Selasa, 29 November 2016

Luar Biasa Nikmatnya

www.ubcpk.net/8
CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Luar Biasa Nikmatnya - Waktu itu Ronal yang masih duduk di perkuliahan mempunyai teman akrab namanya Ghina di aberasal dari Sumatera dan katanya dia masih menumpang di rumah tantenya, kebetulan hobi kitra sama yaitu naik gunung pecinta alam kita sering bersama kadang aku juga maen kerumahnya, dan bisa lebih karena aku juga naksir dengan adik sepupunya namanya Lusi.
 Lusi adalah anak dari tante yang rumahnya ditumpangi oleh Ghina, walaupun aku sudah akrab dengan keluarganya tante tapi aku tak langsung pacari si Lusi, tapi selama perjalanan waktu sudah berubah dimana ayah Lusi yang wakil rakyat meninggal dunia...

CERITA DEWASA - Luar Biasa Nikmatnya | Baiklah, ceritaku begini. Jadi Sekarang Ibunya yang mengurus semua perusahaan yang dikendalaikan ayah Lusi, Harapanku untuk memacari Lusi tetap ada, walaupun saat aku berkunjung kerumahnya jarang bertemu langsung dengan Lusi, malah Ibunya yang namanya Ita menemaniku, karena kesibukannya Lusi yang di Jakarta sedang belajar di sekolah presenter stasiun TV swasta.
 Tapi sebenarnya kalau mau jujur Lusi masih kalah dengan ibunya. Bu Ita lebih cantik.,kulitnya lebih putih bersih, dewasa dan tenang pembawaannya. Sementara Lusi agak sawo matang, nurun ayahnya kali? Seandainya Lusi seperti ibunya: tenang pembawaannya, keibuan dan penuh perhatian, baik juga.
 Sekarang, di rumah yang cukup mewah itu hanya ada bu Ita dan seorang pembantu. Ghina sudah tidak di situ, sementara Lusi sekolah di ibukota, paling-paling seminggu pulang. Akhirnya saya di suruh bu Ita untuk membantu sebagai karyawan tidak tetap mengelola perusahaannya. Untungnya saya memiliki kemampuan di bidang komputer dan manajemennya, yang saya tekuni sejak SMA.

- Setelah mengetahui manajemen perusahaan bu Ita lalu saya menawari program akuntansi dan keuangan dengan komputer, dan bu Ita setuju bahkan senang. Merencanakan kalkulasi biaya proyek yang ditangani perusahaannya, dsb.
 Saya menyukai pekerjaan ini. Yang jelas bisa menambah uang saku saya, bisa untuk membantu kuliah, yang saat itu baru semester dua. Bu Ita memberi honor lebih dari cukup menurut ukuran saya. Pegawai bu Ita ada tiga cewek di kantor, tambah saya, belum termasuk di lapangan.
 Saya sering bekerja setelah kuliah, sore hingga malam hari, datang menjelang pegawai yang lain pulang. Itupun kalau ada proyek yang harus dikerjakan. Part time begitu. Bagi saya ini hanya kerja sambilan tapi bisa menambah pengalaman.
 Karena hubungan kerja antara majikan dan pegawai, hubungan saya dengan bu Ita semakin akrab. Semula sih biasa saja, lambat-laun seperti sahabat, curhat, dan sebagainya.

- Aku sering dinasehati, bahkan saking akrabnya, bercanda, saya sering pegang tangannya, mencium tangan, tentu saja tanpa diketahui rekan kerja yang lain. Dan rupanya dia senang. Tapi aku tetap menjaga kesopanan.
 Pengalaman ini yang mendebarkan jantungku, betapapun dan siapapun bu Ita, dia mampu menggetarkan dadaku. Walaupun sudah cukup umur wanita ini tetap jelita. Saya kira siapapun orangnya pasti mengatakan orang ini cantik bahkan cantik sekali.
 Dasar pandai merawat tubuh, karena ada dana untuk itu, rajin fitnees, di rumah disediakan peralatannya. Kalau sedang fitnees memakai pakaian fitnees ketat sangat sedap dipandang. Ini sudah saya ketahui sejak saya SMA dulu, tapi karena saya kepingin mendekati Lusi, hal itu saya kesampingkan.
 Data-data pribadi bu Ita saya tahu betul karena sering mengerjakan biodata berkaitan dengan proyek-proyeknya. Tingginya 161 cm, usianya saat kisah ini terjadi 37 tahun, lima bulan dan berat badannya 52 kg. Cukup ideal.

- Pada suatu hari saya lembur, karena ada pekerjaan proyek dan paginya harus didaftarkan untuk diikutkan tender. Pukul 22.00 pekerjaan belum selesai, tapi aku agak terhibur bu Ita mau menemaniku, sambil mengecek pekerjaanku.
 Dia cukup teliti. Kalau kerja lembur begini ia malah sering bercanda. Bahkan kalau minumanku habis dia tidak segan-segan yang menuang kembali, aku malah menjadi kikuk. Dia tak enggan pegang tanganku, mencubit, namun aku tak berani membalas.
 Apalagi bila sedang mencubit dadaku aku sama sekali tidak akan membalas. Dan yang cukup surprise tanpa ragu memijit-pijit bahuku dari belakang.

" Capek ya..? Saya pijit, nih", katanya.

- Aku hanya tersenyum, dalam hati senang juga, dipijit janda cantik. Apalagi yang kurasakan dadanya, pasti teteknya menyenggol kepalaku bagian belakang, saya rasakan nyaman juga. Lama-lama pipiku sengaja saya pepetkan dengan tangannya yang mulus, dia diam saja.
 Dia membalas membelai-belai daguku, yang tanpa rambut itu. Aku menjadi cukup senang. Hampir pukul 23.00 baru selesai semua pekerjaan, saya membersihkan kantor dan masih dibantu bu Ita. Wah wanita ini betul-betul seorang pekerja keras, gumanku dalam hati.

- Saya bersiap-siap untuk pulang, tapi dibuatkan kopi, jadi kembali minum.

" Kamu sudah punya pacar Ron?"
" Belum Bu", jawabku
" Masa.., pasti kamu sudah punya. Cewek mana yang tak mau dengan cowok ganteng", katanya
" Belum Bu, sungguh kok", kataku lagi. Kami duduk bersebelahan di sofa ruang tengah, dengan penerangan yang agak redup. Entah siapa yang mendahului, kami berdua saling berpegangan tangan saling meremas lembut.

- Yang jelas semula saya sengaja menyenggol tangannya
 Mungkin karena terbawa suasana malam yang dingin dan suasana ruangan yang syahdu, dan terdengar suara mobil melintas di jalan raya serta sayup-sayup suara binatang malam, saya dan bu Ita hanyut terbawa oleh suasana romantis.
 Bu Ita yang malam itu memakai gaun warna hitam dan sedikit motif bunga ungu. Sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih.
 Wanita pengusaha ini makin mendekatkan tubuhnya ke arahku. Dalam kondisi yang baru aku alami ini aku menjadi sangat kikuk dan canggung, tapi anehnya nafasku makin memburu, kejar-kejaran dan bergelora seperti gemuruh ombak di Pelabuhan Ratu. Saya menjadi bergemetaran, dan tak mampu berbuat banyak, walau tanganku tetap memegang tangannya.

" Dingin ya Ron..?!", katanya sendu.

- Sementara tangan kiriku ditarik dan mendekap lengan kirinya yang memang tanpa lengan baju itu.

" Ya, Bu dingin sekali", jawabku.

- Terasa dingin, sementara tangannya juga merangkul pinggangku. Bau wewanginan semerbak di sekitar, aku duduk, menambah suasana romantis

" Kalau ketahuan Darti (pembantunya), gimana Bu?", kataku gemetar.
" Darti tidak akan masuk ke sini, pintunya terkunci", katanya.

- Saya menjadi aman. Lalu aku mencoba mengecup kening wanita lincah ini, dia tersenyum lalu dia menengadahkan wajahnya. Tanpa diajari atau diperintah oleh siapapun, kukecup bibir indahnya.
 Dia menyambut dengan senyuman, kami saling berciuman bibir saling melumat bibir, lidah kami bertemu berburu mencari kenikmatan di setiap sudut-sudut bibir dan rongga mulut masing-masing. Tangankupun mulai meraba-raba tubuh sintal bu Ita, diapun tidak kalah meraba-raba punggungku dan bahkan menyusup dibalik kaosku. Aku menjadi semakin terangsang dalam permainan yang indah ini.
 Sejenak jeda, kami saling berpandangan dia tersenyum manis bahkan amat manis, dibanding waktu-waktu sebelumnya.

- Kami berangkulan kembali, seolah-olah dua sejoli yang sedang mabuk asmara sedang bermesraan, padahal antara majikan dan pegawainya. Dia mulai mencumi leherku dan menggigit lembut semantara tanganku mulai meraba-raba tubuhnya, pertama pantatnya, kemudian menjalar ke pinggulnya.

" Sejak kamu kesini dengan Ghina dulu, saya sudah berpikir, Ganteng banget ini anak!, "katanya setengah berbisik.
" Ah ibu ada-ada saja", kataku mengelak walaupun saya senang mendapat sanjungan.
" Saya tidak merayu, sungguh", katanya lagi.

- Kami makin merangsek bercumbu, birahiku makin menanjak naik, dadaku semakin bergetar, demikian juga dada bu Ita. Diapun nampak bergetaran dan suaranya agak parau.
 Kemudian saya beranjak, berdiri dan menarik tangan bu Ita yang supaya ikut berdiri. Dalam posisi ini dia saya dekap dengan hangatnya. Hasrat kelakianku menjadi bertambah bangkit dan terasa seakan membelah celana yang saya pakai.

- Lalu saya bimbing dia ke kamarnya, bagai kerbau dicocok hidungnya bu Ita menurut saja. Kami berbaring bersama di spring bed, kembali kami bergumul saling berciuman dan becumbu.

" Gimana kalau saya tidur di sini saja, Bu", pintaku lirih.

_ Ia berpikir sejenak lalu mengangguk sambil tersenyum. Kemudian dia beranjak menuju lemari dan mengambil pakaian sambil menyodorkan kepada saya.

" Ini pakai punyaku", dia menyodorkan pakaian tidur.

- Lalu aku melorot celana panjangku dan kaos kemudian memakai kimononya.
 Aku menjadi terlena. Dalam dekapannya aku tertidur. Baru sekitar setengah jam saya terbangun lagi. Dalam kondisi begini, jelas aku susah tidur.
 Udara terasa dingin, saya mendekapnya makin kencang. Dia menyusupkan kaki kanannya di selakangan saya. Penisku makin bergerak-gerak, sementara cumbuan berlangsung, penisku semakin menjadi-jadi kencangnya, yang sesungguhnya sejak tadi di sofa.
 Aku berpikir kalau sudah begini bagaimana? Apakah saya lanjutkan atau diam saja? Lama aku berfikir untuk mengatakan tidak! Tapi tidak bisa ditutupi bahwa hasrat, nafsu birahiku kuat sekali yang mendorong melonjak-lonjak dalam dadaku bercampur aduk sampai kepada ubun-ubunku.

- Walaupun aku diamkan beberapa saat, tetap saja kejaran libido yang terasa lebih kuat. Memang saya sadar, wanita yang ada didekapanku adalah majikanku, tantenya Ghina, mamanya Lusi, tapi sebagai pria normal dan dewasa aku juga merasakan kenikmatan bibir dan rasa perasaan bu Ita sebagai wanita yang sintal, cantik dan mengagumkan.
 Sedikitnya aku sudah merasakan kehangatannya tubuhnya dan perasaannya, meski pengalaman ini baru pertama kali kualami.
 Aku tak kuasa berkeputusan, dalam kondisi seperti ini aku semakin bergemetaran, antara mengelak dan hasrat yang menggebu-gebu. Aku perhatikan wajahnya di bawah sorot lampu bed, sengaja saya lihat lama dari dekat, wajahnya memancarkan penyerahan sebagai wanita, di depan lelaki dewasa.

- Pelan-pelan tanganku menyusup di balik gaunnya, meraba pahanya dia mengeliat pelan, saya tidak tahu apakah dia tidur atau pura-pura tidur. Aku cium lembut bibirnya, dan dia menyambutnya. Berarti dia tidak tidur. Ku singkap gaun tidurnya kemudian kulepas, dia memakai beha warna putih dan cedenya juga putih.
 Aku menjadi tambah takjub melihat kemolekan tubuh bu Ita, putih dan indah banget. Ku raba-raba tubuhnya, dia mengeliat geli dan membuka matanya yang sayu. Jari-jari lentiknya menyusup ke balik baju tidur yang kupakai dan menarik talinya pada bagian perutku, lalu pakaianku terlepas. Kini akupun hanya pakai cede saja.

" Kamu ganteng banget, Ron, tinggi badanmu berapa, ya?", bisiknya. Saya tersenyum senang.
" Makasih. Ada 171. Bu Ita juga cantik sekali", mendengar jawabanku, dia hanya tersenyum.

- Aku berusaha membuka behanya dengan membuka kaitannya di punggungnya, kemudian keplorotkan cedenya sehingga aku semakin takjub melihat keindahan alam yang tiada tara ini. Hal ini menjadikan dadaku semakin bergetar.
 Betapa tidak?! Aku berhadapan langsung dengan wanita tanpa busana yang bertubuh indah, yang selama ini hanya kulihat lewat gambar-gambar orang asing saja. Kini langsung mengamati dari dekat sekali bahkan bisa meraba-raba.
 Wanita yang selama ini saya lihat berkulit putih bersih hanya pada bagian wajah, bagian kaki dan bagian lengan ini, sekarang tampak seluruhnya tiada yang tersisa. Menakjubkan! Darahku semakin mendidih, melihat pemandangan nan indah itu.
 Di saat saya masih bengong, pelan-pelan aku melorot cedeku, saya dan bu Ita sama-sama tak berpakaian. Penisku benar-benar maksimal kencangnya. Kami berdua berdekapan, saling meraba dan membelai.

- Kaki kami berdua saling menyilang yang berpangkal di selakangan, saling mengesek. Penisku yang kencang ikut membelai paha indah bu Ita. Sementara itu ia membelai-belai lembut penisku dengan tangan halusnya, yang membawa efek nikmat luar biasa.
 Tanganku membela-belai pahanya kemudian kucium mulai dari lutut merambat pelan ke pangkal pahanya. Ia mendesah lembut. Dadaku makin bergetaran karena kami saling mencumbu, aku meraba selakangannya, ada rerumputan di sana, tidak terlalu lebat jadi enak dipandang.
 Dia mengerang lembut, ketika jemariku menyentuh bibir vaginanya. Mulutku menciumi payudaranya dengan lembut dan mengedot puntingnya yang berwarna coklat kemerah-merahan, lalu membenamkan wajahku di antara kedua susunya.
 Sementara tangan kiriku meremas lembut teteknya. Desisan dan erangan lembut muncul dari mulut indahnya. Aku semakin bernafsu walau tetap gemetaran. Tanganku mulai aktif memainkan selakangannya, yang ternyata basah itu.

