Sunday, March 26, 2017

Kusetubuhi Anak Gadis Ibu Devi

 Poker Terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Kusetubuhi Anak Gadis Ibu Devi - Oke tak langsung lama kali ini aku akan bercerita yang mana aku berkenalan dengan gadis SMP yang cantik dan mempunyai tubuh yang oke punya, sebut saja namanya Rafa dimana aku yang bekerja sebagai tukang service mendapat perintah dari atasan untuk pergi ke rumahnya ibu Devi untuk membenarkan televisinya di rumah, katanya tadi malam habis kena gledek jadi tv nya sekarang tidak keluar gambar.
Karena aku juga sudah paham dan ibu Devi juga sudah mengenal saya, aku santai berangkat dengan sepeda motorku, kira kira pukul 11 siang aku sudah sampai di rumahnya dimana aku saat berhenti di depan pagar ada Rafa yang menyambutku dengan masih memakai seragam sekolahnya karena sudah welcome saya di suruh untuk langsung masuk,

" eh kamu dirumah sendiri ya rafa" tanyaku, lha mamah kamu kemana apa belum pulang ya??
" iya om biasanya mamah kalau pulang kisaran pukul 3 – 4 sore"
" oh begitu , disini om tadi disuruh untuk mengecek dan membetulkan televisi rumahkan, apakah masih gak ada gambarnya ??"
" bener sekali om, aku sampai kelewatan acara yang aku suka nih, cepetan benerin ya om?" Kata Rafa...

CERITA DEWASA - Kusetubuhi Anak Gadis Ibu Devi | Oke saya langsung mengecek televisinya terlebih dahulu, aku lihat tidak ada yang geser atau berubah kemudian aku menannyakan di mana letak antene atau parabolanya , katanya di belakang rumah, kemudian aku minta tolong ke pada Rafa untuk menyiapkan tangganya , setelah aku naik kira kira membutuhkan waktu hanya 10 menit karena antenenya hanya bergeser dan ada kabel yang kendo , jadi setelah berhasil membetulkan aku minta tolong lagi pada Rafa untuk memegang tangga yang hendak aku mau turun,

" Raf tolong pegangin tangganya sebentar ya?" Kataku.

- Melihat dari atas Rafa yang sudah berganti pakaian dengan pakaian khas bali yang kainnya tranparan dan agak longgar dengan tangan yang memegangi tangga terlihat lengan dari kaosnya turun sehingga terlihat sedikit bagian ketek dan belahan dadanya yang tertutup oleh BH aku yang melihat seperti itu seketika membuat burungku tegang dan berdiri serta berdenyut nyut nyut nyut.

 Dengan melihat pemandangan seperti itu aku secara perlahan mengintip sedikit demi sedikit celah yang ada di BHnya mungkin dengan usianya yang masih remaja juga belum terlihat besar tapi kencang , aku turun dari tangga dengan menahan nafsu, Rafa juga tak sadar kalau aku mencuri curi pandang di antara toketnya yang ranum, dengan masih memikirkan yang aneh aneh aku sempat berpikiran wah di rumah sekarang hanya ada aku dan Rafa saja perawan yang masih suci dan menawan tapi saat dia mengenakan kaos tersebut lebih kelihatan dewasa ketimbang dia memakai pakaian seragam sekolahnya, bagaimana aku bisa menyentuh dan memegang tubuhnya itu ya dalam pikirku saat menuruni tangga.

:: Saat mau turun aku di kagetkan dengan kata.

" Om Om kenapa kok memandangnnya agak gimana ke aku," Rafa jadi malu lah om.
" gak papa lah Rafa kamu terlihat terlihat cantikan sekarang , sambil aku menepuk pipinya yang kemudian wajah dia memerah, " ah si om bisa saja memujinya dan genit deh.
" Melihat Rafa senyum yang manja menjadi semakin gemas, kemudian aku menyalakan TV dan mencari chanel lagi, tak lama sudah ketemu semua channel nya hanya saja sekarang tinggal merapikan kabel kabel yang berantakan, “eh Rafa om minta tolong kamu pegangin kabel ini sebentar ya" dengan patuh dia membantu karena posisi TV agak pendek memb uat Rafa harus jongkong memegang kabel yang berada di belakang TV, dengan itu aku malah tak sengaja melihat pahanya yang tersingkap karena tidak bisa tertupi oleh semua kaosnya.

- Kadang aku melihat warna celana dalamnya juga , dan aku seperti berhenti jantungku melihat situasi tersebut aku menyuruh untuk menyodorkan kabelnya dan aku pegang tangannya dia hanya diam saja dan aku beranikan untuk memegang dagunya dan mengelus ngelus rambutnya

" kamu terlihat cantik sekali Rafa, boleh kah om mencium pipi kamu"
Tanpa ada balesan hanya kode yang dia tampilkan yaitu denan memejamkan matanya berarti tandanya dia menyetujui kalau aku cium, aku cium dari dagu dan menuju ke pipinya dengan lembut kemudian aku cium lagi ke bibirnya awalnya dia tidak membalas ciumanku tapi lama kelamaan mulut Rafa dibuka dan itu tandanya aku bisa melumat sampai ke dalam mulutnya lidahku aku masukkan ke rongga dengan lembut. Rupanya Rafa membalas ciumanku akan hadirnya lidahku ke dalam mulutnya , lidahnya aku sedot dan Rafa juga mengikuti caraku untuk berciuman dengan nikmat aku menciumi mulut Rafa yang mungil.

