Senin, 19 Desember 2016

Di Jilat Sampai Becek


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Di Jilat Sampai Becek - Baru pertama kali ini aku melihat dan memegang batang penis laki-laki. Ternyata Liat dan keras. Batang penis Bobi ternyata sudah tegang mengeras.

" Iin sayang.. ayo donk…" pinta Bobi lagi. Dengan ragu-ragu ku masukkan perlahan batang penis Bobi ke mulutku, aku diamkan batang penis itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal banget. .
" Sayang.. hisapin donk kayak kamu pas makan permen" Bobi mengajariku...

CERITA DEWASA - Di Jilat Sampai Becek | Namaku Iin aku masih dukuk di bangku kelas 2 SMP. Orang bilang aku cantik, kulitku putih mulus, hidung mancung, sepintas aku irip indo. Tinggi badanku 160 cm, ukuran bra ku 34, cukup besar untuk gadis seusiaku.

- Aku punya pacar dia kakak kelasku, Bobi namanya, kami sering bertemu di sekolah. Bobi seorang siswa yg biasa-biasa saja, di tdk menonjol di sekolahku. Aku tertarik denganya karena dia baik padaku. Entah kebaikanya itu tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di sekolah aku teregolong populer. Banyak siswa laki-laki mencari perhatian padaku. Tp entah mengapa aku malah memilih Bobi
 Singkatnya, aku pacara sama Bobi. Teman-temanku banyak yg menyayangkan aku pacaran sama Bobi, padahal masih ada si Jack anak seorang penguasaha, Si Heru yg selalu juara kelas, dan Si Ikbal jago basket, dan lainya. Entah mengapa aku tdk menaruh perhatian pada mereka-mereka itu.

- Hubunganku dengan Bobi sudah berjalan hampir lima bulan. Pacaran kamu sembunyi-sembunyi, ya karena kami masih smp jadi kami masih takut untuk pacaran secara terang-terangan. Sebenrnya kedua orang tuaku melarangku untuk berpacaran, belum umurnya katanya. Tp apa boleh buat, kalau yg namanya cinta sudah melekat, apapun jadi nikmat
 Sabtu siang sepulang sekolah aku janjian sama Bobi. Aku mau nemenin Bobi main kerumah temenya. Aku bilang ke ortu bahwa sabtu aku pulang agak telat karena ada pelajaran tambahan. Aku berbohong. Di tasku sudah kusiapkan baju dan celana panjang dari rumah. Sepulang sekolah, aku ke wc untuk mengganti seragamku dengan baju dan celana yg sudah kubawa dari rumah. Bobi pun begitu.
 Koleksi Cerita Panas Terkini 2017, Dari sekolahku kerumah teman Bobi kami naik bis. Setibanya disana, aku diperkenalkan dengan teman Bobi, Iwan namanya. Rumahnya sepi, karena ortu Iwan sedang keluar kota dan pembantunya pun baru pulang kampung. Iwan juga bersama pacarnya, Norma. , sesekali kakak Iwan yg sudah menikah, datang ke rumah sekalian menengok Iwan dan membawakannya makanan. Kakaknya hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian kata Iwan. Jadi di rumah itu hanya kami berempat. Kami ngobrol dan bercanda bersama.

- Tak lama kemudian, Iwan dan Bobi pergi kedapur untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk kami. Aku ngobrol dengan Norma, dari Norma, aku tau bahwa Iwan telah berhubungan selama kurang lebih satu tahun. Iwan dan Norma satu sekolah. juga si smp hanya berlainan dengan sekolahku. 15 menit kemudian, Iwan dan Bobi kembali dengan membawa minuman dan dua pirin makanan kecil.
 Setelah menghidangkan makanan dan minuman itu, Iwan berdiri dan memutar dvd. filam baru katanya. Aku nggak ngerti, aku pikir cuma film bioskop biasa. Iwan menyilahkan kami minum. Aku minum minuman Bobgin yg diberikanya.Sepuluh menit berlalu, bersamaan dengan itu ada rasa aneh yg merasuki tubuhku.
 Rasa… merinding hangat di layar tv tampak adegan seorang wanita bule yg sedang di entot dua pria negro. Aku berniat untuk pulang, tetp entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menontont film bokep itu. Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton film bokep. Badanku makin nggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di badanku semakin menjadi-jadi.

- Aku lihat Iwan dan Norma sudah saling melepaskan pakaian mereka bugil dihadapan aku dan Bobi. Iwan dan Norma saling berpelukan, berpagutan tampak Iwan mnciumi toket Norma dan menghisap-hisap puting susunya, tampaknya mereka berdua sudah sering melakukanya.
 Mereka berdua tampak tdk canggung lagi Norma mengulum peler Iwan persis seperti kejadian di film bokep itu. Norma juga sepertinya sudah terbiasa penis Iwan bak permen, dikulum, di hisap oleh Norma.

:: Bobi merapatkan tubuhnya kepadaku

" In.. kamu sayang aku nggak sich?"tanyanya padaku.
" Eh.. memang kenapa, Bob ?" kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan pergumulan Iwan dan Norma
" Aku pengen kayak mereka berdua" kata Bobi sambil menunjuk pada Iwan dan Norma yg semakin hot.

- Tampak Iwan mulai menindih Norma, dan memasukkan batang penisnya ke lubang memek Norma. Dengan diikuti erangan kecil Norma, Batang penis itu masuk seluruhnya ke lubang memek Norma. Gairahku semakin menggelora entah kenapa? Seluruh tubuhku merinBobg.

" Iin?" kata Bobi lagi.
" Eh nggak ah nggak mau malu." kataku.
" Malu sama siapa Sayang?" kata Bobi.

:: Tangan Bobi mulai meraba dadaku. Kutepis pelan tangannya.

" Malu sama Iwan dan Norma tuh" kataku.
" Ah mereka aja nggak malu ayo dong In aku sudah pengen banget nih" kata Bobi.
" Ah..nggak ah " kataku.

- Gairahku makin tak karuan mendengar erangan-erangan Iwan dan Norma. Tak terasa tangan Bobi mulai mumbuka kancing bajuku. Entah kenapa aku membiarkanya sehingga bajuku terlepas. Aku hanya memakai Bra dan celana panjang.
 Adegan-adegan di tv bertambah hot sekarang cewek bule itu di entot 3 pria negro 2 pria itu memasukkan penisnya ke lubang memek dan pantatnya sedangkan satunya penisnya lagi di sepong oleh si cewek bule. Keempatnya terlihat sedang merasakan kenikmatan yg luar biasa. Tangan Bobi mulai meraba dan meremas-remas toketku yg ranum dan belum pernah sama sekali disentuh oleh siapapun.

" Sayang.. bh nya dibuka ya.." pinta Bobi

- Aku mengangguk, aku jadi ingin merasakan lebih nikmat lagi. Dengan cepat Bobi melepaskan bh ku… aku sekarang sudah telanjang dada. Bobi mengulum puting susuku dan meremas-remas toketku yg masih kenyal.

" Toketmua nikmat sekali, sayang belum pernah ada yg menyentuhnya" kata Bobi sambil terus memainkan toketku.
" Belum Bob.. oocchhh.. nikmaatt Bob..terusss…jangan berhentii' kataku

- Baru kali ini aku merasakan kenikmatan yg luar biasa itu. Kulirik Iwan dan Norma, mereka berdua sekarang bermain dengan gaya doggy style. Norma dengan posisi nungging dan Iwan menyodoknya dari belakang terdengar erangan dan rintihan mereka gairahku semakin menggila

" Sayang buka celanamu ya,, aku udah nggak tahan nich" pinta Bobi
" Jangan Bob… aku takut" kataku
" takut kenapa sayang..?"
" Aku takut hamil Bob" kataku
" Nggak bakalan hamil sayang… nanti aku keluarkan di luar memekmu, kalau hamilpun aku akan tanggung jawab.. percayalah…" katanya

- Aku diam saat Bobi membuka kancing celanaku, aku diamkan saja, tak lama kemudian, dia melepas celana dan celana dalamku tampak gundukkan memekku dengan bulu-bulu yg lumayan tebal. Kini aku sudah bugil. Bobipun melepas seluruh pakaianya, kami berdua bugil.
 Tangan Bobi meremas toketku. Kulirik Iwan dan Norma, eh mereka bersodomi Norma sudah biasa bersodomi rupanya, kulihat penis Iwan keluar masuk di lubang anus Norma sedangkan tangan kiri Norma menggesek-gesek memeknya sendiri yg sudah basah oleh lendir kenikmatan. Erangan Norma terdengar semakin liar.

- Bobi pun terus mengerjaiku, tanganya mulai merayapi bulu memekku. Salah satu jarinya di tusuukan ke lubang memekku.

" Auwhh.. sakitt, pelan-pelan Bob" jeritku ketika jarinya memasuki lubang memekku.

- Bobi agak sedikit menarik jari itu dan bermain di bibir memekku, tak lama kemudian memekku sudah basah.

" Sayang, Sepongin donk punyaku" pinta Bobi sambil menyodorkan batang penisnya ke wajahku.
" Ah…nggak ah" kataku meolak
" Kamu jijik ya..? punyaku bersih kok… ayo donk sayang… Norma aja berani tuh" pinta Bobi memelas

- Baru pertama kali ini aku melihat dan memegang batang penis laki-laki. Ternyata Liat dan keras. Batang penis Bobi ternyata sudah tegang mengeras

" Iin sayang.. ayo donk…" pinta Bobi lagi.

- Dengan ragu-ragu ku masukkan perlahan batang penis Bobi ke mulutku, aku diamkan batang penis itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal banget.

" Sayang.. hisapin donk kayak kamu pas makan permen" Bobi mengajariku

- Perlahan kuhisap-hisap, kujilati lubang penis itu dengan lidahku lama-kelamaan aku merasa senang menghisapnya, kuhisap keras.. ku sedot-sedot, kujilati, ku maju mundurkan penis itu di dalam mulutku, terdengar berulang kali erngan Bobi

" Ooohh.. ohhhh… nikmat sayang teruskan.. aahhhh" erangan Bobi

- Tangan Bobi terus menggesek-gesek memekku. Sudah tdk terasa sakit lagi sekarang, mungkin sudah basah. Aku jadi senang menghisap batang penis Bobi terus kukulum, kuhisap, kujilati, kusedot-seodt ihh.. nikmat juga pikirku.
 Tiba-tiba Bobi menarik batang penisnya dan langsung mengarahkan ku lubang memekku, aku pasrah, dimasukkanya batang penisnya ternyata meleset, Bobi melumuri tanganya dengan air liurnya kemudian tanganya itu di usapakan ke batang penisnya dan mencoba lagi memasukkan batang penisnya ke lubang memekku, ketika kepala penisnya masuk ke lubang memekku, aku menjerit.

" Auuwwhhh sakit Bob pelan-pelan donk" gairahku semakin meninggi.. aku ingin merasakan kenikatan yg lebih.

- Bobi menusukkan batang penisnya ke lubang memekku pelan kurasakan sesak memekku ketika kepala penis itu masuk ke dalamnya, Bobi lagi menghentakkan batang penisnya sehingga amblas semuanya ke dalam lubang memekku.

" Aaaacchhhh periih banget Bob" kataku.

:: Bobi diam sejenak memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri.

" Tenang Sayang, sebentar lagi kamu akan terbiasa kok " katanya.

- Perlahan-lahan Bobi mengocok batang penisnya di lubang memekku. Masih terasa perih sedikit, kocokkan Bobi sewmakin cepat.Aneh, perih itu sudah tak terasa lagi, yg ada hanya rasa nikmat yg luar biasa.

" Bob.. terus… occchhhh….ohhh…nikmatt" kataku

- Sempat aku melirik Iwan dan Norma masih dalam posisi sodomi. Gimana rasanya di sodomi ya, pikirku.
 Doni semakin menggencarkan kocokkanya, aku semakin mengglepar. ahh ternyata ngentot itu nikmat, surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati..

" Bob oohh..ohh..aaku aakkuu" entah apa yg aku ingin ucapkan. Ada sesuatu yg ingin kukeluarkan dari dalam lubang memekku entah apa
" keluarin aja sayang…kalau kamu mau keluar" kata Bobi
" Ooohhh iya Bob.. aku mmau keluaarrr" tak lama kemudian terasa cairan hangat dari memekku.

:: Bobi terus mengocok batang penisnya. “kuat juga pacarku ini”, pikirku.

" Satu kosong, sayang" kata Bobi tersenyum.

:: Bobi menarik batang penisnya hingga keluar dari dalam lubang memekku, aku sedikit kecewa

" Kenapa dikeluarin Bob.." tanyaku.
" Kita coba doggy style, sayang " jawabnya sambil membimbingku berposisi nungging.

- Doni menyodokkan batang penisnya lagi sekarang badanku tersentak keras, terdengar erangan-erangan keras dari Iwan dan Norma, ternyata mereka sudah mencapai puncaknya kulihat sekujur tubuh mereka penuh peluh bercucuran., dan akhirnya mereka terkapar kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua. Aku sudah hampir 4 kali keluar tp Bobi belum apa-apa dia terus mengocok batang penisnya di lubang memekku
 Hampir 60 menit aku di entot Bobi, tp tampaknya Bobi belum menjukkan akan selesai. Kuat juga aku lelah sekali, lalu Bobi menarik keluar lagi batang penisnya dan mengambil pelumas yg di sampingnya. Aku ingat pelumas itu di pakai untuk melumuri lubang pantat Norma ketika mau di sodomi. eh apakah aku mau di sodomi Bobi?

" Mau ngapain Bob?" tanyaku penasaran.
" Seperti Iwan dan Norma lakukan, aku ingin menyodomimu…"

- Sebenranya aku takut, tp terdorong gairahku yg menggelora dan keingin tahuanku rasanya di sodomi, maka aku mendiamkanya ketika Bobi mulai melumuri lubang anusku dengan minyak pelumas. Tak lama kemudian, batang penis Bobi yg masih tegang mengeras itu di arahkan ke lubang anusku, meleset.. dicoba lagi kepala penis Bobi tampak mulai menusuk lubang anusku.

" Aduuuh sakit sekali Bob" kataku ketika batang penis itu mulai masuk ke lubang anusku.
" Tenang sayang nanti juga nikmat" jawab Bobi sambil melesakkan batang penisnya ke dalam lubang anusku
" Aduuuhh saakiitttt" kataku lagi.
" Tenang In, nanti nikmat deh.. aku jadi ketagihan sekarang" kata Norma sambil mengelus-elus rambutku dan menenangkanku.
" Kamu sering disodomi, Ma?" tanyaku.
" Wah bukan sering lagi hampir setiap hari kadang aku yg minta abis nikmat sekali sih udah tenang saja ayo Bobi coba lagi nanti pacarmu pasti ketagihan ayo.." kata Norma sambil menyuruh Bobi mencoba lagi.