- Saya penasaran, lalu kubuka kedua pahanya, kemudian kusingkap rerumputan di sekitar kewanitaannya. Bagian-bagian warna pink itu aku belai-belai dengan jemariku. Klitorisnya, ku mainkan, menyenangkan sekali.
 Ita mengerang lembut sambil menggerakkan pelan kaki-kakinya. Lalu jariku kumasukkan keterowongan pink tersebut dan menari-nari di dalamnya. Dia semakin bergelincangan. Kelanjutannya ia menarikku.

" Ayo Ron aku tak tahan", katanya berbisik

- Dan merangkulku ketat sekali, sehingga bagian yang menonjol di dadanya tertekan oleh dadaku.
Aku mulai menindih tubuh sintal itu, sambil bertumpu pada kedua siku-siku tanganku, supaya ia tidak berat menompang tubuhku.Cerita Sex Terbaru
 Sementara itu senjataku terjepit dengan kedua pahanya. Dalam posisi begini saja enaknya sudah bukan main, getaran jantungku makin tidak teratur. Sambil menciumi bibirnya, dan lehernya, tanganku meremas-remas lembut susunya.
 Penisku menggesek-gesek sekalangannya, ke arah atas (perut), kemudian turun berulang-ulang Tak lama kemudian kakinya direnggangkan, lalu pinggul kami berdua beringsut, untuk mengambil posisi tepat antara senjataku dengan lubang kewanitaannya. Beberapa kali kami beringsut, tapi belum juga sampai kepada sasarannya. Penisku belum juga masuk ke vaginanya

" Alot juga", bisikku. Bu Ita yang masih di bawahku tersenyum.
" Sabar-sabar", katanya. Lalu tangannya memegang penisku dan menuntun memasukkan ke arah kewanitaannya.
" Sudah ditekan… pelan-pelan saja", katanya. Akupun menuruti saja, menekan pinggulku…
" Blesss", masuklah penisku, agak seret, tapi tanpa hambatan. Ternyata mudah! Pada saat masuk itulah, rasa nikmatnya amat sangat. Seolah aku baru memasuki dunia lain, dunia yang sama sekali baru bagiku.

- Aku memang pernah melihat film orang beginian, tetapi untuk melakukan sendiri baru kali ini. Ternyata rasanya enak, nyaman, mengasyikkan. Wonderful! Betapa tidak, dalam usiaku yang ke 23, baru merasakan kehangatan dan kenikmatan tubuh wanita.
 Gerakanku mengikuti naluri lelakiku, mulai naik-turun, naik-turun, kadang cepat kadang lambat, sambil memandang ekspresi wajah bu Ita yang merem-melek, mulutnya sedikit terbuka, sambil keluar suara tak disengaja desah-mendesah. Merasakan kenikmatannya sendiri.

"Ah… uh… eh… hem"

- Ketika aku menekankan pinggulku, dia menyambut dengan menekan pula ke atas, supaya penisku masuk menekan sampai ke dasar vaginanya. Getaran-getaran perasaan menyatu dengan leguhan dan rasa kenikmatan berjalan merangkak sampai berlari-lari kecil berkejar-kejaran.

:: Di tengah peristiwa itu bu Ita berbisik

" Kamu jangan terlalu keburu nafsu, nanti kamu cepat capek, santai saja, pelan-pelan, ikuti iramanya", ketika saya mulai menggenjot dengan semangatnya.
" Ya Bu, maaf", akupun menuruti perintahnya.

- Lalu aku hanya menggerakkan pinggulku ala kadarnya mengikuti gerakan pinggulnya yang hanya sesekali dilakukan. Ternyata model ini lebih nyaman dan mudah dinikmati. Sesekali kedua kakinya diangkat dan sampai ditaruh di atas bahuku, atau kemudian dibuka lebar-lebar, bahkan kadang dirapatkan, sehingga terasa penisku terjepit ketat dan semakin seret.
 Gerak apapun yang kami lakukan berdua membawa efek kenikmatan tersendiri. Setelah lebih dari sepuluh menit , aku menikmati tubuhnya dari atas, dia membuat suatu gerakan dan aku tahu maksudnya, dia minta di atas.
 Aku tidur terlentang, kemudian bu Ita mengambil posisi tengkurap di atasku sambil menyatukan alat vital kami berdua. Bersetubuhlah kami kembali.Ia memasukkan penisku rasanya ketat sekali menghujam sampai dalam.
 Sampai beberapa saat bu Ita menggerakkan pinggulnya, payudaranya bergelantungan nampak indah sekali, kadang menyapu wajahku. Aku meremas kuat-kuat bongkahan pantatnya yang bergoyang-goyang. Payudaranya disodorkan kemulutku, langsung kudot.

- Gerakan wanita berambut sebahu ini makin mempesona di atas tubuhku. Kadang seperti orang berenang, atau menari yang berpusat pada gerakan pinggulnya yang aduhai. Bayang-bayang gerakan itu nampak indah di cermin sebelah ranjang.
 Tubuh putih nan indah perempuan setengah baya menaiki tubuh pemuda agak coklat kekuning-kuningan. Benar-benar lintas generasi!
 Adegan ini berlangsung lebih dari lima belas menit, kian lama kian kencang dan cepat, gerakannya. Nafasnya kian tidak teratur, sedikit liar. Kayak mengejar setoran saja. Tanganku mempererat rangulanku pada pantat dan pinggulnya, sementara mulutku sesekali mengulum punting susunya. Rasanya enak sekali. Setelah kerja keras majikanku itu mendesah sejadi-jadinya”

" Ah… uh, eh… aku, ke.. luaar..Ron..", rupanya ia orgasme.

- Puncak kenikmatannya diraihnya di atas tubuhku, nafasnya berkejar-kejaran, terengah-engah merasakan keenakan yang mencapai klimaknya.
 Nafasnya berkejar-kejaran, gerakannya lambat laun berangsur melemah, akhirnya diam. Ia menjadi lemas di atasku, sambil mengatur nafasnya kembali. Aku mengusap-usap punggung mulusnya. Sesekali ia menggerak-gerakkan pinggulnya pelan, pelan sekali, merasakan sisa-sisa puncak kenikmatannya. Beberapa menit dia masih menindih saya.
 Setelah pulih tenaganya, dia tidur terlentang kembali, siap untuk saya tembak lagi. Kini giliran saya menindihnya, dan mulai mengerjakan kegiatan seperti tadi. Gerakan ku pelan juga, dia merangkul aku. Naik turun, keluar masuk.
 Saat masuk itulah rasa nikmat luar biasa, apalagi dia bisa menjepit-jepit, sampai beberapa kali. Sungguh aku menikmati seluruhnya tubuh bu Ita. Ruaar biasa! Tiba-tiba suatu dorongan tenaga yang kuat sampai diujung senjataku, aliran darah, energi dan perasaan terpusat di sana, yang menimbulkan kekuatan dahsyat tiada tara.Cerita Sex Terbaru

- Energi itu menekan-nekan dan memenuhi lorong-lorong rasa dan perasaan, saling memburu dan kejar-kejaran. Didorong oleh gairah luar biasa, menimbulkan efek gerakan makin keras dan kuat menghimpit tubuh indah, yang mengimbangi dengan gerakan gemulai mempesona.
 Akhirnya tenaga yang menghentak-hentak itu keluar membawa kenikmatan luar biasa”, suara tak disengaja keluar dari mulut dua insan yang sedang dilanda kenikmatan. Air maniku terasa keluar tanpa kendali, menyemprot memenuhi lubang kenikmatan milik bu Ita.

" Ahh… egh… egh… uhh", suara kami bersaut-sahutan.

- Bibir indah itu kembali kulumat makin seru, diapun makin merapatkan tubuhnya terutama pada bagian bawah perutnya, kuat sekali. Menyatu semuanya,

" Aku keluar Bu", kataku terengah-engah.
" Aku juga Ron", suaranya agak lemah.
" Lho keluar lagi, tadi kan sudah?! Kok bisa keluar lagi?!", tanyaku agak heran.
" Ya, bisa dua kali", jawabnya sambil tersenyum puas.

- Kami berdua berkeringat, walau udara di luar dingin. Rasanya cukup menguras tenaga, bagai habis naik gunung saja, lempar lembing atau habis dari perjalanan jauh, tapi saya masih bisa merasakan sisa-sisa kenikmatan bersama.
 Selang beberapa menit, setelah kenikmatan berangsur berkurang, dan terasa lembek, saya mencabut senjataku dan berbaring terlentang di sisinya sambil menghela nafas panjang. Puas rasanya menikmati seluruh kenikmatan tubuhnya.
 Perempuan punya bentuk tubuh indah itupun terlihat puas, seakan terlepas dari dahaganya, yang terlihat dari guratan senyumnya. Saya lihat selakangannya, ada ceceran air maniku putih kental meleleh di bibir vaginanya bahkan ada yang di pahanya.
 Pengalaman malam itu sangat menakjubkan, hingga sampai berapa kali aku menaiki bu Ita, aku lupa. Yang jelas kami beradu nafsu hampir sepanjang malam dan kurang tidur.

- Keesokan harinya. Busa-busa sabun memenuhi bathtub, aku dan bu Ita mandi bersama, kami saling menyabun dan menggosok, seluruh sisi-sisi tubuhnya kami telusuri, termasuk bagian yang paling pribadi. Yang mengasyikkan juga ketika dia menyabun penisku dan mengocok-kocok lembut. Saya senang sekali dan sudah barang tentu membawa efek nikmat.

" Saya heran barang ini semalaman kok tegak terus, kayak tugu Ghinas, besar lagi. Ukuran jumbo lagi?!", katanya sambil menimang-nimang tititku.
" Kan Ibu yang bikin begini?!", jawabku. Kami tersenyum bersama.

- Sehabis mandi, kuintip lewat jendela kamar, Darti sedang nyapu halaman depan, kalau aku keluar rumah tidak mungkin, bisa ketahuan. Waktu baru pukul setengah enam. Tetapi senjata ini belum juga turun, tiba-tiba hasrat lelakiku kembali bangkit kencang sekali.
 Kembali meletup-letup, jantung berdetak makin kencang. Lagi-lagi aku mendekati janda yang sudah berpakaian itu, dan kupeluk, kuciumi. Saya agak membungkuk, karena aku lebih tinggi. Bau wewangian semerbak disekujur tubuhnya, rasanya lebih fresh, sehabis mandi.
 Lalu ku lepas gaunnya, ku tanggalkan behanya dan kuplorotkan cedenya. Kami berdua kembali berbugil ria dan menuju tempat tidur. Kedua insan lelaki perempuan ini saling bercumbu, mengulangi kenikmatan semalam.
 Ia terbaring dengan manisnya, pemandangan yang indah paduan antara pinggul depan, pangkal paha, dan rerumputan sedikit di tengah menutup samara-samar huruf “V”, tanpa ada gumpalan lemaknya.

- Aku buka dengan pelan kedua pahanya. Aku ciumi, mulai dari lutut, kemudian merambat ke paha mulusnya. Sementara tangannya mengurut-urut lembut penisku. Tubuhku mulai bergetaran, lalu aku membuka selakangannya, menyibakkan rerumputan di sana.
 Aku ingin melihat secara jelas barang miliknya. Jariku menyentuh benda yang berwarna pink itu, mulai bagian atas membelai-belainya dengan lembut, sesekali mencubit dan membelai kembali. Bu Ita bergelincangan, tangannya makin erat memegang tititku.
 Kemudian jariku mulai masuk ke lorong, kemudian menari-nari di sana, seperti malam tadi. Tapi bibir, dan terowongan yang didominasi warna pink ini lebih jelas, bagai bunga mawar yang merekah. Beberapa saat aku melakukan permainan ini, dan menjadi paham dan jelas betul struktur kewanitaan bu Ita, yang menghebohkan semalam.
 Gelora nafsu makin menggema dan menjalar seantero tubuh kami, saling mencium dan mencumbu, kian memanas dan berlari kejar-kejaran. Seperti ombak laut mendesir-desir menerpa pantai. Tiada kendali yang dapat mengekang dari kami berdua.

- Apalagi ketika puncak kenikmatan mulai nampak dan mendekat ketat. Sebuah kejutan, tanpa aku duga sebelumnya penisku yang sejak tadi di urut-urut kemudian dikulum dengan lembutnya. Pertama dijilati kepalanya, lalu dimasukkan ke rongga mulutnya.
 Rasanya saya diajak melayang ke angkasa tinggi sekali menuju bulan. Aku menjadi kelelahan. Sesi berikutnya dia mengambil posisi tidur terlentang, sementara aku pasang kuda-kuda, tengkurap yang bertumpu pada kedua tangan saya.
 Saya mulai memasukkan penisku ke arah lubang kewanitaan bu Ita yang tadi sudah saya “pelajari” bagian-bagiannya secara seksama itu. Benda ini memang rasanya tiada tara, ketika kumasukkan, tidak hanya saya yang merasakan enaknya penetrasi, tetapi juga bu Ita merasakan kenikmatan yang luar biasa, terlihat dari ekpresi wajahnya, dan desahan lembut dari mulutnya.

"Ah, desahnya setiap aku menekan senjataku ke arah selakangannya, sambil menekankan pula pinggulnya ke arah tititku." Kami berdua mengulangi mengarungi samodra birahi yang menakjubkan, pagi itu.

- Semuanya sudah selesai, aku keluar rumah sekitar pukul setengah delapan, saat Darti mencuci di belakang. Dalam perjalanan pulang aku termenung, Betapa kejadian semalam dapat berlangsung begitu cepat, tanpa liku-liku, tanpa terpikirkan sebelumnya.
 Sebuah wisata seks yang tak terduga sebelumnya. Kenikmatan yang kuraih, prosesnya mulus, semulus paha bu Ita. Singkat, cepat dan mengalir begitu saja, namun membawa kenikmatan yang menghebohkan.
 Betapa aku bisa merasakan kehangatan tubuh bu Ita secara utuh, orang yang selama ini menjadi majikanku. Menyaksikan rona wajah bu Ita yang memerah jambu, kepasrahannya dalam ketelanjangannya, menunjukkan kedagaan seorang wanita yang mebutuhkan belaian dan kehangatan seorang pria.
 Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, si kumbang muda makin sering mendatangi bunga untuk mengisap madu. Dan bunga itu masih segar saja, bahkan rasanya makin segar menggairahkan. Memang bunga itu masih mekar dan belum juga layu, atau memang tidak mau layu!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Senin, 28 November 2016

Kisah Istriku Sherly

Image result for cerita sex
CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Kisah Istriku Sherly - Sekitar 2 tahun yang lalu aku dan Sherly pergi jalan jalan ke Disney World USA, karena keuangan kami sedang menipis jadi kita berangkat dengan pesawat kelas ekonomis sepakat untuk memilih Malaysia Airline sebagai alat transportasi kesana karena saat itu juga ada harga diskon...

