Jumat, 13 Januari 2017

Perawan Yang Bohai

 Poker Online Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Perawan Yang Bohai - Malam itu aqu menginap di rumah Mbak Kristin, karena saking ngantuknya aqu tertidur di atas sofa. Sekitar jam 4 pagi aqu terbangun, aqu masih dalem keadaan telanjang bulat tapi tertutup selimut, tapi Mbak Kristin sudah tak ada di sofa ah mungkin, dia pindah ke kamarnya dan tidur bareng
anaknya...

CERITA DEWASA - Perawan Yang Bohai | Baiklah, ceritaku begini. Aqu berdiri dan mencari celanaqu karena suasana gelap aqu menghidupkan lampu. Saat lampu
menyala ada suara seorang perempuan menjerit, ternyata seorang perempuan masih remaja umurnya sekitar 15 tahun, dia kaget mungkin karena melihatku telanjang bulat, aqu menutup mulutku dgn jariku, maksudnya menyuruhnya diam.
Kudekati dia, kujelaskan bahwa aqu temannya Mbak Kristin, semalam aqu menginap disini, diapun memahami dan memberitahuku bahwa dia spontan kaget karena belum pernah melihat lelaki dewasa telanjang, katanya dia adalah pembantunya Mbak Kristin, namanya Syifa. Syifa tak sekolah semenjak lulus SMP, dia ikut Mbak Kristin baru sekitar 3 bulan. Aqu Tanya dia kenapa kaget melihat
aqu telanjang memangnya belum pernah punya kekasih. Dia mengaqu sudah punya kekasih tapi belum pernah melihatnya telanjang.
 Kutanya lagi, terus kalau kekasihan ngapain, jawabnya jujur katanya pernah ciuman dan diraba-raba susunya oleh kekasihnya, tapi belum pernah sampai telanjang bulat. Ah berarti masih perawan? Dia menganggukkan kepala dgn malu-malu. Kuperhatikan matanya sedikit melirik ke arah kemaluanku tapi masih malu-malu. Aqu pura-pura tak tahu dan cuek saja serta sengaja tak segera
mengenakan celanaqu. Aqu masih telanjang bulat dan memintanya untuk mengambilkan celanaqu, aqu duduk di ruang makan yg hanya berbatas sebuah bifet dari ruang tamu.

- Dia membawakan pakaianku dan perlahan aqu ambil celana dalemku aqu sengaja memakainya di depan Syifa. Dia melewatiku menuju ke dapur sambil melirik ke arah kemaluanku lagi. Dia tak melihat di depannya ada baju dan celanaqu, dia tersandung gesperku dan tertanting ingin jatuh, aqu langsung menangkap tangannya, dan menarik badannya hingga aqu sendiri hampir saja ikut jatuh.
Dgn kondisi itu tak sengaja kami sedikit berpelukan, wajahnya dan wajahku dekat sekali, aqu ingin menciumnya tapi masih taqut.
 Kulepaskan pelan badannya dia menyempurnakan berdirinya aqu juga, tapi tak sengaja tangannya menyentuh kemaluanku, dia minta maaf, aqu tersenyum dan malah menyuruhnya menyentuh lagi, dia tersipu malu, aqu mengambil tangannya dan kuarahkan ke kemaluanku, ayolah Syifa, ga papa, ga usah malu, katanya kamu belum pernah lihat kemaluan kan? Sekarang kamu boleh pegang sepuasnya, dia malu dan menutup matanya dgn tangan kirinya, sementara tangan kanannya dgn malu memegang kemaluanku.

- Aqupun merasa nikmat disentuh oleh tangan seorang ABG, kuarahkan tangannya maju mundur mengurut kemaluanku, kuajari dia cara mengocok kemaluanku. Dia kemudian terus mengurut-urut kemaluanku perlahan tapi malu untuk melihatnya, tapi biarlah yg penting aqu merasakan nikmatnya diurut sama tangan yg masih halus, meski pembantu tapi dia lumayan cantik, mungkin kalau dia anak orang kaya dan terawat rajin ke salon, wajahnya tak kalah cantik dibanding
asmirandah. Kulitnya kuning langsat, bersih, dadanya besar untuk ukuran anak remaja, bokonngnya juga seksi dan montok. Kulihat dia sepertinya menikmati untuk terus mengurut-urut penisku, sekarang dia mulai tak malu melihat kemaluanku, tangan kiri yg tadinya buat menutup matanya, kini kutarik ke leherku.
 Sehingga kamipun semakin berdekatan, kutarik pinggulnya kudekatkan badannya ke badanku, dadanya menyentuh dadaqu, jantungnya berdebar, dia sepertinya agak taqut. Kubisikkan ke telinganya, ke kamarmu yuk, ga enak kalau disini entar Mbak Kristin bangun, entar aqu ajarin yg lebih enak. Tanpa banyak protes, dia berjalan menuju kamarnya aqu mengikutinya dari belakang, kuperhatikan bokongnya yg begitu sintal, pahanya yg begitu mulus nampak terlihat karena dia
mengenakan baju tidur terusan dan panjang roknya di atas lutut. Warnanya juga transaparan dan tipis sehingga tali BHnya dan juga celana dalemnya samar-samar terlihat.