- Kemudian aku rebahkan tubuh Rafa yang dengan dia berada di bawah ku kecup keningnya karena matanya terlihat sayup sayup melihat diriku, lama semakin lama si Rafa juga ikut terangsang dengan begitu aku semakin liar untuk memegang area yang sensitive dengan lembut karena aku paham gadis ini baru pertama kali dan aku perlakukan dengan hati hati untuk tidak menyinggung perasaannya aku belai dengan kelembutan menunggu dia sampai mabok kepayang atas belaianku.

 Saat aku menyingkapkan kaosnya yang tertindih oleh pantatnya si Rafa pengertian rupanya dengan dia agak sedikit mengangkat pantatnya sambil aku ciumi lehernya yang membuat dia mendesah ahh ahh ahh , tanganku yang sudah hampir mau memegang gundukan memeknya sangat terasa sekali memek Rafa yang sudah basah , aku pegang dan aku remas gundukan memeknya wajah Rafa memejamkan mata merem melek dengan menggigit bibir yang ada di bawah, sepertinya dia sudah mulai terangsang.

- Tak lama karena nafsu sudah penuh aku buka kemejaku dan celana panjangku sehingga aku hanya memakai celana dalam saja, tanpa aku ragu aku langsung mecopot celana dalam yang di pakai Rafa , waduhhhh kulihat memek yang masih bersih tanpa ada bulu tipisnya sungguh asik sekali memek gadsi ini, aku angkat lutunya sehingga terlihat jelas dinding memek yang masih mulus dan masih sempit tentunya, Rafa sudah kehilangan kendali dan dia bertekuk lutut dihadapanku, wajah dia hanya menggelang geleng dengan tangannya yang memegang erat kaosnya sambil mendesah , karena tak sabar akan keindahannya langsung aku lanjutkan misiku dengan mengarahkan kepalaku ke selakangannya ku hirup aroma bau memeknya ya begitulah seperti pada umumnya, aku keluarkan lidahku dan menyentuhnya secara perlahan di dinding kemaluannya kujilati cairan dan aku telan sampai aku jilati di bagian selakangannya juga, slreppp sleepppp..aku sentuh dan aku tekan lubang memeknya dengan lidahku sambil aku ayun ke bawah ke atas ku dapati klitorisnya dengan gemas aku gigit sedikit dia mengerang kesakitan tangannya meremas rambutku tak peduli akan hal itu aku masih terus melanjutkan.

 Badan Rafa tak kuasan menahan sentuhanku sehingga membuat tubuh dia terontang antung kesana kemari, mungkin dia merasakan kenikmatan yang amat sangat hebat dengan jilatan lidahku membuat tubuh dia semakin terangsang, rafa sudah masuk dalam keinginanku dia sudah tidak bisa kontrol lagi karena nafasnya juga sudah tak beraturan, membuat aku semakin juga bernafsu lagu dan menginginkan kontolku untuk masuk kedalam lubang kenikmatan gadis, langsung saja tanpa aku bilang kepada Rafa aku pelorotkan celana dalamku dan kontolku sudah menegang.

- Saat aku keluarkan kontolku yang memang besar kulihat wajah Rafa kaget dan kagum karena memang kontolku kalau berdiri itu besar dan panjang, rafa seketika sadar melihat kontolku yang mau masuk ke dalam lubang memeknya , dengan dia menghempitkan kakinya.

" om gak usah ginian om, rafa takut nanti kalau ketahuan mamah aku nanti dimarahi dan aku juga belum pernah beginian , sambil manata kaosnya"
Mendapat perlawanan dari dia aku sempat bingung harus bagaimana , tapi aku santai karena sudah berpengalaman aku uluh dia dengan kata minta maaf sambil tanganku mengusap ngusap rambutnya,
" Rafa gak usah takut , om juga gak mau menyakiti kamu, om sayang kepada rafa , entah kapan rafa pasti juga meraksan hal ini , dan kalau rafa ingin tahu ginian sungguh nikmat sekali lho"
" iya om , rafa juga gak tau harus bagaimana lagi, kok jadi begini jadinya " air mata rafa sudah menetes.

