaan ini,'' kata Nana kaget. Tanpa menunggu jawabanku, tangan Nana langsung meraihnya. Kedua telapak tangannya menggenggam dan mengelus penisku. ''Mas.. ini asli?'' ''Asli, 100 persen,'' jawabku.

**Nana geleng-geleng kepala. Lalu lidahnya menyambar cepat ke arah permukaan penisku yang berdiameter 6 cm dan panjang 19 cm itu, sedikit agak bengkok ke kanan. Di bagian samping kanan terlihat menonjol aliran otot keras. Bagian bawah kepalanya, masih tersisa sedikit kulit yang menggelambir. Otot dan gelambiran kulit itulah yang membuat perempuan bertambah nikmat merasakan tusukan senjata andalanku. ''Mas, belum pernah aku melihat penis sebesar dan sepanjang ini.'' ''Sekarang kamu melihatnya, memegangnya dan menikmatinya.'' ''Alangkah bahagianya MBak Tari.'' ''Makanya kamu pengin seperti dia, kan?'' Nana langsung menarik penisku. ''Mas, aku ingin cepat menikmatinya. Masukkan, cepat masukkan.'' Nana menelentangkan tubuhnya. Pahanya direntangkannya. Terlihat betapa mulus putih dan bersih. Diantara bulu halus di selangkangannya, terlihat lubang vagina yang mungil. Aku telah berada di antara pahanya. Exocet-ku telah siap meluncur. Nana memandangiku penuh harap. ''Cepat Mas, cepat..'' ''Sabar Nana. Kamu harus benar-benar terangsang, Sayang..'' Namun tampaknya Nana tak sabar. Belum pernah kulihat perempuan sekasar Nana. Dia tak ingin dicumbui dulu sebelum dirasuki penis pasangannya. ''Cepat Mas..'' ajaknya lagi. Kupenuhi permintaannya, kutempelkan ujung penisku di permukaan lubang vaginanya, kutekan perlahan tapi sungguh amat sulit masuk, kuangkat kembali namun Nana justru mendorongkan pantatku dengan kedua belah tangannya. Pantatnya sendiri didorong ke arah atas. Tak terhindarkan, batang penisku bagai membentur dinding tebal. Namun Nana tampaknya ingin main kasar. Aku pun, meski belum terangsang benar, kumasukkan penisku sekuat dan sekencangnya.

www.ubcpk.net/8

**Meski perlahan dapat memasukirongga vaginanya, namun terasa sangat sesak, seret, panas, perih dan sulit. Nana tidak gentar, malah menyongsongnya penuh gairah. ''Jangan paksakan, Sayang..'' pintaku. ''Terus. Paksa, siksa aku. Siksa.. tusuk aku. Keras.. keras jangan takut Mas, terus..'' Dan aku tak bisa menghindar. Kulesakkan keras hingga separuh penisku telah masuk. Nana menjerit, ''Aouwww.. sedikit lagi..'' Dan aku menekannya kuat-kuat. Bersamaan dengan itu terasa ada yang mengalir dari dalam vagina Nana, meleleh keluar. Aku melirik, darah.. darah segar. Nana diam. Nafasnya terengah-engah. Matanya memejam. Aku menahan penisku tetap menancap. Tidak turun, tidak juga naik. Untuk mengurangi ketegangannya, kucari ujung puting Nana dengan mulutku. Meski agak membungkuk, aku dapat mencapainya. Nana sedikit berkurang ketegangannya. Beberapa saat kemudian ia memintaku memulai aktivitas. Kugerakkan penisku yang hanya separuh jalan, turun naik dan Nana mulai tampak menikmatinya. Pergerakan konstan itu kupertahankan cukup lama. Makin lama tusukanku makin dalam. Nana pasrah dan tidak sebuas tadi. Ia menikmati irama keluar masuk di liang kemaluannya yang mulai basah dan mengalirkan cairan pelicin. Nana mulai bangkit gairahnya menggelinjang dan melenguh dan pada akhirnya menjerit lirih, ''Uuuhh.. Mas.. uhh.. enaakk.. enaakk.. Terus.. aduh.. ya ampun enaknya..'' Nana melemas dan terkulai. Kucabut penisku yang masih keras, kubersihkan dengan bajuku. Aku duduk di samping Nana yang terkulai. ''Nana, kenapa kamu?'' ''Lemas, Mas. Kamu amat perkasa.'' ''Kamu juga liar.'' Nana memang sering berhubungan dengan laki-laki. Namun belum ada yang berhasil menembus keperawanannya karena selaput daranya amat tebal. Namun perkiraanku, para lelaki akan takluk oleh garangnya Nana mengajak senggama tanpa pemanasan yang cukup. Gila memang anak itu, cepat panas. Sejak kejadian itu, Nana selalu ingin mengulanginya. Namun aku selalu menghindar.

Hanya sekali peristiwa itu kami ulangi di sebuah hotel sepanjang hari. Nana waktu itu kesetanan dan kuladeni kemauannya dengan segala gaya. Nana mengaku puas. Setelah lulus, Nana menikah dan tinggal di Palembang. Sejak itu tidak ada kabarnya. Dan, ketika pulang ke Yogya bersama anaknya, aku berjumpa di rumah bude. ''Mas Danu, mau nyoba lagi?'' bisiknya lirih. Aku hanya mengangguk. ''Masih gede juga?'' tanyanya menggoda. ''Ya, tambah gede dong.'' Dan malamnya, aku menyambangi di hotel tempatnya menginap. Pertarungan pun kembali terjadi dalam posisi sama-sama telah matang. ''Mas Danu, Mbak Tari sudah bisa dipakai belum?'' tanyanya. ''Belum, dokter melarangnya,'' kataku berbohong. Dan, Nana pun malam itu mencoba melayaniku hingga kami sama-sama terpuaskan.*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa

Tuesday, October 20, 2015

CERITA DEWASA | KISAH IBU DAN ANAK


www.ubcpk.net/8

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Kisah Ibu Dan Anak


CERITA DEWASA - Kisah Ibu Dan Anak | Kejadian diawali ketika Pak Widyo tugas meninjau ladang minyak baru di lepas pantai. Di rumah cuma ditunggui oleh Bu Ambar, Rudi dan seorang pembantu setengah baya Mbok Inah namanya. Seperti biasa, pada malam hari Rudi sedang belajar untuk menghadapi Ebtanas minggu depan. Ia tengah sibuk berkutat dengan soal-soal latihan ketika ibunya datang membawa makanan kecil untuknya sambil menenteng majalah.
''Rud, ini ada oleh-oleh dari Bogor tadi siang untuk menemani kamu belajar,'' kata ibunya sambil meletakkannya di atas meja belajar Rudi.
''Kapan Ibu datang, kok suara mobilnya tidak kedengaran,'' tanya Rudi sambil tetap memelototi soal-soal sulit di depannya.
''Baru saja Rud, ini ibu sudah pakai baju mandi mau mandi,'' jawab ibunya.''Sambil menunggu air panasnya Ibu mau membaca majalah dulu di kamarmu,'' sambung ibunya sambil merebahkan diri di ranjang yang membelakangi meja belajar Rudi.
''Ya, boleh saja tapi jangan sampai ketiduran nanti malah nggak jadi mandi,'' timpal Rudi.

Singkat cerita Rudi kemudian berkonsentrasi lagi dengan belajarnya. Akhirnya setelah hampir 1 jam ia merasakan matanya mulai lelah, ia memutuskan untuk tidur saja. Sewaktu Rudi beranjak dari kursinya dan membalikkan badannya, tatapannya terpaku pada sosok tubuh montok yang teronggok di atas ranjangnya. Rupanya karena terlalu kelelahan, ibunya ketiduran. Posisi tidurnya tidak karuan. Tangannya telentang sementara kakinya mengangkang lebar seperti orang yang sedang melahirkan. Baju mandi ibunya yang panjangnya selutut nampak tersingkap sehingga paha putih mulus ibunya bisa terlihat jelas. Rudi bingung, apakah harus membangunkan ibunya atau menikmati pemandangan indah dan langka ini dulu. Sebelumnya ia tidak pernah berpikiran kotor terhadap ibunya sendiri tapi entah kenapa dan setan mana yang merasuki dirinya sehingga ia merasakan rangsangan ketika melihat paha ibunya yang tersingkap.Perlahan didekatinya tepian ranjang dengan hati berdebar-debar.

www.ubcpk.net/8

Diperhatikan dengan seksama tubuh ibunya yang montok dan wajahnya yang ayu keibuan dari ujung kaki sampai ujung kepala. Rudi menyadari ternyata ibunya sangat cantik dan menggairahkan. Kemudian dengan tangan gemetaran diberanikannya dirinya mengelus-elus kaki ibunyna sampai ke paha. Begitu halus, lembut dan hangat kulit ibunya ia rasakan. Ketika menyentuh paha yang ditumbuhi bulu-bulu halus, Rudi merasakan kehangatan yang makin terasa mengalir ke telapak tangannya. Kemaluannya menjadi menegang keras dan membuat celananya terasa sesak dan ketat. Jantungnya makin berdegup kencang ketika ia meneruskan belaian tangannya makin jauh ke arah pangkal kaki yang masih tertutupi baju mandi ibunya. Kulit tangannya merasakan hawa yang makin hangat dan lembab ketika tangannya makin jauh menggerayangi pangkal kaki ibunya yang bak belalang itu. Gerakannya terhenti ketika ia merasa telah meraba bulu-bulu halus yang lebat sekali dan menyentuh gundukan daging yang begitu lunak dan hangat. Beberapa saat ia meraba-raba gundukan daging lunak hangat itu.Akhirnya dengan rasa penasaran ia singkapkan baju mandi ibunya ke atas. Sehingga kini di depan matanya teronggok bagian selangkangan dan pinggul ibunya yang besar dan montok.

Bulu-bulu halus yang sangat lebat nampak tumbuh di sekitar anus, kemaluan sampai perut bagian bawah. Begitu panjang-panjang dan lebatnya bulu kemaluan ibunya sampai kemaluan ibunya agak tertutupi. Kemudian dengan tangannya ia sibakkan bulu-bulu kemaluan di sekitar kemaluan ibunya. Sehingga kini kemaluan ibunya nampak jelas terlihat. Gundukan daging yang memanjang membujur di selangkangan kelihatan empuk dan menggunung berwarna agak kegelapan. Bila diperhatikan bentuknya mirip mulut monster berkerut-kerut. Ini pasti yang namanya labium mayora (bibir besar) seperti dalam atlas anatomi, batin Rudi. Dari celah atas bibir monster yang besarnya setempurung kelapa itu tampak menonjol keluara bulatan daging sebesar kacang tanah yang berwarna kemerah-merahan. Kalau yang ini pasti yang namanya kelentit, pikir Rudi lagi sambil mengusap-usap tonjolan liat itu.Kemudian jarinya ia gerakkan ke bawah menyentuh lipat-lipat daging yang memanjang yang mirip daging pada kantong buah pelir laki-laki. Wah, ternyata labium minora Ibu sudah memble begini, pasti karena terlalu sering dipakai Bapak dan untuk melahirkan, batin Rudi.

