Friday, March 31, 2017

Tanteku Ketagihan Di setubuhi

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Tanteku Ketagihan Di setubuhi - Cerita ini berula ketika aku sedang di apartemenku tiba-tiba tanteku yang seksi dan binal datang, penasaran kah? mari kita simak..

menghadirkan cerita sex dari seorang karyawan yang bernama Andra yang ketika itu sedang menonton Film porno di pergoki oleh tetangga apartemen-nya yang benrnama Tante Wilda, dari hal itu tidak disangka Andra bisa menikmati tubuh sintal dan mulus Tante Wilda. Ingin tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Panggil saja namaku Andra, aku adalah seorang pria lajang berumur 24 tahun yang berkerja di salah satu perusahaan asing di daerah Bandung, Jakarta. Sebagai Pria lajang, dulunya aku tinggal bersama orang tuaku di perumahan komplek militer. Namun karena aku adalah seorang Pria yang sudah dewasa, maka aku-pun memutuskan untuk mandiri.

Sungguh memang sudah rejekiku, ketika aku memang bermaksud untuk tinggal sendiri kebetulan saudaraku menawarkan aku untuk menghuni apartemen miliknya, karena dia akan dibawa untuk tinggal bersama suaminya ke Malang, jawa timur. Pada hari pertama aku akan tinggal di apartemen saudaraku itu, maka aku harus lapor kepada Pengurus Apartemen.

CERITA DEWASA - Tanteku Ketagihan Di setubuhi | Setelah melapor aku dimintai untuk ikut menjaga adik perempuan ketua pengurus apartemen yang kebetulan adiknya tinggal di sebelah kamar apartemen saudaraku, adik perempuan ketua pengurus apartemen itu ternyta bernama Tante Wilda. Singkat cerita Hari kedua aku-pun sebagai penghuni baru mulai mencoba berkenalan dengan Tante Wilda.

 Dan ternyata setelah berkenalan ternyata beliau tidak terlalu tua, dan jika aku perkirakarakan usianya sekitar 34 tahunan. Tante Wilda ini tipe wanita yang ramah dan baik sekali. Namun dalam perkenalan dan obrolan kami saat itu aku agak sedikit heran, karena pada usianya yang sudah terhitung matang sekali Tante Wilda belum juga menikah. Daftar , Main , Tarik Dana Ke Rekening Anda !!

- Yah mungkin saja Tante Wilda punya masih focus dengan karirnya kali yah, karena aku melihat pada usianya yang segitu dia sudah mapan sekali kehiduoanya, buktinya Tante Wilda sudah mempunyai apartemen dan 2 mobil All New CRV dan All new civic. Tante Wilda ini mempunyai 2 pembantu, yang satu supir dan yang satu asisten rumah tangga di apartemennya.

 Sampai pada suatu hari Tante Wilda menitipkan kunci Apartemen-nya karena pada saat itu pembantu dan supir-nya sedang cuti karena pada saat itu hari raya idul fitri. Sehingga beliau tingal di rumah kakaknya di lantai 12. Oh iya gambaran Tante Wilda sebagai berikut, dia mempunyai tinggi badan sekitar 167 cm, mempunyai pinggul yang besar, pantat yang bulat, pinggang yang ramping, perut singset dan ukuran Bra sekitar 35B.

- Hal itu bisa dimiliki oLeh Tante Wilda karena Tante Wilda rajin senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara rutin. Dengan wajah cantik dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Wilda menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.
Hingga pada suatu sore, saat saya pulang kerja saya mendengar ada ketukan pintu di apartemenku , kemudian saya intip dari lubang pintu ternyata Tante Wilda,

" Iya sebentar, oh ada tante ada yang bisa saya bantu tante ???, " ucapku sambil membuka pintu.
"  Ngga Ndraa ada surat atau tagihan kartu kreditku ngga dari Front Office depan?, " jawab Tante Wilda.
" Sepertinya ngga ada tante, " jawabku
" Eh aku numpang ke kamar mandimu ya, " sambil meringis, mungkin dia udah kebelet pips he he he.
" Silahkan tan tapi kamar mandinya ngga sebersih punya tante lho maklum bujangan, " ucapku sambil tertawa.
" Ngga apa apa, " jawabnya.

:: Baru aku sadar bahwa Tante Wilda memakai baju training tipis mungkin baru lari atau fitness di lantai 2,

" Abis lari ya tan, " tanyaku.
" Iya tapi nyari kamar mandi susah mana liftnya lama lagi, " ujar Tante Wilda sambil ngeloyor ke kamar mandiku. Cerita Seks Tante Minta ML

- Sambil jalan ke dapur aku berfikir kok kayaknya ada yang salah ya dengan membiarkan si tante ke kamar mandi tapi apa ya ?. Ya ampun tadi khan aku lagi nonton film porno di laptop memang kebetulan mau onani sih maklum belum ada pasangan/pacar. Wah mati gue ketahuan dah sama Tante Wilda. Ah bodo amat bodo amat kaya dia ngga pernah muda aja.

:: Begitu keluar dari kamar mandi si tante senyum-senyum, wah malu deh aku,

" Hayo kamu tadi lagi ngapain Ndraa?" tanya si tante.
" Ngga ngapa-ngapain kok Tan, " jawabku sambil menunduk kebawah.

:: Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya,

" Ndraa, " ujarnya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu.
" Ya Tante ?, " Jawab saya. Daftar , Main , Tarik Dana Ke Rekening Anda !!
" Eee… nggak jadi deh, " Jawabnya ragu-ragu.
" Ada yang bisa saya bantu, Tante ?, " Tanya saya agak bingung karena melihat keragu-raguannya.
" Eee… nggak kok. Tante cuma mau nanya, " jawabnya dengan ragu-ragu lagi.
" Kamu sering ya nonton film itu di kamar mandi ?, " tanya dia.
" Iya sih tan. Maklum tan belum punya pasangan ?, " jawab ku terpaksa.
" Terus pake sabun ya ? he he he, " ucap Tante Wilda sambil tertawa.
" Iya tan, udah ah aku tengsin nih malu ditanya terus, " Tegasku sambil ngomel.
" Jangan marah dong , biasa lagi bujangan yang penting jangan main pelacur, jorok nanti kena penyakit, " jawab Tante Wilda.
" Eee… mau , dibantuin Tante nggak ?, " sambungnya.
" Maksud tante ?, " Tanyaku.

:: Wah ibarat ada lanjutan dari film ku tadi nih. Kayaknya si tante horni abis,

" Iya kamu nonton bareng tante khan biar ngga malu lagi, " sambil melayang tangan Tante Wilda ke selangkangan ku.
" Sana ambil laptop mu, " ucapnya.

- Asik banget dah pikirku tanpa tendeng aling-aling aku berlari kekamar madi dan membawa keluar laptop itu. Kemudian aku setel lebih dulu film yang tadi saya tonton dan belum habis. Beberapa menit kemudian Tante Wilda duduk disebelahku sambil membawa teh panas dengan wangi tubuh yang segar.

 Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut baju training dan kemudian beliau melepas atasannya sehingga terlihat tanktop tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena dia tidak memakai Bra. Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras dan kencang.

- Saat itu kelaminku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton Film Porno yang sedang berlangsung,

" Cakep-cakep juga yang main, " akhirnya dia memberi komentarnya.
" Dari kapan Ndraa mulai nonton film beginian ?, " tanyanya.
" Udah dari dulu Tante, " ucapku.
" Mainnya juga bagus dan tidak kasar. Ndraa udah tahu rasanya belum ?", tanya dia lagi.
" Ya sempet sih tan waktu di rumah sakit sama suster, " ucapku.
" Wah enak dong lagi sakit di servis suster, " tanggapanya.
" Iya tapi udah lama tan udah lupa rasanya, tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih, " ucapku.
" Ah Ndraa ini kok jadi nakal yah sekarang, " , ujarnya sambil mencubit lenganku.
" Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya, " , tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang. Daftar , Main , Tarik Dana Ke Rekening Anda !!

- Tidak lama berselang, tiba-tiba Tante Wilda menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula aku langsung membara. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Wilda sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut.
Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup membuat aku canggung.

 Jujur, karena baru kali ini aku diperlakukan oleh seorang wanita yang usianya diatasku. Kelaminku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur. Kemudian Tante Wilda mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri.

- Tangan kanan Tante Wilda juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusap-usap kelaminku. Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, aku mulai memberanikan diri untuk meraba celana yang dia pakai. Aku remas payudaranya dari luar tanktop, dan aku remas-remas, terkadang aku juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jariku,

" Sssss… Oughh… ya situ, " ucapnya setengah berbisik.

 Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kelaminku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya melalui celana trainingnya yang aku pelorotkan ke bawah.

- Sesampai-nya pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Wilda. Satu persatu kami membuka baju, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan Vagina-nya.
Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar clitoris-nya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku, lalu jari kedua,
Cerita Dewasa Tanteku Minta ML

" Aghhh… Ssssss… Oughhh… terus Ndraa, terus, " ucap lirih Tante Wilda.

 Ketika jariku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar,

" Eughhh… Ndraa terus, Aghhh… Sssss… Aghhh… enak, sebentar lagi, Oughhh…, " ujar Tante Wilda.

- Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme). Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Wilda yang terlihat sangat lemas di sofa,

" Aku kapan Tante, kan aku belum dienakin sama Tante?, " tanyaku.
" Nanti dulu yah sayang, sebentar, beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja, " ucap Tante Wilda.

 Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir Vagina-nya sampai mengenai clitoris-nya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Wilda juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya.

- Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang Sexy. Aku usap-usapkan kelaminku yang sudah sangat amat tegang di bibir Vagina-nya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang Vagina-nya. Pelan-pelan saya dorong kelaminku agar masuk semua.

:: Kepala Penis-ku mulai menyentuh bibir Vagina Tante Wilda,

" Sssss… Aghhhh…. " rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya. Daftar , Main , Tarik Dana Ke Rekening Anda !!

- Lalu Tante Wilda mulai menyuruhku untuk memasukan kelaminku ke liang Vagina-nya lebih dalam dan pelan-pelan. So wow Man… baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Wilda mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kelaminku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam.
Bagian dalam Vagina-nya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Wilda tetap memaksakannya masuk,

" Oughhhh… Ndraa, " Desah Tante Wilda.

- Saat itu rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kelaminku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan Tante Wilda. Lalu Tante Wilda mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam Vagina-nya, yang membuatku semakin gila. Dia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan.

 Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang Vagina-nya bertambah licin, dan makin lama Tante Wilda terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya. Lalu tiba-tiba kejantanan-ku terasa seperti disedot oleh liang senggama Tante Wilda.

- Tiba-tiba dinding-dinding Vagina-nya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali, bisa-bisa kalau begini terus aku bisa ngecrott cepet nih,

" Sssss… Aghhhhhhhhhhhhhh… Tante keluar lagi nih, " ucapnya dengan keras.

- Saat itu juga makin basahlah di dalam Vagina Tante Wilda, tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Dan akhirnya Tante Wilda terkulai lemas, tapi kelaminku masih tetap tertancap dengan mantap.
Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena aku belum apa-apa.

 Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku, Cerita Sex Tante Minta ML

" Sssss… Oughhh… Aghhhh…, " desah Tante Wilda sudah mulai terdengar lagi.

- Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Aku mencoba untuk menusukkan kelaminku ke dalam liang Vagina-nya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Wilda agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam.

 Kelaminku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam Vagina Tante Wilda, lalu aku mulai menggerakkan kelaminku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi.
Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan Sexy,

" Sssss… Aghhh… Oughhh… terus Ndraa… terus… Aghhh… Oughhh…, " Tante Wilda terus mengerang.

- Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Wilda merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu.

 Saat itu lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas, dan aku merasa kelaminku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus. Daftar , Main , Tarik Dana Ke Rekening Anda !!

- Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Wilda dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang Vagina Tante Wilda. Tubuhku terasa sangat lemas sekali.

 Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan kelaminku dari liang nikmat milik Tante Wilda. Dengan raca kecapaian yang luar biasa Tante Wilda membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan Vagina-nya.

" Wah kok ngga ditarik sih Ndraa, nanti aku hamil lho ?" , tanyanya dengan suara yang agak bergetar.
" Maaf tan aku lupa abis keenakan sih, " jawabku
" Ya sudahlah… tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya ?, " ujarnya menenangkan diriku yang terlihat takut.
" I… iiya Tante, " jawabku sambil menunduk.
" Ya santai aja aku sebenarnya udah minum pil kok Ndraa, " jawan Tante Wilda.

- Wah rupanya nih tante udah pengalaman dalam hal beginian, tapi ngga apa-apa dah gua belagak culun aja. Kemudian kami berpelukan di sofa, dan melakukan perbuatan itu sekali lagi tapi di kamar mandi. Doggie style terus bro, mantap. Itulah sepenggal cerita sex pada kehidupan nyataku yang telah aku curahkan...!!!*****TAMAT

- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Tuesday, March 28, 2017

Nikmatnya Bercinta Dengan Amoy

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Nikmatnya Bercinta Dengan Amoy - Cerita ini berula ketika aku sedang selingkuh dengan seorang Amoy keturunan China yang sangat seksi dan Cantik sekali. Penasaran kan pasti ? yuk kita mulai...

