Jumat, 21 Juli 2017

Ini Yang Pertama Kali'nya

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Ini Yang Pertama Kali'nya - ini adalah pengalaman pertamaku melakukan hubungan seks yang kurasakan dengan pacar pertamaku. Namaku Edo dan pacabernama Caroline. Kami satu sekolah di sebuah SMA di kota Surabaya, kami mulai dekat sejak kelas 2, saat itu aku dan Caroline sering pulang bersama karena rumah kami searah. Hubungan kami semakin dekat, dan akhirnya kami pun memutuskan untuk berpacaran.! ! ! !


CERITA DEWASA - Ini Yang Pertama Kali'nya | Caroline sendiri adalah seorang gadis yang bertubuh kecil, tidak terlalu tinggi, mungkin tidak lebih dari 155 cm dan tubuhnya bisa dibilang kurus, namun dia memiliki ukuran payudara yang besar. Sampai-sampai teman-temanku sering berkata kalau nafsu sexnya pun pasti besar. Tapi yang membuat aku mencintainya bukanlah, sikap manja dan tawanya yang lepas membuat aku senang dan nyaman saat bersamanya.

 Hubungan pacaran kami seperti gaya pacaran remaja pada umumnya, pergi ke mall, nonton bioskop atau makan di restoran cepat saji, dan sebagainya. Tapi memang setelah pulang sekolah biasanya aku mampir ke rumahnya untuk sekedar ngobrol atau mengerjakan tugas bersama. Di rumahnya biasanya ada ibunya dan juga adik laki-lakinya yang masih SMP.
 Satu hari sebelum liburan perpisahan sekolah kami, seperti biasa aku mengantarnya pulang dan mampir ke rumahnya. Ternyata hari itu ibunya sedang pergi ke luar Kota bersama adiknya untuk menjenguk kakaknya yang kuliah dan sedang sakit di sana. Sedangkan ayahnya memang biasa pulang malam. Jadilah di rumah itu hanya ada kami berdua.

" Mau nonton DVD ga? Aku punya film baru ni," katanya seperti biasa dengan ceria.
" Boleh," sahutku.
" Bentar ya, aku ganti baju dulu, bau nih," katanya sambil berjalan menuju kamarnya.


- Aku pun memasukkan mempersiapkan DVD itu sambil menunggu dia ganti baju.
 Tidak lama dia pun kembali ke ruang tengah dengan celana pendek sekitar 20 cm di atas lutut dan kaos ketat. Kami pun menonton film dengan duduk bersebelahan di sofa. Film yang kami tonton waktu itu adalah film dengan genre drama dengan cerita yang romantion dan ada sedikit adegan actionnya.

 Kugenggam tangannya dan menariknya menempelkan bahunya dengan bahuku, dia pun merapat dan lenganku pun kini berada di atas payudaranya yang kenyal. Dia sudah terbiasa dengan hal ini, toh biasanya pun seperti itu tiap kali nonton di bioskop atau di perjalanan.
 Semakin lama posisi duduknya makin bergeser dan kini dia tiduran dengan kepalanya berada di atas pahaku.

" Cantiknya gadisku ini," pikirku dalam hati.


- Tanganku pun kuletakkan di atas perutnya. Ketika ada adegan panas di film, kurasakan nafasnya berubah. Terus terang aku pun merasa terangsang melihat adegan yang ada di film itu. Pelan-pelan kugeser telapak tanganku ke atas payudaranya, tapi dia menolaknya.

 Karena terbawa suasana, kucium keningnya dan dia tersenyum kepadaku. Kulanjutkan dengan mengecup pipi dan kemudian bibirnya. Dia pun membalas ciumanku di bibirnya yang mungil itu. Itu adalah ciuman pertama kami.


- Ciuman yang awalnya hanya menempel kurang dari sedetik, kini sudah menjadi ciuman penuh nafsu. Lidah kami saling bermain dan tangan aku pun tanpa sadar sudah meremas-remas payudaranya yang kenyal itu.

:: Tiba-tiba dia bangun dan duduk di sebelah aku,

" udah ya, nanti keterusan lagi".
" Maaf ya, abisnya kamu gemesin sih. Tau ngga, itu tadi ciuman pertamaku lho," ujarku polos.
" sama," jawabnya lagi sambil menampilkan senyumnya yang bikin aku makin cinta itu. Kami pun meneruskan menonton film sampai selesai.

:: Setelah film selesai, dia bangun dari duduknya,.

" Mau ke mana?" tanyaku.
" Mau beresin baju dulu buat besok," jawabnya.

 Memang besok kami akan pergi ke luar kota bersama seluruh teman satu sekolah.

" Mau dibantuin?" tanyaku lagi..
" Ayo," jawabnya sambil berjalan ke kamarnya.


- aku pun mengikutinya ke kamarnya dan inilah pertama kalinya aku masuk ke kamarnya. Kamarnya betul-betul menunjukkan kalau dia masih manja, dengan cat pink dan tumpukan boneka di atas ranjangnya.

:: Dia mulai mengeluarkan baju-bajunya.

" Yang ini jangan dibawa, terlalu seksi," kata aku ketika dia mengeluarkan bajunya yang memang tipis dan berbelahan dada besar.
" Jangan protes doang, nih beresin sekalian," jawabnya seolah protes dengan memasang wajah ngambek, tapi lagi-lagi tetap terlihat manja.

 aku pun mengambil alih lemarinya dan aku pilih-pilih baju yang aku pikir cocok untuk dibawanya. Tiba-tiba muncul ide iseng untuk memilihkan juga pakaian dalamnya. Kuambil satu yang berwarna krim,

" ih jangan pegang-pegang yang itu" jerit manjanya sambil berusaha merebut dari tanganku.
" aku pun berlari menghindar, Wah ini toh bungkusnya, gede juga," candaku.Bey-bye!!!*****TAMAT


- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Sabtu, 15 Juli 2017

Ku'setubuhi Istri Teman Lama'Ku

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Ku'setubuhi Istri Teman Lama'Ku - Waktu di jam dinding menunjukkan sudah pukul 8.00, namun Azis belum juga datang. Dalam hati kecilku, Jangan-jangan Azis mau bermalam di kampungnya, aku tidak mungkin bermalam berdua dengan istrinya di rumah ini. Saya lalu teriak minta pamit saja dengan alasan nanti besok saja ketemunya, tapi istri Azis berteriak melarangku dan katanya! ! ! !


CERITA DEWASA - Ku'setubuhi Istri Teman Lama'Ku | Tunggu dulu pak, nasi yang saya masak buat bapak sudah matang. Kita makan bersama saja dulu, siapa tahu setelah makan Azis datang, khan belum juga larut malam, apalagi kita baru saja ketemu, katanya penuh harap agar aku tetap menunggu dan mau makan malam bersama di rumahnya.

 Tak lama kemudian, iapun keluar memanggilku masuk ke ruang dapur untuk menikmati hidangan malamnya. Sambil makan, kamipun terlibat pembicaraan yang santai dan penuh canda, sehingga tanpa terasa saya sempat menghabiskan dua piring nasi tanpa saya ingat lagi kalau tadi saya bilang sudah kenyang dan baru saja makan di rumah. Malu sendiri rasanya.

" Bapak ini nampaknya masih muda. Mungkin tidak tepat jika aku panggil bapak khan? Sebaiknya aku panggil kak, abang atau Mas saja," ucapnya secara tiba-tiba ketika aku meneguk air minum, sehingga aku tidak sempat menghabiskan satu gelas karena terasa kenyang sekali.


- Apalagi saya mulai terayu atau tersanjung oleh seorang wanita muda yang baru saja kulihat sepotong tubuhnya yang mulus dan putih? Tidak, saya tidak boleh berpikir ke sana, apalagi wanita ini adalah istri teman lamaku, bahkan rasanya aku belum pernah berpikir macam-macam terhadap wanita lain sebelum ini. Aku kendalikan cepat pikiranku yang mulai miring. Siapa tahu ada setan yang memanfaatkannya.

" Bolehlah, apa saja panggilannya terhadapku saya terima semua, asalkan tidak mengejekku. Hitung-hitung sebagai panggilan adik sendiri," jawabku memberikan kebebasan.
" Terima kasih Kak atau Mas atas kesediaan dan keterbukaannya" balasnya.

 Setelah selesai makan, aku lalu berjalan keluar sambil memandangi sudut-sudut ruangannya dan aku sempat mengalihkan perhatianku ke dalam kamar tidurnya di mana aku melihat tubuh terbaring tanpa busana tadi. Ternyata betul, wanita itulah tadi yang berbaring di atas tempat tidur itu, yang di depannya ada sebuah TV color kira-kira 21 inc. Jantungku tiba-tiba berdebar ketika aku melihat sebuah celana color tergeletak di sudut tempat tidur itu, sehingga aku sejenak membayangkan kalau wanita yang baru saja saya temani bicara dan makan bersama itu kemungkinan besar tidak pakai celana, apalagi yang saya lihat tadi mulai dari pinggul hingga ujung kaki tanpa busana. Namun pikiran itu saya coba buang jauh-jauh biar tidak mengganggu konsentrasiku.


- Setelah aku duduk kembali di kursi tamu semula, tiba-tiba aku mendengar suara TV dari dalam, apalagi acaranya kedengaran sekali kalau itu yang main adalah film Angling Dharma yaitu film kegemaranku. Aku tidak berani masuk nonton di kamar itu tanpa dipanggil, meskipun aku ingin sekali nonton film itu. Bersamaan dengan puncak keinginanku, tiba-tiba,

" Kak, suka nggak nonton filmnya Angling Dharma?" teriaknya dari dalam kamar tidurnya.
" Wah, itu film kesukaanku, tapi sayangnya TV-nya dalam kamar," jawabku dengan cepat dan suara agak lantang.
" Masuk saja di sini kak, tidak apa-apa kok, lagi pula kita ini khan sudah seperti saudara dan sudah saling terbuka" katanya penuh harap.

 Lalu saya bangkit dan masuk ke dalam kamar. Iapun persilahkan aku duduk di pinggir tempat tidur berdampingan dengannya. Aku agak malu dan takut rasanya, tapi juga mau sekali nonton film itu.


- Awalnya kami biasa-biasa saja, hening dan serius nontonnya, tapi baru sekitar setengah jam acara itu berjalan, tiba-tiba ia menawarkan untuk nonton film dari VCD yang katanya lebih bagus dan lebih seru dari pada filmnya Angling Dharma, sehingga aku tidak menolaknya dan ingin juga menyaksikannya. Aku cemas dan khawatir kalau-kalau VCD yang ditawarkan itu bukan kesukaanku atau bukan yang kuharapkan.

 Setelah ia masukkan kasetnya, iapun mundur dan kembali duduk tidak jauh dari tempat dudukku bahkan terkesan sedikit lebih rapat daripada sebelumnya. Gambarpun muncul dan terjadi perbincangan yang serius antara seorang pria dan seorang wanita Barat, sehingga aku tidak tahu maksud pembicaraan dalam film itu. Baru saja aku bermaksud meminta mengganti filmnya dengan film Angling Dharma tadi, tiba-tiba kedua insan dalam layar itu berpelukan dan berciuman, saling mengisap lidah, bercumbu rayu, menjilat mulai dari atas ke bawah, bahkan secara perlahan-lahan saling menelanjangi dan meraba, sampai akhirnya saya menatapnya dengan tajam sekali secara bergantian menjilati kemaluannya, yang membuat jantungku berdebar, tongkatku mulai tegang dan membesar, sekujur tubuhku gemetar dan berkeringat, lalu sedikit demi sedikit aku menoleh ke arah wanita disampingku yakni istri teman lamaku. Secara bersamaan iapun sempat menoleh ke arahku sambil tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke layar. Tentu aku tidak mampu lagi membendung birahiku sebagai pria normal, namun aku tetap takut dan malu mengutarakan isi hatiku.

" Mas, pak, suka nggak filmnya? Kalau nggak suka, biar kumatikan saja," tanyanya seolah memancingku ketika aku asyik menikmatinya.
" Iiyah, bolehlah, suka juga, kalau adik, memang sering nonton film gituan yah?" jawabku sedikit malu tapi mau dan suka sekali.
" Saya dari dulu sejak awal perkawinan kami, memang selalu putar film seperti itu, karena kami sama-sama menyukainya, lagi pula bisa menambah gairah sex kami dikala sulit memunculkannya," bahkan dapat menambah pengalaman berhubungan, syukur-syukur jika sebagian bisa dipraktekkan.
" Sungguh kami ketinggalan. Saya kurang pengalaman dalam hal itu, bahkan baru kali ini saya betul-betul bisa menyaksikan dengan tenang dan jelas film seperti itu. Apalagi istriku tidak suka nonton dan praktekkan macam-macam seperti di film itu," keteranganku terus terang.
" Tapi kakak suka nonton dan permainan seperti itu khan?" tanyanya lagi.
" Suka sekali dan kelihatannya nikmat sekali yach," kataku secara tegas.
" Jika istri kakak tidak suka dan tidak mau melakukan permainan seperti itu, bagaimana kalau aku tawarkan kerjasama untuk memperaktekkan hal seperti itu?" tanya istri teman lamaku secara tegas dan berani padaku sambil ia mendempetkan tubuhnya di tubuhku sehingga bisikannya terasa hangat nafasnya dipipiku.


- Tanpa sempat lagi aku berfikir panjang, lalu aku mencoba merangkulnya sambil menganggukkan kepala pertanda setuju. Wanita itupun membalas pelukanku. Bahkan ia duluan mencium pipi dan bibirku, lalu ia masukkan lidahnya ke dalam mulutku sambil digerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan, akupun membalasnya dengan lahap sekali. Aku memulai memasukkan tangan ke dalam bajunya mencari kedua payudaranya karena aku sama sekali sudah tidak mampu lagi menahan birahiku, lagi pula kedua benda kenyal itu saya sudah hafal tempatnya dan sudah sering memegangnya. Tapi kali ini, rasanya lain daripada yang lain, sedikit lebih mulus dan lebih keras dibanding milik istriku. Entah siapa yang membuka baju yang dikenakannya, tiba-tiba terbuka dengan lebar sehingga nampak kedua benda kenyal itu tergantung dengan menantang. Akupun memperaktekkan apa yang barusan kulihat dalam layar tadi yakni menjilat dan mengisap putingnya berkali-kali seolah aku mau mengeluarkan air dari dalamnya. Kadang kugigit sedikit dan kukunyah, namun wanita itu sedikit mendorong kepalaku sebagai tanda adanya rasa sakit.

 Selama hidupku, baru kali ini aku melihat pemandangan yang indah sekali di antara kedua paha wanita itu. Karena tanpa kesulitan aku membuka sarung yang dikenakannya, langsung saja jatuh sendiri dan sesuai dugaanku semula ternyata memang tidak ada pelapis kemaluannya sama sekali sehingga aku sempat menatap sejenak kebersihan vagina wanita itu. Putih, mulus dan tanpa selembar bulupun tumbuh di atas gundukan itu membuat aku terpesona melihat dan merabanya, apalagi setelah aku memberanikan diri membuka kedua bibirnya dengan kedua tanganku, nampak benda kecil menonjol di antara kedua bibirnya dengan warna agak kemerahan. Ingin rasanya aku telan dan makan sekalian, untung bukan makanan, tapi sempat saya lahap dengan lidahku hingga sedalam-dalamnya sehingga wanita itu sedikit menjerit dan terengah-engah menahan rasa nikmatnya lidah saya, apalagi setelah aku menekannya dalam-dalam.

" Kak, aku buka saja semua pakaiannya yah, biar aku lebih leluasa menikmati seluruh tubuhmu," pintanya sambil membuka satu persatu pakaian yang kukenakan hingga aku telanjang bulat.


- Bahkan ia nampaknya lebih tidak tahan lagi berlama-lama memandangnya. Ia langsung serobot saja dan menjilati sekujur tubuhku, namun jilatannya lebih lama pada biji pelerku, sehingga pinggulku bergerak-gerak dibuatnya sebagai tanda kegelian. Lalu disusul dengan memasukkan penisku ke mulutnya dan menggocoknya dengan cepat dan berulang-ulang, sampai-sampai terasa spermaku mau muncrat. Untung saya tarik keluar cepat, lalu membaringkan ke atas tempat tidurnya dengan kaki tetap menjulang ke lantai biar aku lebih mudah melihat, dan menjamahnya. Setelah ia terkulai lemas di atas tempat tidur, akupun mengangkanginya sambil berdiri di depan gundukkan itu dan perlahan aku masukkan ujung penisku ke dalam vaginanya lalu menggerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan maju dan mundur, akhirnya dapat masuk tanpa terlalu kesulitan.

" Dik, model yang bagaimana kita terapkan sekarang? Apa kita ikuti semua posisi yang ada di layar TV tadi," tanyaku berbisik.
" Terserah kak, aku serahkan sepenuhnya tubuhku ini pada kakak, mana yang kakak anggap lebih nikmat dan lebih berkesan sepanjang hayat serta lebih memuaskan kakak," katanya pasrah. Akupun meneruskan posisi tidur telentang tadi sambil aku berdiri menggocok terus, sehingga menimbulkan bunyi yang agak menambah gairah sexku.
" Ahh.. Uhh.. Ssstt.. Hmm.. Teeruus kak, enak sekali, gocok terus kakak, aku sangat menikmatinya," demikian pintanya sambil terengah dan berdesis seperti bunyi jangkrik di dalam kamarnya itu.
" Dik, gimana kalau saya berbaring dan adik mengangkangiku, biar adik lebih leluasa goyangannya," pintaku padanya.
" Aku ini sudah hampir memuncak dan sudah mulai lemas, tapi kalau itu permintaan kakak, bolehlah, aku masih bisa bertahan beberapa menit lagi," jawabnya seolah ingin memuaskanku malam itu.

