Wednesday, March 30, 2016

CERITA DEWASA | MEREKA MENIDURI SAYA

ubcpoker.net/8  

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Kisah nafsu birahi ABG dengan judul " Cerita Dewasa - Mereka Meniduri Saya " yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.


CERITA SEX - Kerja TambahanDengan Si Bos | :: Kisah perceraian orantuaku yang sangat membuatku terpuruk dan tak bisa aku percaya kejadian ini, tapi kedua orantuaku mensuport aku dalam hal karir dan kehidupan yang cerah dan terarah.Tidak seperti kisah orang tuaku yang gagal dalam membina rumah tangga,anak nya”aku”menjadi korban atas ke egoisan mereka.Tapi aku terima dengan iklas dengan apa yang sedang menimpaku berharap ada sebuah keajaiban pada akhirnya.

** Hingga aku berhasil dalam memasuki pergurang tinggi Negri kedua ortu bangga terhadapku,Aku senang walau kadang aku tak percaya bahwa mereka tak bersama kulagi.Keluargaku saat itu hidup berkecukupan.
Ayahku yang berkedudukan sebagai seorang pejabat teras sebuah departemen memang memberikan nafkah yang cukup bagiku dan ibuku, walaupun ia bekerja secara jujur dan jauh dari korupsi, tidak seperti pejabat-pejabat lain pada umumnya.
Dari segi materi, memang aku tidak memiliki masalah, begitu pula dari segi fisikku. Kuakui, wajahku terbilang cantik, mata indah, hidung bangir, serta dada yang membusung walau tidak terlalu besar ukurannya.
Semua itu ditambah dengan tubuhku yang tinggi semampai, sedikit lebih tinggi dari rata-rata gadis seusiaku, memang membuatku lebih menonjol dibandingkan yang lain. Bahkan aku menjadi mahasiswi baru primadona di kampus.

** Akan tetapi karena pengawasan orang tuaku yang ketat, di samping pendidikan agamaku yang cukup kuat, aku menjadi seperti anak mama. Tidak seperti remaja-remaja pada umumnya, aku tidak pernah pergi keluyuran ke luar rumah tanpa ditemani ayah atau ibu.
Namun setelah perceraian itu terjadi, dan aku ikut ibuku yang menikah lagi dua bulan kemudian dengan duda berputra satu, seorang pengusaha restoran yang cukup sukses, aku mulai berani pergi keluar rumah tanpa didampingi salah satu dari orang tuaku. Itupun masih jarang sekali.
Bahkan ke diskotik pun aku hanya pernah satu kali. Itu juga setelah dibujuk rayu oleh seorang laki-laki teman kuliahku. Setelah itu aku kapok.
Mungkin karena baru pertama kali ini aku pergi ke diskotik, baru saja duduk sepuluh menit, aku sudah merasakan pusing, tidak tahan dengan suara musik disko yang bising berdentam-dentam, ditambah dengan bau asap rokok yang memenuhi ruangan diskotik tersebut.

" Don, kepala gue pusing. Kita pulang aja yuk".
" Alaa, Mer. Kita kan baru sampai di sini. Masa belum apa-apa udah mau pulang. Rugi kan. Lagian kan masih sore".
" Tapi gue udah tidak tahan lagi".
" Gini deh, Mer. Gue kasih elu obat penghilang pusing".

** Temanku itu memberikanku tablet yang berwarna putih. Aku pun langsung menelan obat sakit kepala yang diberikannya.

" Gimana sekarang rasanya? Enak kan?"

ubcpoker.net/8

:: Aku mengangguk. Memang rasanya kepalaku sudah mulai tidak sakit lagi. Tapi sekonyong-konyong mataku berkunang-kunang. Semacam aliran aneh menjalari sekujur tubuhku.
Antara sadar dan tidak sadar, kulihat temanku itu tersenyum. Kurasakan ia memapahku keluar diskotik.

" Ini cewek lagi mabuk", katanya kepada petugas keamanan diskotik yang menanyainya. Lalu ia menjalankan mobilnya ke sebuah motel yang tidak begitu jauh dari tempat itu.

** Setiba di motel, temanku memapahku yang terhuyung-huyung masuk ke dalam sebuah kamar. Ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang.
Kemudian ia menindih tubuhku yang tergeletak tak berdaya di kasur. Temanku dengan gemas mencium bibirku yang merekah mengundang.
Kedua belah buah dadaku yang ranum dan kenyal merapat pada dadanya. Darah kelaki-lakiannya dengan cepat semakin tergugah untuk menggagahiku.

" Ouuhhh… Don!" desahku.

** Temanku meraih tubuhku yang ramping. Ia segera mendekapku dan mengulum bibirku yang ranum. Lalu diciuminya bagian telinga dan leherku. Aku mulai menggerinjal-gerinjal.
Sementara itu tangannya mulai membuka satu persatu kancing blus yang kupakai. Kemudian dengan sekali sentakan kasar, ia menarik lepas tali BH-ku, sehingga tubuh bagian atasku terbuka lebar, siap untuk dijelajahi.
Tangannya mulai meraba-raba buah dadaku yang berukuran cukup besar itu. Terasa suatu kenikmatan tersendiri pada syarafku ketika buah dadaku dipermainkan olehnya.

" Don… Ouuhhh… Ouuhhh…" rintihku saat tangan temanku sedang asyik menjamah buah dadaku.

** Tak lama kemudian tangannya setelah puas berpetualang di buah dadaku sebelah kiri, kini berpindah ke buah dadaku yang satu lagi, sedangkan lidahnya masih menggumuli lidahku dalam ciuman-ciumannya yang penuh desakan nafsu yang semakin menjadi-jadi.
Lalu ia menanggalkan celana panjangku. Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Matanya terbelalak melihatnya. Temanku itu mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamku yang berwarna kuning muda.
Dia mulai meremas-remas kedua belah gumpalan pantatku yang memang montok itu.

" Ouh… Ouuh… Jangan, Don! Jangan! Ouuhhh…" jeritku ketika jari-jemari temanku mulai menyentuh bibir kewanitaanku.

** Namun jeritanku itu tak diindahkannya, sebaliknya ia menjadi semakin bergairah. Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Aku semakin menggerinjal-gerinjal dan berulang kali menjerit.
Kepala temanku turun ke arah dadaku. Ia menciumi belahan buah dadaku yang laksana lembah di antara dua buah gunung yang menjulang tinggi.
Aku yang seperti tersihir, semakin menggerinjal-gerinjal dan merintih tatkala ia menciumi ujung buah dadaku yang kemerahan. Tiba-tiba aku seperti terkejut ketika lidahnya mulai menjilati ujung puting susuku yang tidak terlalu tinggi tapi mulai mengeras dan tampak menggiurkan.
Seperti mendapat kekuatanku kembali, segera kutampar wajahnya. Temanku itu yang kaget terlempar ke lantai. Aku segera mengenakan pakaianku kembali dan berlari ke luar kamar.

** Ia hanya terpana memandangiku. Sejak saat itu aku bersumpah tidak akan pernah mau ke tempat-tempat seperti itu lagi.
Sudah dua tahun berlalu aku dan ibuku hidup bersama dengan ayah dan adik tiriku, Rio, yang umurnya tiga tahun lebih muda dariku. Kehidupan kami berjalan normal seperti layaknya keluarga bahagia.
Aku pun yang saat itu sudah di semester enam kuliahku, diterima bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta nasional papan atas.
Meskipun aku belum selesai kuliah, namun berkat penampilanku yang menarik dan keramah-tamahanku, aku bisa diterima di situ, sehingga aku pun berhak mengenakan pakaian seragam baju atas berwarna putih agak krem, dengan blazer merah yang sewarna dengan rokku yang ujungnya sedikit di atas lutut.
Sampai suatu saat, tiba-tiba ibuku terkena serangan jantung. Setelah diopname selama dua hari, ibuku wafat meninggalkan aku. Rasanya seperti langit runtuh menimpaku saat itu. Sejak itu, aku hanya tinggal bertiga dengan ayah tiriku dan Rio.

ubcpoker.net/8

:: Sepeninggal ibuku, sikap Rio dan ayahnya mulai berubah. Mereka berdua beberapa kali mulai bersikap kurang ajar terhadapku, terutama Rio.
Bahkan suatu hari saat aku ketiduran di sofa karena kecapaian bekerja di kantor, tanpa kusadari ia memasukkan tangannya ke dalam rok yang kupakai dan meraba paha dan selangkanganku.
Ketika aku terjaga dan memarahinya, Rio malah mengancamku. Kemudian ia bahkan melepaskan celana dalamku. Tetapi untung saja, setelah itu ia tidak berbuat lebih jauh.
Ia hanya memandangi kewanitaanku yang belum banyak ditumbuhi bulu sambil menelan air liurnya. Lalu ia pergi begitu saja meninggalkanku yang langsung saja merapikan pakaianku kembali. Selain itu, Rio sering kutangkap basah mengintip tubuhku yang bugil sedang mandi melalui lubang angin kamar mandi.
Aku masih berlapang dada menerima segala perlakuan itu. Pada saat itu aku baru saja pulang kerja dari kantor.
Ah, rasanya hari ini lelah sekali. Tadi di kantor seharian aku sibuk melayani nasabah-nasabah bank tempatku bekerja yang menarik uang secara besar-besaran.

** Entah karena apa, hari ini bank tempatku bekerja terkena rush. Ingin rasanya aku langsung mandi. Tetapi kulihat pintu kamar mandi tertutup dan sedang ada orang yang mandi di dalamnya.
Kubatalkan niatku untuk mandi. Kupikir sambil menunggu kamar mandi kosong, lebih baik aku berbaring dulu melepaskan penat di kamar. Akhirnya setelah melepas sepatu dan menanggalkan blazer yang kukenakan, aku pun langsung membaringkan tubuhku tengkurap di atas kasur di kamar tidurnya.
Ah, terasa nikmatnya tidur di kasur yang demikian empuknya. Tak terasa, karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi, aku pun tertidur tanpa sempat berubah posisi.
Aku tak menyadari ada seseorang membuka pintu kamarku dengan perlahan-lahan, hampir tak menimbulkan suara. Orang itu lalu dengan mengendap-endap menghampiriku yang masih terlelap.
Kemudian ia naik ke atas tempat tidur. Tiba-tiba ia menindih tubuhku yang masih tengkurap, sementara tangannya meremas-remas belahan pantatku. Aku seketika itu juga bangun dan meronta-ronta sekuat tenaga.
Namun orang itu lebih kuat, ia melepaskan rok yang kukenakan. Kemudian dengan secepat kilat, ia menyelipkan tangannya ke dalam celana dalamku. Dengan ganasnya, ia meremas-remas gumpalan pantatku yang montok.
Aku semakin memberontak sewaktu tangan orang itu mulai mempermainkan bibir kewanitaanku dengan ahlinya. Sekali-sekali aku mendelik-delik saat jari telunjuknya dengan sengaja berulang kali menyentil-nyentil klitorisku.

" Aahh! Jangaann! Aaahh…!" aku berteriak-teriak keras ketika orang itu menyodokkan jari telunjuk dan jari tengahnya sekaligus ke dalam kewanitaanku yang masih sempit itu, setelah celana dalamku ditanggalkannya.
Akan tetapi ia mengacuhkanku.

** Tanpa mempedulikan aku yang terus meronta-ronta sambil menjerit-jerit kesakitan, jari-jarinya terus-menerus merambahi lubang kenikmatanku itu, semakin lama semakin tinggi intensitasnya.
Aku bersyukur dalam hati waktu orang itu menghentikan perbuatan gilanya. Akan tetapi tampaknya itu tidak bertahan lama. Dengan hentakan kasar, orang itu membalikkan tubuhku sehingga tertelentang menghadapnya. Aku terperanjat sekali mengetahui siapa orang itu sebenarnya.

" Rio… Kamu…" Rio hanya menyeringai buas.
" Eh, Mer. Sekarang elu boleh berteriak-teriak sepuasnya, tidak ada lagi orang yang bakalan menolong elu. Apalagi si nenek tua itu sudah mampus!"
Astaga Rio menyebut ibuku, ibu tirinya sendiri, sebagai nenek tua. Keparat.
" Rio! Jangan, Rio! Jangan lakukan ini! Gue kan kakak elu sendiri! Jangan!"
" Kakak? Denger, Mer. Gue tidak pernah nganggap elu kakak gue. Siapa suruh elu jadi kakak gue. Yang gue tau cuma papa gue kawin sama nenek tua, mama elu!"
" Rio!"
" Elu kan cewek, Mer. Papa udah ngebiayain elu hidup dan kuliah. Kan tidak ada salahnya gue sebagai anaknya ngewakilin dia untuk meminta imbalan dari elu. Bales budi dong!"
" Iya, Rio. Tapi bukan begini caranya!"
" Heh, yang gue butuhin cuman tubuh molek elu, tidak mau yang lain. Gue tidak mau tau, elu mau kasih apa tidak!"
" Errgh…"

** Aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Mulut Rio secepat kilat memagut mulutku. Dengan memaksa ia melumat bibirku yang merekah itu, membuatku hampir tidak bisa bernafas.

ubcpoker.net/8

:: Aku mencoba meronta-ronta melepaskan diri. Tapi cekalan tangan Rio jauh lebih kuat, membuatku tak berdaya.

" Akh!" Rio kesakitan sewaktu kugigit lidahnya dengan cukup keras.
Tapi,
" Plak!" Ia menampar pipiku dengan keras, membuat mataku berkunang-kunang.