Kalau di tempat asalku sangat jarang untuk bergaul dgn orang Cina, maka di Surabaya hal itu bukan hal yang aneh. Aku bergaul akrab, bisa bermain-main, berkunjung dan berjalan-jalan dgn mereka. Keinginanku sejak menginjak Surabaya ialah merasakan nikmatnya tubuh wanita Cina. Itu memang menjadi obsesiku. Seorang wanita Cina atau kalau boleh lebih harus menjadi sasaran birahiku. Tak kusangka, semuanya berjalan lancar.

Wanita itu ialah Mey Lan. Kisahnya bermula dari Ibu Sherlly. Sesudah beberapa kali bersetubuh memuaskan wanita yang gede nafsu ini, aku menyatakan keinginanku untuk bersetubuh dgn seorang wanita Cina. Kupikir Bu Sherliana tak akan keberatan mencarikan wanita-wanita idamanku tersebut. Bukankah ia juga yang memperkenalkanku kepada Ibu Nina?

" Bu Sher", kataku satu malam, setelah melewati beberapa kali orgasme. " Ada apa, jantanku", sahutnya sayu.
" Bu Sher jangan marah ya", sahutku sambil mengelus-elus kedua payudaranya yang bulat dan montok itu.
" Nggak, kok", sahutnya sambil mengelus kemaluanku yang mulai mengeras lagi.
" Sudah berkali-kali saya bersetubuh dgn Ibu dan Ibu Nina.Kalian berdua selalu puas dgn kejantananku. Hanya aku belum puas."

CERITA DEWASA - Nikmatnya Bercinta Dengan Amoy | Aku punya obsesi, menyetubuhi seorang wanita Cina.

" Kalau lebih dari satu itu lebih baik", kataku.
" Hahahaha..," Ibu Sherlliana tertawa.
" Ngapain pingin wanita Cina?"
" Di tempat asalku, sangat sukar bergaul dgn wanita Cina, apalagi bersetubuh dgn mereka. Ini jelas sangat menantangku. Ingin kurasakan, seperti apa nikmatnya bersetubuh dgn wanita Cina itu", kataku.
" Kalau itu sih gampang", sahut Ibu Sherlliana.
" Tapi kamu mesti kuat lho! Wanita Cina nafsunya gede-gede, kuat-kuat, sangat lama puasnya."
" Kalau soal kuat, jangan khawatir", sahutku.
" Ibu khan sudah pernah merasakannya. Yah khan."
" Tentu jantanku. Itu kuakui", sahut Ibu Sherlliana.
" Mudah kok, ada Mey Lan. Suaminya sudah nggak kuat. Selalu ejakulasi dini. Mana bisa Mey puas. Sebentar, kutelepon Mey. Biar esok jadi hari pertamamu menikmati tubuh wanita Cina impianmu." Tangannya menjangkau telepon di atas meja kecil di samping tempat tidur. Diputarnya angka-angka itu, sementara tanganku sendiri terus sibuk memutar-mutar kedua payudaranya.
" Halloo, Mey", kata Ibu Sherlliana.
" Nih ada kabar gembira untukmu. Ada penodong yang galak, mungkin bisa bantu kamu. Kan udah lama puasa. Gimana? Setuju? Besok siang? Okay! Dijamin deh, orangnya kuat. Malah Mey yang akan kewalahan. Pokoknya, Mey akan menjadi seperti pengantin baru. Nah, siap-siap yah? Gimana? Namanya Rino. Agak hitam. Tapi itu khan bukan soal. Yang perlu kan burungnya. Hahaa.. Gimana? Oh ya, itu sih gampang. Aku akan keluar dan kembali sore harinya. Jadi jangan khawatir. Kalian bisa menggunakan ruangan tamu di depan. Pokoknya buat seperti rumah sendiri deh! Tentu! Mau ngomong sendiri?" Gagang telepon diopernya kepadaku. Terdengar desah suara lembut dan sexy seorang wanita.
" Halloo, Bu Mey", kataku sopan.
" Rudy yah", katanya.
" Ini Mey. Belum kenal yah? Kata Sherlly kamu sangat kuat. Mau nemanin Ibu besok? Soalnya Ibu udah lama puasa nih. Ibu mau bersenang-senang sedikit besok. Gimana? Bisa?"
" Untuk Ibu aku selalu bersedia ", sahutku nakal.
" Pokoknya, pasti memuaskan."
" Gimana? Puas dgn Bu Sherlliana", katanya.
" Wah, gawat. Nafsunya gede, kayaknya nggak pernah puas, tuh. Nih, lagi rebahan telanjang bulat di sampingku", sahutku.
" Sudah beberapa jam, tapi katanya belum puas dia. Maunya ditambah." " Beruntung deh Sherlly ", sahutnya.
" Tapi ngomong-ngomong, hemat-hemat tenaga, yah. Besok Ibu mau sepuas-puasnya. Hihihihii.."
" Siap deh, Bu", sahutku. Telepon diputus. Aku menoleh, tersenyum kepada Ibu Sherlly, sambil terus mengelus tubuhnya yang mulus. Sebentar lagi tubuh indah itu akan kugumuli lagi, bukan saja karena aku suka, tetapi itu juga kerinduannya.
" Nah, mana komisinya", kata Bu Sherlly.
" Komisi?", sahutku pura-pura tak mengerti.
" Yah, tentu dong", katanya.
" Kan sudah dicarikan wanita Cinanya. Jadinya, komisi itu wajib hukumnya." Ia tersenyum nakal. Cepat aku bergerak menerkamnya.
" Ini komisinya", sahutku sambil menerkam tubuhnya.

:: Aku menyerangnya diiringi tawa cekikikannya yang membangkitkan birahi.

" Jangan sekarang", sahutnya genit.
" Ibu lapar, pengen makan." Walau nafsuku telah menggelegak, aku terpaksa bersabar dan menurutinya ke ruang makan, tanpa merasa perlu berpakaian. Ia pun tidak berpakaian, sehingga buah dada dan pantatnya yang motok, putih mulus itu bergoyang-goyang naik turun dgn indahnya. Aku menelan ludah sembari tersenyum penuh kemenangan. Pantat dan buah dada yang montok dan indah itu memang telah menjadi milikku. Bu Sherlliana memang milik suaminya, tetapi tubuhnya itu milikku. Sesudah makan kembali kami bergumul di ranjangnya. Dan kembali kami tenggelam dalam pertarungan birahi yang panas dan menegangkan. Kuhabiskan dua jam lagi untuk menggumuli tubuh montok itu, menyetubuhinya dan memuaskan nafsu birahinya. Dalam kepuasan yang luar biasa itu, aku tertidur di lekukan payudaranya, menanti hari pertama pertarunganku dgn seorang wanita Cina.

- Ibu Mey Lan adalah seorang wanita berusia tiga puluh tiga tahun. Suaminya sering keluar. Kalaupun di rumah dan bersetubuh dgnnya, Ibu Mey tidak pernah puas. Setelah sekian lama tak pernah orgasme dan sekian sering harus puasa sex, kini ia sungguh membutuhkan seorang lelaki jantan di ranjangnya. Penyampaian Ibu Sherliana tepat waktunya. Aku tersenyum penuh kemenangan. Tidak kusangka, begitu mudah menjangkau tubuh seorang wanita Cina di sini. Hari masih cukup pagi, sekitar jam sembilan. Hawanya cukup sejuk, mendung dan kelihatannya akan hujan. Bagus, karena seakan menjadi pelindung baru. Aku baru saja bangun dari tidur dan mandi, setelah melewatkan malam menikmati hubungan kelamin yang panas dgn Ibu Sherlliana. Aku berdiri di depan cermin memandang tubuhku yang telanjang bulat. Cerita Dewasa Sex dengan Amoy China

 Kupandangi kemaluanku yang panjang dihiasi bulu yang hitam lebat. Kemaluan yang sudah sekian banyak kali memasuki dan menyatu dgn tubuh Ibu Sherlliana dan Nina. Dan sekarang kemaluan yang kubanggakan ini akan memasuki babak baru pengalamannya, memuaskan birahi seorang wanita Cina. Pada saat itu kudengar derum lembut suara mobil. Sebuah mobil merah hati masuk ke halaman rumah Ibu Sherlliana. Dari balik kaca jendela kamarku, kulihat sesosok wanita turun. Wanita Cina cantik itu mengenakan baju merah muda berleher rendah dan celana panjang jeans biru. Rambutnya hitam legam, lebat panjang sampai hampir menyentuh pinggulnya, dibiarkan tergerai. Dari postur tubuhnya dan caranya berjalan, langsung dapat kulihat besar dan montok buah dada dan pantatnya.

- Nafsu birahiku langsung menggelegak, ingin rasanya aku segera merengkuh tubuh montok itu dan menyetubuhinya. Tapi aku harus menahan diri. Aku harus menciptakan kesan baik, sehingga saatnya nanti dia akan mencariku untuk memuaskan nafsu birahinya. Kalau sudah demikian, seperti Ibu Sherliana, dia pun akan dapat kusetubuhi kapan saja aku mau.

" Bu Mey sudah datang", kata Ibu Sherlly sambil membuka pintu kamarku, memandang tubuhku yang telanjang bulat.
" Pakai saja kamar tamu. Telepon sudah ku blok. Tak akan ada yang mengganggu. Selamat memuaskan birahi si montok itu. Aku akan keluar rumah, biar kalian leluasa 'tempur'. Tetapi jangan lupa, malam nanti giliranku." Tangannya terjulur menangkap kemaluanku, diusap-usapnya sejenak dan lantas diremasnya. Aku mengerang nikmat dan balas menggerayangi buah dadanya. Ia berbalik dan meninggalkanku. Kupandangi tubuhnya yang indah padat dibalut celana ketat.

- Tubuh yang sudah sekian sering menyatu dgnku tetapi seakan selalu memiliki daya tarik yang baru, sehingga aku pun selalu rindu untuk menikmatinya. Dari balik jendela kulihat kedua wanita itu bertemu di teras, berpelukan, berbisik, saling menepuk bahu, lalu tertawa cekikikan. Kulihat Ibu Sherlly masuk ke dalam mobil sambil mengepalkan tangannya. Ibu Mey tertawa. Tak lama kemudian, mobil itu menderum meninggalkan rumah. Ibu Mey melambaikan tangannya dan berbalik memasuki ruang depan. Aku tersenyum dan berpakaian. Sekarang tidak ada lagi yang menghalangi hasratku. Rumah ini segera menjadi arena pemuasan nafsu birahi Ibu Mey, dan sejalan dgn itu pemenuhan obsesiku, menikmati tubuh seorang wanita Cina. Betapa beruntungnya aku, wanita Cina pertama ini sungguh menawan. Tubuhnya begitu padat, pantatnya bulat besar, menggantung dan berayun lembut naik turun, dibalut ketat celananya. Payudaranya menonjol ke depan dgn jujurnya, dapat kubayangkan betapa nikmatnya meremas, mengisap dan berbaring di atas kedua bola montok itu. Aku turun menyambut Ibu Mey. Ia tersenyum manis sekali.

 Walau baru kali ini bertemu, langsung saja ia merangkulku lembut. Sudah terasa getar birahinya yang menggelegar. Kupeluk tubuh montoknya itu dan membimbingnya masuk. Tanpa membuang waktu, segera mulutku mencari bibirnya. Bibir-bibir kami saling mengulum, berusaha menimbulkan hasrat birahi yang lebih besar. Dari bibirnya kurayapi pipi, telinga, leher dan mulai menuruni dadanya yang terbuka. Sementara itu tanganku dgn leluasa bermain di pantatnya yang besar tergantung lembut berayun-ayun itu.

" Mau minum?", tanyaku. Ia mengangguk.
" Wiski? Anggur? Coke? Orange Juice?"
" Anggur ", sahutnya.
" Udara agak dingin, biar badanku menjadi panas."
" Oh, kalau untuk itu Ibu Mey tak perlu kuatir", sahutku tersenyum. " Ibu akan minum anggur yang lezat, dan menghangatkan badan", sambungku nakal.

- Ia tersenyum mencubit pinggangku, paham sepenuhnya akan maksudku. Kutuangkan anggur merah di gelas berkaki tinggi, satu untuknya, satu untukku. Kuangkat ke depannya membuat toast. Ia pun tersenyum sambil mengangkat gelasnya. Kuulurkan tanganku menjamah payudaranya, sementara tangannya terulur menangkap kemaluanku. Kami beradu gelas, meneguk sekali dan sama-sama meletakkan gelas di meja. Tangan saling mengulur, dan kami telah bertemu dalam pelukan hangat. Mulut kami bertemu dan bibir saling mengulum dgn penuh gairah. Kurasakan tubuhnya menggeletarkan nafsu birahi yang semakin tinggi. Dan gelas-gelas minuman itu sama sekali terlupakan. Aku merengkuh tubuhnya dan perlahan membimbingnya ke kamar tamu. Kudorong pintu itu dan tak lama kemudian kami telah berbaring di tempat tidur. Mulutku beralih menjarah lehernya. Ia menelentang sambil terus mendesah menahan gairah nafsu birahinya. Ia merentangkan tangannya lebar-lebar, bergerak-gerak agar mulut dan tanganku leluasa menjarah-rayah seluruh tubuhnya.