CERITA DEWASA - Kisah Istriku Sherly | Baiklah, ceritaku begini. Kami berangkat dari jakarta pukul 7 pagi semua segala persiapan sudah kami siapkan jauh jauh hari, sesuai jadwal kami transit selama satu jam di kuala lumpur setelah itu langsung perjalanan menuju bandara di New York lupa aku namanya bandaranya.

Tapi tak taunya sebelum sampai disana kita harus transit lagi 1 setengah jam di dubai arab, sempat ada rasa kesal karena sebelumnya tidak ada pemberitahuannya, aku sempat menanyakan tempat transit mana saja yang akan kami jalani pada perusahaan travel tempat kami memesan tiket namun mereka mengatakan bahwa kami hanya transit satu kali di Kuala Lumpur .

Aku sempat mengira kami telah salah naik pesawat karena persinggahan pesawat kami di Dubai itu. Setelah mengetahui kapal yang kami naiki benar-benar menuju ke New York , kami hanya pasrah saja.

Pemeriksaan yang bertele-tele di bandara Dubai sungguh melelahkan. Kami harus mengantri sekitar 1 jam untuk melewati pemeriksaan bagasi saja.

Setelah barang-barang bawaan kami melewati alat sensor, seorang petugas menghampiri tas koper istri saya dan berseru dengan suara agak keras untuk menanyakan siapa pemilik koper tersebut. Istri saya maju dan mengatakan kepadanya bahwa tas itu miliknya.

Petugas tersebut memandangi Sherly cukup lama. Salah satu hal yang paling kuingat dari wajahnya adalah kumis yang lebat seperti Pak Raden dalam film si Unyil. Lalu ia membuka koper itu dan mulai mengacak-acak isinya.

Isi koper itu hanyalah pakaian-pakaian dan peralatan kosmetik Sherly. Tangan pria itu (sebut saja si Kumis) mengeluarkan satu kantong berisi bubuk hitam dari dalam koper.

What is this? tanyanya dengan logat yang sulit dimengerti.

Sherly menjawab gugup, Coffee.

Alis si Kumis mengkerut. Matanya menatap tajam Sherly. Lalu ia mengatakan beberapa kalimat yang sulit dipahami. Kemungkinan besar apa yang ingin dikatakan si Kumis (dengan menggunakan bahasa inggris yang sangat aneh) adalah membawa kopi dilarang.

Aku mendekati petugas itu dan menanyakan lebih jelas permasalahannya. Si Kumis masih saja mengacak-acak koper itu seakan mencari sesuatu yang hilang. Tanpa merapihkan isi koper itu lagi, ia menutupnya dan memandang aku dengan wajah curiga.

Who are you? aku menduga ia mengucapkan kata-kata tersebut.

Im her husband. Whats the problem, sir?

Ia terus memandangi kami berdua secara bergantian. Ia memanggil dua orang petugas lain di belakangnya dengan gerak isyarat. Lalu ia berkata, Follow me!

Dua koper kami diangkat oleh salah satu opsir yang baru dipanggil si Kumis sedang yang satunya lagi menggiring kami untuk mengikuti si Kumis. Si Kumis berjalan dengan cepat masuk ke dalam ruangan tertutup di pojok lorong tak jauh dari WC.

Ruangan yang tak lebih dari 3 x 3 meter itu sangat terang dan seluruh temboknya dilapisi cermin setinggi 2 meter dari lantainya. Koper kami dilemparkan dengan kasar ke atas meja di pinggir. Ketiga pria itu (termasuk si Kumis) telah masuk ke dalam ruangan. Pria yang memiliki brewok lebat menutup pintu lalu menguncinya.

Kami berdua berdiri terpaku di hadapan mereka bertiga. Aku merasa cemas akan semua ini. Apa yang akan terjadi? Apa masalah yang begitu besar sehingga kami harus diperiksa di ruangan terpisah? Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang memenuhi pikiranku (mungkin tak beda jauh dengan benak Sherly).

Baru saja aku ingin membuka mulut untuk menanyakan permasalahannya, si Kumis mengatakan sesuatu yang tak jelas. Kata-kata yang dapat tertangkap oleh telingaku hanyalah stand, wall (dan against setelah berpikir beberapa detik untuk mencernanya). Menurut perkiraanku mereka ingin kami berdiri menghadap tembok. Informasi ini kuteruskan ke Sherly yang tidak mengerti sama sekali perkataan si Kumis.

Dengan enggan kami membalik badan kami menghadap tembok. Dari pantulan cermin di depan kami, aku melihat si Brewok dan pria yang satunya lagi yang berbadan lebih tegap (sebut saja si Tegap) menghampiri kami. Telapak tangan kami ditempelkan di tembok (cermin) di depan kami dan kaki kami direnggangkan dengan menendang telapak kaki kami agar bergeser menjauh.

Si Brewok mulai memeriksa seluruh tubuhku. Dimulai dari atas dan bergerak ke bawah. Pemeriksaan berlangsung cepat. Beberapa benda di kantong baju dan celanaku dikeluarkan dan diletakkannya di meja terpisah.

Sama halnya seperti yang terjadi pada diriku, si Tegap memeriksa Sherly dari atas ke bawah. Sekilas aku melihat dari cermin, si Tegap menggerayangi payudara Sherly walau hanya sebentar.
Tak ada ekspresi yang berubah dari wajah Sherly.

Sejak tadi ekspresi yang terlihat hanyalah ekspresi kecemasan. Aku menepis pemikiran bahwa si Tegap mencari kesempatan dalam kesempitan pada tubuh istriku. Mungkin saja memang ia harus memeriksa bagian dada Sherly, toh dadaku juga diperiksa oleh si Brewok, pikirku.

Benda-benda juga dikeluarkan dari kantong jaket, baju dan celana Sherly. Meja itu dipenuhi oleh uang receh, permen, sapu tangan dan kertas-kertas tak berguna dari isi kantong kami berdua.

Kemudian setelah harus mencerna hampir lima kali kata-kata yang tak jelas dari si Kumis (yang ternyata adalah atasan si Brewok dan si Tegap), aku menyadari bahwa ia menyuruh kami untuk membuka pakaian kami. Jantungku seperti berhenti berdetak. Sherly masih belum dapat mengira-ngira perkataan si Kumis itu.

Tanpa memberitahu istriku, aku mencoba untuk memprotes kepada si Kumis. Namun si Kumis membentak, yang kuduga isinya (jika diterjemahkan):

Jangan macam-macam! Cepat laksanakan! Beberapa kata yang dapat tertangkap jelas oleh telingaku adalah Donaplay dan Quick.

Aku membisikkan kepada istriku keinginan si Kumis. Mata Sherly membesar dan mulutnya terbuka sedikit karena kaget.

Si Tegap dan si Brewok sudah berdiri di samping kami dan mengawasi kami dengan pandangan tajam. Aku melirik ke pinggang si Brewok. Pandanganku tertumpu pada pistol yang menggantung di pinggang tersebut.

Perasaan takut sudah menguasai diriku. Aku mulai melepaskan pakaianku dari sweater, kemeja, kaos dan celana panjang. Pada saat aku melepaskan kemejaku, Sherly masih belum beranjak untuk melepaskan pakaiannya. Karena takut istriku dilukai, aku memberi pandangan isyarat kepadanya agar ia segera melepaskan pakaiannya.

Akhirnya dengan berat hati ia melepaskannya satu per satu. Jaket, kemeja, kaos dalam dan terakhir celana jeansnya. Kami berdua berdiri hanya dengan pakaian dalam kami.

Si Kumis berkata sesuatu yang sama sekali tidak dapat kumengerti. Detik berikutnya si Tegap menarik tangan Sherly dan membawanya ke sisi tembok yang bersebelahan dengan tembok di hadapan kami. Tangan si Brewok menahanku ketika aku hendak mengikuti Sherly. Dona move! katanya kepadaku dengan sangat jelas.

Aku masih dapat melihat Sherly (dari bayangan di tembok cermin) berdiri tak jauh di sebelah kananku. Ia menghadap tembok namun pada sisi yang berbeda dengan tembokku.

Lalu si Brewok menarik tanganku agar kedua telapak tanganku menempel di tembok cermin dan merenggangkan kakiku. Si Tegap melakukan hal yang sama pula terhadap Sherly.

Si Brewok yang berdiri di belakangku, meraba-raba bagian tubuhku yang ditutupi oleh celana dalamku, mencari-cari sesuatu untuk ditemukan. Setelah itu sambil menggelengkan kepalanya, ia mengatakan sesuatu kepada si Kumis.

Pada saat itulah aku melihat tangan si Tegap menggerayangi tubuh Sherly. Dengan jelas aku melihat tangannya meremas payudara Sherly selama beberapa detik.

Tangannya bergerak ke bagian bawah tubuh Sherly. Kemudian si Tegap berjongkok di belakang Sherly dan aku tak dapat lagi melihat apa yang dikerjakannya setelah itu. Sherly memejamkan matanya. Alisnya sedikit mengkerut.

Selama sekitar 20 detik, aku tak berani memalingkan wajahku untuk melihat apa yang dikerjakan si Tegap pada istriku. Lalu ia berdiri dan berkata pelan kepada si Kumis (lagi-lagi aku tak dapat menangkap kata-kata yang diucapkan mereka).

Si Kumis berkata-kata lagi diikuti dengan ditariknya celana dalamku ke bawah oleh si Brewok. Belum sempat kaget, aku mendengar Sherly menjerit kecil. Rupanya celana dalamnya sudah ditarik ke bawah sampai ke lututnya, sama seperti yang dilakukan si Brewok terhadap celana dalamku.

Setelah itu si Tegap meraih kaitan di belakang BH Sherly dan melepaskannya dengan cepat. Si Tegap meraih BH itu dan menariknya satu kali dengan keras sehingga lepas dari tubuh Sherly.

Secepat kilat Sherly menutupi kedua dadanya. Aku pun menutupi kemaluanku. Kami berdua berdiri tegang. Si Kumis berjalan perlahan menghampiriku lalu bergerak ke arah Sherly. Untuk beberapa saat ia hanya berdiri dan memperhatikan tubuh istriku.

Aku rasa, Sherly mulai akan menangis. Si Kumis memberi isyarat kepada si Tegap. Lalu si Tegap menghampiriku dan berdiri menantang di sampingku. Aku hanya melirik sekali dan mendapati wajahnya berubah menjadi lebih kejam tiga kali lipat.

Sambil mengatakan sesuatu, si Kumis mendorong pentungan hitam (yang biasa dibawa oleh polisi) yang dipegangnya ke arah tangan Sherly yang menutupi buah dadanya. Aku dapat melihat istriku menjatuhkan kedua tangannya ke sisi tubuhnya. Si Kumis kembali memandangi Sherly dan kali ini pandangannya terkonsentrasi ke arah payudara istriku.

Hampir semenit penuh ia memandangi tubuh Sherly. Sherly hanya memejamkan matanya, mungkin karena takut (atau malu?).

Dengan menggunakan pentungan hitamnya itu, si Kumis menurunkan celana dalam Sherly dari lutut sampai ke mata kakinya. Lalu ia memaksa Sherly untuk merenggangkan kakinya sehingga mau tak mau ia melangkah keluar dari celana dalamnya.

Pada saat si Kumis mulai menggerayangi payudara istriku, aku beringsut dari tempatku untuk mencegahnya. Namun bukan aku yang mencegah perbuatan si Kumis, si Tegap dibantu oleh si Brewok menahan tubuhku untuk tetap berdiri di tempat.

Aku meneriaki si Kumis untuk menghentikan perbuatannya. Teriakanku disambut dengan tamparan keras pada pipi kananku. Aku merasakan rasa asin yang kutahu berasal dari darah yang mengalir dalam mulutku. Akhirnya aku hanya berdiri dan berdiam diri.

Tak beberapa lama setelah itu, si Kumis berjongkok di depan Sherly sehingga aku tak dapat melihat apa yang dilakukannya. Dari sudut pandangku, aku hanya dapat melihat dari bayangan di cermin bagian belakang tubuh si Kumis yang sedang berjongkok di antara kedua paha Sherly.

Tidak terdengar suara apa pun selain suara detak jantungku yang semakin keras dan cepat. Sherly tetap memejamkan matanya dengan alis sedikit mengkerut, sama seperti tadi.

Sherly tidak mengeluarkan sepatah kata pun sejak tadi masuk ke dalam ruangan itu. Istriku memang agak penakut dan kurang berani mengungkapkan pendapatnya pada orang lain. Walaupun demikian, aku agak heran dengan sikap istriku saat itu yang tidak memprotes sedikit pun atas perbuatan si Kumis terhadap dirinya.

Atau mungkin saja si Kumis tidak melakukan apa-apa saat itu, batinku. Setelah lima menit berlalu dalam keheningan, tiba-tiba istriku mengeluh (lebih menyerupai mendesah), Aku melirik ke arahnya dan mendapati ia tidak lagi menutup matanya. Matanya agak membelalak dan mulutnya terbuka sedikit.

Setelah itu, si Kumis berdiri dan menghampiri si Tegap. Ia memberi isyarat dengan tangannya kepada si Tegap dan si Brewok untuk meninggalkan ruangan itu.

Aku yakin (sangat yakin, untuk lebih tepatnya) bahwa aku melihat beberapa jari si Kumis mengkilap karena basah. Hanya dengan melihat hal itu, cukup bagiku untuk menduga apa yang telah dilakukan si Kumis terhadap istriku.

Si Kumis berkata-kata kepada kami. Kali ini aku yakin ia mengatakannya dalam bahasa inggris. Walau aku hanya dapat menangkap sepenggal kalimat (may pass), namun aku yakin bahwa ia menyuruh kami mengenakan kembali pakaian kami dan memperbolehkan kami untuk melanjutkan perjalanan kami.

Awalnya aku tak mempercayai pendengaranku (dan tafsiranku terhadap kata-katanya). Namun setelah mereka keluar dari ruangan itu dan meninggalkan kami berdua saja, aku semakin yakin.
Aku menyuruh Sherly untuk mengenakan pakaiannya secepat mungkin. Dan ia mulai menangis terisak-isak sambil mengenakan pakaiannya.Cerita Sex Terbaru

Setelah selesai mengenakan seluruh pakaian kami, aku memeluk istriku yang masih menangis. Dalam pelukanku tangisannya semakin menjadi. Aku hanya mengelus-elus rambutnya dan menenangkan hatinya dengan mengatakan bahwa semua itu sudah berakhir.

Sesampai kami di hotel (di Orlando), Sherly akhirnya menceritakan apa yang diperbuat si Kumis terhadap dirinya. Ia bercerita bahwa sambil menjilati klitorisnya, si Kumis menggesek-gesekkan jarinya ke kemaluan istriku. Pada akhirnya si Kumis memasukkan satu dua jarinya ke dalam liang kewanitaannya lalu mengocoknya beberapa kali.