- Melihat rafa seprti itu aku langsung merangkulnya dan menjelaskan panjang lebar mengenai hal behubungan sehingga membuat dia percaya lagi dan kembali ada senyum di bibirnya aku berusaha untuk meyakinkan dengan cara

" coba rafa pegang anunya om, biar gak kaget gimana rasanya , rafa pasti juga belum pernah kan, aku meraih tangannya dan membimbingnya untuk menyentuh kontolku"

- Awalnya tangannya sangat canggung dan kaku memgang kontolku, aku pegang tangannya dan aku bimbing dengan mengelus ngelus , tangannya mulai bergerak secara stabil naik turun dengan lama kelamaan membuat kontolku semakin membesar hingga tangan Rafa juga tak sampai untuk menggegamnya, lama kelamaan tangan Rafa sudah terbiasa dan aku tak lagi membimbingnya lagi, “ushh ushhh nikmat sekali rafaa ahhh ahh “ dan tanganku juga mulai memegang meremas toketnya yang masih tertutup oleh kaos.

 Toketnya yang mungil namum kencang khas sekali untk toket gadis, sementara aku mengayuhkan tanganku yang kanan memegang kepalanya dan mencumbunya dengan mulutku sambil kulumat bibirnya dan lidahku juga masuk ke dalam rongga dan akhirnya Rafa menjadi lunak lagi mengikuti dan membalas ciumanku matanya tertutup terlihat rafa sungguh menikmati akan hal ini dan aku menyuruh dia untuk melepas kasonya.

- Dengan cepat dia berdiri sebentar dan melepaskan kaos yang dipakai, terlihat gundukan toketnya yang cantik dan mungil serta tubuh rafa yang seksi hanya menggunakan BH saja, semakin membuat aku menjadi bernafsu, aku buka Bhnya dan kulihat putingnya yang berwarna merah muda sudah keras , “Rafa tubuh kamu seksi sekali, rayuku, kulihat wajah dia memerah “om boleh gak rafa mencium anunya om, “ rasanya kalau menolak tidak sopan aku mengiyakan permintaannya untuk mencium kontolku.

 Kemudian aku ambil posisi untuk duduk di sebuah sofa aku terlentangkan kakiku dan rafa jongkok berada di bawahku, awalnya dia hanya menciumi bagian kepala kontol dan batangnya lama kelamanaan dia memahami sendirinya dengan mulutnya di masukkan semua ke dalam kontolku slepp slepp enak sekali rafa terusin rafa bagian itu juga om minta untuk dijilat juga sambil menunjuk ke pelirku sluppp sluppp jilatannya mengayun dari bawah ke atas membuat darahku naik ,

" om om gimana kalau ini di terusin di kamar rafa saja, disini gerah soalnya"

- Langsung aku di ajak masuk kekamarnya yang ber AC , kurebahkan tubuh rafa di atas ranjang dan aku cumbu sambil mempermainkan toketnya aku jilat semua sekujur tubuhnya tanganku juga mempermainkan bagian memeknya yang semakin membasah, membuat kontolku juga semakin membesar dan tak tahan untuk menusuk ke dalam lubang wanitanya, karena aku rasa waktu sudah tepat aku paksakan dan kutekan secara perlahan karena aku tau memeknya sudah membasah,

- Sedikit demi sedikit aku dorong kontolku membuat dia merintih kesakitan tangan dia meremas sprei , mengetahui wajah rafa agak sedikit kesakitan aku hentikan sejenak dengan mengeluarkan kontolku dan mengayunkan lagi menusuk lagi maju mundur maju mandur dan akhirnya bless masuk semua batang kontolku di dalam, rupanya memek rafa bisa menampung semua kontolku yang besar dan amblas kesemuanya , membuat rafa menjerit ahh ahhh ahhhhhh…
Aku tak mau tau lagi akan jeritannya , yang penting aku bisa menikmati kejadian ini dengan nafasku yang sudah tak beraturan aku maju mundurkna secara perlahan menikamtai setiap gerakan dan denyutan dari memek rafa, erangan demi erangan rafa membuat dia bisa menikmatinya, dia mendesah ahh ahh ahh menahan rasa sakit tapi nikmat, setiap gerakanku aku cepatkan dai mengerang sampai aku sudha gak tahan aku gerakakan dengan cepat hingga berbunyi plokk plokk plokk dan dari sodokan ke tiga aku merasakan cairan yang keluar dari memek rafa mengguyur kontolku dengan deras , tubuh rafa pun seketika melengking terngakat ke atas membuat tubuh dia bergetar.

 Karena sudah tak berdaya aku hentikan perbuatan ini takut kalau rafa nanti jadi kapok, ku bersihkan tempat tidurnya dan merapikan segalan kegiatanku bersama rafa, dan aku pamit untuk keluar karena sudah dipanggil oleh atasan untuk membetulkan di rumah lain ,

" rafa om tak pulang dulu , ada kerjaan lagi soalnya " rafa pun mengiyakan dan aku pulang ke rumah. Sungguh kenikmatan yang tak sempat aku bayangkan bisa memeperoleh memek gadis yang masih sempit dan bau kencur.

- Esok harinya aku mendapat telepon dari ibu Devi , aku takut kalau Rafa memberitahu akan kajadian tersebut , aku angkat atau tidak ya enaknya , sungguh kwatir dan kacau aku beranikan untuk menerima teleponnya “iya bu Devi ada apa” tanyaku.