** Kugeleng-gelengkan kepalaku yang terasa seperti berputar-putar.
Tanpa mau membuang-buang waktu lagi, Rio mengeluarkan beberapa utas tali sepatu dari dalam saku celananya. Kemudian ia membentangkan kedua tanganku, dan mengikatnya masing-masing di ujung kiri dan kanan tempat tidur.
Demikian juga kedua kakiku, tak luput diikatnya, sehingga tubuhku menjadi terpentang tak berdaya diikat di keempat arah.
Oleh karena kencangnya ikatannya itu, tubuhku tertarik cukup kencang, membuat dadaku tambah tegak membusung. Melihat pemandangan yang indah ini membuat mata Rio tambah menyalang-nyalang bernafsu.
Tangan Rio mencengkeram kerah blus yang kukenakan. Satu persatu dibukanya kancing penutup blusku. Setelah kancing-kancing blusku terbuka semua, ditariknya blusku itu ke atas.
Kemudian dengan sekali sentakan, ditariknya lepas tali pengikat BH-ku, sehingga buah dadaku yang membusung itu terhampar bebas di depannya.

" Wow! Elu punya toket bagus gini kok tidak bilang-bilang, Mer! Auum!" Rio langsung melahap buah dadaku yang ranum itu.

** Gelitikan-gelitikan lidahnya pada ujung puting susuku membuatku menggerinjal-gerinjal kegelian.
Tapi aku tidak mampu berbuat apa-apa. Semakin keras aku meronta-ronta tampaknya ikatan tanganku semakin kencang. Sakit sekali rasanya tanganku ini. Jadi aku hanya membiarkan buah dada dan puting susuku dilumat Rio sebebas yang ia suka.
Aku hanya bisa menengadahkan kepalaku menghadap langit-langit, memikirkan nasibku yang sial ini.

" Aaarrghh… Rio! Jangaannn..!" Lamunanku buyar ketika terasa sakit di selangkanganku. Ternyata Rio mulai menghujamkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku.

** Tambah lama bertambah cepat, membuat tubuhku tersentak-sentak ke atas. Melihat aku yang sudah tergeletak pasrah, memberikan rangsangan yang lebih hebat lagi pada Rio.
Dengan sekuat tenaga ia menambah dorongan kemaluannya masuk-keluar dalam kewanitaanku. Membuatku meronta-ronta tak karuan.

" Urrgh…" Akhirnya Rio sudah tidak dapat menahan lagi gejolak nafsu di dalam tubuhnya. Kemaluannya menyemprotkan cairan-cairan putih kental di dalam kewanitaanku.

** Sebagian berceceran di atas sprei sewaktu ia mengeluarkan kemaluannya, bercampur dengan darah yang mengalir dari dalam kewanitaanku, menandakan selaput daraku sudah robek olehnya. Karena kelelahan, tubuh Rio langsung tergolek di samping tubuhku yang bermandikan keringat dengan nafas terengah-engah.

" Braak!" Aku dan Rio terkejut mendengar pintu kamar terbuka ditendang cukup keras. Lega hatiku melihat siapa yang melakukannya.
" Papa!"
" Rio! Apa-apa sih kamu ini?! Cepat kamu bebaskan Merry!"
Ah, akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku.

** Rio mematuhi perintah ayahnya. Segera dibukanya seluruh ikatan di tangan dan kakiku. Aku bangkit dan segera berlari menghambur ke arah ayah tiriku.

" Sudahlah, Mer. Maafin Rio ya. Itu kan sudah terjadi", kata ayah tiriku menenangkan aku yang terus menangis dalam dekapannya.
" Tapi, Pa. Gimana nasib Meriska? Gimana, Pa? Aaahh… Papaa!" tangisanku berubah menjadi jeritan seketika itu juga tatkala ayah tiriku mengangkat tubuhku sedikit ke atas kemudian ia menghujamkan kemaluannya yang sudah dikeluarkannya dari dalam celananya ke dalam kewanitaanku.

" Aaahh… Papaa… Jangaaan!" Aku meronta-ronta keras. Namun dekapan ayah tiriku yang begitu kencang membuat rontaanku itu tidak berarti apa-apa bagi dirinya.

** Ayah tiriku semakin ganas menyodok-nyodokkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku. Ah! Ayah dan anak sama saja, pikirku, begitu teganya mereka menyetubuhi anak dan kakak tiri mereka sendiri.
Aku menjerit panjang kesakitan sewaktu Rio yang sudah bangkit dari tempat tidur memasukkan kemaluannya ke dalam lubang anusku.
Aku merasakan rasa sakit yang hampir tak tertahankan lagi. Ayah dan kakak tiriku itu sama-sama menghunjam tubuhku yang tak berdaya dari kedua arah, depan dan belakang.

ubcpoker.net/8

:: Akibat kelelahan bercampur dengan kesakitan yang tak terhingga akhirnya aku tidak merasakan apa-apa lagi, tak sadarkan diri. Aku sudah tidak ingat lagi apakah Rio dan ayahnya masih mengagahiku atau tidak setelah itu.
Beberapa bulan telah berlalu. Aku merasa mual dan berkali-kali muntah di kamar mandi. Akhirnya aku memeriksakan diriku ke dokter.
Ternyata aku dinyatakan positif hamil. Hasil diagnosa dokter ini bagaikan gada raksasa yang menghantam wajahku. Aku mengandung?
Kebingungan-kebingungan terus-menerus menyelimuti benakku. Aku tidak tahu secara pasti, siapa ayah dari anak yang sekarang ada di kandunganku ini. Ayah tiriku atau Rio.
Hanya mereka berdua yang pernah menyetubuhiku. Aku bingung, apa status anak dalam kandunganku ini. Yang pasti ia adalah anakku. Lalu apakah ia juga sekaligus adikku alias anak ayah tiriku?
Ataukah ia juga sekaligus keponakanku sebab ia adalah anak adik tiriku sendiri?

Tolongkah aku, wahai pembaca yang budiman!...*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Monday, March 28, 2016

CERITA DEWASA | KERJA TAMBAHAN DENGAN SI BOS

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Kisah nafsu birahi ABG dengan judul " Cerita Dewasa - Kerja Tambahan Dengan Si Bos " yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.


ubcpoker.net/8

CERITA  DEAWASA - Kerja TambahanDengan Si Bos | :: Posisiku yang berpegangan meja dan membungkuk pakaianku masih lengkap tapi bagian bawahku sudah melorot sampai kebawah , pak sigit yang sudah memasukkan rodalnya ke kemaluanku dengan hanya mengeluarkan penisnya lewat resletingnya.

" CREK…CREK…CREK …CREK…CREK …" terdengar bunyi suara becek dari kemaluanku yang sudah sangat basah.
" Uuuuhhh…uhhh….Ake sudah mau dapet paaaa…ohhhhhh" Aku mulai merintih nikmat saat orgasmeku terasa akan datang.

* Pak Sigit mempercepat gerakan pinggulnya supaya beliau juga bisa mendapat ejakulasi bersamaan dengan orgasmeku.

" A…A…HHHH…HH.." Aku mendengan beliau berteriak tertahan dengan tubuh bergetar, penisnya ditancapkannya dalam-dalam pada liang senggamaku.
" Ake…ss..saya…keluar …" bisiknya tertahan
" AHHHHMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMPPPHHHHHHHHHH…" Aku sendiri sedang sibuk menahan jeritan nikmatku sampai mukaku berubah menjadi merah padam.

* SROOOTT …SROT … SROT …srot …srot … semprotan air mani pak Sigit yang hangat terasa memancar ke dalam rahimku yang saat itu sudah berisi janin berumur tiga bulan yang juga berasal dari benih beliau.
Setelah menenangkan diri sampai nafas kami tidak memburu lagi, pak Sigit kemudian mengambil tissue untuk membersihkan kemaluanku dan kemaluannya untuk kemudian membantuku memakai celanaku lagi.
Tanpa berciuman dulu karena akan membuat lipstikku berantakan, aku melangkah ke luar dari ruangan beliau karena di luar sana sudah menunggu manajer penjualan yang akan menghadap beliau.
Aku memang sering diminta melayani Quickly Sex di ruang kerja beliau terutama di pagi hari, kami hanya membutuhkan 5 – 15 menit saja untuk mencapai orgasme dan ejakulasi.
Salah satu hal yang mengurangi kenyamananku adalah aku harus menahan suara erangan nikmatku agar tidak kedengaran sampai keluar ruang kerja beliau. Aku bukanlah satu-satunya karyawan wanita yang beliau tiduri, tapi hanya aku yang beliau minta untuk melayani Quickly Sex di kantor.
Namaku Ake, umurku saat kejadian ini adalah 34 tahun, statusku sudah menikah dengan satu orang anak.
Aku bekerja di sebuah perusahaan IT dan Telekomunikasi di Bandung sebagai staf purchasing merangkap sekretaris untuk pak Sigit.
Sebelumnya aku adalah staf administrasi biasa, tapi atas permintaan pak Sigit aku kemudian dipromosikan menjadi staf purchasing sekaligus melakukan fungsi-fungsi kesekretariatan terbatas.

* Pak Sigit merupakan direktur pengelola perusahaan yang juga merupakan pemilik perusahaan. Beliau merupakan orang yang sangat simpatik, penyabar dan telaten dalam mengajari anak buahnya agar bisa membantunya.
Pada waktu pertama kali aku ditempatkan di bawah beliau untuk menggantikan sekretarisnya yang mengundurkan diri karena menikah, aku merasa sangat takut sehingga sering sekali berbuat salah.
Tetapi beliau tetap mempercayaiku malah pada tahun awal tahun ini beliau mempromosikan aku sehingga gajiku naik hampir dua kali lipat.
Walaupun aku sekarang sudah lebih kenal dengan pak Sigit, tapi tetap saja aku sering merasa tidak terlalu nyaman kalau harus menghadap beliau.
Salah satu yang membuatku kurang nyaman adalah tatapan mata beliau yang sangat tajam dan kadang-kadang aku merasa seperti sedang ditelanjangi.
Ada satu perubahan yang aku alami sejak mendapat promosi yaitu aku berusaha tampil lebih menarik setiap hari untuk pak Sigit, aku tak tahu apa alasan pastinya dari keputusanku ini.
Pada suatu hari pak Sigit menugaskanku untuk mengikuti seminar dan workshop yang diadakan di sebuah hotel di daerah Jatinangor, tentu saja materinya sangat sesuai dengan pekerjaan dan bidang usaha perusahaan kami.

ubcpoker.net/8

** Selain seminar dan workshop yang aku ikuti, di hotel yang sama ternyata ada acara lainnya diselenggarakan oleh salah satu pelanggan terbesar kami.
Pak Sigit memutuskan untuk ikut acara ini untuk sekalian bertemu dengan para pengambil keputusan dari perusahaan pelanggan kami tersebut.
Oleh karena lokasi penyelenggaraan yang sama, otomatis kami mejadi sering bertemu terutama pada saat makan siang atau coffee break.
Tentu saja sebagai staf biasa aku hanya berani menyapa beliau saja, tidak lebih dari itu.
Tapi ternyata pak Sigit malah yang mulai mengajakku mengobrol, awalnya obrolan biasa seputar pekerjaan di kantor dan materi seminar, tapi akhirnya topiknya meluas ke hal-hal yang lebih bersifat pribadi.
Hari ini seminar dan workshop memasuki hari terakhir tetapi materinya sudah tidak ada yang baru sama sekali karena acaranya berupa presentasi dari perusahaan-perusahaan yang menjadi sponsor penyelenggaraan seminar ini.

* Pada saat coffee break pagi pak Sigit mengajakku untuk jalan-jalan saja meninggalkan acara seminar lebih awal karena beliaupun sudah tidak ada acara lagi.

" Tapi suami Ake nanti sore akan jemput pa, rencananya kami akan sama-sama dari sini menengok saudara di Sumedang" Kataku yang kebingungan dengan ajakannya antara tidak berani menolak dengan takut dicurigai suamiku yang lumayan cemburuan kalau nanti tidak jadi ikut ke Sumedang.
" Habis jalan-jalan saya bisa anterin Ake balik lagi ke sini, jadi tetap bisa ikut ke Sumedang dengan suami kamu" Beliau coba menjelaskan.
" Memangnya kita mau ke mana pa ?" Aku kembali bertanya.
" Saya ingin ngajak Ake ke Cipanas Garut untuk berendam di sana, sambil refresing sebentar biar besok segar lagi waktu mulai ngantor".
" Hmmmm…asyik juga, tapi Ake ga bawa baju renang"  Aku jadi tertarik dengan tawaran beliau.
" Saya juga tidak bawa celana renang kok … kita berendam air panasnya tidak di kolam renang, tapi di kolam rendam yang kita sewa sendiri sehingga kita bisa bebas berendam pake baju dalam atau telanjang sekalian" Katanya sambil tertawa.
" Boleh juga tuh … Ake mau deh ikut, tapi bapa nanti bener-bener balikin Ake ke sini lagi ya ?".