Sherly mengatakan bahwa dirinya merasa jijik atas perbuatan si Kumis. Setelah beberapa saat, aku menanyakan padanya apakah ia terangsang saat itu.

Mendengar pertanyaan itu, Sherly langsung mencak-mencak dan mengambek. Dalam rajukannya, ia menanyakan kenapa aku berpikiran seperti itu.

Aku mengungkapkan bahwa aku melihat jari-jari si Kumis basah pada saat ia menghampiriku sebelum keluar dari ruangan itu. Sherly menjawab bahwa jari-jari itu basah karena terkena ludah dari lidah yang menjilati klitorisnya. Karena tak mau melihat dirinya merajuk lagi, akhirnya aku menerima penjelasannya dan meminta maaf karena telah berpikiran seperti itu.

Sebenarnya di dalam otak, logikaku terus berputar. Bagaimana mungkin ludah si Kumis dapat membasahi sepanjang jari-jarinya itu, pikirku. Dalam hatiku yang terdalam sebenarnya aku tahu bahwa jari-jari si Kumis bukan basah oleh ludah melainkan oleh cairan yang meleleh dari kemaluan istriku.

Namun aku menepis pendapatku itu dan tidak berniat membahasnya lagi dengan Sherly agar kami dapat menikmati sisa waktu kami di Amerika itu!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Minggu, 27 November 2016

Vina Yang Menggoda

Image result for cerita dewasa

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Vina Yang Menggoda  - Perkenalkan namaku Vina, usiaku 16 tahun. Aku sekarang duduk di kelas II SMU di Medan. Aku punya pengalaman pertama merengkuh surga dunia. Tetapi semua itu kulakukan dengan papa tiriku. Pengalamanku ini sebagai referensi buat teman-teman yang lain. Aku tahu kalau perbuatan ini salah, tetapi aku tidak tahu bagaimana menghentikannya...

CERITA DEWASA - Vina Yang Menggoda | Baiklah, ceritaku begini. Pada suatu hari aku mendapat pengalaman yang tentunya baru untuk gadis seukuranku. Oya, aku gadis keturunan Cina Pakistan. Sehingga wajar saja kulitku terlihat putih bersih dan satu lagi, ditaburi dengan bulu-bulu halus di sekujur tubuh yang tentu saja sangat disukai laki-laki. Kata teman-teman, aku ini cantik lho

Memang siang ini cuacanya sangat panas, satu persatu pakaian yang menempel di tubuhku kulepas. Kuakui, kendati masih ABG tetapi aku memiliki tubuh yang lumayan montok. Bila melihat lekuk-lekuk tubuh ini tentu saja mengundang jakun pria manapun untuk tersedak. Dengan rambut kemerah-merahan dan tinggi 167 cm, aku tampak dewasa.
 Sekilas, siapapun mungkin tidak percaya kalau aku adalah seorang pelajar. Apalagi bila memakai pakaian casual kegemaranku. Mungkin karena pertumbuhan yang begitu cepat atau memang sudah keturunan, entahlah. Tetapi yang jelas cukup mempesona, wajah oval dengan leher jenjang, uh.. entahlah.
Pagi tadi sebelum berangkat ke sekolah, seperti biasanya aku berpamitan dengan kedua orangtuaku. Cium pipi kiri dan kanan adalah rutinitas dan menjadi tradisi di keluarga ini. Tetapi yang menjadi perhatianku siang ini adalah ciuman Papa. Seusai sarapan pagi, ketika Mama beranjak menuju dapur, aku terlebih dahulu mencium pipi Papa.
 Papa Robi (begitu namanya) bukan mencium pipiku saja, tetapi bibirku juga. Seketika itu, aku sempat terpaku sejenak. Entah karena terkejut untuk menolak atau menerima perlakukan itu, aku sendiri tidak tahu. Papa Robi sudah setahun ini menjadi Papa tiriku. Sebelumnya, Mama sempat menjanda 3 tahun. Karena aku dan kedua adikku masih butuh seorang ayah, Mama akhirnya menikah lagi.
Papa Robi memang termasuk pria tampan. Usianya pun baru 38 tahun. Teman-teman sekolahku banyak yang cerita kalau aku bersukur punya Papa Robi.

" Salam ya sama Papa kamu.." ledek teman-temanku.

- Aku sendiri sebenarnya sedikit grogi kalau berdua dengan Papa. Tetapi dengan kasih sayang dan pengertian layaknya seorang teman, Papa pandai mengambil hatiku. Hingga akhirnya aku sangat akrab dengan Papa, bahkan terkadang kelewat manja. Tetapi Mama tidak pernah protes, malah dia tampak bahagia melihat keakraban kami. Tetapi ciuman Papa tadi pagi sungguh diluar dugaanku.
Aku memang terkadang sering melendot sama Papa atau duduk sangat dekat ketika menonton TV. Tetapi ciumannya itu lho. Aku masih ingat ketika bibir Papa menyentuh bibir tipisku. Walau hanya sekejab, tetapi cukup membuat bulu kudukku merinding bila membayangkannya. Mungkin karena aku belum pernah memiliki pengalaman dicium lawan jenis, sehingga aku begitu terkesima.

" Ah, mungkin Papa nggak sengaja…" pikirku.

- Esok paginya seusai sarapan, aku mencoba untuk melupakan kejadian kemarin. Tetapi ketika aku memberikan ciuman ke Mama, Papa beranjak dari tempat duduknya dan menuju kamar. Mau tidak mau kuikuti Papa ke kamar. Aku pun segera berjinjit untuk mencium pipi Papa. Respon Papa pun kulihat biasa saja. Dengan sedikit membungkukkan tubuh atletisnya, Papa menerima ciumanku.
 Tetapi setelah kucium kedua pipinya, tiba-tiba Papa mendaratkan bibirnya ke bibirku. Serrr.., darahku seketika berdesir. Apalagi bulu-bulu kasarnya bergesekan dengan bibir atasku. Tetapi entah kenapa aku menerimanya, kubiarkan Papa mengulum lembut bibirku. Hembusan nafas Papa Robi menerpa wajahku.
Hampir satu menit kubiarkan Papa menikmati bibirku.

" Baik-baik di sekolah ya.., pulang sekolah jangan keluyuran..!" begitu yang kudengar dari Papa.

- Sejak kejadian itu, hubungan kami malah semakin dekat saja. Keakraban ini kunikmati sekali. Aku sudah dapat merasakan nikmatnya ciuman seorang lelaki, kendati itu dilakukan Papa tiriku, begitu yang tersirat dalam pikiranku. Darahku berdesir hangat bila kulit kami bersentuhan. Begitulah, setiap berangkat sekolah, ciuman ala Papa menjadi tradisi.
Tetapi itu rahasia kami berdua saja. Bahkan pernah satu hari, ketika Mama di dapur, aku dan Papa berciuman di meja makan. Malah aku sudah berani memberikan perlawanan. Lidah Papa yang masuk ke rongga mulutku langsung kuhisap. Papa juga begitu. Kalau tidak memikirkan Mama yang berada di dapur, mungkin kami akan melakukannya lebih panas lagi.
 Hari ini cuaca cukup panas. Aku mengambil inisiatif untuk mandi. Kebetulan aku hanya sendirian di rumah. Mama membawa kedua adikku liburan ke luar kota karena lagi liburan sekolah. Dengan hanya mengenakan handuk putih, aku sekenanya menuju kamar mandi. Setelah membersihkan tubuh, aku merasakan segar di tubuhku.
Begitu hendak masuk kamar, tiba-tiba satu suara yang cukup akrab di telingaku menyebut namaku.

" Vin.. Vin.., Papa pulang.." ujar lelaki yang ternyata Papaku.
" Kok cepat pulangnya Pa..?" tanyaku heran sambil mengambil baju dari lemari.
" Iya nih, Papa capek.." jawab papa dari luar.
" Kamu masak apa..?" tanya papa sambil masuk ke kamarku. Aku sempat kaget juga.

- Ternyata pintu belum dikunci. Tetapi aku coba tenang-tenang saja. Handuk yang melilit di tubuhku tadinya kedodoran, aku ketatkan lagi.
 Kemudian membalikkan tubuh. Papa rupanya sudah tiduran di ranjangku.

" Ada deh..," ucapku sambil memandang Papa dengan senyuman.
" Ada deh itu apa..?" tanya Papa lagi sambil membetulkan posisi tubuhnya dan memandang ke arahku.
" Memangnya kenapa Pa..?" tanyaku lagi sedikit bercanda.
" Nggak ada racunnya kan..?" candanya.
" Ada, tapi kecil-kecil.." ujarku menyambut canda Papa.
" Kalau gitu, Papa bisa mati dong.." ujarnya sambil berdiri menghadap ke arahku.

- Aku sedikit gelagapan, karena posisi Papa tepat di depanku.

" Kalau Papa mati, gimana..?" tanya Papa lagi.

- Aku sempat terdiam mendengar pertanyaan itu.

" Lho.., kok kamu diam,jawab dong..!" tanya Papa sambil menggenggam kedua tanganku yang sedang memegang handuk.

- Aku kembali terdiam. Aku tidak tahu harus bagaimana. Bukan jawabannya yang membuatku diam, tetapi keberadaan kami di kamar ini. Apalagi kondisiku setengah bugil. Belum lagi terjawab, tangan kanan Papa memegang daguku, sementara sebelah lagi tetap menggenggam tanganku dengan hangat. Ia angkat daguku dan aku menengadah ke wajahnya. Aku diam saja diperlakukan begini.
 Kulihat pancaran mata Papa begitu tenangnya. Lalu kepalanya perlahan turun dan mengecup bibirku. Cukup lama Papa mengulum bibir merahku. Perlahan tetapi pasti, aku mulai gelisah. Birahiku mulai terusik. Tanpa kusadari kuikuti saja keindahan ini. Nafsu remajaku mulai keluar ketika tangan kiri Papa menyentuh payudaraku dan melakukan remasan kecil. Tidak hanya bibirku yang dijamah bibir tebal Papa. Leher jenjang yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu pun tidak luput dari sentuhan Papa.

- Bibir itu kemudian berpindah ke telingaku.

" Pa.." kataku ketika lidah Papa masuk dan menggelitik telingaku.

- Papa kemudian membaringkan tubuhku di atas kasur empuk.

" Pa. . nanti ketahuan Mama.." sebutku mencoba mengingatkan Mama.

- Tetapi Papa diam saja, sambil menindih tubuhku, bibirku dikecupnya lagi.  Tidak lama, handuk yang melilit di tubuhku disingkapkannya.

" Vina, tubuh kamu sangat harum.." bisik Papa lembut sambil mencampakkan guling ke bawah.

- Dalam posisi ini, Papa tidak puas-puasnya memandang tubuhku. Bulu halus yang membalut kulitku semakin meningkatkan nafsunya. Apalagi begitu pandangannya mengarah ke payudaraku.

" Kamu udah punya pacar, Vin..?" tanya Papa di telingaku. Aku hanya menggeleng pasrah.
 Papa kemudian membelai dadaku dengan lembut sekali. Seolah-olah menemukan mainan baru, Papa mencium pinggiran payudaraku.

" Uuhhh..," desahku ketika bulu kumis yang dipotong pendek itu menyentuh dadaku, sementara tangan Papa mengelus pahaku yang putih.

- Puting susu yang masih merah itu kemudian dikulum.

" Pa.. oohh.." desahku lagi.
" Pa.. nanti Mamm.." belum selesai kubicara, bibir Papa dengan sigap kembali mengulum bibirku.
" Papa sayang Vina.." kata Papa sambil memandangku.

- Sekali lagi aku hanya terdiam. Tetapi sewaktu Papa mencium bibirku, aku tidak diam. Dengan panasnya kami saling memagut. Saat ini kami sudah tidak memikirkan status lagi. Puas mengecup putingku, bibir Papa pun turun ke perut dan berlabuh di selangkangan. Papa memang pintar membuatku terlena. Aku semakin terhanyut ketika bibir itu mencium kemaluanku. Lidahnya kemudian mencoba menerobos masuk. Nikmat sekali rasanya.
 Tubuhku pun mengejang dan merasakan ada sesuatu yang mengalir cepat, siap untuk dimuntahkan.

" Ohhh, ohhh…" desahku panjang.

- Papa rupanya tahu maniku keluar, lalu dia mengambil posisi bersimpuh di sebelahku. Lalu mengarahkan tanganku ke batang kemaluannya. Kaget juga aku melihat batang kemaluannya Papa, besar dan tegang. Dengan mata yang sedikit tertutup, aku menggenggamnya dengan kedua tanganku. Setan yang ada di tubuh kami seakan-akan kompromi.
Tanpa sungkan aku pun mengulum benda itu ketika Papa mengarahkannya ke mulutku.

" Terus Vin.., oh.. nikmatnya…" gumamnya.

- Seperti berpengalaman, aku pun menikmati permainan ini. Benda itu keluar masuk dalam mulutku. Sesekali kuhisap dengan kuat dan menggigitnya lembut. Tidak hanya Papa yang merasakan kenikmatan, aku pun merasakan hal serupa. Tangan Papa mempermainkan kedua putingku dengan tangannya. Karena birahi yang tidak tertahankan, Papa akhirnya mengambil posisi di atas tubuhku sambil mencium bibirku dengan ganas.
 Kemudian kejantanannya Papa menempel lembut di selangkanganku dan mencoba menekan. Kedua kakiku direntangkannya untuk mempermudah batang kemaluannya masuk. Perlahan-lahan kepala penis itu menyeruak masuk menembus selaput dinding vaginaku.

" Sakit.. pa.." ujarku.
" Tenang Sayang, kita nikmati saja.." jawabnya.

- Pantat Papa dengan lembut menekan, sehingga penis yang berukuran 17 cm dan berdiameter 3 cm itu mulai tenggelam keseluruhan. Papa melakukan ayunan-ayunan lagi. Kuakui, Papa memang cukup lihai. Perasaan sakit akhirnya berganti nikmat. Baru kali ini aku merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Pantas orang bilang surga dunia.

- Aku mengimbangi kenikmatan ini dengan menggoyang-goyangkan pantatku.

" Terus Vin, ya.. seperti itu.." sebut Papa sambil mempercepat dorongan penisnya.
" Papa.. ohhh.., ohhh…" renguhku karena sudah tidak tahan lagi.

- Seketika itu juga darahku mengalir cepat, segumpal cairan putih meleleh di bibir vaginaku. Kutarik leher Papa hingga pundaknya kugigit keras. Papa semakin terangsang rupanya. Dengan perkasa dikuasainya diriku. Vagina yang sudah basah berulangkali diterobos penis papa. Tidak jarang payudaraku diremas dan putingku dihisap. Rambutku pun dijambak Papa. Birahiku kembali memuncak. Selama tiga menit kami melakukan gaya konvensional ini. Tidak banyak variasi yang dilakukan Papa. Mungkin karena baru pertama kali, dia takut menyakitiku!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Sabtu, 26 November 2016

Stori Di Kala Hujan

Image result for cerita dewasa cewek
CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Stori Di Kala Hujan  - Awal dari kisah sex nyata hot ini dan Perkenalkan, namaku Erna. Saat ini usiaku 21 tahun. Aku sekarang berkuliah di Universitas X di Jakarta. Aku ingin menceritakan pengalamanku pertama kali mengenal sex. Sebenarnya pengalaman ini sdh lama terjadi, yaitu ketika aku masih kelas 2 SMA, tetapi aku baru berani menceritakannya sekarang. Ini adalah tulisan pertamaku, jadi maaf bila kurang baik....