- Sesampai di kamarnya kututup pintu dan aqu kunci dari dalem. Aqu menyandarkan badanku di depan pintu kutarik badannya dan kembali kuambil tangannya untuk terus mengocok-ngocok kemaluanku, kini badannya bersandar di badanku, sambil terus mengocok kemaluanku, tapi gerakan mengocoknya masih sangat pelan dan lembut, mungkin karena baru pertama tapi aqu malah menikmatinya.
 Tolong diemut dong kemaluanku, dia menggelengkan kepala, kupegang kepalanya dan kududukkan di depanku, kuarahkan kemaluanku ke mulutnya, kutekan pipinya agar mulutnya terbuka dan perlahan kumasukkan kemaluanku ke dalem mulutnya, dia masih terlihat risih dan malu, tapi beberapa saat kemaluanku sempat masuk juga dalem mulutnya meski sebentar, tapi aqu gak mau memaksa karena ini pengalaman pertama baginya. Kutarik badannya dan kupeluk erat, kemudian perlahan kucium bibirnya, dia cantik juga meski pembantu aqu tak risih mencium bibirnya, karena
menurutku Syifa cantik juga dan aqu beruntung seandainya Syifa mau aqu entot, soalnya dia masih perawan.

- Kupeluk badannya erat, dan kuciumi bibirnya sementara tanganku mulai aktif menggerayg ke bokonngnya, dari belakang kuangkat dasternya, sehingga aqu menemukan lipatan celana dalemnya, kuselipkan tanganku dan kuremas-remas bokonngnya, tangannya menahan tanganku, tapi aqu cuek saja sambil terus meremas-remas bokonngnya, perlahan kuturunkan celana dalemnya sambil terus
kuremas dan kutarik bokonngnya ke depan, sehingga kemaluanku sekarang bersentuhan dgn kemaluannya, tangannya berhenti mengocok kemaluanku kemudian memegang pinggulku, kutarik tangannya ke atas leherku agar tak mengganggu kemaluanku yg sedang menyentuhnya kemaluannya yg mulai terasa hangat, kuangkat badannya dgn sedikit kugendong, sehingga kemaluanku tepat berada di depan lubang kemaluannya, kugesek-gesekkan kemaluanku ke kemaluannya, kudorong dia hingga sebelah tempat tidur, dan kurebahkan dia di atas kasur sekalian aqu menindihnya, kugesek-gesekkan semakin cepat kemaluanku, dia terpejam, kunaikkan dasternya ke atas hingga terbuka kedua belah dadanya, kulepas BHnya, dan kulum-kulum putingnya, Syifa diam dan terus memejamkan matanya.
 Aqu tak menyia-nyiakan kesempatan itu, taqut terlalu lama pemanasan malah nanti Syifa sadar dan berhenti melayani nafsu bejatku, aqu langsung membuka pahanya lebar-lebar, kulihat kemaluannya yg mungil terlihat hanya seperti daging dgn garis tipis di bagian tengah, tak ada rambut sama sekali,
itilnya juga belum nampak keluar, kuarahkan kemaluanku ke pintu kemaluannya, kugesek-gesek dgn bantuan tanganku sambil mencari lubang senggamanya, setelah ketemu kudorong kemaluanku masuk ke dalem, tapi susah kutarik lagi dan kudorong pelan lagi, kini kepala kemaluanku sudah mulai masuk ke kemaluan Syifa, kukeluarkan pelan dan coba kudorong lebih ke dalem lagi, Syifa memelukku
erat dan minta kepadaqu untuk pelan-pelan, sakit katanya.

- Kukeluarkan lagi perlahan dan coba kumasukkan lagi, tapi memang kemaluannya kecil dan sempit, tapi kemaluanku sudah merasakan sedikit kehangatan, kugoygkan bokonngkan naik kemudian turun sehingga kemaluanku sudah agak lebih ke dalem lagi, sepertinya kemaluanku menyentuh sesuatu, mungkin ini selaput dara, aqu semakin hati-hati menggoygkan bokonngku, kasihan kalau Syifa
kesakitan, kemudian aqu mengeluarkan kemaluanku.
 Aqu ambil bantal di samping Syifa kuletakkan di bawah bokonng Syifa, dgn posisi seperti ini perut dan kemaluan Syifa terangkat naik, ini akan membantuku memasukkan penisku jauh lebih dalem di dinding kemaluan Syifa, kembali kuarahkan batang penisku ke kemaluan Syifa, kumasukkan setengah dan menyentuh lagi selaput dara yg tadi belum berhasil kutembus, kudorong lebih dalem
dgn hati-hati, badan Syifa menegang kedua tangannya menggenggam erat ujung bantal, matanya terpejam seperti menahan sakit.
 Ku beri tenaga sedikit dibantu dorongan bokonngku, dan slep… aqu berhasil menembus selaput dara Syifa, dan kemaluanku merasakan sensasi dari kehangatan yg luar biasa, aqu berhasil menembus benteng pertahanan dari dinding kemaluan Syifa. ah… benar-benar nikmat, aqu kemudian mengocok-ngocok kemaluanku keluar masuk kemaluan Syifa, dinding kemaluan yg begitu sempit membuat kemaluanku mendapatkan kenikmatan yg begitu hebat, kulihat Syifa mengeluarkan air
mata, mungkin karena tadi merasakan sakit, tapi sekarang dia mulai ikut sedikit menggoygkan bokonngnya, oh dia sudah menikmati permainanku. Tiba-tiba ohhhh….

- Ternyata kemaluan perawan ini membuat benteng pertahananku tak terbendung, hanya beberapa menit berada di dalem kemaluan Syifa spermaqu sudah mau keluar, secepatnya kutarik kemaluanku dan kugesek-gesekkan di paha Syifa yg mulus, kugesek-gesek terus dan ohhhh spermaqu muncrat juga…

" Croootttt….. ohhhhh nikmat sekali," aqu puas sekali malam ini, aqu telah berhasil merenggut keperawanan Syifa, kemaluan nya nikmat sekali, ahhhh terima kasih Syifa.