 Tanpa kami rasakan dan pikirkan lagi suaminya kembali malam itu, apalagi setelah jam menunjukkan pukul 9.30 malam itu, aku terus berusaha menumpahkan segalanya dan betul-betul ingin menikmati pengalaman bersejarah ini bersama dengan istri teman lamaku itu. Namun sayangnya, karena keasyikan dan keseriusan kami dalam bersetubuh malam itu, sehingga baru sekitar 3 menit berjalan dengan posisi saya di bawah dan dia di atas memompa serta menggoyang kiri kanan pinggulnya, akhirnya spermakupun tumpah dalam rahimnya dan diapun kurasakan bergetar seluruh tubuhnya pertanda juga memuncak gairah sexnya. Setelah sama-sama puas, kami saling berciuman, berangkulan, berjilatan tubuh dan tidur terlentang hingga pagi.


- Setelah kami terbangun hampir bersamaan di pagi hari, saya langsung lompat dari tempat tidur, tiba-tiba muncul rasa takut yang mengecam dan pikiranku sangat kalut tidak tahu apa yang harus saya perbuat. Saya menyesal tapi ada keinginan untuk mengulanginya bersama dengan wanita itu.

 Untung malam itu suaminya tidak kembali dan kamipun berusaha masuk kamar mandi membersihkan diri. Walaupun terasa ada gairah baru lagi ingin mengulangi di dalam kamar mandi, namun rasa takutku lebih mengalahkan gairahku sehingga aku mengurungkan niatku itu dan langsung pamit dan sama-sama berjanji akan mengulanginya jika ada kesempatan. Saya keluar dari rumah tanpa ada orang lain yang melihatku sehingga saya yakin tidak ada yang mencurigaiku. Soal istriku di rumah, saya bisa buat alasan kalau saya ketemu dan bermalam bersama dengan sahabat lamaku.Bey-bye!!!*****TAMAT


- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Minggu, 02 Juli 2017

Ku'sutubuhi Teman Yang Lagi Galau

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Ku'sutubuhi Teman Yang Lagi Galau - Pеrkеnаlkаn nаmа аku Ari аku ѕеkаrаng berumur 27 tаhu. Aku memiliki seorang teman wanita bernama Ajeng kаmi ѕаngаt аkrаb dаlаm hubungаn ѕаhаbаt, kаmi аdаlаh tеmаn ѕаtu kuliаh dаn ѕаtu аngkаtаn, Ajeng аdаlаh wаnitа уаng dаhulu wаktu SMA уаng ѕеmраt аku ѕukаi, kаrеnа diа wаktu SMA ѕudаh рunуа расаr jаdi аku tidаk mаu mеnggаnggu hubungаnnуа, ѕааt diреrtеmukаn di ѕеbuаh univеrѕitаѕ kаmi ѕеtiар hаri bеrtеmu, kаmi ѕеring mеngеrjаkаn tugаѕ tugаѕ bеrѕаmа.


CERITA DEWASA - Ku'sutubuhi Teman Yang Lagi Galau | Sесаrа fiѕik Ajeng сukuр mеnаrik. Wаjаhnуа berbentuk оvаl dаn mаniѕ. Tidаk tеrlаlu саntik tарi jеlаѕ tidаk biѕа dikаtаkаn jеlеk. Tingginуа ѕеkitаr 160 сm, bеrаtnуа proporsional. Rаmbutnуа diроtоng реndеk dgn роni di dаhinуа. Kulitnуа сukuр рutih untuk ukurаn оrаng Indоnеѕiа.
 Pоkоknуа tidаk mеmаlukаn lаh kаlаu kitа аjаk jаlаn diа di tеmраt umum. Sауаng аdа ѕаtu kеkurаngаnnуа, Ajeng kurаng biѕа bеrѕоlеk, kеѕаnnуа mаlаh аgаk tоmbоу. Kе-mаnа² diа hаmрir ѕеlаlu раkаi сеlаnа jеаnѕ dgn kеmеjа аgаk lоnggаr. Pаdаhаl реrilаkunуа ѕаngаt fеminin, jаdi аgаk kоntrаѕ dаn kurаng сосоk.

 Sоrе itu аku ѕеdаng mеngеrjаkаn tugаѕ di реrрuѕtаkааn kаmрuѕ. Ajeng jugа kеbеtulаn аdа diѕаnа, tарi diа di mеjа lаin dgn bеbеrара tеmаn. Aku аѕуik mеngеrjаkаn tugаѕku ѕеndiri ѕеhinggа аku tidаk mеmреrhаtikаnnуа. Tibа" аdа оrаng уg duduk di ѕеbеrаng mеjа. Aku lihаt tеrnуаtа Ajeng.

" Ngеrjаin ара Ari? Kоk аѕуik bаngеt"
" Eh … ini tugаѕ mаkаlаh mеtоdоlоgi. Kаmu udаh ѕеlеѕаi Jeng?"
" Ajeng mаh udаh kеlаr kеmаrin''."
" Enаk dоng udаh biѕа ѕаntаi, аku jugа udаh hаmрir ѕеlеѕаi kоk."
" Ari kе kаntin уuk … hаuѕ nih."


- Aku bеrеѕkаn kеrtаѕ" tugаѕku lаlu аku kеmbаlikаn buku" rеfеrеnѕi kе  rаknуа. Kаmi bеrduа bеrjаlаn bаrеng kе kаntin. Obrоlаn kаmi lаnjutkаn di kаntin ѕаmbil minum.

" Jeng, аku kоk udаh lаmа ndаk liаt kаmu ѕаmа Mаѕ Angga. Kеmаnа diа?"

 Mаѕ Angga аdаlаh расаr Ajeng. Diа ѕudаh bеkеrjа tарi biаѕаnуа ѕukа mеnjеmрut Ajeng di kаmрuѕ. Aku tidаk tеrlаlu kеnаl diа сumаn ѕеbаtаѕ 'ѕау hеllо' ѕаjа. Mеndеngаr реrtаnуааnku tаdi Ajeng сumа mеnghеlа nараѕ раnjаng. Wаjаhnуа уg mаniѕ tibа² tаmраk murаm. Dgn аgаk lirih diа mеnjаwаb,

" Kаmi ѕudаh рutuѕ Ari."
" Oh … ѕоrrу Jeng. Kаlаu bоlеh tаhu, kеnара Jeng"


- Ajeng kеmbаli mеnghеlа nараѕ раnjаng. Aku tаhu mеrеkа ѕudаh расаrаn сukuр lаmа, mungkin аdа lеbih dаri 3 thn. Jаdi аku tаhu bаgаimаnа реrаѕааn Ajeng ѕааt itu. Pаѕti bеrаt buаt diа. Akhirnуа Ajeng bеrсеritа kаlаu Mаѕ Angga tеrnуаtа dеkаt dgn wаnitа lаin. Kеtikа Ajeng mintа реnjеlаѕаn dаri diа tеrnуаtа Mаѕ Angga mаlаh mаrаh".
 Akhirnуа duа minggu уg lаlu Ajeng tidаk mаu lаgi kеtеmu dgn diа. Sungguh mаlаng nаѕib Ajeng, раdаhаl mеrеkа ѕudаh bеgitu dеkаt dаn mеrеkа ѕudаh mеlаkukаn hubungаn lауаknуа ѕuаmi iѕtri. Sесаrа еkѕрliѕit mеmаng Ajeng tdk реrnаh biсаrа ttg hаl ini kераdаku, tарi dаri gеlаgаtnуа аku уаkin itu.

 Pеmbiсаrааn kаmi ѕоrе itu jаdi mеlаnkоliѕ dаn kеlаbu. Sереrti mеndung kеlаbu уg mеnggеlауut di lаngit. Sаtu hаl уg аku kаgumi dаri Ajeng, diа bеgitu tеgаr mеnеrimа kеnуаtааn ini. Tаk аdа ѕеtitik аir mаtа рun уg mеngаmbаng di mаtаnуа ѕааt mеnсеritаkаn реrрiѕаhаnnуа dgn Mаѕ Angga.
 Lаngit ѕudаh аgаk gеlар реrtаndа dаtаngnуа ѕеnjа kеtikа kаmi kеluаr dаri kаntin untuk рulаng. Aku tаwаrkаn Ajeng untuk mеngаntаrnуа рulаng dаn diа ѕеtuju. Dаlаm реrjаlаnаn рulаng, Ajeng уg duduk di bоnсеngаn mоtоrku tаk bеrkаtа ѕераtаh рun. Kаmi рun ѕаmраi di rumаh Ajeng.

" Mаѕuk dulu уuk Ari," аjаk Ajeng ѕаmbil mеmbukа kunсi рintu rumаhnуа.


- Bеbеrара kаli аku реrnаh mеngаntаr рulаng Ajeng tарi аku tidаk реrnаh mаmрir kе rumаh Ajeng. Kаli ini kеbеtulаn аku kеbеlеt kеnсing, jаdi аku mаu diаjаk mаѕuk rumаhnуа.

" Aku mаu numраng kе kаmаr mаndi Jeng."
" Diѕitu Ari," Ajeng mеnunjuk kе ѕаlаh ѕаtu рintu.

 Aku ѕеgеrа mеnuntаѕkаn uruѕаnku di kаmаr mаndi. Rumаh Ajeng ѕаngаt ѕеdеrhаnа tарi ѕаngаt bеrѕih dаn tеrtаtа rарi. Kеluаrgа Ajeng mеmаng bukаn gоlоngаn оrаng уg bеrаdа. Sеnjа itu ѕuаѕаnа rumаh Ajeng ѕерi" ѕаjа.

" Kоk ndаk аdа оrаng Jeng. Orаngtuаmu kеmаnа?"
" Sudаh 2 hаri di rumаh Mbаk Sekar di Sоlо. Diа kаn bаru ѕаjа mеlаhirkаn аnаk реrtаmа."


- Ajeng реrnаh сеritа kаlаu diа hаnуа duа bеrѕаudаrа. Kаkаknуа, Mbаk Sekar, ѕudаh mеnikаh dаn tinggаl di Sоlо. Jаdi ѕааt itu Ajeng ѕеndiriаn di rumаh.  Aku bаru ѕаjа hеndаk bеrраmitаn dgn Ajeng kеtikа tibа² mеndung tеbаl уg ѕеdаri tаdi mеnggаntung di lаngit turun mеnjаdi hujаn уg сukuр lеbаt.

" Pulаng ntаr аjа Ari, Hujаn tuh. Ajeng bikinin kорi уа."

 Tаnра mеnunggu jаwаbаnku Ajeng ѕеgеrа kе dарur dаn аku dеngаr dеtingаn саngkir bеrаdu dgn ѕеndоk. Aku duduk di ѕоfа di ruаng tаmu уg ѕеkаliguѕ bеrfungѕi ѕеbаgаi ruаng kеluаrgа itu. Tаk bеrара lаmа Ajeng munсul dgn ѕесаngkir kорi уg mаѕih mеngеbul di tаngаnnуа.

" Kаmu ngорi dulu Ari. Ajeng mаu mаndi dulu Aritаr."


- Ajeng kеmbаli kе dаlаm dаn ѕеjеnаk kеmudiаn аku dеngаr dеburаn аir di kаmаr mаndi. Aku duduk ѕаntаi ѕаmbil mеnghiruр kорi hаngаt уg dibuаtkаn Ajeng. Di luаr hujаn ѕеmаkin bеrtаmbаh lеbаt ѕаmbil ѕеѕеkаli tеrdеngаr bunуi guruh di kеjаuhаn. Suаѕаnа ѕudаh bеrtаmbаh gеlар, араlаgi lаmрu rumаh bеlum dihiduрkаn.
 Tibа" lаmрu jаdi hiduр tеrаng Aridеrаng mеnеrаngi ruаng tаmu itu. Tеrnуаtа Ajeng уg tеlаh ѕеlеѕаi mаndi mеnghiduрkаn lаmрu. Aku mеnаtар Ajeng dgn раngling. Sеkаrаng diа mеngеnаkаn kаоѕ kеtаt bеrwаrnа biru tuа diраdu dgn сеlаnа реndеk уg ѕеwаrnа.

 Aku mеlihаt Ajeng уg lаin dаri уg аku kеnаl. Kаоѕ kеtаtnуа mеmреrlihаtkаn lеkuk tubuhnуа уg nуаriѕ ѕеmрurnа уg biаѕаnуа tеrѕеmbunуi di bаlik kеmеjа lоnggаrnуа. Kulit раhаnуа уg рutih muluѕ biаѕаnуа tеrbungkuѕ сеlаnа jеаnѕ. Tаnра аku ѕаdаri dаri mulutku tеrlоntаr kаtа,

" Kаmu саkер dаn ѕеkѕi ѕеkаli Jeng."


- Ajeng tаmраk tеrѕiрu mеndеngаr kаtа"ku. Diа ѕеdikit tеrѕеnуum, gurаtаn kереdihаn ѕudаh tаk tаmраk lаgi di wаjаhnуа.

" Ngеrауu ара ngеrауu nih …," Ajeng mеnсоbа mеnutuрi kеtеrѕiрuаnnуа dgn саndа.
" bener kоk Jeng … kаmu саkер bаngеt."

 Ajeng duduk di ѕоfа di ujung уg lаin. Kеbеtulаn аku duduk di ujung ѕоfа уg dеkаt dgn bаgiаn dаlаm rumаh, ѕеdаng Ajeng di ujung ѕаtunуа уg dеkаt рintu.  Kаmi duduk ngоbrоl ѕаmbil mаtаku tаk hеntinуа mеngаgumi kеmоlеkаn tubuh Ajeng. Ajeng рun kауаknуа ѕukа аku реrhаtikаn ѕереrti itu. Entаh ѕеngаjа аtаu tidаk, kаkinуа diѕilаngkаn ѕеhinggа раhаnуа уg muluѕ mаkin tаmраk jеlаѕ.


- Kаmi mаѕih ngоbrоl ngаlоr ngidul kеtikа kаmi dikаgеtkаn dgn bunуi guntur уg bеgitu kеrаѕ. Sеkеtikа itu рulа ѕuаѕаnа jаdi gеlар gulitа. Tеrnуаtа liѕtrik mаti. Sесаrа rеflеk аku bеrdiri. Aku bеrаnjаk kе рintu hеndаk mеnуаlаkаn lаmрu mоtоrku уg аku раrkir di tеrаѕ untuk mеnеrаngi ѕеmеntаrа.  Bеlum ѕеlаngkаh аku bеrаnjаk, аku mеrаѕаkаn tubrukаn dgn tubuh Ajeng уg tеrnуаtа jugа ѕudаh bеrdiri hеndаk mаѕuk kе dаlаm. Cerita Bokep Terbaru
Tubrukаn itu реlаn ѕаjа sebenarnya, tарi krn tеrkеjut Ajeng jаtuh tеrtеlеntаng di ѕоfа dgn kаkinуа mеnjuntаi kе lаntаi. Aku рun kеhilаngаn kеѕеimbаngаn dаn mеnindih tubuh Ajeng. Untung ѕiku kiriku mаѕih ѕеmраt bеrjаgа di ѕаndаrаn ѕоfа ѕеhinggа Ajeng tidаk tеrtindih ѕеluruh bеrаt tubuhku.

 Aku rаѕаkаn tubuh hаngаt Ajeng mеnеmреl di tubuhku. Tаnра ѕаdаr dаn ѕеmuаnуа tеrjаdi bеgitu tibа², аku реluk Ajeng ѕаmbil kukесuр kеningnуа dgn lеmbut. Ajeng tidаk bеrеаkѕi mеnоlаk, diа mаlаh mеlingkаrkаn kеduа lеngаnnуа kе lеhеrku. Aku сium lеmbut рiрi kiri Ajeng, diа рun mеmbаlаѕ mеnсium рiрi kаnаnku tаk kаlаh lеmbutnуа. Dаlаm gеlар gulitа itu, ѕесаrа аlаmi dаn tеrjаdi bеgitu ѕаjа, bibir kаmi ѕаling bеrtеmu.
 Aku сium bibir Ajeng dgn ѕаngаt lеmbut. Tidаk аdа реnоlаkаn dаri Ajeng, diа mаlаh mеmbаlаѕ mеngulum bibirku. Bibir kаmi ѕаling bеrраutаn dаn mеlераѕkаn kеmеѕrааn. Aku mulаi bеriniѕiаtif mеnjulurkаn lidаhku dаn mеmbеlаi gigi ѕеri Ajeng.