CERITA DEWASA - Stori Di Kala Hujan | Ketika aku masih duduk dibangku di SMA X, aku punya banyak sekali kesibukan seperti les dan belajar kelompok. Akibatnya, seringkali aku pulang malam. Aku sendiri tdk takut, karena sdh sering. Jika pulang malam, aku menggunakan jasa ojek untuk mengantarku ke rumah.
 Oya, aku akan menceritakan diriku terlebih dahulu. Saat itu, aku berumur 16 tahun. Kulitku sawo matang seperti kebanyakan gadis jawa, rambut lurus panjang berwarna hitam sepunggung. Bentuk fisikku biasa saja, tinggi 163 cm dgn berat 51 kg. Ukuran bra 34B.
 Ketika itu, aku belum tahu tentang sex sama sekali. Maklum, aku tinggal di lingkungan yg baik-baik. Kejadian yg mengubah hidupku terjadi ketika suatu hari aku pulang dari rumah temanku. Waktu itu sekitar bulan November, ketika Jakarta memasuki musim hujan.

- Aku pulang dari rumah teman sekitar jam 8 malam dgn menggunakan ojek. Aku selalu memilih pengemudi ojek yg tampangnya baik-baik. Pengemudi ojek yg kutumpangi kali ini sdh agak tua kira-kira 40 tahunan dan tampangnya penuh senyum.
 Sepanjang perjalanan dari daerah Lenteng Agung ke rumahku di Srengseng Sawah, beliau mengajakku ngobrol dgn sopan sambil melajukan motornya pelan-pelan. Namun di tengah jalan hujan mulai turun dan semakin deras. Bajuku sdh setengah basah akibat hujan dan tampaknya bapak ojek ini, sebut saja Pak Mahfud (aku hingga kini tdk tahu namanya), tdk membawa jas hujan.
 Melihatku hampir kuyup dan kedinginan, beliau mengajakku berteduh terlebih dahulu di pos ojek terdekat. Pos itu tdk seperti gubuk-gubuk yg biasa dijadikan pos ojek dan penerangannya cukup baik. Di dalamnya terdapat dua pengemudi ojek lain yg juga menunggu hujan, sebut saja namanya Pak Ridwan dan Pak Budi (aku hingga kini juga tdk tahu nama mereka) yg usianya kira-kira 30 tahunan. Pak Mahfud memintaku masuk agak ke dlm karena hujan sdh sangat deras.

- Sementara itu, Pak Mahfud terlihat ngobrol dgn Pak Ridwan dan Pak Budi sambil sesekali melihat ke arahku. Agak risih juga, karena aku gadis seorang diri di sana sementara baju SMA ku yg sdh lembab terlihat agak transparan.
 Beberapa lama kemudian, karena hujan belum reda, Pak Ridwan menawarkan teh manis hangat yg tersedia di pos tersebut. Tanpa curiga aku meminumnya sementara mereka melihatku sambil tersenyum. Setelah itu, mereka mengajakku ngobrol macam-macam. Kira-kira 5 menit kemudian, aku mulai merasa agak panas. Rasanya gerah sekali bajuku, padahal masih lembab. Anehnya aku juga mulai berkeringat.

- Mereka yg melihat reaksiku, berkata:.

" Kenapa neng, gerah ya?"
" Iya nih pak", jawabku
" Buka aja neng bajunya", timpal mereka lagi
Gila, yg benar saja.

- Aku diam saja mendengar omongan mereka, aku anggap hanya lelucon orang dewasa. Tp beberapa saat kemudian, tangan mereka mulai nakal menggeraygi pahaku yg masih terbungkus rok abu-abu. Aku yg semakin kepanasan mencoba menepis tangan mereka.

" Ih, apa sih pak, jangan macam-macam ah", kataku
" Ngga papa dong neng, kali-kali, ntar neng juga doyan kok"

- Sial, berani benar mereka, aku mencoba melawan dan teriak minta tolong, tetapi karena hujan sangat deras dan jalanan sepi, tdk ada yg mendengarku. Seketika itu juga, aku didorong hingga rebah di dipan pos tersebut. Tangan dan kakiku dipegangi.

- Pak Mahfud berkata:

" Neng, kalo neng diem, kita janji deh ga bakalan bikin neng kesakitan, malah kita puasin."

- Aku diam saja melihat mereka, pikiranku antara sadar dan tdk, aku merasa kepanasan seolah ikut bergairah meladeni mereka. Pak Ridwan dan Pak Budi mulai melepas kancing seragamku sedangkan pak Mahfud menyingkap rokku dan mengelus-elus pahaku. Sekarang Mereka mulai mencumbui daerah dadaku dan pahaku.

" Aahhhh, pak, jangan pak… saya belum pernah… oohhh"

- Mereka malah semakin liar menjilatinya. Pak Ridwan mulai menggeraygi punggungku mencari kancing bra, namun anehnya aku malah ikut mengangkat punggungku untuk membantunya.
 Seketika itu juga dadaku terpampang jelas di depan mereka, menjulang keluar seperti bukit, dgn puting warna coklat muda. Pak Ridwan dan Pak Budi kemudian menghisap putingku perlahan, membuat putingku makin tegak berdiri dgn keras. Jilatan Pak Mahfud semakin nakal di CD ku, kadang-kadang menyelinap ke balik CD ku yg sdh basah membuatku semakin kepanasan.

" Ooohhh… Pak… uuucchhh…" kataku makin tak jelas, sementara Pak Mahfud mulai menarik CD ku. Aku mengangkat pantatku untuk membantunya.
" Wah, cantik banget neng, meqinya. Masih perawan ya", begitu kata beliau ketika melihat meqiku yg berwarna merah muda dgn bulu meqi yg jarang dan tampak mengkilat karena lendir kewanitaanku,
" sekarang saya bikin neng puas deh", dan setelah itu beliau mulai menjilati daerah pribadi saya.

- Saat itu, saya berpikir saya sedang dikerjai, tp justru saya menikmatinya. Ketika mereka sdh tdk menahan tangan dan kaki saya, tangan saya malah mulai ikut menekan-nekan kepala pak Ridwan dan Pak Budi sedangkan kaki saya menjepit kepala Pak Mahfud seolah ingin mendapatkan kenikmatan lebih.

" Aacchh… Aacchh… Aacchh"
" Pak… ooohhh… nikmatthhh… terus.." aku meracau terus tanpa henti ketika pak Mahfud memainkan klitorisku
" ooohhh… Pak… aku mau pipis… ah…"
" Aaahhhhkkkk…" aku teriak sekencangnya ketika aku orgasme untuk pertama kalinya.

- Seketika itu badanku lemas tdk bisa bergerak. Sementara mereka malah keenakan menjilati meqiku bergantian, menghabiskan lendir kewanitaanku yg sdh banjir di rok. Kemudian sisa bajuku dilepas semua hingga aku bugil. Mereka juga melepaskan baju mereka hingga kami berempat bugil di pos.
 Waktu sdh sekitar jam 9 malam tp hujan masih sangat deras hingga tak ada seorangpun di luar dan menyadari kejadian ini. Mereka mulai merangsangiku lagi dgn menjilatiku, kali ini Pak Mahfud dan Pak Budi menjilati putingku, sedangkan pak Ridwan menjilati liang kewanitaanku. Aku yg masih dibawah pengaruh obat perangsang kembali bergairah menerima perlakuan mereka.

" oohh… oohh…, udah oohh…"
" jangan… trusin… oohh"
" mmpphhh.. pak… enak banget…" kataku tak karuan
Pak Ridwan menjawab,
" Meqimu juga nikmat say"
" oohh… oohh" aku menggelinjang menerima perlakuan mereka, sekarang adegan yg seharusnya pemerkosaan sdh berubah menjadi adegan sex yg kuinginkan lebih.
" oohh… pak aku mau keluar…"

- Kali ini ketika mereka tahu aku mau orgasme, mereka berhenti merangsangku.  Aku yg sdh sangat horny sedikit kecewa waktu itu, tp Pak Ridwan malah rebah di sampingku dan kedua pengojek lain menuntunku ke atas tubuh Pak Ridwan. Ketika bibir meqiku tersentuh kepala penis Pak Ridwan, aku merasa sangat terangsang.  Dlm keadaan terangsang berat, aku mulai memegang penis Pak Ridwan yg sdh sangat besar, dan memainkannya di bibir meqiku. Sesekali Pak Ridwan menarikku hingga kepala penisnya masuk ke meqiku.
 Sementara dua pengojek lainnya masih memainkan putingku dan bibirku. Aku merasa sangat kenikmatan. Kukocok penisnya di ujung meqiku, semakin lama ku dorong semakin dlm dan akhirnya..

" oohh… ooohhh… oooohhhh" tembus sdh keperawananku.

- Pak Ridwan mendiamkan batang penisnya sebentar, membiarkanku beradaptasi dgn benda besar di dlm kemaluanku sambil menikmati pijatan dinding meqiku yg masih sangat rapat. Sesaat kemudian Pak Ridwan mulai menaik-turunkan badanku hingga aku mendesah keenakan. Lama kelamaan aku bisa mengocok penisnya dgn meqiku sendiri.

" Ahhh… ahhh… cplakk..cplakk…. ehhhhhggghhh…" begitu bunyi permainan kami.
" nikmat sekali meqimu, sayang. Masih sempit" kata Pak Ridwan yg kemudian menarikku dan menghisap putingku.
" Emmmhh ahhh… Ssshhhh enghhhhh… ooooohhhh… auuuwhhhh…" aku tak bisa berkata-kata lagi karena terlalu keenakan menikmati penis Pak Ridwan.

- Pak Mahfud mengocok batang penisnya melihat adegan kami, sedangkan Pak Budi mencoba mengeksplorasi liang pantatku. Beliau memasukkan jarinya.

" Ooohhh sakit pak… Ooohhh …" begitu kataku, ketika jari tengahnya masuk.
" Sabar neng, nanti juga nikmat…” kata pak Budi, kemudian malah memasukan batang penisnya yg besar ke anusku… tentu saja rasanya sangat sakit
" Ooohhh … Ooohhh sakit pak… sdh…" tp beliau tak peduli, penisnya terus dimasukkan hingga dlm kemudian aku dibiarkan istirahat dlm posisi sandwich.

- Setelah terbiasa, mereka berdua mengocokku, aku seperti isi sandwich, Pak Ridwan mengocok meqiku dari bawah sedangkan Pak Budi mengocok anusku dari atas… aku teriak sejadi-jadinya antara keenakan dan kesakitan…

" Ooohhhkkkk… Ooohhh …Ooohhh …"
" Ooohhkkkk… nikmat…. trusss….. ssshshhhhhh…."

- Pak Mahfud yg melihat adegan kami dipanggil kedua rekannya,

" Pak, jangan bengong aja, ni masih nyisa satu lobang” sambil menunjuk mulutku
Selanjutnya Pak Mahfud memasukkan penisnya ke mulutku hingga aku sesak napas.  Kepalaku ditariknya maju mundur hingga ke tenggorokan. Aku semakin kewalahan menghadapi nafsu binal mereka. Semakin lama aku semakin tdk sadar dgn apa yg ku perbuat.

" Ooohhh .. Ooohhh …" desahku di antara hisapan penis Pak Mahfud.
" Ooohhhkkk… neng enak banget meqinya…" kata Pak Ridwan
" trus neng, jangan berhenti" kata Pak Mahfud
" Neng, bentar lagi keluar nih" kata Pak Budi
" Arrrrrhggggghhh…. ssshhhhh" Seluruh tubuhku terasa bergetar… kemudian aku ambruk di atas pak Ridwan, kukeluarkan seluruh lendir kewanitaanku hampir bersamaan dgn ketiga orang itu mengeluarkan spermanya di dlm tubuhku.

- Sesaat kemudian aku tak sadarkan diri. Ketika aku sadar, aku sdh kembali berpakaian dgn kusut. Seluruh tubuhku lemas. Jam menunjukkan pukul setengah 11 malam. Meqi dan anusku masih penuh dgn sperma mereka. 5 menit kemudian ketika aku sdh mampu berdiri, Pak Mahfud mengantarku hingga ke rumah. Orangtuaku menanyaiku tetapi aku telalu lelah sehingga aku langsung masuk kamar dan tidur.
 Begitulah pengalaman pertamaku melakukan hubungan sex dgn orang-orang yg hingga kini aku sendiri tdk kenal. Sampai saat ini, seringkali aku rindu disetubuhi oleh tiga orang lagi tp aku masih tdk berani!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Jumat, 25 November 2016

Selingkuhanku Tetanggaku

Related image

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Selingkuhanku Tetanggaku - Awal dari kisah sex nyata hot ini di saat aku masih belum punya rumah alias masih mengontrak kalau mau kisahnya silahkan kalain simak. Aku jadi penasaran ingin tahu seberapa cantik tetanggaku itu suatu saat kami pun bertemu dan berkenalan dgn suami dan isteri tetanggaku mereka bernama Bondan dan Tia sedangkan Tia masih muda sekali bahkan lebih muda dari aku beberapa tahun kamipun menjadi akrab...


CERITA DEWASA - Selingkuhanku Tetanggaku | Bondan memiliki usaha sendiri di bidang accu mobil dan motor di dekat rumah mertuanya yang cukup jauh dari tempat tinggal kami Bondan selalu berangkat pagi dan pulang maghrib.Karena sdh terlalu akrab aku dan isteriku sering nonton TV di rumah mereka maklumlah kami masih baru menikah jadi belum punya barang apa apa hanya lemari plastik ranjang dan peralatan dapur bahkan kami masih sama sama kuliah.
 Karena saking akrabnya aku sdh tdk sungkan lagi untuk masuk ke rumah mereka pada suatu siang ketika isteriku sedang pergi kuliah dan aku sendirian di rumah aku bertandang ke rumah tetanggaku untuk nonton televisi.
 Kebetulan di rumahnya hanya ada Tia dan anaknya yang baru berumur tiga tahun.Sewaktu nonton televisi kami mengomentari tentang film yang kebetulan tentang percintaan semakin asyik mengobrol isteri tetanggaku menanyakan tentang bagaimana hubungan sex tadinya aku kaget sewaktu dia bicara tentang sex lalu aku beranikan diri untuk menanyakan bagaimana hubungan sex mereka.