- Bobi menusukkan lagi batang penisnya sehingga seluruhnya amblas ke lubang pantatku. Terasa perih di pantatku .

" Tuuhh kan sudah masuk tuh… nikmat kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku.. ini nikmat kan jadi nggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hihihihihihihi" kata Norma. Aku diam saja.

- Ternyata sakit kalau di sodomi. Bobi mulai mengocok batang penisnya di lubang anusku.

" Pelan-pelan Bob… masih sakitt" pintaku pada Bobi
" Iya Iin sayang nikmat nich, sempit" katanya.

- Norma kebelakang pantatku dan menggesek-gesek memekku dengan jarinya aku semakin mengejang nikmat

" Norma oohhhh… nikmaattt" kataku.
" Ayo Bob, kocok terus, biar aku menggesek-gesek memeknya, biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat" kata Norma pada Bobi.

:: Benar sekarang rasa sakit itu mulai hilang.. hanya nikmat yg kurasakan.

" Hai sayang ini ada lubang nganggur mau pake? Boleh kan Bobi? Lubang yg satu ini dipake pacarku Iwan" kata Norma.
" Tanya Iin saja deh, aku lagi enak nih" jawab Iwan sambil terus mengocok batang penis di di lubang anusku.
" Gimana Iin? Bolehkan? Nikmat lho di dobelin aku sering kok" pinta Norma.
" Ah..jangan deh" kataku.
" Sudahlah Iin, kasih saja aku rela kok" kata Bobi.

- Tiba-tiba Iwan merayap di bawahku dan menciumi toketku. Batang penisnya dipegang oleh Norma dan diarahkan ke lubang memekku. Dengan sekali sodokan, batang penis itu masuk ke lubang memekku.

" Jaanng…." kataku hendak berteriak jangan tetp terlambat, batang penis itu sudah masuk ke dalam lubang memekku.

- Jadilah aku di sodomi dan di entot. 30 menit Iwan dan Bobi ngentot aku. Aku lelah sekali baru kali ini aku di entot 2 laki-laki… tanganku sudah tak mampu menopang tubuhku. Kakiku lemas sekali. Kenikmatan itu sendiri tak ada duanya. aku sebenarnya jadi senang di entot berdua begini tp mungkin kali ini kurang siap. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Terhot 2017 Johan Adikku Selingkuhanku
 Aku keluar dua kali sebelum Iwan menarik keluar batang penisnya dan memasukkan ke mulut Norma. Norma menelan sperma yg keluar dari penis Iwan dengan nikmat. Kemudian Bobi melakukan hal yg sama, tadi aku ragu untuk menelanya, tp lagi-lagi rasa penasaran pada diriku mebuatku ingin rasanya menikmati spermanya Bobi. Akhirnya Bobi menyemburkan spermanya di mulutku akupun menelanya. Ahh.. rasanya asin dan agak amis.. setelah penisnya bersih, Bobi menarik keluar batang penisnya dari mulutku dan menciumku yg sudah terkapar lemas di kasur.

“Makasih Iin sayang aku puas dan sayang sama kamu ” katanya lembut.

Aku diam saja sambil merasakan sisa kenikmatan yg baru pertama kali aku rasakan. Badanku lemas sekali. Kulihat di seprai ada bercak merah… darah keperawanaku dan mungki bercampur dengan darah anusku yg mungkin sobek karena di jejali batang penis Bobi. Aku mencoba bangkit untuk duduk, ah masih terasa sakit di kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Bobi.

" Bobi, aku sekarang sudah tak perawan lagi… jangan tinggalkan aku yaa…" kataku pada Bobi

- Kulihat Iwan dan Norma sudah tidur berpelukan dalam keadaan bugil.

" Iya Iin sayang aku makin cinta sama kamu aku janji nggak akan ninggalin kamu.. tp kamu harus janji ya.. " katanya.
" Bener Bob? Kamu nggak akan ninggalin aku? Tp janji apa ?" kataku balik bertanya.
" Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku bener-bener ketagihan sekarang sama memekmu dan juga lubang anusmu, sayang" kata Bobi sambil mengelus rambutku.

- Aku diam saja, aku menginginkan lagi.. aku juga ketagihan kataku dalam hati.

" Janji ya sayang " katanya lagi mendesakku. Aku hanya mengangguk.
" Sudah jangan menangis sekarang kamu mau langsung pulang atau mau istirahat dulu?" tawar Bobi.

Aku memilih istirahat dulu lalu akupun tertidur berpelukan dengan Bobi. Hari ini baru pertama kali aku berkenalan dengan sex. Ternyata nikmat luar biasa!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Sabtu, 17 Desember 2016

Bercinta Dilapangan Golf

www.ubcpk.net/8
CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Bercinta Dilapangan Golf - Aqu bekerja disebuah perusahaan dibagian pembelian. Tugasku ya ngurusin semua pembelian yg dilaqukan kantor, termasuk kontak suppliernya. Bosku ingin menservis beberapa pejabat yg suka banget maen golf, makanya aqu usulin untuk buatkan membership padang golf aja selama setahun.
Bos setuju, dan dia suruh aqu nyari padang golf mana yg bonafid dan gak terlalu mahal membership feenya....

CERITA DEWASA - Bercinta Dilapangan Golf | Setelah survei kesana kemari, akhirnya aqu kontak salah satu padang golf yg cukup punya nama, dan minta untuk ngirim marketingnya untuk diskusi ma aqu. Pada waktu yg telah ditentukan, datanglah seorang perempuan muda yg cantik dan sexy, dari padang golf yg kutelpon. Dia mengenakan pantalon dan blazer yg tak bisa menyembunyikan kemontokan buah dadanya. Aqu tak dapat menyembunyikan kekagumanku pada perempuan tersebut, Meydita namanya.
 Mataqu jelalatan menelusuri tubuh sexynya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pandanganku fokus ke arah buah dadanya yg montok. Kelihatan Meydita mengerti apa yg kuinginkan. Dibukanya kancing blazernya dgn alasan panas, sehingga terlihatlah belahan buah dadanya mengintip dari balik tank topnya yg belahan dadanya rendah.

- Pembicaraan mengalir cepat, karena dia telah dibekali dgn kebijakan mengenai harga dan lain-lain, maka dia bisa menjawab semua pertanyaan yg kuajukan. Dia membuat janji lagi untuk membawa proposal yg berisikan perjanjian-perjanjian lisan yg telah disepakati. Aqu melahap tubuhnya dgn
pandangan yg penuh napsu.
 Pada hari yg dijanjikan, aqu menelponnya mengatakan bahwa penanda- tangananproposal akan dilaqukan di apartemen kantor saat makan siang. Aqu juga mengelola beberapa apartment yg disewa kantor untuk tamu-tamu VIP.  Kebetulan adaapartment yg sedang tak digunakan, makanya aqu mengundang Meydita untuk keapartment tersebut. Terus terang aqu telah
sangat tergiur dgn kemolekan tubuhnya. Meydita tiba tepat pada waktunya. Aqu menyambutnya dgn mata berbinar-binar, saat itu dia menggunakan pakaian yg sama jenisnya dgn ketika ketemu pertama kali di kantor. Aqu santai saja, dasi telah kulepas, tangan baju juga telah kugulung. Aqu mengajaknya langsung ke meja makan dan menyantap makanan yg telah kusiapkan sembari ngobrol ke sana kemari. Akhirnya obrolan menjurus kearah yg aqu inginkan.

" Meydita, kamu cantik sekali, sexy lagi", rayuku.
" Kalau proposal ditandatangani, saya dapet bonus apa?".
" Bapak maunya apa?", tantangnya.
" Maunya Meydita, boleh gak", kataqu to the point.
" Maksudnya ditemani Meydita, gitu pak", jawabnya sembari tersenyum.
" Iya Meydita nemenin saya di apartment ini, mau gak", kataqu menjelaskan.
" Siapa taqut", jawabnya.
" Tetetapi bapak tandatangani dulu ya persetujuan proposal ini", jawabnya.

- Segera proposalnya kutandatangani, memang aqu diberi wewenang untuk menandatangani proposal ini dan kuberikan padanya. Dia tersenyum melihat proposalyg telah kutandatangani, mungkin nilainya melebihi target penjualannya untuk bulan ini.

" Jangan panggil pak, aqu kan belum tua, panggil mas aja. Aqu mau mandi dulu ya, gerah, Meydita mau mandi bareng?" tanyaqu menggoda. Dia hanya tersenyum, aqu menghilang ke kamar mandi.

- Tak lama kemudian aqu keluar hanya dgn mengenakan celana pendek dan T shirt saja, santai.

" Giliranmu, di balik pintu ada kimono baru, pake aja, biar lebih relax ", katanya sembari tersenyum.

- Dia menghilang ke kamar mandi, tak lama kemudian dia keluar dgn hanya mengenakan kimono dari bahan handuk. Aqu terpana memandangnya, kimono itu pendek hanya 15 cm diatas lutut. Paha dan betis menjadi terlihat, tersingkap ketika dia melangkah. Kimononya melekat erat di tubuhnya,
sehingga bokongnya yg besar, pinggangnya yg ramping dan buah dadanya yg membusung tercetak dgn jelas.Kimono itu tak diikatkan sempurna sehingga belahan buah dadanya menyembul di belahan baju.Aqu duduk di sofa dan Meydita langsung duduk disebelahku, merapat ketubuhku. Tanganku
segera merangkul pundaknya.

" Meydita, kamu cantik dan seksi sekali", kataqu sembari mencium pipinya.
" Ih, mas genit", jawabnya manja.

- Aqu mulai mengelus pahanya yg terbuka, kusingkapkan kimononya. Tanganku dibiarkannya mengelus makin ke atas dan berhenti di pangkal pahanya, kimono yg dipakainya makin tersingkap, dia sengaja merengangkan pahanya sehingga aqu dapat melihat CD minimnya yg tipis, rambut kemaluannya yg lebat menyeruak di kiri dan kanan CD serta sedikit dibagian atas CDnya.

" Rambut kemaluan kamu lebat ya Meydita, napsu kamu pasti besar ya. Aqu suka ngentot dgn perempuan yg rambut kemaluannya lebat", kataqu dgn napas memburu.
" Kenapa begitu mas?" tanyanya.
" Kalo perempuan rambut kemaluannya lebat, minta nambah terus kalo dientot, binal dan gak puas- puas", jawabku.
" Itu bukan binal mas, tetetapi menikmati", jawabnya.
" Itu telah tau, kok tadi nanya".

- Meydita hanya tersenyum saja. Jariku mulai mengelus pangkal pahanya dan daerah kemaluannya.
 Dia menggeliat, geli. Aqu bangkit dan berlutut didepannya. Pahanya kuciumi bergantian, sembari kuremas-remas. Paha terbuka makin lebar sehingga aqu makin mudah mengakses daerah kemaluannya. Aqu jadi makin beringas, tali kimononya kuurai dan kimononya kulepas.

" Wow, Meydita, kamu merangsang sekali", kataqu sembari memandangi tubuhnya yg hanya berbalut bra dan CD.
" Kita teruskan diranjang yuk", aqu tarik dia bangun dan kugandeng ke kamar.

- Dia merebahkan diri di ranjang, setelah kimononya kulepaskan. Aqu langsung memeluknya. Kuciumi buah dadanya sembari kuremas-remas. Karena terhalang bra, tak lama branya kulepas. Aqu semakin semangat, kuciumi buah dadanya. Pentilnya kuemut, kugencet dgn gigi dan lidahku. Makin lama makin kuat emutanku dan makin luas daerah buah dadanya yg kuemut. Napsunya juga telah berkobar-kobar. Aqu membenamkan wajahku di belahan buah dadanya, kemudian bergerak ke bawah pelan-pelan mengarah ke perut. Pusernya kujilati. Dia menggelinjang karena kegelian.
 Napsuku makin berkobar saja. Aqu memeluk pinggulnya dgn gemas, kecupanku terus turun ke arah CDnya, aqu menjilati rambut kemaluan yg keluar dari samping CDnya, kemudian kucium daerah kemaluannya dgn kuat. CDnya telah basah sepertinya karena napsunya yg telah berkobar.

" Kamu udah napsu ya Meydita, CD kamu telah basah begini", kataqu sembari tersenyum.

- Aqu senang bisa merangsang napsunya sehingga dia tampak pasrah saja dgn tindakanku.
 Aqu bangkit dan melepaskan semua yg melekat ditubuhku. Kemaluanku telah ngaceng dgn keras, lumayan besar dan panjang. Aqu menjepitkan kemaluanku di belahan buah dadanya, dan kugerakkan maju mundur. Dia membantu dgn mengepitkan kedua buah dadanya menjepit kemaluanku. Lama-lama gerakan maju mundurku makin cepat, aqu jadi merem melek keenakan,

" Baru dijepit buah dada aja udah nikmat Meydita, apalagi kalo dijepit kemaluan kamu ya".

- Napasnya juga telah memburu, selama ini dia menahan saja napsunya dan membiarkan aqu menggeluti sekujur tubuhnya.

" Meydita, enak banget deh", kataqu tersengal-sengal.

- Kemudian aqu berhenti, kemaluan kugesek-gesekkan di buah dadanya sembari terus meremas- remasnya. Gesekan kemaluanku terus kearah perut, sesekali digesekkan ke lubang pusarnya.
 Kembali dia menggelinjang kegelian.
Akhirnya, aqu melepas CDnya. Rambut kemaluannya yg lebat menutupi sekitar kemaluannya. Aqu mengangkangkan pahanya makin lebar. Rambut kemaluannya kusingkap dan terlihatlah kemaluannya yg telah basah sekali. Aqu menggenggam kemaluanku dan kugesek-gesekkan ke rambut kemaluannya, kemudian kuarahkan ke kemaluannya. Kemaluanku yg keras dan besar menyeruak diantara bibir kemaluannya.

" Mas, gede banget kemaluanmu, masukin semua mas, Meydita udah pengen dientot", rengeknya.

- Aqu menggetarkan kemaluanku sembari kumasukkan sedikit demi sedikit ke kemaluannya. Sekarang kepalanya telah terjepit di kemaluannya. Dia menjadi belingsatan karena lambatnya proses memasukkan kemaluanku, padahal dia udah pengen dienjot keluar masuk dgn keras.

" Ayo dong mas, masukin semua, enjot mas, Meydita udah gak tahan nih", kembali dia merengek minta dienjot.

- Aqu hanya tersenyum saja. Pelan tetetapi pasti kemaluanku ambles ke dalam kemaluannya, telah masuk separo. Dia menggerakkan otot kemaluannya meremas-remas kemaluanku, aqu terpancing untuk menancapkan kemaluanku semuanya ke dalam kemaluannya.

" Duh mas, nikmatnya, kemaluan mas udah gede panjang lagi, masuknya dalem banget. Kemaluan Meydita sampe sesek rasanya", katanya.
" Tetetapi enakkan", jawabku.
" Enak banget mas, sekarang dienjot yg keras mas, biar tambah nikmat", katanya lagi.