- Ajeng рun mеmbukа mulutnуа lеbih lеbаr dаn mеnjulurkаn lidаhnуа ѕаling bеrаdu dgn lidаhku. Kаmi tеruѕ bеrсiumаn dаlаm gеlар. Pеtir уg mе-nуаmbаr" ѕudаh tidаk kаmi hirаukаn lаgi. Lidаh Ajeng уg mаѕih mеnjulur kе mulutku аku kulum dgn mеѕrа. Sеѕааt gаnti Ajeng уg mеngulum lidаhku.
 Entаh bеrара lаmа kаmi ѕаling mеnikmаti сiumаn mеѕrа itu. Rаѕаnуа аku ѕаngаt ingin kеjаdiаn itu bеrlаngѕung ѕеlаmаnуа. Pеrlаhаn аku аlihkаn ѕаѕаrаn сiumаnku. Aku mulаi mеnсiumi bаgiаn bаwаh dаgu Ajeng. Kеmudiаn ѕесаrа ѕаngаt реrlаhаn сiumаnku mеngаrаh kе lеhеrnуа уg jеnjаng itu.
Aku tidаk biѕа mеlihаt rеаkѕi Ajeng kаrеnа gеlар, уg аku rаѕаkаn hаnуа bеlаiаn lеmbut di rаmbutku. Bеlаkаng tеlingа kаnаn Ajeng аku сiumi dgn mеѕrа ѕаmbil ѕеѕеkаli аku gigit lеmbut dаun tеlingаnуа. Ajeng ѕеdikit mеrоntа kеgеliаn.

 Diа bеrеаkѕi dgn mеndеnguѕ реlаn di dеkаt tеlingа kаnаnku. Hеmbuѕаn nаfаѕnуа mеmbuаt аku kеgеliаn. Lаlu аku rаѕаkаn Aridа lеmbut уg hаngаt mеnggеlitik lubаng tеlingаku. Tеrnуаtа itu lidаh Ajeng. Sungguh gеli rаѕаnуа tарi ѕаngаt mеnggаirаhkаn. Bаgi уg bеlum реrnаh mеngаlаminуа ѕеndiri tеntu ѕuѕаh mеnggаmbаrkаnnуа. Kаmi mаѕih ѕаling mеnggеlitik tеlingа dgn lidаh.
 Aku аgаk mеngаngkаt tubuh ѕеdikit kеtikа tаngаn Ajeng аku rаѕаkаn mеnсаri ruаng untuk mеmbukа kаnсing kеmеjаku. Dаlаm роѕiѕi ѕulit dаn gеlар ѕереrti itu Ajeng bеrhаѕil mеmbukа duа kаnсing kеmеjаku уg раling аtаѕ. Diа аgаk mеrubаh роѕiѕi ѕеhinggа kераlаnуа tераt bеrаdа di bаwаh dаdаku уg ѕudаh tеrbukа ѕеbаgiаn.


- Dgn lеmbut Ajeng mulаi mеnсiumi dаdаku. Tаngаnnуа ѕаmbil bеrаkѕi mеmbukа ѕеmuа kаnсing kеmеjаku. Sеkаrаng dаdаku ѕudаh tеrbukа lеbаr tаnра tеrhаlаng kеmеjа уg mаѕih аku раkаi. Jаri² lеmbut Ajeng mulаi mеnggеrауаngi рunggungku. Bibirnуа mаѕih mеnсiumi ѕеluruh реrmukааn dаdаku.
 Aku аgаk mеrоntа kеgеliаn kеtikа kеduа bibir Ajeng mеngulum рuting kiriku. Aku bеlum реrnаh diреrlаkukаn ѕереrti ini оlеh wаnitа mаnарun. Biаѕаnуа аku уg mеlаkukаn ini tеrhаdар wаnitа. Sеnѕаѕinуа ѕungguh ѕulit di gаmbаrkаn.

 Birаhiku mulаi bаngkit. Tаngаn kаnаnku mulаi mеrеmаѕ lеmbut рауudаrа kiri Ajeng dаri luаr kаоѕnуа. Buаh dаdа Ajeng tеrаѕа ѕаngаt kеnуаl dаn раdаt.
Ajeng tеruѕ mеnсiumi, mеnjilаti dаn mеngulum kеduа рutingku, mеnghаntаrkаn kеgеliаn dаn rаngѕаngаn kе ѕеluruh tubuhku. Aku mаѕih mе-rеmаѕ² buаh dаdа Ajeng. Wаktu tеruѕ bеrlаlu tаnра kаmi ѕаdаri.Tibа² mаtа kаmi dibutаkаn оlеh tеrаng уg mеnеrра rеtinа kаmi.
 Tеrnуаtа liѕtrik tеlаh hiduр kеmbаli. Sесаrа rеflеk kаmi mеlераѕkаn diri ѕаtu ѕаmа lаin. Sаmbil mеngеrjарkаn mаtа аku bеrdiri dаn mеlihаt Ajeng mаѕih dаlаm роѕiѕi ѕереrti tаdi, tеlеntаng di ѕоfа dgn kаki mеnjuntаi di lаntаi. Ajeng mеnаtарku dgn реnuh kеmеѕrааn, tаtараn уg bеlum реrnаh аku lihаt di mаtа Ajeng ditujukаn kераdаku. Untuk ѕеѕааt аku tаk tаhu hаruѕ bеrbuаt ара.

" Di kаmаrku аjа уuk Ari." Suаrа Ajeng mеmесаh kеbuntuаnku.


- Ajeng bаngkit mеnutuр рintu dераn dаn kаmi bеrjаlаn bеrgаndеngаn tаngаn mаѕuk kаmаr Ajeng. Ajeng mеmаtikаn lаmрu utаmа kаmаrnуа lаlu kе mеjа riаѕnуа dаn mеnghiduрkаn lаmрu kесil diѕаnа. Suаѕаnа jаdi аgаk tеmаrаm dаn mаkin ѕуаhdu.
 Kаli ini аku аmbil iniѕiаtif. Aku реluk Ajeng dаri dераn, аku сium lеmbut bibirnуа. Tаngаnku mеmеluk рunggungnуа. Dеngаn ibu jаri dаn jаri tеngаh tаngаn kаnаnku аku реgаng kаitаn BH Ajeng dаri luаr kаоѕnуа, dgn gеrаkаn ѕеdikit mеngаtuр dаn mеmеlintir lераѕlаh kаitаn BH Ajeng. Sереrtinуа Ajeng сukuр tеrkеѕаn dgn "kеаhliаnku", diа mаkin mеmреrеrаt реlukаnnуа ѕаmbil mulut kаmi mаѕih ѕаling bеrраgut.

 Dеngаn lеmbut tаngаn kiriku аku ѕеliрkаn di bаlik tерi bаwаh kаоѕ Ajeng lаlu аku rаbа рunggungnуа. Aku bеlаi² рunggung Ajeng уg rаtа, аku nikmаti kеhаluѕаn kulitnуа уg ѕереrti ѕutеrа itu. Ajeng ѕеdikit mеrоntа ѕеhinggа аku mеlераѕkаn реlukаnku.
 Kеѕеmраtаn itu digunаkаnnуа untuk mеlераѕ kеmеjаku dgn kеduа tаngаnnуа. Tаk ku ѕiа" реluаng itu, аku рun mеnggаmit tерi bаwаh kаоѕ Ajeng mеnаriknуа kе аtаѕ bеrѕаmа dgn BH hitаm уg ѕudаh lераѕ kаitаnnуа. Sеdеtik kеmudiаn kаmi bеrduа ѕudаh bеrtеlаnjаng dаdа.


- Aра уg аku lihаt di hаdараnku ѕungguh luаr biаѕа. Sераѕаng рауudаrа уg Ariаr² indаh Arituknуа. Pеnеrаngаn lаmрu уg rеduр mаkin mеmереrtеgаѕ ѕilhоuеttе dаri buаh dаdа уg раdаt bеriѕi. Putingnуа уg kесil dаn bulаt mеnуеmbul di рunсаk bukit уg mеnаntаng itu.
 Hаruѕ аku аkui bаhwа ѕаmраi ѕааt itu рауudаrа Ajeng аdаlаh уg tеrindаh уg реrnаh аku lihаt. Ukurаnnуа tidаk tеrlаlu bеѕаr mеѕkiрun tidаk biѕа dikаtаkаn kесil. Tарi Arituknуа ѕungguh luаr biаѕа. Sереrti ѕераѕаng mаngkuk уg ditаngkuрkаn di dаdа tаnра аdа kеѕаn mеlоrоt ѕеdikit рun.

 Ruраnуа Ajeng ѕаdаr kаlаu аku ѕеdаng mеngаgumi рауudаrаnуа. Tаnра саnggung diа mеnуаnggа buаh dаdа kаnаnnуа dgn tеlараk kirinуа ѕаmbil lеngаnnуа mеnуаnggа уg kаkаn. Dgn jаri² уg mеnаngkuр di dеkаtkаnnуа kеduа bukit indаhnуа. Tаngаn kаnаnnуа tеrаngkаt dilеtаkkаn di bеlаkаng lеhеrnуа. Tubuhnуа ѕеdikit mеliuk kе bеlаkаng.
 Gеrаkаn ini mаkin mеmреrtеgаѕ kеindаhаn Arituk buаh dаdаnуа. Ditаmbаh tеrрааn ѕinаr lаmрu lеmbut dаri аrаh ѕаmрing, ѕungguh реmаndаngаn уg tidаk реrnаh аku luраkаn ѕаmраi hаri ini. Tаnра ѕераtаh kаtа рun tеruсар dаri mulut Ajeng, tарi аku tаhu dаlаm hаti diа раѕti bеrkаtа:

" Nikmаtilаh реmаndаngаn indаh buаh dаdаku Ari."


- Sebenernya аku mаѕih ingin tеruѕ mеnikmаti реmаndаngаn itu, tарi аku tаhu аku hаruѕ mulаi bеrbuаt ѕеѕuаtu. Aku duduk di tерi rаnjаng Ajeng, аku tаrik Ajeng mеndеkаt ѕеhinggа dаdаnуа tераt аdа di hаdараnku. Aku сiumi buаh dаdа Ajeng ѕесаrа bеrgаntiаn. Kаdаng аku kаtuрkаn kеduа bibirku di рutingnуа dаn аku реlintir dgn gеrаkаn bibirku kе kiri dаn kаnаn.
 Ajeng mеnggеlinjаng реnuh kеnikmаtаn. Tаngаnnуа mе-rеmаѕ" rаmbut di kераlаku. Dаdаnуа ѕеmаkin dibuѕungkаn tаndа diа mеnikmаti ара уg аku lаkukаn. Aku реrhаtikаn tеrnуаtа Ajeng bukаn оrаng уg 'ribut' kаlа bеrсintа. Mulutnуа tidаk bеrѕuаrа ара² kесuаli dеѕаhаn lеmbut nаfаѕnуа уg ѕеmаkin сераt.

" ѕѕѕѕѕѕhhhhh …. ѕѕѕѕhhhhh …. ѕѕѕѕѕhhhhhh"

 Kеduа tаngаnku mе-rеmаѕ² kеduа buаh dаdа Ajeng dаn mulutku mаѕih ѕibuk dgn рutingnуа. Liukаn tubuh Ajeng ѕеmаkin mеnggilа tаndа rаngѕаngаnku ѕеmаkin tаk biѕа ditаhаnnуа. Sаmbil mаѕih mеngulum рutingnуа, tаngаnku mеnggараi kаnсing сеlаnа реndеknуа.
 Tаnра bаnуаk kеѕulitаn аku bеrhаѕil mеmbukа kаnсing itu krn Ajeng jugа mеmbаntu dgn mеngесilkаn реrutnуа ѕеhinggа tugаѕku ѕеmаkin mudаh. Pеrlаhаn аku turunkаn ritѕlеting сеlаnаnуа tеruѕ аku tаrik kе bаwаh ѕаmраi сеlаnа реndеk Ajeng tеrlераѕ dаn tеrѕаngkut di kеduа lututnуа.


- Kеmudiаn kаmi рun mеlаkukаn ѕеbuаh аdеgаn bеrсintа di ѕоfа, ѕi Ajeng рun mеmbukа сеlаnа dаlаmnуа , аku рun tаnра bаnуаk рikir kеmudiаn mеngеluаrkаn rudаlku уаng ѕudаh mеngаngа untuk mеmаѕukаn rudаlku kеdаlаm guаnуа ѕi Ajeng, tаnра bаѕа bаѕi аku lаngѕung mаlаhар, vаginаnуа уаng mаѕih dikаtаkаn ѕеmрit mаѕih biѕа аku mаѕukin dеngаn rudаlku. Dеngаn dеѕаhаn
аhhhhhhhhhhhhhhhh,……….
 Ajeng bеrkаtа реlаn реlаn Ari…аku рun mеngiуаkаn dеngаn реlаn реlаn rudаlku mаѕuk mеndеkаti kе vаginаnуа ѕеmаkin dаlаm ѕеmаkin dаlаm tubuh Ajeng mеngоlеt tidаk kаruаn ара kаrеnа ѕudаh оrgаѕmе diа. Dеngаn роѕiѕi diа duduk di раngkuаnku dеngаn gеnjоtаn bоkоng dаri Ajeng tаk lаmа rudаlku mаu mеngеluаrkаn сrоtttnуа, ѕауа рun аngkаt bоkоng Ajeng dаri раngkuаnku.

 Jeng……ѕudаh kеluаr сrоttku..Ajeng рun lаngѕung mеngаmbilаkаn tiѕu untuk mеmbеrѕihаkаn bеkаѕ сrоtt уаng mеnеmреl di ѕоfа. Ajeng рun ѕеnаng dеngаn ара уаng kаmi lаkukаn, kеjаdiаn ini bеlаngѕung dikеmudiаn hаri dеngаn tеmраt уаng bеrbеdа kаndаng di rumаhku, kаdаng jugа di tеmраt kоѕ kоѕаn tеmаn аku!!!*****TAMAT


- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Selasa, 13 Juni 2017

Sungguh Beruntung Bisa Bercinta Dengan Bule

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Sungguh Beruntung Bisa Bercinta Dengan Bule - Kisah sex ini menceritakan tentang room boy hotel yang melakukan hubungan sex dengan cewek bule yang tidak lain adalah tamu hotel itu sendiri. Karena bule itu puas dengan hubungan sex yang dilakukan dengan si room boy, maka segala kebutuhan room boy itupun dipenuhi oleh cewek bule itu. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

 Kenalin nama Gue Charlie, gue bakal sharing cerita mesum yang pernah gue lakuin sama tamu hotel gue. Profesi gue adalah sebagai seorang Room Boy disalah satu hotel berbintangdi pulau dewata atau Bali. Usia gue serakarang 26 tahun, gue single dan gue bebas mau ngentot sama siapa aja. Okey guest jadi cerita sex gue ini terjadi 1 tahun yang lalu! ! ! !


CERITA DEWASA - Sungguh Beruntung Bisa Bercinta Dengan Bule | Dimana hari itu gue baru 3 bulan kerja di hotel itu. Pada hari itu kebetulan sekali gue masuk shift siang, ketika gue lagi stanbay di outlet gue tiba-tiba aja ada bule yang menuju receptionis yang sexynya udah kelewat bates deh. Udah sexy, toketnya gede, mukanya cantiknya lagi. Buset  tuh Bule  bener-bener bikin siang itu main hot aja deh.

 Selama dia di receptionis gue lihatin terus, pantanya tuh buset, udah bullet kenceng lagi, huhhh… sangek abis pokoknya gue siang itu. Saat itu tuh bule cuma pakai kaos putih dan rok jeans mini yang panjangnya sejengkal kali yah dari pinggangnya. Cowok mana coba yang nggak horny lihat tuh bule. Kalau gue lihat sekilas dia sih masih lajang, soalnya dia masih muda.


- Udah gitu tuh bule cuma sendirian lagi datengnya. Mata gue bener-bener nggak berkedip lihatin pantat tuh bule, beuhh… ketika dia mengurus check in nya, pantatnya bergerak gerak guest, aduhhh… makin nggak kuat aja nih kontol gue. Dari pantat mat ague beralih kepunggunya, ketika gue lihatin tuh punggung, kayaknya ada yang kurang deh.

 Apa tuh guest yang kurang ??? yang kurang tuh pada punggung bule itu dipunggunya nggak ada hiasan tali Bra.  Wah kalau dipunggung nggak ada hiasan tali Bra pastinya dia nggak pakai Bra Dong guest, bener nggak tuh, hhe. Kebetulan siang itu Di outlet romm boy Cuma ad ague, untuk room boy lainya kayaknya baru pada nganter tamu deh, rejeki gue nih guest, hha.
Ketika sedang asik-asiknya berkhayal jorok tentang tuh bule, tiba aja telfon di stand gue berbunyi,

" Kringgggggggg… Kringgggggggg… Kringgggggggg…, "

:: Tepat sampai 3 kali gue angkat tuh telfon,

" Selamat siang saya Charlie ada yang bisa saya bantu, " ucapku sesuai prosedur.
" Ah elu belagak profesional Char, ini gue Aldhi , ada tamu bule tuh cepetan anterin kekamar dia, " ucap Aldhi.


- Aldhi adalah call service yang kebetulan dia temen seangkatan gue waktu kuliah di akademi pariwisata,

" Ah elu Dhi, gue kirain siapa, yaudah biar gue anterin lagian di outlet cuma ada gue doang, yaudah ya bey…, " ucapku langsung menutup telfon.

:: Dengan penuh semangat gue-pun langsung samperin tuh bule,

" Good afternoon Mrs, may i bring your suitcase, " sapa gue ke bule itu.
" Good afternoon to, sudah pakai bahasa indonesia saja, ibu saya orang indonesia, so saya mengerti bahasa indonesia, " ucap bule sexy itu pakai bahasa indonesia baku pada gue.