" oya ini yang kemarin mas , terimakasih sudah membetulkan progam televisiku, sekarng sudah normal kemarin penyebabny apa ya mas"
" itu bu Cuma kabel yang ada di parabolanya agak geser dan aku sudah memperbaikinya"
" kalau gitu biayanya berapa mas"
" gak usah bu cuman kabel saja yang gak beres dan juga gak berat kok"
" tapi kan itu semua pakai tenaga mas, nanti kalau mas gak mau aku gak mau nyervis di tempatmu lagi lho, nanti siang ke rumah ibu ya aku tunggu mas"
" iya bun anti aku kesana"

- Kita janjian pukul 12 siang , tapi aku datangnya terlambat ke rumahnya sampai ke rumahnya aku bertemu lagi denga Rafa gadis imut .

" Lho om terlambat barusan mamah pergi arisan tapi tadi ada pesan dari mamah ada titipan katanya, masuk dulu om " kata rafa. Saat aku masuk di dalam rupanya rafa sedang belajar kelompok dengan temannya.
" kenalin ni om aku , kata rafa"

- Kaget juga dia bilang kalau aku saudaranya , yaudah aku salamin dengan senyumku kulihat wajahnya cantik cantik sekali diantaranya namanya ada Nada , Dona, Mira mereka semua terlihat bahwa anak orang kaya semua karena dari penampilannya dan bentuk tubuhnya juga terawat, kemudian aku juga tak habis pikir tiba tiba tanganku di geret oleh rafa untuk menuju kekemarnya setelah kami masuk ke dalam kamar dia mengunci pintu dan aku di dorong ke ranjang sambil mencium diriku sambil berkata “om aku mau lagi kayak kemarin”, walah apa lagi ini sudah di kasih uang dari ibunya aku disuruh memuaskan hasrat gadis mungil ini, tak sanggup aku melonak aku bales dia dengan ciumanku.

 Rafa yang masih menggunakan seragam sekolahnya membuat aku bernafsu tinggi aku senderkan tubuh rafa di sampingku dan aku copot satu persatu benik seragamnya terlihat toketnya yang masih terbungkus oleh Bh membuat aku semakin gemas, aku ciumi dari leher sampai ke toketnya dan tanganku menyingkapkan kakinya menyentuh gundukan memek yang membuat tanganku bergetar saat meremasnya, Jariku memainkan dan menjawil jawil celah lubangnya sedikit demi sedikit memek basah karena tak tahan aku langsung mencopot celana dalamnya dan ingin mengulang menghisap menjilati kemaluannya hmm bau khas kembali tercium aku regangkan kakinya dan kepalaku masih di dalam rok nya ku jilati bibir kemaluannya, tubu rafa menggelinjang mengorek ngorek kemaluannya sungguh asik sekali, itilny yang menggemaskan aku mainkan , tubuh rafa sudah tak terkontrol karena dia memegang dan meremas segala benda yang ada di sekitarnya.

- Kontolku yang sudah mengeras akupun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sangat langka ini. Benar-benar kunikmati tiap tahapan batangku melesak ke dalam liang kemaluannya. Sedikit demi sedikit batang kemaluanku kutekan ke bawah. Indah sekali menyaksikan perubahan wajah Rafa kala makin dalam kemaluanku menelusuri liang kemaluannya. Akhirnya,

" Bless.."Habis sudah seluruh batang kemaluanku terbenam ke liang kenikmatannya.

- Selanjutnya dengan lancar kutarik dan kubenamkan lagi. Makin lama makin asyik saja. Memang luar biasa kemaluan Rafa, begitu lembut dan mencengkeram. Ingin rasanya berlama-lama dalam liang kemaluannya. Semakin lama semakin dahsyat aku menghujamkan batangku sampai Rafa menjerit tak kuasa menahan kenikmatan yang menjajahnya. Hingga akhirnya Rafa berkelojotan sambil meremas ganas rambutku.

 Wajahnya tersapu warna merah seakan segenap pembuluh darahnya menegang kencang, hingga mulutnya meneriakkan jeritan yang panjang. Kiranya Rafa tengah mengalami puncak orgasme yang merasuki segenap ujung syarafnya.Menyaksikan pemandangan seperti ini membuatku makin cepat mengayunkan batang kemaluanku.

- Dan rasanya aku tak bisa menahan lebih lama lagi, lebih lama lagi.., lebih lama lagi. Secepatnya kucabut batang kemaluanku dan segera kuarahkan ke mulut Rafa. Rafa agak gugup menerima batang kemaluanku. Tapi nalurinya bekerja dengan baik, mulutnya segera menganga dan langsung mengulum batang kemaluanku.

 Dan kala aku meledakkan lahar, lidahnya menjilati sekujur batang kemaluanku. Tubuhku rasanya langsung luruh, tenagaku terkuras habis-habisan. Beberapa kali batang kemaluanku mengejut dan mengeluarkan lahar. Oh, my God..Keasyikanku berdua dengan Rafa membuat kami tidak merasakan jam yang terus berjalan.