- Masih dgn pelan-pelan aqu mengenjotkan kemaluanku keluar masuk. Sewaktu keluar, yg tersisa di kemaluannya hanya tinggal kepalanya saja, kemudian kuenjotkan ke dalam sekaligus sehingga nancap di bagian kemaluannya yg paling dalam.

" Enak mas, kalo dienjot seperti itu, yg cepat mas", rengeknya lagi sembari terus mengejang- gejangkan otot kemaluannya.

- Aqu pun menjadi belingsatan karena remasan otot kemaluannya sehingga enjotanku menjadi makin cepat dan makin keras.

" Gitu mas, aduh enak banget deh mas, terus mas, terasa banget gesekan kemaluan mas ke kemaluan Meydita, nancepnya dalem banget lagi, terus mas, yg cepat", katanya terengah- engah keenakan.

- Aqu mempercepat enjotan kemaluanku, caranya masih sama, kutarik tinggal kepalanya saja dan terus kuenjotkan kembali ke dalam dgn keras. itu membuat dia menjadi liar, bokongnya menggelinjang saking nikmatnya dan dia terus merintih kenikmatan sampai akhirnya dia tak dapat menahan lebih lama.

" Mas, Meydita nyampe mas", jeritnya.

- Aqu masih bertahan juga dgn terus mengenjotkan kemaluanku keluar masuk dgn cara tadi. Nikmat sekali rasanya. Sampe akhirnya, aqu menarik kemaluanku keluar dari kemaluannya. Kembali aqu menggeser dan menjepitkan kemaluanku yg berlumuran dgn lendir dari kemaluannya di buah dadanya. Dia menjepit kemaluanku dgn buah dadanya dan aqu menggerakkan maju mundur.  Karena panjangnya, ketika aqu mendorong kemaluanku maju, kepalanya menyelip ke dalam mulutnya, diemut sebentar sebelum aqu memundurkan kon tolku lagi, berulang-ulang.

" Meydita, nikmat banget, aqu mau ngecret dimulutmu ya Meydita", kataqu sembari terus memaju mundurkan kemaluanku.
" Kenapa gak Meyditagecretin di kemaluanku aja mas, aqu lagi gak subur kok", jawabnya.
" Nanti ronde kedua", jawabku sembari dgn cepet memaju mundurkan kemaluanku.

- Buah dadanya makin keras dijepitkan ke kemaluanku. Akhirnya aqu mendorong kemaluanku masuk ke mulutnya, segera diemutnya dgn keras.

" Meydita, aqu ngecret Meydita", teriakku sembari mengecretkan pejuku kedalam mulutnya.

- Dia segera menggenggam kemaluanku dgn tangannya, dikocok pelan sembari terus mengemut kepalanya. Pejuku nyemprot beberapa kali sampe habis, banyak banget ngecretnya sampe meleleh keluar dari mulutnya. Dia menelan pejuku tanpa merasa jijik.

" Aduh Meydita, nikmat banget ya ngentot sama kamu. Kamu nikmat kan", kataqu terengah.
" Nikmat mas, Meydita mau lagi dientot", jawabnya lemes.

:: Setelah nafsuku menurun, kemaluanku mengecil.

" Mas, lemes aja kemaluannya udah gede, gak heran kalo ngaceng jadi gede banget", katanya.
" Tetetapi kamu suka kan", jawabku.
" Suka banget mas. Meydita suka kalo dientot kemaluan yg besar panjang seperti punya mas".
" Kamu udah sering dientot ya Meydita, kayaknya kamu udah pengalaman".
" Meydita cuma sering dientot kekasih Meydita aja mas, kemaluannya gak segede kemaluan mas, dientot mas jauh lebih nikmat", jawabnya memuji.

:: Aqu memeluknya dan mencium pipinya.

" Kita istirahat dulu ya Meydita, kalo udah seger kita ngentot lagi", karena lemes abis ngen tot diapun tertidur dipelukanku. Cukup lama Meydita tertidur. Ketika dia bangun, hari telah gelap. Dia keluar dari kamar, masih bertelanjang bulat.
" Kamu tidur nyenyak sekali, cape ya. Kamu mau makan apa. Bisa delivery kok", kataqu.
" Terserah mas aja", jawabnya.
" Meydita mandi dulu ya mas".

- Dia kembali ke kamar mandi, aqu memesan pizza dari restoran yg ada di lobby apartment. Selesai mandi, dia mengenakan bra dan CD yg lain lagi, tetetapi tetep minim dan sexy. Rupanya dia membawa beberapa CD dan bra yg minim dan sexy. Terdengar bunyi bel, pesananan makanan dateng.

" Kok cepet mas", tanyanya.
" Aqu pesen pizza, di lobby bawah kan ada counternya. Kamu suka kan pizza", jawabku.
" Kalo lagi laper, apa aja doyan kok mas, apalagi yg gede, panjang dan keras banget", katanya menggoda.
" Kamu merangsang banget Meydita, memangnya daleman kamu seksi semua kaya begini ya. Asik dong kekasih kamu. Tetetapi ngeliat caranya kamu ngempot, kamu gak cuma ngentot dgn kekasih kamu deh", jawabku.
" Biar mas napsu terus, makanya Meydita sengaja bawa beberapa daleman yg seksi begini", jawabnya sembari mengambil sepotong pizza.

:: Sembari makan, kita ngobrol ngalor ngidul.

" Mas kok tinggal sendiri, gak punya istri atau udah dicere", tanyaqu.
" Belum punya istri kok. Meydita mau tinggal sama aqu, tetetapi gak boleh ngentot dgn kekasih lain", jawabku.

:: Dia tak menjawab pertanyaanku, malah bertanya lagi.

" Memangnya mas gak punya perempuan?"
" Dulu punya, tetetapi kawin sama kekasih lain", jawabku.
" Kenapa?" tanyanya lagi.
" Soalnya kalo pacaran aqu selalu ngajakin ngentot dan dia gak mau", jawabku terus terang.
" Gak pernah ketemu sama perempuan itu lagi", lanjutnya bertanya.
" Pernah, beberapa waktu yg lalu aqu ketemu dia di Ancol", jawabku.
" Terus, mas ajak ngentot lagi", sambungnya.
" Ya iya lah, rupanya dia gak puas dgn suaminya sehingga mau aja aqu entotin", jawabku.
" Wah asik dong, berapa kali mas", tanyanya lagi.
" Sampe 4 kali, sampe dia lemes banget", jawabku.
" Wah mas kuat banget, Meydita dientot 4 kali juga ya mas", rengeknya.
" Iya sekarang abisin dulu pizzanya. Kamu bener cuma ngentot sama kekasih kamu", gantian aqu yg menginterogasinya.
" Enggak juga sih mas", jawabnya.
" Terus sama siapa. Om om?" tanyaqu lagi.
" Iya mas, dikenalin sama temen, keterusan deh sampe sekarang", jawabnya terus terang.
" Banyak dong koleksi om om nya", lanjutku.
" Gak kok mas, Meydita cuma main sama 3 om aja, itu-itu terus", jawabnya lagi.
" Pantes empotan kemaluan kamu kenceng banget, telah terlatih ya", kataqu,
" Aqu mandi dulu ya", aqu masuk kamar mandi.

- Dia duduk disofa sembari nonton TV. Gak lama kemudian aqu keluar dari kamar mandi hanya mengenakan celana pendek. Aqu duduk disampingnya dan memeluknya.

" Gak Meyditagin Meydita cuma pake daleman", tanyaqu.
" Kan ada mas yg ngangetin", jawabnya manja.

- Aqu mempererat rangkulanku pada bahunya. Bibirnya segera kulumat dgn penuh napsu. Dia meladeni ciumanku dgn penuh napsu juga, napsuku telah mulai bangkit lagi. Aqu makin erat memeluknya, tangan kiriku meremas pinggangnya. Kemudian ciumanku beralih ke lehernya.

" Geli mas", katanya sembari menengadahkan kepala sehingga aqu makin leluasa menciumi lehernya.

- Tangan kananku mulai meremas buah dadanya yg masih dibungkus dgn bra, tak lama kemudian bra kulepaskan sehingga aqu lebih leluasa meremas buah dada dan memlintir pentilnya. Pentilnya telah menegang dgn keras, napsunya makin memuncak. Puas dgn lehernya, aqu turun lagi ke belahan buah dadanya, kedua buah dadanya kuremas-remas. Aqu menciumi belahan buah dadanya, kemudian ciumanku merembet ke pentilnya dan kuemut dgn gemas, sementara tanganku masih terus meremas-remas buah dadanya.

" Geli mas", erangnya keenakan.

- Emutanku makin keras, dan remasanku juga makin kuat. Pentil yg satu kuplintir dgn jempol dan telunjuk.

" Mas, geli", rengeknya lagi.

- Tetetapi aqu tak mempedulikannya, terus saja dgn kuremas dan kuplintir. Napsunya telah memuncak, dia menggeliat-geliat keenakan, kemaluannya telah basah dgn sendirinya dan menyerap di CD tipisnya. Dia tak mau kalah.  kemaluanku diremasnya dari luar celana pendekku. Telah ngaceng, keras sekali. Celana pendekku dilepasnya dan kemaluanku langsung tegak, besar, panjang dan keras sekali.

" Mas gedenya, pantes kalo telah masuk kemaluan Meydita jadi sesek banget rasanya", katanya sembari meremas-remas kemaluanku.
" Mas, terusin diranjang yuk", ajaknya.
" Udah napsu ya Meydita", jawabku sembari bangkit ke kamar bersamanya.

- Di kamar aqu memeluknya dari belakang, sembari menciumi lehernya dan telinganya sampai dia menggelinjang kegelian, buah dadanya kembali kuremas- remas. Kemaluanku keras menekan bokongnya. Segera, CDnya kupelorotin dan dia kutarik ke ranjang. Aqu berbaring disebelahnya yg telah telentang.  Kembali jempol dan telunjukku memlintir-mlintir pentilnya yg telah mengeras karena napsu sembari menciumi lehernya lagi. Dia menjadi menggeliat-geliat kegelian. Ciuman kemudian kupindah ke bibirnya, kulumatnya bibirnya dgn penuh napsu. Dia menyambut ciumanku dgn tak kalah napsunya. Aqu menindihnya, kucium kembali ke lehernya, kemaluanku yg keras
menggesek-gesek pahanya. Puas dgn leher, aqu kembali menyerang buah dadanya. Aqu menciumi belahan buah dadanya dan kemudian mengemut pentilnya. Pentilnya kukulum- kulum dan kumainkan dgn lidah.

" Mas, geli", katanya melenguh, tetetapi aqu tak perduli.

- Aqu terus saja mengulum pentilnya yg mengeras sembari meremas buah dadanya. Aqu melaqukannya bergantian antara buah dada kiri dan kanan sementara kemaluan terus saja kugesek- gesekkan ke pahanya, dia mengangkangkan pahanya. Aqu kembali menciumi lehernya dan mengarahkan kepala kemaluanku ke kemaluannya. Kuputar- putar kepala kemaluanku dirambut
kemaluannya yg lebat. Dia telah gak tahan, segera diraihnya kemaluanku sembari mengangkangkan pahanya lebih lebar lagi.

" Mas, gedenya, keras banget", katanya mengarahkan kepala kemaluanku ke kemaluannya.

- Aqu pun menggetarkan kemaluanku sehingga kepalanya mulai menyelinap masuk ke kemaluannya. Kepalanya telah terbenam di dalam kemaluannya. Terasa kemaluanku yg besar mulai mengisi kemaluannya pelan- pelan, nikmat banget
rasanya.

" Terus masukin mas, enak banget deh", erangnya keenakan.

- Tetetapi aqu menghentikan gerakan kemaluanku, hanya kugerakkan pelan-pelan, sehingga hanya kepalanya saja yg menancap.

" Mas terusin dong, masukin semuanya mas biar sesek kemaluan Meydita, ayo dong mas", protesnya.

:: Tetetapi aqu tetep melaqukan hal yg sama sembari menciumi keteknya.

" Geli, mas, ayo dong dimasukin semua kemaluannya mas", rengeknya terus.

- Tiba-tiba aqu menghentakkan kemaluanku dgn keras sehingga kemaluanku meluncur ke dalam kemaluannya, amblas semuanya.

" Akh, mas" erangnya kaget.

- Aqu diam sesaat, membiarkan kemaluanku yg besar dan panjang itu menancap semuanya di kemaluannya. Kemudian mulailah kuenjot, mula-mula perlahan, makin lama makin cepat kemaluanku keluar masuk kemaluannya.

" Enak Meydita" , tanyaqu sembari terus mengenjot kemaluannya.
" Enak banget mas," kemaluan mas kan besar, panjang dan keras banget.

- Kemaluan Meydita sesek rasanya keisi kemaluan mas. Gesekannya terasa banget di kemaluan Meydita. Mau deh Meydita tinggal sama mas, asal Meydita dientot tiap malem”, jawabnya.

" Bener nih", kataqu dgn penuh semangat terus mengenjotkan kemaluanku keluar masuk.

- Kemudian aqu merubah posisi tanpa mencabut kemaluanku dari kemaluannya. Kakinya kuangkat satu keatas dan aqu merebahkan diri miring. Enjotan kemaluan terus kulaqukan, dgn posisi itu terasa kemaluanku masuk lebih dalem lagi dan gesekannya lebih hebat lagi ke kemaluannya. Aqu terus
mengenjotkan kemaluanku, sementara kedua buah dadanya kuremas-remas bergantian. Pentilnya juga kuplintir-plintir perlahan. Nikmat banget rasanya ngentot seperti itu.

" Enak mas", erangnya.

:: Enjotanku makin lama makin cepet dan keras.

" Terus mas, enak banget", erangnya untuk kesekian kalinya.
" Mas nikmat gak?" tanyanya.
" Enak banget Meydita, empotan kemaluanmu kerasa sekali, kemaluanku serasa diremes dan diisep, lebih nikmat dari emutan mulutmu", jawabku sembari terus mengenjotkan kemaluanku keluar masuk.
" Terus mas, lebih keras mas, Meydita hampir nyampe", erangnya lagi.

- Aqu terus mengenjotkan kemaluanku keluar masuk, makin cepat. Dia merintih-rintih keenakan, akhirnya dia tak bisa menahan lebih lama.

" Mas, Meydita nyampe, akh", terasa kemaluannya berkedut- kedut meremas kemaluanku yg masih keras sekali itu. Tubuhnya mengejang.

- Aqu menghentikan enjotanku dan menurunkan kakinya. Dia terbaring mengangkang dgn kemaluanku yg masih menancap di kemaluannya, aqu kembali ke posisi semula: menelungkup diatasnya.

" Mas, lemes banget deh", lenguhnya.
" Tetetapi enak kan", jawabku.
" Enak banget mas, terusin aja mas, kan mas belum ngecret", jawabnya terengah-engah.
" Mas, hebat banget deh ngentotnya, belum pernah Meydita dientot dgn gaya seperti tadi, enak banget mas", katanya lagi.