- Aqu kembali mengenakan pakaianku, kulihat Syifa masih terdiam terkapar lemas tak berdaya, perlahan aqu keluar dari kamar, dan melanjutkan tidur lagi di atas sofa, taqut mbak Kristin besok pagi terbangun, kalau aqu masih di
kamar Syifa, wah apa kata dunia?
Kutarik selimutku dan kembali tidur, tapi aqu membaygkan betapa nikmatnya kemaluan perawan, oh terima kasih Syifa!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Rabu, 11 Januari 2017

Bercinta Dengan Pacar Kakak

 Poker Online Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Bercinta Dengan Pacar Kakak - kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang wanita bernama Pita. Cerita sex ini mengisahkan wanita yang bernama Pita melakukan hubungan sex dengan pacar kakaknya. Berawal dari menonton Film porno maka terjadilah hubungan intim antara Pita dan pacar kakaknya. Mauw tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini....

CERITA DEWASA - Bercinta Dengan Pacar Kakak | Baiklah, ceritaku begini. Hey all, kenalin nama saya Pita ( nama samaran ), saya wanita berumur 18 tahun, saya akan menceritakan pengalaman sex pribadi saya. Awal mula kisah sex saya ini terjadi ketika saya pada hari itu sedang berada dirumah sendiri. Ketika itu Ayah, Ibu dan kakak perempuanku kebetulan sedang pergi kerumah Kakek untuk menjenguk kakek yang sedang sakit. Karena saya sedang dirumah sendirian akhirnya saya mempunyai fikiran untuk iseng-iseng menonton film porno.
 Mulailah saya menyalakan TV dan DVD untuk memutar Film Porno. Begitu saya nyalakan terlihatlah di TV sepasang bule yang sedang saling berciuman. Seperti biasa awal mula Film Porno pasti diawali dengan Kissing. Berawal dari berciuman, kemudian mereka melepas pakaian , kemudian sang pria mulai menciumi leher sang wanita, kemudian berlanjut turun ke buah dada.
 Akibat ciuman sang Pria tampak expresi sang wanita sangat terangsang. Sesaat kemudian sang Pria mejilati kewanitaan sang wanita, tepatnya dibagian klitorisnya.

- Wanita dalam Film itu mendesah-desah saking enaknya. Tak lama kemudian bergantilah sang wanita mengkulum kejantanan sang Pria yang sudah tegang itu. Setelah beberapa saat sang Pria-pun memulai permainan sex-nya dengan meMasukkan kejantanannya ke dalam Vagina sang wanita itu. Dengan ganasnya Pria itu langsung menancapkan kejantanannya dan mulai memompa maju mundur dengan penuh nafsu. Singkat cerita akhirnya mereka berdua-pun mendapatkankan klimaksnya.
 Saya sendiri selama menonton Film Porno itu tanpa sadar bajuku suberantakan. Ternyata baju saya telah terangkat sampai diatas buah dada, dan BH saya telah terlepas pengaitnya. Saat itu kureBang sendiri buah dadaku sambil sesekali kuplintir Putting Buah dadaku. Astaga… ternyata nikmat sekali rasanya.
 Rok mini yang kupakai ternyata sudah saya angkat sampai keatas pusarku, spontan tangan sayapun sudah Masuk ke balik CD dan saya langsung menggosok-gosok klitorisku dengan nikmatnya. Sungguh rasanya luar biasa. Kemudian semakin lama saya semakin cepat melakukan Bangturbasi, desahan saya-pun semakin keras. Tanganku semakin cepat menggosok klitoris sementara yang satunya sibuk mereBang-reBang buah dadaku,

"  Ouhh… Uhhh… Ssss… ahhh… "

- Saya mencapai orgasme yang luar biasa. Saya tergeletak lubang di karpet. Tiba-tiba, bel pintu berbunyi. Tentu saja saya gelagapan benerin pakaianku yang terbuka disana-sini. Abis itu saya matiin DVD player tanpa ngeluarin kasetnya,

"  Gawat! " pikirku.
" Siapa ya? Jangan-jangan pa-ma! Ngapain mereka balik lagi? ".

- Buru-buru saya buka pintu, ternyata di depan pintu berdiri seorang cowok keren. Rupanya Bang Yoga pacar Mbak Sari dari Bandung.

" Hey Pita manis, Mbak Sarinya ada? "
" Wah baru tadi pagi ke Jakarta. Emang nggak telpon Bang Yoga dulu? "
" Waduh nggak tuh. Gimana nih mo ngasi surprise malah kaget sendiri. "
" Telpon aja HP-nya Bang, kali aja mauw balik " usulku sekenanya.

- Padahal saya berharap sebaliknya, soalnya terus terang saya diem-diem saya juga naksir Bang Yoga. Bang Yoga menyetujui usulku. Ternyata Mbak Sari cuman ngomong supaya nginep dulu, besok baru balik ke Bandung, sekalian ketemu disana. Hura! Hatiku bersorak, berarti ada kesempatan nih.
 Saya mempersilakan Bang Yoga mYoga. Setelah mYoga kami makan malam bareng. Saya perhatiin tampang dan bodi Bang Yoga yang keren, kubayangkan Bang Yoga sedang telanjang sambil memperlihatkan “ tongkat kastinya ”. Nggak sulit untuk ngebayangin karena saya kan pernah ngintip Bang Yoga ama Mbak Sari lagi ml. Rasanya saya pengen banget ngerasain kejantanan Masuk ke vagina saya, abis keliatannya enak banget tuh.