 Wkwkwk… kocak banget tuh bule ngomong bahasa indonesia, syukur deh kalau dia bisa bahasa Indonesia, soalnya bahasa inggri gue juga nggk bagus, hha… emang kalau rejeki tuh nggak kemana,

" Oh iya Mrs baiklah, mari saya antarkan kekamar anda, " kataku.
" Don’t call me Mrs but I’m young, call me Anna okey Charlie, " ucapnya dengan bahasa inggris.
" Yes Anna, I’m sorry, mari saya antarkan kamu kekamar !!!!, " kataku sembari membawakan tas.
" Okey Charlie, come on, " jawabnya.


- Dia tau namaku karena dia membaca nam tagku. Aduh gimana sih nih bule, katanay ngajakin bahasa Indonesia, eh malah dia ngomong bahasa inggris,hha.. tapi nggap papa deh yang penting gue bisa ngaterin nih bule sexy. Saat itu gue pun jalan duluan dan dia dibelakang gue. Anna saat itu mendapat kamar 505.

- Segera gue dan Anna masuk didalam Lift dan gue pencet tuh tombol lantai 5. Lantai 5 adalah lantai paling atas, dan lantai 5 itu kamar residence suit, pokoknya kamar yang paling mewah deh guest. Awalnya dialam lift kita nggak ngobrol nih guest, secara nggak sengaja saat itu gue lihatin dada tuh bule,

" Buset nih bule, ternyata bener dugaan gue, dia ngga pakai Bra, Shitt man… Horny ditempat gue, " ucap gue dalem hati.

 Saat itu Anna dengan santainya berdiri dialam lift, sembari menuju sampai lantai 5 gue lihatin terus toket tuh bule. Tahu nggak guest, putting Anna ngejiplak jelas bray, buset dehhh… Sangek abis gue. Setelah beberapa saat berada didalam lift akhirnya kamipun sampai juga di lantai 5,

" Mari Anna sudah kita sudah sampai dilantai 5, " ucapku.


- Siang itupun kami keluar dari Lift dan segera menuju kekamar Anna. Sesampainya didepan pintu kamar segera gue buka tuh pintu kamar. Seperti biasa Room boy masuk terlebih dahulu sbelum tamunya,

" Mari Anna silahkan masuk, " ucapku sembari masuk kekamar dan membawa tas.
" Okey Charlie, thanks full…, " ucapnya dengan senyuman ramah.

 Saat itu koper Anna segera gue letakkan disamping kasurnya. Setelah meletakan  koper Anna guepun menjelaskan tentang fasilitas kamar. Saat menjelaskan saat itu sengaja gue bikin lama durasinya, tak jarang mata gue curi-curi pandang kearah paha dan buah dada Anna. Paha Anna bener-bener mulus banget guest, beuhhh.


- Apalagi tuh puttingnya, terlihat jelas banget guest dimata gue. Puttingnya hitam menonjol banget dibalik kaos putihnya itu. Setelah menjelaskan fasilitas kamar akupun mencari akal agar bisa berlama-lama dikamar Anna. Saat itu tiba-tiba saja difikiranku terlintas ide untuk menjelaskan tentang cara dan fasilitas kamar mandi,

" Oh iya Anna, mari saya jelaskan untuk fasilitas kamar mandi anda, " kataku.
" Iya Charlie, " jawabnya singkat.

 Kami-pun segera masuk kekamar mandi, sesampaiya dikamar mandi aku segera menjelaskan cara pemakaian alat yang ada dikamar mandi. Setelah selesai menjelaskan tiba-tiba saja Anna mencoba Shower kamar mandi dan secara tidak sengajapun shower itu membasahai dirinya,

" Ohhh Shittt… baju saya basah Charlie, hha…. I accidentally turned the shower curtain, " ucapnya dengan tertawa.
" Hahaha.. tidak apa-apa Anna, jika basah seperti itu anda terlihat sexy sekali, " ucapku memujinya.
" What I’m sexy ???? kamu meledek saya charlie ??? huhh…, " ucap bule itu nampak sedikit marah.
" No no no, I'm serious Anna, You'r sexy girl, that its really, I’m suer, ” ucapku meyakinkanya.


- Saat itu aku menjawab dengan bahasa inggris asal-asallan, yang penting Anna mengerti apa yag aku maksud. Saat itu dia masih terlihat kesal,

" Anna, coba kamu berkaca, coba lihat body kamu, you'r sexy Anna, " ucapku meyakinkan lagi.

 Kemudian Anna segera  berkaca denga wajah serius, ketika mengaca dia tersenyum-senyum dan berkata,

" Hahha… kamu takut saya marah ??? I'm sorry charlie tadi saya bercanda,hhe.., terima kasih pujianya Charlie,wkwkwkwk…, " ucapnya dengan tertawa puasa.


- Anjrittt, gue ternyata dikerjain sama tuh bule. Untung aja dia tamu gue, coba kalau nggak tamu gue pasti udah gue perkosa, hha,

" Hahaha… Iya Anna, saya takut sekali tadi, " kataku sembari tertawa lepas juga.
" Yasudah Anna saya permisi, say kembali beker…….., "

 Belum selesai berkata tiba-tiba saja Anna menarik tangan Gue sembari berkata,

" Charlie, don't let me go please, I wanna you stay here, saya ingin mandi bersama kamu, " ucapnya dengan terus menggenggam taganku.

:: Wah…. Ini bule bercanda apa serius yah, ucapku dalam hati,

" Whattttttttt???? Kamu serus Anna ???? kamu jangan bercanda lagi ya ???, " ucapku memastikan.


- Tanpa banyak kata lagi, Anna langsung saja mengarahkan tangan gue kerasah buah dadanya,

" Kamu suka ini Charlie ??? Touch and squeeze my breast Charlie, Oughhhh…, " ucapnya sembari mengegrakan tangan gue yang sudah menempel di buah dadanya.

 Saat itu gue sejenak terdiam karena terkejut. Benar-benar nggak gue sangka bisa berduaan sama Bule, pastinya jika udah begitu ujung-ujungnya bakalan ML,

" Kenapa kamu diam Charlie come on squeeze my breast, Oughhhh…., " ucapnya memintaku untuk segera meremas buah dadanya. Tanpa banyak bicara akupun segera meremas buah dada Anna.

:: Gue nggak nyangka banget bisa meremas toket bule cantik dan sexy seperti ini,

" Yeahhh… come Charlie, remas terus… Oughhh.. shitttt man… Sssshhhh…, " ucapnya mendesah ketika gue mulai meremas buah dadanya.


- Gue saat itu Cuma focus meremas toket tuh bule. Anna mendesah kayak film bokep barat yang di film-film itu guest,
hot banget. Tanpa diminta Annapun segera membuka kancing celanaku. Melihat hal itu akupun membantu dia untuk melepas celana dan celana dalamku. Celana dan celana dalamku segera aku letakan di wastafel kamar mandi agar tidak basah. Setelah itu kamipun segera mesum kembali. Anna mengocok penisku dan aku meremasi buah dadanya,

" Oughhhh Anna, kocokan kamu nikmat sekali, Oughhhh… terus Anna terus… Ahhh…, " desahku nikmat.

:: Anna terus saja mengocok sembari mendesah liar ketika gue meremas payudaranya,

" Charlie… Ssssshhh… Your dick so Big, really big.. Oughhhh…, " ucap Anna memuji besarnya penis gue.

 Memang sih ukuran penis gue besar dan panjang.  Nggak tau deh Gue kenapa penis gue bisa mirip kayak penis Bule, hha. Pas banget deh ketemu sama memek bule. Anna terus mengocok penis  gue yang udah ereksi maksimal. Kocokan tanganya sunggu liar, nikmat banget guest, udah kayak ngentot rasanya, hha.


- Beberapa waktu kita melakukan Fore play, puas dengan Foreplay Guepun minta Anna telanjang,

" Anna, mari kita buka semua pakaian kita, aku sudah horny maksimal, " ucapku dengan bahasa baku.

 Tanpa berkata-kata lagi kamipun segera membuka semua pakaian kami hingga telanjang bulat. Teringat gue masih dalam jam kerja, baju seragam gue segera gue amankan dulu. Pakain guepun segera gue amankan di gantungan handuk yang ada dikamar mandi. Sedangkan Pakaian Anna dibiarkan saja jatuh berceceran di lantai kamar mandi.


- Saat itu kamipun sama-sama bugil, gue dan Anna segera meneruskan perbuatan mesum kami. Segera Gue peluk Anna dan gue ciumin bibir Anna dengan brutalnya,

" Ssssshhh… Eummmmm… Sssshhhh… Cheppppp… Chepppp…, " suara bibir kami yang saling berciuman.

 Anna menyambut ciuman gue dengan penuh nafsu. Gue yang sedari tadi udah nafsu makin liar aja ketika ngelihat Anna telanjang. Toketnya gede dan kenceng banget guest, apalagi memeknyam beuhhh… bersih tanpa ada selulit apa lagi bekas luka, mulus abis. Memek Anna gemuk dan tanpa rambut kemaluan sedikitpun, gundul guest, hha.


- Dengan penuh nafsu gue pun terus menciumi Anna, tak hanya itu tangan gue juga mulai bergerilia keaarah vagina Anna. Gue raih clitorisnya dan langsung gue puter-puter tuh clitoris pakai jari gue,

" Oughhh… Yeahhhh Charlie, Shhhhhh…. Push my clitoris Charlie… Aghhhh…, " ucapnya mendesah nikmat.
" Iya Anna, I will make you klimaks today, Ouhhhh… Shake my dick Anna, Sssshhh.. Oughhh.., " ucapku nikmat juga merasakan kocokannya.

 Saat itu aku memberikan rangsangan yang luar biasa untuk Anna, kami berciuman hanya beberapa menit saja. Gue jilatin leher Anna dan sesekali gue juga lumat daun telinga Anna dengan mulut Gue. Tak hanya itu tangan kiri Gue juga meremas payudara, sedangkan tangan kanan gue mainin vagina Anna, Kombinasi rangsangan yang hebatkan guest, hhe. Lalu,

" Oughhhh Charlie… Sssshhhh… I'm horny Chaelie… Oughhh… Ssshhhh…, " desah Anna begitu hebatnya.


- Anna nampak sudah begitu terangsang, dia mendesah begitu hebat dan meracau tidak jelas dengan bahasa inggris. Mendengar desahan Anna Gue pun semakin horny aja. Memek Anna udah mulai basah dengan lendir kawinya. Dengan semangatnya aku melakukan kombinasi sex kepada tubuh Anna,

" Oughhh… Oughhh.. Oughhhh… Sssshhh… put your Dick to me Pussy baby, Aghhh…, " ucap Anna memintaku segera memasukan penisnya kedalam vaginanya.

:: Mendengar perkataan Anna yang seperti itu akupun menghentikan rangsanganku kepada Anna,

" Charlie, I'm on top Okey, " ucapnya meminta posisex women on top.
" Okey Anna, " jawabku singkat.

 Gue segera duduk dibawah shower dan Annapun segera berada diatas penis gue,

" Blesssssssssssssss….., Ahhhhhhhhhhhhh… Oughh no baby… Shhhh.., " ucapnya merasakan nikmat ketika penis gue udah masuk keladam vaginanya.
" Come on Shake my Dick Anna, Aghhhh.., " ucapku.


- Annapun segera beraki dengan gaya sex women on top. Dia yang sudah horny banget, mulai bergoyang memutar seperti penyanyi dangdut. Memeknya yang belum yang tembem itu mengoyak penis Gue dengan liarnya. Benar-benar hebat memang cewek bule ketika ML, beda banget sama cewek Igo, lembek,

" Ouhhhh, Yeahhh… Your dick so migty baby, your dick long and big… Aghhhh.., " ucapnya meracau sembari terus memanjakan penisku yang ada didalam vaginanya.
" Terima kasih Anna, Your Pussy so nice… Ahhh, " ucapku nikmat.

 Anna terus bergoyang tanpa henti, dia benar-benar liar dengan posisi sex women on top saat itu. Dia menggunakan berbagai gaya saat dia diatas penis gue. Dari bergoyang, maju mundur, bahkan dia juga naik turun sembari jongkok diatas penisku. Sungguh menakjubkan dientot cewek bule guest.


- Memek Anna semakin lama semakin basah saja, mungkin Anna udah beberapa kali orgasme. Soalnya gue penis gue sering ngerasain kayak ada cairan hangat ketika Anna bergoyang diatas penisku. Karena gue juga pingin pegang kendali, gue pun meminta berganti posisi sex,

" Anna, Aku ingin gaya sex doggie style, " pintaku kepada Anna.
" Okey Charlie, I like that, ” ucapnya. Anna pun segera berdiri lalu dia menuju wastafel yang ada didalam kamar mandi juga. Setelah itu diapun menungging sembari berkaca didepan kaca wastafel,
" Come on Charlie, input your dick to my pussy,  " ucapnya sembari menungging didepan kaca.
" Okey Anna, wait me…, " ucapku.

 Gue pun segera menyusl Anna didepan wastafel itu. Setelah sampai dibelakang Anna langsung aja gue masukin penis gue kedalam vagina Anna,

" Blesssssssssss… Aghhhhhhhhhh… Nice baby… Aghhhh…, " ucap Anna nampak senang.


- Dengan penis gue yang udah tegang maksimal, gue pun segera beraksi. Gue tusuk dengan brutal memek Anna dengan gaya doggie style,

" Ahhh Ahhh Ahhh Ahhh Ahhh, Oughhh yeah …. Eughhh,…, " desah Anna.

 Pantat Anna yang bulat terpampang jelas didepan mataku. Melihat pantatnya yang putih dan kencang gue semakin bersemangat ngentot tuh bule. Sembari menyodok memeknya gue remaisin toket Anna dengan nafsunya. Dari kaca terlihat jelas  wajah Anna merah karena horny sekali. Tidak terasa gue dan Anna udah hampir setengah jam ML-nya.


- Karena memek Anna bener-bener nikmat, penis gue pun terasa akan mengeluarkan  pejuhnya,

" Anna, aku akan klimaks, Oughhhh…, " ucapku.
" Oughhh baby, I want to drink your sper, " dia mengatakan ingin meminum sperma gue.

 Setelah gue tidak kuat lagi menahan sperma gue, segera gue cabut penis gue dari vagina Anna. Anna yang mengetahui hal iyu dia segera memutar tubuhnya lalu jongko dibawah gue. Penis gue langsung dia pegang dan langsung dia kulum dengan hebatnya,

" Annna… Oughhhh… Crottttttttttt…. Crottttttttttt…. Crottttttttttt…. Crottttttttttt…., "


- Akhirnya pejuh gue keluar juga. Waktu itu pejuh gue disikat abis guest sama Anna. Dia sedot dan dia telan pejuh gue hingga habis nggak tersisa sedikitpun. Luar biasa sensasi sex yang gue dapetin sama Anna si bule montok dan hot. Setelah kita selesai ML, kita pun segera mandi bersama. Selesai mandi gue segera memakai baju seragam gue lagi, dan setelah itu gue segera berpamitan kepada Anna karena gue harus kerja lagi.

 Singkat cerita selama Anna menginap di hotel itu, sepulang kerja gue menginap dikamar hotel Anna untuk menemani dan meuaskan hasrat sex Anna. Kami bercinta  setiap hari dengan berbagai gaya sex. Hubungan gue dengan Anna pun masih berlanjut sampai sekarang. Dia bahkanmenyempatkan datang 2 bulan sekali untuk bertemu denganku. Anna adalah bule australia yang ternyata dia anak seorang pengusaha furniture.


- Selain mendapatkan kepuasan sex gue juga sering ditransfer uang. Intinya segala kebutuhan gue dipenuhi oleh Anna. Entah hubunagn kami nanti bagaimana endingnya. Untuk saat ini gue berfikir yang penting gue untung, hha. Begitulah guest kisah sex gue dengan Anna bule sexy berduit pula, hha!!!*****TAMAT


- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Senin, 12 Juni 2017

Bercinta Dengan Ibu Guru Hot Asal Sunda

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Bercinta Dengan Ibu Guru Hot Asal Sunda - Aq Irfan. Aq adalah seorang siswa dari salah satu SMA ngeri terkenal. Saat ini aq duduk dibangku kelas 3 jurusan IPS. memasuki thn 2008 berarti persiapan buatku untuk lebih giat dan serius belajar menghadapi ujian akhir! ! ! !


CERITA DEWASA - Bercinta Dengan Ibu Guru Hot Asal Sunda | Aq sadar bahwa aq tdk begitu pandai, maka itu aq selalu mencari cara agar guru-guru bisa membantuku dengan nilai. Cara yg aq gunakan adalah selalu mengajukan diri unutk menjadi koordinator pelajaran di sekolah.

 Pengalamanku sebagai koordinator di kelas 3 inilah yg membawa diriku ke pengalaman yg tak akan pernah aq lupakan seumur hidupku. Mulanya aq biasa-biasa saja ketika mendengar aq dipilih menjadi koordinator pelajaran pendidikan pancasila.


- Namun lama-lama aq senang karena ternyata bu Faida lah yg kembali mengajar kelasku. Ya, bu Faida adalah guru pancasila saat aq masih duduk dibangku kelas 2, bu Faida sering jadi bahan omongan teman-teman cowok-cowokku.