* Aku akhirnya setuju dengan ajakan beliau dan tidak terlalu memikirkan pakai apa nanti berendamnya.
Aku mau mengikuti ajakan beliau karena kesempatan ini jarang sekali bisa didapat oleh staff biasa seperti aku, sebagai boss dan pemilik perusahaan beliau lebih banyak berinteraksi dengan level manajer atau sedikitnya supervisor.
Hanya saja posisiku sebagai staff purchasing sehari-hari sering ditempatkan juga sebagai sekretarisnya untuk beberapa urusan administrasi.
Aku berharap dengan banyak kesempatan berbicara dengan bossku ini, aku bisa lebih mengenal keinginan beliau yang mudah-mudahan bisa memperlancar pekerjaan dan karirku di perusahaan.
Walaupun begitu aku juga punya sedikit rasa khawatir, apakah bossku ini punya agenda lain dengan mengajakku jalan-jalan ke tempat wisata dengan hanya berdua saja.
Kemungkinannya bisa saja memang karena hanya ingin bersenang-senang dengan mengajak aku, tapi bukan tidak mungkin juga aku akan diajak menemaninya tidur.
Kemungkinan kedua lebih mungkin terjadi karena pak Sigit mengajakku untuk menyewa kamar kolam sendiri yang katanya berendam sambil telanjangpun bisa. Apakah itu bukan berarti beliau secara halus mengajak aku "ngamar" ?
Sekejap ada perasaan bangga seandainya beliau memang ingin mengajakku " ngamar" berarti aku yang staf biasa ini cukup menarik bagi beliau apalagi aku sudah tidak muda lagi dan bukan gadis perawan.

* Kalaupun benar aku akan diajaknya berhubungan badan saat di Garut nanti, apa yang harus kulakukan ?
Kalau aku menolaknya pasti akan membuat beliau marah besar, sedangkan kalau menurutinya ajakannya apakah aku sanggup memenuhinya harapannya ?
Apakah beliau juga akan tetap marah karena tidak puas dengan pelayananku walaupun sudah aku turuti keinginannya untuk bersetubuh ?
Apakah setelah melihat bentuk tubuhku dalam keadaan telanjang bulat, apakah beliau masih “berselera” terhadapku ?
Begitu banyak pertanyaan yang tidak bisa aku jawab sehingga akhirnya kuputuskan akan pasrah saja kalau ternyata pak Sigit mengajakku berhubungan badan karena sekarang sudah terlanjur pergi bersamanya.
Anehnya saat itu aku sama sekali tidak mempertimbangkan statusku sebagai seorang istri atau bossku yang juga sudah berkeluarga.
Aku hanya masih menyimpan harapan semoga pak Sigit tidak mengajakku bersetubuh dan benar- benar hanya ingin ditemani berjalan-jalan dan berendam di air panas.
Akhirnya kami sampai di Garut, kami tidak langsung pergi ke areal pemandian air panas, tetapi mampir dulu ke sebuah rumah makan untuk makan siang walaupun saat itu masih kepagian.
Di sana kami memilih tempat makan lesehan di atas kolam yang lumayan romantis untuk orang yang datangnya berpasangan. Sebagai bawahannya akupun melayani beliau untuk lebih nyaman menyantap pesanan kami.
Banyak hal yang kami obrolkan, terutama keingin tahuan beliau mengenai keluargaku dan juga pengalamanku sebelum bekerja di tempat yang sekarang.
Aku tidak banyak berani bertanya banyak kalau mengenai latar belakang beliau kecuali beliau memang sedang menceritakannnya. Obrolan ini terus berlanjut walaupun makanan telah habis, sehingga aku mulai merasa lebih akrab dengan beliau. Setelah sholat dhuhur besama, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju areal pemandian air panas di Cipanas Garut.
Hatiku berdebar dengan kencang ketika pak Sigit membelokkan mobilnya memasuki halaman salah satu motel di sana yang mempunyai halaman cukup luas.

* Dari jendela mobil beliau kemudian melakukan booking kamar pada beberapa room boy yang sepertinya memang menunggu tamu di gerbang pintu motel.
Aku mulai merasa gelisah karena dari pendengaranku, beliau hanya memesan satu kamar saja yang artinya apakah aku akan satu kamar dengan dia berendamnya ?
Room boy yang diajak bicara oleh pak Sigit masuk ke dalam front office untuk mengambil kunci kamar yang dipesan, kemudian memberikan isyarat agar kami mengikutinya.
Pak Sigit memesan kamar yang paling besar di sana, jadi aku mulai berharap mungkin di dalamnya ada lebih dari satu kamar rendam yang terpisah.
Setelah memarkirkan mobilnya di car port depan kamar, pak Sigit mengajakku turun dan masuk ke dalam kamar sambil membereskan pembayaran kamarnya.
Ya ampun …. Kamar itu memang besar dan luas tetapi tetap saja hanya mempunyai satu kamar rendam dan juga ada tempat tidurnya.
Aku mulai gemetar karena kekhawatiranku mulai mendekati kenyataan yaitu aku hanya berdua dengan pak Sigit di sebuah kamar motel yang jauh dari rumah.

" Mau langsung berendam atau istirahat dulu ?" Tiba-tiba bossku bertanya
" I…i..istirahat aja dulu, Ake mau istirahat dulu" Jawabku agak tersendat, aku pikir dengan meminta istirahat dulu aku bisa menunda untuk berendam air panas.

* Siapa tahu kalau pak Sigit mau berendam duluan sehingga kalaupun aku dipaksa berendam bisa setelah pak Sigit selesai.
Lagi pula kamar ini mempunyai dua ranjang besar, sehingga aku bisa menghindar untuk tidak satu tempat tidur dengan beliau.

" Kalau begitu kita istirahat barengan aja dulu, baru nanti berendam bareng juga" Kata pak Sigit sambil mulai melepas sepatu lalu membuka bajunya satu persatu sampai bertelanjang bulat di depanku begitu saja.
" Lho … kamu juga buka baju dong, biar nanti tinggal langsung berendam dan baju kita tidak kusut."
" Ake ti..ti..dak berani pak …" Jawabku sambil tertunduk dengan badan yang sudah menggigil.

ubcpoker.net/8

** Aku sekarang benar-benar yakin bahwa pak Sigit memang berniat meniduriku di sini, bukan hanya sekedar ingin mengajak berendam di air panas saja.

" Kalau begitu saya bantuin ya …" Kata bossku sambil mendekat dan mulai membuka kancing kemeja atasku satu persatu.
" Ja..ja..ngan pa…" aku merintih pelan karena mulai merasa tidak berdaya.
" Jangan kenapa ?" Tanya bossku lagi, walaupun dengan suara biasa tapi terasa sangat mengintimidasi.
" Ma…maksudnya …e..ehh … Biar Ake aja yang buka sendiri …" Akhirnya aku merasa harus menyerah dan pasrah pada situasi di mana pak Sigit kelihatannya sudah tidak ingin dibantah lagi.

* Dengan tangan gemetar aku membuka bajuku satu persatu sampai akhirnya tinggal memakai BH dan celana dalam lalu berdiri mematung dengan kepala tertunduk di depan pak Sigit yang dari tadi melihatku membuka baju.
Kemaluanku walaupun masih tertutup celana dalam kucoba ditutup dengan tangan kananku, sedangkan tangan kiriku aku silangkan untuk menutupi dadaku.

" Buka juga dong BH dan celana dalamnya."
" Ake malu sama bapa …."
" Malu kenapa ? Hanya ada kita berdua kok di dalam sini dan saya kan udah telanjang juga."

* Akhirnya aku menuruti juga kemauan beliau dengan melepaskan

" pertahanan terakhirku" yang membuat kami sama-sama telanjang bulat sekarang.

* Walaupun sepanjang jalan tadi aku sudah mempersiapkan diri untuk terjadinya peristiwa ini, tapi tetap saja aku sangat ketakutan saat mengalaminya langsung.
Tanpa terasa air mata mulai menggenang di mataku, tapi aku tidak berani sama sekali bersuara takut akan membuat suasana makin runyam.
Tanganku aku silangkan di depan tubuh dengan kedua telapak tangan menutup kemaluanku sedangkan lengan bagian atasku dipakai menutupi dadaku setidaknya putting susuku.
Pak Sigit sekarang berdiri tepat di depanku dengan tubuh tinggi besarnya hampir menempel padaku.
Penisnya yang hitam kemerahan sudah berdiri tegak dan menempel diperutku. Kedua tangannya kemudian meraih tanganku dan melingkarkannya ke belakang tubuhnya sehingga aku jadi memeluk beliau di bagian pinggang.
Daguku lalu diangkatnya dengan tanggannya sampai wajah kami berdekatan lalu beliau mencium bibirku dengan lembut sambil diberi sedikit hisapan-hisapan dan kecupan.
Aku belum bisa bereaksi sama sekali saat itu selain mencoba memejamkan mata dengan air mata yang terus berlinang.
Dengan sabar pak Sigit menciumku berkali kali sampai akhirnya tanpa terasa aku mulai membuka bibirku yang tipis dan langsung dimanfaatkan oleh beliau untuk memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulutku.

" Mmmmpphhhhh ….hhheehhhh….mmmmppphhhh …" Aku mulai berdesah sebagai reaksi atas ciuman pak Sigit yang semakin gencar dengan permainan lidahnya dan mulai mencairkan keteganganku.

* Tangan kirinya digunakan untuk memeluk tubuhku sedangkan tangan kanannya memegang tengkukku.
Tanpa kusadari tanganku yang melingkari pinggangnya mulai kugunakan untuk memeluk pak Sigit sehingga tubuh kami sekarang saling merapat, kulit bertemu kulit.
Kurasakan kemaluanku bergesekan dengan pahanya yang berbulu sedangkan penis pak Sigit bergesekan dengan perut dan payudaraku.
Gesekan demi gesekan mulai membangkitkan gairahku sekaligus juga keberanianku untuk mulai menyambut aksi beliau.
Kemaluanku terasa mulai lembab …………….
Pak Sigit kelihatannya juga merasakan kemaluanku yang mulai lembab dari gesekan dengan pahanya sehingga beliau mulai lebih intensif menggerak-gerakan pahanya pada kemaluanku.
Aku meresponnya dengan merenggangkan pahaku sehingga seluruh kemaluanku sekarang bisa bergesekan dengan paha pak Sigit.

" Aahhhhhhhhhh …..geli paaa…" Desahku saat pak Sigit mengalihkan ciumannya ke telinga dan leher kiriku.
" Ohhhhh….oohhhh …. Ohhhh ….ohhh….paaaa….ohhhh…" suara desahanku makin tidak terkendali saat pak Sigit mulai meremas-remas payudara kecilku dengan tangan kanannya.

* Tiba-tiba pak Sigit berlutut di depanku dan bibirnya langsung memangut putting susuku untuk dihisap-hisapnya, sedangkan tangan kanannya sekarang mengelus-elus kemaluanku.

" Bapaaaa…oohhhhhh…..paaa….Ake akan diapain ….ohhhhh….." aku terus mendesah hampir tidak berhenti.
" Ouchhhhhh…..hhhhh….shhhh…shhhh.shhhhhh" Hanya desisan yang bisa kukeluarkan saat pak Sigit memasukkan jarinya ke dalam liang senggamaku lalu mengocoknya dengan cepat.

* Pelan-pelan kemaluanku mulai becek dikarenakan menerima rangsangan-rasangan yang pak Sigit berikan padaku.
Rasa takutku sudah hilang sama sekali demikian juga kekhawatiran akan mengecewakan beliau karena ternyata aku terus "digarapnya" walaupun sampai saat ini aku masih bersikap pasif.
Setelah lubang senggamaku semakin becek dan merekah, pak Sigit lalu berdiri lagi dan dengan perlahan-lahan menekuk kakinya sehingga sekarang penisnya ada di depan vaginaku.

ubcpoker.net/8

** Aku mengerti maksudnya yang akan menyetubuhiku dalam posisi berdiri, tapi aku belum pernah melakukannya selama aku menikah dengan suamiku.
Jadi aku mencoba membantu beliau dengan merenggangkan kakiku sambil memajukan kemaluanku agar liang senggamanya lebih mengarah kedepan.
Ternyata upayaku yang hanya berdasakan naluri itu cukup berhasil, kurasakan kepala penis beliau sudah ada di depan liang senggamaku sambil berputar-putar mencari posisi yang tepat untuk masuk.

BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS ….

* Penis pak Sigit akhirnya masuk dengan mulus kedalam liang senggamaku.

" UUUUUUUHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……….." Tanpa bisa ditahan lagi aku mengeluarkan suara lenguhan keras saking nikmatnya.

* Setelah seluruh batang penisnya masuk, pak Sigit memelukku dengan kedua telapak tangannya pada buah pantatku.
Kemudian dengan perlahan-lahan dia meluruskan kakinya sehingga secara otomatis aku terangkat ke atas oleh dorongan penisnya pada kemaluanku seperti sate dengan tusuknya.

" Ohhhhhhhh….Ake takut jatuh paa …." Sambil melenguh nikmat aku juga merasa takut akan jatuh karena hanya tubuhku diangkat hanya oleh kekuatan otot penisnya saja.
" Belitkan kedua kaki kamu ke pinggang saya sebagai pengait supaya tidak mudah jatuh" Perintahnya.

* Aku segera mengaitkan kakiku melingkari pinggangnya dan tanganku memeluk lehernya, sedangkan kepalaku aku sandarkan pada bahu beliau.
Setelah beliau yakin aku menempel dengan benar pada tubuhnya, dia lalu mulai menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur.

" Ohhhhh….ohhhhh….ohhhhh…ohhhh….bapppaaa..aaahhhh…o hhhh….ohhhh….ohhh…paaa…enaaak."