- Aqu kembali mendekapnya dan kemaluan mulai kuenjotkan lagi keluar masuk kemaluannya, perlahan. Dia mulai mengedutkan otot kemaluannya meremas kemaluanku yg sedang bergerak keluar masuk kemaluannya. Aqu melumat bibirnya, satu tanganku meremas-remas buah dadanya sedang tanganku satunya lagi menygga tubuhku. Pentilnya juga kuplintir-plintir, napsunya mulai
bangkit lagi.

" Enak mas, terus yg kenceng ngenjotnya mas", erangnya.

- Sembari terus melumat bibirnya, enjotan kemaluan kupercepat. Aqu menyelipkan kedua tanganku ke punggungnya. Dia pun memeluk dan mengusap-usap punggungku yg basah karena keringat.
 Kemaluan makin cepat kuenjotkan. Setiap kali masuk kemaluan kuenjotkan dgn keras sehingga nancep dalem sekali di kemaluannya, makin lama makin cepet.

" Meydita, kemaluanmu enak banget, empotan kemaluanmu kenceng banget Meydita", erangku.
" Mas, terus mas, hebat banget deh mas ini, Meydita telah mau nyampe lagi, yg cepet mas", akhirnya kembali dia mengejang sembari melenguh.
" Mas, Meydita nyampe, mas…"

- Aqu terus saja mengenjotkan kemaluanku keluar masuk dgn cepat sampe akhirnya aqupun mengejang sembari menancapkan kemaluanku sedalam-dalamnya di kemaluannya.

" Meydita, aqu ngecret", bersamaan dgn itu terasa pejuku nyemprot dgn dahsyatnya dalam kemaluannya.

- Nikmat banget rasanya walaupun sekarang lebih lemes ketimbang tadi siang. Beberapa saat kami terdiam, saling berpelukan menikmati permainan yg baru usai. Aqu menciumi lehernya, dan dia mengusap-usap punggungku. Nikmat banget ngentot dgn dia.

" Mas, nikmat ya mas, Meydita mau deh tinggal bareng mas, asal tiap malem dientot ya mas", katanya pelan.
" Tetetapi kamu gak boleh ngentot dgn lelaki lain ya Meydita, karena kamu telah aqu punya", jawabku.Dia tak menjawab, kemudian aqu mencabut kemaluanku yg telah mengecil dari kemaluannya, kemaluanku berlumuran peju dan cairan kemaluannya.
" Aqu ngantuk Meydita, tidur yuk", kataqu sembari berbaring disebelahnya, tak lama kemudian aqupun terlelap lagi. Lemes, cape tetetapi nikmat banget.

- Semaleman kita berdua tertidur, aqu terbangun ketika hari telah mulai remang-remang terang.
 Meydita pun ikut terbangun, dan dia segera ke kamar mandi. Karena harus kerja lagi, aqu segera ke kamar mandi. Keluar dari kamar mandi dia masih bertelanjang bulat sembari mengeringkan tubuh dgn handuk. Aqu masuk ke kamar, dari belakang aqu memeluknya,

" Ngapain mandi Meydita, kan masih mau satu ronde lagi", aqu mencium lehernya sembari meremas-remas kedua buah dadanya dgn napsu. Kemaluanku yg telah mengeras kugeser-geserkan ke bokongnya.

- Dia menggelinjang kegelian, aqu terus saja menciumi lehernya. Kemudian ciumannya bergeser ke bawah, ke punggungnya sampai akhirnya ke bongkahan bokongnya. Dia hanya mendesah- desah ketika aqu menyapu bongkahan bokongnya dgn lidahku. Pahanya kurenggangkan dan lidahku menyapu kemaluannya dari belakang.

" Mas, nikmat banget", katanya sembari menunggingkan bokongnya ke belakang.
" Jilat terus mas, jilatin semuanya", katanya terengah.

- Aqu membuka belahan bokongnya dan menyapu lobang bokongnya sampe ke kemaluannya. Aqu menjilati kemaluannya yg telah basah kuyup saking napsunya. Dia sempat menjerit kecil ketika aqu mencolok kemaluannya dgn lidahku. Kemudian aqu berdiri lagi, ciumanku kembali bergeser ke atas,
ke punggungnya. Kedua tanganku meremas-remas buah dadanya dari belakang, beberapa kali dia tersentak nikmat ketika kedua pentilnya kuplintir-plintir dgn jariku. Tangannya menjalar ke belakang, meremas kemaluanku yg telah keras sekali dan mengurutnya dari atas ke bawah. Dia kubalikkan
sehingga berhadapan dgn aqu, buah dadanya mulai kujilati dan pentilnya kuisap-isap bergantian.
 Napsunya makin memuncak ketika aqu menyodok-nyodok kemaluannya dgn telunjuk. Dia berdiri mengangkang.

" Enak mas", erangnya.

- Permainan kuhentikan, aqu duduk diranjang dgn kaki agak mengangkang, dia segera berlutut diantara kedua kakinya. Kemaluanku berdiri tegak dan keras sekali sehingga tampak urat-uratnya menonjol. Segera dia mencekal kemaluanku dan dgn ganas dia menciumi kemaluanku. Aqu sedikit mengerang sembari merebahkan tubuhku ke atas ranjang. Diapun segera beraksi.
 Dijilatinya kemaluanku dari pangkal sampai ke kepala. Lalu diisap, dikulum dalam mulut sementara tangan kirinya mengelus-elus biji pelirku. beberapa kali tubuhku tersentak karena nikmat. Lalu dijilatinya biji pelirnya.

" Aaahhkk", aqu mengerang kenikmatan, mendengar itu dia tambah gairah.

- Terus dijilatinya biji pelirku. Sementara tangan kanannya mengurut-urut kemaluanku. Dgn kedua tangan diangkatnya kedua pahaqu sehingga kedua lututku hampir menyentuh dadaqu. Dgn posisi demikian dia leluasa menjilati kemaluanku. Dari ujung kepala sampai ke sekitar biji pelirnya. Lalu dia
menjilat semakin kebawah.. kebawah.. dan akhirnya ujung lidahnya menyentuh bokongku yg berbulu itu. Segera lidahnya menari-nari di bokongku. Tubuhku beberapa kali bergetar.

" Aakkkh..Oougghh", erangku.

- Mendengar itu dia tambah bernapsu. Dicolok-coloknya lobang bokongku dgn ujung lidahnya.
 Semakin dalam juluran lidahnya ke dalam lobang bokongku, semakin bergetar tubuhku, kemaluanku yg dikocoknya terasa berdenyut- denyut. Aqu telah tak tahan. Lalu aqu memegang tangannya dan membimbingnya naik ke atas ranjang. Dia kusuruh menungging diatas ranjang. Aqu menginginkan doggy style.  Sebelum mencobloskan kemaluanku, aqu sekali lagi memperhatikan bentuk
kemaluannya dari belakang, dia pun menanti penuh harap. Dan akhirnya kemaluan kutempelkan dibibir kemaluannya dan kumasukkan perlahan-lahan ke dalam kemaluannya, terasa seret tetetapi nikmat.

" Oohh.. Nggk… Ahhh", desisnya ketika seluruh kemaluanku amblas.

- Lalu aqu mulai melaqukan gerakan erotisku. Nikmat sekali. Dan dia cepat sekali nyampe dalam posisi demikian. Aqu belum mau nyampe. Lalu kusuruh dia berbaring miring. Sementara aqu berada dibelakang punggungnya. Dia segera menekuk kedua lututnya. Dan membiarkan aqu mencobloskan kemaluanku ke dalam kemaluannya. Nikmat sekali. Dalam posisi demikian tangan kananku leluasa
meremas- remas buah dadanya dari belakang. Hentakan kemaluanku makin lama makin keras dan cepat.

" Meydita, aqu mau ngecret dimulutmu lagi", kataqu.
" Kenapa mas, kan lebih enak ngecret Meyditaonokku", jawabnya.

- Aqu menghentikan gerakanku. Lalu aqu mencabut kemaluan dari kemaluannya. Dan dgn gesit diapun berlutut disampingku. Dia segera menjilati kemaluanku yg berlendir itu. Lalu diisap-isap kemaluanku keras dan berurat itu.

" Ooh.. Nggkk.. Aakk", erangku keenakan.

- Dia semakin mempercepat gerakan kepalanya naik turun, beberapa kali aqu mengerang sembari mengeliat, tetetapi belum ngecret juga. Lalu dia membasahi telunjuk tangan kirinya dgn ludah, setelah itu dicucukannya telunjuk jarinya itu ke dalam bokongku. Tubuhku sedikit tersentak ketika
dia menekan jarinya lebih dalam lagi ke lobang bokongku. Nikmat luar biasa, dgn isapan pada kemaluanku dan sodokan jari di bokongku. Hingga,

" Aaahh… Aaakkhh", aqu mengerang hebat bersamaan dgn menyemburnya pejuku dalam mulutnya.

- Crott.. Croot, banyak sekali sehingga kembali meleleh keluar dari mulutnya. Pejuku ditelannya. Lalu aqu mengeluarkan kemaluanku dari dalam mulutnya. Tampak sedikit sisa-sisa pejunya masih keluar.

:: Dan dia segera menyapunya dgn lidahnya.

" Hebat… Hebat sekali kamu Meydita." pujiku, dia hanya tersenyum saja.
" Terima kasih buat proposalnya ya mas, aqu tunggu proposal berikutnya. Kalo mas perlu Meydita, call saja, dgn segala senang hati Meydita bersedia melayani mas kapan saja mas mau", jawabnya.

- Dia membersihkan diri lagi, demikian juga aqu. Kemudian dia kuantara pulang karena dia harus segera masuk kantor, demikian pula aqu!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Jumat, 16 Desember 2016

Napsu Yang Tinggi


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Napsu Yang Tinggi - Aku menikah pada usia sangat belia, yakni 22 tahun. Aku tak sempat melanjutkan kuliah, karena aku pada usia tersebut sudah dinikahkan olah orang tua, karena ayah memiliki hutang judi yang banyak dengan seorang laki-laki playboy “kampungan”. Aku menikah dengan sang playboy, usianya sangat renta sekali, 65 tahun pada saat aku dinikahinya...

CERITA DEWASA - Napsu Yang Tinggi | Setahun aku hidup sekasur dengan dia, selama itu pula aku tidak pernah merasakan apa yang dinamakan nikmat seksual. Padahal, kata teman-teman, malam pertama malam yang aling indah. Sedangkan untuk aku, malam pertama adalah malam neraka !!!. Ternyata, Burhan, suamiku itu mengidap penyakit diabetes (kadar gula darah yg tinggi), yang sangat parah, hingga mengganggu kejantanannya diatas ranjang.
Selama lima tahun kami menikah, selama itu pula aku digaulinya hanya dengan mencumbu, mencium, dan meng-elus-elus saja, selebihnya hanya keluhan-keluhan kekecewaan saja. Burhan sering merangsang dirinya dengan memutar film-film porno yang kami saksikan berdua sebelum melakukan aktifitas seksual. Tapi apa yang terjadi ? Burhan tetap saja loyo, tak mampu merangsang penisnya agar bisa ereksi, tapi justru aku yang sangat amat terangsang, konyol sekali.

- Aku mendapat pelajaran seksual dari film-film yang diputar Burhan. Aku sering berkhayal, aku disetubuhi laki-laki jantan. Aku sering melakukan masturbasi ringan untuk melampiaskan hasrat seksualku, dengan berbagai cara yang kudapat dari khayalan-khayalanku.
Pada suatu hari, Burhan harus terbaring di rumah sakit yang disebabkan oleh penyakitnya itu. Selama hampir satu bulan dia dirawat di RS, aku semakin terasa kesepian selama itu pula. Pada suatu hari aku harus pergi menebus obat di sebuah apotek besar, dan harus antre lama. Selama antre aku jenuh sekali. Tiba-tiba aku ingin keluar dari apotek itu dan mencari suasana segar.
 Aku pergi ke sebuah Mall dan makan dan minum disebuah restauran. Disitu aku duduk sendiri disebuah pojok. Karena begitu ramainya restauran itu, sehingga aku mendapat tempat yang belakang dan pojok. Setelah beberapa saat aku makan, ada seorang anak muda ganteng minta ijin untuk bisa duduk dihadapan aku. Karena mungkin hanya bangku itu yang satu-satunya masih tersisa. Dia ramah sekali dan sopan, penuh senyum.

- Singkat cerita, kami berkenalan, dan ngobrol ngalor-ngidul, hingga suatu waktu, dia membuka identitas dirinya. Dia masih bujang, orang tuanya tinggal di luar negeri. Di Jakarta dia tinggal bersama adik perempuannya yang masih di bangku SMU. Hampir satu jam kami ngobrol. Dalam saat obrolan itu, aku memberikan kartu namaku lengkap dengan nomor teleponnya.
 Cowok itu namanya Ronald, badannya tegap tinggi, kulitnya sawo matang, macho tampaknya. Sebelum kami berpisah, kami salaman dan janji akan saling menelpo kemudian. Sewaktu salaman, Ronald lama menggenggap jemariku seraya menatap dalam-dalam mataku diiringi dengan sebuah senyum manis penuh arti. Aku membalasnya, tak kalah manis senyumku. Kemudian kami berpisah untuk kembali kekesibukan masing-masing.
 Dalam perjalanan pulang, aku kesasar sudah tiga kali. Sewaktu aku nyetir mobil, pikiranku kok selalu ke anak muda itu ? kenapa hanya untuk jalan pulang ke kawasan perumahanku aku nyasar kok ke Ciputat, lalu balik kok ke blok M lagi, lantas terus jalan sambil mengkhayal, eh…..kok aku sudah dikawasan Thamrin. Sial banget !!! Tapi Ok lho ?!

- Sudah satu minggu usia perkenalanku dengan Ronald, setiap hari aku merasa rindu dengan dia. Suamiku Burhan masih terbaring di rumah sakit, tapi kewajibanku mengurusi Burhan tak pernah absen. Aku memberanikan diri menelpon Ronald ke HP nya. Ku katakan bahwa aku kanget banget dengan dia, demikian pula dia, sama kangen juga dengan aku. Kami janjian dan ketemu ditempat dulu kami bertemu.
 Ronald mengajak aku jalan-jalan, aku menolak, takut dilihat orang yang kenal dengan aku. Akhirnya kami sepakat untuk ngobrol di tempat yang aman dan sepi, yaitu; ” Hotel”. Ronald membawa aku ke sebuah hotel berbintang. Kami pergi dengan mobilnya dia. Sementara mobilku ku parkir di Mall itu, demi keamanan privacy.
 Di hotel itu kami mendapat kamat di lantai VII, sepi memang, tapi suasananya hening, syahdu, dan romantis sekali.