 Bagaimana tdk, di kelasku itu, meja guru yg menghadap ke arah murid-murid, di depannya biasanya khan tertutup, sehingga kaki guru tdk terlihat dari arah murid, nah, di kelasku mejanya depannya tdk tertutup, jadi setiap guru yg duduk selalu kelihatan kaki dan posisi duduknya. Diantara semua guru, bu Iin, bu Erma, bu Indah dan sebagainya, mereka semua sadar akan keadaan meja itu dan sadar bagaimana harus duduk di kursi itu, hanya bu Faida mutmainah lah yg tdk sadar. Beliau selalu mngajar sambil duduk dan memberikan pelajaran mengenai moral pancasila.


- Bu Faida tdk sadar, jika ia duduk selalu agak mengangkang dan hampir setiap dia mengajar anak-anak cowo selalu memaksa duduk di depan supaya bisa lebih jelas melihat paha bu Faida dan CD nya yg berwarna krem.

 Banyak teman-teman yg diam-diam mengambil foto selangkangan bu Faida dari bawah meja dengan Handphone, namun hasilnya selalu tdk memuaskan karena gelap. Aku pun termasuk salah seorang dari mereka yg selalu horny lihat paha bu Faida.


- Bu Faida berusia 43 tahun, dari logat bicaranya, beliau orang sunda. Kulitnya putih agak keriput dan kemerahan. Semakin dia tdk memakai make-up, semakin nafsu teman-temanku melihatnya. Karena kulitnya menjadi agak mengkilat.

 Kembali ke ceritaku, aku pun semakin sering berkomunikasi dengan bu Faida. Dan aku mencari cara agar aku bisa menarik perhatiannya. Sisi positifnya membuat aku terpaksa membaca-baca hal-hal soal moral dan pancasila dan berusaha mencari-cari pertanyaan untuk sekedar aku tanyakan kepada bu Faida.


- Ini supaya bisa menjadi alasan untukku lebih dekat dengannya. Jika berbicara lebih dekat dengan bu Faida, aku lihat dari dekat kulitnya yg putih agak berbintik kemerahan dan keriput sedikit disana sini. Pantas saja bu Faida selalu memakai bedak karena kulitnya akan mengkilat dan berminyak jika polos. Namun semakin membuatku bernafsu, karena pikiran ku udah terkotori dengan pengalaman saat kelas dua.

 Semaksimal mungkin kubukat bu Faida berpikiran bahwa aku adalah siswa yg sangat tertarik dengan apa yg ia ajarkan, walaupun sebenarnya tujuanku adalah dekat dengan dirinya.


- Suatu hari aku bertanya apakah aku boleh meminjam beberapa buku mengenai nasionalisme yg sering bu Faida ceritakan padaku. Bu Faida bilang boleh saja, kalau mau ke rumah. Yes! akhirnya berhasil strategiku. Bu Faida memberikan alamat rumahnya yg berada di Perumnas dekat SMA tiga di kotaku.
Malamnya aku tdk bisa tidur, mengatur rencana seperti apa nanti kalau aku di rumah bu Faida, mudah-mudahan suaminya belum pulang. Besok aku akan ke rumah bu Faida sepulang sekolah, kudengar suami bu Faida PNS di departemen pendidikan daerah, mudah-mudahan suaminya belum pulang sekitar jam dua sampai jam empat.

 Esoknya sepulang sekolah aku langsung ke rumah bu Faida. Tak disangka, saat aku sedang menyetop angkot untuk pergi ke rumah bu Faida, ternyata bu Faida juga tengah menunggu angkot.

" Eh, Fan, mu kerumah ibu? ya sudah bareng saja", aku senang sekali aku bisa pergi sama bu Faida. Aku duduk bersebelahan bu Faida di kursi depan angkot. Ooh, pahaku bersentuhan dengan pahanya yg mulus, aku takut ketahuan kalau batang kemaluanku sudah mulai mengeras, maka aku tutupi dengan tasku.


- Sepanjang perjalanan bu Faida cerita tentang keluarganya dan terkadang sedikit menanyakan tentang keluargaku. Aku berbohong bahwa aku sudah lama tdk mendapat kasih sayang seorang ibu, karena aku hidup terpisah, lalu aku bilang senang karena aku merasa bisa mendapatkan kenyamanan jika berbicara dan ngobrol dengan bu Faida, rasanya bu Faida sudah kuanggap ibu sendiri.

 Bu Faida terharu dan Memegang tanganku!! Kata beliau, beliau senang mendengarnya lagian menurutnya aku anak yg baik. Dalam benakku, ya, aku memang anak 'baik', yg siap menikmati tubuh ibu. Aduh batang kemaluanku sampai keluar pelumas saat itu, basah sekali.


- Dua puluh menit kemudian, sampailah kami di rumah beliau. Ternyata dugaanku benar, tdk ada seorangpun di rumah beliau. Aku dipersilahkan duduk di ruang tamu.

 Bu Faida bilang tunggu sebentar untuk ganti baju. Ganti baju??! dalam benakku aduh ingin sekali aku mengintip beliau ganti baju. Aku deg-degan, mataku mengarah kemana bu Faida pergi. Beberapa menit bu Faida keluar. Masih memakai baju gurnya sambil membawa buku. Yah, ternyata hari itu belum waktunya untukku, tapi ini adalah awal dari pengalaman yg sebenarnya.
Sejak itu aku jadi sering ke rmah bu Faida dan kenal dengan keluarganya. Akhirnya puncak pegalaman ini, saat aku pura-pura menangis sedih frustasi akibat ayahku mau menikah lagi dan aku tdk setuju, karena itu ayahku mengusirku dan tdk boleh pulang ke rumah. Tentu saja ceritanya aku karang sendiri.


- Bu Faida sangat bersimpati padaku, saat aku cerita panjang lebar di rumahnya tdk ada siapa-siapa, bu Faida saat itu memakai daster dan tanpa make-up duduk disebelaku sambil memegang pundakku. Aku menangis pura-pura, bu Faida menenangkan ku dengan memelukku.

 Mmh, aku menyentuh pinggiran buah dada bu Faida. Akhirnya aku mencium aroma tubuhnya. Aku mempererat pelukanku dan kepalaku aku sandarkan di leher bu Faida. aku bisa menghirup aroma lehernya. Bu Faida memelukku erat pula.


- Secara nekat kuberanikan diriku untuk mencium pipi bu Faida secara lembut. Dan bilang kalau aku minta maaf tapi aku merasa cuma bisa tenang jika dekat ibu Faida. Bu Faida bilang tdk apa-apa. Aku pun memberanikan mencium pipinya lagi, tapi kali ini lebih dekat ke pinggiran bibir, cukup lama kutempelkan bibirku di pinggiran bibirnya.

 Bu Faida diam saja sambil terus memelukku dan mengelus-elus punggunggu sambil menenangkan. Apakah bu Faida terasa bahwa batang kemaluanku yg sudah menegang kutempelkan di pahanya. Ku coba menggesek-gesekkan perlahan batang kemaluanku ke paha bu Faida.


- Bu Faida tahu. Namun beliau diam saja. Aku pegang pipi beliau, tentunya air mataku masih mengalir, sambil aku lekatkan bibirku dengan bibirnya sambil berkata “Ibu…”, bibir bu Faida tdk terbuka, beliau tetap diam, walaupun bibirku bergerak-gerak mencium bibirnya.

 Berbarengan dengan itu, aku tekan dan gesekkan terus batang kemaluanku yg sudah basah ke paha bu Faida. Kami berdua duduk di sofa. Bu Faida tahu aku sedang apa dan beliau diam saja, mebiarkan ku beronani dengan menggunakan paha dan bibirnya sebagai media masturbasiku.


- Aku gesek-gesekkan terus dan terus, bu Faida tampaknya memejamkan mata dan tdk berkata apa-apa. OOh pembaca, wajahnya aku ciumi, nafasnya aku hirup, dan pahanya yg besar dan lembut aku tekan-telan dengan batang kemaluan, gesek terus.. Ooh..terus… Dan akhirnya ouuhh.. Cepat sekali aku ejakulasi.

 Aku pun lemas sambil memeluk ibu Faida yg hampir posisinya setengah tertidur di sofa akibat aku tekan terus. Bu Faida pelan-pelan bilang,

" udah..? hm?", kata bu Faida pelan dan terdengar sayang sekali denganku.


- Aku minta maaf sekali lagi dan bu Faida bilang ia mengerti.
Tentunya setelah kejadian itu, aku semakin dekat dengan ibu, sampai detik ini.. Suaminya dan teman-temanku tdk tahu hubungan kami. Walaupun aku belum sampai berhubungan sex dengan bu Faida, namun bu Faida selalu tahu dan bersedia menjadi media onaniku, dengan syarat pakaian kami masih kami kenakan, bu Faida hanya menyediakan pahanya dan memperbolehkan aku menindihnya dan menekan-nekan batang kemaluanku ke paha dekat selangkangannya sampai aku dapat klimaks.

 Maka itu, aku selalu membawa CD cadangan saat aku bilang ke bu Faida kalau aku ingin ke rumah ibu Faida. Bu Faida, Irfan sayang sama ibu. Biarlah Irfan tdk berhubungan sex dengan ibu tapi adanya ibu cukup membuat Irfan bahagia. Bisa klimaks di atas tubuh ibu dan mencium bibir ibu…!!!*****TAMAT


- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Minggu, 11 Juni 2017

Audit Membawa Nikmat

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Audit Membawa Nikmat - Setelah sekian lama bekerja di perusahaan ini, akhirnya aku diangkat menjadi manager keuangan. Perusahaan yang besar ini memberikan tanggung jawab yang besar. Memang karir yang aku jalani berawal dari karyawan biasa hingga mencapai manager sekarang ini merupakan prestasi yang perlu dibanggakan. . Hari ini aku ditugaskan perusahaan untuk tugas ke Semarang selama 5 hari , di Semarang aku melakukan audit keuangan  anak perusahaan kami .  Perusahaan sangat menghargai karyawannya, sehingga di Semarang aku menginap di apartemen yang telah disediakan perusahaan! ! ! !


CERITA DEWASA - Audit Membawa Nikmat | Di Semarang aku harus memastikan bahwa segala pekerjaan dapat berjalan dengan lancer dan cepat selesai untuk itu aku dibantu Deni dalam menyelesaikan tugas audit ini. Dia sangat cerdas dalam menyelesaikan masalah laporan keuangan yang janggal dan dapat cepat diselesaikan dengan tanpa merugikan perusahaan.

 Tak terasa  sudah 5 hari kebersamaanku dengan Dani dalam menyelesaikan pekerjaan ini dan sukses membuat laporan keuangan dengan baik dan tanpa cela.  Segala jerih payah kami terbayarkan dan seperti tidak percaya kalau pekerjaan ini bisa terselesaikan, karena seakan-akan banyak pihak yang meragukan kami bisa selesaikan dengan baik.


- Karena pekerjaan sudah selesai, maka sesuai peraturan perusahaan, aku diperbolehkan ambil cuti selama 3 hari. Aku putuskan untuk tetap cuti di Semarang sambil menikmati liburan.  Kebetulan Dani mengundang aku ke rumahnya dan diperkenalkan dengan istrinya.

" Halo Dani, senang bisa kerja sama dengan kamu " sambil berjabat tangan dengan Dani, dan Dani perkenalkan istrinya Vina.
" Kenalkan ini istri aku Vina,"  lalu kami saling jabat tangan,
" Dita, senang kenal kamu Vina " . Selanjutnya kita ngobrol akrab di rumahnya yang teduh di Semarang Selatan. Obrolan tentang segala hal yang membuat kami semua tertawa dan gembira seharian. Vina perempuan yang cantik dan Dani sangat beruntung mendapatkannya.
" Sudah sore Dani, aku mau kembali ke Apartmen dulu".
" kenapa buru-buru  Dita?" Tanya Vina kepadaku,
" iya Vina, ga enak merepotkan kalian " kataku,
" Baiklah kalau itu maumu Dita, hmm mungkin mas Dani mau antar kamu " Vina meminta Dani untuk mengantar aku kembali ke apartmen.
" Sudah Vina aku naik Taxi saja, tadi berangkat juga naik taxi "  tapi aku juga tak kuasa meolak ajakan Viana tersebut dan akhirnya diantar juga  oleh Dani.

 Dalam perjalanan pulang, aku menyampaikan sesuatu kepada Dani atas perasaan yang aku alami dalam beberapa hari ini.

" Dani, hmm.. istri kamu cantik ya? " Dani mendengarkan aku dan tersenyum,
" Kamu juga cantik Dita, hmm.. "  sepertinya ada perasaan aneh ga antara kita? Aku terkejut dengan jawaban yang belum aku tanyakan itu.
" Maksudnya gimana Dani?" aku pura-pura penasaran,
" Apa kamu merasakan jatuh cinta?  Aku jatuh cinta sama kamu Dita, maaf kalau kamu tidak berkenan"  Percakapan ini terpotong dengan sampainya kami di apartmen, lalu Dani memasukkan mobilnya di tempat parkir, lalu menuju kamar aku.
" Dani masuk saja "


- langsung aku peluk dia karena tidak bisa mengungkapkan apa yang terasa pada diriku. Kita langsung saling melumat bibir dan Dani mulai merangsang aku dengan remasan=remasan di dada aku yang cepat menaikkan gairah.

" Ohh Dani aku suka kamu …"

 lalu Dani ga kasih aku kesempatan bicara karena mulut aku sudah dilumatnya. Sejurus kemudian pakaian kau dilucutinya hingga tinggal cd dan bra, dia lepaskan kaitan bra dan mulut Dani sudah melumat kedua puting aku bergantian dan tangannya meremas vagina aku, memastikan aku sudah terangsang. Memang vagina aku sudah basah dan Dani melepaskan cd aku untuk memudahkan dia merangsang aku.  Aku sangat terangsang dengan apa yang dia perbuat sehingga sudah diluar control rasanya. Paha aku dibukanya dan dia membuatku naik melambung tinggi. Mulutnya melumat putting perut dan berlabuh ke vagina aku. Dia melahap perlahan-lahan dengan sangat elegan.

" ooughh… Dani…. "


- Lidahnya menjilat vagina  aku dengan penuh perasaan.  Mengecupnya seperti kita lumatan di bibir. Aku melenguh dibuatnya, bibir vagina aku dibuka perlahan dan jarinya memainkan di dalam lubang vagina aku. Makin basah terasa di bagian vagina aku seperti ada lendir yang keluar. Terasa berdenyut-denyut saat dia mulai menjilatnya kembali. Sungguh pengalaman malam itu sangat membahagiakan bersama Dani rekan aku yang beristri cantik tersebut.

 Selanjutnya Dani melucuti pakaiannya dan bugil di depan aku, sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan. Dia menyodorkan penisnya ke mulut aku dan aku diminta menghisapnya. Mula-mula aku ga mau tapi karena batangnya dioleskan ke muka aku membuat aku geli dan saat dioleskan ke bibir aku, ta kuasa aku melumatnya. Terasa keras seperti kayu saat dihujamkan ke dalam mulut aku dan aku membayangkan kalau masuk ke vagina aku.


- Aku mulai terbiasa mengulumya, sehingga dia mulai menikmati kulumanku. Batangnya aku tahan di dalam mulut hingga menyodok kerongkongan rasanya.  Aku lumat seperti menghisap permen. Permainan tidak selesai dibagian batang, selanjutnya aku lepasin kuluman dan menjilatin kepala penisnya yang merah. Lubang kepalanya aku jilatin seperti menjilat es krim connelo, terasa nikmat rasanya.

" Ohhh… Ditaa kamu pintar " kata Dani kepadaku yang cuek dengan erangannya itu.

 Lalu aku berpindah ke buah pelirnya untuk aku jilatin dan kulumin. Terasa seperti mengulum biji salak. Tangan aku sambil memainkan klitoris dan satunya mengocok penisnya sehingga sepertinya Dani paham kalau aku minta dihujam di vagina, maka dia lalu memintaku telentang dan tanganku mengarahkan batang penisnya ke lubang vagina aku. Perlahan-lahan aku gesekin dulu di bibir vagina aku dan kepala penisnya masuk sedikit ke lubangnya. Dani makin penasaran sehingga dia sendiri menghujamkan ke dalam vagina aku. Dengan sedikit usaha dia mulai menghujam penisnya ke dalam vagina aku. Akhirnya tubuh kita menyatu dan terasa hangat di dalam vaginaku, kulit kelamin kita saling bergesekan seiring hujaman Dani. Vagina aku melumasi batang penis yang sedang dihujamkan Dani yang semakin cepat menghujamnya. Kita saling melumat bibir di saat tubuh kita menyatu dalam hujaman-hujaman Dani yang makin cepat.

" ooohh…aaaahhhh…. Dani…oooohh "


- Sesaat kemudian terasa ada yang mulai berdenyut pertanda aku dan Dani menjelang klimaks. Tubuh aku terasa melayang dan Dani mengerang keenakan. Tak lama kemudian sperma Dani menyemprot dinding vagina dan kita sama-sama klimaks.  Denyutan batang penis Dani masih terus terasa hingga lambat laun melemah dan selanjutnya Dani cabut batang penisnya yang baru dia hujamkan. Ternyata penis Dani masih sedikit ereksi, lalu dia memintaku mengulumnya. Sisa sperma masih tampak di barangnya dan aku bersihkan pake mulut dengan menjilatinya sampai bersih. Dani memintaku bangkit berdiri dan kita mulai lumatan lagi, bibir kita saling menghangatkan. Tangan Dani mulai memilin puting aku, dan membuatku mulai terangsang kembali.