" Ada apa Pita, Kok ngelamun, mikirin pacar ya? " tanyanya tiba-tiba.
" Ah, enggak Bang, Pita bobo dulu ya ngantuk nih! " ujarku salting.
" Bang Yoga nonton TV aja nggak Ayah kan? "
" Nggak Ayah kok, kalo ngantuk tidur aja duluan! "

- Saya beranjak Masuk kamar. Setelah menutup kintu kamar saya bercermin. Bajuku juga kulepas semua. Wajahku cantik manis, kulitku sawo matang tapi bersih dan mulus. Tinggi 167 cm. Badanku sintal dan kencang karena saya rajin senam dan berenang, apalagi ditunjang toketku yang 34B membuatku tampak sexy. Jembutku tumbuh lebat menghiasi Kewanitaan saya yang indah.
 Saya tersenyum sendiri kemudian memakai baju yang longgar dan tipis sehingga meninjolkan kedua puting susuku, bahkan jembutku tampak menerawang. Saya merebahkan diriku di atas kasur dan mencoba memejamkan mata, tapi entah kenapa saya susah sekali tidur. Sampai kemudian saya mendengar suara rintihan dari ruang tengah. Aneh! Suara siapa malam-malam begini? Astaga! Saya baru inget, itu pasti suara dari DVD porno yang lupa saya keluarin tadi, apa Bang Yoga menyetelnya? Penasaran, sayapun bangkit kemudian perlahan-lahan keluar.

- Sesampainya di ruang tengah, deg!! Saya melihat pemandangan yang mendebarkan, Bang Yoga di depan TV sedang menonton bokep sambil ngeluarin kejantanannya dan mengelusnya sendiri. Wah. batangnya tampak kekar banget.  Saya berpura-pura batuk kemudian dengan tampang seolah-olah mengantuk saya mendekati Bang Yoga. Bang Yoga tampak kaget mendengar batukku lalu cepat-cepat meMasukkan kejantanannya ke dalam kolornya lagi, tapi kolornya nggak bisa menyembunyikan tonjolan tongkatnya itu.

" Eh, Pita anu, eh belum tidur ya? "

- Bang Yoga tampak salting, kemudian dia hendak mematikan DVD player.

" Iya nih Bang, gerah eh nggak usah dimatiin, nonton berdua aja yuk! " ujarku sambil menggeliat sehingga menonjolkan pepaya bangkokku.
" Oh iya deh. "

- Kamipun lalu duduk di karpet sambil menonton. Saya mengambil posisi bersila sehingga bawukku mengintip keluar dengan indahnya.

" Bang, gimana sih rasanya bersetubuh? " tanya saya tiba-tiba.
" Eh kok tauw-tauw nanya gitu sih? "

- Bang Yoga agak kaget mendengar pertanyaanku, soalnya saat itu matanya asyik mencuri pandang ke arah selakanganku. Saya semakin memanaskan aksiku, sengaja kakiku kubuka lebih lebar sehingga vagina saya semakin terlihat jelas.

" Alaa nggak usah gitu! Saya kan pernah ngintip Bang sama Mbak Sari lagi gituan… nggak Ayah kok, rahasia terjaga! "
" Oya? He he he yaa… enak sih. "

- Bang Yoga tersipu mendengar ledekanku. Sayapun melanjutkan,

" Bang, vagina saya sama punya Mbak Sari lebih indah mana? " tanya saya sambil mengangkat bajuku dan mengangkangkan kakiku lebar-lebar so bawukkupun terpampang jelas.
" Ehh glek bagusan punyamu. "
" Terus kalo toketnya montokan mana? " kali ini saya mencopot bajuku sehingga buah dada dan tubuhku yang montok itu telanjang tanpa sehelai benang yang menutupi.
" Aaanu… lebih montok dan kencengan buah dadamu! "

- Bang Yoga tampak melotot menyaksikan bodiku yang sexy. Hal itu malah membuat saya semakin terangsang.

" Sekarang giliran saya liat punya Bang Yoga! "

- Karena sudah sangat bernafsu saya menerkam Bang Yoga. Kucopoti seluruh pakaiannya sehingga dia bugil. Saya terpesona melihat tubuh bugil Bang Yoga dari dekat. Badannya agak langsing tapi sexy. kejantanannya sudah mengacung tegar membuat jantungku berdebar cepat. Entah kenapa, kalo dulu ngebayangin bentuk burung cowok aja rasanya jijik tapi ternyata sekarang malah membuat darahku berdesir.

" Wah gede banget! Saya isep ya Bang! "

- Tanpa menunggu persetujuannya saya langsung mengocok, menjilat dan mengulum batang kemaluannya yang gede dan panjang itu seperti yang saya tonton di Porno.

" Slurp Slurp Slurpmmh! Slurp Slurp Slurp mmh. "

- Ternyata nikmat sekali mengisap kejantanan. Saya jepit kejantanannya dengan kedua susuku kemudian saya gosok-gosokin, hmm nikmat banget! Bang Yoga akhirnya tak kuat menahan nafsu. Didorongnya tubuh sintalku hingga terlentang lalu diterkamnya saya dengan ciuman-ciuman ganasnya. Tangannya tidak tinggal diam ikut bekerja mereBang-reBang kelapa gadingku.

" Ahh mmh… yesh uuh… enak Bang "

- Saya benar-benar merasakan sensasi luar biasa. Sesaat kemudian mulutnya menjilati kedua putingku sambil sesekali diisap dengan kuat.

" Uhhhh… geli nikmat aah ouw! "

- Saya menggelinjang kegelian tapi tanganku justru menekan-nekan kepalanya agar lebih kuat lagi mengisap pentilku. Sejurus kemudian lidahnya turun ke vagina saya. Tangannya menyibakkan jembutku yang rimbun itu lalu membuka vagina saya lebar-lebar sehingga klitorisku menonjol keluar kemudian dijilatinya dengan rsayas sambil sesekali menggigit kecil atauw dihisap dengan kuat.

