Rabu, 31 Mei 2017

Di'Balik Jilbab Epesode 1

 poker terbaik


CERITA SEX | CERITA HOT | CERITA DEWASA | CERITA SEX DEWASA | CERITA HOT DEWASA | CERITA PORN | Di'Balik Jilbab Epesode 1 - Saya di besarkan dari keluarga yang muslimah, dari kecil saya pun sudah di wajibkan untuk memakai kerudung sampai aku dewasa di jenjang SMA. Saat di SMA hidupku agak sedikit berubah dengan tatanan dari keluargaku. Di SMA saya sudah mengenal diriku yang sebenarnya, istilahnya jati diri saya. Sebut saja saya Yuni.
Pada saat itu, saya merasakan gejolak birahi saya dengan merasakan kelembutan dan kenikmatan tubuh seorang laki-laki dari keponakan Ayahku yang seumuran dengan saya.

 Dan saat itulah petualangan saya berawal, saya yang saat itu doyan mencari kenalan beberapa laki-laki hanya untuk mengetahui apa rasanya dan seperti apa itu Penis. Dan ini merupakan suatu pengalaman perjalanan hidup yang sangat menyenangkan dan menantang yag tak pernah saya dapatkan di lingkungan dari kekolotan karena yang saya pinginkan hidup saya lebih berarti dan berwarna! ! ! !


CERITA DEWASA - Di'Balik Jilbab Epesode 1 | Nah…, selepas dari jenjang SMA, saya meneruskan kuliah di daerah Salatiga dan di sini saya tinggal yang jauh dari keluarga saya di daerah Demak. Saya hidup di Salatiga menempati sebuah kontrakan rumah bukan kos-kosan, karena saya piker ngontrak sebuah rumah lebih bebas ketimbang dari kos-kosan.

 Dan di Kota ini lah hidup saya bener-bener menjadi pengalaman yang sangat menarik. Dan untuk menjaga citra dari keluarga saya di kampung halaman, saya kalo plang kadang ikut pengajian bersama ibu di rumah dan sesame temen-temen hijabers.


- Dibalik Kerudung | Di kampung halaman saya ada guru ngaji yang sudah berumur dan sering memberi ceramah-ceramah pada masyarakat kampung ini. Orang-orang sering memanggilnya Ustadz Z.

 Ketika dalam memberikan ceramah-ceramah, Ustadz Z seing kali di dampingi oleh murid nya yang masih muda, kurang lebihnya usia nya sama dengan saya. Dia bernama Ali.


- Kalaupun dia ngasih ceramah yang ini itu,saya kadang tak begitu memperhatikannya. Apalagi kalo saya mengetahui pendampingnya itu , yang melirik atau curi-curi pandang untuk menatapi tubuh saya, yang pada saat itu saya mengenakan pakaian ketat berlengan panjang dengan kemeja yang tidak begitu tebal. Sehingga sangat terlihat sedikit garis lintas daleman saya yang melintang.

 Nah.., pada saat itu pengajian yang sedang di adakan di rumah ibu saya, seusai selesai dari ceramah-ceramah saya pun membereskan gelas-gelas.
Pada saat orang tua saya pergi keluar sebentar, dan Ustadz Z serta rombongan ibu-ibu telah pulang. Kemudian saya di kagetkan dengan ulah si Ali anak didik nya Ustadz Z, dan menatap dengan mata jelalatan.

" Eh, …Ali ..kaget banget saya kamu tiba-tiba di ruang dapur". saya bersikap masih sopan.
" maaf ..kalo saya mengagetkan kamu ya mbak..?" jawabnya.


- Dengan mata yang celilikan menatap tubuh saya, dia sepertinya mengarah pada payudara saya. Saat itu memang saya masih menggunakan hem berlengan panjang yang sedikit ketat pada di bagian dada, karena baru saja saya pulang dari salatiga dan belom sempat untuk menggatinya.

 Dibalik Kerudung | Kemudian saya menyibukkan dengan merapikan gelas-gelas yang kotor. Dan Ali ternyata masih melototin bagian pantat saya.

" Apa ada yang aneh Mas Ali…?" ucap saya kepadanya.
" Kamu kok sangat cantik sih Mbak, juga.. padat. ?" ucapnya.


- Saya begitu kaget mendengar dari perkataan Ali. Debar jantungku berdetak kencang and mulai merinding. Saya kok gak begitu bernafsu , padahal saya juga sama kontol-kontol baru.

 semoga saja hanya bercandaan saja. Dan saya mencoba untuk menenangkan pikiran saya.

" Terima Kasih.." jawabku.

:: Dengan sedikit gemeteran aku bertatapan dengannya.

" Sebenarnya Mbak sangat menggairahkan, setiap kali aku dekat Mbak pasti tubuhku merangasang dan terbangun."
" Saya masih yakin dapat membuat Mbak enak". Ali berkata tanpa basa-basi.


- Dugaan saya ternyata benar, saya takut sekaligus marah dengan Ali karena caranya yang gak sopan dan ceplas ceplos. Mungkin akan berbeda jika kalau mau lebih halus. Aku menghadapnya dengan mengambil dan mengarahkan pisau dapur yang berada tak jauh dari saya.