"  Kamu sering kemari ?" tanyaku, dia menggeleng dan tersenyum.
" Baru kali ini Tante " sambungnya.
"  Jangan panggil aku tante terus dong ?! " pintaku. Lagi-lagi dia tersenyum.
"  Baik Yulia " katanya. Kami saling memandang, kami masih berdiri berhadapan di depan jendela kamar hotel itu.

- Kami saling tatap, tak sepatahpun ada kata-kata yang keluar. Jantungku semakin berdebar keras, logikaku mati total, dan perasaanku semakin tak karuan, bercampur antara bahagia, haru, nikmat, romantis, takut, ah…..macam-macamlah!!!.
 Tiba-tiba saja, entah karena apa, kami secara berbarengan saling merangkul, memeluk erat-erat. Ku benamkan kepalaku di dada Ronald, semakin erat aku dipeluknya. Kedua lenganku melingkar dipinggangnya. Kami masih diam membisu. Tak lama kemudian aku menangis tanpa diketahui Ronald, air mataku hangat membasahi dadanya.

" Kamu menangis Yulia ? " Tanyanya. Aku diam, isak tangisku semakin serius. " kanapa ? " tanyanya lagi. Ronals menghapus air mataku dengan lembutnya.
" Kamu menyesal kemari Yulia ?" tanya Ronald lagi. Lagi-lagi aku membisu.

- Akhirnya aku menggeleng.
 Dia menuntunku ketempat tidur. Aku berbarin di bagian pinggir ranjang itu. Ronald duduk disebelahku sambil membelai-belai rambutku. Wah….rasanya selangit banget !. Aku menarik tangan Ronald untuk mendekapku, dia menurut saja. Aku memeluknya erat-erat, lalu dia mencium keningku. Tampaknya dia sayang padaku. Ku kecup pula pipinya. Gairah sex ku semakin membara, maklum sekian tahun aku hanya bisa menyaksikan dan menyaksikan saja apa yang dinamakan ” penis” semnatar belum pernah aku merasakan nikmatnya.
 Ronald membuka kancing bajunya satu persatu. Kutarik tangannya untuk memberi isyarat agat dia membuka kancing busananku satu persatu. Dia menurut. Semakin dia membuka kancing busanaku semakin terangsang aku. Dalam sekejap aku sudah bugil total ! Ronal memandangi tubuhku yang putih mulus, tak henti-hentinya dia memuji dan menggelengkan kepalanya tanda kekagumannya. Lantas diapun dalam sekejap sudah menjadi bugil. Aduh……jantan sekali dia. Penisnya besar dan ereksinya begitu keras tampaknya.

- Nafasku semakin tak beraturan lagi. Ronald mengelus payudaraku, lalu……mengisapnya. Oh…..nikmat dan aku terangsang sekali. Dia menciumi bagian dadaku, leherku. Aku tak kalah kreatif, ku pegang dan ku elus-elus penisnya Ronald. Aku terbayang semua adegan yang pernah ku saksikan di film porno. Aku merunduk tanpa sadar, dan menghisap penisnya Ronald. Masih kaku memang gayaku, tapi lumayanlah buat pemula. Dia menggelaih setiap kujilati kepala penisnya. Jari jemari Ronald mengelus-elus kemaluanku, bulu memekku di elus-elus, sesekali manarik-nariknya. Semakin terangsang aku.
 Basah tak karuan sudah vaginaku, disebabkan oleh emosi sex yang meluap-luap. Aku lupa segalanya. Akhirnya, kami sama-sama mengambil posisi ditengah-tengah ranjang. Aku berbarimng dan membuka selangkanganku, siap posisi, siap digempur. Ronald memasukkan penisnya kedalam vaginanku, oh….kok sakit, perih ?, aku diam saja, tapi makin lama makin nikmat. Dia terus menggoyang-goyang, aku sesekali meladeninya.

- Hingga….cret…cret…cret…air mani Ronald tumpah muncrat di dalam vaginaku. Sebenarnya aku sama seperti dia, kayaknya ada yang keluar dari vaginaku, tapi aku sudah duluan, bahkan sudah dua kali aku keluar.
 Astaga, setelah kami bangkit dari ranjang, kami lihat darah segar menodai seprei putih itu. Aku masih perawan !!! Ronald bingung, aku bingung. Akhirnya aku teringat, dan kujelaskan bahwa selama aku menikah, aku belum pernah disetubuhi suamiku, karena dia impoten yang disebabkan oleh sakit kencing manis.

" Jadi kamu masih perawan ?! " Tanyanya heran. Aku menjelaskannya lagi, dan dia memeluk aku penuh rasa sayang dan kemesraan yang dalam sekali. Kami masih bugil, saling berangkulan, tubuh kami saling merapat. Aku mencium bibir nya, tanda sayangku pula. Seharusnya kegadisanku ini milik suamiku, kenapa harus Ronald yang mendapatkannya? Ah….bodo amat ! aku juga bingung !
Hampit satu hari kami di kamar hotel itu, sudah tiga kali aku melakukan hubungan sex dengan anak muda ini. Tidak semua gaya bisa ku praktekkan di kamar itu. Aku belum berpengalaman ! Tampaknya dia juga begitu, selalu tak tahan lama !! Tapi lumayan buat pemula .
 Setelah istirahat makan, kami tudur-tiduran sambil ngobrol, posisi masig dengan busana seadanya. Menjelang sore aku bergegas ke kamar mandi.  membrsihkan tubuh. Ronald juga ikut mandi. Kami mandi bersama, trkadang saling memeluk, saling mencium, tertawa, bahkan sedikit bercanda dengan mengelus-elus penisnya. Dia tak kalah kreatif, dimainkannya puting payudaraku, aku terangsang……dan…….oh,….kami melakukannya lagi dengan posisi berdiri. Tubuh kami masih basah dan penuh dengan sabun mandi. Oh nikmatnya, aku melakukan persetubuhan dalam keadaan bugil basah di kamar mandi.

- Ronal agak lama melakukan senggama ini, maklum sudah berapa ronde dia malakukannya,. kini dia tampak tampak sedikit kerja keras. Dirangsangnya aku, diciuminya bagian luar vaginaku, dijilatinya tepinya, dalamnya, dan oh….aku menggeliat kenikmatan. Akupun tak mau kalah usaha, ku kocok-kocok penis Ronald yang sudah tegang membesar itu, ku tempelkan ditengah-tengah kedua payudaraku, kumainkan dengan kedua tetekku meniru adegan di blue film VCD.
 Tak kusangka, dengan adegan begitu, Ronald mampu memuncratkan air maninya, dan menyemprot ke arah wajahku. Aneh sekali, aku tak jijik, bahkan aku melulurkannya kebagian muka dan kurasakan nikmat yang dalam sekali.

" Kamu curang ! Belum apa-apa sudah keluar !" Seruku.
" Sorry, enggak tahan…." Jawabnya. Kutarik dia dan kutuntun kontol ronal masuk ke memekku, kudekap dia dalam-dalam, kuciumi bibirnya, dan kugoyang-goyang pinggulku sejadinya.

- Ronald diam saja, tampak dia agak ngilu, tapi tetap kugoyang, dan ah….aku yang puas kali ini, hingga tak sadar aku mmencubit perutnya keras-keras dan aku setengah berteriak kenikmatan, terasaada sesuatu yang keluar di vaginaku, aku sudah sampai klimaks yang paling nikmat.
 Setelah selesai mandi, berdandan, baru terasa alat vitalku perih. Mungkin karena aku terlalu bernafsu sekali. Setelah semuanya beres, sebelum kami meninggalkan kamar itu untuk pulang, kami sempat saling berpelukan di depan cermin. Tak banyak kata-kata yang kami bisa keluarkan. Kami membisu, saling memeluk.

" Aku sayang kamu Yulia " Terdenga suara Ronald setengah berbisik, seraya dia menatap wajahku dalam-dalam. Aku masih bisu, entah kenapa bisa begitu.

- Diulanginya kata-kata itu hingga tiga kali. Aku masih diam. Tak kuduga sama sekali, aku meneteskan airmata, terharu sekali.

" Aku juga sayang kamu Ron " Kataku lirih.
" Sayang itu bisa abadi, tapi cinta sifatnya bisa sementara " Sambungku lagi.

- Ronald menyeka air mataku dengan jemarinya. Aku tampak bodoh dan cengeng, kenapa aku bisa tunduk dan pasrah dengan anka muda ini ?
 Setelah puas dengan adegan perpisahan itu, lantas kami melangkah keluar kamar, setelah check out, kami menuju Blok M dan kai berpisah di pelataran parkir. Aku sempat mengecup pipinya, dia juga membalasnya dengan mencium tanganku. Ronald kembali kerumahnya, dan aku pulang dengan gejolak jiwa yang sangat amat berkecamuk tak karua. Rasa sedih, bahagia, puas, cinta, sayang dan sebaginya dan sebagainya.
 Ketika memasuki halaman rumahku, aku terkejut sekali, banyak orang berkumpul disana. Astaga ada bendera kuning dipasang disana. Aku mulai gugup, ketika aku kemuar dari mobil, kudapati keluarga mas Burhan sudah berkumpul, ada yang menangis. Ya ampun, mas Burhan suamiku sudah dipanggil Yang Kuasa. Aku sempat dicerca pihak keluarganya, kata mereka aku sulit dihubungi. Karuan saja, HP ku dari sejak di Hotel kumatikan hingga aku dirumah belum kuhidupkan. Kulihat mas Burhan sudah terbujur kaku ditempat tidur. Dia pergi untuk selamanya, meninggalkan aku, meninggalkan seluruh kekayaannya yang melimpah ruah. Kini aku jadi janda kaya yang kesepian dalam arti yang sebenarnya.

- Tiga hari kemudian aku menghubungi Ronald via HP, yang menjawab seorang perempuan dengan suara lembut. Aku sempat panas, tapi aku berusaha tak cemburu. Aku mendapat penjelasan dari wanita itu, bahwa dia adik kandungnya Ronald. Dan dijelaskan pula bahwa Ronald sudah berangkat ke Amerika secara mendadak, karena dipanggil Papa Mamanya untuk urusan penting.
 Kini aku telah kehilangan kontak dengan Ronald, sekaligus akan kehilangan dia. Aku kehilangan dua orang laki-laki yang pernah mengisi hidupku. Sejak saat itu sampai kini, aku selalu merindukan laki-laki macho seperti Ronald. Sudah tiga tahun aku tak ada kontak lagi dengan Ronald, dan selama itu pula aku mengisi hidupku hanya untuk shopping, jalan-jalan, nonton, ah…macam-macamlah. Yang paling konyol, aku menjadi pemburu anak-anak muda ganteng. Banyak sudah yang kudapat, mulai dari Gigolo profesional hingga anak-anak sekolah amatiran. Tapi kesanku, Ronald tetap yang terbaik !!!

- Dalam kesendirianku ini . . .
Segalanya bisa berubah .. .
Kecuali,
Cinta dan kasihku pada Ronad,
Aku tetap menunggu, sekalipun kulitku sampai kendur, mataku lamur, usiaku uzur, ubanku bertabur, dan sampai masuk kubur, Oh….Ronald, kuharap engkau membaca kisah kita ini. Ketahuilah, bahwa aku kini menjadi maniak seks yang luar biasa, hanya engkau yang bisa memuaskan aku, Ron!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Kamis, 15 Desember 2016

Pembantu Muda Yang Seksi Dan Hot


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Pembantu Muda Yang Seksi Dan Hot - Sebulan ini kami kerepotan soalnya yang biasanya membersihkan rumah pulang kampung, aku telepon dia untuk balik lagi kesini katanya sudah tidak bisa karena dia menjaga orang tuanya yang sudah tua di kampungnya, sedikit pusing juga tidak ada pembantu dirumah...

CERITA DEWASA - Pembantu Muda Yang Seksi Dan Hot | Tapi memang nasib sedang mujur atau beruntung tak lama kemudian satu hari orang tua mendapatkan penggantinya, sebut saja nama Sania dia berasal dari desa Jawa tengah dia tamatan SD wajahnya yang lugu tapi memberi khas wajah desa yang oriental di usianya yang masih 18 tahun wajahnya begitu cantik.
 Awalnya istri aku tidak setuju akan pembantu ini karena dia tau kalau suaminya kadang kumat menjelma menjadi buaya darat hehe, tapi dengan segala cara aku meyakinkan istriku dengan berbagai alasan yang masuk akal.

- Sudah sebulan Sania menjadi pembantu dirumah aku, dia cukup gesit melakukan semua pekerjaannya dari ngepel, mencuci pakain, membantu memasak dan lain sebagainya, hampir satu minggu ini aku amati terus pekerjaan sungguh teliti dia jika melakukan sesuatunya, tapi lama kelamanaan wajah Sania semakin cantik.
 Sehingga aku melihat bodynya yang seksi bibirnya yang sensual, dagunya yang lancip membuat aku betah dirumah, saat itu di bulan Agustus 2015 tepatnya hari Sabtu karena memang di kerjaanku kalau sabtu dan minggu libur aku sengaja unutk bangun ebih awal dari hari sebelumnya, dan istriku kalau hari sabtu belum tentu libur karena dia bekerja di bidang jasa.

- Aku putuskan untuk langsung mandi biar fresh aku baru ingat kalau uair PAM di tempat ku ini sudah empat hari ini mati, yang biasanya aku mandi di kamar mandi dalam terpaksa aku mandi di kamar mandi satunya, saat keluar dari kamar aku mendengar suara air yang mengacur siapa lagi kalau bukan Sania, dia sedang mandi di belakang penampungan air PAM.
Kamar mandi ke dua pun aku lihat ternyata belum ada airnya jadi aku terus berjalan menuju dapur untuk mendidihkan air untuk membuat kopi biar segar, karena letak dapur dan penampunga air pam bersebelahan hanya terutup pintu aku iseng aja unutk mengintip Sania yang sedang mandi dan Waooooww tubuhnya bugil telanjang.
 Tak disangka dia sedang asyk menyabuni tubuhnya aku lihat payudaranya yang tidak begitu besar tai menantang terlihat putingnya yang coklat masih keras dan kencang membikin rodalku yang di dalam celana langsung menunjukan kejantananya.

- Sayangnya karena dia mandinya jongkok, meqinya nggak begitu keliatan bro, selesai mandi doi pakai handuk sambil deg-deg an takut ketahuan Aku keluar dari dapur menuju ruang tamu dan tanpa sepengetahuan doi.
Aku ikutin dari belakang menuju kamarnya, dan Aku intip lagi ohh… ternyata dia punya kebiasaan kalo mo Subuhan gak pake apa-apa cuma jubah luar aja(tau kan maksud Aku) yg nutupin seluruh badannya.
 Pagi hari itu juga Aku gak nahan, sambil ngebayangin si Sania, Aku paksa istri Aku ngelayanin sampai 2 kali hahaha …gak kuat bro.