" Yesh… uuhh… enak Bang… terus! " jeritku.
" Slurp Slurp, kewanitaanmu gurih banget Pita mmh ".

- Bang Yoga terus menjilati vagina saya sampai akhirnya saya nggak tahan lagi.

" Bang… ayo… Masukin kejantananmu… saya nggak tahan… "

- Bang Yoga lalu mengambil posisi 1/2 duduk, diacungkannya kejantanannya dengan gagah ke arah lubang vagina saya. Saya mengangkangkan kakiku lebar-lebar siap menerima serangan rudalnya. Pelan-pelan diMasukkannya batang rudal itu ke dalam vagina saya.

" Aauww sakit Bang pelan-pelan akh… "

- Walauwpun sudah basah, tapi vagina saya Bangih sangat sempit karena saya Bangih perawan.

" Auw… sakit "

- Bang Yoga tampak merem menahan nikmat, tentu saja dibYogangkan Mbak Sari tempikku jauwh lebih menggigit. Lalu dengan satu sentakan kuat sang rudal berhasil menancapkan diri di lubang kenikmatanku sampai menyentuh dasarnya.

" Auw… sakit… "

- Saya melonjakkan pantatku karena kesakitan. Kurasakan darah hangat mengalir di pahsaya, persetan! Sudah kepalang tanggung, saya ingin ngerasain nikmatnya bercinta. Sesaat kemudian Bang Yoga memompa pantatnya maju mundur.

" Jrebb! Jrebb! Jrubb! Crubb! "
" Aakh! Aakh! Auww! "

- Saya menjerit-jerit kesakitan, tapi lama-lama rasa perih itu berubah menjadi nikmat yang luar biasa. vagina saya serasa dibongkar oleh tongkat kasti yang kekar itu.

" Ooh… lebih keras, lebih cepat "

- Jerit kesakitanku berubah menjadi jerit kenikmatan. Keringat kami bercucuran menambah semangat gelora birahi kami. Tapi Bang Yoga malah mencabut kejantanannya dan tersenyum padsaya. Saya jadi nggak sabar lalu bangkit dan mendorongnya hingga telentang. Kakiku kukangkangkan tepat di atas kejantanannya, dengan birahi yang memuncak kutancapkan batang bazooka itu ke dalam kewanitaan-ku,

" Jrebb… Ooh… " saya menjerit keenakan, lalu dengan semangat saya menaik turunkan pantatku sambil sesekali saya goyangkan pinggulku.
" Ouwh… enak banget tempikmu nggigit banget sayang… kejantananku serasa diperas "
" Uggh… yes… uuh… auwwww… kejantananmu juga hebaat, bawukku serasa dibor "

- Saya menghujamkan pantatku berkali-kali dengan irama sangat cepat. Saya merasa semakin melayang. Bagaikan kesetanan saya menjerit-jerit seperti kesurupan. Akhirnya setelah setengah jam kami bergumul, saya merasa seluruh sel tubuhku berkumpul menjadi satu dan dan,

" Aah mauw orgasme Bang… "

- Saya memeluk erat-erat tubuh atletisnya sampai Bang Yoga merasa sesak karena desakan susuku yang montok itu.

" Kamu sudah sayang? OK sekarang giliran saya! "

- Saya mencabut vagina saya lalu Bang Yoga duduk di sofa sambil mememerkan 'tiang listriknya'. Saya bersimpuh dihadapannya dengan lututku sebagai tumpuan. Kuraih kejantanan besar itu, kukocok dengan lembut. Kujilati dengan sangat telaten. Makin lama makin cepat sambil sesekali saya isap dengan kuat.

" Crupp… slurp… mmh… "
" Oh yes… kocok yang kuat sayang! "

- Bang Yoga mengerang-erang keenakan, tangannya mereBang-reBang rambutku dan kedua bola basket yang menggantung di dadsaya. Saya semakin bernafsu mengulum. Menjilati dan mengocok kejantanannya.

" Crupp crupp slurp! "
" Ooh yes… terus sayang yes… saya hampir keluar sayang! "

- Saya semakin bersemangat ngerjain kejantanan big size itu. Makin lama makin cepat cepat Cepat, lalu lalu,

" Croot… croot… croot… "

- Kejantanannya menyemburkan sperma banyak sekali sehingga membasahi rambut wajah, buah dada dan hampir seluruh tubuhku. Saya usap dan saya jilati semua maninya sampai licin tak tersisa, lalu saya isap kejantanannya dengan kuat supaya sisa maninya dapat kurasakan dan kutelan.
 Akhirnya kami berdua tergeletak lubang diatas karpet dengan tubuh bugil bersimbah keringat. Malam itu kami mengulanginya hingga 4 kali dan kemudian tidur berpelukan dengan tubuh telanjang. Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan!!!*****TAMAT.


Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Selasa, 03 Januari 2017

Bercinta Dengan Di Cantik Fifi



CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Bercinta Dengan Di Cantik Fifi - Sejak peristiwa sexku dengan Diana aku semakin aktif untuk mengikuti senam, yach biasa untuk menyalurkan hasratku yang menggebu ini...

CERITA DEWASA - Bercinta Dengan Di Cantik Fifi | Kegiatan ini semua tentunya juga rapi karena ku nggak kepingin istriku tahu hal ini. Suatu ketika aku diperkenalkan pada teman-teman diana satu kelompok, dan pinter sekali diana bersandiwara dengan berpura-pura telah bertemu denganku pada suatu pesta pernikahan seseorang sehingga temannya tidak ada yang curiga bahwa aku telah berhubungan dengan diana.
 Hari ini, seusai senam jam 08.30 aku harus langsung kekantor untuk mempersiapkan pertemuan penting nanti siang jam 14.00. Kubelokkan kendaraanku pada toko buku untuk membeli perlengkapan kantor yang kurang, saat aku asyik memilih tiba-tiba pinggangku ada yang mencolek, saat kutoleh dia adalah fifi teman diana yang tadi dikenalkan.