* Pak Sigit menyetubuhiku yang digendong dalam pangkuannya sambil berjalan keliling ruangan. Bersetubuh seperti ini benar-benar tidak pernah terpikir olehku dan tidak pernah terbayangkan akan aku alami karena suamiku hanya melakukan hal-hal yang biasa saja.
Walaupun pergerakan penis pak Sigit sangat terbatas, tapi posisi penisnya yang tegak dan tertekan oleh berat tubuhku sendiri membuat terasa sangat nikmat seolah-olah menembus sampai jantungku.

" Ohhhh…ohhhhh….ohhh….ohhhh….ohhh.." aku terus mendesah mengikuti gerakan bossku.

* Tak berapa lama kemudian pak Sigit menyandarkanku ke dinding kamar dan mulai menggenjot penisnya dengan lebih cepat karena beban dari berat tubuhku sudah tertahan sebagian oleh dinding kamar.

" Addduddduuuuhhhhh…ohhhhh….ohhhhh…..ohhhh…ouchhhh… ..aahhhh….ohhhh…" desahanku semakin menjadi-jadi.
" AAAAAAAAAAAARRRRRRRHHHHHHHHHHHHHH………………." Akhirnya aku mengerang nikmat dengan keras saat orgasmeku datang.

* Pak Sigit menurunkan intensitas genjotan penisnya untuk memberikan kesempatan padaku menikmati orgasmeku.

" Adduuuuuhhhh…. Enak sekali paaaa" Bisikku di telinga beliau
" Kita sekarang main di ranjang ya sayang … Saya belum keluar…bantu saya ya sayang" Balas pak Sigit dengan lembut.

* Aku hanya bisa mengangguk pelan karena seluruh tenagaku seolah-olah telah tersedot habis oleh orgasme tadi.
Pak Sigit kemudian menurunkanku sampai kakiku bisa menapak ke lantai sebelum kemudian melepaskan penisnya dari kemaluanku.
Penisnya kelihatan sekali masih keras dan tegak walaupun sekarang warnanya lebih kemerahan dibandingkan sebelumnya. Kemudian aku dibopongnya ke ranjang.

" Uhhhhhhh…." Aku kembali mendesah saat beliau melepaskan penisnya dari kemaluanku.

* Di tempat tidur aku hanya bisa tergolek lemas, tapi aku masih ingat permohonan beliau yang ingin dibantu untuk bisa berejakulasi olehku.
Oleh karena itu kucoba mengangkangkan kakiku agar menjadi isyarat bahwa aku masih siap menyambut lagi beliau supaya mencapai ejakulasi.
Aku gosok-gosokkan tanganku pada kemaluanku supaya tetap merekah dan basah.

ubcpoker.net/8

** Pak Sigit lalu naik ke ranjang sambil mengocok-ngocok penisnya sampai ke dekat kemaluanku dan langsung memasukkannya lagi ke dalam liang senggamaku.

BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS …………….

" AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH……" Penis pak Sigit benar-benar bisa mendatangkan kenikmatan bagiku walaupun aku lihat tidak terlalu besar atau panjang ukurannya.
" Euuhhhhh….euhhhhh…euhhhh….euhhhh…euhhhh…" aku terus melenguh saat pak Sigit mulai memompakan penisnya dari atas tubuhku.
" Ooooohhhh…ohhhhh….bapppaaa….teruss…paaa…auhhhhh…a aaahhh" aku meracau
Pak Sigit memompa semakin kencang dan kemaluanku semakin basah bahkan mulai banjir mengalir keluar.

CROK…CROK ….CROK ….CROK ….CROK ….

* Kudengar suara penis pak Sigit yang menembus kemaluanku yang sudah sangat basah.

" Ohhhhh…ohhhh….paaaaa….Ake mauuu dapet lagiiii….ooohhhh"

* Aku beranikan untuk melingkarkan kakiku pada pantanya beliau untuk membantu tekanan saat memompa penisnya.

" AAAAAAARRRRRRRRRRRRRRKKKKKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHH ….." Aku kembali mengerang saat orgasme keduaku datang.

* Aku coba menekan kakiku yang melilit pantat beliau supaya bisa menikmati orgasmeku tapi rupanya beliau juga sedang menunggu ejakulasinya yang sudah dekat.

" Akeeee….saya akan semprotkan di dalam….AHHH…AHHH…AHHH…ahhh….ahhhh….ahhh" Teriak beliau sedikit tertahan
SRRROOOOOT …..SROOOOOT ….SROOOOTTTT….srrrt ….srrrt….srrrt … kurasakan semprotan air mani bossku yang sedang menaburkan benihnya di rahimku.
" Ahhhhhhhhhhhhh….." Pak Sigit mendesah lega setelah semua air maninya keluar.

* Kami lalu berciuman dan berpelukan dengan mesra seperti sepasang kekasih bukannya boss besar dengan karyawan level bawahnya.

" Kamu bisa menikmatinya sayang ?" Tanya pak Sigit dengan lembut membuka percakapan dengan tetap menindihku dan tanpa menarik penisnya dari kemaluanku.
" Bisa pa, enak sekali malah… asalnya Ake takut sekali…tapi kalau tau bakal enak kayak ini Ake udah mau dari dulu-dulunya" Cerocosku panjang lebar.
" Emangnya kamu ga apa-apa saya setubuhi ?" Pak Sigit keheranan dengan jawabanku.
" Bagi orang seperti Ake, bapa udah milih Ake untuk disetubuhi saja rasanya udah gimana gitu …." Jelasku.
" Sebenernya waktu bapa ngajak Ake ke Garut buat sewa kamar rendam, Ake udah merasa pasti ujung-ujungnya bakal diajak bersetubuh" Sambungku sambil tanganku membersihkan noda lipstikku yang menempel di pipi dan sekitar bibir beliau.
" Ake ngerti lah kalau orang yang udah gede mandi bareng bakal ngapain …"
" Jadi waktu Ake iyain, itu artinya sudah termasuk kesediaan Ake disetubuhin bapa" Kataku agak manja.
" Kalau Ake masih perawan mungkin bisa lain ceritanya atau mungkin juga tetep sama".
" Malah yang Ake paling takutkan bukan disetubuhinya, tapi takut tidak bisa memuaskan bapa atau membuat bapa marah" Sambungku.
" Ake tidak tahu, orang-orang gede seperti bapa itu maunya apa kalau lagi bersetubuh."
" Kalau orang-orang kecil seperti suaminya Ake mah gampang sekali nebak maunya" AKu masih nyerocos.
" Ake tinggal ngangkang dia langsung tembak, selesai …mmmmpppphhhhhh"

* Pak Sigit hanya tersenyum lalu mencium bibirku untuk menghentikan omonganku yang menggelontor hampir tidak berhenti.
Kami kembali berciuman mesra dengan memainkan lidah masing-masing dari cara menciumnya aku bisa belajar ciuman yang dalam dan membangkitkan gairah. Selama ini aku hanya berciuman dengan suamiku hanya mengadukan bibir saja dan paling banter seperti bertukar ludah.

" mmmmmmpppphhhhhhh….ahhhh…mpppppphhhhhhh……ohhhhhh… ..mpppphhhh"

ubcpoker.net/8

** Saat berciuman aku tidak bisa menahan desahanku karena penis pak Sigit walaupun sudah tidak sekeras sebelumnya kurasakan berkedut-kedut di dalam liang senggamaku sehingga menimbulkan rasa geli yang nikmat.
Aku kemudian membalasnya dengan menggerakkan otot kemaluanku untuk meremas-remas penisnya dengan gemas sambil tanganku menekan-nekan pantatnya.

" Ahhhhhh…." Desahku saat pak Sigit mencabut penisnya dari kemaluanku dan berbaring di sampingku.

* Aku mencoba memberanikan diri merebahkan kepalaku di dadanya berharap beliau bersedia memelukku, ternyata beliau menyambutku dengan mesra, bukan hanya membalas pelukanku tetapi juga membelai-belai tubuh dan rambutku.
Bossku itu juga minta aku merapikan bulu kemaluanku karena beliau lebih senang bulu yang rapi tipis dan minta waktu nanti kami bersetubuh lagi sudah berubah.
Walaupun suamiku sebenarnya lebih suka kemaluanku berbulu lebat, tapi aku memilih akan menuruti kemauan pak Sigit saja dan aku akan cari alasan untuk suamiku.
Apalagi dari kata-katanya itu artinya beliau mau mengajakku bersetubuh lagi di lain waktu yang membuat hatiku semakin berbunga-bunga.
Setelah cukup beristirahat, kami lalu mandi berendam bareng di bak air panas yang tersedia di kamar mandi hotel.
Kami berendam sambil berpelukan, pak Sigit memelukku dari belakang sehingga tangannya bisa memeluk sambil memainkan kemaluanku, meremas-remas payudaraku dan memainkan putting susunya.

" Geli paaa….ohhhhh…hhhhhh ….shhhhhhhhh" Aku mulai mendesah dan mendesis saat pak Sigit menciumi leher dan kupingku sedangkan jarinya mulai dikeluarmasukkan ke dalam liang senggamaku yang terendam air.

* Tanpa sadar badanku mulai menggeliat-geliat karena rangsangan yang dilakukan beliau. Aku juga merasakan penis bossku itu mulai mengeras di belakang punggungku sehingga membuatku semakin terangsang.

" Ohhhhhh….bapaaa…Ake pengen disetubuhi lagi…shhhhhhh" Aku memberanikan diri meminta beliau menuntaskan berahiku yang sudah sampai keubun-ubun.
Beliau lalu mencabut jarinya dari liang senggamaku dan mengangkat pantatku sedikit sehingga penisnya bisa diarahkan pada kemaluanku dari arah belakang.

BLESSSSSSSSS ………..

" OOOOOOOOOHHHHHHHHHHHHHHHHHH………………..nikmat sekali paaa" Erangku menyambut masuknya penis beliau ke dalam tubuhku.
" Euhhhhh….euhhhhh…euhhhh…euhhhhhh…euhhhh” Aku coba berinisiatif menggerak-gerakkan tubuhku naik turun di dalam air sambil berpegangan pada pinggir bak.

* Gerakan naik turunku menimbulkan gelombang pada air bak yang makin lama semakin bergolak tak teratur seperti juga gairah kenikmatanku yang terus semakin bergelombang naik.

" Heeeehhhhhh ….Heehhhhh ….Heeehhhhh ….Heeehhhhh…" aku mencoba menaikkan tempo gerakanku tapi tetap saja hambatan air membuat gerakanku seperti gerakan slow motion di filem-filem.

* Pak Sigit mengimbangi gerakanku dengan menaik turunkan pinggulnya sedangkan tangan kanannya semakin gencar meremas-remas payudaraku dari arah belakang dan tangan kirinya memainkan kelentitku.

" Oooohhhh ….ohhhh….ohhhhh….ohhhh….ohhhh…..ohhhhh" Gerakanku semakin liar dengan rangsangan dari beliau.
" AAAKEEEE DAPEETTTTT LAGI …..OHHHHHHHHHHHHHH" Aku menjerit saat mendapat orgasme pertama di dalam air.

ubcpoker.net/8

** Aku berhenti menggerakkan tubuhku untuk menikmati gelombang orgasmeku yang luar biasa bagiku dengan nafas agak tersenggal-senggal.
Pak Sigit masih menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga penisnya tetap naik turun di dalam liang senggamaku, tangannya di silangkan di dadaku sambil meremas kedua payudaraku dengan lembut.
Bibirnya yang hangat kurasakan menciumi tengkuk dan punggungku berulang ulang melengkapi kenikmatan yang kurasakan.
Pak Sigit memintaku memutarkan badan supaya posisi kami menjadi saling berhadapan dengan penisnya masih ada dalam kemaluanku.
Kami berciuman sambil aku memeluknya, sedangkan tangan beliau memegang kedua buah pantatku sambil tetap menaik turunkan pinggulnya. Pelan-pelan gairahku timbul kembali dan mulai mengimbangi gerakan pinggulnya dengan menggerakkan pinggulku sendiri naik dan turun.

" Ahhhh ….Mmmmmppphhhhhhh……oohhhhhhh…..mmppppphhhh…" Kami meneruskan bersetubuh sambil terus berciuman.

* Makin lama ciuman kami makin panas, bibir kami saling melumat dan permainan lidah yang semakin liar.
Gerakan penis pak Sigit semakin kasar, penisnya dengan keras menyodok-nyodok ke dalam liang senggamaku sedangkan pantatku ditekannya kebawah oleh tangan beliau.

" Ohhhhhh ….ohhhhh….ohhhhhh….paaaa….ohhhhh….baapaaaa….aduuuh hhhh…" Aku hanya bisa mengerang nikmat tanpa berbuat apa-apa karena pak Sigit mengambil alih kendali.
" Akeeee…. Saya mau keluarrrrrr" pak Sigit mengerang.

* Aku rasakan tubuh pak Sigit bergetar keras sedangkan penisnya berdenyut-denyut dengan tidak kalah kerasnya.

SROOOOOOTTT …SROOOTTT…….SROOOTTTT …semprotan demi semprotan air mani bossku kembali membanjiri rahimku.

" A..a..aahhhh..a..a..aahhhh…" pak Sigit mengerang tertahan
Walaupun aku tidak mendapat orgasme lagi yang berbarengan dengan ejakulasinya pak Sigit, aku tetap merasa puas karena sudah mendapat orgasmeku tadi.