- Tidak terasa hampir 3 jam kami meninggalkan teman-teman Rafa di luar. Sekilas terdengar suara kasak-kusuk, seperti ada orang lagi mengintip perbuatan kami. Tapi saking asyiknya menikmati tubuh Rafa, aku jadi tak mempedulikannya. Kulirik Rafa masih tergolek tanpa penutup apa-apa dengan tubuh terlentang kelelahan.

 Wajahnya yang terlihat polos sangat indah dengan paduan tubuh kecil yang mulus. Kakinya masih membuka lebar, seperti sengaja memamerkan keindahan lekukan di selangkangannya. Gundukan kemaluannya memang belum berbulu sehingga jelas kelihatan bibir kemaluannya yang merah muda.

" Raf, teman-temanmu kelihatannya lagi pada ngintip lho." kataku berbisik di telinganya.
" Hehh..?" jawabnya sambil segera menutupi tubuhnya dengan selimut.
" Teman-temanmu.." sekali lagi aku meyakinkannya sambil menunjuk ke pintu.
" Wwaduhh, gimana nich.. Om."
" Tenang aja, cepat pakai baju lagi dan seakan-akan nggak ada apa-apa, okey?"
" Tapi Rafa jadi malu sama mereka dong," katanya manja dan wajahnya berubah merah sekali.“Sudah dech jangan dipikirin, anggap aja kita nggak tahu kalau mereka pada ngintip.”Akhirnya kami keluar kamar juga, dan teman-teman Rafa kelihatan sekali pura-pura sibuk mengerjakan soal-soal.

- Terlebih wajah mereka bertiga tersapu rona merah, dan tampak menahan senyum. Wah agak grogi juga aku untuk menyapa mereka. Sekali lagi aku tertolong oleh usiaku yang jauh di atas mereka. Kata orang langkah awal memang sulit untuk dilakukan.“Hallo, belum selesai nich soal-soalnya?” kata awal yang akhirnya meluncur juga.

" Iya Omm.." seperti koor mereka menjawab serentak. Dan makin memperlihatkan kegugupan mereka.Boleh juga nich. Dan ide-ide cemerlang pun segera bermunculan, barangkali tidak terpikirkan oleh seorang Einstein.
" Sebaiknya istirahat dulu biar fresh pikiran kita, jadi nanti kita akan dengan mudah mengerjakan soal-soal rumit kayak gitu," Saranku menirukan seorang psikiater. Sebab menurut hematku mereka pasti juga turut terangsang mengintip perbuatan kami.

- Dengan kata lain mereka menyetujui perbuatan itu, kalau nggak setuju yach jelas nggak mau ngintip.

:: Jadi kesimpulannya kalau mereka mau mengintip berarti juga mau untuk berbuat seperti itu.

" Begini, Om tahu kalau kalian tadi ngintip Om di kamar." Tapi kalian tidak perlu kuatir sama Om.

" Om nggak marah kok. Malah senang bisa memberi kalian pelajaran baru. Tapi Om juga kepingin lihat kalian telanjang juga dong, biar adil namanya. Iya, nggak.?" Seketika wajah mereka bertambah merah padam, antara malu dan takut.
" Maaf Om, tadi kami tidak sengaja mengintip." kata Nada ketakutan sambil merapatkan pahanya.“Baiklah kalau begitu Om tidak mau memaksa kalian, Om juga sayang sama kalian. Kalian semua cantik-cantik. Sekarang daripada kalian ngintip, Om nggak keberatan untuk nunjukin burung om.

- Lihat yach dan kalian semua harus memegangnya. Yang nggak mau megang nanti Om telanjangin!” Suaraku bertambah nada ancaman. Dan aku pun segera membuka reitsleting celana sekaligus memelorotkannya berikut celana dalam, hingga burungku yang ngaceng melihat kepolosan mereka langsung nyelonong keluar.

 Serempak Nada, Dona, dan mira menutup wajah mereka. Aku acuh saja mendekati mereka satu persatu dan menarik tangannya untuk memegang burungku. Mulanya tangan mereka kaku sekali tapi jadi mengendur kala menempel burungku.Rafa yang sedari tadi hanya menonton langsung memprotes kelakuanku.

" Sudahlah Om jangan begitu, lebih baik kita semua telanjang bersama saja, itu memang yang paling adil. Lagian kita juga sudah biasa mandi bersama kok, iya khan teman-teman." Nada, Dona, dan Mira diam saja tampak malu-malu mempertimbangkan tawaran Rafa.
" Baiklah karena diam berarti kalian setuju. Ayo dong Lin, biasanya kamu yang paling suka membukakan bajuku." Kata Rafa sambil menghampiri lalu merangkul Dona.
" Iya dech saya setuju, " tapi asal yang lain juga setuju lho.
" Dona mengumpan lampu kuning." Oke, Saya juga setuju agar konsekuen dengan perbuatan kita.
" Mira menimpalinya." Demi kalian aku juga boleh-boleh saja.
" Akhirnya Nada juga memberi keputusan yang melegakan hatiku."
" Nach begitu baru kompak namanya. Yuk kita bareng-bareng ke kamar aja.." Sahut Rafa.Jantungku bergerak kencang sekali, membuat langkahku limbung.