" Belanja Apa De…, kok serius banget…", Tanyanya dengan senyum manis.
" Ah enggak cuman sedikit untuk kebutuhan kantor aja kok…"

- Akhirnya aku terlibat percakapan ringan dengan fifi. Dari pembicaraan itu kuperoleh bahwa Fifi adalah keturunan cina dengan jawa sehingga perpaduan wajah itu manis sekali kelihatannya. Matanya sipit tetapi alisnya tebal dan…, Aku kembali melirik kearah dadanya.., alamak besar sekali, kira-kira 36C berbeda jauh dengan diana sahabatnya.

" Eh.., De aku ada yang pengin kubicarakan sama kamu tapi jangan sampai tahu diana ya", pintanya sambil melirikku penuh arti.
" Ngomong apaan sih.., serius banget Fi…, apa perlu?", tanyaku penuh selidik.
" Iya perlu sekali…, Tunggu aku sebentar ya…, kamu naik apa..", tanyanya lagi.
" Ada kendaraan kok aku…" timpalku penasaran. Akhirnya kuputuskan Fifi ikut aku walaupun mobilnya ada, nanti kalau omong-omgngnya sudah selesai Fifi tak antar lagi ketempat ini.
" Masalah apa Fi kamu kok serius banget sih…", tanyaku lagi.
" Tenang De…, ikuti arahku ya…, santai saja lah…", pintanya.

- Sesekali kulirik paha Fifi yang putih itu tersingkap karena roknya pendek, dan Fifi tetap tidak berusaha menutupi. Sesuai petunjuk arah dari Fifi akhirnya aku memasuki rumah besar mirip villa dan diceritakan oleh Fifi bahwa tempat itu biasa dipakai untuk persewaan.

" Ok fi sekarang kita kemana ini dan kamu mau ngomong apaan sih", tanyaku tak sabar, setelah aku masuk ruangan dan Fifi mempersilahkan duduk.
" Gini De langsung aja ya…, Kamu pernah merasakan Diana ya..?", tanyanya.

- Deg…, dadaku berguncang mendengar perkataan Fifi yang ceplas ceplos itu.

" Merasakan apaan sih Fi?", tanyaku pura-pura bodoh.
" Alaa De jangan mungkir aku dikasih tahu lho sama Diana, dia menceritakan bagaimana sukanya dia menikmatimu…, Hayooooo masih mungkir ya…".

- Aku hanya diam namun sedikit grogi juga, nampak wajahku panas mendengar penuturan Fifi yang langsung dan tanpa sungkan tersebut. Aku terdiam sementara Fifi merasa diatas angin dengan berceloteh panjang lebar sambil sesekali dia senyum dan menyilangkan kakinya sehingga nampak pahanya yang mulus tanpa cacat. Aku hanya cengar cengir saja mendengar semua omomgannya.

" Gimana De masih mau mungkir nih…, Bener semua kan ceritaku tadi…?", Tanyanya antusias.

- Aku hanya tersenyum kecut. Kuperhatikan Fifi meninggalkan tempat duduknya dan tak lama kemuadian dia keluar sambil membawa dua gelas air minum. Fifi kembali menatapku tajam aku seperti tertuduh yang menunggu hukuman. Tak lama berselang kembali Fifi berdiri dan duduk disampingku.

" De…", sapanya manja.
" Aku melirik dan, Apa?", jawabku kalem.
" Aku mau seperti yang kau lakukan pada Diana De…", aku sedikit terkejut mendengar pengakuannya dan tanpa membuang waktu lagi kudekatkan bibirku pada bibirnya.

- Pelan dan kurasakan bibir Fifi hangat membara. Kami berpagut bibir, kumasukkan lidahku saat bibir Fifi terbuka, sementara tanganku tidak tinggal diam. Kusentuh lembut payudaranya yang kenyal dia tersentak kaget. Bibirku masih bermain semakin larut dalam bibirnya. Fifi kelihatan menikmati sekali sentuhan tanganku pada payudaranya.  Sementara tangan kananku mengusap lembut punggungnya. Fifi semakin menjadi leherku diciumi dan tangan Fifi berada dipunggungku. Tanganku beroperasi semakin jauh dengan meraba paha Fifi yang mulus dia semakin menggelinjang saat tangan kananku mulai masuk dalam payudaranya. Tanpa menunggu reaksi lanjutan aku menaikkan BH sehingga tanganku dengan mudah menyentuh putting yang mulai mengeras.
 Kudengar nafas Fifi memburu dengan diselingi perkataan yang aku tak mengerti. Fifi mulai pasrah dan kedua tangaku menaikkan kaos sehingga kini Fifi hanya memakai rok mini yang sudah tidak lagi berbentuk sedangkan BH hitam sudah tidak lagi menutup payudaranya. Kudorong perlahan Fifi untuk berbaring di Sofa, Aku terkagum melihat putihnya tubuh yang nyaris tanpa cacat. Kuperhatikan putting susunya memerah dan kaku, bulu-bulu halus berada disekitar pusar menambah gairahku. Fifi hanya terpejam dan aku mulai menurunkan rok mini setelah jariku berhasil menyentil pengait dibawah pusar. Kini Fifi hanya tinggal memakai CD dan BH hitam kontras dengan warna kulitnya. Aku bergegas mempreteli pakaianku dan hanya tinggal CD. Cepat-cepat kutindih tubuh mulus itu dan Fifi mulai menggelinjang merasakan sesuatu mengganjal dibawah pusarnya. Aku turun menciumi kakinya sesenti demi sesenti.