" Eh, kamu Ali. . . jangan kurang ajar kepada saya". Ingatlah lah kamu ini anak didikan Ustadz Z.
" Saya bisa mengadukanmu ke Uztad Z karena kelakuanmu yang tidak sopan terhadap saya".

 Aku membentak dan dengan cepat dia memelintir tanganku yang memegang pisau sehingga pisau itu terlempar. Aku sedikit kesakitan dan tangan kirinya telah merangkul saya sangat erat. Aku tidak bisa bergerak sama sekali, karena himpitan tenaganya yang kuat.

" Kamu kira aku bisa ditakuti dengan mainan seperti itu…. Hahahahah……"


- Dia sekarang menelikung tanganku dan mendekapkan badanku ke badannya. Aku gemetar dan tidak terpikir untuk berteriak saking gugupnya.

" Aku memang mengincarmu dari dulu, karena itu setiap kamu datang ke pengajian aku pasti selalu berusaha memperhatikanmu," lekuk tubuhmu begitu sangat menggoda dan membuat birahiku muncak.
" Jika kamu berusaha menolak, aku tidak segan-segan mencelakaimu."

 Ali dengan mengancam, saya mulai ketakutan dan kaget karena ternyata Ali yang selalu diam dan sopan bisa berkata kasar seperti itu. Ohh..apakah tubuhku sudah membuatnya begitu bernafsu.

" Aku akan melepaskan pelukanku kalau kau mengerti kondisi sekarang saat ini."


- Ali meneruskan, dan saya hanya diam mengangguk. Dia menyeringai dan melepaskan pelukannya. Aku langsung terduduk di lantai dan menangis karena cemas terhadap tubuhku, takut jika Ali adalah orang yang suka bersetubuh dengan kekerasan. Mengerikan jika membayangkannya.

 Ali tertawa penuh kemenangan, sedangkan hatiku sangat ketakutan. Ali bisa melakukan apa saja terhadapku, Kalau aku melaporkan dia pada Uztad Z atau warga kampung, juga tidak akan dipercaya karena dia juga menjadi salah satu orang yang disegani di kampung ini.

" Kamu tidak perlu menangis… karena aku akan memberikan kepuasan batin yang tak terhingga kepadamu. Aku tahu kamu sering tidur dengan lelaki bukan ?"
" Bahkan aku tahu kalau kamu sering memasukkan lelaki ke rumahmu ini, apa kamu ingin keluargamu dan warga di sini mendengarnya….?"

:: Ali berkata dengan tenangnya.


- Debar jantungku seolah-olah berhenti mendengar perkataannya tadi, memang saya sangat doyan dengan kontol lelaki tapi tidak begini caranya.

" Asal kamu menuruti kemauanku, jilbab sholekahmu tidak akan terlepas kemana-mana.." Ancamnya, saya menjadi jengkel dengan lelaki seperti ini yang bersikap kasar begini kepada wanita.

 Sambil duduk Ali membuka celananya. Kontolnya tampak telah membesar dan kini tepat mengarah di depan wajah saya. Saya kembali membuang muka sambil memejamkan mata dan Ali mulai memaksa untuk mengoral batang kontolnya. Tangannya yang keras segera meraih kepalaku yang berjilbab dan wajah saya di depan kontolnya. Kemudian Ali memaksakan kontolnya masuk ke dalam mulut saya hingga sampai pangkalnya dan zakarnya bergelantungan di depan bibir saya.


- Dengan terpaksa saya membuka mulut dan mulai menciumi kontol Ali. Sebenarnya ukuran kontol Ali hampir sama dengan milik teman lelaki yang lain, standarlah tetapi punya Ali lebih panjang dan agak membesar di bagian kepalanya. Akhirnya perlahan saya mulai menjilati dan mengulum kontol itu.

" Ohhhh…. Nikmat sekali sayaang…, kau memang pintar" Ali mengerang sambil meremas rambut di kepalaku yang masih terbungkus oleh jilbab lalu dia mendorong dan menarik kontolnya di mulut saya.

 Saya gelagapan karena dengan mulut yang disumpal oleh kontol Ali yang lumayan panjang itu. Ali mulai mengocokkan batang kontolnya dimulut saya yang tersengal-sengal karena kekurangan udara. Di genjotnya kontolnya keluar masuk dengan cepat hingga zakarnya terasa bertumbukan dengan daguku.


- Bunyi berkecipak karena gesekan bibir saya dan batang kontol yang sedang dikulum tidak dapat dihindarkan lagi.

 Hal ini membuat Ali makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan wajah saya. Batang kontolnya juga semakin cepat keluar masuk di mulut saya, dan sesekali membuatku tersedak dan ingin muntah. Lama sekali rasanya batang kontol Ali saya kulum dan membuat saya makin lemas dan pucat.