- Tia bilang bahwa dia belum pernah merasakan enaknya hubungan sex karena suaminya tdk pernah melakukan pemanasan lalu aku berlagak banyak pengalaman memberikan petunjuk dia senang sekali mendengarnya ketika itu Tia sedang menyusui anaknya lalu aku goda dia dgn gurauan yang berbau sex dan aku goda juga anaknya dgn memegang Toket Tia untuk melepaskan pentilnya dari mulut anaknya seolah olah aku melarangnya menyusu lagi karena memang anaknya sdh terlalu besar untuk menyusui.
Dan ternyata Tia diam saja setelah itu dia menyuruh anaknya main keluar setelah anaknya pergi aku beranikan diri untuk mendekatinya dan memeluknya tanpa berfikir panjang aku langsung mengecup bibirnya dan kami berciuman ternyata Tia membalas ciumanku dgn erangannya yang merangsang.
 Lama kami saling berpagut ciuman hingga Tia mengerang seperti keenakan kemudian aku mainkan toketnya yang besar dan aku mainkan pentilnya dgn jari jemariku sebelumnya dia sdh bilang bahwa Meqi Tia Sdh Basah dari sewaktu kami ngobrol tentang sex.
Lalu kemudian setelah puas kami berciuman aku bimbing Tia untuk tiduran dan aku beralih posisi di atas badannya kamipun berciuman lagi sambila aku tekan tonjolan k0ntolku yang sdh menegang di balik celanaku.Aku gesek gesekkan k0ntolku di meqinya dgn masih memakai pakaian yang masih lengkap. Tentu saja Tia semakin liar merasakan rangsangan yang aku timbulkan di daerah meqinya rasanya aku sdh tdk dapat menahan k0ntolku lagi yang sdh begitu menegang dan ingin rasanya aku masukkan ke dlm lubang meqinya.

- Tiba tiba aku mendengar suara ketuk pintu kemudian aku hentikan ciumanku dan kami saling menatap dgn penuh kesal dan sedikit marah karena mengganggu kami yang sedang nikmatnya memadu kasih aku tdk dapat meneruskan ciuman lagi dan tanpa fikir panjang aku langsung pulang dgn hati kecewa dan k0ntolku masih menegang. Dan aku semakin gelisah karena tdk dapat menyalurkan gairah sexku lagi kemudian aku ke kamar mandi dan mencoba mengingat kembali peristiwa tadi dgn Tia sambil aku bermasturbasi.
 Tp tiba tiba terdengar suara orang mandi dirumah kontrakan sebelahku kemudian aku melongok dan kulihat seorang gadis cantik putih mulus sedang mandi telanjang bulat aku pun berhayal lagi hingga akhirnya aku bisa menyalurkan sexku lewat masturbasi.
Setelah kejadian itu aku tdk memiliki waktu lagi untuk berduaan dgn Tia karena selain isteriku sering di rumah akupun sibuk dgn kuliahku setelah beberpa bulan kami tinggal di rumah kontrakan tersebut kamipun pindah rumah dgn sedikit berat hati Tia melepaskan kami pindah rumah.Akan tetapi aku masih menitipkan beberapa barang di rumahnya karena tdk muat dlm mobil seminggu kemudian aku datang siang ke rumah Tia untuk mengambil barangku.

- Dan secara kebetulan Tia sedang berduaan dgn anaknya pikiran kotorku mulai muncul inilah saatnya aku bisa bermain cinta dengannya setelah mengobrol beberapa saat aku memberikan uang kepada anaknya dan menyuruhnya jajan di luar.Nah kesempatan itu tdk aku sia siakan setelah anaknya pergi aku langsung menciuminya dan diapun membalasnya bahkan dgn erangan yang lebih liar dari sebelumnya.
 Sambil berciuman tanganku langsung kuarahkan ke dlm CDnya dan memainkan gundukkan rambut meqinya dgn mengelus elusnya.
 Kemudian mulutku beralih ke gundukan bukit kembarnya yang menggemaskan kumainkan lidahku di sekitar puting sambil tanganku tetap bermain di lubang meqinya Tia tdk dapat menahan seranganku karena rangsangan yang aku berikan membuatnya semakin mengerang dan memelukku erat erat aku buka resluiting celana jeansku kemudian tangan Tia ku bimbing untuk memainkan k0ntolku yang sdh mulai tegang dgn lembutnya Tia mengelus dan mengocok k0ntolku karuan saja semakin lama k0ntolku semakin tegang keras dan rangsangan yang timbulkannya membuatku ingin sesegera mungkin memasukkannya ke liang kenikmatan Tia.

- Kami berdua sdh tdk dapat menahan rangsangan lagi selanjutnya aku berjongkok untuk membuka celana pendek dan CDnya kami sempat saling bertatapan seolah olah sdh tdk bisa membendung lagi gairah yang muncul dan ingin secepatnya memasukkan k0ntolku ke lubang meqinya. Dan dgn hanya membuka setengah celana jeansku sebatas dengkul aku mulai mengambil alih posisi di atasnya untuk memberikan sensasi yang lebih aku gesekkan k0ntolku di kemaluan Tia sehingga membuat tdk kuat menahan rasa geli lama aku menggesek gesekan k0ntolku di atas lubang meqinya hingga aku lihat Tia sdh tdk tahan lagi kemudian kau masukkan k0ntolku ke lubang meqi Tia yang wangi semerbak.
Perlahan aku tusuk k0ntolku dan Tia membuka lebar lebar kakinya agar Cerita Dewasa memudahkan rudalku masuk ke lubang kewanitaannya.Perlahan tp pasti kejantananku memasuki lubang kenikmatan Tia dan eranganpun keluar dari mulut Tiayang semakin liar

" Aaacchhhh Aaacchhhh Mas nikmat sekalli" sambil memegang panggul dan pantatku Tia membantuku memasukkan dan mengeluarkan k0ntolku dari lubang meqinya.

- Pada saat k0ntolku menusuk Tia menekan pantatku sehingga seluruh k0ntolku masuk semuanya ke dlm lubang kenikmatan tersebut sambil aku putar pantatku.

" Aaacchhhh nikmat Masss terus Mas terus yang cepet ooogghhh nikmat"..katanya..

- Meqi Tia memang kuakui sangatlah lain dan memiliki daya tarik dan daya rangsangan yang tinggi sewaktu aku menarik dan memasukkan k0ntolku ke dlm lubang meqinya sensasi yang aku terima begitu dasyat sekali karena dinding meqinya menyempit ketika k0ntolku masuk dan memijit mijit batang k0ntolku.
 Nah ini sensasi yang baru buatku begitu nikmatnya meqi Tia selain batang k0ntolku dipijit pijit oleh dinding meqinya juga k0ntolku serasa disedot setiap kali k0ntolku di dlm meqinya walaupun ukuran k0ntolku standar tdk seukuran orang bule tp sensasi lubang meqi Tia seakan akan menyempit kami berdua saling mengerang kenikmatan terlebih lebih aku karena nikmatnya yang tiada tara.
 Peluh keringat terus mengucur dan Tia masih tahan dgn gempuran k0ntolku kepala Tia semakin bergerak ke kiri dan ke kanan sambil terus tdk henti hentinya mengerang dgn mata tetap tertutup merasakan kenikmatan gesekan k0ntolku.Aku ingin berganti posisi di bawah untuk menambah sensasi tp Tia meTiaknya karena takut dia tdk mendapatkan orgasme yang sebentar lagi akan datang dgn sedikit kecewa aku menuruti kemauannya walaupun aku merasa dgn posisinya di atas kenikmatan yang luar biasa akan kami peroleh aku semakin mempercepat gerakanku dgn maju mundur.

- Semakin cepat gerakkanku semakin aku merasakan ledakan akan keluar dari dlm tubuhku Aku tdk tahan lagi dgn sensasi yang diberikan oleh lubang meqinya Tia yang dasyat itu maka aku merasakan orgasmeku akan datang.

" Tia nikmat banget ohh aku sampe nggak tahan nih ohh nikmaatttt.." kataku
" eemmmhhh Mas nikmaattt sekali terus Mas terus oocchhh hmmmzzzm" aku semakin tdk tahan dgn erangannya yang membuatku semakin tambah bernafsu.
" eeemmmhhh Tia aku mau keluar nih bareng ya Tia.." kataku.
" Aaaahhhhhh aku juga nikmaattt terus yang kenceng Mas oh oh oh Mas aku keluaarr hhmmpphhh .." katanya.
" Aku juga Tia oohh aku keluarrrrrr Tiaaaaaa.." kataku lagi.

- Lalu aku muncratkan spermaku didalam meqinya sambil aku peluk dia dan kukulum bibirnya yang mungil dan kami saling berpagutan berciuman merasakan kenikmatan yang sedang berlangsung semakin kencang spermaku keluar semakin kencang aku mencium dan menyedot bibirnya yang tentu saja membuatnya semakin menyedot pula dan mencengkeram serta memelukku erat karena tdk tahan dgn nikmatnya orgasme kami berdua sama sama lemas dan masih merasakan sisa kenikmatan yang terakhir.
Sambil masih terus berciuman dan rudalku masih menancap di lubang meqinya denyutan dari Dinding Kewanitaan Tia masih bisa aku rasakan di batang k0ntolku yang begitu nikmatnya.

- Aku senang Mas bisa ngesex sama Mas aku nggak nyesel kok katanya sewaktu kami masih berpelukan.

" Aku juga seneng Tia nikmat banget abis meqi kamu legit sih heee..heee". candaku.
" Mas bisa aja ah" sambil mencubit pinggangku Tia menunduk malu dan senang dengar pujianku.

- Lalu kemudian kami membersihkan diri bersama sama dan setelah itu berciuman lagi sambil berpelukan lama kami berpelukan sampai pada akhirnya aku pamitan karena takut suaminya pulang atau tetangga yang lain akan curiga.Lalu dgn pandangan mata yang sendu Tia melepas aku pergi aku tahu bahwa sebetulnya dia masih menginginkan k0ntolku untuk dimasukkan kedalam lubang meqinya lagi tp karena sesuatu hal dia mengerti tdk mungkin melakukannya lagi.
 Ini adalah pengalaman yang tdk bisa aku lupakan karena sampai saat ini belum pernah aku merasakan meqi yang senikmat punya Tia sebenarnya aku ingin sekali mencicipi Meqinya Tia tp setelah kejadian itu kami tdk pernah bertemu lagi karena rumahku dan rumahnya berjauhan selain itu aku dengar bahwa mereka juga telah pindah rumah ke orangtuanya.Dan berita yang terakhir aku dengar bahwa suami Tia yaitu Bondan menikah lagi jadi Tia di madu dan Tia semakin kesepian lagi alias jablay.

- Itulah kisah yang bisa aku paparkan kali ini memang aku pribadi sangatlah bersalah dlm hal ini terutama dgn suaminya Tia namun kalian sendiri tahu bahwa yang namanya nafsu sulit untuk kita bendung sekian sajian kali ini lewat judul Cerita Tia Tetanggaku Dan Selingkuhanku!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Kamis, 24 November 2016

Sayangku Yuni

Image result for cerita dewasa sekretaris

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | Sayangku Yuni - Perkenalkan nama saya Herman. Saya akan menceritakan kisah saya yg terjadi pada saat saya masih 3 SMU. pada saat tinggi saya 175 cm berat 55 Kg. dan saya berotot pada saat itu karena sering angkat barbel yg 3 kiloan dan sit-up setelah bangun tidur setiap hari. ya cukup menarik perempuan saat itu sehingga saya dapat seorang wanita cantik di SMU...




CERITA DEWASA - Sayangku Yuni | Tetapi saya tdk akan menceritakan saya tidur dgn pacar saya karena saya tdk pernah ngesex dgnya dan tentu saja cerita hubungan pacar atau pasutri itu tdk menarik.
 Cerita sex terbaru, Saya akan menceritakan tidur dgn pembantu saya, Yuni, Seorang wanita desa yg Ndeso dan lugu. Dia hanya lulusan SD dan pengetahuan sexnya sangat rendah. Masa artinya perawan saja tdk tahu, dia mengira perawan itu susunya kencang dan pantatnya kencang, dan yg tdk perawan itu susuny6a kendor dan pantatnya gantung. masih ada aja yg percaya begituan di era globalisasi. Umurnya masih 19 tahun, masa keemasan.
 Tingginya hanya 160-an cm dan beratnya sekitar 45 kg. Kulitnya putih dan halus seperti wanita jawa lainya. wajahnya pun bisa dibilang lumayankarena putih mulus tak berjerwat. Toketnya ukuran jumbonya itu membuat pria didesanya sering menggodanya.

- Sayapun tertarik dgn ukuran besarnya. ukuran yg bisa dibilang kebesaran, 36B, itu adalah nomor yg saya dapatkan ketika mengobok-obok lemarinya ketika dia ke pasar.
 BH murahan itu kadang saya cium dan hisap aromanya. oh wanginya BH ini dan kadang-kadang saya juga mencium CELANA DLM nya dan sesekali menumpahkan mani saya di celananya yg kemudian langsung saya bersihkan agar tdk ketahuan.
 Dan kalau anda melihatnya naik sepeda ontelnya dan melewati jalan berbatu atau polisi tidur, toketnya goyang dgn indah. pria mana yg tdk ngaceng melihat pemandangan ini. dan apabila mandi, saya sering melihatanya dgn one way mirror yg saya taruh di kmar mandinya.
 Melihat dia dgn rambut basah atau penuh busa serta melihat dia menyabuni toketnya dan meqinya yg dipenuhi bulu tipis yg dicukur membuat saya berfantasi tidur dgnya. sesekali saya juga melihat dia menykur jembutnya atau mencukur bulu kakinya di kamar mandi juga membuat junior saya tegang
Cerita dewasa 2016/2017, Melihatnya menyuci mobil, oh alangkah seksinya dia ketika saya melihatnya dgn baju yg ngeplat BH dan putingnya karena basah dan tentunya saya lanjutkan dgn choli atau ngocok. Tidur dgnya?, tdk saya tdk berani karena takut hamil. tetapi karena saya perkembangan teknologi yg memungkinkan tdk bisa hamil maka niat saya tidur dgnya hidup lagi.

- Suatu hari, Orang tuaku beserta adikku pergi ke luar kota untuk mengahadiri resepsi pernikahan. Sedangkan saya tdk ikut karena saya ada ulangan di sekolah. tetapi ibu saya ingin saya ikut dgn minta ujian susulan.
 Tp saya menolak dgn berbagai alasan karena kalau ujian susulan nggak bisa nyontek. akhirnya ortuku beserta adikku meninggalkanku. Kemudian saya belajar(lebih tepatnya membuat contekan buat besok) dan langsung tidur.

- Kemudian saya menegrjakan ulangan dgn contekan dan setelah pulang sekolah saya langsung pulang ke rumah. setelah iu saya main PS2 sampai malam bersama teman saya dan setelah selesai teman saya langsung pulang. tdk terasa sdh malam.
Saya meminta Yuni untuk masak.

" Yuni…Yuni…" saya teriak memanggil Yuni.