Hidungnya lalu disorongkan ke muka kemaluan sebesar mangkok bakso itu. Sambil membelai-belai bebuluan yang mengitari kemaluan ibunya itu, Rudi menghirup-hirup aroma harum khas kemaluan yang menyengat dari kemaluan ibunya itu. Tak puas dengan itu, ia meneruskan dengan jilatan keseluruh sudut selangkangan ibunya. Sehingga kini kemaluan di hadapannya basah kuyup oleh air liurnya. Dijulurkannya panjang-panjang lidahnya ke arah klitorisk dan menggelitik bagian itu dengan ujung lidahnya. Sementara tangan satunya berusaha melepaskan ikatan tali baju mandi, dan setelah lepas menyingkapkan baju itu sehingga kini tubuh montok ibunya lebih terbuka lagi. Muka Rudi sampai terbenam seluruhnya dalam kemaluan ibunya yang sangat besar itu, ketika dengan gemas ia menempelkan mukanya ke permukaan kemaluan ibunya agar lidahnya bisa memasuki celah bibir monster itu. Usahanya tidak berhasil karena bibir itu terlalu tebal menggunung sehingga ujung lidahnya hanya bisa menyapu sedikit ke dalam saja dari celah bibir monster itu. Ia merasakan gundukan daging itu sangat empuk, hangat dan agak lembab.Sementara itu Bu Ambar masih tetap lelap dalam mimpinya dan tidak menyadari sedikitpun apa yang dilakukan anak yang sangat disayanginya terhadap dirinya.

www.ubcpk.net/8

Tampaknya ia benar-benar kelelahan setelah seharian tadi pergi keluar kota menghadiri resepsi pernikahan kerabat jauhnya. Dengkurannya malah makin keras terdengar. Sambil tetap membenamkan mukanya ke kemaluan besar itu, Rudi meraih payudara ibunya yang sebesar buah kelapa dengan tangannya. Diremas-remasnya perlahan payudara mengkal yang putih mulus itu. Rasanya hangat dan kenyal. Lalu tangannya berpindah di sekitar puting susu gelap kemerahan yang dilingkari bagian berwarna samar yang berdiameter lebar. Ketika tangannya memijit-mijit puting susu itu dengan lembut, ia merasakan payudara ibunya bertambah kencang terutama di bagian puting tersebut. Denyutan-denyutan di celah kemaluan ibunya juga terasa oleh bibirnya. Sementara itu dalam tidurnya ibunya terlihat bernapas dengan berat dan mengerang perlahan seperti orang yang sedang sesak napas.Melihat ekspresi muka ibunya yang seperti orang sedang orgasme dalam film-film porno yang pernah ditontonnya, Rudi makin gemas. Sehingga sambil lidahnya menggelitik klitoris ibunya, ia menusuk-nusukkan jari tangannya ke dalam celah kemaluan itu. Makin ke dalam rasanya makin hangat, lembab dan lunak. Ada pijitan-pijitan lembut dari lubang vagina ibunya yang membuat jari tangannya seperti dijepit-jepit. Makin lama lubang itu makin basah oleh cairan bening yang agak lengket, sehingga ketika jari tangannya ditarik terlihat basah kuyup. Ibunya kini makin keras mengerang dan terengah-engah dalam tidurnya. Rupanya ia merasakan kenikmatan dalam mimpi, ketika kemaluan dan payudaranya dijadikan barang mainan oleh anaknya.

Pinggulnya mulai menggeliat-geliat dan kakinya ikut menendang-nendang kasur.Melihat tingkah ibunya yang sangat menggoda itu, Rudi tanpa banyak berpikir lagi segera melepaskan kaos dan celananya. Sehingga kini ia berdiri di depan tubuh bugil ibunya dengan keadaan bugil pula. Badannya terlihat besar dan kekar serta penisnya mencuat kokoh dan besar ke atas. Urat-urat penis itu tampak beronjolan seperti ukiran yang mengelilingi penisnya yang berukuran panjang 20 cm dan diamerer batang 5 cm. Kepala penisnya yang sebesar bola tenis terlihat kemerah-merahan dan mengangguk-angguk seperti terlalu besar untuk dapat disangga oleh batang kemaluannya. Ia ingin menusukkan batang penisnya ke dalam kemaluan ibunya, tapi ia ragu-ragu apakah lubangnya tadi cukup. Ia kini membandingkan ujung penisnya dengan kemaluan ibunya yang sebesar mangkuk bakso. Sepertinya bisa jika dipaksakan, pikirnya kemudian. Lalu ia naik ke atas ranjang dan menekuk kakinya di antara kangkangan lebar kaki ibunya. Ditempelkannya ujung penisnya ke celah mulut ''monster'' yang hangat dan lunak itu.

Dengan diarahkan satu tangannya ia berusaha menusukkankan penisnya ke mulut vagina yang berwarna kemerahan setelah sebelumnya celah bibir itu dikuakkan lebar-lebar dengan tangan satunya lagi.Mulut liang peranakan ibunya terasa sempit sekali, tapi karena adanya lendir yang sudah keluar tadi membuatnya agak licin. Dengan mendorong pantatnya kuat-kuat, sebagian kepala penisnya berhasil masuk dijepit mulut vagina yang kelihatan rapat tersebut. Rudi merasakan agak sedikit pegal di kepala penisnya karena jepitan kuat muulut vagina. Sementara ibunya mulai memperlihatkan kesadaran dari tidurnya. Sebelum ibunya benar-benar terjaga, Rudi menekankan kuat-kuat pinggulnya ke arah selangkangan ibunya sambil merebahkan diri diatas tubuh bugil ibunya. Kemaluannya dengan cepat menerobos masuk dengan cepat ke dalam lubang yang relatif sempit itu. Bunyi ''Prrtt..'' nampak keras terdengar ketika penis besar Rudi menggesek permukaan liang senggama ibunya. Bu Ambar segera terjaga ketika menyadari tubuhnya terasa berat ditindih tubuh besar dan kekar anaknya. Sementara itu kemaluannya juga agak nyeri dan seperi mau robek karena dorongan paksa benda bulat panjang yang yang sangat besar. Ia merasa selangkangannya seperti terbelah oleh benda hangat dan berdenyut-denyut itu.

www.ubcpk.net/8

Perutnya agak mulas karena sodokan keras benda itu. Liang peranakannya terasa mau jebol karena memuat secara paksa benda besar yang terasa sampai masuk rahimnya itu.Ketika didapatinya anaknya yang melakukan ini semua terperanjatlah Bu Ambar. Berusaha mendorong tubuh kekar anaknya yang mendekap erat di atas tubuhnya yang tanpa busana lagi. Kakinya menjejak-jejak kasur dan pinggulnya ia goyang-goyangkan dan hentak-hentakkan untuk melepaskan kemaluannya dari benda sebesar knalpot motor. Tapi Rudi makin merasa keenakan dengan gerakan meronta-ronta ibunya itu karena penisnya menjadi ikut terguncang-guncang di dalam liang peranakan. Ia merasakan liang itu terasa sangat hangat dan berdenyut-denyut memijit kemaluannya. Tubuh montok ibunya yang didekap erat terasa hangat dan empuk.

''Rud apa yang kamu lakukan pada Ibu, lepaskan, lepaskan..!'' teriak ibunya pelan karena takut membangunkan Mbok Inah sambil tetap menggeliat-geliatkan tubuh montoknya berusaha melepaskan diri.
''Bu, Rudi ingin dikelonin kayak dulu lagi,'' Rudi merengek sambil makin menekan tubuh polos ibunya.
''Rud. Ini nggak boleh Rud. Aku kan ibumu, nak,'' kata ibunya yang kini sudah mulai mengendurkan perlawanannya yang sia-sia.Posisinya memang sudah kalah. Tubuhnya sudah ditelanjangi, didekap kuat serta kakinya mengangkang lebar sehinnga selangkangannya terkunci oleh benda besar irtu.
''Bu, Rudi pokoknya ingin dikelonin Ibu. ''Kalau nggak mau berarti Ibu nggak sayang lagi sama Rudi. Rudi mau cari pelacur saja di pinggir jalan,'' sahut Rudi dengan nada keras.
''Jangan, Rudi nggak boleh beginian dengan wanita nakal. Nanti kalau kena penyakit kotor, Ibu yang sedih,'' kata ibunya pelan sambil mengusap rambut Rudi perlahan.
''Ya, sudah karena sudah terlanjur malam ini, Rudi Ibu kelonin. Tapi jangan beritahu Bapakmu, nanti ia bisa marah-marah,'' sambung ibunya pelan sambil tersenyum penuh kasih sayang.
''Jadi Rudi boleh, Bu. Terima ksih Ya, Bu. Rudi sayang sekali sama Ibu,'' kata Rudi sambil mengecup pipi ibunya.
''Iya, Ibu juga sayang sekali sama Rudi. Makanya Rudi boleh sesukanya melakukan apapun pada Ibu. Yang penting Rudi nggak mengumbar nafsu ke mana-mana. Janji, ya Rud,'' kata ibunya.
''Iya Bu, Rudi juga nggak mau sama yang lain karena nggak ada yang secantik dan sesayang Ibu,'' kata Rudi dengan mengendorkan dekapan kuatnya sehingga kini ibunya tidak merasa terlalu berat lagi menahan beban tubuhnya yang sudah berat itu.

''Tapi Rudi harus melakukannya dengan pelan. Sebab punya Rudi terlalu besar, tidak seperti biasanya yang sering Bapakmu masukkan ke dalam punya ibu,'' kata Bu Ambar meminta pengertian Rudi.Memang postur tubuh Rudi mengikuti garis keturunan Bu Ambar, tidak seperti bapaknya yang pendek dan kecil.''Sudah, sekarang punya Rudi digerakkan pelan-pelan naik-turun. Tapi pelan ya Rud!'' perintah ibunya lembut pada Rudi sambil membelai-belai rambut anaknya penuh kasih sayang.Kini Rudi mulai menggerak-gerakkan penisnya naik-turun perlahan di dalam liang sempit yang hangat itu. Liang itu berdenyut-denyut, seperti mau melumat kemaluannya. Rasanya nikmat sekali. Kini mulutnya ia dekatkan ke mulut ibunya. Mereka pun berciuman mesra sekali, saling menggigit bibir, berukar ludah dan mempermainkan lidah di dalam mulut yang lain. Tangan Rudi mulai menggerayangi payudara putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Diremas-remasnya perlahan, sambil sesekali dipiojit-pijitnya bagian puting susu tang sudah mencuat ke atas. Tangan Bu Ambar membelai-belai kepala anaknya dengan lembut. Pinggulnya yang besar ia goyang-goyangkan agar anaknya merasakan kenikmatan di dalam selangkangannya.

Sementara vaginanya mulai berlendir lagi dan gesekan alat kelamin ibu dan anak itu menimbulkan bunyi yang seret-seret basah. ''Prrtt.. prrtt.. prrtt.. ssrrtt.. srrtt.. srrtt.. pprtt.. prrtt..''Penis besar anaknya memang terasa sekali, membuat kemaluannya seperti mau robek. Vaginanya menjadi membengkak besar kemerah-merahan seperti baru melahirkan. Membuat syaraf-syaraf di dalam liang senggamanya menjadi sangat sensirif terhadap sodokan kepala penis anaknya. Sodokan kepala penis itu terasa mau membelah bagian selangkangannya. Belum lagi urat-urat besar seperti cacing yang menonjol di sekeliling batang kemaluan anaknya membuat Bu Ambar merasakan nikmat. Meski agak pegal dan nyeri tapi rasa enak di kemaluannya lebih besar. Ia merasakan seperti saat malam pertama. Agak sakit tapi enak. Lendirnya kini makin banyak keluar membanjiri kemaluannya, karena rangsangan hebat pada Bu Ambar. Ketika Rudi membenamkan seluruh batang kemaluannya, Bu Ambar merasakan seperti benda besar dan hangat berdenyut-denyut itu masuk ke rahimnya. Perutnya kini sudah bisa menyesuaikan diri tidak mulas lagi ketika saat pertama tadi anaknya menyodok-nyodokkan penisnya dengan keras.Bu Ambar kini mulai menuju puncak orgasme. Vaginanya mulai menjepit-jepit dengan kuat penis anaknya. Kakinya diangkatnya menjepit kuat pinggang anaknya dan tangannya menjambak-jambak rambur Aanaknya. Dengan beberapa hentakan keras pinggulnya, muncratlah air maninya dalam lubang kemaluannya menyiram dan mengguyur kemaluan anaknya.

Setelah itu Bu Ambar terkulai lemas di bawah tubuh berat anaknya. Kakinya mengangkang lebar lagi pasrah menerima tusukan-tusukan kemaluan Rudi yang semakin cepat. Tangannya menelentang, memperlihatkan bulu ketiaknya yang tumbuh subur lebat dan panjang. Mengetahui hal itu Rudi melepaskan kulumannya pada mulut ibunya agar ia bisa bernafas lega. Bu Ambar tampak terengah-engah seperti baru lari maraton. ''Ibu sudah tua, Rud. Nggak kayak dulu lagi bisa tahan sampai lama. Tenaga dan kondisi fisik Ibu tidak sekuat dulu lagi. Jadi, Ibu tidak bisa mengimbangi kamu,'' bisik ibunya sambil mengatur napas. Keringat Bu Ambar nampak bercucuran dari sekujur tubuhnya membuat hawa semakin hangat.Tanpa merasa lelah Rudi terus memacu penisnya dan sesekali menggoyang-goyangkan pinggulnya. Sepertinya ia ingin mengorek-ngorek setiap sudut jalan bayi yang dulu dilaluinya. Suara bunyi becek makin keras terdengar karena liang itu kini sudah dibanjiri lendir kental yang membuatnya agak lebih licin. Bu Ambar mulai merasakan pegal lagi di kemaluannya karena gerakan anaknya yang bertambah liar dan kasar. Tubuhnya ikut terguncang-guncang ketika Rudi menghentak-hentakkan pinggulnya dengan keras dan cepat. ''Plok.. plokk.. ploll.. plookk.. crrpp.. crrpp.. crrpp.. srrpp.. srrpp..'' Bunyi keras terdengar dari persenggamaan ibu anak itu.

