Jumat, 30 September 2016

BERSAMA DOSENKU PESTA SEX

Image result for tante sexy

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Bersama Dosenku Pesta Sex -  Santi baru saja selesai mandi pagi, tubuhnya kini terasa segar. Senin pagi ini ia harus menemui pak Dika ketua jurusan fakultas hukum di kampusnya. Dia berusaha memakai pakaian serapih mungkin, diluar kebiasaanya setiap ke kampus yang selalu memakai pakaian casual.




CERITA DEWASA - Bersama Dosenku Pesta Sex | Cerita Dewasa terbaru, Santi sdh menduga cepat atau lambat ia akan dipanggil oleh pihak kampus berkaitan dgn gambar gambarnya yang dimuat di subuah majalah khusus pria.
biaya kuliah saat ini sangat mahal, apalagi usaha orang tuanya agak tersendat sehingga otomatis aliran uang pun tersendat.-cerita sex mahasiswi- Beruntung seorang kawan menawarinya pekerjaan menjadi model di sebuah majalah khusus pria dewasa, syaratnya tentu saja harus berani tampil hot.
 Santi menerima tawaran itu dan gambarnya pun kerap muncul di majalah-majalah pria dewasa, uang yang diterima nya pun cukup lumayan. Namun meski begitu, tetap saja penghasilannya belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan hidup dan kuliahnya , oleh karena itu di waktu luang ia juga menjadi

" escort".

- Santi bercermin untuk terakhir kalinya, mengagumi tubuhnya sendiri, rambut panjang , body ideal dan buah dada yang membanggakan. Santi tak pernah memakai make up berlebih , ia mempunyai kecantikan alami , kecantikan yang banyak membuat mata para lelaki terbelalak. hari ini Santi sengaja memakairok hitam diatas lutut dan blouse putih yang ketat mencetak buah dadanya.
 DIa tiba di ruang ketua jurusan sedikit terlambat akibat macet. Santi mengetuk pintu dan masuk , ia sedikit terkejut karena selain pak Dika , disana ada pak lukas pembantu rektor, dan pak aris dosen di fak hukum.
di meja kerja pak Dika tergeletak majalah dewasa yang memuat gambar gambar panas Santi yang semi nude.
 Santi sedikit panik, karena ia tak menyangka harus bertemu tiga orang itu, tadinya ia akan sedikit 'merayu' ketua jurusan seandainya ia akan kena sanksi ..tp sekarang..?

" silakan duduk " kata pak Dika
" pagi pak…" jawab Santi dan duduk
" Santi…kamu dipanggil kemari sehubungan dgn gambar kamu yang dimuat di majalah ini , kamu tahu ini bisa mencoreng nama baik kampus ini.." kata pak Dika.
" tp pak…gambar ini punya estetika seninya , bukan gambar tabloid murahan..apalagi majalah ini punya reputasi yang bagus…" Santi membela diri
" meski begitu bukan berarti kamu bisa bebas seperti ini , ingat reputasi terhormat kampus kita, apalagi dimana kamu kuliah tertulis jelas disitu." kata pak lukas

- Santi menyadari bahwa percuma ia berdebat , ia pasti kalah. namun ia tetap mencari cara bagaimana ia bisa keluar dari masalah ini. Santi berusaha menarik simpati mereka.

" maaf pak…sekarang ekonomi keluarga saya sedang bermasalah, sementara kebutuhan saya banyak terutama untuk membayar uang kuliah pak…" kata Santi sedikit memelas.
" tp kan kamu bisa bilang…atau setdknya mengajukan permohonan beasiswa…" kata pak aris
" maaf Santi, namun demi nama baik kampus kita ..kamu bisa saja kami keluarkan " kata pak Dika kemudian.

- Santi sedikit panik , ia sdh setngah jalan di fakultas hukum, ia tak mau jika harus berhenti di tengah jalan, dan menyia nyiakan tahun tahunnya.

" aduh…pak…tolong..saya mohon kebijaksanaannya……saya siap melakukan apa saja pak…" kata Santi
ruangan itu mendadak sunyi.

- Santi kemudian menyesali ucapannya , ia bisa merasakan ketiga mata lelaki itu memandanginya dgn penuh minat, keringat dingin keluar dari dahi Santi.

" kita bisa mempertimbangkannya kembali kok Santi..tp tentu saja sesuai kata kata kamu…kamu harus melakukan sesuatu"
" maksud bapak…?" Santi mulai meduga apa yang ada di balik otak dosennya itu
" kamu terlihat sangat berbakat di majalah ini..sekarang….seberapa jauh kamu bisa memanfaatkan 'bakat' kamu itu untuk menolong kuliah kamu…." kata pak Dika sambil tersenyum nakal

- Santi mengerti maksud perkataan itu , ia memang tak punya banyak pilihan , namun ia juga sedikit enggan harus melayani ketiga dosen bejadnya ini.

" saya mengerti pak..tp saya juga punya syarat..semuanya hanya dilakukan hari ini , di tempat ini dan tdk berlanjut ke hari atau waktu lain.." kata Santi

- ketiga orang itu terlihat ragu , mereka saling memandang. Santi tahu ia harus memanfaatkan keraguan mereka. Santi pun berpindah tempat duduk ke sofa, disana ia sengaja memamerkan pahanya yang mulus, membuat ketiga pria ia itu menelan ludah.

" bagaimana pak setuju…..?" kata Santi sambil membuka dua kancing blousenya dan menyibakan rambutnya ke belakang.

- Pak Dika org pertama yang menghampiri Santi, celananya terlihat menggembung. Pak Dika kemudian berlutut diantara kaki Santi. Santi menyambutnya dgn melebarkan kakinya , ia membiarkan tangan pak Dika menyusuri kaki dan pahanya sampai ke pangkal paha.
Pak lukas menyusul mendekati Santi, dgn sedikit kasar ia meremas buah dada Santi dan mencubit putingnya. sementara pak Dika melepaskan rok mini dan Cd Santi, ia terpana melihat keindahan vagina Santi yang tertutup sedikit rambut halus. Pak Dika mendorong Santi agar berbaring di sofa untuk kemudian ia menjilati vagina Santi penuh nafsu dgn jilatan yang hangat dan basah

" kamu cantik sekali Santi…." kata pak lukas sambil melepas blouse Santi dan branya
" dan ingat kamu .harus melakukan apa saja hari ini sesuai perintah kami.." kata pak lukas kemudian

- Santi kembali berkeringat dingin , kata kata pak lukas membuatnya berpikir , apakah ada yang lebih buruk dripada harus melayani nafsu bejad ketiga dosennya ini..?