 Ketika nafsunya yang menggila itu semakin memuncak, tanganku beralih membuka setiap lembar kain yang menutupi tubuhnya. Kulepaskan baju dan celananya. Tubuh bahenolnya itu dgn segera sangat merangsang kejantananku. Akupun melepaskan pakaianku. dgn kemaluan yang tegak sekeras laras senapan aku memandangi tubuhnya terbaring lurus di atas tempat tidur. BH kecil merah muda yang dikenakannya hanya menutup seperempat buah dadanya. Celana nilon tipis berwarna sama itu juga sama sekali tidak dapat menyembunyikan kemaluannya yang telah dipenuhi cairan. dgn tenang tapi penuh gairah kulingkarkan tanganku kebalik punggungnya untuk membuka kancing BH-nya. Kugeserkan kemaluanku yang tegak itu ke pahanya yang putih, besar, halus dan merangsang. Ia mendesah. Terlepasnya BH mencuatkan kedua buah dadanya, laksana dua buah gunung kembar. Tanganku menerkamnya dan dgn halus meremasnya. Ia mendesah-desah nikmat dan terus menggeliat-geliat dgn mata tertutup.

- Perlahan ku susupkan tanganku ke balik celana dalamnya. Ia menjerit kecil dan membiarkan diriku menelanjanginya. Kini ia terbaring dgn tubuh telanjang bulat tanpa sehelai benang pun melekat di tubuh mulusnya. Kulepaskan tubuh mulus itu, mataku jalang menikmati semuanya. Matanya terpejam menikmati semua ini dgn mulut sedikit terbuka dan terus mendesah. Tanganku beralih merayapi segala lekuk tubuhnya, merasakan halus kulitnya dan padat tubuhnya. Kubuka kedua pahanya dan nampaklah lubang kemaluannya yang telah basah itu. Tanganku menekan pinggirnya, sehingga terbukalah mulut kemaluannya menampakkan bagian dalamnya yang berwarna merah muda segar. Tanpa membuang waktu kudaratkan mulutku ke sana. Kujilat klitorisnya.

" Auu..", jeritnya tertahan dan tersentak bangun. Ditekannya kepalaku untuk lebih menyatu dgn selangkangnya.

- Lidahku menyelusup masuk dan dgn lincah mempermainkan klitorisnya. Ia menggeliat tak tentu arah, kehilangan pegangan sama sekali. Menyadari kalau ia telah berada di bawah kekuasaanku, aku tidak ingin membuang waktu lebih lama. Kurebahkan ia ke atas ranjang. Pahanya sudah membuka lebar, dgn bibir kemaluannya yang merekah siap menerima diriku. Kurasakan kemaluanku pun sudah mengeras ingin segera bersatu dgnnya. Perlahan-lahan kuturunkan pantatku. Di bibir kemaluannya aku berhenti sejenak sekedar mengungkit nafsunya. Ia menggeliat-geliat. Mendadak ia menghentakkan pantatnya ke atas, maka meluncurlah kemaluanku ke dalam kemaluannya tanpa kendali. Aku sepenuhnya bersatu dgnnya. Kurasakan ia menjepit kemaluanku lembut. Kenikmatanku adalah kenikmatan sempurna.

 Jadi beginikah enaknya tubuh seorang wanita Cina? Perlahan tapi pasti aku menggerakkan pantatku naik turun. Ia menggeliat-geliat semakin tak tentu arah. Paha mulusnya menggeletar diiringi desah suaranya yang bergumam tak jelas. Gerakan pantatku semakin cepat dan keras, menciptakan sensasi yang tak tertanggungkan. Ia pun aktif memutar-mutar pantatnya yang montok memperbesar rasa nikmat yang semakin menggila. Jari-jarinya mencengkam seprei seakan mencari pegangan, namun ia telah mengapung seperti kapas kering tanpa sandaran sama sekali.

" Aauu..", erangnya.
" Lebih keras! Lebih keras! Lebih keras lagi!" Aku tak perlu menunggu perintahnya.

- Kukencangkan otot perutku dan menaikkan irama gerakan pantatku.  Kugenjot kemaluannya dgn kemaluanku yang semakin membesar, memanjang dan bertenaga. Melihat geliat tubuhnya dan desah nikmatnya, nafsuku pun semakin membara. Kemaluannya yang lembut basah berlendir itu semakin menantang. Ia sudah tak sanggup lagi menjepit batang kemaluanku. Jari-jariku erat mencengkeram kedua buah dadanya yang semakin mengeras. Putingnya sudah sekeras lada menusuk-nusuk telapak tanganku. Remasanku semakin kuat dan ia mengaduh-ngaduh dgn nikmatnya.

" Ooouu.." desahnya.
" Teruskan! Teruskan! Achh.. Achh.." Kutingkatkan kecepatan goyangan pantatku. Bunyi irama keluar masuknya kemaluanku berkecipak karena kemaluannya telah dipenuhi lendir licin. Ia menjerit keras dan meraih tubuhku ke dalam pelukannya.

 Kujatuhkan diriku dan kurasakan empuk buah dadanya. Aku tahu ia mengalami orgasme saat itu. Tetapi aku belum. Aku berbaring tenang di atas tubuhnya, sementara kedua kakinya ketat membelit pinggangku. Kemaluanku masih tetap sekeras laras senapan. Aku melonggarkan sedikit belitan pahanya di pinggangku dan mulai bergerak lagi dgn cepat.
" Ooohh..", jeritnya.
" Oh.. teruskan! Lebih keras! Lebih keras! Aaa.." Gerakanku telah menciptakan sensasi yang belum pernah dirasakannya.

- Ia betul menikmatinya. dgn satu gerakan yang teramat manis, kusentakkan pantatku dan membenamkan kemaluanku dalam-dalam. Ia menggelepar dan meninju-ninju punggungku. Jeritannya tersekat dibahuku. Aku merasakan spermaku memancar dgn derasnya, memasuki liang kemaluannya yang juga sudah basah kuyup. Hangat kunikmati geletar tubuhnya menahankan kenikmatan yang tak ada duanya. Lama kami diam membatu dgn kelamin yang terus berhubungan. Setengah jam lewat tanpa satu kata. Hanya desah napas yang menandai masih adanya kehidupan. Aku mengangkat tubuhku. Ia memandangku dan tersenyum manis sambil membelai-belai wajahku. Aku mengecup bibirnya yang merah merekah itu dgn penuh gairah. Kucabut keluar kemaluanku, meneteskan sisa-sisa cairan maniku yang bercampur dgn lendir kemaluannya ke atas perutnya.
" Ternyata lebih jantan dari dugaanku", sahutnya.
" Sherliana pasti menjerit kepuasan setiap malam. Wah, iri hati aku", katanya.
" Kalau itu tak perlu khawatir", kataku.
" Tinggal merancang bersama Bu Sherliana, kapan membagi waktunya. Aku juga perlu tubuh yang montok menawan ini", lanjutku sambil mengelus-elus kedua payudara bulat dan montok. Kami pun beralih ke kamar mandi.

 Aku lebih dulu kembali ke kamar. Ia muncul dari sana dgn handuk yang menutupi bahunya tetapi terbuka dada hingga mata kakinya. Aku berdiri menikmati keindahan tubuhnya itu dgn gairah bernyala-nyala. Ia mendekatiku dgn gerakan nan gemulai, meggairahkan kelelakianku. Goyangan lembutnya itu terus menggodaku, sehingga kemaluanku kembali tegak. Tak sanggup menanti lebih lama, aku menerkam tubuhnya itu dan menggumulinya di atas tempat tidur. Ia menjerit-jerit dan tertawa keriangan. Ia pun menggeliat-geliat menyiapkan diri untuk persetubuhan gelombang kedua. Aku membalik tubuhnya. dgn diam-diam ia menungging. Pantatnya ditinggikan sehingga aku dgn mudah dapat menyetubuhinya dari belakang. Pantatnya yang bulat besar itu merangsang sungguh kelelakianku, namun pada mulanya menyulitkan aku ketika aku berusaha menggenjot lubang kemaluannya. Tetapi tentu saja aku tak akan menyerah, malah itu menantangku untuk beraksi dgn lebih lihai. Kemaluanku kugosok-gosokan ke pantatnya yang putih mulus. Ia mendesah, sementara itu kulihat kemaluannya telah bergerak-gerak, minta segera dikawini. Aku membiarkan ia penasaran menanti.

" Masukkan sekarang!"serunya.
" Masukkan sekarang juga! Aku tak tahan lagi! Oh, cepat! Cepat!" Kuturunkan pantatku dan mengamati kemaluanku yang tegak ke atas. Kugerakkan perlahan-lahan ke atas. Di depan pintu kemaluannya aku menggerakkan sejenak, membuat ia semakin menggeliat minta disetubuhi. Mendadak aku menerobos ke atas dgn gerakan cepat dan keras.
" Aaa..!" jeritnya.
" Aaacchh..!" Kepalanya mendongak ke atas, meneriakkan kenikmatan yang tak terkira. Untung rumah sudah tertutup rapat sehingga tak ada yang tahu apa yang terjadi.

- Ia mengerang-ngerang dgn tubuh yang menggeletar hebat menahankan rasa nikmat yang tak terhingga. Aku terus menggenjot dgn cepat dan keras. Ia semakin tidak berdaya seperti kapas kering yang terapung. Akhirnya, dgn satu hentakan keras spermaku memancar dgn deras ke dalam lubang kemaluannya. Tangan dan lututnya melemas sehingga ia terjatuh ke bawah. Tubuhku pun melemas dan terjatuh menindihnya. Kemaluanku yang masih memancarkan sperma tercabut dari lubang kemaluannya sehingga pantatnya basah tersiram spermaku. Aku jatuh menindihnya, tanpa peduli dunia sekitar. Lima belas menit kami terbaring saling menindih tanpa kata-kata. Yang ada hanya geletar tubuh menahankan sisa-sisa kenikmatan. Ia bergerak sejenak dan berputar menghadapku. Lelehan spermaku membasahi perutnya. Ia tersenyum menatapku dgn mata berbinar menandakan kepuasan seksual. Dibelainya wajahku dan dikecupnya bibirku. Dadanya terasa hangat dan empuk di dadaku.

" Terima kasih!" bisiknya.
" Aku belum pernah sepuas ini." Makan siang itu terasa lebih nikmat karena diselingi dgn gesekan-gesekan tubuh. Ketika rangsangan itu tak tertahankan lagi, aku pun menyetubuhinya langsung di meja makan itu. Sekali lagi ia menjerit-jerit nikmat karena sensasi sex.

 Mendengar erangan dan melihat geliat tubuhnya itu, nafsuku justru semakin menggila. Aku menyetubuhinya dari segala posisi. Dari depan, dari belakang, dari atas atau dari bawah. Semuanya itu pengalaman baru baginya. Sore itu Ibu Sherliana pulang dan mendapati kami masih asyik bergulat di ruang tengah. Kami sama sekali tidak memperhatikan kalau Ibu Sherliana melihat segalanya dari balik kaca pintu. Ketika Mey menjerit-jerit karena orgasme yang kesekian kalinya, Ibu Sherliana masuk dan bertepuk tangan. Ibu Mey memerah wajahnya tertangkap sedang bersetubuh

Itulah Kisah Cerita Sex dengan Amoy China yang nikmat dan bergairah sepanjang masa, semoga tambah pengalaman dan tambah libido kita dengan pasangan suami-istri masing masing. woyoo....!!!*****TAMAT

- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Sunday, March 26, 2017

Kusetubuhi Anak Gadis Ibu Devi

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Kusetubuhi Anak Gadis Ibu Devi - Oke tak langsung lama kali ini aku akan bercerita yang mana aku berkenalan dengan gadis SMP yang cantik dan mempunyai tubuh yang oke punya, sebut saja namanya Rafa dimana aku yang bekerja sebagai tukang service mendapat perintah dari atasan untuk pergi ke rumahnya ibu Devi untuk membenarkan televisinya di rumah, katanya tadi malam habis kena gledek jadi tv nya sekarang tidak keluar gambar.
Karena aku juga sudah paham dan ibu Devi juga sudah mengenal saya, aku santai berangkat dengan sepeda motorku, kira kira pukul 11 siang aku sudah sampai di rumahnya dimana aku saat berhenti di depan pagar ada Rafa yang menyambutku dengan masih memakai seragam sekolahnya karena sudah welcome saya di suruh untuk langsung masuk,

" eh kamu dirumah sendiri ya rafa" tanyaku, lha mamah kamu kemana apa belum pulang ya??
" iya om biasanya mamah kalau pulang kisaran pukul 3 – 4 sore"
" oh begitu , disini om tadi disuruh untuk mengecek dan membetulkan televisi rumahkan, apakah masih gak ada gambarnya ??"
" bener sekali om, aku sampai kelewatan acara yang aku suka nih, cepetan benerin ya om?" Kata Rafa...

CERITA DEWASA - Kusetubuhi Anak Gadis Ibu Devi | Oke saya langsung mengecek televisinya terlebih dahulu, aku lihat tidak ada yang geser atau berubah kemudian aku menannyakan di mana letak antene atau parabolanya , katanya di belakang rumah, kemudian aku minta tolong ke pada Rafa untuk menyiapkan tangganya , setelah aku naik kira kira membutuhkan waktu hanya 10 menit karena antenenya hanya bergeser dan ada kabel yang kendo , jadi setelah berhasil membetulkan aku minta tolong lagi pada Rafa untuk memegang tangga yang hendak aku mau turun,

" Raf tolong pegangin tangganya sebentar ya?" Kataku.