''Rud pelan, Rud..!'' desis ibunya sambil meringis kesakitan. Kemaluannya terasa nyeri dan pinggulnya pegal karena agresivitas anaknya yang seperti kuda liar. Rudi yang merasakan dalam selangkangannya mulai terkumpul ''bom'' yang mau meledak tidak menyadari ibunya sudah kewalahan, malahan terus mempercepat gerakannya.Bu Ambar hanya bisa pasrah membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu. Ia tidak ingin mengganggu kesenangan anaknya. Baginya yang lebih penting hanyalah bisa memberikan tempat penyaluran kebutuhan biologis yang aman dan nyaman untuk anak yang disayanginya. Kakinya menjejak-jejak kasur dan pinggulnya yang besar disentak-sentakkannya perlahan untuk mengimbangi rasa nyeri dan pegal. Napasnya mendesah-desah seperti orang kepanasan habis makan cabai dan tangannya menjambak rambut anaknya. Kini Rudi sudah mencapai orgasme. Dipagutnya leher jenjang ibunya dan ditekankannya badannya kuat-kuat sambil menghentakkan pinggulnya keras berkali-kali membuat tubuh ibunya ikut terdorong. Muncratlah air mani dari penisnya mengguyur rahim dan kemaluan ibunya. Karena banyaknya sampai-sampai ada yang keluar membasahi permukaan sprei.*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa

Monday, October 12, 2015

CERITA DEWASA | BULEKU SAYANG DAN BULEKU PERIANG


www.ubcpoker.com/8

Cerita Dewasa | Cerita Sex | Cerita Hot | Buleku Sayang Dan Buleku Periang


Cerita Dewasa - Buleku Sayang Dan Buleku Periang | Sekian lama bekerja di LSM asing membuatku punya banyak relasi dengan bermacam orang dari berbagai bangsa dan Agustus tahun lalu aku pindah kerja lagi, kali ini bekerja dengan sebuah LSM Amerika dan bertugas menjalankan sebuah program yang berkaitan dengan pengawasan lembaga keuangan internasional. Persis di sebelah kananku adalah ruang yang ditempati oleh Valerie, bule mungil manis yang ramah dan di sebelah kiriku adalah library, so bisa di katakan lingkungan kerjaku cukup tenang dan satu hal yang menguntungkan adalah ternyata di antara ruangku dan Valerie ada sebuah connecting door yang bisa dibuka setiap saat untuk kami berkomunikasi, maklum aku adalah pelaksana program sementara Valerie adalah Finance Advisor. Perkenalanku dengan Valerie dimulai ketika aku masuk ke ruangannya sekembalinya dia dari Amerika setelah liburan dan mata birunya berbinar ketika aku memperkenalkan diri.. ''My name is Fay, and I'll be your neighbour since two weeks ago" kataku memulai perkenalan. Dia menjawab sambil menatapku, "Valerie Thompson, dont be hasitate to speak Bahasa to me'', katanya meyakinkanku dan percakapan kami lanjutkan karena dia ingin bertanya banyak tentang diriku sebelum kami berinteraksi dalam pekerjaan yang lebih serius. "Saya liberal'', jawabku ketika dia bertanya tentang lifestyle yang kusuka. ''Wow, I love it'', spontan Valerie berteriak setelah kujelaskan artinya.

Hari-hari selanjutnya kami lalui dengan bekerjasama serta menjadi akrab dan sesekali makan siang rame-rame dengan teman lainnya. Minggu ini sesuai program aku harus berangkat ke Bali untuk menghadiri Regional Meeting yang juga dihadiri oleh beberapa teman dari negara lain dan dari Jakarta, hanya dikirim dua orang yaitu aku dan Valerie. Jam 16.00 pesawat kami tiba di Bali dan jemputan dari Hotel Santika telah menunggu kami, 15 menit kemudian kami sudah tiba di hotel dan ternyata recepsionist memberikan kamar yang bersebelahan di lantai dua dengan pemandangan menghadap ke taman yang exotic. Ting-Tong.., bell kamarku berbunyi dan kuintip Valerie telah berdiri dengan manisnya di depan pintu. ''Shall we makan malam sekarang?'' ajaknya. ''Sure, dan kita bisa ke bar setelah bertemu tamu lainnya setelah dinner OK?'' sambutku. Dan acara makan malam yang penuh basa-basi selesai pukul sembilan dan aku berencana kembali ke kamar untuk bersantai. ''Fay, mau kemana?'' Valerie memanggilku. ''Jadi we go to the bar?'' tanyanya lagi. ''Atau pesan something ke room saya saja?'' imbuhnya. Wah sekarang aku yang bengong sesaat karena sebetulnya aku hanya basa-basi waktu bicara soal bar tadi. ''Well, kayanya kita beli minuman dan snack saja di Circle K dan nonton DVD di kamar, karena saya bawa DVD Player dan beberapa film'' kataku. ''OK, kita pakai my room malam ini'' jawabnya. Seperempat jam kemudian kami sudah di kamarnya yang berbau wangi karena Valerie menyalakan lilin aroma terapi sebelum turun makan.

www.ubcpoker.com/8

Aku menyambung kabel DVD ke TV dan menyetel film lama yang dibintangi Hugh Grant dan Julia Roberts berjudul "Nothing Hill'' dan kami menonton sambil minum beberapa jenis minuman, tapi sepuluh menit kemudian kami merasa bosan dengan acara menonton dan lebih banyak saling mencuri pandang, hingga kuputuskan untuk lebih mendekatkan diri Kuberanikan diri untuk membetulkan rambut pirangnya yang menutupi mata dan Valerie ternyata menyukainya, kuteruskan aktivitasku dengan membelai rambutnya, ternyata Valerie diam dan tentu saja ini berarti izin untukku, segera kucium lembut lehernya yang jenjang dan terdengar dia melenguh tanda terangsang, ciumanku kuteruskan ke arah telinga dan kurasakan bulu-bulu halus di tengkuknya berdiri, segera saja kuarahkan bibirku ke bibirnya, kupagut bibir tipis merahnya dan dia membalas pagutanku dengan lembut. Sekarang kurasakan kejantananku bangkit dan segera saja kubopong dia ke kasur, erangannya semakin membangkitkan gairahku, segera saja kubuka bajunya dan kusingkap BH-nya, payudaranya yang putih mulus terbentang indah di depanku, segera kukecup dengan penuh nafsu hingga Valerie menggelinjang dan tangannya meraba kemaluanku yang hanya dibalut celana dalam tipis dan telah keras tegang karena nafsu yang menggelora sejak tadi. ''Fay, I want your big dick" erangnya manja. ''You want to suck it honey?'' kusodorkan penisku. Valerie mengulum penisku yang sudah mengencang dan sesekali dia mengerang merasakan nikmatnya penisku di mulutnya, kemudian kami mengambil posisi 69, kukulum kelentitnya yang berwarna merah dan menebar bau khas vagina yang wangi. ''Damn, Fay.. Enakkh.., Lagi.. Honey, lagi..'' jeritnya.

Kurasakan vagina Valerie semakin basah dan segera dia memintaku telentang, dihisapnya puting susuku, dan aku merasakan sensasi geli yang nikmat, aku pun membalas mengulum payudaranya yang putih indah dan setengah tak sabar Valerie akhirnya memasukkan penisku yang sudah menegang ke vaginanya yang basah dan wangi, dan bles.., masuklah semua penisku ke dalam vaginanya, terasa hangat dan sempit. Valerie mulai melakukan gerakan berirama dan terlihat dia benar-benar menikmati keluar masuknya penisku ''Agh, Fay, I like it honey'' erangnya. ''Kontol kamu enak sayang..'' desisnya. ''Honey, masuk.. Dalam sekali..'' desisnya lagi sambil menekan penisku. Aku pun tak mau kalah dan bergerak menancapkan dan menggoyang penisku hingga kurasakan dinding vaginanya berdenyut. ''Fay.. Enagkhh'' ''Ach, goyang lagi sayang'' jeritnya. Aku menggoyang penisku dan Valerie terus berdesis dan menjerit kecil serta sesekali liar mengigit lenganku karena sensasi nikmat yang dirasakannya. Aku membalikkan posisi dan sekarang Valerie menungging membelakangiku, dan terbentanglah pemandangan Indah, kelentitnya terbuka lebar menyembul di sela pantatnya yang putih kemerahan, segera kujulurkan lidahku dan mengulum kelentitnya hingga dia menggelinjang dan cairan vaginanya terasa kembali membasahi vaginanya. "Fay, enagkh, geli sayang" erangnya. "Fay.. Kamu pintar Honey'' erangnya lagi. Segera kumasukkan lagi penisku ke vaginanya yang terbuka dan sleep.., masuklah penisku dan goyangan demi goyangan serta irama kontolku yang keluar masuk membuat Valerie sering kali melenguh merasakan nikmatnya surga dunia.

www.ubcpoker.com/8

Kini tubuh Valerie kubalik dan berposisi telentang, segera setelah kami melakukan posisi 69 untuk saling merangsang, kumasukkan kontolku, kami melakukannya dengan posisi tertua dalam sejarah seks dan ketika kontolku mulai keluar masuk berirama, Valerie tampak sangat menikmatinya dan sesekali secara liar kuhunjamkan kontolku ke memeknya hingga Valerie berteriak menahan sensasi nikmat. ''Uh.. Oh.., honey, enak'' ''Ugh.. Sayang, nanti kita lakukan lagi.., enakh'' erangnya. Sekarang kurasakan spermaku sudah mendekati klimaks dan penisku terasa mengembang dan juga kurasakan vagina Valerie berdenyut dan mengeras tanda bahwa dia pun hampir mancapai puncak. Valeria mempersempit vaginanya dengan jalan menyilangkan kedua kakinya dan sekarang penisku benar-benar merasakan jepitan memeknya yang sempit, sensasi nikmat kurasa makin hebat. ''Val, saya mau keluar'' desisku. ''Yeah, saya juga sayang, keluarkan di dalam saja'' erangnya. Kupercepat gerakan penisku, Valerie juga mempercepat goyangan vaginanya, hingga kami berdua di ambang ledakan besar. ''Aagh, sayang, aku keluar'' desisku. ''Hegh.., Fay, aku juga sayang'' erangnya. Kutekan penisku yang sudah memuntahkan lahar, lebih dalam ke vaginanya dan dia menggelinjang menerima tumpahan mani dan tekanan penisku, kurasakan kami berdua sama-sama mencapai kenikmatan secara bersamaan dan percampuran maniku dan maninya membuat kami erat berpelukan seolah takut kehilangan kenikmatan.

Sepuluh menit aku terkulai di atas tubuhnya dan kami telah merasakan nikmatnya melayang setelah sama-sama mencapai kenikmatan. Sesekali Valerie mengecup tubuhku dan dengan manjanya kini dia memeluk tubuhku. Setelah merasa puas, kami saling pandang dan sama-sama tersenyum dan Valerie segera bangkit dan minta di bopong ke kamar mandi, kami berdua kemudian mandi di bathtub berendam air hangat, dan sesekali saling berciuman penuh mesra setelah tiga perempat jam mendaki puncak kenikmatan. Hari Senin ketika aku tiba di kantor aku mendapatkan surprise kecil, yaitu terbukanya connecting door antara ruangku dan ruang Valeri, dia ternyata telah membuka kunci dari dalam ruangnya dan menyingkirkan lemari kecil yang tadinya menutupi pintu tersebut. Aku merasa sangat senang karena itu berarti bahwa kami akan lebih produktif dan tentu saja sesekali aku dan Valeri akan melakukan sudden sex di sofa empuk yang ada di ruangannya, dan yang lebih menyenangkan adalah sekarang Valerie sering kali menemaniku bekerja lembur dan kami biasanya meneruskan ''lembur'' lainnya di ruang kerja Valerie jika kami pulang malam atau langsung pulang ke apartemen Valerie yang berjarak hanya 150 meter dari kantor untuk bercinta. Valerie, I love you, kamu adalah bule terbaik yang pernah bersanggama denganku! :)  Tamat.