** Aku lalu menciumi dan membelai-belai wajah bossku yang terlihat cukup kelelahan setelah bersetubuh denganku di air panas.
Otot-otot liang senggamaku kembali aku kontraksikan untuk memijat-mijat penis pak Sigit yang juga sedang kelelahan di dalam tubuhku.
Bossku itu kelihatannya sangat suka dengan apa yang aku lakukan, beliau lalu membalas ciumanku dan memelukku dengan mesranya.
Beliau kemudian menciumi seluruh wajahku, leherku dan payudaraku serta menghisap-hisap putingnya sambil mengucapkan kepuasannya bersetubuh denganku.
Sebagai wanita tentu saja aku merasa bangga bisa memuaskan beliau yang merupakan bossku sehari-hari walaupun sebenarnya aku juga sangat puas karena mendapat kenikmatan yang lebih tinggi dari yang aku biasa dapat kalau berhubungan badan dengan suamiku sendiri.
Dengan posisiku tetap "menunggangi" beliau kami mengobrolkan berbagai hal, mulai dari pekerjaan sampai yang berkaitan kehidupan pribadi masing-masing, tentu saja sambil diselingi berciuman mesra.
Pak Sigit sempat bertanya apakah aku pake pengaman, waktu aku balas dengan pertanyaan kenapa baru bertanya sekarang padahal beliau sudah dua kali menebar benihnya ?
Beliau menjawab sambil tertawa bahwa karena aku sudah punya suami maka dia tidak terlalu khawatir kalau aku jadi hamil karenanya.
Aku memang sekarang memakai IUD sebagai pengaman karena belum merencanakan punya anak lagi.

* Kemudian iseng-iseng beliau aku tanya, kalau aku lepas IUDnya apakah dia mau menghamili aku ?
Jawabannya cukup mengagetkan tapi sangat menyenangkanku karena beliau bersedia “menyumbang” benihnya tetapi tidak mau menikahiku. Tetapi beliau bersedia berkomitmen untuk membantu biaya “anak biologisnya” itu.
Setelah selesai berendam, kami lalu membersihkan badan dan berpakaian lagi untuk bersiap-siap pulang karena suamiku sudah akan menjemputku di tempat seminar tadi.

* Di tengah perjalanan pak Sigit memintaku melakukan oral seks, karena aku belum pernah melakukannya beliau lalu membimbingku mengenai cara melakukannya.
Sesampainya di tempat parkiran tempat seminar, pak Sigit belum juga berejakulasi yang memaksaku untuk lebih agresif mengemut penisnya.
Akhirnya beliau bisa ejakulasi dan memintaku meminum seluruh air maninya sampai habis.
Ternyata suamiku juga sudah ada ditempat parkiran menjemputku sehingga membuatku agak panik dan dengan terburu-buru aku segera merapikan baju dan rambutku serta memakai lipstik lagi yang telah hilang menempel di penis pak Sigit.
Setelah semuanya rapih kembali aku keluar dari mobil pak Sigit dan ambil jalam memutar dari parkiran yang tidak terlihat suamiku untuk masuk ke tempat seminar.
Aku kemudian menghampiri suamiku seolah-olah baru selesai seminar dan mengajaknya berkenalan dengan pak Sigit … bossku di kantor dan di ranjang...*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Saturday, March 26, 2016

CERITA DEWASA | MELIHAT SELANGKANGAN ADINDA

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Kisah nafsu birahi ABG dengan judul " Cerita Dewasa - Melihat Selangkangan Adinda " yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.


ubcpoker.net/8

CERITA SEX - Melihat Selangkangan Adinda |:: Hari telah senja dan cerita dewasa pun di mulai, awan mendung pun menyelimuti kota metropolitan ini membuat suasana semakin gelap, disaat itu di sebuah SMU Negeri terkenal dikota itu nampak gadis-gadis penuh aura seks membubarkan diri dari sebuah ruang aula olahraga

** Mereka mengakhiri latihan rutin paduan suaranya. Tawa dan canda khas gadis-gadis SMU mengiringi mereka bubar, satu demi satu mereka keluar dari halaman sekolah yang telah gelap itu.
Sementara itu suara gunturpun terdengar pertanda hujan akan segera turun. Ada yang dijemput oleh orangtuanya, adapula yang membawa mobil pribadi, dan ada juga yang menggunakan angkutan umum.
Aku sangatlah hafal dengan aktifitas anak-anak SMU ini, karena memang sudah hampir sebulan ini aku bekerja sebagai tukang cat disekolah ini.
Usiaku memang sudah tidak muda lagi, saat ini aku berusia 48 tahun.
Aku adalah seorang duda, istriku sudah lama minggat meninggalkanku setelah mengetahui aku tengah melakukan hubungan intim dengan keponakannya. Reputasiku sebenarnya lebih banyak didunia hitam, dulu aku dikenal sebagai seorang germo yang aku sambi dengan berdagang ganja.
Namun beberapa bulan yang lalu semua para wanita yang aku jajakan terkena razia dan kemudian bisnis ganjaku hancur setelah kurir yang biasa membawa ganja ditembak mati oleh aparat.

* Di sekolah ini aku tidaklah sendirian aku masuk bekerja dengan sahabatku yang bernama Charles yang seorang residivis kambuhan.
Usianya tidak begitu jauh denganku yaitu 46 th, perawakannya tinggi besar rambutnya panjang dan kumal. Kami berdua sengaja hidup berpindah-pindah tempat.
Kami bukanlah pekerja tetap di sekolah ini, kami hanya mendapat order untuk mengerjakan pengecatan kusain-kusain pintu-pintu kelas disekolah ini.
Kami tidak dibayar mahal namun kami memiliki kebebasan untuk tinggal dilingkungan sekolah ini. Maklumlah kami adalah perantau yang hidup nomaden.
Diantara gadis-gadis tadi, ada salah seorang yang paling menonjol. Aku sangatlah hafal dengannya. Karena memang dia cantik, lincah dan aktif dalam kegiatan sekolah, sehingga akupun sering melihat dia mondar-mandir di sekolahan ini.
Adinda Wulandari namanya. Postur tubuhnya mungil, wajahnya cantik dan imut-imut, kulitnya putih bersih serta wangi selalu, rambutnya ikal panjang sebahu dan selalu diikat model ekor kuda.
Penampilannyapun modis sekali, seragam sekolah yang dikenakannya selalu berukuran ketat, rok seragam abu-abunya berpotongan sejengkal diatas lutut sehingga pahanya yang putih mulus itu terlihat, ukuran roknyapun ketat sekali membuat pantatnya yang sekal itu terlihat menonjol.
Sampai-sampai garis celana dalamnyapun terlihat jelas melintang menghiasi lekuk pantatnya, tak lupa kaos kaki putih selalu menutupi betisnya yang putih mulus itu.
Tidak bisa kupungkiri lagi aku tengah jatuh cinta kepadanya.
Namun perasaan cintaku kepada Adinda lebih didominasi oleh nafsu sex semata.

* Gairahku memuncak apabila aku memandanginya atau berpapasan dengannya disaat aku tengah bekerja di sekolah ini. Ingin aku segera meyetubuhinya.
Banyak sudah pelacur-pelacur kunikmati akan tetapi belum pernah aku menikmati gadis perawan muda yang cantik dan sexy seperti Adinda ini.
Aku ingin mendapatkan kepuasan itu bersama dengan Adinda. Informasi demi informasi kukumpulkan dari orang-orang disekolah itu, dari penjaga sekolah, dari tukang parkir, dari karyawan sekoah.
Dari merekalah aku mengetahui nama gadis itu. Dan dari orang-orang itupun aku tahu bahwa Adinda adalah seorang siswi yang duduk di kelas 2, umurnya baru 16 tahun.
Beberapa saat yang lalu dia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-16 di kantin sekolah ini bersama teman-temannya sekelas.
Diapun termasuk siswi yang berprestasi, aktif dalam kegiatan paduan suara dan paskibra disekolah ini.
Dan yang informasi terakhir yang kudapat bahwa dia ternyata adalah salah seorang finalis foto model yang diselenggarakan oleh sebuah majalah khusus untuk remaja putri terkenal di negeri ini dan bulan depan dia akan mengikuti seleksi tahap akhir.
Kini disaat sekolah telah sepi salah satu dari gadis-gadis anggota paduan suara tadi itu tengah merintih-rintih dihadapanku.
Dia adalah gadis yang terakhir kalinya masih tersisa didalam sekolah ini, yang sedang asyik bercanda ria dengan temannya melalui HP-nya, semetara yang lainnya telah meninggalkan halaman sekolah.
Beberapa menit yang lalu melalui sebuah pergulatan yang tidak seimbang aku telah berhasil meringkusnya dengan mudah, kedua tangannya kuikat dengan kencang kebelakang tubuhnya, dan mulutnya kusumpal dengan kain gombal.

* Setelah itu kuseret tubuhnya ke bangsal olahraga yang berada di bagian belakang bangunan sekolah ini.
Tidak salah salah lagi gadis itu adalah Adinda Wulandari, gadis cantik sang primadona sekolah ini yang telah lama kuincar.
Aku sangat hafal dengan kebiasaannya yaitu menunggu jemputan supir orang tuanya dikala selesai latihan sore dan sang supir selalu terlambat datang setengah jam dari jam bubaran latihan.
Sehingga dia paling akhir meninggalkan halaman sekolah. Kini dia meringkuk dihadapanku, dengan tangisannya yang teredam oleh kain gombal yang kusumpal di mulutnya.
Sepertinya dia memohon-mohon sesuatu padaku tetapi apa peduliku, air matanya nampak mengalir deras membasahi wajahnya yang cantik itu.
Sesekali nampak dia meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan tali tambang yang mengikat erat di kedua tangannya, namun sia-sia saja, aku telah mengikat erat dengan berbagai simpul.
Posisinya kini bersujud dihadapanku, tangisannya kian lama kian memilukan, aku menyadari sepenuhnya bahwa dia kini tengah berada dalam rasa keputusasaan dan ketakutan yang teramat sangat didalam dirinya.
Kunyalakan sebatang rokok dan kunikmati isapan demi isapan rokok sambil kutatap tajam dan kupandangi tubuh gadis cantik itu, indah nian tubuhnya, kulitnya putih bersih, pantatnya sekal berisi.
Kunikmati rintihan dan tangis gadis cantik yang tengah dilanda ketakutan itu, bagai seseorang yang tengah menikmati alunan musik didalam ruangan sepi.

ubcpoker.net/8

** Suara tangisnya yang teredam itu memecahkan kesunyian bangsal olahraga di sekolah yang tua ini. Sesekali dia meronta-ronta mencoba melepaskan tali ikatan yang mengikat kedua tangannya itu.
Lama kelamaan kulihat badannya mulai melemah, isak tangisnya tidak lagi sekeras tadi dan sekarang dia sudah tidak lagi meronta-ronta mungkin tenaganya telah habis setelah sekian lamanya menagis meraung-raung dengan mulutnya yang telah tersumbat.
Sepertinya didalam hatinya dia menyesali, kenapa Heru supirnya selalu terlambat menjemputnya, kenapa tadi tidak menumpang Desy sahabat karibnya yang tadi mengajaknya pulang bareng, kenapa tadi tidak langsung keluar dari lingkungan sekolah disaat latihan usai, kenapa malah asyik melalui HP bercanda ria dengan Fifi sahabatnya.
Yah, semua terlambat untuk disesali pikirnya, dan saat ini sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada dirinya.

" Beres Yon…, pintu pagar depan sudah gue tutup dan gembok", terdengar suara dari seseorang yang tengah memasuki bangsal.

* Ternyata Charles dengan langkah agak gontai dia menutup pintu bangsal yang mulai gelap ini.

" OK…sip, gue udah beresin nih anak, tinggal kita pake aja…", ujarku kepada Charles sambil tersenyum.

* Kebetulan malam ini Pak Parijan sang penjaga sekolah beserta keluarganya yang tinggal di dalam lingkungan sekolah ini yaitu sedang pulang kampung, baru besok lusa mereka kembali ke sekolah ini.
Mereka langsung mempercayakan kepada kami untuk menjaga sekolah ini selama mereka pergi. Maka tinggallah kami berdua bersama dengan Adinda yang masih berada didalam sekolah ini.
Pintu gerbang sekolah telah kami rantai dan kami gembok sehingga orang-orang menyangka pastilah sudah tidak ada aktifitas atau orang lagi didalam gedung ini.

* Pak Heru sang supir yang menjemput Adinda pastilah berpikiran bahwa Adinda telah pulang, setelah melihat keadaan sekolah itu.
Kupandang lagi tubuh Adinda yang lunglai itu, badannya bergetar karena rasa takutannya yang teramat sangat didalam dirinya.
Hujanpun mulai turun, ruangan didalam bangsal semakin gelap gulita angin dinginpun bertiup masuk kedalam bangsal itu, Charles menyalakan satu buah lampu TL yang persis diatas kami, sehingga cukup menerangi bagian disekitar kami saja.
Kuhisap dalam-dalam rokokku dan setelah itu kumatikan. Mulailah kubuka bajuku satu per satu, hingga akhirnya aku telanjang bulat. Batang kemaluanku telah lama berereksi semenjak meringkus Adinda di teras sekolah tadi.

" Gue dulu ya….", ujarku ke Charles.
" Ok boss….", balas Charles sambil kemudian berjalan meninggalkan aku keluar bangsal.