- Di depanku berjalan 4 cewek imut-imut alias ABG, Rafa dan ketiga temannya, Nada, Dona, dan Mira, menuju kamar Rafa. Mulanya bingung harus bagaimana, tapi situasi yang memaksaku berbuat spontan saja. Mereka semua kusuruh duduk berjejer di tepi ranjang.

" Begini, kalian semua nggak perlu takut sama Om. Om nggak mungkin menyakiti kalian, kita sekarang akan bermain dalam dunia yang baru, yang belum pernah kalian rasakan. Kalian tak perlu malu, kalian tinggal menuruti apa saja yang Om perintahkan." Sekali lagi rileks saja, anggaplah kita sedang menjalani pengalaman yang luar biasa.." Banyak sekali sambutan pembukaan yang keluar begitu saja dari mulutku, untuk meyakinkan mereka dan agar nanti tidak kacau. Akhirnya mereka menganggukkan kepala satu persatu sebagai tanda setuju. Di wajah mereka mulai muncul senyum-senyum kecil, tetapi jelas tak bisa menyembunyikan rasa malunya. Wajah mereka memerah kala aku mengucapkan kata-kata yang berbau gituan.Singkat kata kusuruh mereka semua berdiri berhadapan, berpasangan.

- Rafa memilih Nada sebagai pasangannya, sedang Dona dengan Mira. Padahal batang kejantananku sudah gemetaran ingin segera melabrak mereka, tetapi nalarku yang melarangnya.

" Sekarang kalian coba saling membukakan baju pasangan kalian sampai tinggal BH dan celana dalam saja."  Biar nanti sisanya Om yang bukain.
”Mulanya mereka ragu bergerak, untunglah ada Rafa yang berpengalaman dan Mira yang agresif sekaligus paling cantik dan menggiurkan. Mira memang lebih menonjol dari semuanya, badannya yang bagus tergambar dalam baju tipisnya, hingga BH-nya menerawang membentuk gundukan yang sempurna. Rafa dan Mira tampak tertawa kecil membuka kancing baju temannya yang tak bisa mengelak lagi.

 Dan tentu saja Nada membalas perbuatan Rafa, demikian pula Dona. Wah, tak kusangka jadi meriah sekali persis seperti lomba makan krupuk. Hatiku bersorak girang melihat mereka saling berebut melepas baju pasangannya. Sementara itu otakku terus berputar mencari solusi terbaik untuk step berikutnya, selalu saja setiap cara ada kemungkinan terjadi penolakan.

 Sebaiknya harus selembut mungkin tindakanku.Pasangan Rafa dan Nada kelihatan kompak, hingga tak banyak waktu mereka berdua telah telanjang, hanya BH dan celana dalam saja yang menempel di badannya. Untuk Rafa tak perlu kuceritakan lagi, lagian para pembaca juga sudah pernah ikut menikmati keindahan tubuhnya pada episode yang lalu. Sedang Nada yang berbadan putih mulus masih malu-malu saja, sambil menutupi selangkangannya dengan tangan kanan ikut menonton Mira dan Dona yang belum selesai.
Sementara itu, Mira dan Dona sampai bergulingan di lantai. Kelihatannya Dona menolak dibuka rok bawahnya, tapi Mira tetap ngotot menelanjanginya. Rafa dan Nada turut tertawa menonton pergulatan seru itu. Dan karena gemas melihat Mira kewalahan atas pemberontakan Dona, Rafa dan Nada segera bergerak membantu Mira dengan memegangi kaki Dona yang tengah menendang-nendang. Secepat kilat Mira memelorotkan rok bawah Dona sampai terlepas.

" Heehh.. kalian curangg.. Nggak mau, Dona nggak mau sama kalian lagi.." Dona berteriak dengan sengit dan seperti mau menangis.
" Tenang Dona, kita kan lagi bersenang-senang sekarang, dan lagi kenapa kamu mesti seperti itu. Bukankah kamu sendiri tadi sudah ikut setuju. Dari tadi kan Om nggak memaksa kamu. Yang penting kita tidak akan menceritakan kejadian ini pada siapa pun. Hanya kita-kita saja yang tahu. Kalau kamu malu itu salah. Percaya deh sama Om." Untunglah saranku kelihatannya dapat diterima, apalagi melihat Mira segera membuka bajunya sendiri yang kusut sekali. Satu persatu kancing bajunya dibuka, dan sekali merosot sekujur keindahan tubuhnya terpampang.

- Tak kusangka Mira terus melepas BH-nya, kemudian membungkuk dan melepas celana dalamnya. Seketika jantungku berhenti berdetak, seluruh susunan syarafku mengeras, sampai dada ini seperti mau meledak.
Sebuah pemandangan yang menakjubkan terpampang begitu saja di depanku.

" Luar biasa.. Hebat.. Nah dengan begini berarti Dona nggak boleh ngambek lagi lho. Lihat Mira telah membayar kontan. Yuk kalian semua sekarang duduk lagi di ranjang sini."