Mau Melihat Cerita Sex Sebelum-Sebelumnya Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa

Mau Mendaftar DaN Bermain Bersama Kami Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa

Sunday, October 11, 2015

CERITA DEWASA | CARA MENGUNGKAPKAN RASA SAYANG


www.ubcpoker.com/8

Cerita Dewasa | Cerita Sex | Cerita Hot | Cara Mangungkapkan Rasa Sayang


Cerita Dewasa - Cara Mangungkapkan Rasa Sayang | Aku pria berumur 22 tahun, kuliah disalah satu universitas di Jakarta. Sebut saja namaku Aldi. Dalam berpacaran aku sudah cukup berpengalaman. Tapi dalam soal seks aku masih pemula. Aku hanya melakukan sebatas pinggang ke atas. Setidaknya aku pernah melihat payudara cewek secara langsung. Aku melakukan terhadap cewekku yang terakhir. Pada cewek-cewekku sebelumnya aku tidak berani melakukannya, bahkan ciuman sekalipun. Mungkin suasana yang kurang mendukung. Cewekku yang terakhir inilah, aku melakukan ciuman bibir bahkan hampir melakukan hubungan seks. Itulah yang terjadi sebelum aku mengenal Fenny dan melakukan hubungan seks. Begini ceritanya, dua bulan setelah jadian aku bertanya padanya sebut saja namanya Sisi. ''Bolehkah aku mencium kamu..'' Sisi diam sesaat kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju, tapi sebelum itu Sisi berkata, ''Lain kali jangan tanya karena aku malu untuk menjawabnya..'' Aku pun mengiyakan. Dengan posisi berdiri kurangkul dia dan mencium bibirnya, karena baru pertama kali, aku gemetaran dan hanya menempelkan bibirku ke bibirnya selama 1 detik.

Tiga bulan setelah jadian aku pun melakukan french kiss yang dahsyat sekali. Selama 2 bulan aku hanya melakukan ciuman tersebut. Memasuki bulan ke-5 setelah jadian, aku kembali melakukan french kiss tapi kali ini tanganku mulai jahil berusaha menyusup di balik kaos Sisi, Sisi berusaha untuk menghindar dan aku pun tidak berusaha untuk melanjutkannya. Ciuman kami makin dahsyat, aku tidak lagi menciumi bibirnya melainkan ke lehernya terus menciumi dan sesekali menjilatinya. Sisi mendesah panjang. Keringat mulai mengucur di wajah kami. Kembali aku meyusupkan tanganku ke balik kaosnya, kali ini Sisi diam saja. Jemari tanganku mulai menyentuh perutnya yang ramping terus menjalar ke atas, akhirnya aku menyentuh payudaranya yang padat berisi dan masih terbalut BH. Aku pun belum merasa puas, jemari tanganku berusaha membuka kaitan BH-nya. ''Berhasil,'' batinku. Kaitan BH terlepas. Aku menghentikan aktifitasku dan melepaskan pakaianku sehingga aku telanjang dada di hadapan Sisi. Kemudian aku melepas juga pakaian Sisi. Sisi agak menolak, entah kenapa Sisi akhirnya membiarkan saja aku melepaskan pakaiannya.

www.ubcpoker.com/8

Mulailah kelihatan payudara Sisi yang putih bersih dengan BH-nya yang agak merosot ke bawah karena kaitannya sudah lepas dan aku pun melepaskannya dari tubuh Sisi. Karena malu, Sisi menutupi payudaranya dengan telapak tangannya. Dibalik celanaku, batang kejantananku ingin keluar dari sarangnya karena sudah tegak berdiri dari tadi. Aku merentangkan kedua tangan Sisi, maka terlihat jelaslah 2 bukit yang indah yang dihiasi 2 putingnya yang berwarna coklat. Aku pun melumat salah satu puting tersebut ke dalam mulutku, tidak lupa salah satu tanganku menyentuh payudaranya yang menganggur. Sisi tidak tinggal diam, dia mengapit salah satu kakiku. Rupanya dia ingin memberikan kenikmatan pada liang senggamanya dengan cara tersebut, batang kejantananku tidak luput dari gesekan tersebut. Sekali-sekali aku pun mendesah ketika batang kejantananku menerima gesekan dari kakinya. Aku terus mempermainkan payudaranya secara bergantian. Kami berdua telah bermandikan keringat. Karena terus mengalami gesekan dari kaki Sisi, batang kejantananku tidak kuat lagi menahannya. Akhirnya aku memuncratkan maniku di dalam celanaku. Rupanya Sisi mengalami hal yang sama, karena saat itu Sisi berkata, ''Aldi, ada sesuatu yang keluar dari kemaluanku..'' Aku pun menerangkan kepada Sisi bahwa kita telah mencapai klimaksnya. Kami berdua pun saling rangkul. Kejadian tersebut terus berlangsung sampai beberapakali tapi aku belum juga berhasil melihat liang senggamanya karena Sisi selalu menolak. Akhirnya kami putus setelah jadian selama 10 bulan karena Sisi tidak bisa lagi menemuiku yang telah pindah keluar kota. Setelah setahun berpisah dengan Sisi, keinginan untuk berpacaran lagi kembali timbul, apalagi setelah melihat teman kampusku yang bernama Fenny. Orangnya cantik, berkulit putih bersih, selain itu dia pun mudah bergaul dengan siapa saja.

www.ubcpoker.com/8

Kadang-kadang dia selalu curhat padaku dan dia pun bilang bahwa dia baru putus dengan cowoknya sekitar 2 bulan yang lalu, dan kadang-kadang juga selalu minta diantar karena aku memang punya motor. Walaupun aku sangat menginginkannya menjadi pacarku. Tapi aku belum berani mengucapkan kata cinta. Karena aku takut persahabatan kami putus gara-gara kejadian tersebut. Pada suatu hari, tepatnya hari Sabtu. Salah seorang teman kampusku cewek mengadakan pesta yang diadakan di rumahnya. Dia mengundang seluruh teman kampusku termasuk aku dan Fenny. Fenny dan aku berangkat dari tempat yang terpisah, dia dijemput temannya pakai mobil dan aku naik motor punyaku. Singkat cerita pesta berakhir jam 8:00 malam, teman-teman telah bersiap untuk pulang. Tiba-tiba Fenny menghampiriku dan bertanya, ''Kamu mau nggak nganterin aku pulang.'' Aku mengiyakan. Kami pun berangkat, ditengah perjalanan Fenny berkata, ''Aldii.. ke kost aku dulu ya.. ada bukuku yang tertinggal,'' kata Fenny. ''Baiklah,'' kataku. Ditengah perjalankan kulihat cuaca menunjukkan tanda akan hujan. Akhirnya kami sampai di kost Fenny. Tempat kost Fenny lumayan besar dan mempunyai kamar mandi. Disaat Fenny mengemasi buku-bukunya, hujan turun cukup lebat. Fenny telah selesai berkemas tapi hujan belum juga berhenti. Kami terus menunggu hujan berhenti sambil cerita-cerita. Jam 9:30 malam hujan belum juga reda, Fenny pun menelpon ke rumah melalui HP-nya. ''Ma.. aku nginap di kost-an aja, masih hujan di sini,'' katanya. Mamanya menyetujui, "Kalau begitu, aku akan pulang sendiri dong.'' kataku, Fenny hanya tersenyum. Jam 10:00 malam hujan belum juga reda. Fenny telah mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa, kaos oblong dengan celana pendek. Sambil menunggu hujan reda, kami pun kembali bercerita. Tetapi perhatianku tidak lagi terfokus pada ceritanya melainkan pada Fenny yang duduk di tepi ranjang.

www.ubcpoker.com/8

Paha putih mulusnya yang tersingkap karena memakai celana pendek. Walaupun hanya sedikit cukup membuat batang kejantananku tegak. Aku tidak tahan lagi, ketika Fenny menggoyang-goyangkan kakinya. Sebenarnya pemandangan tersebut biasa-biasa saja tapi aku telah dirasuki hawa nafsu. Tiba-tiba saja aku langsung memeluknya, dan mencium bibirnya. Tidak sampai disitu, aku mendorong tubuhnya ke atas ranjang, kemudian menghimpitnya dengan tubuhku. Aku melanjutkan aktifitasku, mencium dan melumat bibirnya. Fenny kaget. Tapi Fenny tidak bisa berbuat apa-apa. Aku terus menciuminya, tanganku yang nakal mulai menyusup di balik kaos Fenny. Fenny menangkisnya. Dengan sedikit gerakan, aku berhasil menepisnya dan terus menyusup sampai menyentuh payudara Fenny yang masih terbungkus BH. Aku meremas lembut payudara Fenny. Fenny mendesah. Aku terus meremas tidak lupa ciumanku terus melumat bibirnya. Aku mengalihkan ciumanku ke lehernya. Fenny kembali mendesah. Jemari tanganku mulai merayap ke punggungnya, dan berusaha melepas tali BH Fenny. ''Berhasil,'' batinku. Fenny tersentak kemudian mendorong tubuhku ke samping. ''Kita tidak boleh melakukan ini, Aldi.'' kata Fenny. Aku terdiam tapi nafsuku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi dan berkata, ''Memang tidak boleh sih, tapi..'' Aku kembali merangkul Fenny, kali ini ciumanku lebih ganas dari yang pertama. Mulai dari bibir terus ke telinga menjalar ke lehernya. Jemari tanganku melanjutkan aksinya lagi menarik ke atas BH terus meremasnya, memuntir-muntir putingnya. Fenny pasrah dan kelihatan mulai panas dengan permainan yang kuterapkan. Aku mengangkat tubuh Fenny dan membuka baju serta BH-nya, aku pun demikian.

Aku memulai lagi aksiku, kali ini ciuman kuarahkan ke payudaranya. Fenny menggeliat, apalagi tanganku menyentuh payudaranya yang satu lagi. Kami berdua telah bermandikan keringat. Tangan Fenny menjambak rambutku. Permainan jemari tanganku mulai merangkak ke bawah dan berusaha menyusup ke balik celana pendek serta CD-nya. Fenny tidak lagi berusaha menangkisnya. Jemari tanganku sudah menyentuh rambut kelaminnya. Inilah pertama kali aku menyentuh rambut kelamin cewek. Aku merasa ketagihan. Kemudian jari-jari tanganku menggesek-gesek sekitar liang senggama Fenny. Fenny mendesah panjang dan membenamkan kepalaku ke payudaranya, untuk mendapatkan kenikmatan lebih. Setelah beberapa lama, ciumanku mulai merangkak ke bawah sampai batas rambut kelaminnya yang sedikit terbuka. Aku kemudian meloroti celana pendek dan CD-nya. Aku pun demikian. Sekarang di atas ranjang, aku dan Fenny sudah telanjang bulat. Aku terkagum melihat pemandangan tubuh Fenny. Akhirnya aku berhasil melihat tubuh bugil cewek, apalagi yang seperti Fenny. Payudaranya putih padat berisi dihiasi putingnya yang berwarna coklat. Liang senggamanya dikelilingi rambut kelamin yang lebat. Tubuh Fenny hampir mirip tubuh Sisi tapi kelebihan tubuh Fenny aku melihat seluruhnya tanpa pakaian sedangkan Sisi hanya sebatas pinggang ke atas. Fenny yang selalu memejamkan mata, mulai membuka matanya, sedikit kaget saat melihat dirinya sudah tidak memakai apa-apa lagi dan melihat diriku dengan batang kejantanan tegak berdiri. Fenny menutupi payudaranya dengan meyilangkan kedua tangannya.

www.ubcpoker.com/8

Aku kembali beraksi, kali ini daerah sasaranku liang senggamanya. Aku menciumi dan menjilati yang agak menonjol di sekitar liang senggamanya mungkin itu yang dinamakan klirotis. Setelah beberapa lama ciumanku kembali ke atas, merentangkan tangannya yang menutupi payudaranya. Terus menjilati tubuhnya dan akhirnya mendarat kembali di bibirnya. Alat kelaminku dan Fenny saling beradu. Ini membuat batang kejantananku ingin dimasukkan ke tempatnya. Aku mengatur posisi dan melebarkan kaki Fenny. Fenny tersadar dan berkata, ''Kita sudah terlalu jauh, perlu kamu tahu inilah penyebab aku putus dengan cowokku karena aku tidak mau melakukan ini.'' Aku tidak lagi mempedulikan kata-kata Fenny karena hawa nafsuku sedang menuju kepuncak. Aku kembali merangkul Fenny dan menciumi bibirnya, kali ini lebih dahsyat lidahku bergoyang-goyang di mulutnya. Fenny tidak bisa berbuat apa-apa dan kelihatannya kembali larut dalam kenikmatan. batang kejantananku yang sudah gatal ingin segera memasuki liang kenikmatan Fenny. Aku mengambil posisi yang pas, batang kejantananku mulai memasuki pintu kewanitaannya. Karena baru pertama kali, batang kejantananku sering melenceng memasuki liang senggama Fenny, aku terus berusaha dan akhirnya masuk juga batang kejantananku ke dalam liang senggamanya. Fenny kembali mendesah panjang, ''Aldi.. ntar aku hamil,'' kata Fenny sambil memelas. ''Aku akan bertanggung jawab,'' kataku. Fenny sedikit tenang, batang kejantananku telah masuk sedikit demi sedikit. Akhirnya semua batang kejantananku tenggelam di liang senggama Fenny. Aku menggoyangkan pinggulku sehingga batang kejantananku keluar masuk di liang senggama Fenny. Makin lama makin cepat. Fenny mendesah sambil menyebut namaku. Kami berdua kembali bermandikan keringat walaupun cuaca sebenarnya lumayan dingin. Sesuatu cairan yang hangat menerpa batang kejantananku yang masih berada di liang senggama Fenny. Rupanya Fenny telah mencapai orgasme. Aku pun tidak tinggal diam dengan mempercepat gerakan batang kejantananku keluar masuk di liang senggama Fenny. ''Inilah saatnya,'' batinku. Akhirnya puncak kenikmatanku datang, spermaku muncrat di dalam liang senggama Fenny.