- Melihat dari atas Rafa yang sudah berganti pakaian dengan pakaian khas bali yang kainnya tranparan dan agak longgar dengan tangan yang memegangi tangga terlihat lengan dari kaosnya turun sehingga terlihat sedikit bagian ketek dan belahan dadanya yang tertutup oleh BH aku yang melihat seperti itu seketika membuat burungku tegang dan berdiri serta berdenyut nyut nyut nyut.

 Dengan melihat pemandangan seperti itu aku secara perlahan mengintip sedikit demi sedikit celah yang ada di BHnya mungkin dengan usianya yang masih remaja juga belum terlihat besar tapi kencang , aku turun dari tangga dengan menahan nafsu, Rafa juga tak sadar kalau aku mencuri curi pandang di antara toketnya yang ranum, dengan masih memikirkan yang aneh aneh aku sempat berpikiran wah di rumah sekarang hanya ada aku dan Rafa saja perawan yang masih suci dan menawan tapi saat dia mengenakan kaos tersebut lebih kelihatan dewasa ketimbang dia memakai pakaian seragam sekolahnya, bagaimana aku bisa menyentuh dan memegang tubuhnya itu ya dalam pikirku saat menuruni tangga.

:: Saat mau turun aku di kagetkan dengan kata.

" Om Om kenapa kok memandangnnya agak gimana ke aku," Rafa jadi malu lah om.
" gak papa lah Rafa kamu terlihat terlihat cantikan sekarang , sambil aku menepuk pipinya yang kemudian wajah dia memerah, " ah si om bisa saja memujinya dan genit deh.
" Melihat Rafa senyum yang manja menjadi semakin gemas, kemudian aku menyalakan TV dan mencari chanel lagi, tak lama sudah ketemu semua channel nya hanya saja sekarang tinggal merapikan kabel kabel yang berantakan, “eh Rafa om minta tolong kamu pegangin kabel ini sebentar ya" dengan patuh dia membantu karena posisi TV agak pendek memb uat Rafa harus jongkong memegang kabel yang berada di belakang TV, dengan itu aku malah tak sengaja melihat pahanya yang tersingkap karena tidak bisa tertupi oleh semua kaosnya.

- Kadang aku melihat warna celana dalamnya juga , dan aku seperti berhenti jantungku melihat situasi tersebut aku menyuruh untuk menyodorkan kabelnya dan aku pegang tangannya dia hanya diam saja dan aku beranikan untuk memegang dagunya dan mengelus ngelus rambutnya

" kamu terlihat cantik sekali Rafa, boleh kah om mencium pipi kamu"
Tanpa ada balesan hanya kode yang dia tampilkan yaitu denan memejamkan matanya berarti tandanya dia menyetujui kalau aku cium, aku cium dari dagu dan menuju ke pipinya dengan lembut kemudian aku cium lagi ke bibirnya awalnya dia tidak membalas ciumanku tapi lama kelamaan mulut Rafa dibuka dan itu tandanya aku bisa melumat sampai ke dalam mulutnya lidahku aku masukkan ke rongga dengan lembut. Rupanya Rafa membalas ciumanku akan hadirnya lidahku ke dalam mulutnya , lidahnya aku sedot dan Rafa juga mengikuti caraku untuk berciuman dengan nikmat aku menciumi mulut Rafa yang mungil.

- Kemudian aku rebahkan tubuh Rafa yang dengan dia berada di bawah ku kecup keningnya karena matanya terlihat sayup sayup melihat diriku, lama semakin lama si Rafa juga ikut terangsang dengan begitu aku semakin liar untuk memegang area yang sensitive dengan lembut karena aku paham gadis ini baru pertama kali dan aku perlakukan dengan hati hati untuk tidak menyinggung perasaannya aku belai dengan kelembutan menunggu dia sampai mabok kepayang atas belaianku.

 Saat aku menyingkapkan kaosnya yang tertindih oleh pantatnya si Rafa pengertian rupanya dengan dia agak sedikit mengangkat pantatnya sambil aku ciumi lehernya yang membuat dia mendesah ahh ahh ahh , tanganku yang sudah hampir mau memegang gundukan memeknya sangat terasa sekali memek Rafa yang sudah basah , aku pegang dan aku remas gundukan memeknya wajah Rafa memejamkan mata merem melek dengan menggigit bibir yang ada di bawah, sepertinya dia sudah mulai terangsang.

- Tak lama karena nafsu sudah penuh aku buka kemejaku dan celana panjangku sehingga aku hanya memakai celana dalam saja, tanpa aku ragu aku langsung mecopot celana dalam yang di pakai Rafa , waduhhhh kulihat memek yang masih bersih tanpa ada bulu tipisnya sungguh asik sekali memek gadsi ini, aku angkat lutunya sehingga terlihat jelas dinding memek yang masih mulus dan masih sempit tentunya, Rafa sudah kehilangan kendali dan dia bertekuk lutut dihadapanku, wajah dia hanya menggelang geleng dengan tangannya yang memegang erat kaosnya sambil mendesah , karena tak sabar akan keindahannya langsung aku lanjutkan misiku dengan mengarahkan kepalaku ke selakangannya ku hirup aroma bau memeknya ya begitulah seperti pada umumnya, aku keluarkan lidahku dan menyentuhnya secara perlahan di dinding kemaluannya kujilati cairan dan aku telan sampai aku jilati di bagian selakangannya juga, slreppp sleepppp..aku sentuh dan aku tekan lubang memeknya dengan lidahku sambil aku ayun ke bawah ke atas ku dapati klitorisnya dengan gemas aku gigit sedikit dia mengerang kesakitan tangannya meremas rambutku tak peduli akan hal itu aku masih terus melanjutkan.

 Badan Rafa tak kuasan menahan sentuhanku sehingga membuat tubuh dia terontang antung kesana kemari, mungkin dia merasakan kenikmatan yang amat sangat hebat dengan jilatan lidahku membuat tubuh dia semakin terangsang, rafa sudah masuk dalam keinginanku dia sudah tidak bisa kontrol lagi karena nafasnya juga sudah tak beraturan, membuat aku semakin juga bernafsu lagu dan menginginkan kontolku untuk masuk kedalam lubang kenikmatan gadis, langsung saja tanpa aku bilang kepada Rafa aku pelorotkan celana dalamku dan kontolku sudah menegang.

- Saat aku keluarkan kontolku yang memang besar kulihat wajah Rafa kaget dan kagum karena memang kontolku kalau berdiri itu besar dan panjang, rafa seketika sadar melihat kontolku yang mau masuk ke dalam lubang memeknya , dengan dia menghempitkan kakinya.

" om gak usah ginian om, rafa takut nanti kalau ketahuan mamah aku nanti dimarahi dan aku juga belum pernah beginian , sambil manata kaosnya"
Mendapat perlawanan dari dia aku sempat bingung harus bagaimana , tapi aku santai karena sudah berpengalaman aku uluh dia dengan kata minta maaf sambil tanganku mengusap ngusap rambutnya,
" Rafa gak usah takut , om juga gak mau menyakiti kamu, om sayang kepada rafa , entah kapan rafa pasti juga meraksan hal ini , dan kalau rafa ingin tahu ginian sungguh nikmat sekali lho"
" iya om , rafa juga gak tau harus bagaimana lagi, kok jadi begini jadinya " air mata rafa sudah menetes.

- Melihat rafa seprti itu aku langsung merangkulnya dan menjelaskan panjang lebar mengenai hal behubungan sehingga membuat dia percaya lagi dan kembali ada senyum di bibirnya aku berusaha untuk meyakinkan dengan cara

" coba rafa pegang anunya om, biar gak kaget gimana rasanya , rafa pasti juga belum pernah kan, aku meraih tangannya dan membimbingnya untuk menyentuh kontolku"

- Awalnya tangannya sangat canggung dan kaku memgang kontolku, aku pegang tangannya dan aku bimbing dengan mengelus ngelus , tangannya mulai bergerak secara stabil naik turun dengan lama kelamaan membuat kontolku semakin membesar hingga tangan Rafa juga tak sampai untuk menggegamnya, lama kelamaan tangan Rafa sudah terbiasa dan aku tak lagi membimbingnya lagi, “ushh ushhh nikmat sekali rafaa ahhh ahh “ dan tanganku juga mulai memegang meremas toketnya yang masih tertutup oleh kaos.

 Toketnya yang mungil namum kencang khas sekali untk toket gadis, sementara aku mengayuhkan tanganku yang kanan memegang kepalanya dan mencumbunya dengan mulutku sambil kulumat bibirnya dan lidahku juga masuk ke dalam rongga dan akhirnya Rafa menjadi lunak lagi mengikuti dan membalas ciumanku matanya tertutup terlihat rafa sungguh menikmati akan hal ini dan aku menyuruh dia untuk melepas kasonya.

- Dengan cepat dia berdiri sebentar dan melepaskan kaos yang dipakai, terlihat gundukan toketnya yang cantik dan mungil serta tubuh rafa yang seksi hanya menggunakan BH saja, semakin membuat aku menjadi bernafsu, aku buka Bhnya dan kulihat putingnya yang berwarna merah muda sudah keras , “Rafa tubuh kamu seksi sekali, rayuku, kulihat wajah dia memerah “om boleh gak rafa mencium anunya om, “ rasanya kalau menolak tidak sopan aku mengiyakan permintaannya untuk mencium kontolku.

 Kemudian aku ambil posisi untuk duduk di sebuah sofa aku terlentangkan kakiku dan rafa jongkok berada di bawahku, awalnya dia hanya menciumi bagian kepala kontol dan batangnya lama kelamanaan dia memahami sendirinya dengan mulutnya di masukkan semua ke dalam kontolku slepp slepp enak sekali rafa terusin rafa bagian itu juga om minta untuk dijilat juga sambil menunjuk ke pelirku sluppp sluppp jilatannya mengayun dari bawah ke atas membuat darahku naik ,

" om om gimana kalau ini di terusin di kamar rafa saja, disini gerah soalnya"

- Langsung aku di ajak masuk kekamarnya yang ber AC , kurebahkan tubuh rafa di atas ranjang dan aku cumbu sambil mempermainkan toketnya aku jilat semua sekujur tubuhnya tanganku juga mempermainkan bagian memeknya yang semakin membasah, membuat kontolku juga semakin membesar dan tak tahan untuk menusuk ke dalam lubang wanitanya, karena aku rasa waktu sudah tepat aku paksakan dan kutekan secara perlahan karena aku tau memeknya sudah membasah,

- Sedikit demi sedikit aku dorong kontolku membuat dia merintih kesakitan tangan dia meremas sprei , mengetahui wajah rafa agak sedikit kesakitan aku hentikan sejenak dengan mengeluarkan kontolku dan mengayunkan lagi menusuk lagi maju mundur maju mandur dan akhirnya bless masuk semua batang kontolku di dalam, rupanya memek rafa bisa menampung semua kontolku yang besar dan amblas kesemuanya , membuat rafa menjerit ahh ahhh ahhhhhh…
Aku tak mau tau lagi akan jeritannya , yang penting aku bisa menikmati kejadian ini dengan nafasku yang sudah tak beraturan aku maju mundurkna secara perlahan menikamtai setiap gerakan dan denyutan dari memek rafa, erangan demi erangan rafa membuat dia bisa menikmatinya, dia mendesah ahh ahh ahh menahan rasa sakit tapi nikmat, setiap gerakanku aku cepatkan dai mengerang sampai aku sudha gak tahan aku gerakakan dengan cepat hingga berbunyi plokk plokk plokk dan dari sodokan ke tiga aku merasakan cairan yang keluar dari memek rafa mengguyur kontolku dengan deras , tubuh rafa pun seketika melengking terngakat ke atas membuat tubuh dia bergetar.

 Karena sudah tak berdaya aku hentikan perbuatan ini takut kalau rafa nanti jadi kapok, ku bersihkan tempat tidurnya dan merapikan segalan kegiatanku bersama rafa, dan aku pamit untuk keluar karena sudah dipanggil oleh atasan untuk membetulkan di rumah lain ,

" rafa om tak pulang dulu , ada kerjaan lagi soalnya " rafa pun mengiyakan dan aku pulang ke rumah. Sungguh kenikmatan yang tak sempat aku bayangkan bisa memeperoleh memek gadis yang masih sempit dan bau kencur.

- Esok harinya aku mendapat telepon dari ibu Devi , aku takut kalau Rafa memberitahu akan kajadian tersebut , aku angkat atau tidak ya enaknya , sungguh kwatir dan kacau aku beranikan untuk menerima teleponnya “iya bu Devi ada apa” tanyaku.