" Enggghh hhss", hanya suara itu yang kudengar saaat mulutku beraksi di lutut dan pahanya.

- Penisku terasa sakit karena kejang. Mulutku mulai menjalar di paha.., benar-benar kunikmati sejengkal demi sejengkal. Tanganku mencoba menelusuri daerah disela pahany, Dan kudengar suara itu semakin menjadi saat tanganku berhasil menyusup dari pinggir CD hitam dan berhasil menemukan tempat berbulu dengan sedikit becek didalamnya. Tanganku terus membelai bulu-bulu kaku dan tangan satunya berusaha mempermudah dengan menurunkan CD didaerah pada berpapasan dengan mulutku. Kusibak semua penghalang yang merintangi tanganku untuk menjamah kemaluan, dan kini semakin nampak wajah asli kemaluan Fifi indah montok putih kemerahan dengan bulu jarang tapi teratur letaknya. Mataku terus mengawasi kemaluan Fifi yang menarik, kulihat klitorisnya membengkak keluar merah muda warnamya…, aku semakin terangsang hebat.
 Mulutku masih disela pahanya sementara tanganku terus menembus liang semakin dalam dan Fifi semakin menggelinjang terkadang mengejang saat kupermainkan daging kecil disela gua itu. Kusibakkan dua paha dengan merentangkan kaki kanan pada sandaran sofa sedangkan kaki kiri kubiarkan menyentuh lantai. Kini kemaluan Fifi semakin terbuka lebar.

- Mulutku sudah tak sabar ingin merasakan lidahku sudah berdecak kagum dan berharap cepat menerobos liangnya beradu dengan daging kecil yang manja itu dengan bulu yang tidak banyak. Kumisku bergeser perlahan beradu dengan bulu halus milik Fifi dan dia hanya bisa terpejam dengan lenguhan panjang setengah menjerit. Kubirakan dia mengguman tak karuan. Lidahku mulai menjilat dan bibirku menciba menghisap daging kecil milik Fifi yang menjorok keluar. Kuadu lidahku dengan daging kecil dan bibirku tak henti mengecup, kurasakan kemaluan semakin basah.
 Fifi berteriak semakin keras saat tangaku juga mengambil inisiatif untuk meremas payudaranya yang bergerak kiri kanan saat Fifi bergoyang kenikmatan. Aku juga tidak tahan melihat semua ini. Kutarik bibirku menjauh dari kemaluanya dan kulepas Cdku sehingga nampaklah batang penisku yang sudah tegak berdiri dengan ujung merah dengan sedikit lendir. Kusaksikan Fifi masih terpejam kudekatkan ujung penisku sampai akhirnya menyentuh kecil kemaluan Fifi. Jeritan Fifi semakin menjadi dengan mengangkat pantatnya supaya penisku menjenguk lubangnya.

- Kujauhkan penisku sebentar dan kulihat pantat Fifi semakin tinggi mencari. Kugesek gesekkan lagi penisku dengan keras, aku terkejut tiba-tiba tanfan Fifi menagkap batang penisku dan dituntun menuju lubang yang telah disiapkan. Denga lembut dan sopan penisku masuk perlahan. Saat kepala penis masuk Fifi menjerit keras dan menjepitkan kedua kainya dipinggangku. Kupaksakan perlahan batang penisku akhirnya berhasil menjenguk lubang terdalam milik Fifi. Kaki Fifi kaku menahanku dia membuka mata dan tersenyum.

" Jangan digoyang dulu ya De…", pintanya dan dia terpejam kembali.

- Aku menurut saja. Kurasakan kemaluan Fifi berdenyut keras memijit penisku yang tenggelam dalam tanpa gerak. Akhirnya Fifi mulai menggoyangkan pantatnya perlahan. Aku merasakan geli yang luar biasa. Kuputar juga pantatku sambil bergerak maju mundur dan saat penisku tenggelam kurasakan bibir kemaluan Fifi ikut tenggelam dengan kulit penisku. Tak seberapa lama aku merasakan penisku mulai panas dan geli yang berada diujung aku semakin menekan dan manarik cepat-cepat. Fifi merasakan juga rupanya, dia mengimbangi dengan menjepitkan kedua kakinya dipinggangku sehingga gerak penisku terhambat. Saat penis masuk karena bantuan kaki Fifi semakin dalam kurasakan tempat yang dituju.
Aku tidak kuat dan, ' Fi aku mau keluar', lenguhku.
 Fifi hanya tersenyum dan semakin mempererat jepitan kakinya. Akhirnya, Kutekan semua penisku dalam-dalam dan kusaksikan Fifi terpejam dan berteriak keras. Kurasakan semprotan luar biasa didalam kemaluan Fifi.

- Dan aku terus menggoyangnya, tiba-tiba Fifi berteriak dan tangannya memelukku kuat-kuat. Bibirnya menggigit dadaku sementara pantatnya terus mengejang kaku, aku hanya terdiam merasakan nikmatnya semua ini.
 Aku menindih Fifi dan penisku masih kerasan didalam liang sanggamanya. Fifi mengelus punggungku perlahan seolah merasa takut kehilangan kenikmatan yang sudah direguknya. Perlahan kujauhkan pantatku dari tubuh Fifi dan kurasakan dingin penisku saat keluar dari liang kenikmatan. Aku terlentang merasakan sisa-sisa kenikmatan. Fifi kembali bergerak dan berdiri. Dia tersenyum melangkah menuju kamar mandi. Kudengar suara gemericik air mengguyur…, Fifi kembali mendekatiku, aku duduk diatas karpet untuk berdiri hendak membersihkan penisku yang masih belepotan, aku terkejut saat Fifi kembali mendorongku untuk tidur.