* Kudekati tubuh Adinda yang tergolek dilantai, kuraba-raba punggung gadis itu, kurasakan detak jantungnya yang berdebar keras, kemudian tanganku turun hingga bagian pantatnya yang sekal itu, kuusap-usap pantatnya dengan lembut, kurasakan kenyal dan empuknya pantat itu sambil sesekali kutepok-tepok.
Badan Adinda kembali kurasakan bergetar, tangisnya kembali terdengar, sepertinya dia kembali memohon sesuatu, akan tetapi karena mulutnya masih tersumbat suaranyapun tidak jelas dan aku tidak memperdulikannya. Dari daerah pantat tanganku turun kebawah kedaerah lututnya dan kemudian menyelinap masuk kedalam roknya serta naik keatas kebagian pahanya.
Kurasakan lembut dan mulus sekali paha Adinda ini, kuusap-usap terus menuju keatas hingga kebagian pangkal pahanya yang masih ditutupi oleh celana dalam.
Karena sudah tidak tahan lagi, kemudian aku posisikan tubuh Adinda kembali bersujud, dengan kepala menempel dilantai, dengan kedua tangannya masih terikat kebelakang. Aku singkapkan rok seragam abu-abu SMUnya sampai sepinggang.

" Waw indah nian….gadis ini" gunamku sambil melototi paha dan pantat sekal gadis ini.

* Kemudian aku lucuti celana dalamnya yang berwarna putih itu, terlihatlah dua gundukan pantat sekal gadis ini yang putih bersih.
Sementara Adinda terus menagis kini aku memposisikan diriku berlutut menghadap ke pantat gadis itu, kurentangkan kedua kakinya melebar sedikit.
Dengan jari tengahku, aku coba meraba-raba selangkangan gadis ini.
Disaat jari tengahku menempel pada bagian tubuhnya yang paling pribadi itu, tiba-tiba tubuh gadis ini mengejang.
Mungkin saat ini pertama kali kemaluannya disentuh oleh tangan seorang lelaki.

** Disaat kudapatkan bibir kemaluannya kemudian dengan jariku itu, aku korek-korek lobang kemaluannya.
Dengan maksud agar keluar sedikit cairan kewanitaannya dari lobang kemaluannya itu.
Tubuhnya seketika itu menggeliat-geliat disaat kukorek-korek lobang kemaluannya, suara desahan-desahanpun terdengar dari mulut Adinda, tidak lama kemudian kemaluannya mulai basah oleh cairan lendir yang dikeluarkan dari lobang vaginanya.
Setelah itu dengan segera kucabut jari tengahku dan kubimbing batang kemaluanku denga tangan kiriku kearah bibir vagina Adinda.
Pertama yang aku pakai adalah gaya anjing, ini adalah gaya favoritku. Dan…

" Hmmmpphhhh……", terdengar rintihan dari mulut Adinda disaat kulesakkan batang kemaluanku kebibir vaginanya.

* Dengan sekuat tenaga aku mulai mendorong-dorong batang kemaluanku masuk kelobang kemaluannya.
Rasanya sangat seret sekali, karena sempitnya lobang kemaluan gadis perawan ini.
Aku berusaha terus melesakkan batang kemaluanku kelobang kemaluannya dengan dibantu oleh kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya.
Kulihat badan Adinda mengejang, kepala mendongak keatas dan sesekali menggeliat-geliat. Aku tahu saat ini dia tengah merasakan sakit dan pedih yang tiada taranya.
Keringat terus mengucur deras membasahi baju seragam sekolahnya, namun harum wangi parfumnya masih terus tercium, membuat segarnya aroma Adinda saat itu, rintihan-rintihan terdengar dari mulutnya yang masih tersumpal itu.

" Hmmmmppphh….mmmppphh….gghhhhm mmpphhh….".

* Dan akhirnya setelah sekian lamanya aku terus melesakkan batang kemaluanku, kini bobol sudah lobang kemaluan Adinda.
Aku telah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluanku kedalam lobang vaginanya. Kurasakan kehangatan disekujur batang kemaluanku, dinding vagina Adinda terasa berdenyut-denyut seperti mengurut-urut batang kemaluanku.
Sejenak kudiamkan batang kemaluanku tertanam didalam lobang vaginanya, kunikmati denyutan-demi denyutan dinding vagina Adinda yang mencengkram erat batang kemaluanku. Selanjutnya kurasakan seperti ada cairan mengucur mengalir membasahi batang kemaluanku dan kemudian meluber keluar menetes-netes.
Ah…ternyata itu darah, berarti aku telah merenggut keperawanan dari gadis cantik ini.
Sementara itu kepala Adinda kembali tertunduk dilantai, desah nafasnya terdengar keras, badannya melemas.
Setelah itu, aku mulai memompakan kemaluanku didalam lobang vaginanya. Kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya juga membantu memaju mundurkan tubuhnya.

" Badan Adinda kembali tegang," rintihan kembali terdengar " Hhmmmpphh….ggrrhhmm….mmmppphh h….", seiring dengan irama sodokan-sodokanku.

* Semakin lama aku semakin mempercepat gerakanku, hingga tubuh Adinda tersodok-sodok dengan cepat sesekali, badannya juga menggeliat-geliat. Raut mukanya meringis-ringis akibat rasa sakit diselangkangannya.
Hujanpun mulai turun dengan deras dan aku ingin menikmati rintihan-rintihan dari gadis ini.
Sementara aku terus menyodok-nyodok dari belakang, aku putuskan untuk membuka gombal yang sedari tadi membekap mulutnya. Dan, “Aakkk…akkkhh…oohh….ooh…iihh…o ohh..”, suara erangan Adinda kini terdengar, kunikmati suara-suara itu sebagai penghantar diriku yang tengah menyetubuhi gadis ini.
Suaranya menggema diseluruh bangsal olahraga ini, namun masih tertelan oleh suara derasnya hujan diluar. Adinda semakin terlihat kepayahan, tubuhnya melemah namun aku masih terus menggenjotnya, gerakanku semakin cepat.
Bosan dengan posisi itu aku cabut kemaluanku dari lobang vaginanya dan kulihat darah berceceran membasahi selangkangannya dan kemaluanku.
Sejenak Adinda mendesahkan nafas lega, kubalik tubuhnya, dan kini posisi dia terlentang. Setelah itu kurentangkan kedua kakinya dan kulipat hingga kedua pahanya menyentuh dadanya. Kulihat jelas kemaluan gadis ini, indah sekali. Bulu-bulunya yang masih jarang-jarang itu tumbuh menghias disekitar bibir kemaluannya.

" Ohh..jangann bang…ampun…bang…ooohh…sakitt t sekali..bang", terdengar Adinda merintih pelan memohon belas kasihan kepadaku.

* Dengan menyeringai aku tindih tubuh Adinda itu. Kembali aku benamkan batang kemaluanku didalam lobang vaginanya.

" Aakkhh…", Adinda terpekik matanya terpejam, roman mukanya kembali meringis kesakitan dikala aku menanamkan batang kemaluanku kedalam lobang kemaluannya.

ubcpoker.net/8

** Setelah itu aku kembali memompakan tubuhku, menggenjot tubuh Adinda. Batang kemaluanku dengan gaharnya mengaduk aduk, menyodok-nyodok lobang kemaluannya. Tubuh Adinda kembali tersodok-sodok. Sesekali kuputar-putar pinggulku, yang membuat tubuh Adinda kembali kelojotan, dari bibir Adinda terdengar desahan-desahan halus “Ohh…enngghh…oohh…ohhh…oo hh…”.
Setelah sekian menit lamanya aku menyetubuhinya, aku merasakan diriku akan berejakulasi. Segera kupeluk kepalanya dan kucengkram erat dengan kedua tanganku setelah itu irama gerakanku kupercepat.

" Aakkhhh…" akupun menejan, tubuhku mengeras.

* Croot…croottt….croott… akupun berejakulasi, kusemprotkan spermaku didalam rahimnya. Banyak sekali sperma yang kukeluarkan menyemprot membasahi liang vaginanya hingga meluber keluar meleleh membasahi pahanya.
Kulihat raut muka Adinda saat itu nampak panik, sinar matanya menunjukkan kekalahan dan kepedihan.
Dengan tatapan sayu dia memandangiku disaat aku mengejan menyemprotkan spermaku yang terakhir.
Ahh nikmat sekali gadis ini, baru kali ini aku merengut keperawanan seorang gadis kota yang cantik.
Setelah itu akupun merebahkan tubuhku menindih tubuhnya yang lemah, sambil mengatur nafasku.
Tubuhku berguncang-guncang akibat dari isakan-isakan tangisnya serta nafasnya yang tersengal-sengal, sementara itu kemaluanku kubiarkan tertanam didalam lobang kemaluannya. Kubelai-belai rambutnya, kukecup-kecup pipi dan bibirnya.

" Terimakasih Adinda sayang….., kamu cantik sekali, terimakasih atas perawanmu", bisikku sambil kucium dan kukulum bibirnya.

* Terasa lembut sekali bibirnya, kumainkan lidahku didalam mulutnya, sejenak aku bercumbu mesra dengan Adinda. Dia hanya terisak-isak dengan nafas yang terus tersengal-sengal. Akhirnya kusudahi permainanku ini, aku bangkit sambil mencabut kemaluanku.

" Ouugghhhh….", Adinda merintih panjang saat kutarik kemaluanku keluar dari lobang vaginanya.

* Kulihat diselangkangannya telah penuh dengan cairan-cairan kental dan darah penuh membasahi bulu-bulu kemaluannya.
Tak kusadari Charles ternyata telah berdiri didekatku, dan rupanya dia telah telanjang bulat menunggu gilirannya, badannya yang kekar dan tinggi itu nampak semakin sangar dengan banyaknya gambar-gambar tatto yang menghiasi sekujur dada dan lengannya.
Dengan rasa toleran sebagai seorang sahabat, akupun menyingkir dari tubuh Adinda yang tergolek lemas dilantai. Aku ambil jarak beberapa meter dari tubuh Adinda kemudian aku kembali merebahkan tubuhku. Dengan tiduran terlentang dilantai aku menggali kembali rasa nikmatku setelah melampiaskan nafsuku ke Adinda tadi. Sedang asyik-asyiknya aku istirahat, terdengar olehku bunyi sesuatu, " Srett…sreettt…sreett…bre tt.." diikuti oleh isak tangis Adinda yang terdengar kembali.
Setelah kuperhatikan, oh ternyata Charles dengan sebuah pisau cutter ditangannya tengah sibuk merobek-robek baju seragam Adinda.
Dengan kasarnya Charles mencabik-cabik baju seragam putih Adinda, termasuk BH putih yang dikenalkannya.
Dan akhirnya kini badan Adinda telah telanjang, kedua buah payudaranya yang tidak begitu besar kini terpampang jelas.
Termasuk juga rok abu-abu yang melilit dipinggangnya setelah kusingkap tadi dirobek-robeknya, haya sepasang kaos kaki putih setinggi betisnya serta sepatu kets masih dikenakannya.

" Ouuhh…ammpuunn…bang…ampu n…", suara Adinda terdengar lirih memohon-mohon ampun ke Charles yang sepertinya tengah kalap kemasukan setan itu.
Setelah itu dengan gombal yang tadi menyumpal mulut Adinda, Charles membersihkan daerah selangkangan Adinda.

* Dengan sedikit kasar Charles mengusap-usap selangkangan Adinda sampai-sampai tubuh Adinda menggeliat-geliat.
Akupun kembali merebahkan tubuhku, mengatur nafasku serta kunyalakan sebatang rokok sebagai penghantar istirahatku.
Sementara itu hujan diluar mulai reda, namun angin dingin terus berhembus masuk kedalam bangsal tempat pembantaian Adinda ini.
Tiba-tiba semenit kemudian dikala aku sedang rebahan dan asyik-asyiknya menikmati rokokku. Terdengar olehku jerit Adinda yang memilukan

" Aaakkhhhhh……..".

* Akupun terbangun, kulihat dari asal suara itu. Ternyata Charles tengah menyodomi Adinda.
Posisi Adinda kembali bersujud dengan kepala yang mendongak keatas, bola matanya terbelalak, wajahnya cantiknya terlihat miris sekali, mulutnya menganga membentuk huruf “O” dan Charles berada dibelakangnya tengah asyik menanamkan batang kemaluannya yang besar itu ke dalam lobang anus Adinda.

" Aakkhh…." Charlespun mendesah lepas tatkala dia berhasil menanamkan batang kemaluannya dilobang anus Adinda.

* Setelah itu lubang anus Adinda dihujani sodokan-sodokan batang kemaluan Charles, Charles melakukannya dengan gerakan yang cepat dan kasar sampai-sampai tubuh Adinda terdorong-dorong dan tersodok-sodok dengan keras.
Tidak ada suara rintihan lagi yang keluar dari mulut Adinda mungkin karena suara tertahan ditenggorokannya karena menahan rasa sakit yang amat sangat...*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Thursday, March 24, 2016

CERITA DEWASA | ENAKNYA VEGINA VINA

ubcpoker.net/8

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Kisah nafsu birahi ABG dengan judul " Cerita Dewasa - Enaknya Vegina Vina " yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.


CERITA SEX - Enaknya Vegina Vina |:: Saat itu mata kuliah hari ini bener-bener malesin, full teori. Untung yang masuk banyak, jadi yang senasib juga banyak, hehe… Lagi enaknya jalan sambil celingak-celinguk nyariin menu yang klop di setiap stand satu persatu.