- Hari-hari selanjutnya Aku jadi rajin bangun pagi dan walau PAM udah lancar lagi, tp Aku masih bisa ngintip Sania dikamarnya sehabis dia mandi.
Kebiasaan ngintip itu, bikin menambah ngeres otak Aku, dan keinginan mo menyetubuhi Sania makin bertambah besar.
 Hari itu mungkin hari Naas bagi Sania, tp hari beruntung buat Aku bro… hari itu hari Minggu pagi buta, Bini Aku sepulang kerja hari sabtu ada acara di kantornya sampai malam, akhirnya bilang nggak pulang ke rumah, dia pulang ke rumah orang tuanya yang nggak begitu jauh dari kantornya.

- Kesempatan neh, setan & iblis mulai main-main di otak Aku. seperti biasa, Sania bangun pagi terus langsung mandi, kali ini Aku nggak ngintip dia mandi.
 Tapi langsung masuk ke kamarnya, sambil deg-deg an nunggu dia selesai mandi yang ditunggu akhirnya datang juga…(kayak acara di TV ). pas dia lagi buka handuk tanpa bra bre bro lagi dengan tenaga yang dipinjemin setan, Aku langsung peluk dan Aku cium, doi gelagepan dan tentunya kaget bukan kepalang.

" hhp..hppp" Sania berusaha untuk berontak tapi tau sendiri Setan ma Iblis udah nurunin ilmunya ma Aku, jadi doi gak bisa apa2 hehehe, mula-mula Sania Aku ancam, bahwa Aku udah punya photo bugilnya dan akan Aku sebarin ke kampungnya kalo dia nggak mau diem (padahal sih bohong, mana berani Aku moto doi, ketahuan bini berabe hehehe…) dan juga Aku ancam kalo dia gak mo nurut Aku bisa keras ma dia, dan Aku janji kalo dia nurut Aku akan tambah gajinya, akhirnya dengan terpaksa doi Nurut.
" Pak… saya mau diapain"
" sttt diem aja … pokoknya kamu taunya enak.."
" Jangan perkosa saya pak!" kata Sania memelas
" Siapa yang mau perkosa kamu, saya nggak akan perkosa kamu kok…saya cuma pengen cium aja" kata Aku untuk berusaha nenangin dia.

- Karena Aku udah yakin Sania gak berontak lagi, mulai bibir Aku yang dari tadi melahap ganas bibirnya, menjelajah kesekitar buah dadanya yang putih mulus dan bagai buah mangga mengkel itu.
 Sekitar agak lama juga Aku nyiumin dan menghisap buah dada dan putingnya Sania, sambil tangan Aku membelai belai lembut bibir vaginanya yang ditumbuhi bulu tidak begitu lebat.

" Pak.. jangan pak… saya belum pernah begini" ujar Sania, walau begitu tubuhnya mulai bereaksi.
" Udah tenang aja gak papa kok…" jari tanganku mulai masuk pelan-pelan di sekitar bibir vaginanya puting susunya bertambah tegang.
" Pakk..jangannn." namun tanngannya berkata lain, tangannya memegangi kepalaku yang asyik menyedot dan memainkan putting susunya, seakan didekapnya, tidak mau dilepaskan

- Setelah puas dengan buah dadanya aku dorong dia ke tempat tidur dan mulailah menjelajah vaginanya uhh.. bersih bro vaginanya (ye..abis mandi, gimana gak bersih. dengan gemas Aku lahap dan Aku isep bibir meqinya, kadang Aku sedot. Sania meracau gak jelas

" ehmmm pakk…teruss..pak" sudah banyak cairan bening memenuhi rongga meqinya, dan lidah Aku terus bermain di dalam meqinya sambil tangan Aku berusaha untuk membuka celana Aku sendiri.

- Mr. P Aku udah tegang dari tadi, setelah Aku lihat Sania udah horny banget, pelan pelan Aku pasang pengaman di Mr. P Aku dan Aku tempelin Mr.P Aku ke Miss V nya perlahan-lahan Aku masukin, ternyata walau udah banyak cairan susah juga Bro…maklum perawan hehehe…, kirain reaksi Sania nggak mau, ternyata karena udah horny kali ya, dia malah Bantu ngepasin Punya Aku ke Ms. V nya.

" Pak…sakit pak, perihh…"
" iya sakit sedikit, ntar juga enaknya banyak"

- Akhirnya dengan perjuangan keras bobollah keperawanan Sania, beserta lumatan bibir Aku ke bibirnya yang seksi itu, Mr. P Aku maju mundur tak kenal lelah,

" Gimana sekarang udah enak kan?"
" Hhee.. ehh…."

- Beberapa menit kemudian.

" Pak .. eh.. Pak….saya…saya mau Pipis " sambil merem melek akhirnya kakinya mengejang dan tangannya mencegkeram pundak Aku keras banget.
Sania mencapai orgasme, mungkin untuk yang pertama kalinya. Dan Aku lihat dia lemas, tapi Aku gak perduli Aku kocok terus Mr. P Aku di dalam meqinya yang udah banyak cairan bercampur darah.
" Ampun pak…ampunn…Sania capek"
" Sebentar lagi sayang…" nggak sadar Aku ngomong sayang biasanya cuam ke bini,

- Tidak lama berselang Aku juga mencapai Orgasme.

" Surt… Bapak juga dah mau keluar nehhh…"
" Ehmmm… crot..crot"

- Seluruh badan Aku
 lemas, dan Aku rebah disamping Sania yang kelihatan menangis.

" Pak… Sania takut nih"
" Tenang…kamu gak bakalan hamil kok, dan nggak bakalan ada yang tahu…"

- Hari berganti hari, perbuatan kayak gini Aku ulang setiap ada kesempatan dan Sania dengan rela sekarang ngelayanin Aku, dan yang pasti Aku selalu siap pakai pengaman demi keamanan Rumah tangga Aku juga tentunya.
Gaji yang Aku janjiin juga nggak lupa Aku tepatin, jadi lah Sania pengasuh yang multi fungsi, bisa ngasuh anaknya dan Bapaknya!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Rabu, 14 Desember 2016

Bercinta Dengan Tukang Kebun Selain Suamiku

www.ubcpk.net/8
CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Bercinta Dengan Tukang Kebun Selain Suamiku - Sejak pacaran dengan ko Yayan aku sudah mengenal betapa nikmatnya Sex bebas. Kebetulan aku dank o Yayan mempunyai sifat yang sama yaitu sama-sama suka melakukan hubungan Sex dengan berbagai fantasi. Dalam berhubungan Sex ko Yayan tak segan-segan mengeluarkan spermanya didalam rahimku tanpa memiliki rasa takut aku hamil. Dan aku pun yang sudah menikmati persetubuhan dengan ko Yayan pun tak menolak jika ko Yayan mengeluarkan spremanya didalam
liang rahimku. Aku dan ko Yayan sudah berpacaran 3 tahun hingga kini akhirnya ko Yayan menikahiku...

CERITA DEWASA - Bercinta Dengan Tukang Kebun Selain Suamiku | Sampai lupa, perkenalkan namaku Rere, saat ini aku berusia 25 tahun, aku keturunan china
karena itu aku memiliki kulit putih bersih, dan juga cirri khas mataku agak sipit, namun aku memiliki hidung yang mancung. Setelah setahun aku dinikahi ko Yayan bentuk lekuk tubuhku juga gak berubah, aku masih memiliki tubhyang langsing dan juga gairah Sex yang masih membara meskipun sudah sejak pacaran aku sudah melakukan hubungan Sex dengan ko Yayan. Ketika menikah hubungan Sex kami pun juga gak berubah, malah bisa dikatakan lebih
HOT karena kita sama-sama Hyper Sex nya.
 Namun semuanya sekejap berubah ketika ko Yayan suamiku konsultasi kedokter tentang kesuburan air maninya, karena sudah setahun menikah dan setiap berhubungan juga dikeluarkan didalam namun sampai sekarang aku gak bisa hamil. Malam hari ketika mau tidur, suamiku terlihat murung tak seperti biasanya yang snagat bergairah sekali. Aku pun menanyakan kenapa suamiku tiba-tiba murung begitu, nmaun sejenak suamiku diam tak menjawab pertanyaanku. Tapi tak berapa lama suamiku meraih tanganku dan mengatakan
" Maaf ya sayang, menurut dokter spermaku kurang subur, jadi kita bakalan sulit untuk mempunyai anak". Aku pun kaget mendengar pernytaan suamiku, namun karena aku sangat mencintai suamiku aku pun memeluknya sambil berkata " Gak papa kok sayang, nanti jika waktunya tiba kita pasti akan mendapatkan momongan kok". Suamiku hanya terdiam mendengar perkataanku, wajahnya masih
terlihat murung, kemudian mendiamkanku dan tidur begitu saja.

- Keesokan harinya suamiku besifat sangat aneh sekali, ketika dia mau berangkat kekantor seerti biasa aku sudah menyiapkan sarapan untuknya. Namun tanpa bilang sama aku untuk pergi kekantor dan tanpa menyantap sarapan ynag sudah aku hidangkan suamiku pergi begitu saja. aku sangat sedih dengan perubahan sifat suamiku itu, namun mau gimana lagi. Aku
membiarkannya saja, karna menurutku itu sebuah pukulan baginya. Namun yang aku rasakan semakain bertambah hari perubahan sifat suamiku semakin jelas. Dia sering pulang larut malam gak jelas tanpa kabar, pernah juga pulang mabuk. Aku pun menjadi jengkel, karena aku sudah memberi pengertian pada suamiku namun pengertianku diabaikannya.
 Suatu pagi aq terbangun menyusuri perkarangan rumah dan sekitar rumah kami, aq mulai melihat dan menyadari suasana rumahku semraut, banyak tanaman dan rumput liar tumbuh di perkarangan rumahku, tanaman dan bunga² kesayanganku mulai banyak yang ayu dan mati, padahal aq sangat suka bunga². newiklanpoker.blogspot.com aq memutuskan harus mencari seorang tukang kebun, malam hari suamiku pulang aq segera mengutarakan isi hatikukepada suamiku, tapi seperti biasanya ditanggapi dengan dingin.
 Besoknya pagi-pagi aq memutuskan pergi ke surat kabar harian setempat memasang iklan

" mencari tukang kebun yang berpengalaman"aq mulai gelisah saat sudah memasuki hari ketiga belum jugaada yang datang melamar menjadi tukang kebun. Esoknya dihari keempat sore sekitar jam 5 datang seorang bapak yang aq pikir umurnya sekitar 50 tahunan, orangnya lusuh dan dekil dengan wajah memelas, aq pikir dia adalah pengemis dan segera aq kasih uang 10 ribu, tapi dia tersenum, bapak itu malah bertanya, apa ini rumah bapak Yayan? iya
jawab saya, ada apa pak? tanyaku berbalik. Bapak ingin bekerja jadi tukang kebun disini seperti yang terpasang diiklan koran ini nak…Awalnya aq menolak karena penampilannya yang udah dekil dan bau, tapi ntah kenapa aq kasihan melihat bapak itu,
" aq bertanya" emang bapak sanggup bekerja? nama bapak siapa?,
" jawab bapak itu, nama saya Seno, iya bapak masih kuat kerja kok nak…hanya saja bapak sekarang belum makan, bapak boleh minta makan?"

- Setelah berpikir sejenak aq mempersilahkan bapak Seno masuk, aq mempersilahkannya untuk duduk tapi bapak punya rumah dimana?tanyaku, Rumah Bapak di Sulawesi, Bapak kesini mencari kerja, tapi yang ada malah ga bisa pulang lagi ke Sulawesi, bapak ga pnya istri dan anak, karena semasa muda bapak dihabiskan dengan merantau ke mana mana, bapak suka berjalan sesuka hati kemana aja, tapi ya beginilah nak, ternyata baak tua dijalan, umur makin hari makin bertambah, fisik bapak semakin berkurang. Bapak merasa sudah saat nya bapak mencari pekerjaan yang menetap, maaf kalau oleh berarti bapak harus menginap di rumah ini kalau anak mengijinkan (kepala pak Seno tertunduk). Aq tidak berani ambil keputusan pak, ntar aq harus tanya suamiku dulu ya jawabku, sementara bapak malam ini tinggal aja disini, ntar aq ambilkan handuk, dan peralatan mYayan untuk bapak. aq segera kembali membawa peralatan mYayan pak Seno dan pak Seno segera membersihkan tubuhnya, aq mencari cari baju bekas yang sudah lama tidak dipakai suamiku karena aqmelihat baju pak Seno udah kumal dan tidak membawa baju yang layak dipakai lagi, bila ia kerja ditempatku tentu ia harus bersih kan pikirku. Pak Seno, ini bajunya ya diganti, kalau mau dicukur jangut ma kumis pak Seno ini pisau cukurnya ya(aq mngambil pisau cukur
suamiku yang tidak terpakai lagi tapi aq tau masih cukup baru), pak Seno tersenyum melihatku dan mengambilnya dengan segan, aq bertanya, kenapa pak? kok tersenyum? ada yg lucu yaaq sambut juga dengan tersenyum. Ga kok, bapak udah lama ga menerima kebaikkan seperti ini…ohhhh jangan begitu pak, aq sudah biasa sebagai ruinitas melayanin suami seperti ini, jadi aq tau keperluan laki-laki seperti apa jawabku singkat.
aq segera menuju ruang tamu menonton televisi sementara pak Seno membersihkan dirinya, hari mulai malam sekitar jam 19.00 wib, aq mulai menyiapkan makanan. Aq tersenyum melihat pak Seno telah rapi dan bersih, janggutnya telah tidak ada lagi, tapi kok kumisnyamasih ada sih pak ? tanyaku? bapak ga percaya diri kalau ga ada kumis ini nak

" jawab pak Seno, aq mempersilahkan dia makan, ayo pak, makan dulu ya, yang kenyang ya" senyumku.

- pak Seno mulai menyendok nasi dan gulai kemudian duduk dilantai, aq agak risih melihatnya duduk dilantai sementara aq duduk dimeja, karena pak Seno tidak mau duduk dimeja sama sepertiku.
 Kebiasaanku memakai rok mini atau celana pendek dirumah membuatku tidak sadar kalau sekarang ada laki² lain dalam rumah ini yang memperhatikanku, sambil makan kami asik bercerita mengenai riwayat hidup pak Seno, aq baru tersadar dan malu saat melihat sorot matanya ke bawah meja, saat itu aq memakai rok jeans mini, aq merapatkan kakiku, pak Seno terlihat maalu karena aq tau arah matanya yang menatap paha dalamku, suasana terasa
mencair dan akrab karena pak Seno pandai membuatku tertawa dan tersenyum saat kami saling bicara di meja makan walaupun makan telah uasai, pak Seno tetap duduk dilantai.
 jam menunjukkan pukul 10 malam, gak terasa ya pak Seno sekarang dah malam, aq mau tdur, kamar bapak dibelakang ya pak…kami pun bergerak ke kamar kami masing-masing, jam 02 dini hari suamiku pulang dan lgsung tertidur, besoknya saat makan pagi aq perkenalkan suamiku dengan pak Seno. tapi seperti yang aq duga ditanggapi dengan hambar dan suamiku langsung
pergi keluar rumah, aq menghela nafas.