" Eh fi aku mau ke kamar mandi dulu.., bersih- bersih nih…"
Tapi tak kudengar jawaban karena Fifi menunduk di sela pahaku dan kurasakan mulut Fifi kembali beraksi memanjakan penisku dengan lidahnya.

- Aku geli menggelinjang merasakan nikmatnya kuluman mulut Fifi ke penisku. Telur penisku dijilat dan dihisap perlahan. Serasa ujung syarafku menegang.
 Kujepit kepalanya dengan dua pahaku, Aku mulia menggumam tak karuan tapi Fifi semakin ganas melumat penisku. Ujung penisku dihisap kuat-kuat kemudian dilepas lagi dan tangnnya mengocok tiada henti. Akhirnya aku menyerah untuk merasakan kenikmatan mulut Fifi yang semakin menggila. Kulihat kepala Fifi naik turun mengelomoh penisku yang menegang. Saat mulutnya menghisap kusaksikan pipi Fifi kempot seperti orang tua. Penisku dikeluarkan dari mulutnya dan kusaksikan kepala penisku sudah memerah siap untuk menyemprotkan air kehidupan. Fifi kembali menggoyang mulutnya untuk penisku tiada henti. Kepala penisku mendapat perlakukan istimewa. Dihisap dan dikulum. Lidahnya menjilat dan mengecap seluruh bagian penisku. Tangan Fifi membantu mulutnya yang mungil memegangi penisku yang mulai tak tentu arah. Aku kegerahan, kupegang kepalanya dan kuataur ritme agar aku tidak cepat keluar.

- Hanya suara aneh itu yang sanggup keluar dari mulutku. Aku mencoba duduk untuk melihat seluruh gerakan Fifi yang semakin liar pada penisku. Kepala Fifi tetap dalam dekapan tangaku, kuciumi rambutnya yang halus dan kobelai punggungnya yang putih licin, dia mulai berkeringat mengagumu penisku. Mulut Fifi berguman menikmati ujung penisku yang semakin membonggol. Tanganku kuarahkan untuk meremas payudaranya. Saat kegelianku datang, payudaranya jadi sasaran amuk tanganku. Kuremas kuat Fifi hanya mengguman dan melenguh. Gila, Sayang aku tidak berhasil mengatur waktu yang lebih lama lagi untuk tidak mengeluarkan cairanku. Mulut Fifi sekain ganas melihat tingkahku yang mulai tak karuan. Lenguhku semakin keras. diluar dugaan Fifi semakin kuat melakukan kuluman dan hisapan peda penisku. Akhirnya aku tidak tahan merasakan kenikmatan yang tiada tara ini. Kuangkat pantatku tinggi – tinggi, rupanya Fifi mengerti maksudku, dimasukkannya dalam-dalam penisku dan kurasakan Fifi tambah kuat menghisap cairanku aku jadi merasa tersedot masuk dalam mulutnya.

- Tak seberapa lama setelah cairanku habis, Fifi masih mengulum dan membersihkan sisa-sisa dengan mulutnya. Aku hanya bisa tengadah merasakan semuanya. Setelah itu Fifi mulai melepas mulutnya dari penisku. Kulihat semuanya sudah bersih dan licin. Fifi tersenyum dan dia mengelus dadaku yang masih telanjang. Aku baru bisa berdiri dan menuju ke kamar mandi saat Fifi beranjak dari duduknya untuk membuatkan aku minuman. Kubersihkan diriku. Aku minum sejenak, dan Fifi hanya diam saja memandangiku.

" Kenapa Fi…?", tanyaku.

:: Dia memandangku dan berkata,

" Maaf ya De sebenarnya aku tadi hanya memancingmu saja kok, aku nggak tahu kamu udah pernah main ama Diana atau belum, abisan aku lihat tatapan mata Diana sama kamu kadang mesra sekali sih aku jadi curiga"
" Gila, kupikir", tapi aku hanya senyum saja mendengarnya.

- Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.45 aku harus bergegas untuk menyiapkan rapat. Kami berdua menuju ke toko tempat Fifi memarkir mobilnya. Selama diperjalanan kami semakin mesra dan berkali-kali kudengar lenguh manja Fifi seakan masih menikmati sisa-sisa orgasmenya.  Tangankupun sekali-kali tidak lagi takut menelungkup disela pahanya atu penggelayut dipayudaranya yang besar. Bahkan Fifi semakin membiarkan pahanya terbuka lebar dengan rok terangkat untuk mempermudah tanganku mengembara dikemaluannya. Fifipun tak mau kalah penisku jadi sasaran tangannya saat tangaku tidak menempati kemaluannya. Kurasakan penisku tegang kembali. Fifi hanya tersenyum dan meraba terus penisku dari luar celana. Akhirnya sampai juga ditempat Fifi memarkir mobil dan kami berpisah, Fifi memberikan kecup manja dan ucapan terima kasih.

" Aku hanya tersenyum dan bergumam,  Besok aku mau lagi.."
" Fifi mengangguk dan berkata Kapanpun Ade mau, Fifi akan layani"

- Hati setanku bersoak mendengar jawaban yang mengandung arti kemanjaan sebuah penis dan keganasan kemaluan memerah dengan bulu halus. Diana tidak mengetahui kalau aku sering merasakan kemaluan Fifi yang putih dan empuk itu. Mereka masih tetap akrab dan berjalan bersama seperti biasanya!!!*****TAMAT.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...