- Segera mereka sekali lagi menuruti perintahku. Aneh memang, selama ini aku nggak pernah kenal sama ilmu-ilmu gaib seperti di Mak Lampir, tetapi kenyataannya kok bisa mereka begitu saja patuh padaku.

" Nah sekarang kalian semua berbaring," Mereka patuh lagi. Dengan kaki terjuntai di lantai mereka semua membaringkan tubuhnya.“Sekarang kalian diam saja, Om akan memberi sesuatu pengalaman baru seperti yang kalian tonton waktu Om sama Rafa.

:: Kalian tinggal menikmati saja sambil menutup mata kalian biar lebih konsentrasi.

" Sengaja aku menjatuhkan pilihan pertama pada Dona.Perlahan-lahan kubuka celana dalamnya, kakinya agak menegang. Sedikit demi sedikit terus kutarik ke bawah. Segundukan daging mulai terlihat. Detak jantungku kembali berdegup cepat. Dan lepaslah celana dalamnya tanpa perlawanan lagi. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilatan di depanku."

- Sedikit kurentang kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik bukit itu. Lalu dengan kedua jempol kubuka sedikit celah itu hingga terlihat semua isinya. Aku sampai menelan air liurku sendiri demi melihat liang kewanitaan Dona. Kudekatkan kepalaku agar pemandangannya lebih jelas. Dan memang indah sekali.

 Aku tak bisa menahan lagi, segera kudekatkan mulutku dan kulumat dengan bibir dan lidahku. Rakus sekali lidahku menjilati setiap bagian liang kewanitaan Dona, rasanya tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan. Dan tiap lidahku menekan keras ke bagian yang menonjol di pangkal liang kewanitaannya, Dona mendesis kegelian. Kombinasi lidah dan bibir kubuat harmonis sekali. Beberapa kali Dona mengejangkan kakinya.

- Aku tak peduli akan semerbak bau yang khas memenuhi seputar mulutku. Malah membuat lidahku bergerak makin gila. Kutekankan lidahku ke lubang liang kewanitaan Dona yang sedikit terbuka. Rasanya ingin masuk lebih dalam lagi tapi tak bisa, mungkin karena kurang keras lidahku.
Hal ini membuat Dona beberapa kali mengerang keenakan.

" Aduhh.. Omm.. enakk sekali.. teruss Omm.. ohh.." Mulut Dona mendesis-desis keenakan.

- Dan setiap lidahku menerjang liang kewanitaannya, Dona menghentakkan pinggulnya ke atas, seakan ingin menenggelamkan lidahku ke dalam liang kewanitaannya. Banyak sekali cairan kental mengalir dari liang kewanitaannya, dan seperti kelaparan aku menelan habis-habisan.
Persis seperti orang sedang berciuman, cuma bedanya bibirku kali ini mengunyah bibir liang kewanitaan Dona hingga mulutku berlepotan lendir.Ita yang berbaring di sebelah Dona tampak gelisah, beberapa kali kulihat dia merapat-rapatkan pahanya sendiri.

- Rupanya dia ikut hanyut melihat permainanku. Diantara mereka berempat, dia memang yang tercantik. Karena itulah mungkin yang membuatnya sedikit genit, lebih matang, dan lebih ‘berbulu’. Hebat nian, anak SMP liang kewanitaannya sudah selebat itu. Sambil mulutku bermain di liang kewanitaan Dona, sedari tadi mataku terus memperhatikan liang kewanitaan Mira. Beberapa kali tanganku ingin meremasnya tapi kuatir kelakuanku bisa mengecewakan Dona.

 Habis kalau dia ngambek bisa berantakan. Sebagai kompensasinya tanganku meremasi kedua payudara Dona yang kecil dan nyaris rata dengan dada. Putingnya yang lembut kugosok-gosok dan kupencet.

" Lin, udah dulu yahh, nanti lain kali Om lanjutin lagi, yahh." kataku sambil megecup bibirnya.

- Yang diajak ngomong tidak menjawab, cuma wajahnya jadi merah seperti kepiting rebus. Sekali lagi kukecup di keningnya.Segera aku bergeser ke sebelah dan langsung menindih tubuh Mira.

 Mira yang cantik. Mira yang seksi. Walau tengah terlentang, payudaranya tetap tegak ke atas dan diperindah dengan puting yang besar. Kudekatkan bibirku ke bibirnya, langsung menghindar. Barangkali tak tahan mencium aroma liang kewanitaan Dona.

- Wajarlah, memang mulutku seperti habis makan jengkol. Segera kuturunkan mulutku ke lehernya, kucumbui semesra mungkin. Mira kegelian. Lalu turun lagi. Sambil kuremasi, payudaranya segera masuk ke mulutku. Kuhisap dan kujilati putingnya. Karuan saja Mira meronta-ronta.