" tp…aahh.." Santi tak dapat melanjutkan kata katanya, ketika pak lukas menyedot buah dadanay dgn kasar, sementara buah dada satunya jadi mainan pak aris.

- serangan bersamaan pada tubuhnya menimbulkan efek yang luar biasa bagi Santi, ini pertama kalinya ia harus melayani tiga pria sekaligus. Santi merasakan ada sesuatu dalam tubuhnya yang siap meledak.
sementara bagai kelaparan pak Dika masih menjilati vagina Santi , tak lama kemudian Santi merasakan sesuatu yang hangat dan basah mengalir diantara kakinya, dan tubuhnya seolah kehilangan tenaga
rasa geli dan nikmat muncul ketika pak lukas menjilati seluruh tubuh Santi, dari leher sampai perut, tangannya tak lepas dari buah dada Santi. Santi mencoba menikmati dan meresapi semua rangsangan yang ia dapatkan dari tiga org ini.
perlahan tp pasti jilatan jilatan pak Dika membuat Santi mencapai kembali orgasme,

" aahh..ahhhh…pak…aauhhhh…." rintih Santi tubuhnya kembali melemas
belum sempat Santi mengumpulkan tenaga, tiba tiba pak Dika bekata
" yahh..belum apa apa udah lemes…..sekarang kan baru kita mau mulai…"

- Santi terkejut melihat penis pak Dika saat ia melepas celananya. besar dan panjang menegang, ia khawatir tak snggup menghadapinya, ia menggeleng dan sedikit protes..

" nanti dulu pak…bentar..saya masih lemas……bentar lagi…' hehehe..ingat perjanjiannya kan…..? apalgi kamu bilang harus hari ini dan saat ini juga..hehehe…siap atau enggak ya harus mau… hehehe.." kata pak Dika tak mempedulikan perotes Santi, lalu memasukan penisnya ke vagina Santi, setiap inchi penis pak Dika masuk sebuah kesakitan dirasakan Santi, yang walau bukan virgin namun vaginanya masih sempit.

- Santi mengerang saat kepala penis menerobos masuk, namun ia sedikit tertolong oleh cairan yang keluar akibat rangsangan sebelumnya. Setelah beberapa lama . penis pak Dika terlihat terbenam di dalam vagina Santi, ia menggeram puas, ia kemudian mengatur posisi untuk siap menggenjot tubuh Santi
Santi menangis kesakitan saat gigi pak aris menggigit buah dadanya sampai lecet, namun belum juga penderitaannya berakhir pak lukas ikut ikutan menggigit buah dada Santi yang satunya, hingga kedua buah dadanya menjadi lecet

" awww..sakit…jangan..kasar kasar..pak…tolong….." ucap Santi kesakitan
mereka berdua malah menjilati dan menyedot buah dada Santi tepat dilkukanya, membuat Santi menangis kesakitan.

- menahan sakit Santi menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, ia menyesali perkataanya tadi . ia tak sengaja bicara seperti itu, bahwa ia siap melakukan apa saja. sedikit kesadaran membuatnya ia tiba tiba berontak.
 Dgn penis yang masih menancap di vagina Santi, Dika berkata
'eeitt..mo kemana sayang….ingat kamu berjanji memberikan bakat kamu ke kita bertiga hehehehe…'

- Santi lemas tak berdaya, ia hanya bisa pasrah sekarang, ia tak menyangka akan menjadi begini.
 Penderitaan Santi makin bertambah saat tiba tiba pak Dika mempercepat genjotannya, vagina Santi terasa sangat sakit harus menerima beban di luar kapasitasnya.
 menit demi menit berlalu , menit menit penuh kesakitan bagi Santi.
diantara rasa sakit Santi merasakan cairan hangat mengalir diantara kakinya, sebentar lagi akan mencapai orgasme, pak lukas dan pak aris sdh melepaskan mulutnya dari buah dada Santi, namun mereka masih tetap meremas remas buah dada Santi yang terlihat sdh memar dan lecet.
tiba tiba, pak Dika mencabut penisnya dari vagina Santi, sambil tiba tiba membalikan tubuh Santi.
 tanpa basa basi lagi ia menusukan penisnya ke anus Santi.
Santi tak sempat menjerit karena, mulutnya telah disumpal oleh penis pak lukas
dgn menahan sakit ia juga harus mengocok penis pak lukas dgn mulutnya, akhirnya karena tak tahan kesakitan Santi akhirnya tak sadarkan diri.
entah berapa lama Santi pingsan namun ketika sadarkan diri , rasa sakit itu belum hilang , bahkan penis pak aris kini sedang menancap di vaginanya, di buah dadanya terasa cairan putih kental juga di mulutnya.

" hehehe…..sdh bangun sayang……tenang sebntar lagi bapak selesai kok.." kata pak aris.

- Santi agak sedikit lega sampai tiba tiba pak lukas berkata,

" setelah ini kamu harus melayani kita bertiga sekaligus…..kalo sampe pingsan…kita akan panggil engkus satpam kampus untuk menikmati tubuh kamu juga ..hahahahah…"

- Santi terdiam lemas , lelah tak berdaya berharap hari ini cepat berlalu!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Jumat, 16 September 2016

BERCINTA DIRUANGAN KELAS

Image result for cerita mesum

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Bercinta Di Dalam Kelas - Cerita sexku ini terjadi setahun lalu saat aku masih di bangku SMU kelas 2 terlebih dahulu perkenalkan diriku biasa dipanggil Arif aku tergolong orang yang haus sex dan nafsu besar demi kepuasan sex ku terpenuhi kadang aku melakukan diluar kendali, hobiku yang disekolah selalu mengintip cewek cewek dikamar mandi sambil onani.Kadang pula aku mengintip cewek yang sedang latihan cheerleaders jika sedang latihan biasanya cewek cewek tersebut memkai celana yang seksi kadang juga ada yang pakai rok jadi aku selalu berimajinasi di tingkat dua sambil ngocok peliku.