''Nikmat sekali,'' batinku. batang kejantananku terkulai di dalam liang senggama Fenny dan aku pun mengeluarkannya. Sperma, cairan kewanitaan dan darah perawanan Fenny lengket di batang kejantananku yang sudah kembali seperti semula. Aku melihat Fenny menangis, aku berusaha menenangkannya dan mengatakan, ''Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang telah aku lakukan kepadamu karena selama ini aku cinta kamu..'' Tangisan Fenny sedikit mereda, aku merangkulnya dan mencium keningnya. Kami kemudian membersihkan diri di kamar mandinya. Karena kecapaian kami berdua langsung tertidur tanpa mengenakan pakaian dan tidur kami pun saling berangkulan. Aku lupa bahwa sebenarnya setelah mereda aku pulang. Pagi harinya, Fenny bangun lebih dahulu dan langsung ke kamar mandi. Sesaat kemudian aku pun terbangun dan mendengar suara guyuran air di kamar mandi.
Aku berjalan menuju ke kamar mandi dan mengetoknya. Fenny pun membuka pintu kamar mandi. Kembali aku terkesima melihat Fenny yang telanjang bulat dengan rambut yang basah. Gairahku kembali memuncak. Aku masuk dan langsung merangkul tubuh Fenny. ''Mandi dulu dong,'' pinta Fenny. Aku menuruti ajakannya kemudian mengguyuri tubuhku dengan air. Beberapa saat setelah itu aku menyabuni tubuhku dengan sabun cair. Fenny turut membantu, malah dia menyabuni batang kejantananku yang kembali tegak. Rasa malu Fenny telah hilang, Fenny mengocok-ngocok batang kejantananku dengan lembut. Nikmat sekali rasanya. Saat hampir mencapai klimaksnya aku melepaskan tangan Fenny karena belum saatnya. Gantian aku yang menyabuni Fenny, mula-mula kedua tangannya terus kedua kakinya. Sampailah ke daerah yang vital, aku berdiri di belakang Fenny terus merangkulnya dan menyabuni payudaranya dengan kedua telapak tanganku. Terdengar Fenny mendesah panjang.

www.ubcpoker.com/8

Usapanku merangkak ke bawah melewati perutnya hingga akhirnya sampai ke liang senggamanya. Kembali aku mengusapnya dengan lembut. Busa sabun hampir menutupi permukaan liang senggama Fenny. Kali ini Fenny merintih nikmat. Setelah puas aku mengguyur kedua tubuh kami yang masih berangkulan. Fenny kemudian membalikkan tubuhnya dan kami pun saling berhadapan. Fenny kemudian mencium bibirku, aku membalasnya dan terjadi lagi french kiss yang dahsyat. Tangan kami pun tidak tinggal diam, aku menyentuh payudara Fenny dan Fenny pun menyentuh batang kejantananku yang masih perkasa berdiri. Setelah beberapa lama, Fenny membimbing batang kejantananku memasuki liang senggamanya. Dengan melebarkan kakinya batang kejantananku kembali memasuki liang senggama Fenny. Fenny melilitkan tangannya ke leherku. Kemudian aku menggendong Fenny dan menyandarkan ke dinding kamar mandi. Setelah itu aku kembali menggoyangkan pinggulku yang membuat batang kejantananku keluar masuk di liang senggama Fenny. Akhirnya spermaku keluar dan membasahi seluruh dinding liang senggama Fenny. Fenny ternyata belum mencapai klimaksnya, untuk membantunya aku menjilati liang senggama Fenny. Kemudian aku menyedotnya, ingin mengeluarkan isi dari liang senggama Fenny. Fenny sedikit menjerit dengan apa yang kulakukan. Akhirnya Fenny megeluarkan juga cairan dari liang senggamanya dan pas mengenai wajahku. Fenny terkulai nikmat, aku mengguyuri kembali tubuh kami berdua. Aku dan Fenny telah selesai mandi, dan telah memakai pakaian masing-masing. ''Maukah kamu menjadi pacarku Fenny,'' tanyaku. Fenny mengangguk pelan. Aku pamitan untuk pulang ke kost-ku, dan Fenny tetap tidak jadi pulang ke rumahnya. Begitulah caraku mengungkapkan cinta terhadap Fenny. Oh.. sungguh ungkapan cinta yang sangat nikmat.  Tamat.


Mau Melihat Cerita Sex Sebelum-Sebelumnya Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa

Mau Mendaftar DaN Bermain Bersama Kami Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa

Saturday, October 10, 2015

CERITA DEWASA | PESONA DOKTER SISKA ISTRI KETUJUH KEPALA SUKU


www.ubcpoker.com/8

Cerita Dewasa | Cerita Sex | Cerita Hot | Pesona Dokter Siska Istri Ketujuh Kepala Suka


Cerita Dewasa - Pesona Dokter Siska Istri Ketujuh Kepala Suka | Siska adalah seorang gadis yang berusia 26 tahun. Keluarganya asli keturunan Manado. Ia berparas cantik dengan rambutnya sebahu dan berkulit putih bersih. Tingginya 165 cm dengan pinggul yang berbentuk dan sepasang kaki yang panjang. Dadanya sesuai dan amat serasi dengan bobot tubuhnya yang 49 kg. Setiap ke kampus ia selalu menyetir sedan All New-nya sendiri. Dengan sosok secantik itu, tidak heran banyak teman pria di kampus maupun di luar kampusnya yang naksir namun hanya Ryan yang berkenan di hatinya. Ryan adalah tunangannya. Ryan adalah seorang putra pengusaha di kota itu dan sekarang bekerja pada sebuah BUMN di kota itu juga. Hari pertama Siska di desa itu, cukup jauh perjalanan ia tempuh. Selain langkanya angkutan umum juga perlu ditempuh satu hari perjalanan darat dari kota Siska. Letaknya terisolir. Maklum Siska biasa di provinsi yang telah maju. Siska diantar oleh pegawai kecamatan dan juga diantar oleh sang pacar. Sesampai di desa itu, Siska diperkenalkan dengan para pegawai klinik. Salah seorangnya bernama Wati. Siska menetap di rumah kepala suku yang kebetulan memiliki dua buah rumah. Siska dikenalkan kepada Pak Bujana yang merangkap kepala dusun desa itu. Pak Bujana amat disegani dan ditakuti di desa itu. Jarak antar rumah di desa itu amat jarang. Mata pencaharian masyarakatnya adalah petani karet. Di rumah kayu Pak Bujana inilah Siska tinggal dan menetap selama ia bertugas. Sebagai kepala suku, Pak Bujana bertanggung jawab terhadap keselamatan Siska. Pak Bujana adalah lelaki berumur 60 tahun. Ia penduduk asli dusun itu dan memiliki enam orang istri. Tiap istrinya memiliki rumah sendiri, maklum Pak Bujana banyak memiliki tanaman karet.

www.ubcpoker.com/8

Siska betugas bersama Wati ke desa-desa memberikan pelayanan kesehatan. Pak Bujana kadang- kadang membantu Siska mengantar ke desa jika Wati sedang tidak bisa. Dengan sepeda motor tuanya Pak Bujana memboncengkan Siska. Untuk tugas kedesa yang jauh Pak Bujanalah yang mengantar dan bertindak sebagai penunjuk jalan. Suatu ketika Siska pernah diganggu oleh pemuda kampung sebelah. Maklum jalan desa itu hanya setapak dan hanya bisa dilalui sepeda motor, untunglah saat itu Pak Bujana muncul. Ia menantang pemuda itu duel. Karena keberanian dan keahliannya silat maka pemuda itu dapat ia kalahkan. Pemuda itu berjanji tak akan menganggu Siska bertugas lagi. Saat itu Siska amat cemas namun ia lega sebab Pak Bujana memiliki kewibawaan dan ilmu silat, ditunjang kokohnya badan Pak Bujana. Karena seringnya Siska berboncengan dengan Pak Bujana, ditambah jalan yang tidak mulus dan setapak, tidak heran sesekali dada Siska bergeser pada punggung Bujana. Saat-saat itu selalu membuat desiran dalam dada Bujana. Selain Siska cantik, Pak Bujana merasakan kekenyalan dada Siska. Setiap saat ia bonceng selalu menggoda nafsunya. Siska merasa Pak Bujana adalah sosok yang amat ia segani dan ia merasa terlindungi. Suatu senja setelah pulang dari tugasnya, Siska mandi dan kebetualn Pak Bujana singgah di rumah Siska. Saat itu Siska baru saja akan berjalan ke kamarnya dengan handuk masih di badannya.

Pak Bujana melihat kemulusan bahu dan kulit betis Siska amat bersih dan menambah keinginannya untuk mendekati Siska.
 '' Oooo… Pak Bujana.. Ada apa, Pak?'' kata Siska.
'' Nggak, Bu Dokter. Saya cuma ingin mampir saja, '' jawab Bujana.
''Duduk dulu, Pak.. Saya baru mandi, nihh … Bentar ya, Pak?'' kata Siska. ''Silahkan, Bu.'' Sempat Pak Bujana melihat ke pinggul Siska. Oooohhhhh amat menggodanya …. Ooo.. ia telan air liurnya. Senja telah beranjak dan Siska pun keluar kamar dengan pakaian kaos longgar dan celana 3/4. selama ia mengantar Siska baru kali ini ia melihat kulit Siska yang putih dan mulus mulai dari bahunya. Siska selama bertugas selalu pakai celana jeans dan baju kemeja dokter jadi semua bentuk tubuhnya tertutup. Lalu Pak Bujana berbincang-bincang dengan Siska. Karena hari mulai hujan dan angin pun bertiup kencang, maka mereka masuk ke beranda dalam. Siska pun tak lupa menyediakan makanan kecil dan minuman. karena telah akrab maka sesekali mereka ngomong kesana kemari dan kadang masalah seks. Bagi Siska amat lumrah, karena ia dokter dan Pak Bujana bukan orang lain baginya. Ia ladeni terus Pak Bujana berbicara. Lalu Pak Bujana menggeser duduknya dan ada sesuatu yang membuatnya ingin lebih dekat kepada Siska. Siska pun dengan antusias membiarkan Pak Bujana duduk di sampingnya.
'' Bu Dokter?'' kata Pak Bujana. ''Saya merasa Bu Dokter amat pintar. Apa nggak takut tinggal di rumah ini ?''
''Ooo.. nggak, Pak…” kata Siska.
''Oooo… cincin Ibu amat bagus. Coba saya liat,'' kata Bujana sambil meraih tangan Siska. Siska biarkan Bujana meraih tangannya. Namun Bujana bukannya melihat cincin namun meremas tangannya. Siska kaget dan bertanya.
''Jangan, Pak… Malu saya. Masak Pak Bujana begitu?'' katanya.
''Ooo.. maaf, Bu,'' kata Bujana.

www.ubcpoker.com/8

Lalu Bujana kembali melihat cincin dan berkata. '' Ibu cantik. Kalo saya punya istri seperti ibu ndak saya biarkan kemana-mana, '' kata Bujana. Siska hanya senyum sambil memandang Pak Bujana. '' Jangan lagi lah, Pak. Masa sudah tiga nggak cukup-cukup? Apa Bapak nggak repot harus menggilir dan membagi belanja ?'' kata Siska. ''Oooo.. tenang aja, Bu… Saya sudah atur, kok,'' kata Bujana. Lalu Bujana melingkarkan tangannya ke bahu Siska. Siska pun melepaskan tangan Bujana itu. Bujana pun maklum, lalu ia dekatkan mulutnya dan ia tiupkan nafasnya ke tengkuk Siska yang di tumbuhi rambut halus sebab saat itu Siska mengikat rambutnya. Siska bergidik. Ia merasa khawatir dengan sikap orang ini. ia kenal baik dan orang ini seperti ingin sesuatu darinya. Lalu Siska menjauh. Ia berpikir kalau Ryan pacarnya, yang juga tunangannya, belum pernah berbuat seperti ini. Mereka pacaran pun biasa saja paling hanya cium pipi dan pegang tangan. Naluri wanitanya bangkit, namun menghadapi orang tua seperti Bujana ia harus bijaksana. Bujanapun lalu terus mendekat kearah Siska, sambil berkata. '' Buuuu… Saya merasa suka dengan Ibu.'' Siska hanya diam. Lalu Bujana kembali meraih tangannya dan menarik Siska ke pelukannya. Siska ingin berontak namun ia segan dan merasa serba salah. Ia biarkan Bujana memeluknya dan Bujana pun membelai rambut serta memainkan balik telinga Siska. Karena suasana mendukung dan di rumah itu tiada cahaya listrik, ditambah hari hujan maka Siska pun terbawa hanyut dalam pelukan Bujana yang seusia dengan ayahnya. Merasa mendapat kesempatan, Bujana tidak menyia-nyiakannya. Ia cium bibir Siska. Sebagai laki-laki berumur, ia amat berpengalaman dalam soal menaklukan wanita, apalagi wanita seperti Siska yang masih mentah dan belum berpengalaman.