 Batang penis Dani terasa keras di perut aku, tanda dia masih mau bersetubuh kembali dengan aku, lalu aku memegang penisnya untuk memastikan kerasnya batang penisnya. Lalu aku balikkan tubuh aku membelakanginya dan dia meremas puting aku sambil terus kita saling melumat.


- Dani duduk di tepian ranjang dan minta aku memasukkan penisnya kembali ke vagina aku. Terasa keras batang penisnya saat masuk lewat belakang dan vagina aku digesek oleh batangnya kembali. Aku mengontrol permainan ini dan membuat Dani makin tak kuasa menolak keliaran aku. Hujaman batang penis Dani terasa menggesek dinding vagina aku hingga mengalami lubrikasi kembali. Pinggul aku memutar erotis membuat Dani kewalahan dibuatnya. Kurasakan setiap gesekan batang penisnya dengan penuh nikmat dan menjepitnya hingga kita mencapai klimaks sampai rasanya tubuh kita menggelinjang dan puas dibuatnya.

" oooooooooohhhhhh……….. Thanks Dita kamu sudah membuatku puas malam ini"
" Sama-sama Dani kamu juga sudah beri aku kenikmatan mala mini… "

 Akhirnya kita berpelukan karena sama-sama merasa puas malam itu dan kita  tidur terlelap hingga pagi tanpa sehelai pakaian pun!!!*****TAMAT


- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Sabtu, 10 Juni 2017

Bercinta Dengan Dosen Sexy & Hot

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Bercinta Dengan Dosen Sexy & Hot - Haloo….Saya Billy, Pada mulanya cerita ini ku alami saat aku kuliah semester 4 di kampus ternama daerah Semarang. Aku mengambil prodi ekonomi akuntansi, kebetulan untuk prodi statistic ekonomi sering di ambil alih sama asisten dosen nya. Karena pada waktu itu dosen utamanya sering sakit-sakitan. Untuk usia asisiten dosen nya termasuk masih muda, menginjak usia 25 tahun. Dan pada waktu itu usiaku 20 tahun. Sebut saja nama asisten dosen nya Ika, seiring waktu bu Ika sering mengambil alih pengajarannya! ! ! !


CERITA DEWASA - Bercinta Dengan Dosen Sexy & Hot | Dengan gaya asik nya kita jadi akrab dan kita saling bertukar nomor telepon. Semenjak itulah, saya mulai mendekatinya dan sering kali merayu nya. Karena bu ika ini sangat lah cantik dan fashionable, jadi terlihat gaul meskipun dia sudah jadi asisten dosen. Bu Ika kalau berpakain selalu menarik perhatian banyak orang mungkin banyak orang yang suka padanya . Kebetulan hubungan saya dengan Bu Ika termasuk dekat, jadi aku pun tak terasa canggung kalu bergaul dengannya.

 Bu Ika asli orang Bandung, jadi dia ngontrak rumah di kawasan semarang atas (Tembalang). Dengan hubungan yang sudah dekat ak tak canggung maen kerumah, dengan alasan study mata kuliah sebenernya sih punya maksut lain. Kalo saya berkunjung kerumahnya saya pasti membawakan apa aja, untuk menarik perhatiannya sich….Dengan posisi Bu Ika yang masih single jadi tak apa sih kalau saya berkunjung di rumahnya, apalagi hunian nya sangat enak dan tidak terlalu dekat dengan tetangga nya jadi agak aman sih kalo mau ngapain.


- Suatu ketika , pada waktu aku berkunjung kerumahnya, ku ketuk pintunya agak lama. Kemudian di bukakan pintunya. Dengan keringat yang menyelimuti tubuhnya dengan pakain sexy nya, ternyata Bu Ika habis melakukan aerobik di ruang tengah. Ku di persilahkan masuk ke dalam rumahnya dan di persilahkan duduk.

 Sambil kita mengobrol kupandangi tubuhnya , karena memakai baju senam yang agak transparan. Membuat ku ingin memperkosanya secara langsung, aku memandangnya terus terusan sambil tersenyum dan Bu Ika pun juga tersenyum melihatku.


- Kemudian aku mengambilkan air minum yang ada di meja nya dan ku ambilkan handuk untuk mengelap keringat yang berkucuran. Bu ika memintaku untuk membasuh keringatnya yang ada di tubuhnya, kebetulan sekali saya mendapatkan kesempatan emas. Ku manfaatkan kesempatan ini, apa barang kali Bu Ika yang sedang pingin di manja ya??

 Ku bersihkan tubuhnya secara perlahan, dan sambil kutekan sedikit handuknya pada bagian payudara nya dengan aroma keringat yang khas. Kemudian ku arahkan handuknya ke bawah kebagian pahanya, dan Bu Ika masih diam saja dan tersenyum tersipu. Sememntara itu kontolku sudah mulai menegang kencang. Dan lama kemudian tangan nya Bu Ika meraba ke kontolku..

Bu Ika berkata : " lho …Billy punyamu kok keras banget?? Billy apa lagi pingin..???"


- Perkatan Bu Ika membuat ku semakin berani untuk menyentuh bagian selakangan sambil mengelap keringatnya.

 Sambil tangan nya Bu Ika mengelus ngelus kontolku ,mungkin terangsang dengan basuhan handuk yang kutekan di bagian intimnya..


- Tib tiba celanaku di lepaskan dari pinggulku. Bu Ika berkata , bisa di lepas sekalian pakaianmu itu Bil?? Ku dengan bergegas melepaskan semua pakainku dan di remas remas pula kontolku yang semakin membesar. Aku pun tak kuat untuk menahannya…

 Bu Ika sepetinya ingin pemanasan dulu. Ku rabalah tubuhnya secara perlahan dan kulepas baju tipis nya yang menutupi sebagian tubuhnya. Ku terkagum melihat tubuhnya yang putih bersih sambil memandangi dan menggerayangi, ku elus elus seluruh tubuhnya sampai terangsang dulu dan kemudian tangan ku denga aktif nya memainkan putingnya.


- Kemudian Bu Ika memulai mendesah dengan penuh nafsu dan menggigit mulutku,kami pun saling beradu mulut dan mengoyang goyangkan lidah kami saat bercumbu.di lumat lumat bibirku sampai basah beradu liur. Tanganku mulai mengarah ke bawah , pada bagian vagina nya . ku gesek gesekkan vagina nya dengan jariku . ku permainkan klitorisnya yang agak menonjol…wow…seperti nya siap untuk di masukkan. Ku permainkan lagi dan ku goyang goyangkan bibir vagina nya, ku masukkan jari tengahku ke lubang vaginya….

" Oouuuwwwwhhh….Aaaah….Uuhhhh… "

 Terlihat enak sekali wajah Bu Ika , saat ku masukan jari tengahku di vagina nya .kumasukkan jariku ku lagi , jadi ku masukkan ke mulut vagina nya dengan dua jari . Bu Ika terlihat sangat menikmati sekali dengan permainan jariku, mulai di goyangkannya pinggul nya sepertinya sudah mulai terangsang dan agak mulai basah. Sementara itu kontolku terus di kocok kocoknya dengan keras, kontolku sepertinya sudah tidak kuat dan Bu Ika sepertinya begitu.

Bu Ika : " Bill, masukin yach,,,saya sudah kepingin …"


- Saya pun langsung segera memasukkan kontolku yang sudah siap tempur untuk menghajar vagina nya . Belahannya begitu seksi dan sedikit mengembang kemerahan saat ku lihat, mulai perlahan dan tepat ke arah vagina kurebahkan tubuhnya di ruang tamu dan mulai ku tidih tubuhya dan aku pun mulai memasukkan kontolku .Saat ku masukkan kontolku , wajah Bu Ika terlihat sedkit kesakitan.

 Apa mungkin dengan ukuran kontolku yang sedikit besar yach…tapi tetap ku landaskan ke vagina yang sudah mulai licin…

<<< BLEEEEEESSSSS >>>


- saat kumasukan, Ku gerakkan pinggulku mulai perlahan maju mundur maju mundur, dengan posisi bu Ika mengangkang dan aku pun melakukan adegan seks itu dengan memegang kedua kaki nya. Ku liat desahan nya Bu Ika yang sangat mengoda, aku pun bersemangat lagi karena desahannya itu sambl melihat buah dada nya yang bergerak tak beraturan memutar mutaar…begitu putihnya payudaranya yang memekar mengeras dengan putting yang sedikit memucuk berwarna merah tua. Hmm……pemandangan yang sangat indah asisten dosen ini.

 Gerakan mulai ku percepat dengan keras dan hentakan hentakan yang membuat birahinya meletup letup….desahan nya sekali lagi,

" Aaaaaaaarggggh……uuuh,,,,,,,,aaaaauughh…."


- seperti kesakitan tapi ko enak sekali ..kulanjutkan terus gerakanku yang semakin menghujam semakin mendalam kontolku ke dalam lubang vagina nya sampai ku mentokkan pangkal kontolku kedalamnya,

" MAAAKK….BLEESSS….BLEEESS…..BLESSS…."

 Sekali lagi teriak pelan mendesah dari Bu Ika. Setelah itu ku balikkan tubuhnya, seperti gaya doggy, ku peragakkan.ku pegang pinggulnya dan mulai kumasukkan lagi kontolku yang sudah berceceran air vagina. Sepertinya Bu Ika sudah mulai keluar lagi,  BLESSS dengan mulus nya meluncur tepat ke lubang vagina nya . ku pegang terus pinggulnya terlihat bokong yang masih mulus, mirip bokong bayi yang memerah begitu halusnya bokongnya saat kuraba. Ku lihat payudara nya yang terombang ambing menggantung kebawah , ku kencangkan lagi genjotanku sambil menggeram sakit sakit enaaaak..

" BLEEESS…….JLEEEBB…..BLEESSSSS……".


- Ku lakukan adegan seks itu kurang lebih 30 menit. Kami pun berkeringat tak karuan karena pijat capet tersebut. Kugerakkan kontolku maju mundur dengan begitu cepat sepertinya hampir keluar. Kemudian saya berbisik kepada,

Bu Ika:" masuk dalam apa di luar…?"
Bu Ika berbisik:" masukkan ke dalam aja Bill".

 Tak lama kemudian ku semburkan sperma ku ke dalam vagina nya terasa hangat sekali " CROOOOT…CROOOT…CROOOT…CROOOT…".


- Tubuh Bu Ika sepertinya sudah melemas karena durasi yang cukup untuk di nikmati. Aku pun melepas kontolku secara perlahan yang berada di lubang kemikmatan dan ku lihat luberan spermaku yang kental keluar sedikit dari bibir vagina nya .

 Tubuhnya masih tergeletak di ruang tamu dan kemudian ku tindih sebentar tubuhnya sambil mengumpulkan energi. Setelah 5 menit berlalu ku berdiri dari tubuhnya yang tergelatak. Ku segera memakai pakainku dan bergegas mencari handuk untuk Bu Ika yang berkeringat akibat adegan seks. Kami pun segera memakai pakaian dan ngobrol ngobrol sedikit.

Bu Ika :" Bill, saya sangat puas banget dengan kamu, kamu yang begitu kuat memanjakanku . Besok besok lakuin lagi ya Bill..???"
Saya pun menjawab:" iya , sayang…. " ku langsung memanggilnya dengan kata sayang dan bu ika pun tersipu. Jadi kalau ada kesempatan lagi , ku segera merapat di pelukannya asisten dosen itu!!!*****TAMAT


- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Jumat, 09 Juni 2017

Ku'setubuhi Mertua Yang Sexy

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Ku'setubuhi Mertua Yang Sexy - Saya yang berkerja di suatu perusahaan swasta. Namaku Tono, saya yang memiliki istri yang lumayan cakep dan bahenol. Tapi dengan hal itu aku juga sedikit bosen, dengan adanya Ibu mertua ku yang juga lumayan bahenol dan seksi dengan umuran yang sudah setengah baya yang sekarang ini dengan manyandang status Tante. Namun dengan adanya itu kami pun sekeluarga sering memanggil dengan sebutan Bunda. Supaya tidak ada jarak dan berdekatan! ! ! !


CERITA DEWASA - Ku'setubuhi Mertua Yang Sexy | Dengan sebutan Bunda Mirna, dia adalah tante dari istriku Livani.

Bunda Mirna merupakan Istri dari Paman Istriku Livani , Bunda Mirna merupakan Istri kedua dari Paman Istriku Livani. Dengan berwajah yang masih cantik, postur tubuh yang lumayan jenjang, dengan kulit yang lumayan bersih dan putih, mulus.


- Bunda Mirna memang lebih tua dari istriku tapi belum terbilang tua. Karena Bunda Mirna istri kedua dari Paman Istriku Livani, dengan bentuk tubuh yang proporsional semua lekuk tubuh sensualnya masih mengencang.

 Dengan bentuk dada yang terlihat kenyal, masih kencang. Layaknya masih muda saja usia tubuhnya dengan perut yang masih rata gak begitu menonjol , dengan pinggul dan bokong yang masih menonjol dan kencang. Kenapa bisa seperti itu ?? karena waktu bergaul dengan pamanku Bunda Mirna tak pernah hamil dan kurang lebih dari 5 tahun berumah tangga dengan Paman Istriku Livani.


- Mungkin hanya setengah tahun dia digauli sebagaimana layaknya seorang istri. Selebihnya selama 5 tahun selanjutnya, hanya dia bisa menikmati dengan belaian saja serta ciuman dari suaminya. Karena yang menyebabkan semua itu terjadi Paman yang mempunyai penyakit stroke dan sekarang sudah wafat.

 Bunda Mirna status yang sekarang menjanda kurang lebih hampir 2 tahunan, sekarang sudah jatuh miskin dan tak punya keturunan. Bunda Mirna juga tak bekerja dan juga tak memiliki usaha. Tidak ada peninggalan apa-apa yang di tinggalkan sama suaminya. Oleh karena itu, Saya dengan istri sudah sepakat dan berniat untuk menafkahi kepada Bunda Mirna.


- Setiap seminggu sekali istriku selalu datang menemui Bunda Mirna untuk menjenguk sekaligus membawanya belanja keperluan dapur ke pasar. Saya paling hanya listrik dan paling sebulan sekali menjenguknya. Semua ini kami lakukan hitung-hitung balas budi, karena sewaktu suaminya masih ada dan kondisi kehidupan kami belum mapan kami banyak dibantunya.

 Saat itu istriku yang sedang sakit dan tak enak badan padahal dengan rutinitasnya yang seperti biasa menjenguk Bunda Mirna untuk keperluan mingguan nya / kebutuhan dapur sementara aku yang gantikan dulu. Namun saat aku gantikan untuk beberapa hari ada yang aneh dan fantastis.


- Ibu Mertua Hot |Aku sudah biasa dan tak risih lagi sama Bunda Mirna, karena sudah biasa bertemu dan bahkan sudah ku anggap kayak Ibu ku sendiri. Kami juga sering tidur bertiga, Aku, Istriku dan Bunda Mirna, bahkan pernah suatu siang kami, Aku dan Bunda Mirna tidur berdua dikamar, jadi tak ada hal yang anehdan biasa saja. Namun kali ini kejadiannya tak terencana dan sangat mengagetkan.setelah pulang kerja sore hari kisaran jam 5.30 sore.

 Aku langsung menuju kerumah Bunda Mirna, untuk menggantikan istriku menemani Bunda Mirna belanja keperluan dapur seperti biasanya . Setelah sampai di rumah Bunda Mirna, aku langsung menempatkan mobil ku di depan garasi rumahnya.

" Halooo Bun……!" Sapa ku.


- Sambil menghampiri Bunda Mirna yang sedang tiduran di sofa sambil menonton TV, lalu mulai kucium kedua pipinya. Kebiasaan di keluarga kami kalau bertemu dalam satu keluarga.

" Dengan siapa kamu Ton …?" Tanya Bunda Mirna.
" Ya dengan Mobil Bun …..!" Jawab ku.

:: Kemudian aku mengarah ke dapur untuk mengambil segelas air dingin.

" Jangan bercanda …., Bunda Tanya kok…..!! "
" Tono tak bercanda Buuuuun …., "
" Tono jawab benaran "

 Dan sekarang aku duduk di bangku tamu bersama Bunda dan di sofanya, sambil

ikutan menonton TV.

" Maksud Bunda, Livani tak ikut ?" Tanya Bunda Mirna.

- Livani adalah Istri ku.

" Livani lagi tak enak badan Bun, makanya Tono yang kesini" Jawab ku. Sambil mengalihkan pandangan dari acara TV kearah Bunda Mirna, tetapi malah pandanganku mengarah ke pangkal pahanya yang sedang dilipat dan saling bertindihan.Kusadari Bunda Mirna tak sadar kalau dasternya tterbuka sedikit atau dia jangan jangan sudah tahu tapi karena hal ini sudah biasa maka tak ada masalah bagi kami.

:: Kali ini aku kok perasaanku sedikit aneh dan beda ya.


- Ibu Mertua Hot |Aku seperti merasa terangsang dengan pandangan itu . Aku sadar sehingga ku alihkan secepatnya pandanganku lagi kearah siaran TV. Aku mencoba mecuri pandang dengan melirik kearah paha tadi, hati semakin tak tenang. Pikiranku mulai tak melayang-layang. Kucoba membuang fikiran yang sudah mulai tak menentu arah.

" Bunnnn….. !" sapaan ku berhenti.