" ternyata aku meleng dan…" bruuk…duh!" waduh, nyundul cewek nih, jatuh dia. Aku tolongin dia.
" gila lo, lokit-lokit donk klo jalan… Bar!", koq kayak kenal, taunya si Vina.

'' Dia beda jurusan sama aku, cuma sering jalan bareng, apalagi klo udah urusan gambar sketsa dan komputer, pasti aku berduaan terus sama dia sampai sore bahkan cuma buat ngobrolin doank.

" Sori, sori… Laper nih, binyun milih yang mana…" kata aku.
" Ah, tumben amat lo milih-milih menu, lo kan pemakan segala, Bara gitu loh…" ya, itu nama aku.

'' Akhirnya kita milih menu barengan. Sekedar info, Vina itu orangnya hampir setinggi badan aku (aku 186cm), jadi enak klo ngomong gak kayak mesin ATM, kudu nunduk. Bodynya gak kurus-kurus amat, cuma pantat & airbag-nya itu loh, sekal & kenceng bikin gemes, gak kayak ce yang laen, ngondoy alias menggelayut, hiii…. Muka dia menarik dan cukup manis dengan rambut hitam ikal sebahu. Setelah makan siang, aku pamitan duluan dan langsung masuk ke kelas. Ternyata kelas kosong, soalnya pada demen masuk rada telat sih, terus aku nanya akademis.

" dosennya ga masuk, Bar, tolong sekalian kasih tau yang lain ya…" Wah, asik Aku sms salah satu temen sekelas aku supaya nyebarin berita ini ke yang lain.

'' Nah, sekarang mau kemana ya? Baru jam 13.00 siang, panas pula, untung udah makan. Ah, iseng aja ke kantin lagi, sekalian beli rokok. Ternyata si bodatok (bokong-dada-montok) masih dimeja yang tadi sambil sibuk dengan laptopnya.

""Wah… ada bahan tongkrongan nih… Kebeneran hari ini aku gak bawa tablet pc aku"" pikir aku. Aku samperin deh dia.
" Tok, lagi paen?".
" Tak, Tok, Tak, Tok… Asem lo! Program aku ngadat lagi ne, tolongin donk…" keluhnya. Aku tolongin dia sambil aku jelasin letak masalahnya, aku lumayan encer soal komputer sih, hehe bukan nyombong ya Waktu aku jelasin, kan dia disebelah aku duduknya sambil fokus ngeliatin layar laptopnya, timbul ide iseng aku untuk mundurin sedikit kepala aku sambil tetap ngejelasin.

'' Wooow! Keliatan deh tuh toket sebelah kirinya lewat celah kerahnya. Eh!? Koq bisa langsung keliatan gitu, waduh, nih anak plasplong toh alias gak pake BeHa! Uhuuuy… Bikin konak aja! Lagi asik-asiknya ngintip barang bagus, tiba-tiba

" Hoi! Dodol, jelasin ngalor ngidul! Ngapain sih lo pake mundur-mundur segala?". Karena gugup takut ketauan.
" eh, oh, gak… puyeng aja deket-deket liatnya, suer…" Gak kerasa ternyata hari udah sore, jam 17.00! Itu juga jam wekernya abang kantin yang udah kesel ga bisa beres-beres gara-gara nungguin kita pulang.

ubcpoker.net/8

:: Karena gak enak, kita pindah ke kelas terdekat (terjauh dari gerbang depan). Waktu ada satpam lewat, aku sempet nanya, koq belum ditutup, ternyata ada gladi resik buat acara wisuda anak senior besok, jadi dibuka terus sampe besok. Aku nanya sama Vina.

" lo ga pulang? udah malem lho…"
" Gak ah, ntar aja, lagian kost aku campur, jadi ga ada jam malamnya, lo klo mau pulang, duluan aja…" jawabnya.
" Ng… Gak juga deh, lagian aku udah males pulang jam segini, mending malem banget sekalian, lagian besok kan kampus libur, ada wisuda" jawab aku enteng.

'' Malam semakin larut, si otong ternyata minta ke wc. Si Vina masih iseng didepan laptopnya. Dari wc kantin, keliatan para panitia yang lagi sibuk gladi resik di dekat ruang aula. Selesai dari wc, aku jalan santai balik ke kelas tadi. Karena kelas itu menghadap kedalam dengan dinding kaca agak gelap dibelakangnya, keliatan agak jelas apa yang ada dibaliknya. Aku intip si Vina. Lho dia kenapa, kayak masukkin tangannya yang satu ke kaosnya dan satunya lagi kedalam celananya, dengan kepala agak menunduk. Agak susah nyari sudut pandang yang jelas, sementara kedua tangan nutupin kiri-kanan muka supaya bisa ngeliat jelas. Apa yang aku liat bener-bener ngebuat aku melotot. Vina lagi nonton bokep sambil masturbasi, mantaaaaap Dia sepertinya nikmatin banget apa yang dia lakukan saat itu. Antara nikmat bermasturbasi, dan tegang plus takut klo aja ada yang mergokin.

'' Diam-diam aku masuk, samperin Vina dari belakang. Pelan-pelan aku masukkin kedua tangan aku ngegantiin tangannya yang sedang meremas-remas payudaranya. Awalnya dia kaget, setelah dia tau ini aku, sepertinya dia ngasih lampu hijau benderang dengan balas mencium bibir aku. Untung aja kelas itu ada di lantai atas dan lampu yang nyala cuma sinar layar laptop. Cukup lama kita berpagutan, dengan tangan aku yang aktif meremas payudaranya dan memainkan vaginanya dari luar cdnya. Ternyata Vina gak mau kalah, dia langsung jongkok dan membuka resleting celana aku, ngeluarin penis aku yang sempat membuatnya terdiam sebentar karena ukurannya yang cukup besar (18×5). Tanpa ngasih kesempatan aku untuk napas, dia langsung mengulum penis aku dengan ganasnya. Rasanya bener-bener gokil! Kayaknya dia mahir karena sering liat bokep.

'' Terasa cukup 'menyiksa' si otong, aku berdiriin lagi Vina terus aku sambar bibirnya lagi sambil aku gendong dia ke meja panjang didepan kelas. Disana aku kerahkan semua kemampuan mulut aku dalam melumat vagina seorang gadis. Vina menggelinjang gak tentu, mendesah dan melenguh sambil berteriak-teriak kecil keenakan.

" Akh… Akhhh… Ouuuh… Mmmh… Terrusss, Bbaaarrrr… Oh yyeeeahh…" Aku gak mau klo aku yang minta ML duluan, aku buat dia tersiksa rasa nikmat, sampai akhirnya dia yang meminta duluan.
" Barrr… Udah… Ayyyooo ddooonkk… Mmmasssukkinhh…" rintihnya membuat si otong tambah ganas berdirinya.
" Apa, sayang? Gak kedengeran…" bener-bener aku siksa dulu dia.
" Ahhh… Ooooh… Ayaaaannkkhh… Pleasssee…" rengeknya memohon. Aku buka lebar paha putih dan mulus luar biasa indahnya itu. Lalu, sambil bertumpu dengan dua tangan, aku arahkan penis aku yang udah luar biasa tegangnya itu ke lubang vaginanya yang sudah basah.

ubcpoker.net/8

:: Dengan cara ini, rasanya lebih mantap, karena gak ada tangan yang ikut campur mengarahkan penis. Kutegangkan lebih kuat sambil menekan vaginanya. Tapi susah masuk, pasti Vina masih perawan, ah, sebodo, dia yang minta toh, justru ini yang menjadikan ML klop awalnya. Akhirnya aku berhasil masukkin kepala penis aku.

" Ssssakkiit… Pelan-pelan donk, yannkkhh…" rintihnya kesakitan, karena ukuran penis aku yang memang besar untuk ukuran vaginanya yang masih perawan itu.
" Gak apa-apa koq, yank… Cuma sebentar aja koq sakitnya, lagian aku bakalan pelan-pelan koq, tahan yah…" aku berusaha menenangkannya.

'' Aku dorong lagi, pelan tapi pasti. Seret, rapet, anget, peret jadi satu plus nikmat luar biasa seperti disedot-sedot, semakin dalam semakin kuat dan nikmat. Akhirnya, aku ngerasa seperti ada lapisan yang ngehalangin mata bor perkasa aku, ini dia mahkotanya. Aku itung, 1…2…3…Hup! Aku dorong agak keras 'Zzzlepp…'.

" Ayyaaank, sssaaakkkiiiiittss…. Kammmu, jahaattt… Kataaanyahh peelannn…" rengeknya sambil menitikkan air mata.

'' Aku cium bibirnya mesra, dia membalas dengan ciuman yang sangat nikmat. Saat itu baru setengah dari panjang penis aku yang baru masuk. Sambil terus kucium dan kuremas payudaranya, dengan sisa tenaga awal, aku hujam dalam-dalam penis aku sampai pangkalnya kedalam vagina Vina. Pagutan bibirnya mengencang dan air matanya lebih deras mengalir, tapi tetap gak aku lepasin. Oh my God! Bener-bener gak bisa diukirkan dengan kata-kata rasanya! Perlahan aku tarik, lalu kumasukkan lagi, Vina masih meringis kesakitan. Terus-menerus dengan perlahan tapi pasti aku goyang pinggul aku. Semakin lama, akhirnya pinggulnya ikut nagih rasa yang sama seperti yang aku rasain dari vaginanya. Genjotan aku makin lama makin agresif. Aku ganti posisi-posisi yang aku hapal dari kamus Kamasutra, walaupun gak mungkin semuanya. Aku sering baca mengenai seks yang tahan lama, oleh karena itu Vina yang aku rasa udah multi orgasme sebanyak lebih dari 5x sejak tadi, tapi aku masih belum sampai juga. Akhirnya aku merasa kasihan juga ngeliat Vina udah kewalahan mengimbangi kemampuan aku. Aku lepas aturan napas, aku genjot vagina Vina secara gak beraturan, dan semua yang bisa ngebuat ejakulasi lebih cepat sampai.

'' Terasa kayak ada yang ngedorong saluran dalam penis aku, gak bisa aku bedung lagi.

" Oh, Vinayy! I love you so muchhhh! I’m cummmin!!!".
" Oh yeaaah, hunnyyy, inside me pleeaseeee!!!" Lalu, aku tancap dalam-dalam penis aku di vaginanya, aku lepasin semua sperma aku kedalam rahimnya, banyak sekali.
" Ghhaaaah!!! Ouuhh…" betapa nikmatnya.
" Oh… I love you…" Vina senang akan kehebatan aku.

'' Waktu udah nunjukkin jam 01.30 pagi, berarti tadi kita udah bergumul selama 5 jam! Mantaaap… Setelah beres-beres dan bersihin bekas-bekas sperma, keringat, dan darah keperawanan Vina. Aku papah dia menuju tempat kostnya. Aku tidurin Vina diranjangnya, dia nampak kecapean banget setelah aku bantai. Karena aku juga udah cukup cape, aku tidur di karpet kamar kostnya, dengan tangan aku megang tangannya dengan mesra. Sekitar jam 06.00 aku pulang, pamit lewat kertas yang aku selipin dibantalnya karena dia masih belum bangun saking capenya. Dari situlah setiap aku ke kampus, aku maupun Vina pasti selalu ngajak untuk 'bertempur' lagi, tapi di tempat yang berbeda. Kadang di wc dosen (ga ada khusus co/ce-nya soalnya), kadang di kelas bawah, kadang di ruang lab, kadang di kostnya yang jadi tempat favorit kita. Untung aja kita ngerti masalah kehamilan dsb. Jadi bisa menghindari Vina dari kemungkinan untuk hamil...*****TAMAT.

ubcpoker.net/8


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Sunday, March 20, 2016

CERITA DEWASA | PELAJARAN SEKS YANG AKAN DI BERIKAN PADA GADIS BELIA

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Kisah nafsu birahi ABG ingin mengajari pengetahuan seks pada gadis muda belia dengan judul " Cerita Sex - Pelajaran Seks Yang Akan di Berikan Pada Gadis Belia " yang tidak kalah serunya dan dijamin dapat meningkatkan libido seks, selamat menikmati.


ubcpoker.net/8

CERITA SEX - Pelajaran Seks Yang Akan di Berikan Pada Gadis Belia |:: Saat ini aku jauh dari orang tua, sejak dari kelas 1 SMU aku menuntut ilmu di kota bandung, aku disini tinggal bersama pak Sis beliau adalah teman baik bapakku mereka memiliki hubungan baik dengan keluargaku, pak Sis merupakan seorang pemimpin di perusahaannya dia sangat sibuk dengan urusan bisnisnya dan jarang sekali berada dirumah.
Berbeda dengan istrinya Pak Sis, beliau merupakan sosok yang baik dan setia terhadap suaminya dia selalu menyiapkan keperluan rumah tangga, beliau sudah mempunyai anak yang masih dini diantaranya Tia yang masih umur 7 tahun sedangkan kakaknya Wilda yang 12 tahun, aku dan anaknya sangat akrab dan bersahabat aku selalu berusaha menyayangi dan melindungi dia.