" oya ini yang kemarin mas , terimakasih sudah membetulkan progam televisiku, sekarng sudah normal kemarin penyebabny apa ya mas"
" itu bu Cuma kabel yang ada di parabolanya agak geser dan aku sudah memperbaikinya"
" kalau gitu biayanya berapa mas"
" gak usah bu cuman kabel saja yang gak beres dan juga gak berat kok"
" tapi kan itu semua pakai tenaga mas, nanti kalau mas gak mau aku gak mau nyervis di tempatmu lagi lho, nanti siang ke rumah ibu ya aku tunggu mas"
" iya bun anti aku kesana"

- Kita janjian pukul 12 siang , tapi aku datangnya terlambat ke rumahnya sampai ke rumahnya aku bertemu lagi denga Rafa gadis imut .

" Lho om terlambat barusan mamah pergi arisan tapi tadi ada pesan dari mamah ada titipan katanya, masuk dulu om " kata rafa. Saat aku masuk di dalam rupanya rafa sedang belajar kelompok dengan temannya.
" kenalin ni om aku , kata rafa"

- Kaget juga dia bilang kalau aku saudaranya , yaudah aku salamin dengan senyumku kulihat wajahnya cantik cantik sekali diantaranya namanya ada Nada , Dona, Mira mereka semua terlihat bahwa anak orang kaya semua karena dari penampilannya dan bentuk tubuhnya juga terawat, kemudian aku juga tak habis pikir tiba tiba tanganku di geret oleh rafa untuk menuju kekemarnya setelah kami masuk ke dalam kamar dia mengunci pintu dan aku di dorong ke ranjang sambil mencium diriku sambil berkata “om aku mau lagi kayak kemarin”, walah apa lagi ini sudah di kasih uang dari ibunya aku disuruh memuaskan hasrat gadis mungil ini, tak sanggup aku melonak aku bales dia dengan ciumanku.

 Rafa yang masih menggunakan seragam sekolahnya membuat aku bernafsu tinggi aku senderkan tubuh rafa di sampingku dan aku copot satu persatu benik seragamnya terlihat toketnya yang masih terbungkus oleh Bh membuat aku semakin gemas, aku ciumi dari leher sampai ke toketnya dan tanganku menyingkapkan kakinya menyentuh gundukan memek yang membuat tanganku bergetar saat meremasnya, Jariku memainkan dan menjawil jawil celah lubangnya sedikit demi sedikit memek basah karena tak tahan aku langsung mencopot celana dalamnya dan ingin mengulang menghisap menjilati kemaluannya hmm bau khas kembali tercium aku regangkan kakinya dan kepalaku masih di dalam rok nya ku jilati bibir kemaluannya, tubu rafa menggelinjang mengorek ngorek kemaluannya sungguh asik sekali, itilny yang menggemaskan aku mainkan , tubuh rafa sudah tak terkontrol karena dia memegang dan meremas segala benda yang ada di sekitarnya.

- Kontolku yang sudah mengeras akupun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sangat langka ini. Benar-benar kunikmati tiap tahapan batangku melesak ke dalam liang kemaluannya. Sedikit demi sedikit batang kemaluanku kutekan ke bawah. Indah sekali menyaksikan perubahan wajah Rafa kala makin dalam kemaluanku menelusuri liang kemaluannya. Akhirnya,

" Bless.."Habis sudah seluruh batang kemaluanku terbenam ke liang kenikmatannya.

- Selanjutnya dengan lancar kutarik dan kubenamkan lagi. Makin lama makin asyik saja. Memang luar biasa kemaluan Rafa, begitu lembut dan mencengkeram. Ingin rasanya berlama-lama dalam liang kemaluannya. Semakin lama semakin dahsyat aku menghujamkan batangku sampai Rafa menjerit tak kuasa menahan kenikmatan yang menjajahnya. Hingga akhirnya Rafa berkelojotan sambil meremas ganas rambutku.

 Wajahnya tersapu warna merah seakan segenap pembuluh darahnya menegang kencang, hingga mulutnya meneriakkan jeritan yang panjang. Kiranya Rafa tengah mengalami puncak orgasme yang merasuki segenap ujung syarafnya.Menyaksikan pemandangan seperti ini membuatku makin cepat mengayunkan batang kemaluanku.

- Dan rasanya aku tak bisa menahan lebih lama lagi, lebih lama lagi.., lebih lama lagi. Secepatnya kucabut batang kemaluanku dan segera kuarahkan ke mulut Rafa. Rafa agak gugup menerima batang kemaluanku. Tapi nalurinya bekerja dengan baik, mulutnya segera menganga dan langsung mengulum batang kemaluanku.

 Dan kala aku meledakkan lahar, lidahnya menjilati sekujur batang kemaluanku. Tubuhku rasanya langsung luruh, tenagaku terkuras habis-habisan. Beberapa kali batang kemaluanku mengejut dan mengeluarkan lahar. Oh, my God..Keasyikanku berdua dengan Rafa membuat kami tidak merasakan jam yang terus berjalan.

- Tidak terasa hampir 3 jam kami meninggalkan teman-teman Rafa di luar. Sekilas terdengar suara kasak-kusuk, seperti ada orang lagi mengintip perbuatan kami. Tapi saking asyiknya menikmati tubuh Rafa, aku jadi tak mempedulikannya. Kulirik Rafa masih tergolek tanpa penutup apa-apa dengan tubuh terlentang kelelahan.

 Wajahnya yang terlihat polos sangat indah dengan paduan tubuh kecil yang mulus. Kakinya masih membuka lebar, seperti sengaja memamerkan keindahan lekukan di selangkangannya. Gundukan kemaluannya memang belum berbulu sehingga jelas kelihatan bibir kemaluannya yang merah muda.

" Raf, teman-temanmu kelihatannya lagi pada ngintip lho." kataku berbisik di telinganya.
" Hehh..?" jawabnya sambil segera menutupi tubuhnya dengan selimut.
" Teman-temanmu.." sekali lagi aku meyakinkannya sambil menunjuk ke pintu.
" Wwaduhh, gimana nich.. Om."
" Tenang aja, cepat pakai baju lagi dan seakan-akan nggak ada apa-apa, okey?"
" Tapi Rafa jadi malu sama mereka dong," katanya manja dan wajahnya berubah merah sekali.“Sudah dech jangan dipikirin, anggap aja kita nggak tahu kalau mereka pada ngintip.”Akhirnya kami keluar kamar juga, dan teman-teman Rafa kelihatan sekali pura-pura sibuk mengerjakan soal-soal.

- Terlebih wajah mereka bertiga tersapu rona merah, dan tampak menahan senyum. Wah agak grogi juga aku untuk menyapa mereka. Sekali lagi aku tertolong oleh usiaku yang jauh di atas mereka. Kata orang langkah awal memang sulit untuk dilakukan.“Hallo, belum selesai nich soal-soalnya?” kata awal yang akhirnya meluncur juga.

" Iya Omm.." seperti koor mereka menjawab serentak. Dan makin memperlihatkan kegugupan mereka.Boleh juga nich. Dan ide-ide cemerlang pun segera bermunculan, barangkali tidak terpikirkan oleh seorang Einstein.
" Sebaiknya istirahat dulu biar fresh pikiran kita, jadi nanti kita akan dengan mudah mengerjakan soal-soal rumit kayak gitu," Saranku menirukan seorang psikiater. Sebab menurut hematku mereka pasti juga turut terangsang mengintip perbuatan kami.

- Dengan kata lain mereka menyetujui perbuatan itu, kalau nggak setuju yach jelas nggak mau ngintip.

:: Jadi kesimpulannya kalau mereka mau mengintip berarti juga mau untuk berbuat seperti itu.

" Begini, Om tahu kalau kalian tadi ngintip Om di kamar." Tapi kalian tidak perlu kuatir sama Om.

" Om nggak marah kok. Malah senang bisa memberi kalian pelajaran baru. Tapi Om juga kepingin lihat kalian telanjang juga dong, biar adil namanya. Iya, nggak.?" Seketika wajah mereka bertambah merah padam, antara malu dan takut.
" Maaf Om, tadi kami tidak sengaja mengintip." kata Nada ketakutan sambil merapatkan pahanya.“Baiklah kalau begitu Om tidak mau memaksa kalian, Om juga sayang sama kalian. Kalian semua cantik-cantik. Sekarang daripada kalian ngintip, Om nggak keberatan untuk nunjukin burung om.

- Lihat yach dan kalian semua harus memegangnya. Yang nggak mau megang nanti Om telanjangin!” Suaraku bertambah nada ancaman. Dan aku pun segera membuka reitsleting celana sekaligus memelorotkannya berikut celana dalam, hingga burungku yang ngaceng melihat kepolosan mereka langsung nyelonong keluar.

 Serempak Nada, Dona, dan mira menutup wajah mereka. Aku acuh saja mendekati mereka satu persatu dan menarik tangannya untuk memegang burungku. Mulanya tangan mereka kaku sekali tapi jadi mengendur kala menempel burungku.Rafa yang sedari tadi hanya menonton langsung memprotes kelakuanku.

" Sudahlah Om jangan begitu, lebih baik kita semua telanjang bersama saja, itu memang yang paling adil. Lagian kita juga sudah biasa mandi bersama kok, iya khan teman-teman." Nada, Dona, dan Mira diam saja tampak malu-malu mempertimbangkan tawaran Rafa.
" Baiklah karena diam berarti kalian setuju. Ayo dong Lin, biasanya kamu yang paling suka membukakan bajuku." Kata Rafa sambil menghampiri lalu merangkul Dona.
" Iya dech saya setuju, " tapi asal yang lain juga setuju lho.
" Dona mengumpan lampu kuning." Oke, Saya juga setuju agar konsekuen dengan perbuatan kita.
" Mira menimpalinya." Demi kalian aku juga boleh-boleh saja.
" Akhirnya Nada juga memberi keputusan yang melegakan hatiku."
" Nach begitu baru kompak namanya. Yuk kita bareng-bareng ke kamar aja.." Sahut Rafa.Jantungku bergerak kencang sekali, membuat langkahku limbung.

- Di depanku berjalan 4 cewek imut-imut alias ABG, Rafa dan ketiga temannya, Nada, Dona, dan Mira, menuju kamar Rafa. Mulanya bingung harus bagaimana, tapi situasi yang memaksaku berbuat spontan saja. Mereka semua kusuruh duduk berjejer di tepi ranjang.

" Begini, kalian semua nggak perlu takut sama Om. Om nggak mungkin menyakiti kalian, kita sekarang akan bermain dalam dunia yang baru, yang belum pernah kalian rasakan. Kalian tak perlu malu, kalian tinggal menuruti apa saja yang Om perintahkan." Sekali lagi rileks saja, anggaplah kita sedang menjalani pengalaman yang luar biasa.." Banyak sekali sambutan pembukaan yang keluar begitu saja dari mulutku, untuk meyakinkan mereka dan agar nanti tidak kacau. Akhirnya mereka menganggukkan kepala satu persatu sebagai tanda setuju. Di wajah mereka mulai muncul senyum-senyum kecil, tetapi jelas tak bisa menyembunyikan rasa malunya. Wajah mereka memerah kala aku mengucapkan kata-kata yang berbau gituan.Singkat kata kusuruh mereka semua berdiri berhadapan, berpasangan.

- Rafa memilih Nada sebagai pasangannya, sedang Dona dengan Mira. Padahal batang kejantananku sudah gemetaran ingin segera melabrak mereka, tetapi nalarku yang melarangnya.

" Sekarang kalian coba saling membukakan baju pasangan kalian sampai tinggal BH dan celana dalam saja."  Biar nanti sisanya Om yang bukain.
”Mulanya mereka ragu bergerak, untunglah ada Rafa yang berpengalaman dan Mira yang agresif sekaligus paling cantik dan menggiurkan. Mira memang lebih menonjol dari semuanya, badannya yang bagus tergambar dalam baju tipisnya, hingga BH-nya menerawang membentuk gundukan yang sempurna. Rafa dan Mira tampak tertawa kecil membuka kancing baju temannya yang tak bisa mengelak lagi.

 Dan tentu saja Nada membalas perbuatan Rafa, demikian pula Dona. Wah, tak kusangka jadi meriah sekali persis seperti lomba makan krupuk. Hatiku bersorak girang melihat mereka saling berebut melepas baju pasangannya. Sementara itu otakku terus berputar mencari solusi terbaik untuk step berikutnya, selalu saja setiap cara ada kemungkinan terjadi penolakan.

 Sebaiknya harus selembut mungkin tindakanku.Pasangan Rafa dan Nada kelihatan kompak, hingga tak banyak waktu mereka berdua telah telanjang, hanya BH dan celana dalam saja yang menempel di badannya. Untuk Rafa tak perlu kuceritakan lagi, lagian para pembaca juga sudah pernah ikut menikmati keindahan tubuhnya pada episode yang lalu. Sedang Nada yang berbadan putih mulus masih malu-malu saja, sambil menutupi selangkangannya dengan tangan kanan ikut menonton Mira dan Dona yang belum selesai.
Sementara itu, Mira dan Dona sampai bergulingan di lantai. Kelihatannya Dona menolak dibuka rok bawahnya, tapi Mira tetap ngotot menelanjanginya. Rafa dan Nada turut tertawa menonton pergulatan seru itu. Dan karena gemas melihat Mira kewalahan atas pemberontakan Dona, Rafa dan Nada segera bergerak membantu Mira dengan memegangi kaki Dona yang tengah menendang-nendang. Secepat kilat Mira memelorotkan rok bawah Dona sampai terlepas.