 Aku ingin mengobrol tapi pada saat aku menyap, bersamaan aku memalingkan pandangan ku lagi kearah wajah Bunda Mirna. Dan pandangan ku berhenti di bagian payudara Bunda Mirna yang terlihat montok karena belahan dastrernya pada bagian dada melorot kesamping, karena pada saat itu posisi tidur Bunda Mirna disofa miring.

" Ada apa Ton … " Tanya nya.


- Dengan jawaban itu mengagetkan ku, aku segera memalingkan pandanganku kewajahnya.

" Ayo Bun…, rapi-rapi, sudah hampir jam malam nich, nanti mall buruan tutup"
" Ton…, kok badan Bunda rasanya lemes, kurang bersemangat ".
" Kalau besok aja gimana ?"
" Kita belanja nya. . ."
" Lhaaa. . . … Bunda ….., ??"
" Padahal Tono udah sampai disini, lagi pula besok Tono ada kerja lembur??"
" Iya kalau Livani sudah enakkan dan bisa kesini Bun. . . "
" Ya udah kapan kapan aja " sambutnya lagi,
" Enggak ah Bun… sekarang aja?? " ntar kalo pending malah gak jadi lho , kayak yang dulu aja nih Bun. . ?".
" Kamu memang orangnya kaku Ton, , , kalau ada maunya tak bisa ditunda tunda deh. . "
" Ya sudah, Bunda ganti baju dulu yan Ton. . ? "
" Dan kalau nanti Bunda jadi sakit kamu yang repot Lho….?"

 Akhirnya dengan malas Bunda Mirna beranjak dari sofanya menuju kamar, aku pun melanjutkan menonton TV. Beberapa menit aku menunggu dengan tak sabar kemudian aku pun mengarah ke pintu kamar. Tiba tiba aku kaget melihat pandangan didalam kamar. Kulihat Bunda Mirna membelakangi pintu kamar dengan hanya menggunakan celana dalam tanpa BH, sayangnya posisinya juga membelakangi ku sehingga aku hanya bisa menikmati lekukan tubuhnya dari belakang, dan cukup indah masih seperti anak remaja, semuanya serba ketat dan semok. Aku tambah birahi saja dengan tubuh Bunda Mirna.


- Ibu Mertua Hot |Ku tamati setiap lekukan tunbuhya dari kepala sampai ujung kaki. Uraian rambut menambah pesonanya dan gairahku jadi meluap.

 Terlihat Bunda Mirna mengenakan Baju putih sedikit ketat, wah rupanya dia tak memakai BH, setelah itu dia pakai celana Jeans ketat juga yang panjangnya selutut, dan langsung berbalik kearah pintu kamar. Aku dengan cepat juga memalingkan muka ke arah TV seolah-olah tak tahu apa yang terjadi tadi di kamar Bunda Mirna.

" Ayo Ton …. Kita jalan ". sapa Bunda Mirna yang sudah keluar dari kamarnya, dan aku pun meraih remote TV untuk mematikan TV, sambil bangun dari sofa yang aku duduki.
" Kalau nanti Bunda sakit, kamu harus tanggung ya Ton !"


- Bunda Mirna membuka lagi pembicaraan setelah beberapa menit kami meninggalkan rumahnya dan Bunda Mirna sedang menikmati jalan sambil duduk disebelahku. Aku sambil memegang setir mobil menjawab dengan santai dan manja.

" Ya …. Iya dong Bun…., siapa lagi yang ngurus Bunda kalau bukan Tono."
" Bunda sambil rebahan ya Ton ?" pintanya sambil merebahkan sandaran jok mobil yang didudukinya.
" Boleh kan Ton ? " pintanya lagi sambil memegang tangan kiriku, tapi saat ini posisi Bunda Mirna sudah rebah dan terlentang, seolah-olah memerkan dadanya yang seksi dan menonjol mengesankan itu.

 Aku menoleh kesamping kearah Bunda Mirna sambil mengangguk, tapi lagi-lagi pandanganku terhenti di payudara Bunda Mirna, yang terlihat jelas dengan lekukannya dari balik bajunya yang sengaja kebelah pada bagian atasnya. Kuarahkan lagi pandanganku ke arah jalan raya agar tak terjadi apa-apa.Setibanya di Supermarket mobil aku parkirkan ditempatnya dan kami pun berjalan menuju kedalam supermarket sambil bergandengan. Bunda Mirna mengait tanganku untuk digandolinya, hal ini sudah biasa bagi kami, tapi kali ini darah ku berdesar-desar saat bergandengan tangan dengan Bunda Mirna. Bagaimana tak berdebar, yang dari tadi dalam otakku terbayang dengan lekukan payudaranya Bunda Mirna . Kini payudaranya tersenggol-senggol mengenai siku kiri ku se irama dengan gerakan langkah kami selama menuju kedalam Supermarket.


- Setibanya di dalam supermarket aku langsung mengambil troli disisi pintu masuk supermarket, dan kami pun bergandengan lagi menuju ke barisan etalase keperluan Dapur. Satu persatu barang keperluan dapur dipilih dan diambil oleh Bunda Mirna, dan aku memperhatikan lekukan tubuhnya Bunda Mirna yang masih mengencang yang bergerak terus kadang merunduk dan berdiri lagi sambil dia memeriksa barang.

" Ton, coba kamu lihat labelnya ini??"
" Apakah masih berlaku gak "?? pintanya.

 Ibu Mertua Hot |Sambil jongkok dan dan tanpa melihatku kebelakang dengan tangan memegang sebuah makanan kaleng memberikan kepada ku. Kemudian aku bergerak mendekati Bunda Mirna dan berdiri tepat disampingnya yang sedang jongkok, ku ambil makanan kaleng yang ada ditangannya dan ku perhatikan dengan seksama label masa berlaku yang dimaksud.

" Masih lama kok Bun……" Jawab ku.


- Ssambil mengembalikan makanan kaleng tadi kepada Bunda Mirna, yang saatini posisinya sedang membungkuk memperhatikan barang-barang yang lain.

 Aku melongoo melihat dua buah gunung yang menempel di dada Bunda Mirna. Sangat terlihat jelas karena posisinya yang membungkuk sehingga bajunya menggantung kebawah.Buah dada yang indah, masih mengencang, dan memiliki putting yang masih kencang dan agak mungil. Maklum karena Bunda Mirna belum pernah menyusui bayi dan bentuknya masih bagus. Tanpa keriput sedikitpun di sekitar putingnya, putih mulus dan terawat dengan baik. Ada sekitar sepuluh detik aku memperhatikannya, terhenti karena Bunda Mirna berdiri dan bergeser posisi. Kini aku pun tetap berada disampingnya, dengan maksud untuk mendapatkan kesempatan memandang seperti tadi, dan benar Bunda Mirna sebentar-bentar menunduk, dan kesempatan itu tak aku lewatkan dengan langsung mengincar pandangan payudaranya yang indah itu. Sudah lebih kurang setengah jam kami mengitari etalase demi etalase, tiba-tiba dari posisi jongkok Bunda Mirna meraih tangan kiriku yang sedang berada disebelahnya. Sambil menggandul ditanganku Bunda Mirna berdiri dan merapatkan badannya disisi badan ku langsung meletakkan wajahnya di bahu kiri ku sambil berbisik.

" Bunda pusing Ton. . ."
" Bunda udah enggak kuat lagi kayaknya" .


- Kemudian tangan kiri ku mengait pinggul Bunda Mirna setengah memeluk dan berkata,

" Ya.. sudah Bun.. "
" Kita pulang yuk. . .?"
" Kalau masih ada yang kurang belanjaannya bisa dibeli di warung dekat rumah aja. . "

 Tanpa menunggu jawaban Bunda Mirna, sambil tetap merangkulnya tangan kanan ku meraih kereta dorong belanja an dan berjalan menuju Kasir.


- Selesai membayar semua belanjaan aku pun meminta petugas kasir untuk membantu membawakan barang ke Mobil. Sementara itu aku berjalan didepan sambil merangkul Bunda Mirna. Yang kurasakan sekarang payudara Bunda Mirna menempel disamping dadaku, dan nafasnya yang wangi sangat terasa disisi pipi ku. Setibanya di Mobil aku pun membuka kan pintu dan membimbing Bunda

 Mirna masuk ke Mobil. Secara perlahan aku dudukan dan kurebahkan ke kursi yang berada disebelah supir, dan sambil kedua tangan ku menahan badan Bunda Mirna rebah, tersenggol lah kedua bakpao oleh tangan ku,

" Aduh… "
" Alangkah keras dan padat tuh buah dada".

 Di perjalanan pulang ku tanyakan apakah perlu diperiksa ke dokter, tapi Bunda Mirna mengatakan tak perlu, karena dia hanya merasa pusing biasa. Mungkin masuk angin dan aku pun menyetujui dan langsung mengarahkan mobil ke rumah Bunda Mirna. Kusempatkan memegang kening Bunda Mirna dengan tujuan memeriksa apakah badannya panas atau tak. Kupalingkan pandangan ku sekali sekali kearah Bunda Mirna yang tiduran disamping.

" Masih pusing Bun…..," Tanyaku.
" Sedikit ….. " jawabnya singkat.
" Ntar juga sembuh Ton …….".


- Pembicaraan kami terhenti dan diam beberapa saat.Mobil aku parkir didepan rumah, dan dengan bergegas aku turun terus menghampiri sisi pintu kiri mobil untuk membukakan pintu bagi Bunda Mirna, pintu pun ku buka, kulihat Bunda Mirna terasa berat mengangkat badannya dari Jok Mobil.

" Bantu Bunda dong Ton…., dasar tak bertanggung jawab " dengan manja.

 Akupun langsung merangkul pinggulnya turun dari Mobil dan langsung memapah kedalam rumah. Setibanya didepan pintu masuk Mpok Nirah pembantu Bunda Mirna membukakan pintu dan aku sambil membopong Bunda Mirna memerintahkan Mpok Nirah untuk menurunkan barang serta menguncil kembali mobilnya.

" Bunda mau tiduran di Sofa atau dikamar?" tanyaku.
" Dikamar aja Ton. . ."


- Kami pun menuju kamar, dan aku langsung membaringkan Bunda Mirna terlentang di tempat tidur. Bunda Mirna pun berbaring sambil memegang kepalanya.

" Tono balur minyak telon dulu ya.. perut Bunda, setelah itu Tono pijit-pijitin kepala Bunda" ucapku.

 Bunda Mirna diam saja, dan aku mengartikan dia setuju, akupun langsung beranjak mengambil minyak telon yang tersedia di tempat obat. Kuangkat sedikit baju bagian bawah Bunda Mirna sampai batas rusuk bawahnya, dan akupun membalurkan minyak telon tadi, dengan lembut aku lakukan.

" Bun … Kancing celana Bunda di lepas ya… biar lega bernafas "

:: Aku tahu dia pasti tak menjawab dan aku pun langsung melepas kancing celana nya.


- Selesai aku membalur bagian perutnya dan tanpa meminta ijin aku membalur bagian dada atasnya. Saat itu Bunda Mirna ku perhatikan sedang memejamkan matanya sambil kedua tangannya memegangi kepala. Dan aku duduk diatas tempat tidur disisi kanan Bunda Mirna. Sesuai janji ku, selesai membalur akupun mulai memijit kepala Bunda Mirna, perlahan ku tarik kedua tangannya kebawah, dan tanpa kusadari tangan kanannya jatuh diatas pangkal paha ku hampir mengenai kontolku.

 Perlahan aku pijit dengan lembut kepalanya, dia pun menikmatinya, tiba-tiba aku teringat pemandangan yang indah sewaktu di supermarket tadi, dua bejolan bakpao yang menggairahkan, seketika itu juga pandangan ku berpindah ke arah dada Bunda Mirna. Dan sial yang terlihat hanya bagian atasnya, bajunya hanya terkuak sedikit pada saat aku membalurkan minyak telon pada bagian dada tadi.

" Ton…. Jangan pulang dulu ya…, temani Bunda sampai enakan".


- Aku terkejut dengan suara tadi dan akupun memalingkan muka ku kearah wajah Bunda Mirna, sambil mengangguk.

 Pijitan ku terus pada kepala Bunda Mirna, dan dia pun kembali memejamkan matanya. Terasa capek karena posisi ku memijit agak membungkuk, aku pun pindah duduk di lantai karpet. Sekarang posisi memijit ku sambil duduk dilantai dengan kepala aku tidurkan ditempat tidur, pas berada disamping payudara Bunda Mirna. Karena mungkin terlalu capek, akupun tertidur pulas, ada mungkin 15 menit, dan aku terbangun karena tekanan buah dada sebelah Kanan Bunda Mirna pada ubun-ubun kepala ku.


- Kuangkat kepala ku, ku dapatkan Bunda Mirna sedang tidur miring kekanan menghadap ku, dan tanpa kusadari sekarang pipi ku menempel langsung pada bagian atas buah dada kanan Bunda Mirna. Aku tak berani bergerak, ku diamkan saja pipi ku menempel, tapi kontol ku mulai mengeras. Ada lebih kurang satu menit aku terdiam pada posisi ini, dan tiba-tiba Bunda Mirna memindahkan tangan kirinya yang dari tadi di atas paha nya ke bahu ku tepat dibawah leher, seolah-olah memeluk ku. Gerakan Bunda Mirna tadi menyebakan bajunya yang terkuak nyangkut di dagu ku dan tertarik kebawah, sehingga makin terbuka lebar buah dada yang terbuka, dan kepala ku juga ikut terdorong kebawah dengan posisi tidur Bunda Mirna masih miring dan sangat menyenangkan karena puting susu kanan yang kecil mungil tadi berada dekat di ujung bibir ku.

 Ibu Mertua Hot |Aku heran dan gemeter, apakah ini sengaja dilakukan oleh Bunda Mirna, dan apakah dia benar-benar tidur sehingga tak mengetahui keadaan ini. Sementara pikiran kotorku bertanya-tanya tanpa kusadari lidah ku sudah mulai menjilati pinggiran puting yang kecil mungil dan halus itu. Terus aku jilati sepuas ku dan perlahan aku geser kepala ku sedikit agar lebih dekat dan dapat mengisap serta mengulumnya. Kini akuh isap puting yang menggairahkan itu.


- Bunda Mirna masih memejamkan matanya, entah tidur atau gak. Tapi aku sudah tak peduli lagi dan perlahan aku buka baju atasnya, agar aku bisa lebih leluasa menjilati buah dada yang indah ini. Tiba-tiba ada gerakan pada kaki Bunda Mirna, dan dengan segera aku lepas kuluman bibir ku di puting Bunda Mirna dan aku ber pura-pura tidur. Waaaah bener Bunda Mirna menggerakkan badannya dan berpindah posisi miring membelakangi ku.

 Untuk beberapa saat aku terdiam sambil memperhatikan punggung Bunda Mirna, namun otakku terus merayap mencari akal agar aku dapat menikmati buah dada yang montok tadi, maklum nafsu ku sudah mulai tak bisa di cegah, untuk pulang kerumah menyalurkannya perlu waktu lagi. Sementara disini aku sudah dapat kesempatan, apalagi aku tahu Bunda Mirna sudah bertahun-tahun tak pernah di sentuh pusaka mematikan. Pasti memek nya sudah mulai rapat dan ketat lagi.Akhirnya aku putuskan untuk memberanikan diri naik ketempat tidur dan berbaring disebelah Bunda Mirna dengan posisi miring menghadap punggung Bunda Mirna.

- Untuk beberapa saat aku berfikir di mulainya dari mana??
Aku bingung??
Tapi akhirnya aku putuskan untuk memeluk Bunda Mirna dari belakang dengan melingkarkan tangan kanan ku ketengah dadanya. Perlahan ku tempelkan telapak tangan ku bagian atas buah dada kiri Bunda Mirna,.

" Waaaah…."!!!!! benjolannya masih keras, pelan ku gerakkan tangan ku turun ke bagian tengah buah dadanya Dan sekarang posisi tangan ku sedang mempermainkanputting buah dada Bunda Mirna sambil meremasnya.


- Ku rasakan badan Bunda Mirna bergerak dan akupun berhenti dalam permainan ku sejenak dalam posisi masih memeluk Bunda Mirna dan tangan ku masih berada diatas bakpao kenyal Bunda Mirna. Bersamaan akan aku mulai lagi permainan ku tadi, karena aku anggap Bunda Mirna sudah pulas lagi, ku dengar suara serak dan parau dari sebelah ku.

" Ton. . . dari tadi Bunda tahu kalau Tono netek"
" Dan sekarang pegangi susu Bunda " suara ini datangnya dari Bunda Mirna.
Aku sangat terkejut dan sekujur tubuh ku takut dan bersalah.
" Bunn ….."

 Belum selesai aku berbicara tiba–tiba tangan ku yang berada diatas buah dada Bunda Mirna dipegangnya dan ia berkata :

" Ayo Ton. . "
" Tak apa-apa Ton……., kalau kamu masih belum puas teruskan aja, asal kamu bisa memberi kesenangan pada Bunda "


- Tanpa menunggu aba-aba lagi dari Bunda Mirna, aku segera menarik badan Bunda Mirna sehingga pada posisi telentang. Dan karena bajunya sudah terbuka setengah maka terkuak lah bakpao yang aku remas -remas tadi.

" Tono akan memberikan kepuasan yang telah lama hilang dari Bunda malam ini ".

 Selesai berkata demikian, aku langsung menerkam dan melumat bibir mungil yang dihadapan ku.