CERITA DEWASA - Bercinta Di Dalam Kelas | Ada juga aku pernah dengan nekat di tempat ganti cewek yang sedang ganti baju olahraga, aku lihat paha pahanya dan celana dalamnya. Jangankan Siswi sekolah yang jadi pelampiasanku soal sex, bahka guru guru yang masih muda dan cantik pokoknya yang penuh gairah juga aku lakukan bermajinasi dengannya, dan semua kejadian diatas aku rangkum dengan hubungan sex sama salah satu siswi yang cantik namanya Rani.
Tapi tidak seperti biasanya, nafsu tidak bergejolak, hanya biasa-biasa saja. Malah, yang ada aku justru jatuh cinta sama dia. Dan kayaknya sih dia juga. Tidak hanya itu, anak-anak juga sering meledek ataupun mencomblangkan aku sama dia.

- Pada awalnya saat aku melihat tingkah laku dan ekspresi wajahnya, aku menilai dia sebagai cewek yang bukan nafsu besar. Rani memang tidak sexy, badannya tidak berisi-berisi banget. Pantatnya juga tidak bahenol. Dadanya juga mungkin kurang sedikit dari 34.
 Tapi kulit putihnya, pahanya yang sering kelihatan dan leher seragamnya yang suka kendor membuat nafsuku jadi lama-lama bergejolak. Model rambutnya sangat kusuka. Ikal, belah tengah agak ke pinggir, dan berwarna hitam kebiruan/blue black.
 Tapi, pikiranku tertutup oleh Ja-Im (jaga image) di depan dia, dan berpikir nanti saja kalau sudah jadian saja baru bisa ngapa-ngapain. Suatu hari, aku menjalankan niat nekatku seperti biasa. Pertama aku bersembunyi di WC kamar mandi cewek.

- Aku tahu pada hari itu cewek-cewek cheer mau gladi resik, jadi sekalian memakai seragam lomba yang tentunya sedikit terbuka (sudah gitu ditambah pula cewek-ceweknya sexy-sexy lagi). Yang kulihat waktu itu adalah beragam model celana dalam yang beberapa menyelip di belahan pantat, mulai dari yang putih polos, polkadot, biru, dan lain-lain.
Barang yang di bawah segera berdiri tegak, dan aku mencoba membuka retsleting perlahan. Setelah beberapa saat aku mulai onani, tiba-tiba ada cewek yang masuk ke WC, lalu ngobrol-ngobrol sama cewek-cewek cheers itu.
Dan ketika kulihat sepatunya, ternyata Rani. Dia lalu sedikit membetulkan rok abu-abunya, kemudian mengangkat kedua kakinya bergantian ke tembok untuk membetulkan tali sepatu. Saat itu kulihat jelas paha mulusnya yang putih bersih.

- Betapa kencangnya tititku waktu itu. Tapi sebelum aku bisa mengeluarkan spermaku, cewek-cewek sudah pergi semua. Akhirnya aku mengambil tempat lainnya itu dari kelas. Aku mengintip dan melanjutkan onani sambil duduk di kursi dekat jendela.
 Fuuhhh.., cheers itu sexy-sexy sekali. Tidak lama, tiba-tiba ada seseorang yang lewat di depan kelasku yang sepertinya adalah cewek. Tiba-tiba lagi, belum sempat aku membetulkan celana, cewek tersebut masuk kelasku.
 Ternyata si Rani..! Kagetku tidak dapat dideskripsikan dengan kata-kata ataupun tulisan dengan bahasa apapun.

- Maluku juga bernasib sama. Cat merah pun mungkin masih kalah merah dibanding wajahku. Rani lalu setengah berteriak.

" Yaampuuunnn.., si Arifff.. ngapain kamuuu..?" (Rani kalau ngomong denganku pakai aku-kamu). Rani melihatku dengan setengah senyum malu-malu.

- Bibirnya yang tersenyum dia tutupi dengan kedua telapak tangannya seperti orang menyembah. Dengan terbata-bata aku berbicara,

" Eehh.., Ran.., ini…" Dia langsung memotong omongan gagapku itu, kembali dengan ekspresi senyuman,
" Hahaa.., dasar..! Sini dong bantuin nyariin buku LKS-LKS yang ketinggalan…"

- Sejenak aku justru bingung. Rani yang sudah melihatku setengah bugil bawah kok biasa-biasa saja, dan malah minta tolong mencarikan buku lagi..? Pikirku, ya sudahlah.., semoga saja dia tidak ’ember’ (cerita-cerita sama orang lain).
 Dengan pura-pura tidak ada apa-apa, aku langsung menghampirinya dan membuka serta mencari-cari di lemari kelas. Rani berdiri di dekatku sambil membungkuk. Waktu aku sedang mencari-cari buku, aku menyadari kalau Rani memperhatikan aku.

- Saat kulihati dia, dan kutanya.

" Kenapa, Ran..?", dia hanya menjawab,
" Ehem.., Ooh.., enggaaak…" dengan nada manja. Lalu sekilas kulihat leher seragamnya agak turun, sehingga buah dadanya yang terbalut bra terlihat.

- Memang sih tidak besar dan tidak kecil, tapi dapat membuat nafsuku bangkit. Lalu kuteruskan lagi mencari buku-bukunya. Tahu-tahu, Rani mendekatkan wajahnya ke pipi kananku, dan menciumnya lembut.
Akibatnya, bulu kudukku jadi merinding. Apalagi ditambah ciuman Rani merambat sampai ke daerah kuping.
 Aku setengah berbisik, 'Ran..,' dia malah meneruskan ciumannya ke bibirku. Tanpa pikir panjang, kuterima dan kubalas ciumannya. Tidak mau kalah. Rani lalu melingkari kedua tangannya di leherku. Aku pun memeluk badan pinggangnya sambil sekali-sekali kuelus pantatnya.
 Rani memulai ciuman lidahnya. Kubalas lagi, kutabrak-tabrakkan lidahnya di dalam mulutku itu dengan lidahku. Ternyata diam-diam Rani nafsuan juga. Aku mencoba menyelipkan salah satu tanganku ke balik kemeja seragamnya yang sudah keluar.