www.ubcpoker.com/8

Siska terbawa arus gairahnya, sebab Ryan belum pernah seperti itu terhadapnya. Dengan keliaran tangan Pak Bujana, jari Bujana berpindah kedalam blus yang dikenakan Siska. Lalu ia pilin bukit kembar itu. Siska terhengak. Badannya panas dingin merasakan sensasi itu. Sementara mulut Pak Bujana terus menempel di bibir Siska dan turun ke leher jenjangnya. Meskipun hari hujan dengan derasnya di luar namun badan Siska mengeluarkan keringat. Lalu Pak Bujana menghentikan aksinya dan terlihat wajah Siska memerah menahan gejolak nafsu sekaligus juga perasaan malu. Ia tahu Siska ingin permainan dilanjutkan namun Bujana ingin sesuatunya aman. Ia angkat Siska ke kamar yang cukup bersih di rumah kayu itu. Di dalam kamar itu Bujana membaringkan Siska lalu ia berjalan ke luar untuk mengunci pintu rumah serta pintu kamar dari dalam. Siska tergolek di ranjang besi model tempo dulu yang ada di kamar itu sambil menunggu Pak Bujana kembali. Lalu Pak Bujana kembali memulai aksinya dengan membuka kancing baju Siska. Baju itu ia lepaskan dan terbukalah tubuh bagian atas Siska. Siska hanya mendesis dan memicingkan matanya. Ia merasa malu dan jengah. Setelah baju itu terbuka, terpampanglah sepasang dada putih mulus tertutup BH bermerk Wacoal. Siska memang anak orang kaya yang amat memperhatikan pakaian dalamnya. Pak Bujana lalu bergerak kebelakang tubuh Siska dan menciumi tengkuk yang ditumbuhi rambut halus itu, lalu turun ke bahu dan leher Siska. Siska hanya merem melek merasakan rangsangan yang mulai naik keubun-ubunnya. Lalu tangan Bujana yang telah keriput itu, membuka pengait BH berwarna pink itu sehingga terlihatlah dua bukit salju yang puncaknya kemerahan. Pak Bujana yang melihat itu, tau bahwa puting dada Siska belum terjamah tangan laki-laki.

Ia tau bahwa ada hentakan dari tubuh Siska saat ia putar puting dada saat itu. Putingnya pun masih kecil dan dengan bernafsu Pak Bujana lalu meremas dan memilin kedua bukit kembar yang ukurannya segenggam tangannya. Siska hanya melenguh dan keringat mulai membasahi tubuhnya yang putih mulus itu. Kepalanya bergerak ke kiri ke kanan menahan geli dan nafsu. Dengan mulutnya Pak Bujana lalu menjilat puting dada Siska lalu menggigitnya dengan penuh perasaan, membuat dada yang putih itu menjadi merah dan lalu jilatan Pak Bujana turun ke arah perut Siska. Langkahnya terhalang oleh celana Siska. Dengan tangannya, Pak Bujana menurunkan celana 3/4 itu ke lutut Siska dan lalu ia masuki goa vagina Siska dengan jari tangannya. Di sana ia menemukan hutan yang perawan dan terlindung, lalu ia menemukan goa yang mulai basah. Jari tangan Bujana memasuki goa terlarang itu dan memilin daging kecil yang ada di sela dinding goa Siska. Siska terperanjat. Buru-buru ia tarik tangan Pak Bujana. “ Jangan, Pak. Sudahlah… Pakk… Yang itu jangan… mohon saya, Pak..'' pinta Siska kepada Pak Bujana. '' Itu bukan buat Bapak… cukup, Pak? Saya akan menikah 3 bulan lagi,'' kata Siska. Pak Bujana menghentikan aksinya. Dengan wajah menahan nafsu, ia pandangi Siska. Ia tahu juga bahwa Siska pun sedang menikmati aksinya tadi. Ada bayangan kecewa dari mata Siska, namun Pak Bujana mengerti, bahwa memang sebagai seorang perawan Siska adalah seorang gadis baik-baik.

www.ubcpoker.com/8

Wajarlah kalau keperawanannya ingin ia persembahkan kepada suaminya kelak yaitu Ryan. '' Bapak… kan sudah mendapatkan apa yang Bapak inginkan. Maaf, Pak… Mungkin Bapak kecewa…'' kata Siska. ''Pak.. sampai saat ini pun Bang Ryan, calon suami saya, belum pernah mencium bibir apalagi sampai telanjang seperti ini.. Hanya Bapaklah yang mampu membuat saya bisa sampai seperti saat ini. Maafkan saya, Pak.'' Pak Bujana diam, ia merasa Siska benar, namun ia ingin sekali menuntaskan gelora birahinya … Maka sekali lagi ia peluk Siska yang saat itu bertelanjang dada. Lalu Pak Bujana meraih bibir Siska dan menciuminya Siska diam saja. Ia tahu Pak Bujana pasti kecewa, ia biarkan saya Pak Bujana kembali bertindak seperti tadi. Lalu lidah Pak Bujana kembali bermain di rongga mulut Siska dan tangannya meraih dada Siska. Siska membiarkannya. Ia tidak ingin mengecewakan orang tua itu. Lalu aksi Pak Bujana kembali mulai dengan memilin buah dada Siska hingga Siska mau tidak mau bangkit nafsunya. Bujana ingin sekali merenggut kegadisan dokter cantik ini, apapun resikonya. Ia telah setengah jalan. Lalu Siska kembali ia rebahkan ke kasur itu. Pak Bujana pun membuka busananya. Lalu ia buka kemejanya juga celana panjangnya sehingga Bujana hanya memakai celana dalam saja. Dada Bujana penuh bulu dan wajah Bujana yang keras itu menampakan keinginan yang besar untuk memerawani Siska. Belum pernah ia ditolak oleh wanita. Siska anak kemarin sore harus takluk kepadanya.

www.ubcpoker.com/8

Itulah prinsipnya. Lalu ia buka celana 3/4 Siska sampai terlihat CD hijau muda bermerk sama dengan BH-nya. Masih terpasang CD itu, jari Pak Bujana meletakkan jari tangannya di belahan bibir vagina Siska. lalu dari samping CD itu ia masuki goa itu dengan jarinya. Siska berkali kali merasa lonjakan pada dirinya tanda nafsunya menaik. Pak Bujana tahu, Siska mulai tak sadar akan tindakannya. Lalu CD itu ia turunkan dari selangkangan Siska. Dengan sebelah tangannya, Bujana membelai bibir vagina dan memainkan klitoris Siska. Siska histeris. Lalu kepala Pak Bujana turun diantara paha Siska dan menjilat kelintit yang telah memerah itu. Inilah yang membuat Siska terpejam matanya dan kakinya menghentak hentak kegelian. Ada sedikit malu pada dirinya saat itu. Namun rasa itu hilang dengan gelora birahinya. Pak Bujana tahu itulah saat-saat seorang gadis ingin merasakan sorga dunia. Pengalamannya telah biasa seperti itu. Tidak berapa lama kemudian Siska memuncratkan air maninya keluar sedangkan saat itu lidah Pak Bujana sedang ada di bibir vaginanya. Siska orgasme dan lemaslah seluruh tubuhnya. Lalu Pak Bujana kembali memilin dada dan bibir vagina Siska. Siskapun tidak mengerti ia hanya pasrah padahal saat itu ia telah melarang Pak Bujana menjamah kemaluannya. Setelah yakin Siska mulai naik nafsunya, Pak Bujana melihat Siska terpejam dan kakinya menghentak- hentak, maka ia buka CD-nya, sehingga tersembullah sebatang ****** Pak Bujana yang meskipun tampak hitam namun telah 3 orang wanita ia perawani. Penis Pak Bujana tegak perkasa ingin memasuki goa terlarang milik Siska. Siska merinding melihat panjang dan besarnya penis Pak Bujana yang tegak saat itu. Seumurnya baru kali ini ia melihat yang sebesar itu. Saat ia kuliah dulu ia hanya melihat vital pria yang telah mati dan tidak membuatnya takut. Perlahan tangan Pak Bujana membuka paha Siska namun Siska merapatkan pahanya. Sebagai perawan ia merasa harus mempertahankannya.

Berulang-ulang Pak Bujana berusaha membuka paha Siska. Ia ciumi betis dan jari Siska. Itu pernah ia lakukan saat ia melakukan hubungan seks dengan istrinya saat malam pertama dulu. Ia tahu Siska akan menyerah. Memang tindakannya itu membuat kedua paha Siska terkuak dan terbuka sehingga tampaklah lobang yang basah dan rapat. Tangan Pak Bujana mengelus elus paha yang putih itu dengan hati- hati. setelah paha Siska sempurna terbuka lalu ia angkat kedua kaki Siska ke bahunya. Lalu ia ganjal pinggul Siska dengan bantal. Ia berharap penisnya akan lancar saja masuk ke vagina Siska. setelah itu, ia arahkan kepala penisnya. Siska memejamkan matanya, tidak berani menatap aksi Pak Bujana. Berulang-ulang Bujana mencoba namun terus gagal. Siska pun telah bersimbah keringat sehingga kulitnya jadi mengkilat, ditindih tubuh hitam yang juga berkeringat. Lalu Pak Bujana membuka kaki Siska agak melebar dan paslah kepala penisnya memasuki dinding perawan itu. Lalu ia raih tangan Siska dan ia pegang keduanya sedang kontolnya telah mulai masuk. '' Aduhhhhhh….. Saaaakitttt, sakitttt… Pakkkk…'' jerit Siska. Bujana menghentikan goyangannya… Ia sadar itulah saat selaput dara Siska robek dan ia lalu perlahan mendorongkan masuk seluruhnya… “Aduuuukhhhhhhhhh…. Ugghhhhhh…. Ampun, Pak….'' jerit Siska. Lalu Pak Bujana mengulum bibir Siska dengan mulutnya sehingga jeritan Siska tidak membuat pecah konsentrasinya. titik air mata menetes di mata Siska … Ia menangisi…. telah tidak gadis lagi dan kegadisannya direnggut orang lain. Bukan pacarnya. Lalu … air mata Siska telah bercampur dengan keringat pada wajah dan badannya. Sedang saat itu di luar rumah sedang hujan deras seakan tidak mau kalah dengan kedua makhluk dalam kamar itu. Berkali-kali Bujana memajumundurkan penisnya keluar masuk lobang yang masih perawan itu. Hal biasa baginya seorang gadis menangisi saat ia diperawani. Memang awalnya sakit namun setelah agak lama hubungan kelamin itu semakin nikmat rasanya. Itu dirasakan Siska. Ia memang masih mentah dalam hubungan seks.

www.ubcpoker.com/8

Ia pun menuruti gerakan Bujana. Lalu setelah beberapa menit kemudian Bujana memuntahkan spermanya di dalam vagina Siska. Siska pun dari tadi telah beberapa kali orgasme. Lalu Pak Bujana menghentikan gerakannya dan tetap membiarkan penisnya tertanam di dalam lobang kemaluan Siska. Ia tertidur. Siska pun merasa letih dan nyilu pada selangkangannya. Malam itu Pak Bujana melihat adanya noda darah pada paha dan seprei yang telah kusut karena permaianannya tadi. Menjelang subuh Pak Bujana kembali mengulang permainan ranjang itu. Siska pun seolah mulai mengerti dan tau caranya. Malam itu sempat terjadi 3 kali permainan habis-habisan. Seolah dunia milik mereka. Sedang Siska mulai lupa dengan Ryan. Siska terjebak oleh nafsu Bujana dan iapun setia melayani Bujana, baik saat bertugas atau sedang libur. Bujana pun berkeinginan menjadikan Siska sebagai istrinya. inilah yang membuat Siska sedih, orangtuanya pasti marah dan Ryan akan memusuhinya. Namun akhirnya ia bertekad akan membatalkan pertunangan dengan Ryan. Ia pun ingin hidup di dusun itu dengan Bujana yang ia rasakan amat perkasa. Sebab bagaimanapun bagi Siska, kegadisannya telah direnggut Pak Bujana maka Pak Bujanalah yang bertanggung jawab. Siska setiap bulan masih selalu pulang ke rumah orang tuanya di kota. Setelah kembali dari kota, ia telah ditunggu oleh Pak Bujana yang akan memberinya sejuta kenikmatan ranjang. Meskipun umurnya telah tua, Pak Bujana selalu memiliki stamina yang yahud dalam hubungan seks. Sebagai seorang kepala suku di pedalaman itu, ia mengetahui resep untuk tetap kuat. Siska pun dengan rela meninggalkan kemewahan yang ia miliki dengan kekasih dan orang tuanya. Sebaliknya ia memlih hidup dengan Pak Bujana di desa yang masih terbelakang itu untuk dijadikan sebagai istri ketujuhnya. Tamat.