- Permainan bibir berjalan sangat panjang, kami saling bertukar menghisap bibir atas dan bawah, saling mempermainkan lidah, bagaikan dua orang yang sudah lama tak berciuman. Permainan bibir dan ciuman ku hentikan dan aku berkata lembut sambil memandangi mata Bunda Mirna yang sudah mulai sayu.

" Bunda sudah puas ciuman kan ……..??" dia tersenyum dan mengangguk.
" Sekarang Bunda nikmati saja ya…….,??"
" Bunda diam dan nikmatilah "
" Tono akan memberikan kesenangan yang Bunda inginkan !!"

 Perlahan aku pelorotkan badan ku yang ada diatas Bunda Mirna turun kebawah, sehingga muka ku persis diatas dada Bunda Mirna. Ku ciumi lembut leher kirinya dan perlahan berputar ke leher sebelah kanan, setelah puas dengan ciuman di leher, ciuman aku pindahkan kebagian payudara Bunda Mirna. Pertama aku ciumi dan aku jilati gundukan kedua bakpao, dan bergeser kebagian tengah, kini aku kitari keliling gundukan bakpao yang kanan dan sekarang yang kiri. Perlahan ku rambatkan juluran lidah ku keatas puting susu kiri Bunda Mirna dan ku hisap sedikit-sedikit sambil menggigit halus.


- Ku raskan kedua tangan Bunda Mirna mulai mendekap badan ku, dan kurasakan juga Bunda Mirna mulai menggerak-gerakkan pinggulnya yang ku tahu dia sedang mencari ganjalan agar menekan tepat dibibir memek nya. Aku pindahkan lagi kuluman dan permainan bibir ku ke puting susu Bunda Mirna yang sebelah kanan, Bunda Mirna makin bergerak agak cepat, dia mulai terangsang penuh.

" Enak Bun….., ???"
" Bunda Senang .??….." sambung ku lagi.
" Ton …. Bunda senang"
" Bunda Puas….., "
" Kamu pinter, "
" Kamu lembut …….anak manis," …… Bunda sudah lama sekali tak merasakan ini,
" Bunda ….mau kalau setiap ketemu Kamu cium dan netek ama Bunda………"
" Ton ……, lagi nak ……., jangan terlalu lama ngobrolnya, teruskan aja apa yang kamu mau lakukan"
" Bunda pasti senang".
" Cium lagi Ton ….., "
" Mimik lagi anak manja …..’"

 Ibu Mertua Hot |Aku pun meneruskan permainan lidah ku di kedua susu yang mental mentul dan keras itu. Perlahan ciuman dan jilatan ku turun ke bawah sambil aku melorotkan lagi badan ku dan kini kaki ku sudah menyentuh lantai. Ku ciumi perlahan perut Bunda Mirna terus kebawah sambil membuka celana Bunda Mirna. Sekarang posisi ciuman ku sudah berada dibagian bawah pusar Bunda Mirna, kira-kira satu jari lagi diatas klitoris Bunda Mirna. Badannya mulai bergerak tak karuan, pinggulnya naik turun se akan ingin segera ujung lidah ku menyentuh belahan yang sudah mulai membasah ini, se sekali kudengar suara desis dari bibir mungil Bunda Mirna dan nafas yang sudah mulai tak menentu.

" Aarrrrghhhkk…. Hiiiik ……."
" Ehhhh, yaa…hhhh Ton……"


- Perlahan segera ku tarik dan lepaskan celana jeans dan sekaligus celana dalam Bunda Mirna, badan dan kakinya ikut dilenturkan agar mudah aku melepaskan celana yang menutupi memeknya. Sekarang celananya sudah terlepas tak ada lagi yang menutupi kulit mulus Bunda Mirna dari pusar kebawah, sementara baju yang dipakainya sudah ku buka semua dan telah terbuka lebar.

 Aku terdiam sejenak dan memandangi tubuh mulus Bunda Mirna yang sedang telentang pasrah sambil memejamkan matanya. Ku pandangi dari kedua buah dadanya sampai ke tengah selangkangan nya yang menjepit memek yang ditumbuhi bulu halus. Berulang kali aku pandangi, akhirnya aku terkejut oleh suara Bunda Mirna.

" Anak manja …….., "
" Apa sudah selesai kamu puaskan Bunda???"
" Bunda cukup kamu pandangi saja seperti itu??"
" Tentu tidak Bunda sayang ……??"
" Bunda akan mendapatkan kepuasan yang belum pernah Bunda dapatkan sebelumnya…dari Tono pokok nya "
" Aku tak akan menyia-nyiakan pemandangan yang langka ini, jadi Tono puas-puaskan dulu memandangi Bunda…."
" Cepetan lah Ton…."
" Bunda sudah tak sabar lagi merasakan kenikmatan yang kamu janjikan….., "
" Kamu bisa memandang Bunda kapan saja dan dimana saja nanti "
" Bunda pasti kasih asalkan kamu puasin Bunda dulu sekarang "


- Ibu Mertua Hot |Tanpa menjawab apa-apa lagi aku pun berlutut diujung kakinya di tengah kedua kakinya. Perlahan aku elus elus dengan tangan ku, kedua kaki Bunda Mirna mulai dari bawah betisnya sampai kepangkal pahanya naik turun sambil kedua ujung jari ku menyentuh sekali-sekali bibir memeknnya.

 Rangsangan mulai dirasakan Bunda Mirna, kaki dan pinggulnya sontak bergerak dan kejang-kejang. Melihat hal itu aku langsung membungkuk dan menjilati bibir Memek Bunda Mirna.


- Tercium aroma khas memek yang terawat dan basah….., dan aku yakin, memek ini sudah bertahun-tahun tak disentuh benda keras. Kelihatan rapat dan tak berkerut, satu kenikmatan besar aku dapatkan. Permainan lidah ku berlangsung tambah lincah dan sambil menggigit dan menghisap bagian klitoris yang terangsang itu.

" Ton…. Enak sekali Ton, , , …….,"
" Kamu benar ……"
" Bunda belum pernah merasakan jilatan seperti ini …… "
" Sungguh beb …., ahhhkkk Tonoooo….."
" Aahhhh ehhhhhhhlk kkk….."

 sambil bergumam Bunda Mirna menarik rambut ku dengan kedua tangannya agar aku merapatkan dan menekan bibir ku kuat ke Memeknnya.

" Jangan berhenti Tono ….. ,"
" Terus Tonoooo. . "
" Bunda puas…., "
" Bunda ahhkk…. Mhhhhhhh….., "
" Bunda menikmatinya Ton ……. "
" Uhhh….. Ahhhh….."
" Kamu apain Ton……, "
" Ampuuun deh. . . Anakku….., Ampun … "
" Bunda ……..ahkkkkk ahhhhhhh " ucapku.
" Enak Ton……," ucapnya.


- Ibu Mertua Hot |Aku tak perdulikan ocehannya, terus aku jilati memeknya yang semakin basah, kutahan pinggulnya dengan kedua belah tangan ku agar tak menggangu permainan ku dengan rontakan nya.

 Dengan cepat kedua tangan Bunda Mirna meraih ikat pinggang dan kancing celana ku, dan membuka resliting celnaa ku. Kurasakan darah ku mengalir cepat dan kontolku tambah berdiri saja pada saat tangan kanan Bunda Mirna menelusup masuk kedalam celanaku dan mengelus batang kemaluan ku.


- Ku diamkan saja apa Maunya. Bunda Mirna terus mengelus dan meremas remas kontol ku. Dengan tak sabar di pelorotinya celana ku, dan karena posisi berdiri dengan lutut diatas tempat tidur dihadapan Bunda Mirna, sehingga gerakan tanganya melorotkan celanaku dan celana dalam ku berhenti di lutut ku, tapi itu semua sudah cukup untuk membuat kontol ku tak tertutup lagi,

" Ton….. besar sekali kontolmu " berkata sambil mengelus-ngelus batang dan buah zakar ku.
" Ton apa tak sakit Ton ….,???"
" Bunda kan sudah lama tak dimasuki ……"
" Gak papa Bun….., ??"
" Nanti Tono akan pelan – pelan dan Bunda akan merasakan nikmatnya .."
Dan
" Aahhhhhk….., " tersentak nafasku, Bunda Mirna sudah mengulunm ujung batang kontol ku, dihisapnya dan sambil memaju dan memundurkan kepalanya aku rasakan setengah batang kontol ku sudah masuk kerongga mulut Bunda Mirna. Aku biarkan dia menikmatinya sambil membuka baju ku, setelah itu, aku membuka baju Bunda Mirna yang sudah terbuka.

 Sambil Bunda Mirna menikmati Batang kontol ku, kedua tanganku juga meremas-remas buah dadanya dan sekali mengelus punggungnya dan yang lainnya. Pokoknya hampir seluruh badannya aku elus. Ciuman Bunda Mirna di batang kontol ku berhenti dan kedua tangan ku diraihnya lulu ditariknya sambil Bunda Mirna merebahkan kembali badan nya. Maka badan ku pun tertarik merebah menimpa diatas badannya.

" Bunda sudah tak sabar lagi ke pengen ngrasain kontol milik anak Bunda yang besar itu.."
" Ayo ….Tono …buruan . .. .! "
" Iya … BUNDA …. " Sambut ku sambil mencaplok bibir basah Bunda Mirna.


- Kemudian pinggul aku gerak-gerakan untuk mengarahkan torpedo ku masuk ke bibir Memek Bunda Mirna yang sudah sempit lagi itu. Kurasakan kepala kontol ku sudah menempel di Memeknya, dan aku rasakan Bunda Mirna mengangkat pinggulnya untuk menekan rapat kebatang kontolku. Kuangkat pantat ku dan pelan kuarahkan ujung batang kontol ku tepat di tengah lubang yang basah ini, kutekan pelan-pelan dan,

" Aarrrhkkkk……." tersentak badan Bunda Mirna.
" Sakit gak Bun ……??", Tanya ku.

:: Bunda Mirna tak menjawab dia hanya mendesih….

"  Ehhhhhhh. …."
" Hmmm. .. . "

 Aku terus menekan sedikit demi sedikit, masuk sudah setengah kepala batang kontol ku…..


- Lalu Kutekan terus dan sekarang seluruh kepala kemaluan ku sudah masuk di lubang nikmat nya……

 Terus kutekan per lahan dan pelan lalu masuk lah setengah Batang kontol ku , tapi Bunda Mirna berteriak…..!!!!

" Aduhhhhhh … ahhkkk…"Aku hentikan gerakan menekan ku Lalu aku bertanya :
" Sakit ya Bun……,??"


- Dia mengangguk tapi kedua tangannya memegang pinggul ku, seakan tak membolehkan aku mencabut batang kontolku dari memek nya.

Aku berfikir, baru setengah sudah sakit dan terasa terjepit. Memang Batang kontolku cukup besar sementara Bunda Mirna yang memeknya sempit, aku jadi penasaran dan ingin merasakan nikmatnya kalau seluruh batang ku masuk. Secara perlahan ku gerakan lagi pantat ku menekan kedalam, lembut sekali dan sangat perlahan.

" Ehh… ahhh…, Ton…. "
" Ahhhhh…. Iya ehhhh "
" Aahh …. Ton…..," itu lah suara yang keluar dari mulut Bunda Mirna seiring gerakan ku naik turun yang menyebabkan kontol ku keluar masuk.

 Sedikit -sedikit gerakan menekan kedalam aku tambah sehingga batang ku yang masuk semakin dalam. Aku rasakan di ujung batang kontol ku seperti ada yang hisap-hisap, alangkah nikmatnya. Aku hampir tak tahan dan semua batang ku sudah nancep ke dalam.


- Karena terasa hangat dan nikmat dengan lembut aku rapatkan selangkangan ku sambil kedua tangan ku menguak dan mengangkat kedua kaki Bunda Mirna. Ku tekan rapat-rapat dan ku gerakkan pinggul ku dengan pahaku menempel rapat dan semua batang kontol ku telah masuk.

" Ton ….. nikmat sekali Ton. . . .??"
" Sudah lama sekali Bunda tak rasain kayak gini??"
" Kamu mahir bangett main seks nya … Nak… ??"
" Bunda … bisa ketagihan nih Ton…." ?

 Ibu Mertua Hot |Aku terus memutar pinggul ku dan menciumi lehernya sambil merapatkan badan ku.

" Bunda bisa minta kapan saja ….., "
" Ya Tonnn. . . "
" Punya Bunda masih enak, rapat dan menghisap …."
" Tono menikmatinya Bun….."
" Arrrhhhkk Ton …., goyang ahhhhh, goyangnya lebih cepat sayang ….., Bunda kayaknya mau muncrat. . . !!"
" ARahhkkkk Ton ,,,, "
" Ya…. Uhhhh ……"
" Hmmmm .. Ton……"


- Aku hentikan sejenak goyangan ku dan ku perbaiki posisi ku dengan sedikit menarik dengkul ku agak menekuk agar pada saat dapat nanti aku bisa leluasa mengankat dan menekan pantat ku dengan leluasa.

" Jangan berhenti sayang ….."
" Tenang sa ja Bun…. Kita barenan, …"

 Pada saat dapat nanti Tono akan keluar masuk kan punya Tono biar Bunda lebih nikmat lagi….

" Kalau mau keluar Bunda bilang Ya….." ???


- Aku sudah mulai menggoyang pinggul ku dengan merapatkan panggkal paha ku.

" Bun…. Sekarang nikmati "!!

:: Ku goyangkan terus berputar pinggul ku makin lama makin cepat.

" Ton …. Ahhhh, terus Ton…., Terus Sayang,….. auuu… ahh…., ya…. Ton….Ya yesss……"
" Uh ……ahhhh, eeeenak,,,, sekali anak ku….., kamu…. Ahhhhh, goyang … tekan,,,,,,"


- Semakin mengejang seluruh badan Bunda Mirna dan goyangan ku semakin cepat berputar.

" Ton… ahhhh, Ton …. Tonnnnn , "
" Bun ….. ahhhh, ahhhh .., "
" Tonooo …….udah……., Bunda mau ….., Bunda keluar anakku….."

 Mendengar perkataan itu aku pun mempercepat goyang ku.

" Ton…. Enak Ton,,,,,,,… terus Tooon…"


- Aku tekan dan aku goyangkan terus, sambil aku menahan agar aku tak keluar.
Sengaja aku lakukan agar Bunda Mirna puas dulu baru aku keluar.

" Bunda sangat puas Ton,,,,,…. Terus Ton,,,,,,,. Ahhhhh"
" Aahh huhhhh…. Kamu mau muncrat juga ya sayang …."

 Aku hentikan goyangan ku dan dengan segera aku ganti dengan gerakan naik turun.

" Au …. Ahh… Ton ,,,,, , "
" Ya…. Ton… yang kayak gini, makin nikmat Sayang….."
" Puas…. Puas…. Aduhh… enak sekali…. Ahhhhhh, yamiiiiii,,,"
" Yahhhhhhh terus Ton……."


- Gerakan naik turun ku semakin cepat dan batang kontol ku terasa semakin keras dan nafas ku semakin tak teratur.

" AAahhhh, Mahhhh….., ya….. Bunda Sayangg ……, enak sekali mhhhhh…., Punya Bunda kering ……, Auuu "
" Aduhhhh. .. "
" Ahhhhh, Bun …. Tono mau muncrat nih Bun. . …."
" Muncratkan saja Sayang "
" Semburiin aja….,"
" Semburkan semua !!! "
" Bunda sudah puas sekali…."
" Ayo …. Ayo Anak Manja……"

 Ibu Mertua Hot |Segera ku percepat gerakan ku sehingga bunyi yang terdengar semakin berdecak,

" Plokkkk…."
" Cepluuuukkk. . . .pluukk. . . plokkk. . . ."


- Agak kutegakkan badan ku mengambil posisi siap untuk menembakkan cairan pejuh dari Batang ku.

" Tono dapat Bun …., Keluar ahhhhhh Bun,,,,,,,".
" Ton…. Bunda juga rasakan sayang….,!!!"
" OUUccchh. . . . …. !!! “
" Keras sekali sayang,,,,,,,, terus Ton. …"
" Terusss. . . "
" Puaskan Bunda…Ton. . .!!."

 Semburan pejuhku terasa lumayan banyak sekali dan berulang ulang ngecrit. Tak tahu berapa kali, dan gerakkan ku makin memelan dan akhirnya tubuh ku lemas menimpa tubuh semok bahenol Bunda Mirna. Aku masih terkapar diatas Bunda Mirna sementara batang kontolku belum ku cabut dan masih ku rasakan remasan dan denyutan  dari liang memek Bunda Mirna.


- Lalu perlahan aku jatuh kesamping kanan baguan tubuh Bunda Mirna yang sedang terbaring lemas juga, aku masih memejamkan mata dan sambil menikmati permainan yang baru saja selesai. Bunda Mirna memiringkan badannya menghadapku dan tangan kirinya melingkari dada ku, dan menciumi pipi ku dengan lembut.

" Bunda puas sekali Ton…"
" Terima kasih Ton……," Bunda Mirna terus menciumi pipi ku dan aku melirik sambil tersenyum. Kulihat dia sedang menyibak selangkangannya dengan tissue basah yang ada di meja samping tempat tidur, dan setelah selesai Bunda

Mirna bangkit duduk mengelap batang kontol ku!!!*****TAMAT


- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...