- Mungin karena terlalu keras dia lari terbirit-birit dari ruang tv ke hadapan saya. pada saat lari. susunya bergoyang kemana-mana di balik baju kekecilanya otomatis membuat saya ngaceng. kemian saya langsung mengambil koran dan menutup k0ntol saya dibalik celana pendek yg saya pakai.

" Yuni, sdh masak nasi belum?"
" waduh saya lupa"
" masak nasi tuh kan lama, bisa setengah jam, gimana sih kamu?"
" Maaf mas Herman, saya lupa"
" Cmakanya dikurangin nonton sinetronya"
" sekali lagi maaf mas…"
" ya udah, gapapa kok, lauknya apa"
" terserah mas"
" kalo gitu, nugget aja yg di kulkas"
" ok mas"
" kalau gitu saya mandi dulu, nanti kalo udah selesai saya dipanggil ya"
" iya mas" itu adalah percakapan pendek saya dgn Yuni. kemudian saya mandi dgnbersih dan menggunakan baju sepak bola dan celana pendek.
" mas, makananya sdh selesai", itu suara Yuni memanggil saya. kemudian saya langsung makan.
" mbak makannya sdh selesai" suaraku dgn lantang. kemudian dia datang dan membersihkan meja dan menyuci piring dan saya ke ruang keluarga dan sekilas melihat tv yg sdh hidup yg ditonton oleh nya.

- Ternyata sebuah sinetron, ah,mengapa orang suka menonton junk ini. kemudian saya gonta ganti channel, ternyata semuanya sinetron karena lagi

" prime timenya"
" mas, kok diganti sih?" katanya yg saya tdk ketahui sdh duduk dibawah
" mbak masih nonton yg tadi?, itu kan jelek"
" bagus lo mas, itu episode terakhir lo mas"
" plis mas" kata itu diulang berkali kali
" ya udah deh"

- kemudian saya mengembalikan ke channel semula dan saya mengambil majalah olahraga karena saya anti-sinetron. dan kami sering bincang-bincang ringan. ya seputar kehidupan saya di sekolah dan cerita dia. kemudian beberapa menik kemudian sinetron itu di ending dan sepasang manusia berciuman yg tentunya disensor seperti hanya keliatan punggungya.

" yah, kok cuma punggungnya sih?"
" namanya juga di indonesia, nggak boleh diliatin"
" iya mas, sinetron lain juga begitu"

- kemudian saya melenceng dari topik.

" emang mbak nggak tau ciuman"
" nggak pernah mas, takut hamil"
" duh ini orang goblog banget ciuman kok hamil" kataku dlm hati
" mbak, ciuman itu nggak bikin hamil"
" emang mas pernah nyium mbak dina ya?" pertanyaanya malah balik ke saya. dina adalah pacarsaya
" nggak pernah, dina kan solehah", kataku. pacarku memang solehah, sayapun kalau berpacaran selalu disuruh membawa adikku.

- Pas nembak diapun setengah mati, dia setuju, tetapi kedua orang tua juga harus setuju. itu permintaan. tp saking cintanya. maka saya menurutinya.

" Ooooo" katanya
" masak mbak nggak pernah?"
" betulan nih nggak pernah sama mas jay". jay adalah mantan pacarnya di desa. saya mendapatkan informasi ini dari mengorek HPnya
" nggak, saya cuma dicium pipi sama mas jay"
" oooo, mbak pijatin dong"

- kemudian saya telungkup di sofa dan Yuni memijat saya.

" Yuni, kamu kok nggak punya pacar sih"
" nggak tau mas"
" loh, kok nggak tau sih"
" iya nih"
" padahal kamu itu cantik", rayuan gombalku keluar
" ah mas bisa aja"
" kok kamu putus sih sama mas jay"
" dulu mas jay ngajak begituan, tp saya malu kemudian kami putut"
" loh kok malu"
" EEEmmmm", dia bergumam
" jawab dong"
" saya malu buka baju"
" loh kok buka baju takut?, mbak ini aneh"
" mmmm" dia bergumam lagi, lama sekali
" mbak, jawab dong, budek ya"
" mmmm"
" oi jawab dong", kataku kesal
" anu mas, saya mau jawab tp jangan bilang sapa-sapa ya", ucapanya lirih
" oke deh"
" janji ya mas"
" IYA!", ucapan saya dgn nada menekan
" saya malu dgn susu saya"

- ucapan ini membuat saya ngaceng plus rangsangan darinya merijat pada dlmku. otomatis k0ntol saya tertekan.

" aduh”
" Kenapa mas?"

- saya bingung haru menjawab apa.

" di situ sakitnya, dipijitnya disitu terus aja" berarti aku menambah kesakitan k0ntolku kemudian saya melanjutkan pembicaraan yg tadi terputus
" kenapa?"
" kata teman saya, kegedean, terus saya juga risih kalau naik sepeda sering diliat orang mas, aku isin mas"
" kataku toketmu bagus kok"
" ah mas ini bisa aja. coba ada opersi negecilin susu"
" ada tp harganya selangit, kamu kuat?, nanti operasi di luar negeri"
" saya nggak kuat mas kalo segitu"
" bagus kok susumu Yuni, wanita2 itu pada ingin dibesarin kok kamu dikecilin" kataku memuji
" terus susu kamu bikin tambah kamu jadi sexy loo", kataku memuji lagi
" ah mas ini", mukanya merah tersipu malu-malu
" terus muka kamu kan cantik", pujianku menjadi-jadi
" tp kan aku tetep gadis desa mas, kampungan, ndeso", katanya merendahkan diri
" kamu bisa kok jadi gadis kota, gadis yg ada di sinetron-sinetron itu"
" ah yg bener mas, gimana caranya?", katanya
" ya dari baju sikap dll"
" baju, kayak gimana mas?"
" kalo ini kamu harus percaya diri, kamu pake tanktop atau rok mini"
" malu mas"
" udah, kamu coba dulu, saya beliin deh"
" duh, nggak enak mas"
" udah, gak papa kok"

- kemudian dia ke kamarnya dan mengambil uang.

" Cnggak papa nih mas, masak saya nyuruh majikan beliin baju"
" oh nggak papa kok, ini kan demi kamu juga, lagipula saya juga ingin keluar"
" makasih ya mas, jadi nggak enak nih"
" udah tenang saja kok"

- Kemudian saya keluar dgn naik sepeda motor saya dan pergi ke toko pakaian yg terkemuka. mumpung lagi sale.
 saya memilih tang top pink, rok jeans mini dan sebuah G-string. tp masalahnya saya risih membawa pakaian perempuan. apalagi membawa g-string. oleh karena itu, saya mencuri pakaian daripada diketawain sama kasirnya.
 Saya memasukan barang tsb di balik jaket saya yg seharusnya tadi dititipkan penitipan barang, tp, karena orangnya nggak ada, saya nyelonong aja. dgn perasaan santai saya keluar dan langsung mengendarai motor ke rumah.

" kemudian agar keliatan beli, saya diam-diam ke dapur dan mengambil kantong kresek yg ada logo sebuah toko baju"
" ini Yuni bajunya"
" waduh, makasih banget mas, saya harus ganti brapa?"
" nggak usah ganti, gratis kok"
" tetapi wajah senang itu 360 derajat menjadi malu setelah melihat pakaian yg ada di dlm kantong tersebut"
" mas, nggak salah nih?"
" betul kok, kamu pasti seksi dan cantik pake itu"
" kamu mandi dulu, terus baru pake itu, biar tambah cantik"
" tp mas, nanti paha sama belahan susu saya kelihatan lo mas"
" nggak papa kok, kan susu kamu gede terus kulit kamukan putih jadi cantik kok"
" tp kan saya jadi malu"
" tenang, kan cuma ada saya dan kamu doang, jadi nggak usah malu"
" iya deh mas, tp cuma semalam saja ya"
" iya, tp nanti kamu jangan pake beha"
" loh mas, kok nggak pake beha?"
" kamu tahu nggak kalo pake beha bisa bikin kanker toket nanti matinya cepat kayak artis yg diinfotaiment itu", kataku menakutinya
" saya jadi takut mas"
" makanya kamu nggak usah pake beha aja terus, buang aja behamu, terus kamu pake CELANA DLM yg saya beliin,"
" iya mas"
" Sabunanya yg banyak ya"

- kemudian saya menunggu beberapa menit dan akhirnya keluar juga. waduh, cantik bener, terlihat Yuni dgn tanktop V-neck sehinggaputingnya ngeplat dan belahan dadanya yg besar serta terlihat kakinya dan pahanya mulus yg ingin aku raba-raba.
Betul-betul membuat saya ngaceng sampai sakit yg kemudian menyembul dibalik celanaku, dgn cepat aku duduk dan langsung mengambil bantal yg kemudian saya taruh diatas paha.

" gimana mas Herman" katanya berusaha menutupi bagian dadanya
" waduh Yuni kamu seksi dan cantik banget"
" makasih mas Herman"
" mas jay pasti nyesel mutusin kamu kalo liat kamu kayak begini"
" ah mas Herman bisa aja deh"
" kamu itu aslinya cantik dan seksi lo Yuni"
" mas tp ada yg nyelip"
" nyelip?"
" iya mas"
" apaan?"
" Dgn malu dia berkata", anu mas, kolor tali yg mas beliin"
" oh nggak papa kok, ayo duduk disofa"

- kemudian dia duduk di hadapan saya.

" gimana, enak nggak?"
" nggak enak mas, yg bawah nyelip, terus yg atas ngetat mas, nggak pake beha lagi mas, puting saya kelihatan ya mas?,saya malu sekali mas, ternyata jadi gadis kota itu susah"
" puting kamu keliatan bikin kamu jadi tambah seksi kamu kayak di film-film lo, kamu jadi model aja Yuni"
" ah, mas ini bisa aja, nanti kalau Yuni jadi model, nanti yg ngurus mas siapa?"
" udah Yuni, nggak usah ditutup-tutupin susumu, santai aja, kan yg liat cuma aku, kalo kamu kecilin susumu, mungkin kamu nggak jadi seksi lagi lo"
" tenang, cuma saya dan aku, aku nggak gigit kok, aku jaga rahasia kita berdua"
" hihihi" akhirnya senyumnya mengembang juga
“mas, aku boleh salin ndak?”
" jangan ganti, nanti saya ajarin biar tambah seksi dan naughty"
" mas Herman, kok kayak lagunya tata yg"
" nanti biar kamu seksi kaya tata young"

- kemudian saya memutar VCD tata young, kemudian lagu sexy, naughty & bitchy keluar,  keluarlah keluar tata young yg seksi itu.

" tata young aja berani diliatin didunia malah, kok kamu dihadapan saya aja kok malu"
" tata young kan cantik, kalo saya apanya cantik"
" udah, sekarang kamu menutup mata, bayangkan kamu tata young"
" iya mas"

- kemudian dia meniru gerakan tata young sambil nyanyi, meskipun englishnya kagok, tp gerakanya sangat sensual. kedua tanganya meraba pahanya, pyudaranya dan tentu saja membuat saya ngaceng. setelah bernyanyi.
 Yuni menjadi percaya diri, dia tdk menutupi tubuhnya lagi. tanpa saya sadari, rupanya dia terangsang, terlihat dari putingnya sdh berkembang. Saya menganggap ini kesempatan emas untuk ML dgnya.

" mbak, kalo udah nyanyi ayo duduk disini"
" iya mas"

- Yuni langsung duduk di sampingku.

" mbak haus kan, saya juga haus"
" kok tau sih mas Herman ini, saya ambil jus jeruk di kulkas ya"
" udah, biar saya yg ambil, mbak kan capek abis joget"

- kemudian saya langsung mengambil jus jeruk dikulkas dan mengambil gelas di dapur. Kemudian diam-diam saya mengambil obat perangsang milik kedua orang tua saya di kotak obat. kemudian saya menelan 2 obat perangsang sekaligus dan 1 obat saya tumbuk menjadi bubuk dan saya masukan ke dlm jeruknya. kemudian saya langsung ke ruang keluarga, saya pun juga ngaceng terus, dan tdk saya tutupi yg mungkin bisa menambah rangsangan dia juga.

" ini mbak jus jeruknya"
" slruupp" jus jeruk itu langsung diminum sampai habis

- kemudian efek obat itu bekerja. terlihat Yuni mengipas-ipas tubuhnya dan puting susunya membengkak.
 kemudian kami mulai ngobrol lagi.

" mbak, masa sama mas jay cuman cium pipi?"
" iya, mas"
" mbak, pengin tau nggak rasanya mulut mbak dicium? kayak disinetron?"
" mau, kayaknya enak"
" kalo saya ajarin cium mulut orang mau nggak?"
" saya takut mas"
" katanya tadi mau, kok sekarang takut sih?"
" mmmm" dia bergumam lagi
" udah, gini aja, kamu saya cium, kalo nggak enak nggak usah dilanjutin"

- kemudian saya suruh menutup mata, kemuadian saya mendekatkan bibir saya dan kami saling berciuman sekitar 10 detik.

" gimana mbak, enak?"
" enak ya mas"
" ini ada satu ciuman lagi tp kamu harus juga aktif, nanti lidah kamu ke lidahmu dan lidahku ke lidahkmu"

- Kemudian kepalaku sedikit di miringkan dan kami melakukan french kiss cukup lama sekali. kemudian bibirku berpindah kekupingnya dan kucium kupingnya dan aku julurkan lidahku ke lubang telinganya.

" Cuhh.. geli mas" kemudian saya cium lehernya yg wangi
" enak mas enak lagi mas ohh.." dan kuberikan tanda merah di lehernya. kemudian saya turunkan tali tank topnya.
" jangan mas, malu" tetapi kuteruskan saja dan kemudian saya melihat kedua bukit kembar yg yg putingnya sdh menonjol keras.

- Kemudian saya remas-remas kedua bukitnya.

" mas, pelan saja" kemudian kuturunkan temponya dan ku cubit-cubit kecil toketnya .

- Setelah itu saya pilin-pilin putingnya. dia mendesah menggelinjang.

" ohh…ahh… geli mas" sungguh indah pemandangan ini. kemudian saya emut-emut toketnya kananya dia teriak-teriak
" ohh yea yess ahhh" dan tanganya meremas toket kiri.

-  Setelah beberapa menit saya pindah dan beberapa menit kemudian saya menjulurkan lidah saya ke pusarnya yg bersih itu dan kedua tangan saya aktif meremas kedua toketnya. posisi ini susah karena perut Yuni bergoyang terus saking nikmat yg kuberikan untuknya.
 Kemudian kedua tangan saya turun ke roknya dan pelorotkan roknya.

" mas jangan mas ahh jangan mas malu ohh" pada saat ini masih sempet-sempetnya dia untuk bilang tdk. kemudian munculah G-string biru muda, warna kesukaanku kemudian kuraba, rupanya sdh basah.