- aq memutuskan seminggu ini aq ingin istirahat dan santai, aq menelpon ibu-ibu bahwa seminggu ke depan tidak ada latihan memasak. aq ingin membersihkan isi roumah agar rapi dan indah, sementara pak Seno tanpa perlu aq suruh-suruh lagi pagi-pagi jam 7 sudah mulai membersihkan dan merapikan tanaman, memberikan pupuk dan menebang dahan yang lapuk sementara aq membersihkan rumah. newiklanpoker.blogspot.com aq merasa sangat senang karena ada yang menemani pekerjaanku di saat-saat penat aq duduk di teras rumah memperhatikan pak Seno yang sedang bekerja, aq mulai suka dengan pribadi pak Seno yang pandai mencari cerita dan bahan tertawaan, banyak dari pengalaman hidupnya yang cukup menggelikan dan menakutkan seperti dikejar preman, pamongpraja, dll, aq jadi larut dalamceritanya, kadang hampir keluar air mata inikarena sedih, tapi juga kadang karena tertawa terpingkal pingkal.
 tapi seperti malam tadi aq perhatikan pak Seno selalu melirik tubuhku , aq memakai celana sangatpendek sepangkal paha dan tanktop yang apabila menunduk akan terlihat payudaraku, tentu aq harus menjaga sikap yang sopan. Capek aq segera mYayan dan masuk ke kamar mYayan dan tidur, dikamar mYayan aq membuka seluruh bajuku dan meletakkannya di ember pakaian bekas selesai mYayan aq masuk kekamar tidur, aq bisa melihat pak Seno masih sibuk bekerja, aq tertidur akhirnya.

- Aq terbangun jam 4 sore, tidak terasa aq telah tertidur +/- 1 jam, aq lihat pak Seno masih membersihkan rumput dari daun² kering dan ranting² bekas potongan tadi, pak Seno berjalan menuju pohon mangga, ohhh tidak aq tidak sengaja melihat dia membuka resleting celananya dan ia mengeluarkan kejantanannya untuk buang air kecil, awalnya aq malu, tapi aq
penasaran, karena selama ini belum pernah melihat kejantanan laki² lain selain milik suamiku, aq betul² kaget, milik pak Seno cukup besar pdahal itu pada saat dia buang air kecil, bagaimana kalau lagi ereksi ya

" batinku…aq melihat sampai diaselesai buang air kecil dan menyimpan kembali kjantanannya dalam celananya."

- Penglihatan tadi cukup membuat ku terganggu, selama ini aq belum pernah melihat yang gagah seperti tadi, belum lagi udah setahun ini aq tidak pernah melakukan hubungan intim dengan suamiku. Ntah kenapa aq mulai masuk ke kamar mYayan aq ingin membersihkan kewanitaanku yang mulai basah. dikamar mYayan aq ambil tissue dan membersihkan kewanitaanku,tapi
kemudian mataku menangkap yang lain, aq mlihat ada noda putih di celana dalam dalam ember cucian ku, aq ambil dan aq lihat lebih dekat, aq atu apa ini pikirku….ini sperma…tapi kan suamiku ga ada, siapa ya yang buang spermanya di celana dalamku, pikiranku segera tertuju dengan pak Seno, aq mulai gelisah dan takut.
 hari mulai malam, sekitar jam 6 sore mati lampu, aq paling tidak nyaman kalau lampu mati.
 Pakk ujannhgg panggilku, pak tolong idupin lampu emergency ya, iya nak

" jawab pak Seno, aqmenunggu tapi lampu emergency ga juga menyala, napa sih pak, kok belum idup"tanyaku???ga tau juga ya nak..jawab pak Seno.

- Aqbaru teringat kalau lampu itu belum pernah dicas karena memang tidak pernah mati lampu. Akhirnyaaq mmutuskan penerangan menggunakan lilin. pak Seno duduk di lantai, sementara aq duduk di sofa, aq berbicara ttg apa aja dg pak Seno ttg apa aja, dan jjur sangat menyenangkan, aq lupa kalau tertawa pahaku kadang terangkat dan terbuka, lama-lama aq suka melihatnya penasaran mengintip kewanitaanku, aq melihat duduknya mulai gelisah.
  pak Seno jagan panggil nak, panggil aq cinta ya pak..iya non cnta kata pak Seno, pak Seno, cnta udah mau tidur, pak Seno mau tdur? tanyaku, iya non tidur aja, bapak juga mau masuk kamar, lalu kami masuk ke kamar masing². Lampu juga tidak kunjung menyala, mulai gelisah, hujan mulai turun tambah deras disertai petir menyambar, ketakutanku makin menjadi jadi, aq berpikir lebih baik panggil pak Seno buat menjagaku. ketakutanku membuat aq lupa menganti baju dan hanya memakai baju piyama (tentu memakai pakaian dalam) dengan tali tengah melingkari pinggulku.

- Tok tok tok rok tok…aq mengtuk pintu kamar pak Seno..ga berapa lama pak Seno membuka pintu, samar²terlihat pak Seno keluar memakai sarung, maaf pak menganggu, aq takut dan ga bisa tdur pak…pak Seno jaga aq ya (aq berkata penuh harap), pak Seno terlihat bingung, mksud non cnta apa ya…bapak udah ngantuk mau tidur..”jawabnya, ya udahpak, kalau boleh aq tidur diatas bapak tidur dibawah ya…jawabku sekenanya.
 Pak Seno mempersilahkan aq tiur dikasurnya dan dia tidur beralaskan tikar di lantai, aq suka tidur menyamping, tapi aq juga ga bisa tidur, mungkin karena suasana kamar yang sumpek berbeda dengan kamarku yang wangi dan sejuk.
 Hujan semakin deras dengan petir yang menggelegar. samar²aq merasakan ranjang tempatku tidur mulai bergerak naik turun seakan akan ada yang menaiki , ntah kenapa aq masih bepura pura tidur, hatiku mengatakan pak Seno mulai bertingkah, salahku aq berbisik dalam hati, sekarang sudah terlambat, mungkin dia sudah sangat nafsu dengan aq pikirku. aq masih coba²
berpurapura tidur. Pelan-pelan piyamaku terasa itarik dibagian kaki sampai pinggul sehingga buah pantatku pasti terlihat oleh pak Seno. aq merasakan hembusan nafasnya dipantat dan selangkanganku, ohhhh tidakkk yang aq takutkan mulai terjadi, lidah dan kumis pak Seno menyapu vaginaku dengan lembut dan hangat, begitu lama dan lembut dia menjilat vaginaku, yg aq heran kan aq pake celana dalam(terakhir aq baru tau kalau celana dalam ku diguntingnya dibagian vagina ku) lidah itu menerobos memasuki lubang vaginaku, lidahnyaterasa kasar dan besar, vaginaku mulai terasa basah, tapi aq menyembunyikan kenikmatan ini, aq masih bersikap seolah olah tertidur, kira-kira setngah jam kemudian aq merasakan kejantanannya mulai digesek gesekkan ke pantatku, bagaimana dia mengawiniku kalau posisi durku menyamping begini ? tanyaku dalam hati, jawabnya segera aq temukan.

- Pelan-pelan vaginaku ditekan rudalnya yang hangat,awalnya aq deg-degan tapi kemdian berubah menjadi panik, aq merasa rudalnya sangat besar, vaginaku seakan akan terbelah sangat nyeriii aq mengigit bibirku sendiri, rudal itu sangat keras dan berdenyut denyut, aq khawatir vaginaku tidak dapat menampung rudalnya, rudal itu terus memasuki diriku tanpa ampun, terasa seluruh dinding vaginaku sesak oleh desakan rudalnya, terusssss…. jauh memasuki tubuhku sampai dibagian yang belum pernah dimasuki oleh suamiku, ohh tidakkkk!!!!desisku dalam hati, nikmatnya luar biasa, terus masuk sampai mentok ke rahimku,,,, panjang banget!!!!
pak Seno menghentikan tusukkannya setelah meyentuh rahimku, sambil kelamin kami menyatu dia tidur disampingku tanpa bergerak, rupanya dia ingin menikmati saat² menyatunya kelamin kami, lama aq menunggu apa yang akan dilakukannya lagi pada kelaminku, terasa rudalnya makin mengeras dan berdenyutdenyut kencang dalam vaginaku, sementara vaginaku mulai
bertambah basah, dia sengaja mempermainkanku desisku dalam hati.
 kira-kira 15 menit kemudian pak Seno mulai menaik dan memasukkan rudalnya, aq ingin merintih dan mjerit nikmat tapi tertahan krn menjaga harga diriku, aq menikmati vaginaku dikawini dengan lembut dan mesra . Rudalnya begitu pelan dan lembut keluar masuk mengawini kelamin betinaku, ntah mengapa aq menangis pelan, pak Seno mengetahuinya dan mengusap air mataku, newiklanpoker.blogspot.com semua sudah terjadi’ kata ku dalam hati…. sambil mengawiniaq dengan lembut pak Seno menciumku, aq mulai membuka mataku menatap sayu ke mata pak Seno.

- kemudian aq menatap ke bawah melihat vaginaku yang putih sedang proses dikawini rudak pak Seno yang hitam besar, aq takjud melihat ukurannya rudalnya, pantas vaginaku terasa sakit sekali, ukurannya sangat besar dan bengkok ke atas. Pelan² ya pak lirihku pada pak Seno, aq mulai merubah posisi menjadi terlentang sehingga pak Seno lebih leluasa mengawiniku..aq
tidak malu²lagi, aq mulai menjerit nikmat saat pak Seno menarik dan menusuk vaginaku dengan agak cepat. pak Seno berkatamemek non sempit banget,putih lagi, bapak suka, memek non tebel bangetaq tambah horny di katakan seperti itu, +/- jam pak Seno mengawiniku, pakkk desisku…cinta mau dibuahi sama pak Seno….cnta mau hamil pak…beri cinta anak please….
 Aq kaget pak Seno dengan semangat memompa vaginaku dengan cepat dan menyemburkan spermanya
, vaginaku terasa hangat…nonnn Penis bapak tidak akan bapak cabut ampe pagi ya biar non bisa hamil…kelamin kami menyatu sampe pagi kami kemudian tertidur.
 Dini hari aq terbangun dan panik karena tau jam segini biasanya dia udah pulang, tapi bgtu akan bangun trasa ada yang menempel, aq lihat rudal pak Seno masih dalam vaginaku, aq coba lepas tapi malah membuat pak Seno terbangun, pak please nanti suamiku tau, rupanya grakannku yang menarik vaginaku untuk melepas rudalnya membuat rudalnya bangun, dengan cepat rudalnya mengeras, aq terpekik saat aq ditarik dan dipeluknya dengan kuat aq dikawini sampe aq terkencing kencing.

- Pak Seno menyuruhku brjalan dengan pelan ke kamarku sambil mengawini diriku, pelan-pelan jalanku satu-satu langkah ke kamar tidurku, terlihat suamiku tertidur pulas, aq disuruh mngangkat kakiku sebelah dan menaruhnya di atas meja rias sehingga aq berdiri dalam possisi kaki mengangkang sebelah, aq melihat suamiku tertidur pulas di depanku….kira-kira
10 menit kemudian rahimku kembali dibuahi pak Seno, aq mengejang nikmat menikmati klimaksku…dan tertidurdi ranjangku. sedangkan pak Seno kembali ke kamarnya!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Senin, 12 Desember 2016

Bercinta Dengan Teman Bokap

www.ubcpk.net/8

CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Bercinta Dengan Teman Bokap - Hai para pembaca cerita dewasa perkenalkan namaku Bica aku wanita umur 28 tahun kata orang tubuhku proposional dari tinggiku 169 cm dan berat badanku 56 kg ukuran payudaraku 36B didukung dengan wajah cantikku berkulit putih, memang aku dulu sering jadi SPG dalam acara pameran mobil jadi bisa dibayangkan secara singkat tentang diskripsiku.
Aku sudah mempunyai suami namanya Roni umurnya lebih tua dari aku 2 tahun, sementara ditahun ini kami memang sepakat untuk menunda momongan dulu, kalau masalah seks kehidupan kami baik baik saja, Suamiku bisa dibilang Hypersex malah bisa jadi dalam sehari minta jatah 3 kali...

CERITA DEWASA - Bercinta Dengan Teman Bokap | Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Roni bekerja di kantornya dan mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan itulah yang membuat kami sering bertengkar karena kadang Roni harus berangkat lebih pagi dan lewat tengah malam baru pulang.
 Dan mulailah cerita ini ketika Roni mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya Faiz dari luar kota. Pertama diperkenalkan Faiz langsung seperti terkesima dan sering menatapku, hal itu membuatku risih.

- Faiz cukup tampan gagah dan kekar. Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Roni memutuskan agar Faiz tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami.
 Faiz tidur di kamar persis di seberang kamar kami. Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Roni datang bisa langsung bercinta.
 Pernah suatu saat ketika pagi hari kami aku dan Roni bercinta di dapur waktu masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Roni dari depan, tiba-tiba Faiz muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Roni yang membelakangi Faiz dan aku juga tidak tega menghentikan Roni.

- Akhirnya ku biarkan Faiz melihat kami bercinta tanpa Roni sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku tahu Faiz melihat tubuh telanjangku ketika Roni melepaskan penisnya dan terjongkok di bawah meja.
 Setelah kejadian itu Faiz lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku. Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Roni benar2 sibuk sehingga hampir seminggu tidak menyentuhku. Di hari Jum’at kantor tempat Roni bekerja mengadakan pesta dinner bersama di rumah atasan Roni.
 Rumahnya terdiri dari dua lantai yang sangat mewah di lantai 2 ada semacam galeri barang2 antik. Kami datang bertiga dan malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun malam warna merah yang terbuka di bagian belakang dan hanya dikaitkan di belakang leher oleh kaitan kecil sehingga tidak memungkinkan memakai BH.

- Bagian bawahpun terdapat sobekan panjang hingga sejengkal di atas lutut, malam itu saya merasa sangat seksi dan Faiz pun sempat terpana melihatku keluar dari kamar. Sebelum berangkat aku dan Roni sempat bercinta di kamar dan tanpa sepengetahuan kami ternya Faiz mengintip lewat pintu yang memang kami ceroboh tidak tertutup sehingga menyisakan celah yang cukup untu melihat kami dari pantulan cermin, sayangnya karena letih atau terburu-buru mau pergi Roni orgasme terlebih dahulu dan aku dibiarkannya tertahan.
 Dan Faiz mengetahui hal itu. Malam itu ketika acara sangat ramai tiba-tiba Roni dipanggil oleh atasannya untuk diperkenalkan oleh customer. Roni berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai 2 ternyata keadaan cukup sepi hanya 2-3 orang yang melihat-lihat di ruangan yang besar itu.
 Aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar di pojokan ruangan, tanpa takut aku melihat ke sana dan mengaguminya juga sekaligus mengagumi keseksian tubuhku di depan cermin, tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Faiz .