" Heehh.. kalian curangg.. Nggak mau, Dona nggak mau sama kalian lagi.." Dona berteriak dengan sengit dan seperti mau menangis.
" Tenang Dona, kita kan lagi bersenang-senang sekarang, dan lagi kenapa kamu mesti seperti itu. Bukankah kamu sendiri tadi sudah ikut setuju. Dari tadi kan Om nggak memaksa kamu. Yang penting kita tidak akan menceritakan kejadian ini pada siapa pun. Hanya kita-kita saja yang tahu. Kalau kamu malu itu salah. Percaya deh sama Om." Untunglah saranku kelihatannya dapat diterima, apalagi melihat Mira segera membuka bajunya sendiri yang kusut sekali. Satu persatu kancing bajunya dibuka, dan sekali merosot sekujur keindahan tubuhnya terpampang.

- Tak kusangka Mira terus melepas BH-nya, kemudian membungkuk dan melepas celana dalamnya. Seketika jantungku berhenti berdetak, seluruh susunan syarafku mengeras, sampai dada ini seperti mau meledak.
Sebuah pemandangan yang menakjubkan terpampang begitu saja di depanku.

" Luar biasa.. Hebat.. Nah dengan begini berarti Dona nggak boleh ngambek lagi lho. Lihat Mira telah membayar kontan. Yuk kalian semua sekarang duduk lagi di ranjang sini."

- Segera mereka sekali lagi menuruti perintahku. Aneh memang, selama ini aku nggak pernah kenal sama ilmu-ilmu gaib seperti di Mak Lampir, tetapi kenyataannya kok bisa mereka begitu saja patuh padaku.

" Nah sekarang kalian semua berbaring," Mereka patuh lagi. Dengan kaki terjuntai di lantai mereka semua membaringkan tubuhnya.“Sekarang kalian diam saja, Om akan memberi sesuatu pengalaman baru seperti yang kalian tonton waktu Om sama Rafa.

:: Kalian tinggal menikmati saja sambil menutup mata kalian biar lebih konsentrasi.

" Sengaja aku menjatuhkan pilihan pertama pada Dona.Perlahan-lahan kubuka celana dalamnya, kakinya agak menegang. Sedikit demi sedikit terus kutarik ke bawah. Segundukan daging mulai terlihat. Detak jantungku kembali berdegup cepat. Dan lepaslah celana dalamnya tanpa perlawanan lagi. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilatan di depanku."

- Sedikit kurentang kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik bukit itu. Lalu dengan kedua jempol kubuka sedikit celah itu hingga terlihat semua isinya. Aku sampai menelan air liurku sendiri demi melihat liang kewanitaan Dona. Kudekatkan kepalaku agar pemandangannya lebih jelas. Dan memang indah sekali.

 Aku tak bisa menahan lagi, segera kudekatkan mulutku dan kulumat dengan bibir dan lidahku. Rakus sekali lidahku menjilati setiap bagian liang kewanitaan Dona, rasanya tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan. Dan tiap lidahku menekan keras ke bagian yang menonjol di pangkal liang kewanitaannya, Dona mendesis kegelian. Kombinasi lidah dan bibir kubuat harmonis sekali. Beberapa kali Dona mengejangkan kakinya.

- Aku tak peduli akan semerbak bau yang khas memenuhi seputar mulutku. Malah membuat lidahku bergerak makin gila. Kutekankan lidahku ke lubang liang kewanitaan Dona yang sedikit terbuka. Rasanya ingin masuk lebih dalam lagi tapi tak bisa, mungkin karena kurang keras lidahku.
Hal ini membuat Dona beberapa kali mengerang keenakan.

" Aduhh.. Omm.. enakk sekali.. teruss Omm.. ohh.." Mulut Dona mendesis-desis keenakan.

- Dan setiap lidahku menerjang liang kewanitaannya, Dona menghentakkan pinggulnya ke atas, seakan ingin menenggelamkan lidahku ke dalam liang kewanitaannya. Banyak sekali cairan kental mengalir dari liang kewanitaannya, dan seperti kelaparan aku menelan habis-habisan.
Persis seperti orang sedang berciuman, cuma bedanya bibirku kali ini mengunyah bibir liang kewanitaan Dona hingga mulutku berlepotan lendir.Ita yang berbaring di sebelah Dona tampak gelisah, beberapa kali kulihat dia merapat-rapatkan pahanya sendiri.

- Rupanya dia ikut hanyut melihat permainanku. Diantara mereka berempat, dia memang yang tercantik. Karena itulah mungkin yang membuatnya sedikit genit, lebih matang, dan lebih ‘berbulu’. Hebat nian, anak SMP liang kewanitaannya sudah selebat itu. Sambil mulutku bermain di liang kewanitaan Dona, sedari tadi mataku terus memperhatikan liang kewanitaan Mira. Beberapa kali tanganku ingin meremasnya tapi kuatir kelakuanku bisa mengecewakan Dona.

 Habis kalau dia ngambek bisa berantakan. Sebagai kompensasinya tanganku meremasi kedua payudara Dona yang kecil dan nyaris rata dengan dada. Putingnya yang lembut kugosok-gosok dan kupencet.

" Lin, udah dulu yahh, nanti lain kali Om lanjutin lagi, yahh." kataku sambil megecup bibirnya.

- Yang diajak ngomong tidak menjawab, cuma wajahnya jadi merah seperti kepiting rebus. Sekali lagi kukecup di keningnya.Segera aku bergeser ke sebelah dan langsung menindih tubuh Mira.

 Mira yang cantik. Mira yang seksi. Walau tengah terlentang, payudaranya tetap tegak ke atas dan diperindah dengan puting yang besar. Kudekatkan bibirku ke bibirnya, langsung menghindar. Barangkali tak tahan mencium aroma liang kewanitaan Dona.

- Wajarlah, memang mulutku seperti habis makan jengkol. Segera kuturunkan mulutku ke lehernya, kucumbui semesra mungkin. Mira kegelian. Lalu turun lagi. Sambil kuremasi, payudaranya segera masuk ke mulutku. Kuhisap dan kujilati putingnya. Karuan saja Mira meronta-ronta.

 Entah kegelian apa keenakan, aku tak peduli. Bergantian kedua payudaranya kujilati semua permukaannya. Nafsuku rasanya sudah di ujung ubun-ubun. Batang kejantananku telah mendongak perkasa sekali, beberapa kali berdenyut minta perhatian. Kalau saja memungkinkan ingin rasanya segera kumasukkan ke liang kewanitaan Mira. Sekali lagi nalarku terkontrol, karena memang aku sudah berjanji pada mereka. Cerita Sex Gadis
Tidak ada liang kewanitaan yang kumasuki batang kejantanan. Lagian memang aku benar-benar ingin semuanya berjalan mulus sesuai rencana. Coba kalau tiba-tiba ada yang menangis karena menyesal memberikan perawan mereka begitu saja padaku.

- Nggaklah.Kaki Mira kurenggangkan sedikit. Bukit Berbunganya indah sekali. Yang namanya labia mayora sebetulnya nggak karuan bentuknya tapi selalu memancarkan keajaiban magnetis bagi setiap pria yang memandangnya.
Barangkali kalau aku yang bikin daftar keajaiban dunia, Labia Mayora menempati urutan teratas. Siapa setuju kirim email, nanti kubawa berkas dukungannya ke Majelis liang kewanitaan Nasional.Singkat kata segera mulutku kembali beroperasi di wilayah ajaib itu.

 Pelan-pelan kutarik dengan bibirku kedua labia mayora kepunyaan Mira secara bergantian. Kemudian, lidahku mencongkel keras ke pangkal pertemuan pasangan labia itu, dan berputar-putar di tonjolan daging kecilnya yang konon paling rawan sentuhan. Memang luar biasa efek sampingnya, seketika sekujur tubuh Mira bergoncang.

- Makin keras goncangannya, makin gila pula lidahku berayun-ayun. Aroma yang khas muncul lagi seiring mengalirnya lendir encer. Harta terpendam inilah yang kucari. Lidahku terus menyongsong ke dalam liang kewanitaan Mira.Mira yang meronta-ronta menahan gejolak penjarahan liang kewanitaannya, berinisiatif mengambil bantal dan meletakkan di bawah pantatnya.

 Aku sampai heran perawan kecil ini kok sudah punya insting yang baik. Sambil kedua kakinya nangkring di pundakku, Mira membiarkan aku dengan leluasa menjelajahi seisi liang kewanitaannya. Kali ini lidahku berhasil masuk semua ke dalam liang kewanitaan, enak sekali.

- Aku sudah tidak tahan lagi, segera tangan kananku mengocok batang kejantananku sambil segera berpindah ke sebelah lagi. Kali ini giliran Nada yang kelihatannya berdebar-debar menunggu giliran. Itu terlihat dari gerakan matanya yang gelisah.

 Tanpa basa-basi lagi kuraih sebuah bantal dan kuletakkan di bawah pantatnya, dan kurentangkan kedua kakinya menjepit badanku yang berlutut di lantai. Liang kewanitaannya merekah persis di depan hidungku. Sambil terus mengocok batang kejantanan, segera lidahku menerobos ke lubang senggamanya.

- Nada sempat berontak. Duilah aku sampai kesurupan, lupa sama teman bermain yang masih yunior. Oke, sofly and gently again maunya.Sambil menahan nafas yang sebetulnya sudah ngos-ngosan (nggak sempat minum extra joss) kucumbui liang kewanitaan Nada. Liang kewanitaan yang satu ini agak gemuk dan berbulu walau tak selebat milik Mira.

- Masing masing memiliki yang special sendirinya , baud an aromanya juga berbeda dari memeknya, itilnya aku mainkan dengan perlahan lahan , erangan nada kadang tak terdengar begitu jelas tapi desisannya membuat aku semakin bernafsu, Pantat Nada yang padat dan besar membuat lubang anusnya ikut terbuka waktu diganjal bantal. Tanpa rasa jijik sedikitpun kujilat-jilat anusnya. Nada makin mengaduh keenakan apalagi kala lidahku mencoba menerobos masuk ke anusnya. Nada pun menunjukkan kerja sama yang baik dengan mengangkat pinggulnya. Aku pun turut meningkatkan speed game-nya. Agak capai juga berlutut terus, aku naik ke atas dan menindih tubuh Nada.
Toketnya pun aku jilati dan aku srurup seperti minum es tehh walaupun ukurannya kalah dengan Mira tapi sungguh indah bisa memegang gundukan toket gadis seperti ini, tanganku semakin aku percepat untuk mengocok kontolku dan aku tak bisa menahan dan keluarlah semburan lahar panas dari kontolku aku cium mulut nada yang menggemaskan , nada pun juga memberi perlawanan melumat lidah dan mulutku, sesudah itu mereka kembali lagi ke ruang tengah dan kami ngobrol ngobrol sebentar hingga akhirnya mereka pamit pulang , tapi aku dan rafa masih melanjutkan ngentot sebelum mamahnya pulang ke rumah kira kira satu jamman, setelah kami selesai bercinta sambil menunggu mamahnya Rafa pulang aku pura pura untuk mengecek parabola dan antenna lagi sambil melirik ke mata Rafa...!!!*****TAMAT

- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

Saturday, March 25, 2017

Kusetubuhi Sepupu Ibu Warteq

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Kusetubuhi Sepupu Ibu Warteq - kali ini menceritakan tentang kisah nyata seorang pemuda yang berstatus sebagai pegawai negri sipil (PNS) yang merenggut keperawanan sepupu dari pemilik warteg langgananya.Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini...

CERITA DEWASA - Kusetubuhi Sepupu Ibu Warteq | Cuaca pada siang hari itu terasa panas sekali di kota Serpong (tangerang), aku yang bekerja sebagai pegawai departemen pemerintah yang menagani dalam bidang kontruksi bangunan dan tata kota pada hari itu terasa lelah sekali. Karena kebetulan kerjaku banyak dilapangan, karena cuaca yang panas aku-puj memutuskan untuk pulang ke kostku.

 Walalupun sebenarnya saat itu aku belum menyelesaikan pekerjaanku, untuk meninjau beberapa proyek yang sedang dikerjakan oleh sub kontraktor yang terpilih oleh kantorku. Sesampainya di kost, akupun segera memarkir motor inventaris dari kantorku diteras depan kostku. Siang itu benar-benar panas sekali, terasa haus dan perut melilit karena lapar.

- Karena saat itu kemejaku basah oleh keringat, maka aku-pun segera berganti kaos sekaligus ganti celana pendek. Selesai itu aku-pun segera menuju warteg langgananku yang letaknya berada di seberang jalan depan kostku. Sesampainya disana aku-pun segera memesan makan dan minum kepada mbak Sri pemilik warteg tersebut.

 Namun saat itu tiba-tiba mataku terpanah dengan seorang gadis pelayan warteg yang nampaknya baru hari ini bekerja di warteg mbak Sri. Saat itu kuperhatikan dia secara seksama, ternyata setelah aku perhatikan lumayan juga pegawai warteg baru itu. Kulitnya putih, wajahnya ayu, body sintal, payudara kenyal dan pantatnya semok semok sekali.