- Punggungnya benar-benar enak dielus. Ciumanku sudah lumayan lama. Rani nampak menikmati mengulum-ngulum lidahku. Kemudian, Rani membuka kemejanya sendiri dan kemejaku juga. Untung saja waktu itu aku kebetulan tidak memakai kaos dalam, jadi tidak terlalu repot-repot.
 Rani lalu mencopot bra-nya, modelnya yang tidak memakai tali. Saat sepintas kulihat, payudaranya nampak kencang dan sedikit membesar, mungkin ereksinya cewek. Apalagi saat kuraba-raba, terasa sekali betapa kencangnya payudara Rani.
 Putingnya berwarna merah muda. Masih dalam posisi berdiri, kuturunkan kepalaku dan kuelus payudara indahnya itu dengan lidahku. Sekelilingnya kubasahi dan kujilati kembali. Rani menikmati jilatan lidahku ke payudaranya.Cerita Sex Terbaru

- Ia meresponnya dengan, “Aahhh.., uughhh..,” dan dengan sedikit jambakan ke rambutku. Tidak berapa lama setelah menghisap ‘pepaya bangkok’, Rani menuntunku untuk duduk di kursi, dan dia melucuti celana abu-abu dan celana dalamku.

- Rani ingin 'spongky-spongky' (oral seks/alias jilat titit). Sebelum mulai, Rani sempat mengocok-ngocok sedikit sambil mendesah.

" Aghh.., ahh..," Kini aku tahu bagaimana rasanya apa yang banyak orang bilang seperti terkena getaran atau sengatan listrik.

- Barangku langsung ereksi sekeras-kerasnya. Rani mulai pelan-pelan memasukkan tititku ke mulutnya, agak malu-malu. Saat bibirnya mengenai ujung Tititku itu, aku langsung refleks mendongak ke atas, kedua tanganku mencengkeram pinggir meja dan kursi dengan keras.
 Namun, setelah beberapa lama Rani naik turun menghisapi tititku, sudah mulai biasa. Ternyata nikmat sekali. Rani juga sekali-sekali menjilati sekeliling tititku, dan kemudian lanjut menghisap. Saat itu mungkin itulah ereksi terbesar dan terkerasku selama ini, dan juga mungkin terpanjang.
 Rani memegang pangkal batang tititku dengan keras. Rani yang kadang mengelus bulu testisku dan menjilatinya membuatku sangat geli namun bukan geli untuk tertawa, melainkan geli nikmat. Selama kegiatan sex itu, aku dan Rani tidak mengeluarkan dialog apa-apa kecuali hanya mendesah,

" Aghg.. ehhh…" dan desahan-desahan lainnya. Tidak lama kemudian, Rani tidak mendudukiku, tapi ia justru berjongkok dan mulai meng-onani-kan aku. Sejenak aku berpikir mungkin ia belum mau perawannya hilang.

- Tetap saja pada akhirnya aku tidak perduli. Aku menerima kocokannya yang ternyata lebih enak daripada kocokanku sendiri.
 Apalagi bila kocokan tangannya mengenai pangkal kepala tititku, wuiihhh.., mungkin seperti listrik ratusan volt. Mungkin karena nafsuku yang sangat besar, orgasme-ku sedikit lagi tercapai.
 Aku langsung menyuruh Rani bersiap-siap, meskipun untuk ngomong pun susah karena desahan.

" Ran.., ehh… hhh… bentar lagi.." Rani tidak menjawab. Namun dia sudah siap membuka rongga mulutnya di depan kemaluanku.
" Lalu, Crooottt..!" akhirnya aku ejakulasi. Setelah beberapa semprotan, aku sempat berhenti beberapa detik, dan kuangkat badan Rani.

- Aku bermaksud untuk menyiram spermaku tidak hanya di wajahnya saja, namun di payudaranya juga (seperti di film-film biru).
 Akhirnya setelah kutahan, kuteruskan siraman air maniku itu ke dadanya, meskipun tinggal beberapa semprotan. Rani kemudian terdiam sejenak.
 Dia menghempaskan kelelahannya. Sambil melihati dadanya yang tersiram mani, ia juga mengelap wajahnya yang lebih penuh dengan cairan hangat putih kental dengan telapak tangannya. Rani lalu berkata,

" Iiihh.., Arif banyak amat siihh..!" sambil tersenyum. Kemudian ia mengambil handuk kecil yang sering ia bawa dari tasnya, dan lanjut membersihkan maniku lagi.

- Setelah itu, ia yang masih telanjang bulat menduduki pahaku sambil melingkari tangannya di leherku. Lalu ia berkata.

" Arif.., yang ini (sambil menunjuk ke selangkangangannya) jangan dulu yah.., kalo mau kayak tadi aja.."

- Aku langsung mengerti maksudnya dengan mengangguk sambil tersenyum. Kemudian, setelah ia memelukku dengan erat, ia menyuruh supaya segera berpakaian.

" Arif.., ayo beres-beres, pakean lagi.., nanti tau-tau ada guru atau petugas sekolah looo..!" Aku dan Rani segera berpakaian dan keluar kelas dengan hati-hati setelah mengambil LKS yang dia cari tadi, dan memasang tampang biasa-biasa supaya tidak dicurigai.