" Udah nanti kacanya pecah lho..cakep deh..!", canda Faiz
" Ah bisa aja kamu BFaiz",balasku tersipu.

- Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Faiz meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.

" Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi",katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut.

- Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar aku terlihat lebih seksi.
Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Faiz meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Faiz telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku lemas dan masih dengan memegang gelas Faiz yang telah menyudutkanku di dinding dan menciumi leherku dari depan.

" Faiz apa yang kamu lakukan..lepaskan aku Faiz..lepas..!",rontaku tapi Faiz tahu aku tidak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang.

- Faiz terus menyerangku dengan kedua tanganku memegang gelas dia bebas meraba buah dadaku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairahku meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Faiz mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke selangkanganku.

" Faizz..hentikan Faiz aku mohon..tolong Faiz..jangan lakukan itu..",rintihku, tapi Faiz terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir vaginaku yang ternyata telah basah karena serangan itu.

- Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku terpekik pelan apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku.
 Ketika Faiz sudah semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Roni memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan himpitan Faiz terlepas, lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Roni yang tidak melihat kami dan meninggalkan Faiz dengan G-string hitamku.
 Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi merasakan tantangan melakukan di tempat umum walau dalam kategori diperkosa.

- Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Roni mengatakan dia harus melakukan meeting dengan customer dan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Faiz.
 Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Faiz, diperjalanan dia hanya mengakatakan

" Maaf Bica..kamu sungguh cantik malam ini." Sepanjang jalan kami tidak berbicara apaun. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan malu mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan gairah.

- Tanpa sadar ternyata Faiz telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya’,

" Bica aku ingin mengembalikan ini"' katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Faiz telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya.

- Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku.

:: Aku meronta-ronta sambil menendang-nendang?

" Faizz..lepaskan aku Faiz..ingat kau teman suamiku Faiz..jangan..ahh..aku mohon", erangku ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Faiz terus menekan hingga aku berteriak saat penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.
" Ahhhh?Faizz..kau..:' Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku", akhirnya aku hanya menutup mata dan menangis pelan..clok..clok..clok..aku mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam vaginaku yang sudah sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak.

- Lama sekali dia memompaku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang

" Ahhh?.." ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami perkosaan yang aku nikmati.

- Sepuluh menit kemudian Faiz mempercepat pompaannya lalu terdengar suara Faiz di telingaku “Ahhh..hmmfff?” aku merasakan vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh deti kemudian Faiz terkulai di atasku.

" Maaf Bica aku tak kuasa menahan nafsuku.."bisiknya pelan lalu berdiri dan meninggalkanku terbaring dan menerawang. hinga tertidur Aku tak tahu jam berapa Roni pulang hingga pagi harinya. Esok paginya di hari sabtu seperti biasa aku berenang di kolam renang belakang Roni dan Faiz berpamitan untuk nerangkat ke kantor.

- Karena tak ada seorang pun aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Saat asiknya berenang tanpa disadari, Faiz ternyata beralasan tidak enak badan dan kembali pulang, karena Roni sangat mempercayainya maka dia izinkan Faiz pulang sendiri.
 Faiz masuk dengan kunci milik Roni dan melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku sadari kedatangannya,

" Faizz..kenapa kau ada di sini?" tanyaku,
" Tenang Bica suaimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya", aku melihat tubuhnya yang kekar dan penisnya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam
" Pantas sajaku semalam vaginaku terasa penuh sekali"'pikirku.

- Aku buru-buru berenang menjauh tetai tidak berani keluar dr dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga. Saat aku bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda2 Faiz di dalam kolam.
Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan vaginaku hangat sekali, ternyata Faiz ada di bawah air dan sedang menjilati vaginaku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meronta.
 Akhirnya aku hanya bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi vaginaku dan memasuki liang senggamaku..aku hanya menggigit bibir menahan gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama dia mengerjai vaginaku, nafasnya kuat sekali pikirku.

- Detik berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan penisnya yang besar telah meneyruak menggantian lidahnya?

" Arrgghh.." erangku menahan nikmat yang sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh Roni. Akhirnya aku membiarkan dia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang.

- Sekarang aku hanya memeluknya saja dan membiarkan dia menjilati buah dadaku sambil terus memasukan penisnya keluar masuk.
 Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya menurutinya saja, gila aku mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, tapi ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang diperkosa oleh teman suamiku.
 Dan di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..

" Kau sangat cantik dan seksi Bica..ahh" bisiknya ditelingaku.

- Aku hanya memejamkan mata berpura-pura tidak menikmatinya, padahal kalau aku jujur aku sangat ingin memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Hanya suara eranggannya dan suara penisnya maju mundur di dalam vaginaku, clok..clok..clep..dia tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya.

:: Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali eranganku

" Ahhh.." aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras pinggiran kolam,
" Nikmati sayang?"demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme. Sebentar kemudian Faiz lah yang berteriak panjang,
" Kau hebat Bica..aku cinta kau..AAHHH..HHH" dan aku merasakan semburan kuat di dalam vaginaku.

- Gila hebat sekali dia bisa membuatku menikmatinya pikirku. Setelah dia mencabut penisnya yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau karena dia mencabut penisnya dari vaginaku yang masih lapar.
 Setelah Roni pulang herannya aku tidak menceritakan kejadian malam lalu dan pagi tadi, aku berharap Roni dapat memberikan kepuasan padaku.
 Dengan hanya menggenakan kimono dengan tali depan aku dekati Roni yang masih asik di depan komputernya di dalam kamar, lalu aku buka tali kimonoku dan kugesekan buah dadaku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berharap da berbalik dan menyerangku.

- Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya “Bica..apakah kamu tak bisa melihat kalau aku sedang sibuk?
 Jangan kau ganggu aku dulu..ini untuk masa depan kita” teriaknya keras.
 Aku yakin Faiz juga mendengar teriakannya. Aku terkejut dan menangis, lalu aku keluar kamar dengan membanting pintu, lalu aku pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan menahan nafsu.
 Dari kolam aku bisa melihat bayangan di Roni di depan komputer dan lampu di kamar Faiz. Tampak samar-samar Faiz keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Karena di luar gelap tak mungkin dia melihatku.
 Tanpa sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatikan Faiz mengeringkan tubuh. Gila kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku adalah penisnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku.
 Aku malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali penis itu masuk ke dalam vaginaku yang memang masih haus.

- Perlahan aku membelai-belai vaginaku hingga terasa basah, akhirnya aku memutuskan untuk memintanya pada Faiz, dengan hati yang berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupi kesadaran, aku nekat masuk ke dalam kamar Faiz dan langsung mengunci pintu dari dalam.

" Faiz sangat terkejut Tyas..apa yang kamu lakukan?", aku hanya menempelkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat agar tidak bersuara karena Roni ada di kamar seberang.

- Langsung aku membuka pakaian tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benagpun di hadapannya, Faiz hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku. Faiz tersenyum sambil memperlihatkan penisnya yang semakin membesar dan tampak berotot.
 Dengan segera aku langsung berlutut di hadapannya dan mengulum penisnya, Faiz yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya mendesah perlahan merasakan penisnya aku kulum dan hisap dengan nafsuku yang sudah memuncak.
 Sambil mulutku tetap di dalam penisnya aku perlahan naik ke atas tempat tidur dan menempatkan vaginaku di mulut Faiz yang sudah terbaring, dia mengerti maksudku dan langsung saja lidahnya melahap vaginaku yang sudah sangat basah, cukup lama kami dalam posisi itu, terinat akan Roni yang bisa saja tiba-tiba datang aku langsung mengambil inisiatif untuk merubah posisi dan perlahan duduk di atas penisnya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang.
 Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang vaginaku, rasanya berbeda dengan saat aku diperkosanya, perlahan tapi pasti aku merasaskan suatu sensasi yang amat besar sampai akhirnya keseluruhan batang penis Faiz masuk ke dalam vaginaku

" Ahh..sssfff..Braaam!" erangku perlahan menahan suara gairahku agar tidak terdengar, aku merasakan seluruh penisnya memenuhi vaginaku dan menyentuh rahimku.

- Sungguh suatu sensasi yang tak terbayangkan, dan sensasi itu semakin bertambah saat aku mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Faiz dengan puasnya terus memainkan kedua buah dadaku memuntir-muntir putingku hingga berwarna kemerahan dan keras

" ahh..ahh.." demikian erangan kami perlahan mengiringi suara penisnya yan keluar masuk vaginaku clok..clok..clok? Tak tahan dengan nafsunya mendadak Faiz duduk dan mengulum buah dadaku dengan rakusnya bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi.

- Aku sungguh tak dapat menahan gairah yang selama ini terpendam. Mungkin karena nafsu yang sudah sangat tertahan atau takut Roni mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gairahku yang pertama sambil mendekap erat Faiz dan menggigit pundaknya agar tidak bersuara.
 Kudekap erta Faiz seakan tak dapat dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku. Faiz merasakan penisnya disiram cairan hangat dan tahu bahwa aku mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya sangat erat sambil memelukku dengan belaian hangatnya.
 Selesai aku orgasme sekiat 30 detik, Faiz membalikan aku dengan penisnya masih tertancap di dalam vaginaku. Faiz mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku perlahan, entah mengapa aku kembali bernafsu dan membalas ciumannya denga mesra, lidah kami saling berpagutan dan Faiz merasakan penisnya kembali dapat keluar masuk dengan mudah karena vaginaku sudah kembali basah dan siap menerima serangan berikutnya.

- Dan Faiz langsung memompa penisnya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku bergoyang dan buah dadaku bergerak naik turun dan sungguh suara yang timbul antara erangan kami berdua yang tertahan derit tempat tidur dan suara penisnya keluar masuk di vaginaku kembali membakar gairahku dan aku bergerak menaik turunkan pantatku untuk mengimbangi Faiz.
 Dan benar saja 10 menit kemudian aku sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras pantatnya hingga penisnya menyentuh rahimku. Kupeluk Faiz dengan erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku.
 Kugigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Faiz dengan menaik turunkan pantatku.

- Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik berikutnya pintu kamar Faiz diketuk Roni,

" Faizz..kau sudah tidur?", demikian ketuk Roni.

- Langsung saja Faiz melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyi di kamar mandi. Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar.
 Sungguh hatiku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku. Faiz dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Roni masuk, Roni sempat terkejut melihat Faiz telanjang,

" Sedang apa kamu Faiz" tanpa curiga dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada cairan kenikmatanku.
" Faiz hanya tersenyum dan mengatakan, Mau tau aja.."

- Dasar Roni dia langsung membicarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat pembicaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berbicara dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku sungguh semakin menjadi-jadi.
 Setelah Roni keluar, Faiz kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,'Bica buka pintunya..sudah aman'.
 Begitu aku buka pintunya Faiz langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless penisnya kembali memenuhi vaginaku.

" Ahhh..ahh.." erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Faiz melahap buah dadaku dan putingku.

- Sepuluh menit berlalu dan goyang Faiz semakin cepat sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama.Cerita Sex Terbaru

" Faizz lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar.." desahku
" Tahan sayang kita bersamaan keluarnya", dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras dalam vaginaku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu bersamaan.
" Faizzz..," desahku tertahan.
" Ahhh Bica..kau hebat.." demikian katanya.

- Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul.

" Terima kasih Faiz..kau hebat.." kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Roni tidak curiga sama sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena aku tahu ada bekas ciuman Faiz di sekujur buah dadaku.

- Malam itu aku merasa sangat bersalah pada Roni tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur dengan nyenyaknya. Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Roni berenang di pagi hari tetapi mengingat adanya Faiz.
 Kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya memutuskan memakai pakaian renag, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi buah dadaku yang masih memar karena gigitan Faiz. Saat kami berenang aku menyadari bahwa Faiz sedang menatap kami dari kamarnya.
 Dan saat Roni sedang asyik berenang kulihat Faiz memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut dia menunjukan penisnya yang sudah mengacung besar dan tegang. Seperti di hipnotis aku nekat berjalan ke dalam.

" Ron aku mau ke dalam ambil makanan ya..!" kataku pada Roni, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Roni memang sangat hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti.

- Aku dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Faiz. Di sana Faiz sudah menunggu dan tak sabar dia melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya.

" Gila kamu Faiz..bisa ketahuan Roni lho," protesku tanpa perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar dia menciumi punggungku sambil meremas buah dadaku
" Tapi kamu menikmatinya khan?!," goda Faiz sambil mencium leher belakangku.

- Dan aku hanya mendesah menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Faiz menarikku ke jendela dan masih dari belakang dia meremas-remas buah dadaku dan meciumi punggung hingga pantatku,

" Gila kau Faiz, Roni bisa melihat kita," tapi anehnya aku tidak berontak sama sekali dan memperhatikan Roni yang benar-benar sangat menikamti renangnya.

:: Di kamar Faiz pun aku sangat menikmati sentuhan Faiz.

" Bica kamu suka ini khan?" tanyanya sambil dengan keras menusukan penisnya ke dalam vaginaku dari belakang.
" AHH..Faiz.." teriakku kaget dan nikmat, sekarang aku berani bersuara lebih kencang karena tahu Roni tidak akan mendengarnya.

:: Langsung saja Faiz memaju mundurkan penisnya di vaginaku.

" Ahh.. Faiz lebih kencang..fuck me Faiz..puaskan aku Faiz..penismu sungguh luar biasa..Faiz aku sayang kamu.." teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Roni.

- Faiz mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga vaginaku terasa lebih dalam lagi tersentuh penisnya dengan posisi ini,

" Bicaa..khhaau hhebat.." desahnya sambil terus menekanku, kalau saja Roni melihat sejenak ke kamar Faiz maka dia akn sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan kerjanya.

- Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan

" Teruuus Faiz lebih khheeenncang..ahhhh aku keluar Faizzz", teriaku.
" Aaakuu juga Bicaa..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh." teriaknya bersamaan dengan puncak kenikmatan yang datang bersamaan.

- Setelah itu aku langsung mencium bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama Roni yang tidak menyadari kejadian itu.
 Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercinta bersama Faiz.
 Pernah suatu saat ketika akhirnya Roni mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak mengenakan pakaian apapun.
 Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Faiz sudah di belakangku dan langsung menubruku dari belakang.

- Penisnya langsung menusuk vaginaku yang membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku,

" Faizz kamu nakal" desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Faiz kudapatkan gairah terpendamku selama ini.

- Akhirnya ketika proyek kantor Roni selesai Faiz harus pergi dari rumah kami dan malam sebelum pergi aku dan Faiz menyempatkan bercinta kembali!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...