- Pegawai Mbak Sri yang baru itu kuperhatikan tangan dan kakinya ditumbuhi oleh bulu halus, biasanya jika gadis berbulu itu mempunyai nafsu besar. Karena saat itu aku penasaran, maka aku-pun bertanya kepada mbak Sri,

" Wah ada pegawai baru yah mbak, makin banyak aja mbak pegawainya, hhe… " ucapku berbasa-basi.
" Iya nih Mas baru, kebetulan dia juga sepupu Mbak Mas, dia baru dating semalam dari Tegal, " ucap mbak Sri menjelaskan panjang lebar.
" Oh begitu yah Mbak, emang nama sepupunya siapa Mbak?, " tanyaku sembari terus memandangi sepupu mbak Sri yang bohay itu.
" Suci Mas namanya, ini mas pesanan mas, " jawabnya singkat sembari memberikan pesananku.

- Memang terlihat benar-benar Suci nih gadis, nampaknya belum pernah terjamah tangan lelaki nih cewek, ucapku dalam hati. Sembari menikmati makan siang, fikiranku berfantasi tentang keindahan tubuh suci, fikiranku tiba-tiba saja mendadak mesum, aku berkhayal seumpama sajaaku bisa ML sama suci, beuh…pasti nikmat sekali pastinya.

:: Ditengah khayalan mesumku tiba-tiba saja suci datang menghampiriku,

" Mas mau pesan minum apa mas?, " tanya Suci membuyarkan kayalan mesumku.
" A.. anu mbak, Es Teh saja mbak, " jawabku agak gagap karena sedikit kaget.

- Saat itu dari pertemuanku dengan Suci di warteg, singkat cerita aku-pun bisa dekat dengan Suci karena bantuan mbak Sri. Hal itu membuatku ingin selalu cepat-cepat pulang kerja dan ingin segera bertemu Suci. Hari-demi hari kami-pun semakin dekat. Setelah kira-kira 1 minggu kami saling kenal, pada malam itu aku dating kewarteg bermaksud untuk menembaknya,

" Malem Suci, udah mau tutup yah?, " tanyaku basa-basi membuka pembicaraan.
" Iya Nih mas soalnya udah habis semua makananya, hhe… emang kenapa Mas mau makan yah ?, " ucap Suci.
" Nggak kog, Mas kesini pingi ketemu Suci aja kog, hhe… Oh iya Mbak Sri habis ini boleh nggak Mbak aku ngobrol sebentar sama Suci, " jawabku kepada suci sekaligus meminta ijin kepada Mbak Sri agar aku bisa ngobrol dengan Suci.

:: Saat itu Suci hanya tersenyum, dan Mbak Sripun menjawab,

" Oh boleh saja kog mas Rahma, sekrang juga boleh kog, yasudah sana Suci ngobrol sama Mas rahma, kayaknya da yang penting tuh, " ucap mbak sri kepdaku kemudian dia menyuruh Suci agar mengobrol denganku.

- Nampaknya saat itu mbak Sri sudah mengerti denagn maksudku, sungguh pengertian sekali mbak Sri ini, mungkin karena aku langgananya kali yah, hhe. Kemudian aku-pun mengajak Suci kedepan warteg untuk berbincang 4 mata denganku. Saat itu kami duduk di kursi kayu panjang didepan warteg,

" Eummm, gimana kabarnya kamu Suci, " sehatkan ??? kataku membuka pembocaraan.
" ya beginilah Mas, Suci sehta selalu, hhe…, " jawab Suci.
" Oh iya Suci Mas mau ngomong penting nih sama kamu, ngomong-ngomong kamu udah punya pacar belum sih, " tanyaku to the poin.
" Belum Mas, emang kenapa sih mas Tanya seperti itu, " tanya balik Suci kepadaku.
" Masa iya sih kamu nggk punya pacar, jangan-jangn kamu udah punya pacar lagi dikampung kamu, " ucapku memastikan.
" Sumpah deh Mas Suci udah nggak punya pacar. Memang sih dulu suci pernah punya pacar, tapi baru jadian 1 minggu suci minta putus, hhe…" ucapnya menjelaskan kepadaku.
" Wah kamu sadis banget Ci, baru 1 minggu jadian masak udah minta putus, " ucapku kaget.
" Yah mau gimana lagi Mas, masak baru 1 minggu jadian dia udah selingkuh dan berlaku nggk sopan gitu sama aku, akukan kesal jadinya mas, huhhh…, " ucap Suci kesal ketika menceritakan tentang mantan pacarnya.

:: Belum sempat aku menjawab diab sudah menyambung perkataanya lagi,

" Udah gitu dia suka minum alcohol Mas, Kalau udah mabok suka remas-remas buah dada aku, maksa lagi dalam keadaan mabuk, bener-bener keterlaluan deh pokonya Mas, " Ucapnya panjang lebar mengungkapkan kekesalanya.

:: Wah ini cewek udah kepancing nih sampai-sampai semua perbuatan mantanpacarnya yang tidak senonoh diceritakan padaku. Lalu,

" Wah kalau gitu bener kamu Ci, cowok bangsat itu namanya, Oh iya Ci misalnya ada cowo yang baru kenal sama kamu, terus dia suka banget sama kamu, kira-kira kamu mau terima dia nggak ?, " ucapku mulai menjurus.
" Ah mas ini, ada-ada aja, emangnya cowok di kota besar seperti ini yang mau babau warteg kaya aku mas ?, " tanyanya.
" Kamu tuh jangan gitu Ci, kamu ini cantik loh namanya orang kalau udah jath cinta tuh nggak memandang status maupun profesi Ci, " ucapku sedikit menggombal.
" Iya sih Mas, tapi siapa juga yang suka sama aku mas ?, " tanayanya.
" Masak kamu nggak tahu Sih ??? yang suka sama kamu aku Ci, serius Ci…, " ucapku dengan tegasnya.
" Ah si Mas bercanda deh, Mas kan PNS udah giru ganteng lagi, mana mungkin Mas suka sama aku, paling juga misalnya suka juga cuma sesaat sama aku, dan palingan aku juga Cuma buwat mainan mas aja, " jawabnya panjang lebar. Lagi-lagi dia menyambung perkataannya lagi,
" Aku belum siap Mas buwat pacaran lagi, aku trauma kalau aku nanti sakit hati lagi, maaf ya mas sebelumnya, " ucapnya menolak tembakanku.

- Seketika itu aku diam karena ditolaknya. Setelah itu aku-pun berpamitan pulang kepada Suci dan Mbak Sri. Malam itu aku merenungi kegagalanku, namun setelah aku befikir lag, aku memutuskan untuk tetap mengejar Suci lagi. Dengan bantuan Mbak Sri, aku mengutarakan perasaan hatiku kepada sepupunya itu, Mbak Sri-pun akhirnya sepakat untuk membantuku.

 Mbak Sri saat itu berkata padaku, memang Suci sudah pantas untuk menikah dan apabila dia bisa sampai menikah dengan Suci maka derajat keluarga Suci akan ternagkat. Yah namanya dikampung jika mempunyai menantu PNS maka akan dihormati, kata Mbak Sri. Mbak Sri-pun membatu aku semaksimal mungkin untuk terus merayu Suci agar dia mau menerimaku.

- Singkat cerita setelah 1 bulan mendekati Suci, tepatnya tanggal 17 Agustus di halaman kantor kecamatan ada acara dangdut kampong yang diadakan oleh pihak kecamatan. Sembari menikmati musik dangdut kampong didepan panggung, pada malam itu aku mencoba menyatakan lagi cintaku pada Suci,

"  Ci, mala ini aku akan menguutarakan isi hatiku lagi kepadamu, Mas sungguh cinta dan tidak ada niat sedikit-pun untuk menyakiti ataupun mempermainkan Suci, Jika mala mini Mas masih kamu tolak, Mas lebih baik buta daripada kelak melihat Suci bersanding dengan orang lain, " ucap gombalan mautku mulai aku kerahkan.
" Ya ampun Mas, kamu sampai segitunya, iya Mas aku mau jadi pacar kamu, aku udah tahu semua perasaan mas jika benar-benar Mas Serius sama aku dari Bulek Sri, tapi aku punya syarat untuk Mas, " ucapnya dengan mata berkaca-kaca karena dia terharu dengan kata-kataku.
" Yesssssss… Akhirnya aku diterima, lalu.
" Syarat apa Ci," tanyaku penasaran.
" Sederhana kog Mas syaratnya, jangan sekali-kali Mas selingkuh dari aku, simplekan ??? " ucap suci.
" Siap… Aku akan selalu setia sama kamu Ci, jadi ini kita jadain ya Ci, makasih ya Ci udah terima aku…, " ucapku girang karena Suci terima aku emnjadi pacarnya.

- Begitu girangku aku sat itu, aku-pun secara reflek tanagnku memeluk Suci dari samping lalu aku mencium rambutnya, dan suci juga secara reflek melingkarkan tangannya dipinggangku. Sempurnalah hasil perjuanganku, kini kami-pun menjadi sepasang kekasih. Semenjak aku berpacaran dengan Suci, Mbak Sri-pun memperlakuan aku dan suci secara special.

 Semenjak itu Mbak Sri sering meminta Suci meninggalkan pekerjaannya jika aku sudah pulang dari kantor, dan Suci-pun keudian menghampiriku untuk cium tangan layaknya seorang istri kepada sang suami. Sampai pada suatu Sore, ketika aku pulang kantor, mbak Sri-pun tiba-tiba menghampiri aku dikamar kostku,

" Sore Mas Rahma, Maaf nih sebelumnya mas, Mbak mau menggagu waktunya sebentar, Mbak mau minta tolong nih Mas boleh nggak Mas ??, " ucap mbak Sri.
" Wah tentu boleh dong calon tanteku, memangnya Mbak mau minta tolong apa ?? " ucapku mengombal.
" Begini nih Mas rahma, saudara Mbak kan ada yang mau punya hajatan, mungkin Mbak dan suami Mbak akan beberapa hari menginap di bekasi, Mbak minta tolong titip dan awasi Suci dan pegawai mbak lainya bisa nggak Mas, Mbak khawatir soalnya mereka cewek semua, takutnya nanti kalau ada orang macem-macem sama mereka, " ucap Mbak Sri panjang lebar.
" Siap calon tanteku, jangankan beberapa hari, 1 tahun-pun aku juga siap, " jawabku ssembari tersenyum.
" Haha kamu bisa aja deh Mas, kan ada Suci sang pujaan hati, hhe.. yaudah terima aksih ya Mas rahma sebelumnya, kalau gitu Mbak pamit sekalian soalnya habis magrib Mbak berangkat, " Ucap mbak Sri kemudian dia Pergi.

:: Singkat cerita Mbak Sri dan suaminya-pun sudah berangkat ke bekasi. Pada Malam itu Warteg-pun tutup lebih awal, sehingga malam itu aku punya banyak waktu berbincang dengan Suci,

" Mas, kita kekost mas aj yuk, disini nggak enak bueat ngonrol, berisik banget soalnya, " Ucap Suci.
" Oke deh Ci, tapi aku buwatin coffemix dulu yah!, " pintaku lalu bergegas berjalan menuju kostan.

- Tidak lama Suci-pun menyusul dengan membawa segelas coffemix kesukaanku. Malam itu Suci terlihat sexy dan bohay sekali dengan kaos ketat hitam dan celana legging berwarna hitam juga. Sungguh terlihat kontras sekaliu dengan kulit putihnya itu, dengan pakain ketatnya itu pantat dan payudara Suci terlihat padat sekali. Melihat hal itu otak mesumku-pun mulai kambuh.

 Kini kami berada dalam kamar kost hanya berdua, kebetulan malam itu malam minggu, penghuni kost yang rata-rata masih single tidak ada dikosan. Melihat susanan yang mendukung itu, otak mesumku semain menjadi-jadi saja. Kemudian aku-pun mencari alasan agar aku bisa menutup pintu kamarku,

" Ci, pintunya aku tutup yah, dingin banget rasanya kena angina malam, kayaknya aku lagi nggk enak badan deh ?, " ucapku mencari alasan.
" Wah kasihan banget sih kamu Mas, iya Mas tutup aja, apa mau Suci kerokin Mas barang kali aja Mas Masuk angin, " ucapnya tanpa rasa curiga sedikitpun.
" Ah nggk usah Ci aku nggk suka kerokan Kog, cukup pintunya ditutup aja aku udah nggkkedinginan, " ucapku mendramatisir keadaan.
" Oh yaudah kalau gitu Mas, Oh ya Mas TV-nya aku nyalain ya Mas, " ucapnya.
" Yaudah nyalain aj Ci, " ucapku singkat.

- Kemudian Suci-pun b menyalakan TV, saaat itu kami-pun duduk dikasur lesehanku dan menonton TV. Sedang asik-asiknya nonton TV, tiba-tiba saja Suci merebahkan kepalanya pahaku. Kini posisi Suci rebahan dipaha kiriku, saat itu aku masih duduk dengan posisi bersila dengan menyenderkan tubuhku ketembok. Wah lampu hijau nih, ucapku dalam hati.

 Tidak mau melewatkan kesempatan itu, aku-pun mulai membelai dan menghusap rambut panjang terkadang aku husap bahunya dan lenganya. Saat itu Suci nampak menikmati sekali. Lalu aku memberanikan diri untuk meraih kepalaSuci dan kukecup lembut bibirnya. Saat itu Suci sedikit terkejut ketika aku mengecuo bibirnya.