- Malamnya, akhirnya aku dan Rani resmi jadian. Lumayan aneh kan, terbalik, jadian setelah bercinta duluan. Sejak itu hingga sekarang, aku tidak pernah lagi mengintip dan onani melihat cewek cheers, di WC cewek ataupun guru-guru wanita.- *****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Senin, 12 September 2016

OM KU YANG PERKASA DAN NAFSUKU

Image result for cerita mesum tukar pasangan

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Om Ku Yang Perkasa Dan Nafsuku - Begitu perkasanya Om ku malam itu. Aku disetubuhinya habis-habisan hingga aku mencapai puncak kepuasan yang sangat aku inginkan. Aku sangat mendambakan seseorang yang sangat bisa memuaskan aku, karena nafsuku yang besar. Sebut saja namaku Astrid, aku memiliki tubuh yang sangat bahenol dan semok. Namun aku juga memilki nafsu yang sangat besar, sekali aku diberi sentuhan, aku pasti langsung menggila dengan perlakuan Sex ku dengan lawan seranjangku. Namun sampai saat ini aku hanya mendapatkan yang biasa-biasa saja dan belum bisa memuaskan nafsuku hingga akhirnya Om ku lah yang mampu memberikan semua yang aku dambakan.




Cerita Dewasa - Om Ku Yang Perkasa Dan Nafsuku | Aku tinggal dirumah Om ku sudah lumayan lama, karena kedua orang tuaku diluar negri, jadi aku dititipkan kepada Om dan Tanteku. Selama tinggal dirumah Om ku, aku mengetahui kalau om dan tante sering bertengkar, dan jika sudah bertengkar mereka berdua saling pergi sendiri-sendiri dan tak lagi saling menyapa. Itu merupakan hal biasa yang aku lihat sehari-hari. Dengan om dan tanteku yang sering tidak dirumah, aku menjadi sangat bebas, dan pergaulanku juga yang bebas membuatku semakin Binal. Aku sering dugem dan pulang hingga dini hari, kalau om dan tanteku keluar kota aku juga sering membawa teman cowoku kerumah untuk memuaskan nafsu Sex ku yang membara tanpa sepengetahuan om dan tanteku.

- Waktu itu pagi hari aku mendengar om dan tanteku bertengkar hebat, hingga akhirnya mereka berdua pergi dan sunyilah rumah yang selalu dihiasi dengan pertengkaran itu. Setelah aku selesai beres-beres, kemudian aku pun berangkat kuliah dengan mobil yang diberikan oleh Om ku. Setelah perkuliahan selesai aku pun tak langsung pulang karena dirumah pasti juga sepi gak ada orang karena pertengkaran om dan tante tadi pagi. Aku pun nongkrong dicafe dengan teman-temanku hingga akhirnya setelah aku dan teman-teman merasa bosan menujulah aku kesebuah tempat dugem. Suasana ramai dugem membuatku tenang hingga akhirnya aku minum alcohol, namun belum sampai aku mabok aku merasa ada yang mengganjal dan aku putuskan
untuk pulang.
Sesampai dirumah, suasana sangat sepi sekali. Aku menduga kalau om dan tante pasti gak pulang. Aku merasa sangat haus sekali lalu Menujulah aku kebelakang untuk mengambil minuman yang ada dikulkas. Namun saat aku membungkuk aku sangat dikagetkan dengan kedatangan seseorang ku yang tiba-tiba langsung memelukku dari belakang. Setelah aku menengok kebelakang ternyata Om ku yang memelukku, aku gak tau dari mana datangnya dan.

" Kamu dari mana Trid".
" Dugem sama teman-teman om", jawabku.
" Kamu minum alkohol ya, kecium dari bau mulutmu. Kamu nge drug ya juga ya Trid", kata om lagi sambil tetap memelukku dan mengajak aku duduk,
" Duduk yuk". Dia menyalakan lampu disebelah sofa, sehingga ruang menjadi lebih terang.
" Enggak sampe pake obat kok om, cuma kebanyakan minum", jawabku. Saat itu aku pake pakaian dugemku, tank top ketat dan celana super pendek. Belahan tanktop ku rendah sehingga toketku selalu mau loncat keluar kalo aku membungkuk. aku duduk disebelah om sambil menuangkan air dingin ke gelas sambil menawarinya.
" Om mau minum?" Dia diam saja, matanya menelusuri toket dan pahaku. Aku juga bisa mencium bau alkohol dinapasnya, ternyata om baru minum bir, karena dimeja dekat sofa tergeletak beberapa kaleng bir kosong.
" Om minum juga, ngilangin stres ya om", kataku. Dia diam saja, tangannya memelukku.
" Dugemnya dilanjutin sama om yuk", katanya sambil mencium pipiku.

- Aku memberontak, tapi dia mempererat peukannya, aku tenggelam dipelukannya. Dia mulai menciumi leherku, daerah yang paling sensitif di tubuhku. Aku mulai menggeliat akibat ciumannya. Tiba2 dia melepaskan pelukannya, mukaku dihadapkan ke wajahnya dan dia langsung mencium bibirku. Kembali tangan satunya segera memelukku dan tangan lainyya menyambar toketku dan diremas2nya pelan. Aku menggeliat2, napsuku langsung naik, apalagi aku masih berada dalam pengaruh ringan alkohol, 'Om…'. Lupa bahwa yang memelukku adalam suami tanteku.
Tubuhnya bergeser merapat, bibirku terus dilumatnya. Aku mengulum bibirnya yang tebal dan ketebalan bibirnya memenuhi mulutku. Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah dimulutku, kurasakan tangan besarnya menyelusup kedalam tank topku dan meremas toketku yang masih terbungkus bra. Toketku ternyata tercakup seluruhnya dalam tangannya. Dan aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Bibirnya mulai
meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan tank topku, leherku dikecup, dijilat kadang digigit t. Sambil tangannya terus meremas-remas toketku.
Kemudian tangannya menjalar ke punggungku dan melepas kaitan bra ku sehingga toketku bebas dari penutup. Bibirnya menelusuri pentil kiriku, disentuh dengan lidahnya dan dihisap.

- Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. Memekku yang pasti sudah basah sekali. Lama hal itu dilakukannya sampai akhirnya dia kemudian membuka ristsluiting celana pendekku dan menarik celanaku ke bawah,
Tinggalah celana dalam miniku ku yang tipis yang memperlihatkan jembutku yang lebat, saking lebatnya jembutku muncul di kiri kanan dan dibagian atas dari cd mini itu.
Jembutku lebih terlihat jelas karena celana dalam ku sudah basah oleh cairan Memekku yang sudah banjir. Dibelainya celah Memekku dengan perlahan. Sesekali jarinya menyentuh itilku karena ketika dielus pahaku otomatis mengangkang agar dia bisa mengakses daerah Memekku dengan leluasa. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian celana dalam ku yang sudah basah itu dilepaskannya. Aku mengangkat pantatku agar dia bisa melepas cdku. Telanjanglah aku dihadapan nya. Jarinya mulai sengaja memainkan itilku. Dan akhirnya jari besar itu masuk ke dalam Memekku.
Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke Memekku. Kali ini diciumnya jembutku yang lebat dan aku rasakan bibir Memekku dibuka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali Memekku dibuat mainan bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku, namun yang membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir Memekku
sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan Memekku. Hanya dalam beberapa menit aku benar-benar tak tahan. Dan aku mengejang, dengan sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya yang mulai menampakkan ubannya. Hebat om, hanya dengan bibir dan lidahnya saja aku sudah nyampe. Dia terus mencumbu Memekku, rasanya belum puas dia memainkan Memekku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat.

" Om, Astrid sudah pengen dientot." kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar. Dia pun bangkit, mengangkat badanku yang sudah lemes dan
dibawanya ke kamarnya.

- Di kamar, aku dibaringkan di tempat tidur ukuran besar dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut melihat Penisnya yang besar dan panjang nongol dari bagian atas celana dalamnya sampai hampir menyentuh pusernya, gak kebayang ada sebesar dan sepanjang Penisnya. Kemudian dia juga melepas celana dalamnya. Sementara itu aku dengan
berdebar terbaring menunggu, Penisnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar Memekku menunggu masuknya Penis extra gede
itu.
Aku pejamkan mata. Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir Memekku mulai tersentuh ujung Penisnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir Memekku terdesak menyamping. Terdesak Penis besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang Memekku dimasuki Penisnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk Penisnya. Aku mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya.

- Terus.. Terus.. Akhirnya ujung Penis itu menyentuh bagian dalam Memekku, maka secara refleks kurapatkan pahaku. Sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku. Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku.
Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada Penis besar yang mulai dientotkan halus dan pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan Penis besar itu.

- Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa aku semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku makin kuat. Dengan tusukan Penisnya yang agak kuat dan dipepetnya itilku dengan menggoyang goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya.
Memekku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar nikmat. Ohh, aku benar benar menerima kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan.

" Om, Astrid nyampe om". Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku.

- Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Telah dua kali aku nyampe dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang basah keringat.
Kubuka mataku, dia tersenyum dan menciumku lembut sekali, tak henti hentinya toketku diremas-remas pelan.
Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas toketku lebih kuat. Napsuku naik lagi dengan cepat, saat kembali dia memainkan Penisnya semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras lagi. Dia terus memainkan Penisnya dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram
lenganku dan satunya menekan toketku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam Memekku, menyembur berulang kali.

- Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi Memekku, hangat sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat.
Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku sambil mencium wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku.

" Trid, kamu luar biasa, Memekmu peret dan nikmat sekali", pujinya sambil membelai toketku.
" Om juga hebat. Bisa membuat Astrid nyampe beberapa kali, dan baru kali ini Astrid merasakan Penis raksasa".
" Jadi kamu suka dengan Penisku?" godanya sambil menggerakkan Penisnya dan membelai belai wajahku.
" Ya om, Penis om nikmat, besar, panjang dan keras banget" jawabku jujur.

- Dia memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung mencabut Penisnya, tapi malah mengajak mengobrol sembari Penisnya makin mengecil. Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan pejunya yang bercampur dengan cairan Memekku mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan Penis yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku lembut sekali. Benar benar aku terbuai dengan perlakuannya. Dia kemudian memutar lagu classic sehingga tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar- benar aku terpuaskan.
Menjelang siang, aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yang mengganjal Memekku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahaku, mungkin saking
banyaknya dia mengecretkan pejunya di dalam Memekku. Dalam bathtub yang berisi air hangat, aku duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Dia memelukku sangat erat hingga dadanya menekan toketku.

- Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yang dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat tersenggol2 Penisnya. Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali. Aku di tariknya sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap- usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia mengusap- usap pantatku dan diremasnya. Penisnya pun mulai ngaceng ketika menyentuh Memekku. Terasa bibir luar Memekku bergesekan dengan Penisnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan Memekku.

" Om nakal", desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.

- Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari Memekku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir Memekku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar Memekku diusap-usap. Dia berulang
kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas.

" Aarrgghh.. Sstt.. Sstt.." rintihku berulang kali. Lalu aku bangkit dari pangkuannya.

- Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di Memekku. Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas bersamaan. Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku.

" Om, lama amat menyabuninya" rintihku sambil menggeliatkan pinggulku.

- Aku merasakan Penisnya semakin keras dan besar. Hal itu dapat kurasakan karena Penisnya makin dalam terselip dipantatku. Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas bijinya dengan gemas. Dia menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku. Sesaat dia mengusap usap jembut lebatku, lalu mengusap Memekku berulang kali. Jari tengahnya terselip
di antara kedua bibir luar Memekku. Dia mengusap berulang kali. Itilku pun menjadi sasaran sapannya.

" Aarrgghh..!" rintihku ketika merasakan Penisnya makin kuat menekan pantatku.

- Aku merasa lendir membanjiri Memekku. Aku jongkok agar Memekku terendam ke dalam air.
Kubersihkan celah diantara bibir Memekku dengan mengusapkan 2 jariku. Ketika menengadah kulihat Penisnya telah berada persis didepanku. Penisnya telah ngaceng berat.

" Om, kuat banget sih, baru ngecret di Memek Astrid sekarang sudah ngaceng lagi", kataku sambil meremas Penisnya, lalu kuarahkan ke mulutku.