 Entah kegelian apa keenakan, aku tak peduli. Bergantian kedua payudaranya kujilati semua permukaannya. Nafsuku rasanya sudah di ujung ubun-ubun. Batang kejantananku telah mendongak perkasa sekali, beberapa kali berdenyut minta perhatian. Kalau saja memungkinkan ingin rasanya segera kumasukkan ke liang kewanitaan Mira. Sekali lagi nalarku terkontrol, karena memang aku sudah berjanji pada mereka. Cerita Sex Gadis
Tidak ada liang kewanitaan yang kumasuki batang kejantanan. Lagian memang aku benar-benar ingin semuanya berjalan mulus sesuai rencana. Coba kalau tiba-tiba ada yang menangis karena menyesal memberikan perawan mereka begitu saja padaku.

- Nggaklah.Kaki Mira kurenggangkan sedikit. Bukit Berbunganya indah sekali. Yang namanya labia mayora sebetulnya nggak karuan bentuknya tapi selalu memancarkan keajaiban magnetis bagi setiap pria yang memandangnya.
Barangkali kalau aku yang bikin daftar keajaiban dunia, Labia Mayora menempati urutan teratas. Siapa setuju kirim email, nanti kubawa berkas dukungannya ke Majelis liang kewanitaan Nasional.Singkat kata segera mulutku kembali beroperasi di wilayah ajaib itu.

 Pelan-pelan kutarik dengan bibirku kedua labia mayora kepunyaan Mira secara bergantian. Kemudian, lidahku mencongkel keras ke pangkal pertemuan pasangan labia itu, dan berputar-putar di tonjolan daging kecilnya yang konon paling rawan sentuhan. Memang luar biasa efek sampingnya, seketika sekujur tubuh Mira bergoncang.

- Makin keras goncangannya, makin gila pula lidahku berayun-ayun. Aroma yang khas muncul lagi seiring mengalirnya lendir encer. Harta terpendam inilah yang kucari. Lidahku terus menyongsong ke dalam liang kewanitaan Mira.Mira yang meronta-ronta menahan gejolak penjarahan liang kewanitaannya, berinisiatif mengambil bantal dan meletakkan di bawah pantatnya.

 Aku sampai heran perawan kecil ini kok sudah punya insting yang baik. Sambil kedua kakinya nangkring di pundakku, Mira membiarkan aku dengan leluasa menjelajahi seisi liang kewanitaannya. Kali ini lidahku berhasil masuk semua ke dalam liang kewanitaan, enak sekali.

- Aku sudah tidak tahan lagi, segera tangan kananku mengocok batang kejantananku sambil segera berpindah ke sebelah lagi. Kali ini giliran Nada yang kelihatannya berdebar-debar menunggu giliran. Itu terlihat dari gerakan matanya yang gelisah.

 Tanpa basa-basi lagi kuraih sebuah bantal dan kuletakkan di bawah pantatnya, dan kurentangkan kedua kakinya menjepit badanku yang berlutut di lantai. Liang kewanitaannya merekah persis di depan hidungku. Sambil terus mengocok batang kejantanan, segera lidahku menerobos ke lubang senggamanya.

- Nada sempat berontak. Duilah aku sampai kesurupan, lupa sama teman bermain yang masih yunior. Oke, sofly and gently again maunya.Sambil menahan nafas yang sebetulnya sudah ngos-ngosan (nggak sempat minum extra joss) kucumbui liang kewanitaan Nada. Liang kewanitaan yang satu ini agak gemuk dan berbulu walau tak selebat milik Mira.

- Masing masing memiliki yang special sendirinya , baud an aromanya juga berbeda dari memeknya, itilnya aku mainkan dengan perlahan lahan , erangan nada kadang tak terdengar begitu jelas tapi desisannya membuat aku semakin bernafsu, Pantat Nada yang padat dan besar membuat lubang anusnya ikut terbuka waktu diganjal bantal. Tanpa rasa jijik sedikitpun kujilat-jilat anusnya. Nada makin mengaduh keenakan apalagi kala lidahku mencoba menerobos masuk ke anusnya. Nada pun menunjukkan kerja sama yang baik dengan mengangkat pinggulnya. Aku pun turut meningkatkan speed game-nya. Agak capai juga berlutut terus, aku naik ke atas dan menindih tubuh Nada.
Toketnya pun aku jilati dan aku srurup seperti minum es tehh walaupun ukurannya kalah dengan Mira tapi sungguh indah bisa memegang gundukan toket gadis seperti ini, tanganku semakin aku percepat untuk mengocok kontolku dan aku tak bisa menahan dan keluarlah semburan lahar panas dari kontolku aku cium mulut nada yang menggemaskan , nada pun juga memberi perlawanan melumat lidah dan mulutku, sesudah itu mereka kembali lagi ke ruang tengah dan kami ngobrol ngobrol sebentar hingga akhirnya mereka pamit pulang , tapi aku dan rafa masih melanjutkan ngentot sebelum mamahnya pulang ke rumah kira kira satu jamman, setelah kami selesai bercinta sambil menunggu mamahnya Rafa pulang aku pura pura untuk mengecek parabola dan antenna lagi sambil melirik ke mata Rafa...!!!*****TAMAT

- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

0 comments:

Post a Comment