Mau Melihat Cerita Sex Sebelum-Sebelumnya Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa

Mau Mendaftar DaN Bermain Bersama Kami Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa

Friday, October 9, 2015

CERITA DEWASA | WANITA BERJILBAB PENUH NAPSUCERITA DEWASA | WANITA BERJILBAB PENUH NAPSU

www.ubcpoker.com/8

Cerita Dewasa | Cerita Sex | Cerita Hot | Wanita Berjilbab Penuh Nafsu


Cerita Dewasa - Wanita Berjilbab Penuh Nafsu | Siang itu aku sedang melintas di sebuah kawasan pemukiman untuk mengantarkan komputer pesanan pelangganku ke rumahnya. Saat itu aku baru saja melewati sebuah Sekolah Menengah Atas yang terletak di kawasan pemukiman tersebut dimana jam pelajaran baru saja usai. Nampak para pelajar sekolah itu sedang berjalan bergerombol keluar dari gerbang sekolah. Aku tidak begitu peduli saat itu yang ada dalam pikiranku hamyalah mencari alamat pelangganku. Disaat aku sedang celingukan di dalam mobilku mencari-cari alamat yang hendak kutuju, sekilas kulihat serombongan siswi sekolah tersebut lengkap dengan seragam sekolah mereka yaitu jilbab putih membalut kepala mereka, seragam putih lengan panjang dan rok abu-abu panjang semata kaki sedang berjalan pulang sekolah. Sebelumnya aku tidak terlalu mempedulikan mereka karena sibuk mencari rumah tujuanku. Sesaat aku memperlahan laju mobilku karena ada polisi tidur di depan. Saat itulah rombongan pelajar putri berjilbab itu hampir berpapasan dengan kendaraanku. Terlihat betapa cerianya mereka berjalan bersama dengan bersenda gurau beramai-ramai diselingi tawa kecil karena candaan masing-masing. Namun dari serombongan siswi berjilbab itu ada sosok yang membetot perhatianku yaitu sosok remaja berjilbab yang berjalan sendirian dibelakang rombongan tersebut. Aku lihat dia sedang mencuri pandang ke arahku seraya tersenyum manis. Dari tatapan mata serta senyuman yang menyungging di bibirnya itu bisa dibilang menggoda atau bisa juga disebut ''nakal''.

Akupun tersenyum seakan membalas sinyal yang dilontarkan siswi jilbab itu. Lalu dengan seksama kuperhatikan sosok itu dari ujung kepala sampai kaki. Wajahnya yang lumayan cantik mengingatkanku kalau dia mirip-mirip penyanyi religi remaja Sulis. Apalagi kulit mukanya juga agak putih disertai pipi agak tembam kemerahan ciri khas wajah Sulis. Tinggi gadis berjilbab itu kutaksir sekitar 160cm. Yang membuatku menelan ludah ialah bentuk teteknya yang kelihatan bulat membusung dari balik seragam putih lengan panjangnya. Walau tidak terlalu besar tapi cukup proporsional. Lekuk pinggulnya yang aduhai kala ia melenggak-lenggok berjalan terbungkus agak ketat oleh rok abu-abu panjang yang dikenakannya. Aku hentikan laju mobilku sambil terus menatap siswi berjilbab itu. Siswi berjilbab itupun tersenyum lebar tatkala melihat mobilku berhenti. Sambil menurunkan kaca jendela mobilku kuberi dia isyarat tangan agar mendatangiku. Dan tanpa disadari oleh kawan-kawannya yang terus berjalan sambil bersenda gurau, dia berjalan perlahan mendekatiku. Basa-basi kutanya alamat yang kucari padanya. Kebetulan gadis jilbab itu tahu alamat yang kucari. Tiba-tiba terdengar teriakan dari arah rombongan siswi berjilbab rekan-rekannya menanyakan identitas diriku. Lalu siswi jilbab itu memberi isyarat kepada teman-temannya untuk menunggu dirinya sebentar Kemudian kucoba membujuk dirinya agar ia mau mengantarku ke alamat yang kutuju dengan iming-iming akan memberikan imbalan yang cukup lumayan serta berjanji akan mengantarnya balik ke lokasi ini. Akupun minta padanya agar ia memberi tahu teman-temannya kalau aku ini kenalan orang tuanya yang kebetulan sedang lewat.

Dia pun menyutujui usulanku seraya berjalan kearah rombongan teman-temannya tadi. Terlihat ia sedang berbicara seperti sedang menjelaskan sesuatu kepada rombongan itu. Beberapa menit kemudian iapun berpisah dengan rekan-rekannya itu. Sekilas mataku melirik saat ia hendak duduk dibangku sampingku. Kulihat lekukan mulus pantatnya yang terlihat sekal tercetak dari balik rok abu-abu panjang yang dikenakannya. Memang model rok yang ia pakai itu seperti mengetat dari pinggang sampai kebagian pangkal paha namun kemudian agak melebar ke bawah. Saat ia duduk kusempatkan pula melirik bentuk paha siswi berjilbab ini dan nampaknya ia seperti sengaja menarik-narik roknya itu seakan ingin terlihat lebih ketat lagi hingga memperlihatkan bentuk pahanya yang aduhai. Belum lagi tatkala kulihat tonjolan tetek yang cukup proporsional itu menyembul dari balik hem putih OSIS lengan panjangnya. Oh, betapa birahi di dalam diriku sontak mendidih dan tanpa disuruh sang kontol pun perlahan berdiri tegak menonjol dari balik celanaku. Ekor mata siswi berjilbab itu sempat mengerling kearah tonjolan di celanaku ini. ''Wah kayanya ada peluang nih'', pikirku. Selesai mengirim barang ke pelanggan, akupun meluncur bersama gadis berjilbab itu. Lalu basa-basi kuajak ia ngobrol tentang latar belakang dirinya. Namanya Siti Auliyah anak ke 5 dari 6 bersaudari. Yah, ternyata kakak dan adiknya ternyata perempuan semua. Bapaknya ternyata hanya pegawai kecil disebuah instansi pemda, sedang ibunya membantu perekonomian keluarganya dengan membuka warung di rumahnya.

www.ubcpoker.com/8

Dari situ aku tahu kalau dia berasal dari keluarga pas-pasan. Dan dari cerita yang mengalir dari mulutnya juga aku tahu kalau dia terdengar seperti mengeluh dengan keadaannya sekaligus iri dengan kondisi kawan-kawan sekolahnya yang terlihat lebih mapan. Siti Auliyah juga bertutur kalau sebenarnya ia bersekolah di Madrasah Aliyah itu karena kemampuan orang tuanya yang pas-pasan. Sebenarnya ia inginnya bersekolah di SMA negeri favorit pilihannya. Jadi jilbab yang ia kenakan itupun lebih karena peraturan wajib Madrasah. Gaya bicaranya yang terdengar agak genit, sedikit kasar dan serba ceplas-ceplos seakan mengisyaratkan kalau rasanya tidak akan sulit bagi niatku untuk menaklukan siswi berjilbab ini. Aku bertaruh kalau di lingkungan sekolahnya Auliyah pasti lebih menahan diri untuk tidak bertingkah dan berbicara layaknya sekarang di dalam mobilku ini. Beberapa saat kemudian kuajak siswi berjilbab itu makan siang disebuah mall. Sembari menyantap hidangan iseng-iseng kutanya Auliyah bagaimana reaksi orang tuanya kalau sampai tahu dia telat pulang dari sekolah. Ternyata dengan ketus ia menjawab orang tuanya tidak bakalan bertanya macam-macam. Apalagi pulang telat sudah menjadi hal biasa baginya yang sering mampir ke rumah teman dan seringkali menginap. Sepertinya orang tua siswi berjilbab ini sudah bosan menegur. Betapa girangnya diriku mendengar penuturannya. Karena kesempatan untuk menjadikannya sebagai pemuas birahiku ini semakin terbuka lebar. Selepas makan siang itu, aku mengajaknya pergi jalan ke sebuah taman rekreasi dan ternyata Auliyah menyetujuinya.

Dalam perjalanan aku coba-coba memulai niatanku ini dengan sengaja memegang tangannya dan sepertinya gadis manis berjilbab ini membiarkannya. Tidak ada tanda penolakan darinya, kulanjutkan dengan mendaratkan tangan kiriku di atas pahanya. Perlahan dengan lembut kuusap-usap pahanya dari luar rok abu-abu panjangnya namun sekali lagi ia seperti membiarkan tindakanku. Hatiku bersorak kegirangan kala melihat gadis berjilbab ini bakal dengan mudah kunikmati. Setibanya di taman rekreasi itu, kuparkirkan mobilku agak memojok dan jauh dari mobil-nobil lain yang parkir. Kemudian aku memberitahunya bahwa aku akan memenuhi janjiku untuk memberi imbalan sejumlah uang sebagai ganjaran membantuku mencari rumah pelangganku tadi. Tak lupa diujung janjiku tadi aku memberi syarat jika dia menginginkan ganjaran tersebut. Auliyah terlihat sangat gembira karena membayangkan hadiah uang yang sudah didepan dimata. Gadis berjilbab ini menyatakan kalau dia tidak akan mempermasalahkan dengan syarat apapun yang kuminta, yang terpenting hadiah uang itu. Hmm, betapa senangnya diriku tatkala bayangan untuk menyetubuhi siswi berjilbab ini sedikit lagi akan terlaksana. Kemudian kuberitahu bahwa aku akan menyerahkan uang itu manakala aku bisa bebas mencium bibirnya. Auliyah hanya diam tidak menjawab namun juga tidak kelihatan terkejut. Malah sesaat berikutnya dia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan keinginanku. Tanpa buang-buang waktu, aku pun merapat ketubuhnya dan mengecup mesra bibirnya. Auliyah bereaksi membuka bibirnya sedikit seraya memejamkan mata. Kulumat bibir itu dan mulai memainkan lidahku ke dalam mulutnya. ''Emmhh…mmhh'', desah siswi berjilbab ini seakan menikmati ciuman dan kuluman bibirku.

www.ubcpoker.com/8

Tanganku pun tidak ketinggalan bergerilya meraba-raba setiap sudut tubuhnya. Menyadari Auliyah sepertinya dengan sukarela menyerahkan tubuhnya kepadaku tanpa halangan, perlahan kubuka kancing seragam putih lengan panjangnya satu persatu hingga terbuka semua. Sekarang sepasang tetek ranum kira-kira berukuran 33 nampak terpampang dengan bra berwarna putih krem menutupinya. Kusingkap bra itu ke atas dan mulai meremas dan memilin susu kembar milik Auliyah. Tangan kiri siswi berjilbab ini spontan memegangi tangan kananku yang sedang bermain di teteknya. Sedangkan tangan kanannya dilingkarkan di leherku Puas melumat bibirnya mulutku turun ke dadanya mengecup, melumat, menghisap serta menggigit-git kecil kedua teteknya. “Emmhhh..ssshh'', desah Auliyah semakin kencang. Wajahnya yang mirip penyanyi religi Sulis itu lengkap dengan jilbab putihnya menengadah ke atas dengan mata sayu. Nampaknya gadis berjilbab ini mulai menikmati gairah permainan ini. Aku benar-benar terangsang karena permainan ini, lalu kukeluarkan kontolku yang sudah menegang dari tadi celah resleting celana yang kubuka. Kuletakkan telapak tangan siswi berjilbab ini di atas kontolku yang mulai mengeras itu. Seakan sudah tahu apa yang harus dilakukannya tanpa melihat, dipegangnya kontolku dan mulai mengocoknya naik turun dengan lembut. Oh, terasa sungguh nikmat tatkala telapak tangan halus itu memainkan kontolku. ''Liyahh..sshh..ccup…cpak…'', desah mulutku nikmat sembari terus memainkan tetek nan kenyal milik Auliyah. Dan siswi berjilbab itu pun juga terdengar balas mendesah dengan muka yang tetap menengadah ke atas seraya terus memainkan kocokan lembut tangannya dikontolku.