- Kukecup ujung kepala Penisnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati kepala Penisnya. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya. Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala Penisnya ke celah di antara bibir Memekku.

" Argh!" rintihku. Dia menarik Penisnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar Memekku ikut terdorong bersama Penisnya. Perlahan-lahan menarik kembali Penisnya sambil berkata
" Enak Trid".
" Enaak banget om", jawabku!” Dia mengenjotkan Penisnya dengan cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas toketku.
" Aarrgghh..!" rintihku ketika kurasakan Penisnya kembali menghunjam Memekku.

- Aku terpaksa berjinjit karena Penis itu terasa seolah membelah Memekku karena besarnya.
Terasa Memekku sesek kemasukan Penis besar dan panjang itu. Kedua tangannya dengan erat mememegang pinggulku dan dia memainkan Penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras.
Terdengar 'cepak-cepak' setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku.

" Aarrgghh.., aarrgghh..! Om, Astrid nyampe..!" Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.

- Rupanya dia juga tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi.

" Aarrgghh.., Trid", kata nya sambil menghunjamkan Penisnya sedalam-dalamnya.
" Om.., ssh " kataku karena berulangkali merasa tembakan pejunya diMemekku.
" Aarrgghh.., Trid, enaknya!" bisiknya.
" Om, ssh! Nikmat sekali ya dientot om", jawabku karena nikmatnya nyampe.

- Dia masih mencengkeram pantatku sementara Penisnya masih nancep diMemekku. Beberapa saat kami diam di tempat dengan Penisnya yang masih menancap di Memekku. Kemudian dia membimbingku ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat. Akhirnya terasa juga perut lapar yang sudah minta diisi.
Setelah selesai dia keluar duluan, sedang aku masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi.
Ternyata dia sudah menyiapkan makanan berupa roti dan isinya serta piza yang mungkin dibelinya kemarin. Teh celup dan kopi intant serta creamernya menjadi pilihan minumannya.
Pizanya masih hangat, karena baru dipanaskan sebentar dengan microwave oven. Aku dipersilakan minum dan makan sambil mengobrol, makan dan diiringi lagu lembut. Setelah aku makan, dia lalu memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Terasa kecil sekali tubuhku. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Akhirnya setelah selesai makan,
diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya.

- Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas-remas toketku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak mengeras. Langsung aku bangkit. Aku bersimpuh di depannya dan ternyata Penisnya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras.
Kepala Penisnya sudah mulai sedikit mencuat keluar dari kulupnya lalu ku raih, ku belai dan kulupnya kututupkan lagi. Aku suka melihatnya dan sebelum penuh ngacengnya langsung aku kulum Penisnya. Aku memainkan kulup Penis yang tebal dengan lidahku.

- Kutarik kulup ke ujung, membuat kepala Penisnya tertutup kulupnya dan segera kukulum, kumainkan kulupnya dengan lidahku dan kuselipkan lidahku ke dalam kulupnya sambil lidahku berputar masuk di antara kulup dan kepala Penisnya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya Penisnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.

" Om hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk om", kataku yang juga sudah terangsang.

- Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke tempat tidur. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, dibukanya kakiku dan dia langsung menelungkup di antara pahaku.

" Aku suka melihat Memek kamu Trid" ujarnya sambil membelai jembut jembutku yang lebat.
" Mengapa?"
" Sebab jembutmu lebat dan cewek yang jembutnya lebat napsunya besar, kalau dientot jadi binal seperti kamu, juga tebal bibirnya".

- Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir Memekku. Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka Memekku dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir Memekku, aku
makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan dari Memekku. Dia terus memainkan Memekku seolah tak puas-puas memperhatikan Memekku, kadang kadang disentuh sedikit itilku, membuat aku penasaran.

- Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat aku mengangkat pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang Memekku yang sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk Memekku, dan saat dihisapnya itilku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku,
benar benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak.

" Aauuhh!!". Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi.
" Ayo dong om, Astrid pingin dientot lagi" ujarku.

_ Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan Penis gedenya ke arah Memekku. Aku masih sempat melirik saat dia memegang Penisnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir Memekku. Kembali aku berdebar karena berharap. Dan saat kepala Penisnya telah menyentuh di antara bibir Memekku, aku menahan nafas untuk menikmatinya.
Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala Penisnya mulai menyelinap di antara bibir Memekku dan menyelusup lubang Memekku hingga aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia mulai mencium bibirku. Makin kedalam.. Oh, nikmat sekali.

Kurapatkan pahaku supaya Penisnya tidak terlalu masuk ke dalam. Dia langsung menjepit kedua pahaku hingga terasa sekali Penisnya menekan dinding Memekku. Penisnya semakin masuk. Belum semuanya masuk, dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas. Beberapa kali dilakukannya sampai akhirnya aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan memainnya hingga aku kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku.

- Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak. Tak tahan aku berteriak, terus dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku
bercucuran. Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku tidak menyesal ngentot dengannya, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam main, dia dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.
Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan Penisnya. Kali ini aku ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus
menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang toketku setiap kali bergeseran mengenai pentilku. Dan Penisnya dipompakan dengan cepat sekali, bibirnya menjelajah leher dan bibirku.

- Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yang mulai menggapai apa saja yang kudapat. Dia makin meningkatkan cumbuannya dan memompakan Penisnya makin cepat. Gesekan di dinding Memekku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali
ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh Penis Penisnya serta digoyang- goyang untuk meningkatkan rangsangan di itilku.

- Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali. Kali ini terasa lain, tidak liar seperti tadi. Puncak kenikmatan ini terara nyaman dan romantis sekali, tapi tiba tiba dia dengan cepat memain lagi. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku. Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan.
Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.

- Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya. Dengan sisa tenagaku aku keluarkan Penisnya dari Memekku. Dan kuraih Penisnya. Tanpa pikir panjang, Penis yang masih berlumuran cairan Memekku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup
di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali Memekku yang berlumuran cairan jadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian Penisnya.

- Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku nyampe. Dihisapnya itilku sambil ujung lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan kurapatkan pinggulku agar bibir Memekku merapat ke bibirnya. Ingin ku berteriak tapi tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit agak kuat Penisnya dan kucengkeram kuat dengan tanganku saat aku masih menikmati orgasme.

" Trid, aku mau ngecret, di dalam Memekmu ya", katanya sambil menelentangkan aku.
" Ya, om", jawabku.

- Dia menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, Penisnya yang besar sudah kembali menyesaki Memekku. Dia langsung memain Penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga Penisnya nancap semuanya ke dalam Memekku dan akhirnya crot .. crot ..crot, pejunya ngecret dalam beberapa kali semburan kuat. Herannya, ngecretnya yang ketiga masih
saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa staminanya. Dia menelungkup diatasku sambil memelukku erat2.

" Trid, nikmat sekali ngentot sama kamu, Memek kamu kuat sekali cengkeramannya ke Penisku", bisiknya di telingaku.
" Ya om, Astrid juga nikmat sekali, tentu saja cengkraman Memek Astrid terasa kuat karena Penis om kan gede banget"
" Rasanya sesek deh Memek Astrid kalau om neken Penisnya masuk semua. Kalau ada kesempatan, Astrid dientot lagi ya om", jawabku
" Ya sayang", lalu bibirku diciumnya dengan mesra.- *****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

148 SAPI DAN 85 KAMBING DI SEMBELIH JAJARAN POLDA SUMUT

Image result for merayakan penyembelihan hewan kurban polda sumut

POKER ONLINE TERBAIK | Sebanyak 148 ekor sapi dan 85 ekor kambing disembeli oleh jajaran Polda Sumut pada Idul Adha kali ini. Total hewan kurban tersebut adalah sumbangan Kapolda, Wakapolda, Polresta Medan dan anggota Polres se-Sumatera Utara.

" Ketua panitia kurban Polda Sumut yakni, "Kombes Wibowo Nugroho" mengatakan, hewan kurban tersebut rencananya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan serta kepada anggota di jajaran Polda Sumut.

" Kami sudah membagikan 1.600 kupon kepada masyarakat sekitar Polda Sumut dan para personil," katanya, Senin (12-09-2016).

" Menurutnya, Polda Sumut juga membagikan daging kurban untuk para penghuni panti asuhan. Pihaknya telah membagikan kupon kepada enam panti asuhan yang tersebar di kota Medan dan sekitarnya.

" Kami juga mengundang pengurus panti asuhan. Kita undang enam panti asuhan," tuturnya.

" Penyembelihan hewan dilakukan di lahan kosong di sampung Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut. Kegiatan penyembelihan hewan dihadiri Ibu Ning Budi Winarso dan pejabat utama Polda Sumut.

Sabtu, 10 September 2016

FOTO SEXY WANITA PSK ONLINE

foto sex Cewek Bispak, foto sex 2016, telanjang tubuh Cewek Bispak hot, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Cewek Bispak, foto memek Cewek Bispak, foto Cewek Bispak girang, foto sex toket Cewek Bispak, foto cewek Cewek Bispak, foto sex artis, foto bugil indo Cewek Bispak

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Foto Sexy Wanita Psk Online -  Sebut saja namaku Wawan, seorang bujangan berumur 28 tahun yang saat dikenal dengan PSK Online cewek ini tubuh yang seksi dan ramping berfoto ria di depan cermin sedang menganakan celana dalam dan BHnya dan ada satu foto yang menggigit kemasan kondom bermerk Durex, yuk kita lihat wajahnya bersama sama.



foto sex Cewek Bispak, foto sex 2016, telanjang tubuh Cewek Bispak hot, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Cewek Bispak, foto memek Cewek Bispak, foto Cewek Bispak girang, foto sex toket Cewek Bispak, foto cewek Cewek Bispak, foto sex artis, foto bugil indo Cewek Bispak

foto sex Cewek Bispak, foto sex 2016, telanjang tubuh Cewek Bispak hot, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Cewek Bispak, foto memek Cewek Bispak, foto Cewek Bispak girang, foto sex toket Cewek Bispak, foto cewek Cewek Bispak, foto sex artis, foto bugil indo Cewek Bispak

foto sex Cewek Bispak, foto sex 2016, telanjang tubuh Cewek Bispak hot, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Cewek Bispak, foto memek Cewek Bispak, foto Cewek Bispak girang, foto sex toket Cewek Bispak, foto cewek Cewek Bispak, foto sex artis, foto bugil indo Cewek Bispak

foto sex Cewek Bispak, foto sex 2016, telanjang tubuh Cewek Bispak hot, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Cewek Bispak, foto memek Cewek Bispak, foto Cewek Bispak girang, foto sex toket Cewek Bispak, foto cewek Cewek Bispak, foto sex artis, foto bugil indo Cewek Bispak

foto sex Cewek Bispak, foto sex 2016, telanjang tubuh Cewek Bispak hot, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Cewek Bispak, foto memek Cewek Bispak, foto Cewek Bispak girang, foto sex toket Cewek Bispak, foto cewek Cewek Bispak, foto sex artis, foto bugil indo Cewek Bispak

foto sex Cewek Bispak, foto sex 2016, telanjang tubuh Cewek Bispak hot, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Cewek Bispak, foto memek Cewek Bispak, foto Cewek Bispak girang, foto sex toket Cewek Bispak, foto cewek Cewek Bispak, foto sex artis, foto bugil indo Cewek Bispak

foto sex Cewek Bispak, foto sex 2016, telanjang tubuh Cewek Bispak hot, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Cewek Bispak, foto memek Cewek Bispak, foto Cewek Bispak girang, foto sex toket Cewek Bispak, foto cewek Cewek Bispak, foto sex artis, foto bugil indo Cewek Bispak

foto sex Cewek Bispak, foto sex 2016, telanjang tubuh Cewek Bispak hot, kumppulan foto hot terbaru, foto bugil Cewek Bispak, foto memek Cewek Bispak, foto Cewek Bispak girang, foto sex toket Cewek Bispak, foto cewek Cewek Bispak, foto sex artis, foto bugil indo Cewek Bispak