'' Aku biasanya akan marah terhadap mereka apabila mereka mendengarkan dan menonton berita-berita tentang kekerasan yang suka ditayangkan di TV swasta pada tengah hari bolong. Biasanya, segera kumatikan TVnya dan kusuruh mereka masuk kamar dan mengerjakan PR.
Setelah suasana aman..TVnya dengan suara yang sangat kukecilkan kunyalakan kembali untuk kutonton sendiri. Sering aku berpikir, mengapa sih acara kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan apalagi yang dilakukan terhadap anak kecil kok ditayangkan di TV pada siang hari di mana para anak kecil masih bisa ikut menonton dan mencerna siaran itu? Kenapa bukan pada tengah malam saja? Karena menurutku apabila jam siarannya tidak segera dipindah, maka banyak tunas muda bangsa yang moralnya akan menjadi ternoda atau bahkan rusak nantinya

" Ah.. biarlah orang yang berwenang yang menjawab semua permasalahan itu, yang penting sekarang moral kedua gadis cantik itu masih bisa kulindungi", nuraniku berkata.

'' Hari-hari pun berlalu dan seperti biasanya, di sekolah aku dikenal oleh teman-temanku sebagai anak bandel yang sering bolos pada jam-jam pelajaran tertentu tetapi walaupun begitu aku memiliki nilai raport yang wajar-wajar saja karena aku malu kepada orangtuaku dan juga kepada keluarga Pak Sis kalau sampai nilaiku jatuh, jadi aku tetap berusaha keras.
Suatu hari di sekolah, temanku becerita padaku kalau dia punya film seks Indonesia yang judulnya BLABLA dan yang mainnya mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi top. Kontan saja seketika itu aku terkejut dan mengatakan bahwa temanku itu pembohong tapi temanku bilang kalau tidak percaya, pulang sekolah kita tonton rame-rame.

'' Siang itu, kami berbondong-bondong menuju rumah temanku, ia anak orang kaya, kedua orangtuanya sangat sibuk sehingga kalau siang hari jarang ada di rumah. Ruang kamarnya juga cukup besar dan dilengkapi berbagai peralatan seperti komputer, PS, TV dan VCD player.
Hal itu membuat kami leluasa menikmati film itu. Adegan awal diperlihatkan seperti ada semacam kerja kelompok dan ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengerjakan tugas dan makan-makan. cerita mesum.
Menurutku si wanitanya cakep juga dan karena nontonnya rame-rame, teman-temanku pada ribut merequest agar adegan ngobrolnya dipercepat dan langsung menuju adegan syuurnya.. sekarang terlihat mereka sedang duduk di sofa.

'' Menghadap kamera dan saling berciuman mesra, saling memainkan, mempertautkan lidah pasangannya ahh..nikmat sekali kelihatannya kemudian adegan di tempat tidur di mana si wanita tidur telentang hanya di tutupi sehelai kain handuk.
Sementara si pria yang memegang kamera mengatakan kepada si wanita untuk membuka handuk tadi dan memperlihatkan kemaluan dan tubuhnya yang sexy. Malu-malu si wanita itu membuka handuknya dan dengan cepat menutupnya kembali. " Ahh.. yang itu sih biasa ", begitu terdengar temanku berkata dan ia pun mempercepat filmnya sampai adegan oral sex di kamar mandi. cerita mesum.

ubcpoker.net/8

:: Terlihat si pria duduk di atas jam!ban lalu si wanita menghisap-hisap penisnya sampai akhirnya si pria tidak tahan lagi dan mengeluarkan spermanya lalu adegan selanjutnya si pria dan wanita tadi membersihkan badan masing-masing dan mengucapkan salam berpisah.

" Waah.. ngga nyangka ya, hebat juga mereka bisa buat film seperti itu" kataku.
" Uuh.. itu sih kurang hot ah.. kalau cuman pake kamera begituan, kita-kita juga bisa dong buat yang lebih hot lagi iya ngga teman-teman!" kudengar temanku si Ucok menyahut.
" Alaah Cok.. lu jangan sembarangan ngomong, buktiin doong!" begitu kata teman yang lain.
" Beres.. pokoknya aku akan buat yang lebih bagus lagi dari ini dan kalo udah selesai kalian wajib nonton!" janji Ucok, lalu kita semua tertawa mendengar bualannya itu.

'' Aku lalu berpikir, waah.. para mahasiswa ini memang hebat! Mereka sudah jadi pionir seni film seks yang akan membuka jalan untuk karya-karya indah kategori film seni seksual Indonesia yang lainnya, sejujurnya aku salut buat ide, karya serta keberanian! para pemeran utamanya. Sepulangnya dari rumah temanku, kulihat di halaman rumah ada mobil Honda CRV milik Pak Sis.

" kok tumben Pak Sis sudah pulang siang hari gini?" pikirku.
Aku segera masuk rumah dan kulihat bapak dan ibu Sis sudah bersiap-siap dengan kopernya masing-masing, kulihat juga Tia juga membawa tas kecil yang berisi banyak makanan ringan. cerita mesum.
" Ibu mau ke mana?" tanyaku bingung.
" Ooh.. ibu dan bapak mau ke Jakarta, menemani bapak dalam acara seminar yang diadakan oleh kantor bapak selama tiga hari"  jawab ibu Sis.
" Lho, apa Tia juga diajak?" tanyaku.
" Oh.. iya, kebetulan sekolahnya Tia lagi ada libur seminggu, jadi Tia bapak ajak biar nanti Tia bisa jalan-jalan sama ibunya ke Dufan" jawab Pak Sis.
" Iih.. papa curang! Masa Wilda ngga diajak! Wilda kan juga pengen ke Dufan!" tiba-tiba Wilda keluar dari kamarnya.
" Wilda sayang, nanti kalo Wilda sudah waktu libur sekolah pasti papa ajak" jawab Pak Sis meyakinkan Wilda.
Pak Sis kemudian memberikan Wilda sebuah boneka beruang.
" Sudah dong sayang, jangan cemberut begitu ayo senyum doong" kata Pak Sis membujuk Wilda.
Wilda lalu merebut boneka beruang itu dari tangan ayahnya lalu berkata " papa janji ya, jangan lupa lho!" kata Wilda.
" Iya sayang, papa janji!" jawab Pak Sis sambil mencium kening Wilda.
" Wilda sayang, mama juga berjanji akan mengajak Wilda bersenang-senang di Dufan kalau Wilda sudah libur" kata Ibu Sis sambil mencium pipi kanan dan kiri Wilda.
" Was, sudah kamu taruh koper bapak dan ibu di mobil?” tanya Pak Sis pada pembantunya.
" Sudah semuanya pak" jawab si Was.
" Oh Was juga ikut ke Jakarta ya bu?" tanyaku.
" Iya untuk membantu menjaga Tia di sana nah, sekarang kami mau berangkat, bapak dan ibu titip Wilda dan rumah padamu, jaga Wilda dan bantu dia dalam belajar dan mengerjakan PR, mengerti?” begitu pesan Ibu Sis yang disampaikannya padaku.
" Baik bu" jawabku. Akhirnya hanya tinggal aku dan Wilda yang ada di rumah.

'' Wah.. aku berpikir asyik nih kalo bisa menikmati film seni seks yang kemarin itu sendiri di ruang TV, karena selain di kamar bapak dan ibu Sis, di ruang tengah ada juga VCD player jadi setelah Wilda kusuruh tidur, aku bisa menikmatinya sendirian hehehe.. malam itu aku segera menuju rumah temanku untuk meminjam film VCD itu darinya lalu cepat-cepat pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah aku segera membantu Wilda mengerjakan PR-nya lalu setelah selesai aku menyuruhnya untuk tidur. Dalam pikiranku saat itu hanyalah aku akan menikmati film indah murni karya anak bangsa ini sendirian.

ubcpoker.net/8

:: Kira-kira pukul 12 malam setelah kupastikan kembali bahwa Wilda sudah tertidur nyenyak lalu segera kunyalakan VCD playernya dan kunikmati film itu dengan memakai Earphone sehingga walau suaranya kubesarkan Wilda tidak akan terbangun.
Tidak terasa sudah pukul 2 pagi dan aku masih saja mempercepat, menghentikan sebuah adegan untuk kuperhatikan dengan sungguh-sungguh dan mengulang setiap adegan yang aku anggap syuur untuk kunikmati kembali.
Setelah puas menonton segera kumatikan VCD playernya lalu menuju ke kamar mandi untuk.. olahraga pagi.. Tak lama setelah selesai, aku merasa ngantuk sekali dan aku langsung menuju kamarku untuk tidur.

" Baang.. abaang.. bangun udah jam setengah tujuh nih, abang ngga sekolah ya?" sayup-sayup kudengar suara Wilda yang berusaha membangunkan aku. Hah! Segera aku tersadar dari tidurku dan kulihat Wilda yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya siap untuk berangkat sementara aku kalang kabut segera cuci muka, gosok gigi, pake seragam dan sisiran.

'' Setelah siap, aku segera mengantarkan Wilda ke sekolahnya dan setibanya di sekolah Wilda kuajak dia ke kantin sekolahnya untuk sarapan pagi dan setelah itu baru aku berangkat ke sekolahku.Siang itu, saat pelajaran ke-dua tengah berlangsung tiba-tiba..aku teringat bahwa Keping CD film itu masih terdapat di dalam VCD player dan belum kukeluarkan, apabila Wilda sudah pulang, dia pasti bisa melihat film itu karena dia sudah terbiasa menonton koleksi VCD kartun dengan menyetelnya sendiri.
Aku yang sudah gelisah lalu berusaha untuk keluar dari kelas dan secepatnya pulang ke rumah untuk membereskan segalanya. Setibanya di rumah, betapa terkejutnya aku melihat Wilda yang sudah berada di dalam rumah dan berada di depan televisi, dan terlihat sepertinya dia menonton sesuatu yang sangat menarik perhatiannya.

'' Jantungku serasa berhenti berdetak melihatnya.. jangan-jangan Wilda sedang melihat film itu.. Aku berusaha untuk tenang dan bertanya, “S.. Wilda kok udah pulang?” tanyaku gugup.

" Eh abang, iya nih tadi ada pengumuman kalau hari ini ada rapat para guru untuk persiapan Ebtanas anak kelas tiga jadi murid-murid boleh pulang, tapi besok belajar lagi seperti biasanya, tadi Wilda dianterin ibunya Ani pulang" jawab Wilda.
" Ooh begitu.. eh, Wilda sedang nonton film apa?" tanyaku lagi.
" Film kartun" jawab Wilda.

'' Ahh.. lega perasaanku tapi tiba-tiba Wilda berkata, "ini film VCD punyanya abang ya?" pertanyaan Wilda ini membuatku terkejut setengah mati tak bisa menjawab.

" Tadi Wilda nonton filmnya, iih ada laki dan perempuan yang ciuman sambil telanjang, emang ini film apa sih bang?" Wilda kembali bertanya.
Aku yang masih bingung kemudian menjawab aja dengan nekad, "itu film seks Wilda, film untuk orang dewasa, anak kecil tidak boleh menonton" jawabku seraya mengambil CD film itu dari tangannya.
" Tapi papa mama bilang kalau Wilda sudah besar sekarang, jadi Wilda boleh dong nonton film itu" kata Wilda.
" Lho, bukannya tadi udah nonton sendiri sekarang mau abang simpen" jawabku.
" Iya Wilda udah liat tapi kenapa kok telanjang? Kok beda dengan film yang di TV?" Tanya Wilda.
" Okelah abang akan kasih tahu Wilda tapi Wilda harus berjanji sama abang, janji pertama Wilda tidak boleh bilang sama siapapun apalagi pada papa dan mama Wilda bahwa abang yang mengajari Wilda berhubungan seperti di film itu, mau ngga?" tanyaku.
" Kenapa papa dan mama ngga boleh dikasih tau?" Wilda bertanya.

'' Saat itu aku bingung untuk menjawabnya, tapi karena aku rajin menonton berita-berita pemerkosaan terhadap anak kecil di TV-TV swasta siang hari bolong aku langsung menjawab.

" Karena kalau Wilda kasih tau papa dan mama nanti papa dan mama bisa sakit terkena serangan jantung lalu meninggal dunia, Wilda ngga ingin menjadi anak yatim piatu yang nanti tinggal di panti asuhan kan?" Kembali aku bertanya. "Engga mau bang.. iih Wilda takut, Wilda kan sayang sama papa mama kalau begitu Wilda janji engga mau bilang siapa-siapa" terlihat ekspresi wajah Wilda berubah menjadi sedikit ketakutan. cerita mesum.
" Wilda juga harus janji untuk selalu menurut kata-kata abang, tidak boleh protes atau melawan agar Wilda mudah mempelajari seperti yang Wilda tonton di film tadi, janji?" kataku seraya memajukan jari kelingking kananku.
" I.. iya bang, Wilda janji" jawab Wilda sambil mempertautkan kelingkingnya dengan kelingkingku sebagai tanda perjanjian antara kita berdua.
" Fiuhh.. gila, ternyata ada gunanya juga tayangan-tayangan pemerkosaan itu dibahas dengan detil di TV secara nasional tengah hari bolong itu" pikirku.
" Wilda, abang lihat keingintahuanmu sangat tinggi mengenai hubungan seks, kalo begitu pelajaran akan abang mulai malam ini" kataku. " Tapi Wilda siap belajar sekarang bang” Wilda mulai protes.
" Iya abang tau, tapi sebaiknya sekarang Wilda ganti baju dan istirahat sementara abang akan pergi sebentar beli makan siang, ayo sana nurut ya cantik" jawabku...*****TAMAT.

ubcpoker.net/8


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...