- Dibalik Kerudung | Akhirnya tubuh Ali pun mengejang kuat dan Ali memuncratkan spermanya di wajah saya sambil meremas dan mengocoknya sendiri sehingga membasahi wajah dan jilbab saya, kemudian dilesakkanlah kontolnya yang masih mengeluarkan sperma itu di rongga mulut saya. Hal ini membuatk saya tersentak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar namun pegangan dan remasan tangan Ali di kepala saya yang berjilbab sangat keras sekali.

:: Sehingga dengan terpaksa saya menelan sebagian besar sperma itu.

" Aaaahhhhhh..," Ali pun mendesah.
" Akhirnya aku bisa menikmati mulutmu yang indah sayang…….."

 Gumamnya sambil tetap menancapkan kontolnya di mulut saya untuk di hisapi.

" Ayo ikut aku….."


- Ali kemudian menarik tangan saya dengan kasar. Dengan setengah menyeret saya dia membawa ke kamar tidur saya. Didorongnya tubuh saya ke atas ranjang.

" Hmm.. . . . Kamar yang bagus dan wangi…. Cocok untuk kita saling melepas hasrat yang sangat nikmat."

 Ali mengagumi kamar tidur saya yang bersih dan sejuk. Saya tetap berbaring telungkup dans percuma walaupun berontak bahkan mungkin dia bisa menjadi lebih parah. Saya masih cemas dengan tubuh saya karena teringat pernah melihat gadis-gadis di bondage di Film Porno membuat saya gerah dan taku.
Kalau saja Ali bisa bersikap sedikit halus, saya pasti merontokkan kontolnya dengan goyangan saya, batinku. Saya sebenarnya mau saja dientotin kontolnya tapi caranya membuat saya muntah.

" Hei… jangan diam saja. Bangun sini."


- Ali membentak saya, kemudian saya bangun mendekatinya. Dia menyeringai dan berkata.

" Lepaskan seluruh pakaianmu dan bergoyanglah."
" Gila… …"

 Saya semakin gemetar penasaran…. Perlahan-lahan saya mulai melepaskan pakaian yang kupakai. Saya buka kancing kemeja panjang ku satu persatu dengan tangan gemetar.


- Nafas Ali nampak sedikit tertahan tegang ketika saya membuka BH warna Putih yang saya kenakan. Saya menggoyang-goyangkan bokong perlahan-lahan sambil membuka celana dalam yang merupakan bagian terakhir perlengkapan pakaianku.

 saya akan membuka jilbab yang saya pakai karena tadi sudah terkena pejuhnya ketika dihentikan oleh Ali,

" Jangan dibuka jilbabmu, kamu lebih merangsang kalau begitu dan aku sangat bernafsu jika bisa meniduri wanita-wanita muslimah".


- Aku menutupi tetek ku dan bagian vaginaku dengan kedua belah tanganku sebisa mungkin. Hatiku semakin tidak karuan, antara takut dikasari dan pingin merasakan kontolnya yang lumayan panjang itu menerobos masuk liang vaginaku. Mata Ali semakin beringas

" Beruntung sekali aku mendapatkanmu……. Tubuhmu yang putih mulus dan kencang sungguh luar biasa indahnya."
" Mari sini sayang.. . .. "

 Ali kemudian menarik tanganku dan membaringkanku telentang di ranjang. Dia dengan tergesa-gesa melepaskan pakaiannya. Badannya yang hitam menandakan dia kuat.


- Kepalaku terasa berkunang-kunang, rasanya aku hampir tidak sanggup menahan peristiwa ini.

 Ali perlahan-lahan mendekati aku yang tergolek lemas ditempat ranjangku. Diambang kesadaran kurasakan sesuatu yang basah merayap menelusuri kakiku dan terus beranjak naik menuju pahaku, tanganku berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang menelusuri kaki dan pahaku.


- Aku begitu kaget ketika kudapati ternyata lidah Ali yang menempel di belahan pahaku.

" Tenanglah…. di rasaakan saja dan nikmati saja….",

 aku menggelinjang dengan lemas, akan tetapi terasa dorongan hasrat menjalari seluruh tubuhku.

" Aakkkhhhhh…..Ohhh…..mmmhhhh….".


- Ternyata Ali memperlakukan memekku dengan sangat halus tapi belum tentu juga kalau ternyata dia bermain dengan kasar, akan tetapi…

" Oohhh….."

 Nikmat sekali rasanya lidah orang ini, tubuhku mengejang lama dan lidah Ali bermain dengan memek dan sesekali dia menyentuh dan menggigit clitorisku yang mulai mengembul dan mengeras. Cairan memekku mulai keluar lumer dengan air liur Ali yang masih saja menusukan lidahnya ke memekku. Oke cukup sekian dulu ya guys, nantikan kisah saya selanjutnya. Yang pasti lebih seru lagi deh Guys . Oke !!..!!!*****BERSAMBUNG


- Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web newiklanpoker.blogspot.com.


Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Membaca Cerita Dewasa Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Dewasa...

Para Pembaca Cerita Dewasa Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik Di Sini Ya Para Pembaca Dewasa...

0 komentar:

Posting Komentar