- Kemudian aku raba bibir meqiya yg sdh merah merekah.”ahh enak” kemudian aku pelorotkan juga g stringnya sehingga sdh terlihat Yuni si toket gede bugil dgnpayudata yg mingkin sdh bertambah bear 25% dgn puting mengeras dan meqi basah yg sdh merekah siap untuk ditidur kemudian saya menyuruh Yuni untuk membuka bajuku.
- Setelah itu dia memelorotkan celanaku sehinnga terlihatlah CELANA DLM ku yg menyembul. kemudian saya berkata.

" Yuni, kamu sdh siap ntuk melihat k0ntol saya sayang?",
" sdh siap mas" kemudian dia melorot kan celanaku dan 'toing' k0ntol ku menyembul keluar, k0ntol dgn jembut keriting dan k0ntol kokoh sekitar 18 cm dgn diameter 3 cm.
" emut donk say…"
" diemut?!"
" iya diemut, dijilat"
" nggak brani ya say?"
" iya mas…" rupanya dia rada ngeri dgn k0ntolku, kemudian saya kk dapur dan mengambil susu kental manis dan mengambil ceres.

- kemudian saya oleskan susu kental manis coklat itu sampai memenuhi k0ntol ku dan dan kuberi ceres warna-warni di k0ntolku.

" biar mbak nggak takut, ini saya beri coklat bia enak oralnya, emut sam pai habis"
" iya mas"
" jangan lupa, jangan sampe burung mas kena gigi, nanti lecet"

- kemudian dia mulai menjilat k0ntol saya, awalnya menjilat tp kelama-lamaan mengemut.

" ah enak sekali Yuni terus ahh yess" yg lama kelamaan sampai mulutnya penuh dan saya menjambak rambutnya.

- hisapanya seperti orang yg sdh sering nyepong.
 Dia menjalankan perintah. beberapa menit kemudian 'croot-croot' saya melepaskan mani saya pertama dimulutnya. anehnya k0ntol saya tdk mengkerut, mungkin ini efek dari obat tersebut.

" mas kok buang pejunya di mulut mabak sih?",
" kamu tau nggak mani itu mempunyai protein yg banyak?,telan aja" kemudian dia menurut dan cairan putih kental itu dia telan sampai habis, kemudian giliran saya menjilat meqinya. kuraba meqinya dan kucari clitorisnya. dia mendesah
" ahh NIKMAT mass lanjut mass" dan kemudian keluar juga dan kubersihkan dari mulutku.

- Dan sekarang mungkin saatnya k0ntol saya menerobos meqinya.

" mbak, mungkin ini rada sakit, tp setelah itu nikmatnya keluar", dan saya sdh bersiap memasukanya. kemudian tangan saya dipegang,
" mas, nanti kalo hamil gimana mas?",
" kalo kamu hamil aku tanggung jawab".

- kemudian sayaberusaha memasukan k0ntol perlahan-lahan rupanya ketika kepala k0ntolku pengenai dinding meqinya,

" uhh, perih mas" kemudian saya memasukan k0ntol 1 cm dan keluar lagi, kemudian saya masukan k0ntol 2 cm dan keluar lagi dan terus-terus menerus danakhirnya aku merasakan ada dinding duh mas perih sekali.
" udah kamu siap-siap ya say". kemudian saya menekan dgn keras
" Aaaaa…" Yuni teriak dgn keras. kemudian aku mulai gerakan maju-mundur dgn posisi missionaris dan sesekali saya minta agar k0ntol saya dijepit diantapa k0ntolnya.
" ah-ah-ah-ah" muka kesakitan Yuni berubah menjadi muka penuh kenikamatan.
" oh oh oh lebih cepat mas" kemudian saya mempercepat gerakan k0ntol saya
" nikmat mas terus mas uhhh ahhh yes yess" desahan Yuni yg membuatku bersemangat.

- Setelah itu kami berganti posisi favorit (katanya) doggy style. saya menyuruh marni membentuk seperti dan kemudian saya mulai menyodok meqi Yuni.

" ah ah mas terus mas ah ah" sedankan saya memukul pantanya sampai merah dan setelah itu saya jambak rambutnya seperti cowgirl .

- Tetapi rasa sakit itu sepertinya ditutupi oleh sodokan maut k0ntol ku. dan beberapa menit kemudian Yuni

" mass mau pipis ahh",
" udah keluarin aja". dan kemudian dia menegluarkan cairan kental dan beberapa menit kemudian
" creet…creet…creet…" saya juga mengeluarkan cairan hangat yg kental di meqinya.

- setelah itu kami french kiss dan tidur bersama di kamar tidur ortuku sambil bugil. kemudian tdk terasa sdh pagi rupanya. Yuni masih teridu pulas dan saya membanguninya.

" Mbak, bangun mbak udah jam 9 pagi mbak"

- kemudian dia bangun dgn tubuh lemas

" loh, kok sdh jam 9 pagi"
" laper mbak"
" mas Herman mau makan apa"
" roti selai aja deh, gimana mbak permainan semalam?, enak nggak?"
" enak banget mas, besok-besok lagi ya mas"
" iya"
" mas, tp nanti kalo aku hamil gimana mas"
" udah tenang aja, nanti beli pil anti hamil aja"
" mas nakal deh" katanya mencubit putingku
" kamu nakal juga deh" kemudian aku mencubit toketnya
" kamu jangan pake baju dulu yach" pintaku
" iya, tp mas juga"

- kemudian Yuni pergi ke dapur dan aku pergi ke kamarku untuk mengambil CELANA DLM BF pinjeman temanku untuk memberikan pendidikan macam posisi ngeseks.  kemudian terdengar suara dari dapur.

" mas Herman, selainya rasa apa?, stroberi,coklat,nanas apa kacang?"

- kemudian muncul lagi pikiran ngeresku untuk menidurinya.

" bawa aja semua selainya. sekalian bawa ceres sama madu sayank"
" buat apa?"
" liat aja nanti deh"

- kemudian kami berkumpul lagi di ruang keluarga. saya menyetel film biru kualitas DVD. terlihat dari kover disknya dgn judul hardcore xxx yg kata teman saya katanya ngeseks di bermacam posisi dan di berbagai tempat seperti di kantor,rumah sakit, hutan, lapangan, air terjun dll dan orangya bermacam seperti chinesse,arabian,india dan lokal ,dll
 Sedangkan Yuni sdh menaruh roti dan barang yg saya inginkan. kemudian kami menonton film tersebut bersama Yuni sabil makan roti. wah rupanya film ini berdurasi 45 menit.
 Ternyata benar kata sohibku ini film ini memberi pengetahuan posisi macam-macam dan tempat settingannya keren. baru menonton adegan buka baju k0ntol saya bengkak lagi. sedangakan Yuni masih santai-santai saja.
 Para model yg digunakan betul-betul pro dan cakep-cakep dan cantik-cantik. dan saya paling suka melihat salah satu adegan 1 tante-tante girang yg luar biasa cantiknya serta tubuh yg sangat sempurna dientot 3 orang. saya juga suka melihat orang india yg mukanya seperti aiswarya rai yg toketnya ukuran jumbo, saya taksir 39c ditiduri oleh pria india perkasa. dan kemudian film itu selesai.

" mas Herman, minta jatah lagi dong, saya melihat Yuni yg waow toketnya betul-betul membengkak, tdk seperti kemarin. putingnya pun lebih besar. kemudian saya menumpahkan semua sirup dan selai saya oleskan ke tubuh saya dan tdk lupa untuk memberikan ceres ke tubuh saya kemudian saya menyuruh membersihkan tubuhku dgn lidah."

- Kemudian dia menjilat tubuhku dgn ganas dan terakhir mengemut k0ntol saya.  mungkin karena kelewat nafsu yg membara. Yuni menngemut dgn sangat pintar dan kemampuan sedotanya kayak mesin pompa betul betul enak sekali tdk kaya kemarin.
Sedotanya mungkin bisa membuat k0ntol saya panjang,

" uh-ah alamak enaknya terus ah sedot trus yess ahhh uhhh" desahanku sambil menjambak rambutnya” beberapa meni kemudian saya menumpahkan mani di mulutnya dan dia langsung mengemutnya, tp kali ini k0ntol saya mengekrut.
" loh mas, kok ini mengkerut sih nggak kayak kemarin?"
" kan ini nggak pake obat sayang kayak kemarin"
" kalo ukuranya segini gimana masukinya dong?"
" semua laki-laki tuh kayak gini kalo abis keluarin peju, kamu harus bikin saya rangsangan biar ngaceng lagi"
" rangsangan apaan?"
" pokoknya sesuatu yg bikin aku ngaceng seperti menari bugil atau laninya"
" oh kamu tiru ini aja, lebih gila juga boleh"

- Sebetulnya k0ntol saya dipijit-pijit juga udah ngaceng tpu saya mencari cara untuk mengulur waktu
kemudian aku ke kamarku mengambil DVD porno lagi yg ceritanya seorang wanita super eksibisionis membuat pria horny. kemudian aku menyetelnya untuk Yuni. sedangkan aku kamar tidur untuk merenggangkan otot.
Setelah selesai saya melihat Yuni masih menonton film itu dan beberapa menit kemudian film itu selesai. kemudian Yuni menggunakan bajunya lagi.

" loh kok pake baju lagi",tanyaku.
" buat pertunjukan, nanti juga copot lagi".

- dia menyuruhku untuk duduk di sofa agar saya bisa menikmatinya. rupanya dia ingin meniru yg ada di film barusan. setelah selesai pakai baju dia bilang action maka akting nya di mulai. Dia berjalan berjalan seperti peragawati dan matanya selalu melirik padaku dgn kedipan nakal.
 Kemudian dia stop di depanku. kemudian dia jong kok dgn paha terbukan lebar memamerkan meqiya karena tdk menggunakan kolornya kehadapanku kemudian berdiri lagi. kemudian dia mengambil botol air mineral dan menumpahkan di rambut bajunya seperti tdk sengaja.
 Kemudian terlihatlah kedua putingnya yg menambah keseksianya. kemudian dia kelihatan seperti megusap bajunya. yg kemudian kedua tangan itu mengusap dadanya yg basah karena air itu. kemudian dia dia seperti ketagihan mengusap toketnya dan memegang pyudaranya.

- Spontan burungku sdh berdiri tp belum maksima. kemudian dia memilin-milin putingnya yg rupanya terangsang sendiri. dia memuntir muntir putingnya dan tentu desahanya “ah-uh ohhh” yg membuat saya horny maksimal.
 Kemudian setelah memuntir dia kemudian dia duduk berhadapan di kursi. dia terlihat membuka pahanya yg spontan sdh membuat jatah. tp rupanya belum berakhir.  Yuni kemudian mengusap-usap pahanya dan mulai meraba-raba bibir meqinya.
Dia mulai memasukan 3 jari sekaligus ke dlm meqinya. kemudian dia mulai mengocok jarinya di meqiya. pertunjukan panas ini sangat mendebarkan yg dimana ini kejadian “live show” yg sangat panas.

- Eranganya ketikan memaskuan jarinya 'ah-uh ahhh' membuat pria manapun ngaceng. kemudian setelah berselang berapa menit, Yuni meng akhiri mastur basinya. cairan kental sdh ada di jarinya. kemudian saya tepuk tangan dan sebuah ciuman jidat.

" Wah rupanya Yuni pinta berakting"
" ah bisa aja mas Herman, saya kan cuma meniru yg ada di tv"
" karena kamu berhasil membuat saya ngaceng ayo kita bertanding"
" Yuni, boleh nggak saya anal sex?"
" Anal sex, apaan tuh?"
" Anu,ngesex tp di pantatmu"
" MMMM" Yuni
" plis, munkin rada perih, tp saya ingin coba"
" boleh mas"

- kemudian Yuni telungkup dan saya beri bantal di pantanya serta k0ntol saya sdh pas ke panatatnya.

" saya masukin ya, sakitnya ditahan ya"

- kemudian saya memasukan k0ntol saya, setiap saya masukin, Yuni mendesis kesakita. saya suruh untuk masturbasi. kemuadian saya menaikan temponya. ternyata benar. dijepit pantan itu enak rupanya.

" ahh….uhh…." semakin lama semakin cepat
" ahh…uhhh…" eranaganku.
" ahh nikmat sekali dijepit pantatmu Yuni !". dan beberapa menit kemudian saya menghentikan aksi ini. saya kasihan Yuni merasa kesakitan.

- kemudian saya suruh untuk berbalik badan. rupanya dia sdh berlinagan air mata. kemudian saya mengecup matanya.

" sdh Yuni"
" loh mas kok nggak sampai puncak"
" saya kasihan sama kamu Yuni"
" ah nggak papa kok mas sapai selesai, yg penting mas Herman senang"
" udah nggak saya terusin analnya, sekarang gini aja, kamu diatas saya dibawah, kamu pasti senang"

- kemudian kita bertanding dgn posisi woman on top atau wanita diatas. dgn posisi ini saya melihat wajah Yuni berubah 360 derajat.

" ahhhh…uhhhh….."desahan ini selalu keluat apabila Yuni memasukan k0ntolku.

- semakin lama desahanya semakin jadi “wow, yess ah yess”, semakin lama temponya semakin cepat. dan akhirnya.

" mas, Yuni mau keluar"
" mas Herman juga keluar, kita keluar sama-sama yuk"
" kita hitung ya 3…"
" 2…"
" 1…"
" creeettt" akhirnya kami langsudn lemas bersama
" ayo Yuni, kita bikin penutupan"
" iya mas"
" sekarang kamu pijit-pijit k0ntol saya biar berdiri lagi"

- kemudian Yuni memijit batang kemluanku dan akhirnya ngaceng lagi.

" sekarang kita bertanding di kamar mandi sambil mandi biar bersih"
" mau di kamar mandi, di dapur siapa takut!"

- saya heran dgn ini cewek kok nggak capek ngesex ya, mungkin gara-gara pengalaman pertama).
 kemudian saya gotong dia ke kamar mandi dan saya setel air hangat.
 Kemudian kami saling menyabuni dan membilas satu dgn lainya. setelah itu kami sikat gigi dgn cara unik. saya sikat gigi dgn odol yg banyak sekali. kemudian saya sikat sehinngga busanya bertumpahan.
 Kemudian busa itu saya tranfer lewat french kiss yg lama dan saya begitu juga kumur kumur tp airnya air bersih maksudnya air yg dari keran saya masukan ke mulut saya langsung saya beri ke Yuni jadi tdk saya gunakan kumur dahulu.
 Setelah itu kita ngesex posisi standing yaitu Yuni saya senderkan di tembok kemudian kinya ditekuk ke atas dan saya menembus meqinya. rupanya posisi ini membuat saya menguras banyak energi dan bikin capek tetapi tertutupi oleh kenikmatan duniawi dan setelah beberapa menit saya menegeluarkan mani terakhir saya di meqinya dan kami saling mengeringkan badan dan memakai baju kembali dan setelah ini Yuni merapihkan rumah.

- Sejak peristiwa ini kami sering melakukan hubungan sumai istri apabila dirumah hanya kami berdua!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...