Kuhentikan sejenak aksi ini lalu aku kembali mengecup bibirnya dan menggeser pantatku untuk duduk di kursi dimana Auliyah berada. Dengan posisi duduk kami berdua yang menyamping berhadap-hadapan membuat kontolku kini menempel persis di atas pahanya. Kemudian kulepaskan kecupanku sambil sejenak ingin melihat langsung aksi menggairahkan selanjutnya dengan mataku sendiri. Rasanya sungguh nikmat tidak terkira akan aku rasakan apabila aku bisa melihat tangannya yang lembut itu mengocok-ngocok kontolku. Terlebih lagi kalau dilakukan di atas pahanya yang masih terbungkus rok abu-abu panjang semata kaki itu. Kemudian aku berkata kepadanya bahwa hari ini aku benar-benar seperti sedang berada di surga karena saat ini dihadapanku ada siswi berjilbab sekolah menengah yang masih lengkap dengan seragam putih abu-abunya sedang mengocok-ngocok lembut kontolku. Auliyah hanya tersenyum menatapku dengan tatapan sayu sambil terus mengocok kontolku turun naik. Nafas gadis berjilbab itu juga semakin naik turun tidak teratur. Genggaman tangannya juga semakin erat mengocok kontolku yang keras dan berurat itu. Makin lama kocokan siswi berjilbab ini makin cepat. Aku yang sudah semakin hampir klimaks itu memberitahunya agar lebih cepat lagi memainkannya. Gadis jilbab itupun semakin mempercepat gerakan tangannya naik turun seraya memintaku memuncratkan air maniku secepat mungkin dengan suaranya yang tercekat-cekat akibat nafasnya yang makin memburu cepat. “Liyaaa…aakkuuu…kellluuarr…crott”, teriakku tertahan kala mencapai klimaks seraya memuncratkan air maniku. Berdenyut-denyut rasanya kontolku di dalam genggamannya. Begitu deras spermaku mengalir keluar dari kontolku hingga muncrat di atas pahanya membasahi kain abu-abu panjang rok sekolah yang dipakainya. Tangannya tak henti-hentinya mengocok batangku bagaikan memerah seekor api hingga tiada lagi air mani yang menetes. Spermaku yang membasahi tangannya di lap sekalian dipahanya. Kemudian aku memberinya sejumlah uang seperti yang kujanjikan pada siswi berjilbab itu. Setelah merapikan pakaian masing-masing, aku mengantarnya pulang dan memberinya nomor telepon selulerku untuk dihubungi. Dengan tersenyum nakal menyungging di bibirnya, Siti Auliyah menyambar nomor teleponku seraya turun dari mobil. Tak lupa kutepuk gemas pantatnya yang montok itu. Tamat.


Mau Melihat Cerita Sex Sebelum-Sebelumnya Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa

Mau Mendaftar DaN Bermain Bersama Kami Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa

Thursday, October 8, 2015

CERITA DEWASA | ELEGI TERHADAP CINTA RATNA


www.ubcpoker.com/8

Cerita Dewasa | Cerita Sex | Cerita Hot | Elegi Terhadap Cinta Ratna


Cerita Dewasa - Elegi Terhadap Cinta Ratna | Peristiwa ini bermula saat salah satu operator telpon seluler xxx-xx mengadakan semacam chatting via handphone ke nomor operator seluler tadi yaitu xxxx. Sebut saja aku Ion asal kota Surabaya iseng- iseng ikutan mendaftar dengan cara mengirimkan ID, umur, jenis kelamin dan asal kota ke nomor xxxx tersebut, setelah beberapa saat aku mendapat balasan yg berisi ID, umur, jenis kelamin dan asal kota dari masing-masing anggota yang mendaftar yang tentunya jenis kelaminnya berlawan jenis dengan aku. Kemudian aku coba menghubungi salah satu dari ID (Ratna) tadi dan ternyata memberikan sambutan yang antusias sekali.

Ion : hi
Ratna : hi juga
Ion : leh kenalan gak
Ratna : leh, aku ratna di sby
Ion : drpd kita chat lewat nomor opr, bs minta no hp kamu gak ?
Ratna : ini xxxxxxx, trus no kamu ?
Ion : lho no nya kok berubah jadi xxxxxxx semua neh (memang operator mungkin memblokir semua hal yang berhubungan dengan nomor telpon, jadi berubah menjadi xxxxxxx semua)
Ratna : coba gini deh, aku pake kode aja ok. Kalo a=0 b=1 dst ok. Ini no aku abcdefg
Ion : ok deh, aku hub kamu yach di nomor ini Selanjutnya aku hubungi dia langsung dan basa basi layaknya orang yang baru kenalan. Pada waktu itu aku mengaku dari jakarta yang kebetulan dinas di surabaya. Begitu selanjutnya kita berhubungan lewat phone sampai suatu ketika aku atau dia (aku tidak ingat pastinya) mengajak kontak via darat dan disepakati kita bertemu disalah satu plaza yang ada di Surabaya dibagian informasinya pada jam 5 sore. Jam 5 lebih 15 menit aku sudah disana dan aku langsung menuju ketempat yang kita sepakati tapi aku tidak menemukan orang dengan ciri-ciri seperti Ratna. Lalu aku call dia dan ternyata masih terjebak kemacetan (karena ada demonstrasi mahasiswa katanya) dan aku di suruh menunggunya. Sampai satu jam aku menunggu lamanya, kemudian ada telpon masuk dan aku lihat ternyata Ratna, langsung aja aku angkat.
Ratna : aku sudah nyampe, sekarang lagi memarkir kendaraan
Ion : kamu parkir disebelah mana ?
Ratna : aku parkir disebelah barat
Ion : ok deh aku kesana Aku langsung aja cabut menuju tempat parkiran tapi tetap juga nggak aku temukan ciri2 cewek seperti ratna. Kemudian aku telpon ke dia mau menanyakan posisinya sekarang dimana
Ion : kamu sekarang dimana ?
Ratna : sebentar, aku ada di parkiran lagi menitipkan jaket neh...
Ion : ok deh aku tunggu Aku langsung menuju tempat parkiran yang dimaksud...

                                               www.ubcpoker.com/8

Tak lama berselang handphone ku berbunyi lagi dan aku lihat ratna yang menelpon aku, langsung aja aku angkat dan aku tanya sudah sampai dimana, ia bilang kalau sudah sampai di depan salah satu restoran fast food terkenal, karena aku berjalan juga kearah restoran tersebut jadi dapat aku lihat Ratna. Ia mengenakan celana sexy dan baju yang lumayan membuat setiap laki-laki menelan ludah bila melihatnya. Kemudian aku bilang bahwa aku sudah melihat dia. Aku langsung dikenalin ama cewek yang ternyata adiknya dan Ratna langsung menggandeng aku mengajak jalan-jalan di plaza tersebut. Sebenarnya aku agak risih juga melihat keagresifan Ratna yang tiba-tiba menggandeng tanganku, aku berbisik ’nggak enak tuh ama adikmu ’, kataku, tapi ia cuek aja malah balik bertanya 'kenapa sih, masak Cuma menggandeng tangan aja nggak boleh', tapi akhirnya dilepas juga tuh tangannya dari tanganku. Tidak berapa lama setelah jalan- jalan dan adiknya dibelikan kaos kita langsung pulang dan dia minta aku mengantarnya pulang sedang adiknya naik sepeda motor nya sendirian. Karena kita parkir ditempat berbeda maka aku sarankan dia menunggu di tempat parkiran bersama adiknya untuk mengambil helm dan aku mengambil sepeda motorku sendiri. Setelah mengambil sepeda motor aku langsung menuju ketempat dia parkir bersama adiknya. Setelah itu dia langsung membonceng aku dan adiknya naik sepeda motor sendiri.

Tak kusangka dia naik di belakang ku sambil memeluk aku, aku berpikir anak ini moderat juga ya baru kenal langsung berani memeluk erat dibonceng ama cowok. Tapi itu gak aku pikirin, belum lama berjalan tiba-tiba gerimis datang dan aku menawarkan apa perlu pakai jas hujan apa enggak tapi dia malah menolaknya. Kemudian aku mengkhawatirkan adikya dia malah menjawab kok nggak mengkhawatirkan aku sih, aku cuma tersenyum dan diam aja. Sesampainya di rumahnya aku dipersilakan menunggu dulu sambil dia ganti baju. Sambil duduk aku juga membersihkan sisa-sisa air hujan yang menempel di celana blue jeans ku. Tak berapa lama kemudian ia keluar dengan hanya mengenakan baju tidur yang mini sekali dan terkihat lebih sexy dari pertama aku melihat nya, dan tanpa rasa malu langsung duduk bersandar di pundakku. Sebagai seorang laki-laki tentu saja hal ini membuat darahku berdesir, dan rupanya dia mengerti keadaan ku. Kami cuma sekedar bicang-bincang sekedarnya, dan juga dikarenakan waktu yang sudah larut maka aku langsung pamit aja dan buat appointment untuk berjumpa lagi keesokan harinya. Dan entah disengaja atau tidak dia menyentuh bagian sensitif dari tubuhku dan dia cuma tersenyum aja. Dia Cuma pesan hati-hati terhadap ''adik'' ku. Aku cuma tersenyum melihat tingkah lakunya, dan sebelum aku pulang dia minta disayang dan aku cium aja pipinya kiri dan kanan (maklum belum terbiasa). Singkat cerita aku sering maen- maen ke rumahnya dan pada suatu hari yang panas aku dan dia berdua di ruang tamu lagi cerita-cerita yang akhirnya masuk ke hal yang sensitif yaitu sex.

www.ubcpoker.com/8

Dengan agak mendesah dia mulai berani memegang paha kanan ku dan mengelus-ngelusnya sampai akhirnya naik ke resleting celana jeans ku. Aku hanya bisa memeluk dan mulai meraba-raba kedua payudaranya. Rupanya dia sudah mulai terangsang oleh gerakan tanganku pada payudaranya, hal ini segera saja tidak aku sia-siakan. Aku langsung membuka resleting celana ku dan aku suruh dia megang langsung mr P aku, dan tanpa pikir panjang dia langsung memegang nya erat sambil sesekali mengocoknya perlahan begitu juga aku tak mau ketinggalan tanganku langsung masuk kebalik bra nya yang warna hitam danaku cari puting nya ingá kau puntir perlahan-lahan dimana dia langsung menggelinjang berat. Tak hanya disitu tangan ku yang satunya langsung meraba kedua pahanya bergantian dan tak berapa lamanya langsung saja tanganku masuk dibalik celana dalam nya yang juga berwarna hitam dan langsung menuju memeknya yang ternyata sudah basah. Tanpa pikir panjang aku langsung masukkin jari tangannku ke dalam Luang vagina nya dan aku mulai maju mundurkan hingga membuat dia mendesah dan malah lebih erat mencengkeram penis ku tambah keras. Lalu aku bisikkan apa mau dia mengulum penisku dan dia langsung saja menuju ke arah penisku dan mengulumya dengan rakusnya. Hal ini malah menambah diriku menjadi tak terkendali ditambah lagi jari tanganku sudah dijepit didalam vaginanya yang masih rapet sekali. Aku tak bisa menahan lagi dengan cara dia mengulum penisku, kemudian aku bisikan bahwa aku sebentar lagi mau keluar minta istirahat dulu.

www.ubcpoker.com/8

Dan ternyata dia nggak mau dan malah meneruskan dengan bersemangatnya hingga ahhhhh …… spermaku keluar dan langsung masuk ke mulutnya dimana jari tangannya malah dengan eratnya mengocok-ngocok penisku sampai habis semua spermaku masuk kedalam mulutnya dan aku juga makin dalam memasukkan jariku kedalam vagina nya hingga dia melepaskan mulunya dari penisku dan kau juga melepaskan jariku dari vagina nya. Dengan muka merah dia merapikan bajunya dan setelah itu ke kamar mandi untuk membuang semua sperma yang telah masuk didalam mulutnya. Dengan lelah aku merapikan celana dan bajuku, aku terkulai lemas di sofa ruang tamu hingga dia balik dan tersenyum padaku
Ratna : wuih banyak sekali tuh sperma di mulutku sampai tertelan sedikit
Ion : lho kamu telan semua juga nggak apa-apa kok malah menyehatkan Ratna : ah yang bener neh,kalau gitu sekali lagi yuk aku kulum penis kamu...
Ion : ah nggak deh, istirahat dulu yach ok Lalu dengan manjanya dia rebah di dadaku dan aku memeluknya erat serta mencium keningnya.


Mau Melihat Cerita Sex Sebelum-Sebelumnya Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa

Mau Mendaftar DaN Bermain Bersama Kami Klik DiSini Para Pembaca Cerita Dewasa