- Aku yang mengira dia akan marah tidak kusangkan dia malah sebaliknya, dia-pun membalas kecupanku degan penih perasaan sayang. Bahkan saat itu diapun memposisikan duduknya didepanku dan wajahnya dihadapkan kepadaku.Melihat itu aku-pun kembali mengecup bibirSuci, saat itu bibir kamipun saling berpangutan.

 Beberapa saat kami beciuman, aku-pun mulai memberanikan diri untuk meraba buah dada-nya. Namun ketika aku mulai menyentuh tanganku ditepis oleh suci.Saat itu aku tidak putus asa, aku mencoba merangsang dengan menciumi secafra berpindah-pindah bagian leher dan telinganya.Ternyata rangsanganku berhasil, suci nampak sangat terangsang saat itu.

:: Mulai kudengar lenguhan-lenguhan kecil dari multnya,

" Mas… Oughhhh… Sssssss…. Eummm…, " desah Suci perlahan.

- Melihat suci yang sudah seperti itu, akupun kembali meraba dan meremas buah dada-nya, saat itu tanagku sudah tidak ditepisnyalagi. Aku remas buah dada Suci dengan lembut yang masih terbungkus baju dan Bra-nya. Desahannya semakin sering saja, dan diapun meraih kepalaku kemudian kami berciuman lembali. Suci nampak bringas sekali ketika bibir kami berpangutan.

 Malam itu aku yakin sekali jika aku bisa ML dengan Suci, ternyata memang benar kata orang-orang, wanita yang mempunyai bulu pada tubuhnya pasti mempunyai nafsu yang besar. Semakin beranilah aku kini, tangan kiriku kini mencoba melepas kancing Bra Suci dengan cara tanganku menyusup dari belakang bajunya. Tidak kusangka suci membiarkan tanganku itu.

- Kini terlepaslah kancing Bra Suci, kemudian tangan kananku-pun meraih begitu saja buah dada Suci karena Bra-nya sudah longgar. Kenyal dan padat sekali buah dada suci, telapak tangaku yang terbilang besar dipenuhi oleh buah dada suci. Sembari terus meremas payudara Suci, aku-pun kembali menciumi telinga dan leher suci, alhasil dia semakin terangsang saja,

" Eughhhhhhhh… Mas… Geli Mas… Sssssssssss… Aghhhhhhh…, " racau suci dengan nafas memburu merasa geli dan nikmat karena jilatan dan remasan tanganku pada buah dadanya.

:: Kini aku semakinberani aku-pun mencoba membuka kaosnya, namun saat saat itu Suci menangkis tanganku,

" Mas, biar aku lepaskan sendiri, " ucapnya membutaku lega.

- Aku kira dia akan marah, namun ternyata dia malah melepas bajunya beserta Bra-nya. Ouh suci kamu benar-benar penuh kejutan, ucapku dalam hati. Baju dan Bra Suci sudah terlepas, kini dihadapanku terpampanglah sepasang buah dada yang putih, bersih, montok milik Suci. Tanpa buang waktu, aku-pun mulai melahap putting susu Suci dengan penuh nafsu birahi.

 Suci nampak menikmatinya hisapanku pada putting-nya sebelah kirinya, sementara itu tanganku meremas kanaku meremas buah dada kananya. Suci benar-benar tak kuasa menahan perlakuanku, dia mengelinjang menahan kegelian, bahkan dia sampai menekan kepalaku kearah buah dada-nya, sampai-sampai aku sempat susah bernafas. Nafsu Suci sudah mulai memuncak.

- Kurasakan Puting susunya semakin mengeras. Aku-pun yang sudah penuh birahi juga, kemudian aku mencoba melepas bajuku kemudian aku merebahkan suci dan menindihnya. Suci nampak pasrah saat itu. Setelah aku-pun kembali mengisap putting susunya, namun kini tangan kananku mulai bergerilia menuju kewanitaan suci yang masih terbungkus celana legging.

 Kucoba meraba mulai selangkangannya, sebelumnya suci agak menolak dengan cara merapatkan pahanya. Namun saat itu tidak menyerah begiru saja, tanganku yang terus memaksa, pada akhirnya aku-pun berhasil menyelipkan tanganku ditengah himpitan paha Suci. Walaupun agak sulit, namun terus mencoba menggosok-gosok memek suci dari luar.

- Lama-lama kelamaan himpitan Paha Suci-pun mulai menbgendur dan pahanya-pun terbuka lebar . Aku gesek-gesek Vagina-nya secara konstan dengan jariku dari luar sembari mulutku terus menghisap sesekali menggigit puttingnya. Bahan legging yang tipis kini-pun mulai basah dengan lender kawin suci,

" Mas geli Mas… Sssssssss… Suci pipisedikit Mas.. Aghhhhh…., " ucap suci polos.

:: Dia mengira saat itu dia kencing, padahal saat itu dia Orgasme,hha. Sungguh nafsunya besar sekali, baru digesek begitu saja sudah klimaks.Lalu,

" Aduh Mas gimana nih, celana dalam Suci basah nih, Suci nggk bisa nahan geli jadinya Suci pipis, hhe…, " ucapnya dengan polosnya.
" Itu namanya kamu orgasme sayang, bukan pipis, gimana enak nggak sayang ??, " tanyaku.
" Enak Mas,hhe.. saking enaknya Suci jadi pipis dikit deh, , " katanya sambil tertawa kecil dan muka memerah.

:: Ketika itu kami-pun sejenak mengehntikan pergerumulan kami, kami sejenak bercanda dengan posisi sama-sama telanjang dada. Lalu,

" Oh iy sayang, tadi pipis kamu banyak nggak, coba aku lihat celana dalam kamu basahnya banyak apa nggak ?, " ucapku mulai bersiasat buruk lagi.

:: Dengan mengatakan seperti aku berharap bisa melihat vagina-nya menyembul dari balik celana legging-nya,

" Nggak mau Mas, malu tahu, " ucapnya menolak.
" Udahla nggak usah malu, kan disini cuma ada kita berdua, lagiankamukan calon istri aku, nanti kalau kita menikah, kita juga akan sama-sama telanjang , " ucapku terus merayu agar dia mau meperlihatkan vaginaya kepadaku.

- Dan tanpa banyak bicara, kemudian sucipun berdiri lalu memelorotkan legging beserta celana dalamnya sampai atas lututnya. Wow… benar-benar menyembul vagina Suci, sungguh indah sekali vagina Suci, tidak kusangka Vaginya bersih tanpa ada rambut kewanitaan sedikitpun, mulus. Nampaknya suci sangat merawat area kewanitanya, buktinya vaginya bersih sekali.

:: Aku yang saat itu tidak kuat menahan birahi, aku langsung menyambar vagina Suci yang sudah basah dengan mulutku,

" Oughhhhhhhhh… Mas, geli Mas… Sssssss…Mas apakan memek aku, jangan lakukan itu Mas… Oughhhhh…Ssss… Aghhh…., " ucapnya menolak namun tubuhnya menikmati jilatanku pada kewanitaan-nya.

- Tanpa sadar tangan Sucipun saat iru menekan kepalaku kearah vagina-nya. Aku terus menjilati vagina-nya, sesekali aku menjilati selangkangan, dan pusarnya. Masih dengan posisi berdiri aku dengan liarnya menjilati bibir Vagina Suci, dan kini lidahku mencoba menerobos pada belahan vagina-nya,

" Oughhhhh… Mas… Ssssssss… terus mas… Aghhhhh…, " suci meracau nikmat.

- Melihat suci yang sudah penuh birahiitu, aku-pun terus menjilati dan meminta suci melepaskan clegging dan Celana dalam-nya yang masihbtersangkut di atas lutunyaitu. Suci-pun menuruti permintaanku, dan aku-pun juga mulai melepas celana pendek beserta celana dalamku. Kini kamipun sama-sama telanjang.

 Setelah itu aku-pun merebahkan Suci di tempat tidur, kemudian aku menindihnya. Aku menciumi bagian leher, dan telinga suci. Dia tubuhnya menggelincang dan desahanya semakin liar saja. Tak lupa tangan kiriku memainkan payudara suci, sedangkan tangan knanku meraih kejantanku lalu aku gesek-gesekan pada bibir vagina Suci,

" Mas… Enak Mas… Geli Mas… Sssssssss… Oughhhh… Eummm… Yeahhh… Oughhh… " desah suci semakin keras saja saat itu.

- Akumembuat kombisnasi rangsangan pada bagian-bagian sensitive suci. Dia benar-benar sudah merangsang hebat. Setelah kupastikan dia hanyut dalam rangsanganku, dan tentunya vagina-nya sduah basah dengan lender kawinya, Penis-ku yang sudah tegang maksimal mulai aku masukan secara berlahan pada vagina Suci, wlalaupun sudah basah namun sangat sulit sekali.

 Sesuai dengan namanya ternyata dia masih Suci, karena dia masih perawan. Beberapa saat aku mencoba menerobos memek Suci yang masih perawan seiring dengan rangsangan yang aku lakukan, tanpa disadari Suci aku-pun menjebol keperawananya,

" Blesssssssssssssssssssssssssss…., "
" Aowwwwwwwww……… Sakitt Mas… Huuu… uuu… Sssss… Huuuu..uuu…, " teriaknya sembari mengalirnya air mata didpinya karena menahan kesakitan.
" Oughhhh… sabar ya sayang tahan dulu sakitnya, sebentar lagi juga enak kog…, " ucapku menenangkanya.
" Kamu jahat Mas.. Oughhh…., " ucapnya kecewa padaku.

- Pada saat itu aku tidak menjawab Suci lagi. Aku-pun mulai memaju mundurkan kejantanku pada Vagina Suci secara perlahan. Sempat kulihat penisku berlumuran darah keperawan suci bercampur lendirkawinya. Beberapa menit aku memaju mundurkan penisku secara perlahan. Lama-lama kelamaan Suci-pun meracau lagi,

" Oughhh… Mas… enak Mas… poelan-pelan ya Mas, Sssssss…., " desahnya menandakan dia sudah melupakan kesakitanya tadi.
" Iya sayang…," jawabku singkat.

- Nafsu birahiku-pun semakin meningkat, kini aku mulai agak mempercepat sodokan penisku. Kini kuraih kedua kaki Suci dan kupapahkan kepada pundaku kemudian aku genjot dengan ritme yang konstan dan penuh tenaga. Kusodokan dalam-dalam penisku hingga penisku tertelan sepenuhnya oleh Vagina Suci.

 Sembari terus meyodokan penisku, tanganku yang tadinya diam saja kininmulai meraih payudara Suci, masih dengan posisi sex yang sama, aku memompa vagina Suci dan meremas payudara Suci dengan bringasnya. Suci semkain menikmati saja dengan hubungan sex kami, aku mendengar Suci mulai melenguh nikmat lagi,

" Penis kamu besar dan oanjang sekali Mas,… Ssssss… rasanya vaginaku penuh dan perutku seperti tersodok-sodok oleh kontol kamu Mas… Ssssss… Aghhhh…".

:: Terus kopompa vagina-nya dengan sodokan penis-ku, Tak terasa hampir 15 menit aku menggenjot vagina-nya dengan penisku. Tidak lama setelah itu,

" Mas… Aghhhhhhhhhh… akukeluar Mas…Sssss… Aghhhhhhhhhh…, " ucap suci nikmat mendapat klimaksnya.

- Saat itu aku hanya tersenyum dan terusmenggenjot Vagina Suci dengan kerasnya. 5 menit setelah itu aku-pun merasakan batang kejantananku berdenyut-denyut, aku-pun makin mempercepat genjotanku, dan tak lama kemudian,

" Sayang aku keluar… Crottttt… Crottttt… Crottttt… Crottttt…, "
Saking nikmatnya aku tidak sadar kalau spermaku telah tersemburlah di dalam rahim Suci, tubuhku mengejang dan suci-pun melenguh nikmat ketika spermaku memenuhi liang senggamanya. Setelah itu kemudian secara perlahan penis-ku dan kucari pakaian kotorku untuk mengelap lelehan spermaku dan lendir kawin Suci yang telah tercampur dengan darah perawannya.
" Sayang kenapa menangis, kamu nyesel dan taku hamil yah melakukan ini dengan mas, " tanyaku.
" Suci nggak nyesel kog Mas, Suci menangis karena perih sekali rasanya, Suci seneng kok Mas karena Suci bisa bikin mas bahagia, aku sayang kamu Mas, pernah tinggalin Suci ya Mas, " ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

- Singkat cerita setelah aku merenggut keperawananya aku-pun merasa bersalah, aku yang awalnya sekedar iseng saja kini padaakhirnya aku-pun benar-benar jatuh cinta pada Suci. Semenjak malam itu akiu dan dan suci hamper setiap hari melakukan hubungansex di kostku dengan cara diam-diam tanpa sepengatuhuan Mbak Sri.

  Sampai pada akhirnya Suci-pun ketahuan kalau dia hamil, aku dan Suci tidakmenyangka kalau dia sudah hamil 3 bulan. Karena selama kami berhungan tidak ada tanda-tanda dari Suci layaknya spertiorang hamil. Suci tidak pernah mual ataupun ngidam. Akhirnya aku dan Sri-pun menikah, dan kami hidup bahagia karena kami sebentar lagi mempunyai momongan!!!*****TAMAT

 Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...